Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

Expand Messages
  • Ratna Mardiati
    Dear..... Namanya siapa ya? Sudahkah dibaca pedoman pemeriksaan HIV pada TKI? Menyampaikan kabar buruk sebelum klien dikonesling akan membuat kita merasa
    Message 1 of 14 , Dec 2, 2007
    View Source
    • 0 Attachment
      Dear.....
      Namanya siapa ya?
      Sudahkah dibaca pedoman pemeriksaan HIV pada TKI? Menyampaikan kabar buruk sebelum klien dikonesling akan membuat kita merasa terbebani mental emosional. Lakukan sebelum pemeriksaan konseling dalam kelompok, tawarkan siapa yang merasa perlu mendapatkan penjelasan selanjutnya dapat menemui konselor X (sebut nama), di tempat X (sebut tempatnya) dari jam-jam sekian . Pasca tes, lakukan konseling pasca tes untuk dukungan emosional dan lanjutkan konseling di tempat asal (bisa RS atau Puskesmas) bila klien dipulang kampungkan.
      Terimakasih,
      Ratna Mardiati
      Konselor VCT

      ----- Original Message ----
      From: le5t4r1e_77 <le5t4r1e_77@...>
      To: pkphi_ind@yahoogroups.com
      Sent: Thursday, November 29, 2007 8:28:18 PM
      Subject: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

      Terlebih dahulu saya ingin memperkenalkan diri...saya seorang analis
      yang bekerja di sebuah medical centre di Jaktim...
      Kebetulan di bulan September 2006 saya mendapatkan pelatihan konselor
      hiv aids selama satu minggu di hotel Paragon yang diselenggarakan oleh
      KPA bekerjasama dengan Hiptek.(mungkin ada yang pernah dengar??)

      Sertifikat konselor sudah diterima...namun jadi milik instansi tempat
      kerja.

      Sepulang dari pelatihan saya mencoba untuk menerapkan apa yang sudah
      menjadi kesepakatan dari seluruh peserta yang semuanya adalah di bawah
      Hiptek. Pada kenyataannya sangat susah sekali untuk melakukan
      konselling pada seluruh pasien yang kesemuanya adalah calon TKI yang
      akan ke luar negeri. Untuk melakukan Informasi Edukasi tentang HIV pun
      sulit di lakukan..dikarenaka n adanya hambatan2 yang sangat tidak
      mungkin saya lalui. ini terjadi tidak hanya pada tempat saya
      bekerja..rata2 seluruh medical centre menyatakan demikian..

      Ketika saya menjumpai ada yang positif HIV...saya bingung..saya merasa
      bersalah karena sebelumnya tidak melakukan konseling... saya merasa
      sangat dilematis sekali..
      Bagaimana ya seharusnya yang saya lakukan..mohon bantuan rekan2
      konselor yang lebih profesional

      Terimakasih.



      Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
    • Ratna Mardiati
      Dear Lestari, Dimana anda berada? Barangkali teman2 lain bisa bantu. Menegakkan VCT memang membuat kita menerima semprotan wewangian dari kiri kanan sebelum
      Message 2 of 14 , Dec 2, 2007
      View Source
      • 0 Attachment
        Dear Lestari,
        Dimana anda berada?  Barangkali teman2 lain bisa bantu. Menegakkan VCT memang membuat kita menerima semprotan wewangian dari kiri kanan sebelum mapan. Terlebih jika kita pionir. Barangkali uji nyali.
        Setiap klien yang akan diperiksa HIV mempunyai HAK untuk mendapat konseling, melakukan persetujuan (informed consent) tes dan mendapatkan konseling pasca tes. Buku pedoman VCT Departemen Kesehatan barangkali dapat menolong sang dokter dapat memahami prosedur tes.
        Saya dan beberapa teman konselor ada yang ngetem di RSKO-Jl Lapangan Tembak No.75 Cibubur Jakarta Timur. Kalau mau curhat silakan.
        Salam,
        Ratna Mardiati
        RSKO Jl Lapangan Tembak No.75 Cibubur Jakarta Timur

        ----- Original Message ----
        From: lestari sri <le5t4r1e_77@...>
        To: pkphi_ind@yahoogroups.com
        Sent: Saturday, December 1, 2007 8:26:47 PM
        Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

        Terimakasih Mas Wahyu ...sarannya. .
        mengenai itu sebelum ikut pelatihan konselor saya sudah membahas dengan pimpinan..tapi di anggapnya numpang lewat.
        trus sesudah ikut pelatihan saya coba menyampaikan semua yang saya dapat..dan lagi2 dianggap numpang lewat aja alias hany formalitas.
        pernah ada kasus reaktif HIV dan saya mencoba untuk konseling..karena baru saya minta bimbingan dari Mbak Abbas YMI (fasilitator pd pelatihan).. .yang ada malah kena tegoran dari bos...
        Apesnya lagi saya kena semprot dari seorang dokter senior gara2 pasien saya suruh tanda tangan persetujuan bahwa saya telah memberikan Informasi Edukasi tentang HIV...:-)
        Mas Wahyu bisa beri aku info LSM mana yang bisa aku ikut gabung dalam kegiatan yang berhubungan dengan HIV/aids tiap sabtu minggu
        Setidaknya untuk mengasah apa yang sudah aku dapat ini benar2 dapat aku terapkan...
        Di tunggu infonya...matur suwun...

        ----- Original Message ----
        From: wahyu khresna <oza_khresna@ yahoo.com>
        To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
        Sent: Friday, November 30, 2007 4:56:07 PM
        Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

        halo,

        salam kenal, aku mo menanggapi apa yang ditulis oleh mba lestari klo tidak salah...memang berat menjadi konselor karena harus bertanggung jawab terhadap seseorang bukannya barang dan itu seringkali membuat konselor menjadi burn out.
        untuk masalah yang dihadapi mba lestari mungkin mba bisa menyikapinya dengan membicarakan hal ini dengan atasan mba langsung atau orang yang bertanggung jawab ttg hal ini atau klo mba bisa melakukan apa yang telah didapat oleh mba dalam pelatihan VCT kemarin walaupun kegiatan ini diluar kegiatan lembaga mba.
        memang masalah CTKI dan TNI masih menjadi pro dan kontra untuk melakukan VCT karena kesannya tidak ada Voulentary/sukarela nya, tapi seperti yang Mba Henny bilang klo masalah ini sudah dibicarakan dengan pihak Depkes, para MT dan lembaga2 terkait yang akan melaksanakan ini seperti PJTKI dan TNI dan tadi mba Henny bilang akan ada buku pedomannya dan mudah2an undang2 yang dapat melindungi konselor baik dari klien maupun lembaga tempat konselor tersebut bekerja, karena saya bisa membayangkan klo seperti ini konselor merasa terjepit dan sewrba salah.
        mungkin segini aja dulu dari saya, kita dukung Depkes dan ahli2 VCT dalam membuat buku pedoman yang dapat membantu kerja konselor.


