Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org

Expand Messages
  • Pengelola www.aids-ina.org
    Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 24 August 2009 Sampai Tanggal: 31 August 2009 _____ 1. Tiga Pelayan Pub di Lembata Mengidap HIV
    Message 1 of 8 , Aug 30, 2009
    View Source
    • 0 Attachment

      Kumpulan Berita Media Massa
      HIV-AIDS dan Narkoba
      Dari Tanggal: 24 August 2009 Sampai Tanggal: 31 August 2009


       

      1. Tiga Pelayan Pub di Lembata Mengidap HIV

      Pos Kupang, 29 Agustus 2009

      LEWOLEBA, POS-KUPANG.COM --Peringatan bagi kaum pria yang doyan "makan di luar rumah." Saat ini ada tiga wanita pelayan pub dan karaoke di sejumlah lokasi di Kota Lewoleba, terindikasi mengidap virus human immune deviciency sydrom (HIV).


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1716



      2. SPKs jangkau 900 orang rentan HIV/AIDS

      Waspada Online, 29 Agustus 2009

      MEDAN - Sejak Juni 2008 hingga Agustus 2009 LSM Sumatera Peduli Kesehatan (SPKs) HIV/AIDS telah menjangkau sedikitnya 900 orang kelompok resiko tinggi terkena HIV/AIDS agar mau memeriksakan diri ke Klinik VCT (Voluntary Counselling Testing). Mereka yang termasuk resiko tinggi yakni, PSK (Pekerja Seks Komersil), waria, dan sesama jenis.

      Hal ini disampaikan Direktur Program LSM SPKs Hendra, tadi malam.

      Hendra mengatakan, daerah-daerah yang sudah dijangkau LSM ini adalah Jl. Gajah Mada Medan, Djamin Ginting Medan, Simpang Selayang Medan, Tj. Morawa, dan Jl. Binjai. “Kami melakukan penjangkauan di oukup-oukup dan di tempat PSK-PSK lainnya. Tapi, dari 900 orang yang dijangkau yang terinfeksi HIV hanya sekitar 10 persen, mungkin saat diperiksa dengan mobile VCT atau klinik VCT belum kelihatan, kan masa inkubasinya 5 sampai 10 tahun.”


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1715



      3. Sosialisasi di Wilayah Mansel

      Manado Post, 29 Agustus 2009

      GMIM BERLIAN

      PANITIA HUT ke 75 (GMIM Berlian) melakukan sosialisasi di wilayah Manado Selatan (Mansel), besok (Minggu, 30/8). Sosialisasi ini akan dilaksanakan serentak di beberapa jemaat sesuai pembagian kelompok. Salah satu materi tentang peranan gereja terhadap pemberantasan narkoba dan penularan HIV/AIDS.

      Sekretaris Umum Panitia Pdt Lisye Pangkey Sumampouw didampingi Ibu Dewi Bekto Suprapto menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan bahaya narkoba dan HIV/AIDS. Sebab sampai sekarang jumlah penderita sudah semakin banyak.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1714



      4. Parangkusumo rawan HIV/AIDS

      Harian Jogja, 29 Agustus 2009

      BANTUL: Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menyatakan, kawasan Pantai Selatan Bantul rawan terhadap penyebaran HIV/AIDS. Data sementara menunjukkan, jumlah penderita HIV/AIDS di Bantul mencapai 9 orang.

      Kepala Dinkes Pemkab Bantul, Siti Noor Zaenab mengatakan, jumlah penderita AIDS di Bantul padas emester pertama ini tidak bergeser dari jumlah tahun sebelumnya, yakni sembilan orang. Padahal, pihaknya menengarai ada sejumlah orang yang belum teridentifi kasi.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1713



      5. Dirjen P2PL Ingatkan Penderita IMS agar Lebih Waspada HIV/AIDS

      Analisa Daily, 29 Agustus 2009

      Medan, (Analisa)

      Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Prof dr Candra Yog Aditama SpP MARS mengingatkan, penderita penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) agar lebih berhati-hati terhadap Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

      "Karena penderita Ims jauh berpeluang terjangkit HIV/AIDS mencapai 5 – 9 kali lebih besar dibanding orang-orang yang tidak pernah terkena IMS," katanya saat meninjau klinik IMS Jalan Veteran Medan, Kamis (27/8).


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1712



      6. Kawasan Pantai Rawan Penyebaran AIDS

      Bernas, 29 AGustus 2009

      BANTUL --Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyatakan kawasan pantai sangat rawan terhadap penyebaran AIDS. Hal itu didasarkan pada hasil tes yang menunjukkan penyebaran AIDs di kawasan itu paling banyak.

