Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Kontradiksi Kematian Yudas Iskariot (Kullu ajaran Kristen adalah Kontradiksi, Kullu=semua)

Expand Messages
  • riri cute
    Kontradiksi Kematian Yudas Iskariot   Senin, Juli 23, 2007     Ada dua bagian dalam Perjanjian Baru yang mengisahkan kematian Yudas Iskariot, yaitu Injil
    Message 1 of 1 , Sep 13, 2008
    • 0 Attachment
      Kontradiksi Kematian Yudas Iskariot
       

      Senin, Juli 23, 2007
       
       
      Ada dua bagian dalam Perjanjian Baru yang mengisahkan kematian Yudas Iskariot, yaitu Injil Matius dan Kisah Para Rasul (Acts). Kedua-duanya adalah tidak dapat dipercaya oleh sebab banyak alasan, Injil Matius ditulis beberapa dekade setelah kepergian Yesus.

      Tidak ada referensi untuk Injil Matius melalui namanya hingga sekitar tahun 200. Bapak Gereja Irenaeus adalah orang pertama yang menyebut Injil tsb dengan nama Matius, dan mengonfirmasikan eksistensi Kisah Para Rasul (Acts). Kisah Para Rasul (Acts) ini disusun di abad 2, karena apologist Kristen Justin Martyr (150 M) gagal untuk menyebut Kisah Para Rasul (Acts).


      Jadi kita memiliki alasan baik untuk menolak Injil Matius dan Kisah Para Rasul, kedua kitab tsb ditulis telat yang berdasarkan pada sumber-sumber Paulinistik.
       
      Pada faktanya, semua kitab-kitab Perjanjian Baru ditulis dibawah pengaruh Paulus. Kanon yang dimiliki oleh Orang-orang Kristen berkebangsaan Yahudi telah dihancurkan dan dibakar. Matius mencontek Markus; Lukas mencontek dari Markus & Matius. Kisah Para Rasul (Acts) meminjam tulisan sejarawan Yahudi bernama Josephus, dan Perjanjian Lama (Contohnya Kisah Para Rasul 11:18 yang menjiplak Yehezkiel 4:14).

      Jika Lukas adalah pengarang Kisah Para Rasul, ia akan mengakui mencontek bahan-bahan tsb sebelumnya (Lukas 1:3), seolah-olah menjadi seorang sejarawan. Kisah Para Rasul diseleksi dari sebuah tabel pemalsuan, Acts of Peter, Acts of Paul, dan dokumen-dokumen apocryphal. Bagaimana kita tahu bahwa empat Injil aman dari pemalsuan Harus dicatat bahwa banyak kitab-kitab atau surat-surat yang diterima oleh Gereja awal, contohnya Shepherd of Hermas, Epistel Barnabas, Injil Petrus, dan lain-lain. Empat injil tsb boleh jadi palsu, karena Gereja telah memilih dari bahan-bahan palsu tsb. Gereja awal secara sistematis telah menghancurkan "Injil Ibrani" yang adalah sumber dari Injil Matius.

      Banyak kalangan Kristen yang kritis menyatakan terdapat kontradiksi besar antara Injil Matius dan Kisah Para Rasul, kematian Yudas Iskariot dan menurut konteks backgound.
       
      Sejarah adalah benar-benar bungkam mengenai masalah ini, bapak-bapak Gereja Apostolic (Ignatius, Clement, Papias, Polycarpus) tidak menyebut-nyebut tentang kematian Yudas Iskariot, jadi Perjanjian Baru adalah hanya satu-satunya yang meliput peristiwa kematian Yudas Iskariot.
       
      Ini sungguh sangat aneh, Palestina adalah termasuk kawasan Mediterania sebagai wilayah peradaban, jadi sebenarnya tidak ada alasan bahwa jika memang Yudas ini orang terkenal, maka sejarah Yudas tidaklah mungkin gelap seperti ini, apalagi ditambah statement Perjanjian Baru yang mengatakan bahwa SEMUA PENDUDUK YERUSALEM mengetahui masalah ini (Lihat. Kisah Para Rasul 1:19). Sekarang saya tanya kepada orang Kristen: Bagaimana ini, apa yang sebenarnya terjadi

      Coba pembaca budiman memperhatikan ayat dibawah ini:


      "Dan ia melempar uang perak tadi di bait, dan berangkat, dan pergi, dan menggantung dirinya sendiri. Dan kepala pendeta memungut uang perak tsb, dan berkata, tidak sah menurut hukum untuk memasukkan uang perak tsb kedalam peti persembahan, oleh karena itu adalah harga darah." (Matius 27:5-6 - terjemahan KJV)


      Teks diatas tsb sangatlah jelas, si pengkhianat Yudas merasa bersalah karena telah mengkhianati sang guru (Yesus), ia akhirnya memutuskan bunuh diri dengan cara gantung diri. Logikanya, menggantung kepala itu dapat menyebabkan kematian. Orang-orang Kristen menyatakan bahwa Yudas tidak mati digantung, ia bertahan hidup dari jeratan yang mengikat kepalanya dan jatuh kebawah, dengan perut terbelah sehingga jeroan (dalaman perut) pun keluar semua (lihat Kisah Para Rasul 1:18).
       