        peace

        khresna

        henny damayanti <esafia2000@yahoo. com> wrote:

        halo (mbak lestari?). salam kenal juga...saya sangat memahami apa yang mbak rasakan...
        saya pikir hampir semua konselor pernah mengalami hal tersebut.
        Mengenai pelaksanaan konseling di Medical Centre untuk CTKI, memang dilapangan banyak hambatan sehingga seringkali proses konseling tidak dapat dilakukan.
        Departemen kesehatan saat ini sedang menyusun Pedoman Penatalaksanaan Testing HIV bagi CTKI. Dalam pedoman tersebut diatur mengenai tanggung Jawab Sarana Kesehatan dan PJTKI dalam memberian pelayanan terkait HIV-AIDS. Dalam pedoman juga tercantum mengenai tanggung jawab PJTKI dalam memberikan edukasi mengenai HIV/AIDS kepada CTKI, sehingga tanggung jawab ini bukan hanya milik Sarana Kesehatan saja.
        Mengenai kegiata konseling, dapat diberikan konseling kelompok, dimana dalam 1 kelompok bisa sampai 10 orang. Dalam konseling kelompok ini lebih kepada pemberian informasi terkait HIV/AIDS, perawatan, dukungan dll. Namun untuk hal yang menyangkut pribadi, seperti perilaku seks, faktor resiko, tetap perlu dilakukan konseling individual.
        pedoman saat ini dalam proses penyusunan SK menteri, sehingga belum dapat diterbitkan. Insya Allah dalam tahun ini proses penyusunan pedoman tersebut dapat diselesaikan untuk segera didistribusikan ke PJTKI dan sarana kesehatan yang memberikan pemeriksaan kesehatan pada TKI.
        sementara ini dulu informasi yang dapat saya berikan. Selamat bertugas mbak..
         
        salam
        henny
         
        ----- Original Message ----
        From: le5t4r1e_77 <le5t4r1e_77@ yahoo.com>
        To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
        Sent: Thursday, November 29, 2007 8:28:18 PM
        Subject: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

        Terlebih dahulu saya ingin memperkenalkan diri...saya seorang analis
        yang bekerja di sebuah medical centre di Jaktim...
        Kebetulan di bulan September 2006 saya mendapatkan pelatihan konselor
        hiv aids selama satu minggu di hotel Paragon yang diselenggarakan oleh
        KPA bekerjasama dengan Hiptek.(mungkin ada yang pernah dengar??)

        Sertifikat konselor sudah diterima...namun jadi milik instansi tempat
        kerja.

        Sepulang dari pelatihan saya mencoba untuk menerapkan apa yang sudah
        menjadi kesepakatan dari seluruh peserta yang semuanya adalah di bawah
        Hiptek. Pada kenyataannya sangat susah sekali untuk melakukan
        konselling pada seluruh pasien yang kesemuanya adalah calon TKI yang
        akan ke luar negeri. Untuk melakukan Informasi Edukasi tentang HIV pun
        sulit di lakukan..dikarenaka n adanya hambatan2 yang sangat tidak
        mungkin saya lalui. ini terjadi tidak hanya pada tempat saya
        bekerja..rata2 seluruh medical centre menyatakan demikian..

        Ketika saya menjumpai ada yang positif HIV...saya bingung..saya merasa
        bersalah karena sebelumnya tidak melakukan konseling... saya merasa
        sangat dilematis sekali..
        Bagaimana ya seharusnya yang saya lakukan..mohon bantuan rekan2
        konselor yang lebih profesional

        Terimakasih.




        Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.


        Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.



        Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com


        Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
      • lestari sri
        Kepada Bunda Ratna Mardiati..(boleh kan saya panggil Bunda?) Begini Bunda...kalau bunda masih ingat...saya pernah mengutarakan sedikit permasalahan pelaksanaan
        Message 3 of 14 , Dec 4, 2007
        View Source
        • 0 Attachment
          Kepada Bunda Ratna Mardiati..(boleh kan saya panggil Bunda?)

          Begini Bunda...kalau bunda masih ingat...saya pernah mengutarakan sedikit permasalahan pelaksanaan konseling di medical centre ke bunda...waktu masih pelatihan di hotel Paragon Menteng pada sesi hari terakhir (waktu itu bunda menggantikan dr. Susi Wijayanti dari Bandung)..mungkin bunda akan inget wajah saya kalau saya sowan ke RSKO....:-)

          Terimakasih yang sebesarnya atas kesediaan bunda memberikan kesempatan saya untuk bisa curhat.
          Posisi kantor di Jl. Otista Jaktim,

          Begini BUnda...sudah 6 bulan ini saya berada di Lampung sebagai staff operasional Medical centre yang baru di buka yang merupakan cabang Jakarta. Kebetulan ada satu klien yang reaktif HIV.mengingat posisi saya sbg pendatang dan pekerjaan tidak bisa ditinggalkan jadi saya mengkonseling ala kadarnya tidak sampai mendalam...saat seperti inilah saya merasa dilematis.
          kemudian saya coba cari jejaring disini di wilayah Lampung dan alhamdulillah saya sudah ketemu dengan Rekan Konselor di RS Abdoel Moeloek skaligus dari Saburai Support Group. Selanjutnya klien saya pandu untuk nanti ketemu dengan Beliau agar bisa dilakukan pendampingan seterusnya.