      Kepala Dinkes Kabupaten Bantul dr Siti Noor Zaenab, Jumat kemarin mengatakan, penderita AIDS di Kabupaten Bantul pada semester pertama tahun 2009 tidak berubah dari tahun sebelumnya, yakni 9 orang.

      Menurut Siti, Dinkes telah melakukan sejumlah tes darah terhadap beberapa orang yang rentan terhadap penyakit mematikan itu. Tes dilakukan di sepanjang Pantai Parangkusumo, Rumah Tahanan (Rutan) Pajangan dan salon plus.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1711



      7. RSPI Bantah Telantarkan Penderita HIV/AIDS

      Detik.Com, 28 Agustus 2009

      Ramadhian Fadillah - detikNews

      Jakarta - Pihak Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso membantah telah menelantarkan Kesi selama 14 jam. Kesi baru masuk ke RSPI pukul 12.00 WIB tadi bukan sejak dini hari, seperti pengakuan keluarganya.

      "Sudah saya cek, pasien itu baru masuk pukul 12.00 WIB siang tadi, bukan sudah 14 jam, jadi tidak benar kalau kita telantarkan," jelas Direktur RSPI, Sardikin Giriputro ketika dikonfirmasi detikcom, Jumat (28/8/2009).


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1710



      8. Kena AIDS, 14 Jam Lebih Kesi Terkatung-katung di RSPI

      Detik.Com, 28 Agustus 2009

      Muhammad Taufiqqurahman - detikNews

      Jakarta - Naas benar nasib Kesi (39). Ia didiagnosa kena HIV/AIDS. Saat ingin berobat, ia harus terkatung-katung. Ia sudah 14 jam lebih menunggu di ruang IGD Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso. Tapi perawatan tidak kunjung dia dapatkan.

      "Saat ini belum dapat perawatan. Ibu masih di IGD, tapi belum ada perawatan. Kata dokter tidak ada kamar kosong," ujar putri Kesi, Nini (26) saat ditemui di RSPI, Jl Sunter Permai Raya, Jakarta Utara, Jumat (28/8/2009).


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1709



      9. Mitos dan Fakta Seputar Kondom

      Kompas.Com, 28 Agustus 2009

      KOMPAS.com — Banyak mitos tentang kondom yang membuat orang ragu menggunakannya. Agar tak salah kaprah, ketahui fakta dan dapatkan manfaatnya.

      Mitos: Tetap bisa hamil meski menggunakan kondom
      Fakta:
      Penggunaan kondom sebenarnya lebih untuk mengurangi risiko terjadinya kehamilan. Jadi, risiko tetap ada meski presentasenya kecil, terutama jika kondom pecah atau bocor.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1708



      10. Pasien HIV Ditolak Dirawat di RS Sulianti Saroso

      Kompas.Com, 28 Agustus 2009

      JAKARTA, KOMPAS.com — Kesi (39), warga Kampung Benting, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, yang terinfeksi virus HIV tidak bisa dirawat di RS Sulianti Saroso. Alasannya, ruang Dahlia di rumah sakit hanya untuk pasien flu babi.

      Kesi yang tubuhnya terlihat kurus tergeletak di ruang Instalasi Gawat Darurat tanpa diinfus. Padahal, dia sudah dua bulan terakhir tidak bisa makan akibat jamur yang memenuhi lidah dan tenggorokannya.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1707



      11. Masyarakat Bali Sering Tolak Jenazah ODHA

      Kompas.Com, 28 Agustus 2009

      DENPASAR, KOMPAS.com — Masyarakat pedesaan ataupun perkotaan di Pulau Dewata masih sulit hidup bersama orang dengan HIV/AIDS (ODHA), termasuk menerima jenazahnya. Kuatnya penolakan di masyarakat karena mereka masih khawatir dengan penularan penyakit yang dianggap mematikan tersebut dan minim informasi.

      Karena itu, kalangan tokoh agama di Pulau Dewata sepakat untuk membantu menghilangkan diskriminasi terhadap ODHA tersebut di masyarakat luas. Bantuan tersebut akan direalisasikan dengan membentuk tim relawan dari kalangan rohaniawan untuk menjadi pendamping. Tim relawan tersebut dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang sudah aktif ke masyarakat.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1706



      12. 9 PSK Pantai Parangkusumo Positif HIV-AIDS

      OkeZone.Com, 28 AGustus 2009

      BANTUL - Maraknya prostitusi di Kawasan Pantai Selatan Yogyakarta berakibat pada penularan penyakit mematikan HIV-AIDS. Setidaknya dalam kurun satu semeter ini terdapat sembilan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan ini dinyatakan positif mengidap HIV-AIDS.