      Penjelasan tsb adalah kontradiksi dan tidak terlegitimasi dengan baik. Solusi nekat, putus asa, tidak logis, dan tidak berdasar dari pihak Kristen ini tidak mendapat dukungan kronologis dari teks suci, baik Matius dan Kisah Para Rasul. Gereja awal percaya bahwa Matius adalah Injil pertama, tetapi sarjana Kristen sekarang sepakat bahwa Markus lah Injil pertama. Kisah Para Rasul disusun kemudian, orang-orang Kristen telah putus asa untuk memecahkan kontradiksi ini dengan cara mengharmonisasikan dua cerita kontradiksi kematian Yudas, tetapi Injil Matius adalah dikarang oleh orang Yahudi dan Kisah Para Rasul dikarang oleh orang non-Yahudi (Gentile), dan kedua teks tsb bukan dikarang oleh orang yang sama, para pengarangnya tidak mengenal satu sama lain.
       
      Hal ini sama dengan pengarang empat Injil kanonik yang menyusun biografi Yesus secara terpisah, namun mereka menjiplak karya lainnya, dan para pengarang tidak mengenal satu sama lain. Tampaknya Markus dan Matius adalah orang Yahudi tulen, dan Lukas dan Yohanes ditujukan untuk orang non-Yahudi. Kisah Para Rasul diduga dikarang oleh Lukas (murid Paulus) yang sama sekali tidak pernah bertemu dengan Yesus ataupun dengan Matius. Kini dapatkah kita menyatakan bahwa Injil Matius adalah dapat dipercaya Hanya Injil Matius saja lah yang merekam peristiwa kematian Yudas Iskariot; Kisah Para Rasul tidak dapat dipercaya karena memiliki kontradiksi mengenai kenaikan Yesus (Lukas 24:51 dan Kisah Para Rasul 1:9).

      Injil Matius merekam bahwa Yudas telah menggantung dirinya sendiri, dan ia nyata-nyata mati karena sesak napas. Di Injil Matius tidak ada ayat yang menyatakan bahwa "Yudas jatuh kebawah dengan jeroan (isi perut) terburai.
       
      Cerita Injil Matius ini sangat nyata kontradiksi dengan apa yang dipaparkan oleh Kisah Para Rasul.

      Disini ada penjelasan orang Kristen menyangkut permasalah ini:


      "Disini tidak ada kontradiksi karena kedua-duanya adalah benar. Satu kontradiksi terjadi ketika satu pernyataan mengecualikan lainnya. Faktanya, apa yang terjadi disini adalah bahwa Yudas pergi dan menggantung dirinya sendiri lalu tubuhnya jatuh ke bawah dan terburai. Dengan kata lain, ikatan atau dahan dari pohon mungkin patah karena berat dan tubuhnya jatuh kebawah dan usus perut terburai." (sumber: http://www.carm.org/diff/Matt27_3.htm)

      "Dikuasai keputusasaan yang hebat, Yudas melepaskan ikat pinggangnya dan menggantung diri di sebuah pohon yang tumbuh di suatu ceruk karang. Setelah ia tewas, tubuhnya hancur berkeping-keping dan isi perutnya berceceran di atas tanah." (Sumber: http://www.indocell.net/yesaya/pustaka/id86.htm)


      Kisah Para Rasul tidak menyebut-nyebut mengenai "batu karang", tetapi hanya menyebut sebuah tanah yang telah dibeli oleh Yudas. Mengapa Yudas menggantung dirinya sendiri di sebuah karang Dan juga, tubuh Yudas tidak jatuh tetapi "headlong", yang artinya "forward". Yudas masih hidup sebelum ususnya terburai, pasti ia telah dibunuh.


      "Now this man purchased a field with the reward of iniquity; and falling headlong, he burst asunder in the midst, and all his bowels gushed out." (Kisah Para Rasul 1:18 --KJV)


      Beberapa problem muncul seiring dengan penjelasan Kristen tsb.