          Apakah cara yang saya tempuh ini sudah benar atau belum? mohon bimbingan dan masukan dari rekan semua.
          Terimakasih




          ----- Original Message ----
          From: Ratna Mardiati <ardiawika@...>
          To: pkphi_ind@yahoogroups.com
          Sent: Monday, December 3, 2007 8:19:28 AM
          Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

          Dear Lestari,
          Dimana anda berada?  Barangkali teman2 lain bisa bantu. Menegakkan VCT memang membuat kita menerima semprotan wewangian dari kiri kanan sebelum mapan. Terlebih jika kita pionir. Barangkali uji nyali.
          Setiap klien yang akan diperiksa HIV mempunyai HAK untuk mendapat konseling, melakukan persetujuan (informed consent) tes dan mendapatkan konseling pasca tes. Buku pedoman VCT Departemen Kesehatan barangkali dapat menolong sang dokter dapat memahami prosedur tes.
          Saya dan beberapa teman konselor ada yang ngetem di RSKO-Jl Lapangan Tembak No.75 Cibubur Jakarta Timur. Kalau mau curhat silakan.
          Salam,
          Ratna Mardiati
          RSKO Jl Lapangan Tembak No.75 Cibubur Jakarta Timur

          ----- Original Message ----
          From: lestari sri <le5t4r1e_77@ yahoo.com>
          To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
          Sent: Saturday, December 1, 2007 8:26:47 PM
          Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

          Terimakasih Mas Wahyu ...sarannya. .
          mengenai itu sebelum ikut pelatihan konselor saya sudah membahas dengan pimpinan..tapi di anggapnya numpang lewat.
          trus sesudah ikut pelatihan saya coba menyampaikan semua yang saya dapat..dan lagi2 dianggap numpang lewat aja alias hany formalitas.
          pernah ada kasus reaktif HIV dan saya mencoba untuk konseling..karena baru saya minta bimbingan dari Mbak Abbas YMI (fasilitator pd pelatihan).. .yang ada malah kena tegoran dari bos...
          Apesnya lagi saya kena semprot dari seorang dokter senior gara2 pasien saya suruh tanda tangan persetujuan bahwa saya telah memberikan Informasi Edukasi tentang HIV...:-)
          Mas Wahyu bisa beri aku info LSM mana yang bisa aku ikut gabung dalam kegiatan yang berhubungan dengan HIV/aids tiap sabtu minggu
          Setidaknya untuk mengasah apa yang sudah aku dapat ini benar2 dapat aku terapkan...
          Di tunggu infonya...matur suwun...

          ----- Original Message ----
          From: wahyu khresna <oza_khresna@ yahoo.com>
          To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
          Sent: Friday, November 30, 2007 4:56:07 PM
          Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

          halo,

          salam kenal, aku mo menanggapi apa yang ditulis oleh mba lestari klo tidak salah...memang berat menjadi konselor karena harus bertanggung jawab terhadap seseorang bukannya barang dan itu seringkali membuat konselor menjadi burn out.
          untuk masalah yang dihadapi mba lestari mungkin mba bisa menyikapinya dengan membicarakan hal ini dengan atasan mba langsung atau orang yang bertanggung jawab ttg hal ini atau klo mba bisa melakukan apa yang telah didapat oleh mba dalam pelatihan VCT kemarin walaupun kegiatan ini diluar kegiatan lembaga mba.
          memang masalah CTKI dan TNI masih menjadi pro dan kontra untuk melakukan VCT karena kesannya tidak ada Voulentary/sukarela nya, tapi seperti yang Mba Henny bilang klo masalah ini sudah dibicarakan dengan pihak Depkes, para MT dan lembaga2 terkait yang akan melaksanakan ini seperti PJTKI dan TNI dan tadi mba Henny bilang akan ada buku pedomannya dan mudah2an undang2 yang dapat melindungi konselor baik dari klien maupun lembaga tempat konselor tersebut bekerja, karena saya bisa membayangkan klo seperti ini konselor merasa terjepit dan sewrba salah.
          mungkin segini aja dulu dari saya, kita dukung Depkes dan ahli2 VCT dalam membuat buku pedoman yang dapat membantu kerja konselor.


          peace

          khresna

          henny damayanti <esafia2000@yahoo. com> wrote:

          halo (mbak lestari?). salam kenal juga...saya sangat memahami apa yang mbak rasakan...
          saya pikir hampir semua konselor pernah mengalami hal tersebut.
          Mengenai pelaksanaan konseling di Medical Centre untuk CTKI, memang dilapangan banyak hambatan sehingga seringkali proses konseling tidak dapat dilakukan.
          Departemen kesehatan saat ini sedang menyusun Pedoman Penatalaksanaan Testing HIV bagi CTKI. Dalam pedoman tersebut diatur mengenai tanggung Jawab Sarana Kesehatan dan PJTKI dalam memberian pelayanan terkait HIV-AIDS. Dalam pedoman juga tercantum mengenai tanggung jawab PJTKI dalam memberikan edukasi mengenai HIV/AIDS kepada CTKI, sehingga tanggung jawab ini bukan hanya milik Sarana Kesehatan saja.
          Mengenai kegiata konseling, dapat diberikan konseling kelompok, dimana dalam 1 kelompok bisa sampai 10 orang. Dalam konseling kelompok ini lebih kepada pemberian informasi terkait HIV/AIDS, perawatan, dukungan dll. Namun untuk hal yang menyangkut pribadi, seperti perilaku seks, faktor resiko, tetap perlu dilakukan konseling individual.
          pedoman saat ini dalam proses penyusunan SK menteri, sehingga belum dapat diterbitkan. Insya Allah dalam tahun ini proses penyusunan pedoman tersebut dapat diselesaikan untuk segera didistribusikan ke PJTKI dan sarana kesehatan yang memberikan pemeriksaan kesehatan pada TKI.
          sementara ini dulu informasi yang dapat saya berikan. Selamat bertugas mbak..
           
          salam
          henny
           
          ----- Original Message ----
          From: le5t4r1e_77 <le5t4r1e_77@ yahoo.com>
          To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
          Sent: Thursday, November 29, 2007 8:28:18 PM
          Subject: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

          Terlebih dahulu saya ingin memperkenalkan diri...saya seorang analis
          yang bekerja di sebuah medical centre di Jaktim...
          Kebetulan di bulan September 2006 saya mendapatkan pelatihan konselor
          hiv aids selama satu minggu di hotel Paragon yang diselenggarakan oleh
          KPA bekerjasama dengan Hiptek.(mungkin ada yang pernah dengar??)

          Sertifikat konselor sudah diterima...namun jadi milik instansi tempat
          kerja.

          Sepulang dari pelatihan saya mencoba untuk menerapkan apa yang sudah
          menjadi kesepakatan dari seluruh peserta yang semuanya adalah di bawah
          Hiptek. Pada kenyataannya sangat susah sekali untuk melakukan
          konselling pada seluruh pasien yang kesemuanya adalah calon TKI yang
          akan ke luar negeri. Untuk melakukan Informasi Edukasi tentang HIV pun
          sulit di lakukan..dikarenaka n adanya hambatan2 yang sangat tidak
          mungkin saya lalui. ini terjadi tidak hanya pada tempat saya
          bekerja..rata2 seluruh medical centre menyatakan demikian..