      "Jumlah penderita itu masih sama dari bulan Januari 2009 yang lalu hingga bulan ini. Hampir 90 persen lebih penderitanya adalah PSK yang menjajakan diri di kawasan Pantai Selatan Bantul khususnya pantai Parangkusumo," kata Kepala Dinkes Pemkab Bantul Siti Noor Zaenab, Jumat (28/8/2009)

      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1705



      13. Satu Bulan Tiga Penderita AIDS Meninggal

      Suara Merdeka, 28 Agustus 2009

      Blora, CyberNews. Perkembangan penyakit HIV/AIDS di Blora patut diwaspadai. Dalam satu bulan terakhir, warga Blora yang meninggal dunia karena pepenyakit AIDS sebanyak tiga orang. Jumlah tersebut merupakan terbanyak dan sebelumnya tidak pernah terjadi di Blora.

      Fenomena gunung es yang penyertai perkembangan penyakit menular seksual tersebut memungkinkan jumlah penderitanya semakin banyak.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1704



      14. 80 Persen Pengidap AIDS Perempuan

      Batam Pos, 28 Agustus 2009

      BATAM (BP) - Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Kota Batam, Nurmadiah mengatakan dari 145 pengidap penderita HIV AIDS selama semester pertama 2009, sebagian besar penderita virus HIV AIDS tersebut perempuan.

      ”Sebanyak 80 persen penderitanya adalah perempuan, dan kita tidak dapat mengingkari, rata-rata survei yang kita lakukan bekerja sama dengan rumah sakit di Batam, para penderita tersebut adalah PSK,” ujar Nurmadiah kepada Batam Pos di Batam Center, Kamis (27/8).


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1703



      15. Penderita IMS memiliki peluang lebih besar terjangkit HIV/AIDS

      Waspada Online, 28 Agustus 2009

      MEDAN - Penderita penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) memiliki peluang lebih besar terjangkit Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) dibanding orang yang belum pernah menderita IMS.

      “Peluang terjangkit HIV/AIDS mencapai 5 – 9 kali lebih besar dibanding orang-orang yang tidak pernah terkena IMS,” kata direktur jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan RI, Tjandra Yoga Aditama, tadi malam.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1702



      16. Pengguna PSK Berisiko Tinggi Terkena HIV

      Koran SINDO, 28 Agustus 2009

      PALEMBANG (SI) – Ini peringatan keras bagi pria yang biasa berkencan dengan pekerja seks komersial (PSK). Pasalnya, berdasarkan hasil dari pemetaan (mapping) yang dilakukan Badan Narkotika Kota (BNK) Palembang , ternyata pria yang menjadi teman kencan PSK paling besar berpotensi terkena HIV.

      Kepala BNK Kota Palembang Zailani UD menjelaskan, mapping yang dilakukan BNK tersebut telah dibuat sejak Juli lalu dan melalui penjangkau yang diterjunkan khusus untuk mendapatkan data penderita HIV dan AIDS. “Kami sarankan warga yang termasuk risiko tinggi, seperti waria, PSK, termasuk pasangannya dan pengguna jarum suntik, untuk periksakan diri, apakah terkena HIV atau tidak,” jelasnya kemarin.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1701



      17. Agamawan Sepakat Tak Diskriminasi Jenazah Pengidap HIV/AIDS

      Tempo Interaktif, 27 Agustus 2009

      TEMPO Interaktif, Denpasar - Kalangan tokoh agama di Bali sepakat untuk tak akan melakukan diskriminasi terhadap jenazah pengidap HIV/AIDS. Pengurus Parisadha Hindu Dharma Indonesia Bali Raka Santeri menyatakan, diskriminasi terjadi karena masyarakat masih menggunakan perasaan saat menangani jenazah. "Padahal virus sudah tidak menular beberapa saat ketika pengidapnya meninggal," ujarnya Kamis (27/8).

      Pihaknya akan membentuk tim relawan untuk mendampingi kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat terjun ke desa-desa di Bali untuk menyosialisasikan masalah ini.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1700



      18. Target AIDS Terancam Gagal

      Suara Pembaharuan, 27 Agustus 2009

      Evaluasi Program MDGs

      [JAKARTA] Target Millennium Development Goals (MDGs) yang berakhir tahun 2015, khususnya tujuan keenam, yakni penanganan berbagai penyakit menular paling berbahaya, terutama Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Indonesia, terancam gagal. Hingga saat ini kasus HIV/AIDS masih tinggi yang menurut estimasi terbaru 2009 dari Departemen Kesehatan (Depkes) masih mencapai sekitar 277.000 orang.