      Yudas tidak pernah jatuh dari suatu tempat yang tinggi, ayat tsb tidak merekam apapun mengenai karang
      Injil Matius mengatakan bahwa Yudas mengembalikan uang perak, dan menggantung dirinya sendiri. Kisah Para Rasul mengatakan ia membeli sebuah tanah dan "fell headlong" (kepalanya jatuh terlebih dahulu), menunjukkan bahwa ia tidak pernah jatuh dari karang. Kisah Para Rasul mempunyai implikasi bahwa kepala Yudas terlempar, dan implikasinya adalah sangat aneh jika mengatakan bahwa usus perutnya terburai keluar. Disini tidak ada bukti bahwa Yudas jatuh secara vertikal, hanya horizontal (kedepan), jadi penjelasan Kristen ini sangat tidak logis.

      Disini ada masalah lainnya yaitu menyangkut harga pengkhianatan Yudas yaitu sebesar 30 keping perak, Kisah Para Rasul menyatakan bahwa ia menggunakan uang perak tsb untuk membeli sebuah tanah (tempat ia mati), tetapi Injil Matius justru menyatakan bahwa ia mengembalikan uang perak tsb ke kepala pendeta Yahudi, lalu pergi dan memutuskan untuk gantung diri. Jelas sudah kontradiksi.Ini tidak dapat dipungkiri oleh orang Kristen yang masih mempunyai otak sehat. Jadi yang benar yang mana : Upah pengkhianatan (30 perak) dikembalikan kepada kepala pendeta ataukah upah pengkhianatan justru digunakan oleh Yudas untuk membeli sebidang tanah

      Tidak ada referensi apapun mengenai sebuah karang, Yudas mungkin saja telah menggantung dirinya sendiri di pengasingan, dan tubuhnya kemudian ditemukan. Apa yang menjadi dasar bahwa tubuh Yudas jatuh dari tali tambang ke tanah yang telah ia beli Berdasarkan Injil Matius, Yudas tidak pernah membeli tanah apapun! Justru upah pengkhianatan sebesar 30 keping perak telah ia kembalikan kepada kepala pendeta Yahudi di bait. Injil Matius mengatakan bahwa kepala pendeta Yahudi membeli potter's field setelah Yudas mati (Matius 27:7-8), tetapi Kisah Para Rasul mengatakan bahwa Yudas sendirilah yang telah membeli tanah itu dan mati disana. (Kisah Para Rasul 1:8-9).

      Seandainya Yudas jatuh dari ikatan tali, ia tidak akan jatuh dengan posisi kepala terlebih dahulu!! Ini sangat lucu dan tidak masuk akal, karena seharusnya kaki nya lah yang jatuh kebawah terlebih dahulu, alih-alih kepala.


      Cerita Kristen mengenai kematian Yudas Iskariot justru semakin diperparah dengan statment yang diutarakan oleh Bapak Gereja Papias yang mana Papias telah mengklaim bahwa kematian Yudas disebabkan karena digencet oleh kuda!


      Yudas berjalan di dunia ini contoh satu kesedihan dari tindakan tidak hormat; karena tubuhnya bengkak (swollen) sehingga ia tidak dapat lewat dimana sebuah kereta kuda dapat lewat secara mudah, ia digencet oleh kereta kuda tsb, sehingga usus perutnya menyembur keluar.(Lihat Fragmen Papias)


      Bagian dari fragmen Papias ini diturunkan dari tulisan Papias "Exegesis of the Sayings of the Lord". Catatan Papias ini nyata sekali bagi kita sangatlah tidak seirama dengan Injil Matius maupun Kisah Para Rasul. Dan untuk mengatasi kontradiksi tambahan ini, lagi-lagi orang-orang Kristen Fundamentalis secara nekat dan putus asa dengan maksud untuk menipu dunia dengan menyatakan bahwa kuda menggencet tubuh Yudas ketika ia telah mati. Tapi lucunya Fragmen Papias ini mengajarkan kepada kita bahwa Yudas itu masih hidup kala itu sebelum kereta kuda menggencetnya. Jelas lah bagi kita yang masih mempunyai akal sehat dan mampu berpikir jernih, bahwa begitu banyaknya kontradiksi Alkitab, begitu banyaknya penipuan yang dilakukan oleh orang-orang Kristen Fundamentalis dalam rangka menutup-nutupi kebengkokan yang terdapat dalam Alkitab. A
       
      lkitab memang korup dan Alkitab benar-benar tidak dapat dipercaya.

      Daftar Pustaka
      The Death of Judas, oleh Abdullah Smith




      Make the switch to the world's best email. Get Yahoo!7 Mail! http://au.yahoo.com/y7mail

      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.