          Ketika saya menjumpai ada yang positif HIV...saya bingung..saya merasa
          bersalah karena sebelumnya tidak melakukan konseling... saya merasa
          sangat dilematis sekali..
          Bagaimana ya seharusnya yang saya lakukan..mohon bantuan rekan2
          konselor yang lebih profesional

          Terimakasih.




          Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.


          Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.



          Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com


          Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com


          Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
        • lestari sri
          Pedoman Pemeriksaan HIV pada TKI???sepertinya saya belum pernah menerima Bunda. Setahu saya belum ada pertemuan lagi dari alumni pelatihan Paragon.Terakahir
          Message 4 of 14 , Dec 4, 2007
          View Source
          • 0 Attachment
            Pedoman Pemeriksaan HIV pada TKI???sepertinya saya belum pernah menerima Bunda.
            Setahu saya belum ada pertemuan lagi dari alumni pelatihan Paragon.Terakahir kumpul saat pengambila Sertifikat Konselor di bulan Januari kalo ga salah.
            Bagaimana dan dimana saya bisa mendapatkan buku itu.
            Insya allah sepulang dari Lampung saya Sowan ke RSKO.
            Terimakasih.

            ----- Original Message ----
            From: Ratna Mardiati <ardiawika@...>
            To: pkphi_ind@yahoogroups.com
            Sent: Monday, December 3, 2007 8:06:45 AM
            Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

            Dear.....
            Namanya siapa ya?
            Sudahkah dibaca pedoman pemeriksaan HIV pada TKI? Menyampaikan kabar buruk sebelum klien dikonesling akan membuat kita merasa terbebani mental emosional. Lakukan sebelum pemeriksaan konseling dalam kelompok, tawarkan siapa yang merasa perlu mendapatkan penjelasan selanjutnya dapat menemui konselor X (sebut nama), di tempat X (sebut tempatnya) dari jam-jam sekian . Pasca tes, lakukan konseling pasca tes untuk dukungan emosional dan lanjutkan konseling di tempat asal (bisa RS atau Puskesmas) bila klien dipulang kampungkan.
            Terimakasih,
            Ratna Mardiati
            Konselor VCT

            ----- Original Message ----
            From: le5t4r1e_77 <le5t4r1e_77@ yahoo.com>
            To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
            Sent: Thursday, November 29, 2007 8:28:18 PM
            Subject: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

            Terlebih dahulu saya ingin memperkenalkan diri...saya seorang analis
            yang bekerja di sebuah medical centre di Jaktim...
            Kebetulan di bulan September 2006 saya mendapatkan pelatihan konselor
            hiv aids selama satu minggu di hotel Paragon yang diselenggarakan oleh
            KPA bekerjasama dengan Hiptek.(mungkin ada yang pernah dengar??)

            Sertifikat konselor sudah diterima...namun jadi milik instansi tempat
            kerja.

            Sepulang dari pelatihan saya mencoba untuk menerapkan apa yang sudah
            menjadi kesepakatan dari seluruh peserta yang semuanya adalah di bawah
            Hiptek. Pada kenyataannya sangat susah sekali untuk melakukan
            konselling pada seluruh pasien yang kesemuanya adalah calon TKI yang
            akan ke luar negeri. Untuk melakukan Informasi Edukasi tentang HIV pun
            sulit di lakukan..dikarenaka n adanya hambatan2 yang sangat tidak
            mungkin saya lalui. ini terjadi tidak hanya pada tempat saya
            bekerja..rata2 seluruh medical centre menyatakan demikian..

            Ketika saya menjumpai ada yang positif HIV...saya bingung..saya merasa
            bersalah karena sebelumnya tidak melakukan konseling... saya merasa
            sangat dilematis sekali..
            Bagaimana ya seharusnya yang saya lakukan..mohon bantuan rekan2
            konselor yang lebih profesional

            Terimakasih.



            Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com


            Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
          • Ratna Mardiati
            Tolong tanyakan pada Adele di Dit Yan Med Spesialistik atau kak Nurjannah di P2ML. Beliau orang yang penting untuk hal ini. Terimakasih, Ratna Mardiati ...
            Message 5 of 14 , Dec 4, 2007
            View Source
            • 0 Attachment
              Tolong tanyakan pada Adele di Dit Yan Med Spesialistik atau kak Nurjannah di P2ML. Beliau orang yang penting untuk hal ini. Terimakasih,
              Ratna Mardiati

              ----- Original Message ----
              From: lestari sri <le5t4r1e_77@...>
              To: pkphi_ind@yahoogroups.com
              Sent: Tuesday, December 4, 2007 8:04:45 PM
              Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

              Pedoman Pemeriksaan HIV pada TKI???sepertinya saya belum pernah menerima Bunda.
              Setahu saya belum ada pertemuan lagi dari alumni pelatihan Paragon.Terakahir kumpul saat pengambila Sertifikat Konselor di bulan Januari kalo ga salah.
              Bagaimana dan dimana saya bisa mendapatkan buku itu.
              Insya allah sepulang dari Lampung saya Sowan ke RSKO.
              Terimakasih.

              ----- Original Message ----
              From: Ratna Mardiati <ardiawika@yahoo. com>
              To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
              Sent: Monday, December 3, 2007 8:06:45 AM
              Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

              Dear.....
              Namanya siapa ya?
              Sudahkah dibaca pedoman pemeriksaan HIV pada TKI? Menyampaikan kabar buruk sebelum klien dikonesling akan membuat kita merasa terbebani mental emosional. Lakukan sebelum pemeriksaan konseling dalam kelompok, tawarkan siapa yang merasa perlu mendapatkan penjelasan selanjutnya dapat menemui konselor X (sebut nama), di tempat X (sebut tempatnya) dari jam-jam sekian . Pasca tes, lakukan konseling pasca tes untuk dukungan emosional dan lanjutkan konseling di tempat asal (bisa RS atau Puskesmas) bila klien dipulang kampungkan.
              Terimakasih,
              Ratna Mardiati
              Konselor VCT

              ----- Original Message ----
              From: le5t4r1e_77 <le5t4r1e_77@ yahoo.com>
              To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
              Sent: Thursday, November 29, 2007 8:28:18 PM
              Subject: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

              Terlebih dahulu saya ingin memperkenalkan diri...saya seorang analis
              yang bekerja di sebuah medical centre di Jaktim...
              Kebetulan di bulan September 2006 saya mendapatkan pelatihan konselor
              hiv aids selama satu minggu di hotel Paragon yang diselenggarakan oleh
              KPA bekerjasama dengan Hiptek.(mungkin ada yang pernah dengar??)