      Kasubdit AIDS dan Penyakit Menular Seksual (PMS) Departemen Kesehatan, Dyah Mustikawati yang dihubungi SP di Jakarta, Selasa (25/8) bahkan menyebutkan, angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 501.000 pada 2014, seiring dengan terjadinya kasus baru (infeksi baru HIV). Sebab, setiap tahun terjadi peningkatan sekitar 50.000 kasus baru yang terinfeksi HIV.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1699



      19. 3,6 Juta Pecandu Narkoba di Indonesia

      Suara Merdeka, 27 Agustus 2009

      Jambi, CyberNews. Widya Iswara Balai Diklat Badan Narkotika Nasional (BNN), RA Kadarmanta, S.Sos, MM, mengatakan, di Indonesia saat ini terdata ada 3,6 juta pecandu nakotika dan obat-obatan (narkoba).

      Ketika memberikan sambutan pada rapat koordinasi Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jambi di Jambi, Rabu, ia menjelaskan, berdasarkan pengamatan pakar, sebenarnya karakteristik kejahatan narkoba yang muncul ke permukaan saat ini hanya 10 persen.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1698



      20. Empat Napi di Nusakambangan Idap HIV/AIDS

      Republika Online, 27 Agustus 2009

      CILACAP--Pengelola penjara di Nusakambangan Kabupaten Cilacap diminta meningkatan kewaspadaan. Hal ini karena, berdasarkan temuan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kabupaten Cilacap, di lingkungan penjara Nusakambangan ditemukan empat napi yang mengidap virus HIV (human immunodeficiency virus) penyebab penyakit AIDS.

      ''Mereka kami temukan dalam kegiatan VCT (voluntary counsulting and testing) mobile yang kita lakukan selama setahun ini,'' jelas Ketua KPA (Komite Penanggulangan AIDS) Cilacap, Sardjono, Kamis (27/8). Saat ditanya tepatnya di LP mana napi pengidap HIV itu ditahan, Sardjono enggan menyebutkan.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1697



      21. 22 Penderita AIDS Tewas

      Batam Pos, 27 Agustus 2009

      BATAM (BP) - Tanpa disadari, sejak bulan Januari hingga Juli tahun ini sudah 22 penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (Aids) di Batam tewas di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK).

      Data yang diperoleh Batam Pos dari rumah sakit tersebut, angka kematian paling banyak terjadi pada bulan Mei, yakni sebanyak enam orang.
      Lima bulan lainnya rata-rata sebanyak tiga orang per bulannya.

      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1696



      22. Meski Disunat Homoseksual Tetap Rentan HIV

      Banjarmasin Post, 27 Agustus 2009

      KENDATI sunat sudah terbukti bisa mencegah penularan virus HIV pada pria di Afrika, ternyata efek serupa tidak ditemukan pada pria homoseksual.

      "Sunat ternyata tidak bisa mencegah penularan HIV di antara pria gay," kata Dr Peter Kilmarx, Kepala Divisi Epidemiologi dan HIV dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), AS. Walau begitu, CDC masih mempertimbangkan untuk merekomendasikan sunat pada kelompok lain, seperti anak laki-laki dan pria heteroseksual yang beresiko tertular.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1695



      23. 3, 14 juta pelanggan PSK terinfeksi HIV/AIDS

      Waspada Online, 26 Agustus 2009

      MEDAN - Kasus Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Indonesia diibaratkan seperti fenomena gunung es. Dimana, kasus yang terdata jauh lebih kecil dibanding jumlah yang tidak terdata.

      "Populasi tertinggi yang terinfeksi HIV/AIDS adalah pelanggan Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan angka estimasi mencapai 3,14 juta orang," kata kadis kesehatan Sumut, Candra Syafei, melalui manager global fund dinas kesehatan Sumut, Andi Ilham Lubis, tadi malam.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1694



      24. Stok ARV Aman, Tapi Dijatah

      Harian Global, 26 Agustus 2009

      Written by Yuni

      Akibat penyakit menular Human Immune Virus/Acquired Immunedeviciency Syndrome (HIV/AIDS) kewajiban bagi Orang Dengan HIV /AIDS (ODHA) untuk mengonsumsi obat Anti Retro Viral sepertinya diwajibkan. Setidaknya untuk mengganti kekebalan tubuh yang habis ”disedot” virus.

      Namun, obat Anti Retro Viral (ARV) yang tidak boleh putus penggunaannya justru di RSUP H Adam Malik Medan harus dijatah. Meski, stok ARV hingga akhir tahun 2009, dipastikan aman.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1693



      25. Mayoritas Pengidap HIV/AIDS Enggan Ikuti Konseling

      Tempo Interaktif, 26 Agustus 2009

      TEMPO Interaktif, Semarang - Sekitar 74 persen dari delapan ribu pengidap HIV/AIDS di Jawa Tengah, masih belum mau memeriksakan diri melalui konseling secara sukarela di Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang sudah disediakan di wilayah itu. “Dari perkirakan pengidap delapan ribu orang, baru 2.100 pengidap yang sudah mau memeriksakan diri di VCT,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Hartanto, Rabu (26/8).

      Hartanto mengatakan, kesadaran pengidap untuk memeriksakan diri memang masih rendah. Sebagian pengidap HIV/AIDS enggan memeriksakan diri ke VCT karena menganggap pemeriksaan ini tidak terlalu penting.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1692



      26. Ustadz: HIV/AIDS tak Ada Jika Pelacuran Tiada

      Republika Online, 26 Agustus 2009

      BANJARMASIN--Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Pendidikan Alquran, ustadz H. Chairani Ideris menyatakan, penyakit atau penderita HIV/AIDS tidak akan ada, jika pelacuran dan pergaulan seks bebas tiada.

      "Sebaliknya selama pelacuran dan seks bebas masih ada, maka penyakit itu tak akan pernah tiada," tandas mantan Ketua Umum Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam ceramah subuh di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Rabu (26/8).


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1691



      27. Sunat Tak Lindungi Pria ''Gay'' dari HIV

      Kompas.Com, 26 Agustus 2009

      KOMPAS.com — Kendati sunat sudah terbukti bisa mencegah penularan virus HIV pada pria di Afrika, ternyata efek serupa tidak ditemukan pada pria homoseksual.

      "Sunat ternyata tidak bisa mencegah penularan HIV di antara pria gay," kata Dr Peter Kilmarx, Kepala Divisi Epidemiologi dan HIV dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), AS. Walau begitu, CDC masih mempertimbangkan untuk merekomendasikan sunat pada kelompok lain, seperti anak laki-laki dan pria heteroseksual yang beresiko tertular.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1690



      28. Kurikulum Soal AIDS dan Narkoba

      Tribun Jabar, 26 Agustus 2009

      SETELAH melewati pengkajian mendalam selama beberapa waktu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akhirnya memasukkan pelajaran tentang narkoba dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ajaran 2010/2011.

      Rencananya, mata pelajaran Narkoba dan HIV/AIDS ini akan ditangani langsung para guru Bimbingan dan Penyuluhan (BK) yang sebelumnya telah dibekali pengetahuan khusus. Setiap siswa akan mengikutinya selama satu jam paling tidak sepekan satu kali.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1689



      29. Wah... Bandung Masukkan Narkoba dan HIV/AIDS sebagai Kurikulum!

      Kompas.Com, 26 Agustus 2009

      BANDUNG , KOMPAS.com — Setelah melewati pengkajian mendalam selama beberapa waktu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akhirnya memasukkan materi pelajaran tentang narkoba dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ajaran 2010/2011.

      Rencananya, mata pelajaran narkoba dan HIV/AIDS itu akan ditangani langsung oleh para guru Bimbingan dan Penyuluhan (BK) yang sebelumnya telah dibekali pengetahuan khusus. Setiap siswa akan mengikutinya selama satu jam, paling tidak satu kali dalam sepekan.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1688



      30. Narkoba dan HIV/AIDS Masuk dalam Kurikulum

      Banjarmasin Post, 26 Agustus 2009

      BANDUNG, RABU - Setelah melewati pengkajian mendalam selama beberapa waktu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akhirnya memasukkan materi pelajaran tentang narkoba dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ajaran 2010/2011.