              Sertifikat konselor sudah diterima...namun jadi milik instansi tempat
              kerja.

              Sepulang dari pelatihan saya mencoba untuk menerapkan apa yang sudah
              menjadi kesepakatan dari seluruh peserta yang semuanya adalah di bawah
              Hiptek. Pada kenyataannya sangat susah sekali untuk melakukan
              konselling pada seluruh pasien yang kesemuanya adalah calon TKI yang
              akan ke luar negeri. Untuk melakukan Informasi Edukasi tentang HIV pun
              sulit di lakukan..dikarenaka n adanya hambatan2 yang sangat tidak
              mungkin saya lalui. ini terjadi tidak hanya pada tempat saya
              bekerja..rata2 seluruh medical centre menyatakan demikian..

              Ketika saya menjumpai ada yang positif HIV...saya bingung..saya merasa
              bersalah karena sebelumnya tidak melakukan konseling... saya merasa
              sangat dilematis sekali..
              Bagaimana ya seharusnya yang saya lakukan..mohon bantuan rekan2
              konselor yang lebih profesional

              Terimakasih.



              Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com


              Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com


              Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
            • Ratna Mardiati
              Sudah bendar. Jejaring sangat membantu. Di Lampung konselor back up adalah Dr.Woro Pramesti di RSJ Lampung. Beliau seorang psikiater. Terima kasih, Ratna
              Message 6 of 14 , Dec 4, 2007
              View Source
              • 0 Attachment
                Sudah bendar. Jejaring sangat membantu. Di Lampung konselor back up adalah Dr.Woro Pramesti di RSJ Lampung. Beliau seorang psikiater.
                Terima kasih, Ratna Mardiati

                ----- Original Message ----
                From: lestari sri <le5t4r1e_77@...>
                To: pkphi_ind@yahoogroups.com
                Sent: Tuesday, December 4, 2007 7:54:55 PM
                Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                Kepada Bunda Ratna Mardiati..(boleh kan saya panggil Bunda?)

                Begini Bunda...kalau bunda masih ingat...saya pernah mengutarakan sedikit permasalahan pelaksanaan konseling di medical centre ke bunda...waktu masih pelatihan di hotel Paragon Menteng pada sesi hari terakhir (waktu itu bunda menggantikan dr. Susi Wijayanti dari Bandung)..mungkin bunda akan inget wajah saya kalau saya sowan ke RSKO....:-)

                Terimakasih yang sebesarnya atas kesediaan bunda memberikan kesempatan saya untuk bisa curhat.
                Posisi kantor di Jl. Otista Jaktim,

                Begini BUnda...sudah 6 bulan ini saya berada di Lampung sebagai staff operasional Medical centre yang baru di buka yang merupakan cabang Jakarta. Kebetulan ada satu klien yang reaktif HIV.mengingat posisi saya sbg pendatang dan pekerjaan tidak bisa ditinggalkan jadi saya mengkonseling ala kadarnya tidak sampai mendalam...saat seperti inilah saya merasa dilematis.
                kemudian saya coba cari jejaring disini di wilayah Lampung dan alhamdulillah saya sudah ketemu dengan Rekan Konselor di RS Abdoel Moeloek skaligus dari Saburai Support Group. Selanjutnya klien saya pandu untuk nanti ketemu dengan Beliau agar bisa dilakukan pendampingan seterusnya.

                Apakah cara yang saya tempuh ini sudah benar atau belum? mohon bimbingan dan masukan dari rekan semua.
                Terimakasih




                ----- Original Message ----
                From: Ratna Mardiati <ardiawika@yahoo. com>
                To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                Sent: Monday, December 3, 2007 8:19:28 AM
                Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                Dear Lestari,
                Dimana anda berada?  Barangkali teman2 lain bisa bantu. Menegakkan VCT memang membuat kita menerima semprotan wewangian dari kiri kanan sebelum mapan. Terlebih jika kita pionir. Barangkali uji nyali.
                Setiap klien yang akan diperiksa HIV mempunyai HAK untuk mendapat konseling, melakukan persetujuan (informed consent) tes dan mendapatkan konseling pasca tes. Buku pedoman VCT Departemen Kesehatan barangkali dapat menolong sang dokter dapat memahami prosedur tes.
                Saya dan beberapa teman konselor ada yang ngetem di RSKO-Jl Lapangan Tembak No.75 Cibubur Jakarta Timur. Kalau mau curhat silakan.
                Salam,
                Ratna Mardiati
                RSKO Jl Lapangan Tembak No.75 Cibubur Jakarta Timur

                ----- Original Message ----
                From: lestari sri <le5t4r1e_77@ yahoo.com>
                To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                Sent: Saturday, December 1, 2007 8:26:47 PM
                Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                Terimakasih Mas Wahyu ...sarannya. .
                mengenai itu sebelum ikut pelatihan konselor saya sudah membahas dengan pimpinan..tapi di anggapnya numpang lewat.
                trus sesudah ikut pelatihan saya coba menyampaikan semua yang saya dapat..dan lagi2 dianggap numpang lewat aja alias hany formalitas.
                pernah ada kasus reaktif HIV dan saya mencoba untuk konseling..karena baru saya minta bimbingan dari Mbak Abbas YMI (fasilitator pd pelatihan).. .yang ada malah kena tegoran dari bos...
                Apesnya lagi saya kena semprot dari seorang dokter senior gara2 pasien saya suruh tanda tangan persetujuan bahwa saya telah memberikan Informasi Edukasi tentang HIV...:-)
                Mas Wahyu bisa beri aku info LSM mana yang bisa aku ikut gabung dalam kegiatan yang berhubungan dengan HIV/aids tiap sabtu minggu
                Setidaknya untuk mengasah apa yang sudah aku dapat ini benar2 dapat aku terapkan...
                Di tunggu infonya...matur suwun...

                ----- Original Message ----
                From: wahyu khresna <oza_khresna@ yahoo.com>
                To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                Sent: Friday, November 30, 2007 4:56:07 PM
                Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                halo,

                salam kenal, aku mo menanggapi apa yang ditulis oleh mba lestari klo tidak salah...memang berat menjadi konselor karena harus bertanggung jawab terhadap seseorang bukannya barang dan itu seringkali membuat konselor menjadi burn out.
                untuk masalah yang dihadapi mba lestari mungkin mba bisa menyikapinya dengan membicarakan hal ini dengan atasan mba langsung atau orang yang bertanggung jawab ttg hal ini atau klo mba bisa melakukan apa yang telah didapat oleh mba dalam pelatihan VCT kemarin walaupun kegiatan ini diluar kegiatan lembaga mba.
                memang masalah CTKI dan TNI masih menjadi pro dan kontra untuk melakukan VCT karena kesannya tidak ada Voulentary/sukarela nya, tapi seperti yang Mba Henny bilang klo masalah ini sudah dibicarakan dengan pihak Depkes, para MT dan lembaga2 terkait yang akan melaksanakan ini seperti PJTKI dan TNI dan tadi mba Henny bilang akan ada buku pedomannya dan mudah2an undang2 yang dapat melindungi konselor baik dari klien maupun lembaga tempat konselor tersebut bekerja, karena saya bisa membayangkan klo seperti ini konselor merasa terjepit dan sewrba salah.
                mungkin segini aja dulu dari saya, kita dukung Depkes dan ahli2 VCT dalam membuat buku pedoman yang dapat membantu kerja konselor.


                peace

                khresna

                henny damayanti <esafia2000@yahoo. com> wrote:

                halo (mbak lestari?). salam kenal juga...saya sangat memahami apa yang mbak rasakan...
                saya pikir hampir semua konselor pernah mengalami hal tersebut.
                Mengenai pelaksanaan konseling di Medical Centre untuk CTKI, memang dilapangan banyak hambatan sehingga seringkali proses konseling tidak dapat dilakukan.
                Departemen kesehatan saat ini sedang menyusun Pedoman Penatalaksanaan Testing HIV bagi CTKI. Dalam pedoman tersebut diatur mengenai tanggung Jawab Sarana Kesehatan dan PJTKI dalam memberian pelayanan terkait HIV-AIDS. Dalam pedoman juga tercantum mengenai tanggung jawab PJTKI dalam memberikan edukasi mengenai HIV/AIDS kepada CTKI, sehingga tanggung jawab ini bukan hanya milik Sarana Kesehatan saja.
                Mengenai kegiata konseling, dapat diberikan konseling kelompok, dimana dalam 1 kelompok bisa sampai 10 orang. Dalam konseling kelompok ini lebih kepada pemberian informasi terkait HIV/AIDS, perawatan, dukungan dll. Namun untuk hal yang menyangkut pribadi, seperti perilaku seks, faktor resiko, tetap perlu dilakukan konseling individual.
                pedoman saat ini dalam proses penyusunan SK menteri, sehingga belum dapat diterbitkan. Insya Allah dalam tahun ini proses penyusunan pedoman tersebut dapat diselesaikan untuk segera didistribusikan ke PJTKI dan sarana kesehatan yang memberikan pemeriksaan kesehatan pada TKI.
                sementara ini dulu informasi yang dapat saya berikan. Selamat bertugas mbak..
                 
                salam
                henny
                 
                ----- Original Message ----
                From: le5t4r1e_77 <le5t4r1e_77@ yahoo.com>
                To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                Sent: Thursday, November 29, 2007 8:28:18 PM
                Subject: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                Terlebih dahulu saya ingin memperkenalkan diri...saya seorang analis
                yang bekerja di sebuah medical centre di Jaktim...
                Kebetulan di bulan September 2006 saya mendapatkan pelatihan konselor
                hiv aids selama satu minggu di hotel Paragon yang diselenggarakan oleh
                KPA bekerjasama dengan Hiptek.(mungkin ada yang pernah dengar??)

                Sertifikat konselor sudah diterima...namun jadi milik instansi tempat
                kerja.

                Sepulang dari pelatihan saya mencoba untuk menerapkan apa yang sudah
                menjadi kesepakatan dari seluruh peserta yang semuanya adalah di bawah
                Hiptek. Pada kenyataannya sangat susah sekali untuk melakukan
                konselling pada seluruh pasien yang kesemuanya adalah calon TKI yang
                akan ke luar negeri. Untuk melakukan Informasi Edukasi tentang HIV pun
                sulit di lakukan..dikarenaka n adanya hambatan2 yang sangat tidak
                mungkin saya lalui. ini terjadi tidak hanya pada tempat saya
                bekerja..rata2 seluruh medical centre menyatakan demikian..

                Ketika saya menjumpai ada yang positif HIV...saya bingung..saya merasa
                bersalah karena sebelumnya tidak melakukan konseling... saya merasa
                sangat dilematis sekali..
                Bagaimana ya seharusnya yang saya lakukan..mohon bantuan rekan2
                konselor yang lebih profesional

                Terimakasih.




                Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.


                Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.



                Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com


                Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com


                Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com


                Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
              • henny damayanti
                dear semua......seperti yang telah saya jelaskan di email sebelumnya , pedoman penatalaksanaan testing HIV untuk TKI saat ini sedang dalam proses SK menteri.
                Message 7 of 14 , Dec 4, 2007
                View Source
                • 0 Attachment

                  dear semua......seperti yang telah saya jelaskan di email sebelumnya , pedoman penatalaksanaan testing HIV untuk TKI saat ini sedang dalam proses SK menteri. Jika SK telah selesai, pedoman akan segera dicetak dalam bentuk buku, untuk segera didistribusikan ke PJTKI dan Medical Centre.
                   

                  henny

                  ----- Original Message ----
                  From: Ratna Mardiati <ardiawika@...>
                  To: pkphi_ind@yahoogroups.com
                  Cc: Nurjannah <aneukinong@...>
                  Sent: Wednesday, December 5, 2007 7:54:42 AM
                  Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                  Tolong tanyakan pada Adele di Dit Yan Med Spesialistik atau kak Nurjannah di P2ML. Beliau orang yang penting untuk hal ini. Terimakasih,
                  Ratna Mardiati

                  ----- Original Message ----
                  From: lestari sri <le5t4r1e_77@ yahoo.com>
                  To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                  Sent: Tuesday, December 4, 2007 8:04:45 PM
                  Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                  Pedoman Pemeriksaan HIV pada TKI???sepertinya saya belum pernah menerima Bunda.
                  Setahu saya belum ada pertemuan lagi dari alumni pelatihan Paragon.Terakahir kumpul saat pengambila Sertifikat Konselor di bulan Januari kalo ga salah.
                  Bagaimana dan dimana saya bisa mendapatkan buku itu.
                  Insya allah sepulang dari Lampung saya Sowan ke RSKO.
                  Terimakasih.