      Rencananya, mata pelajaran Narkoba dan HIV/AIDS itu akan ditangani langsung oleh para guru Bimbingan dan Penyuluhan (BK) yang sebelumnya telah dibekali pengetahuan khusus. Setiap siswa akan mengikutinya selama satu jam, paling tidak satu kali dalam sepekan.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1687

       -----------------------------------------------

      Pengelola aids-ina.org

      A better way in strengthening strategic information to guide a more effective

      Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org

       

    • Pengelola www.aids-ina.org
      Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 5 October 2009 Sampai Tanggal: 12 October 2009 _____ 1. 103 Warga Tewas karena AIDS Kaltim Post
      Message 2 of 8 , Oct 11, 2009
      View Source
      • 0 Attachment

        Kumpulan Berita Media Massa
        HIV-AIDS dan Narkoba
        Dari Tanggal: 5 October 2009 Sampai Tanggal: 12 October 2009


         

        1. 103 Warga Tewas karena AIDS

        Kaltim Post Online, 08 Oktober 2009

        Sudah 1.200 Mengidap HIV, Terbanyak di Samarinda

        SAMARINDA – Samarinda dan Balikpapan menjadi kota tersubur penyebaran HIV/AIDS di Kaltim. Data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim menunjukkan, dari 194 penderita AIDS di Kaltim, tercatat 103 di antaranya meninggal dunia. Dari jumlah itu, Balikpapan ditasbihkan sebagai “pemecah rekor” terbanyak 44 warganya meninggal, disusul Samarinda 36 orang.

        “Selain AIDS, di Kaltim sudah ditemukan 1.200 kasus HIV,” ungkap Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy saat membuka Rapat Koordinasi Program Terpadu Penanggulangan HIV/AIDS, Narkoba, TB-Paru, DBD, dan Zoonosis di Hotel Grand Sawit Samarinda, kemarin (7/10).


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1802



        2. Nigeria to develop own HIV/AIDS vaccine

        Waspada Online, 08 Oktober 2009

        LAGOS - Nigeria is now pushing to develop its own vaccine to prevent HIV/AIDS infection, the Nigerian Tribune newspaper reported on Tuesday, citing a top official.

        John Idoko, director general, Nigeria 's National Agency for Control of AIDS (NACA), said while flagging off the National HIV/AIDS Strategic Framework Plan for 2010 to 2015, in Abuja on Monday.

        According to him, with the latest discovery, it was very possible to develop preventive HIV vaccines, adding that Nigeria would need 5.7 billion U.S. dollars to fight the disease during the period.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1801



        3. Bayi di Jember Terinfeksi HIV/AIDS Stadium Tiga

        Surya Online, 08 Oktober 2009

        Kamis, 8 Oktober 2009 | 17:00 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo | Kategori: Berita Terkini, Tapal Kuda

        JEMBER | SURYA Online - Seorang bayi berusia 19 bulan di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), terinfeksi HIV/AIDS dan menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soebandi Jember.

        Koordinator klinik “Voluntary Councelling and Testing” (VCT) RSUD dr Soebandi Jember, dr Justina Evi Tyaswati, SpKJ, Kamis (8/10), membenarkan adanya seorang bayi yang terinfeksi HIV/AIDS.

        “Kemungkinan bayi itu tertular HIV/AIDS dari kedua orang tuanya yang sudah meninggal dunia,” kata dr Evi.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1800



        4. Dewan: Pindah SK ke Karimunjawa!

        Solo Pos, 08 Oktober 2009

        Semarang (Espos)

        Anggota DPRD Jateng mengusulkan agar lokalisasi pelacuran terbesar di Kota Semarang , Sunan Kuning (SK), dipindahkan ke Pulau Karimunjawa, Jepara.

        ”Kita jangan bicara masalah halal dan haram untuk menangani masalah pelacuran ini,” kata anggota Dewan dari Fraksi PPP, Khayatulmaki kepada wartawan di Gedung Berlian, Semarang , Rabu (7/10).

        Dia mencontohkan Malaysia yang melokalisasi perjudian di Pulau Genting, serta hanya orang tertentu saja boleh memasuki kawasan tersebut.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1799



        5. Didiagnosa HIV - Ozzy Osbourne Sempat Putus Asa

        Harian Global. 08 Oktober 2009

        Betapa terkejutnya Ozzy Osbourne saat mendapat kabar bahwa ia dinyatakan positif mengidap virus HIV.Untungnya hasil diagnosa sementara itu ternyata salah dan Ozzy akhirnya bisa bernafas lega.
        Tapi paling tidak, rocker gaek ini sempat merasa stres berat saat menerima kabar pertama.

        "Saya sempat mengunjungi dokter dan melakukan tes AIDS. Setelah itu dokter tadi mengatakan bahwa saya positif. Hari itu adalah hari terburuk dalam hidup saya," ungkap vokalis Black Sabbath ini seperti diberitakan Music News, Selasa (7/10).

        Ozzy sempat tak mengerti karena ia sudah lama meninggalkan gaya hidup hura-hura yang sempat ia jalani ketika masih aktif di Black Sabbath.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1798



        6. Lelang Barang Bekas untuk Penanggulangan HIV-AIDS

        Detik.Com, 08 Oktober 2009

        Moksa Hutasoit - detikNews


        Jakarta - Ingin bisa berperan terhadap penanganan penyakit HIV-AIDS di Indonesia? Tidak harus dengan kemampuan kedokteran yang dimiliki. Anda bisa membantu lewat penggalangan dana.

        Cara yang diperlukan tidak sulit, malah tergolong mudah. Tinggal lelang barang-barang Anda yang tidak lagi terpakai.

        Taruh barang tersebut di situs Tokobagus.com. Tunggulah sampai ada orang yang tertarik dengan barang Anda.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1797



        7. Tiap Kecamatan di Surabaya Tertular HIV/AIDS

        Detik.Com, 08 Oktober 2009

        Fatichatun Nadhiroh - detikSurabaya

        Surabaya - Jumlah penderita HIV/AIDS dari tahun ke tahun terus bertambah. Di Kota Surabaya hingga Juni 2009, jumlah penderita HIV/AIDS sudah menyebar ke tiap kecamatan di Surabaya .

        "Penderita HIV/AIDS sudah menyebar di semua kecamatan se-Surabaya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Esti Matiana Rachmie, Kamis (8/10/2009).

        Dia menjelaskan, dari 31 kecamatan di Surabaya jumlah penderita HIV hingga Juni 2009 mencapai 142 orang. Sedangkan 199 orang lainnya mengalami AIDS. Total jumlahnya mencapai 341 orang.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1796



        8. 103 Warga Kaltim Meninggal karena AIDS

        Radar Tarakan, 08 Oktober 2009

        Sudah 1.200 Mengidap HIV, Terbanyak di Samarinda

        - SAMARINDA – Samarinda dan Balikpapan tampaknya menjadi kota tersubur menyebaran HIV/AIDS di Kaltim. Data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim menunjukkan, dari 194 penderita AIDS di Kaltim, tercatat 103 di antaranya meninggal dunia. Dari jumlah itu, Balikpapan ditasbihkan sebagai “pemecah rekor” terbanyak 44 warganya meninggal, disusul Samarinda 36 orang.

        “Selain AIDS, di Kaltim sudah ditemukan 1.200 kasus HIV,” ungkap Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy saat membuka Rapat Koordinasi Program Terpadu Penanggulangan HIV/AIDS, Narkoba, TB-Paru, DBD, dan Zoonosis di Hotel Grand Sawit Samarinda, kemarin (7/10). Dari data tersebut, pengidap HIV terbesar ada di Samarinda dengan jumlah 471 orang (selengkapnya lihat tabel).


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1795



        9. Setiap PSK Harus Cek Kesehatan

        Galamedia, 08 Oktober 2009

        TASIKMALAYA,(GM)-
        Untuk menekan HIV/AIDS yang mayoritas ditularkan pekerja seks komersial (PSK), Konfederasi Anti Pemiskinan (KAP) Indonesia mengumpulkan dan mengarahkan 20 PSK di Kota Tasik, agar secara sadar memeriksakan kesehatannya secara intensif.

        "Setiap melayani teman kencannya mereka harus gunakan alat kontrasepsi seperti kondom," tegas Koordinator Program KAP, Agus Abdulah dalam acara sosialisasi kesehatan bagi PSK agar tidak tertular atau menularkan HIV/AIDS.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1794



        10. Dukung Tes HIV/AIDS

        Radar Timika, 01 Oktober 2009

        Kesehatan

        TIMIKA – Dukungan terhadap rencana KPAD Mimika melakukan tes HIV/AIDS pada aparatur pemerintah di Kabupaten Mimika terus berdatangan. Kali ini dari Asisten II Setda Mimika, Drs. Taslim Tuhuteru, tokoh agama dan tokoh pemuda.

        Taslim mengatakan program KPAD yang akan dilaksanakan pertengahan Oktober nanti bertujuan menjaga kesehatan aparatur pemerintahan. "Itu hal penting, tapi jangan dipaksakan juga pada pegawai, karena itu hak asasi seseorang, mau atau tidak diperiksa," kata Taslim Tuhuteru kepada Radar Timika disela-sela Semiloka di Hotel Maranu, Rabu (30/9).


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1793



        11. KPA Melihat Trend Kenaikan Penularan HIV/AIDS

        Radar Timika, 01 Oktober 2009

        TIMIKA - Beberapa pernyataan masyarakat tentang apa kelanjutan hasil tes HIV/AIDS yang akan dilakukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Mimika pada PNS nanti, langsung mendapat respon dari KPA.