                  ----- Original Message ----
                  From: Ratna Mardiati <ardiawika@yahoo. com>
                  To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                  Sent: Monday, December 3, 2007 8:06:45 AM
                  Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                  Dear.....
                  Namanya siapa ya?
                  Sudahkah dibaca pedoman pemeriksaan HIV pada TKI? Menyampaikan kabar buruk sebelum klien dikonesling akan membuat kita merasa terbebani mental emosional. Lakukan sebelum pemeriksaan konseling dalam kelompok, tawarkan siapa yang merasa perlu mendapatkan penjelasan selanjutnya dapat menemui konselor X (sebut nama), di tempat X (sebut tempatnya) dari jam-jam sekian . Pasca tes, lakukan konseling pasca tes untuk dukungan emosional dan lanjutkan konseling di tempat asal (bisa RS atau Puskesmas) bila klien dipulang kampungkan.
                  Terimakasih,
                  Ratna Mardiati
                  Konselor VCT

                  ----- Original Message ----
                  From: le5t4r1e_77 <le5t4r1e_77@ yahoo.com>
                  To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                  Sent: Thursday, November 29, 2007 8:28:18 PM
                  Subject: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                  Terlebih dahulu saya ingin memperkenalkan diri...saya seorang analis
                  yang bekerja di sebuah medical centre di Jaktim...
                  Kebetulan di bulan September 2006 saya mendapatkan pelatihan konselor
                  hiv aids selama satu minggu di hotel Paragon yang diselenggarakan oleh
                  KPA bekerjasama dengan Hiptek.(mungkin ada yang pernah dengar??)

                  Sertifikat konselor sudah diterima...namun jadi milik instansi tempat
                  kerja.

                  Sepulang dari pelatihan saya mencoba untuk menerapkan apa yang sudah
                  menjadi kesepakatan dari seluruh peserta yang semuanya adalah di bawah
                  Hiptek. Pada kenyataannya sangat susah sekali untuk melakukan
                  konselling pada seluruh pasien yang kesemuanya adalah calon TKI yang
                  akan ke luar negeri. Untuk melakukan Informasi Edukasi tentang HIV pun
                  sulit di lakukan..dikarenaka n adanya hambatan2 yang sangat tidak
                  mungkin saya lalui. ini terjadi tidak hanya pada tempat saya
                  bekerja..rata2 seluruh medical centre menyatakan demikian..

                  Ketika saya menjumpai ada yang positif HIV...saya bingung..saya merasa
                  bersalah karena sebelumnya tidak melakukan konseling... saya merasa
                  sangat dilematis sekali..
                  Bagaimana ya seharusnya yang saya lakukan..mohon bantuan rekan2
                  konselor yang lebih profesional

                  Terimakasih.



                  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com


                  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com


                  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com



                  Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
                • Ratna Mardiati
                  Thanks Henny. Nini ma gampang lupa. Sorry ya. Orang pentingnya dalam hal ini Henny Damayanti, kalau Adele soal metadon. Maaf...maaf. Ratna Mardiati ... From:
                  Message 8 of 14 , Dec 4, 2007
                  View Source
                  • 0 Attachment
                    Thanks Henny. Nini ma gampang lupa. Sorry ya. Orang pentingnya dalam hal ini Henny Damayanti, kalau Adele soal metadon. Maaf...maaf.
                    Ratna Mardiati

                    ----- Original Message ----
                    From: henny damayanti <esafia2000@...>
                    To: pkphi_ind@yahoogroups.com
                    Sent: Wednesday, December 5, 2007 9:13:07 AM
                    Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                    dear semua......seperti yang telah saya jelaskan di email sebelumnya , pedoman penatalaksanaan testing HIV untuk TKI saat ini sedang dalam proses SK menteri. Jika SK telah selesai, pedoman akan segera dicetak dalam bentuk buku, untuk segera didistribusikan ke PJTKI dan Medical Centre.
                     

                    henny

                    ----- Original Message ----
                    From: Ratna Mardiati <ardiawika@yahoo. com>
                    To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                    Cc: Nurjannah <aneukinong@yahoo. com>
                    Sent: Wednesday, December 5, 2007 7:54:42 AM
                    Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                    Tolong tanyakan pada Adele di Dit Yan Med Spesialistik atau kak Nurjannah di P2ML. Beliau orang yang penting untuk hal ini. Terimakasih,
                    Ratna Mardiati

                    ----- Original Message ----
                    From: lestari sri <le5t4r1e_77@ yahoo.com>
                    To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                    Sent: Tuesday, December 4, 2007 8:04:45 PM
                    Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                    Pedoman Pemeriksaan HIV pada TKI???sepertinya saya belum pernah menerima Bunda.
                    Setahu saya belum ada pertemuan lagi dari alumni pelatihan Paragon.Terakahir kumpul saat pengambila Sertifikat Konselor di bulan Januari kalo ga salah.
                    Bagaimana dan dimana saya bisa mendapatkan buku itu.
                    Insya allah sepulang dari Lampung saya Sowan ke RSKO.
                    Terimakasih.

                    ----- Original Message ----
                    From: Ratna Mardiati <ardiawika@yahoo. com>
                    To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                    Sent: Monday, December 3, 2007 8:06:45 AM
                    Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                    Dear.....
                    Namanya siapa ya?
                    Sudahkah dibaca pedoman pemeriksaan HIV pada TKI? Menyampaikan kabar buruk sebelum klien dikonesling akan membuat kita merasa terbebani mental emosional. Lakukan sebelum pemeriksaan konseling dalam kelompok, tawarkan siapa yang merasa perlu mendapatkan penjelasan selanjutnya dapat menemui konselor X (sebut nama), di tempat X (sebut tempatnya) dari jam-jam sekian . Pasca tes, lakukan konseling pasca tes untuk dukungan emosional dan lanjutkan konseling di tempat asal (bisa RS atau Puskesmas) bila klien dipulang kampungkan.
                    Terimakasih,
                    Ratna Mardiati
                    Konselor VCT

                    ----- Original Message ----
                    From: le5t4r1e_77 <le5t4r1e_77@ yahoo.com>
                    To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                    Sent: Thursday, November 29, 2007 8:28:18 PM
                    Subject: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                    Terlebih dahulu saya ingin memperkenalkan diri...saya seorang analis
                    yang bekerja di sebuah medical centre di Jaktim...
                    Kebetulan di bulan September 2006 saya mendapatkan pelatihan konselor
                    hiv aids selama satu minggu di hotel Paragon yang diselenggarakan oleh
                    KPA bekerjasama dengan Hiptek.(mungkin ada yang pernah dengar??)

                    Sertifikat konselor sudah diterima...namun jadi milik instansi tempat
                    kerja.

                    Sepulang dari pelatihan saya mencoba untuk menerapkan apa yang sudah
                    menjadi kesepakatan dari seluruh peserta yang semuanya adalah di bawah
                    Hiptek. Pada kenyataannya sangat susah sekali untuk melakukan
                    konselling pada seluruh pasien yang kesemuanya adalah calon TKI yang
                    akan ke luar negeri. Untuk melakukan Informasi Edukasi tentang HIV pun
                    sulit di lakukan..dikarenaka n adanya hambatan2 yang sangat tidak
                    mungkin saya lalui. ini terjadi tidak hanya pada tempat saya
                    bekerja..rata2 seluruh medical centre menyatakan demikian..

                    Ketika saya menjumpai ada yang positif HIV...saya bingung..saya merasa
                    bersalah karena sebelumnya tidak melakukan konseling... saya merasa
                    sangat dilematis sekali..
                    Bagaimana ya seharusnya yang saya lakukan..mohon bantuan rekan2
                    konselor yang lebih profesional

                    Terimakasih.



                    Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com


                    Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com


                    Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com



                    Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.


                    Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
                  • henny damayanti
                    hihihi...gak papa bunda....semua yang terlibat dalam penyusunan pedoman ini adalah orang yang berkepentingan...kalo saya mah cuma bantu koordinasi
                    Message 9 of 14 , Dec 4, 2007
                    View Source
                    • 0 Attachment
                      hihihi...gak papa bunda....semua yang terlibat dalam penyusunan pedoman ini adalah orang yang berkepentingan...kalo saya mah cuma bantu koordinasi  aja....hehehe....
                      ...mohon doanya aja dari semuanya mudah2an SK menteri segera dapat diselesaikan. karena memang prosesnya cukup panjang
                       
                      henny
                       


                      ----- Original Message ----
                      From: Ratna Mardiati <ardiawika@...>
                      To: pkphi_ind@yahoogroups.com
                      Sent: Wednesday, December 5, 2007 9:50:17 AM
                      Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                      Thanks Henny. Nini ma gampang lupa. Sorry ya. Orang pentingnya dalam hal ini Henny Damayanti, kalau Adele soal metadon. Maaf...maaf.
                      Ratna Mardiati

                      ----- Original Message ----
                      From: henny damayanti <esafia2000@yahoo. com>
                      To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                      Sent: Wednesday, December 5, 2007 9:13:07 AM
                      Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                      dear semua......seperti yang telah saya jelaskan di email sebelumnya , pedoman penatalaksanaan testing HIV untuk TKI saat ini sedang dalam proses SK menteri. Jika SK telah selesai, pedoman akan segera dicetak dalam bentuk buku, untuk segera didistribusikan ke PJTKI dan Medical Centre.
                       

                      henny

                      ----- Original Message ----
                      From: Ratna Mardiati <ardiawika@yahoo. com>
                      To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                      Cc: Nurjannah <aneukinong@yahoo. com>
                      Sent: Wednesday, December 5, 2007 7:54:42 AM
                      Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                      Tolong tanyakan pada Adele di Dit Yan Med Spesialistik atau kak Nurjannah di P2ML. Beliau orang yang penting untuk hal ini. Terimakasih,
                      Ratna Mardiati

                      ----- Original Message ----
                      From: lestari sri <le5t4r1e_77@ yahoo.com>
                      To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                      Sent: Tuesday, December 4, 2007 8:04:45 PM
                      Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                      Pedoman Pemeriksaan HIV pada TKI???sepertinya saya belum pernah menerima Bunda.
                      Setahu saya belum ada pertemuan lagi dari alumni pelatihan Paragon.Terakahir kumpul saat pengambila Sertifikat Konselor di bulan Januari kalo ga salah.
                      Bagaimana dan dimana saya bisa mendapatkan buku itu.
                      Insya allah sepulang dari Lampung saya Sowan ke RSKO.
                      Terimakasih.

                      ----- Original Message ----
                      From: Ratna Mardiati <ardiawika@yahoo. com>
                      To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                      Sent: Monday, December 3, 2007 8:06:45 AM
                      Subject: Re: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                      Dear.....
                      Namanya siapa ya?
                      Sudahkah dibaca pedoman pemeriksaan HIV pada TKI? Menyampaikan kabar buruk sebelum klien dikonesling akan membuat kita merasa terbebani mental emosional. Lakukan sebelum pemeriksaan konseling dalam kelompok, tawarkan siapa yang merasa perlu mendapatkan penjelasan selanjutnya dapat menemui konselor X (sebut nama), di tempat X (sebut tempatnya) dari jam-jam sekian . Pasca tes, lakukan konseling pasca tes untuk dukungan emosional dan lanjutkan konseling di tempat asal (bisa RS atau Puskesmas) bila klien dipulang kampungkan.
                      Terimakasih,
                      Ratna Mardiati
                      Konselor VCT

                      ----- Original Message ----
                      From: le5t4r1e_77 <le5t4r1e_77@ yahoo.com>
                      To: pkphi_ind@yahoogrou ps.com
                      Sent: Thursday, November 29, 2007 8:28:18 PM
                      Subject: [pkphi_ind] Salam Kenal untuk Semua

                      Terlebih dahulu saya ingin memperkenalkan diri...saya seorang analis
                      yang bekerja di sebuah medical centre di Jaktim...
                      Kebetulan di bulan September 2006 saya mendapatkan pelatihan konselor
                      hiv aids selama satu minggu di hotel Paragon yang diselenggarakan oleh
                      KPA bekerjasama dengan Hiptek.(mungkin ada yang pernah dengar??)

                      Sertifikat konselor sudah diterima...namun jadi milik instansi tempat
                      kerja.

                      Sepulang dari pelatihan saya mencoba untuk menerapkan apa yang sudah
                      menjadi kesepakatan dari seluruh peserta yang semuanya adalah di bawah
                      Hiptek. Pada kenyataannya sangat susah sekali untuk melakukan
                      konselling pada seluruh pasien yang kesemuanya adalah calon TKI yang
                      akan ke luar negeri. Untuk melakukan Informasi Edukasi tentang HIV pun
                      sulit di lakukan..dikarenaka n adanya hambatan2 yang sangat tidak
                      mungkin saya lalui. ini terjadi tidak hanya pada tempat saya
                      bekerja..rata2 seluruh medical centre menyatakan demikian..

                      Ketika saya menjumpai ada yang positif HIV...saya bingung..saya merasa
                      bersalah karena sebelumnya tidak melakukan konseling... saya merasa
                      sangat dilematis sekali..
                      Bagaimana ya seharusnya yang saya lakukan..mohon bantuan rekan2
                      konselor yang lebih profesional

                      Terimakasih.



                      Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com


                      Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com


                      Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com



                      Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.


                      Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com



                      Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
                    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.