        Koordinator Sekretait KPA Mimika, Reynold Ubra mengatakan bahwa yang akan dilakukan adalah conseling, confirm dan confidensialitas. Dengan demikian akan ada tindak lanjut dari hasil pemeriksaan HIV/AIDS itu sendiri. Selain itu, hasil tes, dijamin kerahasiaannya.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1792



        12. Di Cimahi, Delapan Bayi Positif HIV AIDS

        Surya Online, 07 Oktober 2009

        Rabu, 7 Oktober 2009 | 19:05 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo | Kategori: Berita Terkini, Jabar & Banten

        CIMAHI | SURYA Online - Delapan orang bayi di Kota Cimahi, Jawa Barat (Jabar), dinyatakan positif tertular virus HIV/AIDS dari ibu kandungnya.

        “Untuk kasus di Cimahi, sudah ada delapan orang bayi yang positif terpapar HIV, akibat penularan dari ibu kandung kepada anaknya,” kata Kepala Seksi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Dalam Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr Fitriani Manan, MKM, di Kota Cimahi, Rabu (7/10).

        Menurut dr Fitriani, jumlah orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Kota Cimahi terus meningkat setiap tahunnya. Dikatakannya, hingga Mei 2009, tercatat sudah ada 105 ODHA di Kota Cimahi.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1791



        13. Anya Dwinof Serahkan Jam Tangan Kesayangannya

        Pikiran Rakyat, 07 Oktober 2009

        JAKARTA (PRLM),- Bintang sinetron dan presenter Anya Dwinof ikut partisipasi dengan melelang barang pribadinya .Anya menyerahkan koleksi pribadinya berupa jam tangan wanita merk DKNY buatan Amerika.

        Bukan hanya Anya Dwinof saja yang ikut menyerahkan barang kesayangannya tapi ada juga Dewi Sandra .Lena Tan, Drive, Juliete, Irvan Hakim, Anjasmara, Roy, Krisdayanti, Hendri Boomerang dan beberapa artis lainnya. Anya yang ditemui di acara KPA luncurkan program galang dana online di room ceria hotel Shangri La Jakarta Rabu (7/10)


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1790



        14. GUBSU SYAMSUL ARIFIN: ''Narkoba Makin Meluas''

        Harian Global, 07 Oktober 2009

        Written by Chandra Sirait

        Gubsu Syamsul Arifin SE mengakui peredaran narkoba di Sumut makin meluas. Bahkan sampai ke pedesaan. Korbannya pun dari pelajar, mahasiswa, pemuda sampai orangtua dengan status sosial yang berbeda-beda.

        Hal itu dikatakan Gubsu dalam sambutannya yang dibacakan RE Nainggolan, Sekdaprovsu saat membuka Diklat Training of Trainers (TOT)/pendidikan dan pelatihan pencegahan dini penyalahgunaan narkoba bagi kalangan guru yang tergabung dalam PGRI Sumut dan pelajar SMA, SMK Pencawan di aula Martabe Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (6/10).

        Dampak dari pengguna Narkoba melalui jarum suntik saat ini menurut Gubsu sudah berjumlah 1.802 orang. Di antaranya HIV 820 orang dan AIDS 982 orang. "Apabila tak kita tangani secara terpadu dan secara dini maka kondisi ini sangat mengkhawatirkan," katanya.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1789



        15. Nigeria Kembangkan Sendiri Vaksin HIV/AIDS

        TV One, 07 Oktober 2009

        Lagos, (tvOne)

        Nigeria kini sedang berusaha mengembangkan vaksinnya sendiri untuk mencegah penularan HIV/AIDS, demikian laporan Nigerian Tribune dengan mengutip keterangan seorang pejabat tinggi, Selasa.

        Direktur Jenderal Lembaga Nasional Nigeria bagi Pemantauan AIDS (NACA) John Idoko , mengatakan dengan temuan paling akhir, sangat mungkin untuk mengembangkan vaksin pencegah HIV. John Idoko menambahkan Nigeria akan memerlukan dana 5,7 miliar dolar AS untuk memerangi penyakit tersebut selama masa itu.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1788



        16. Delapan Bayi di Cimahi Positif HIV/Aids

        Republika Online, 07 Oktober 2009

        CIMAHI--Delapan orang bayi di Kota Cimahi, Jawa Barat, dinyatakan positif tertular virus HIV/AIDS dari ibu kandungnya."Untuk kasus di Cimahi, sudah ada delapan orang bayi yang positif terpapar HIV, akibat penularan dari ibu kandung kepada anaknya," kata Kepala Seksi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Dalam Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr Fitriani Manan, MKM, di Kota Cimahi, Rabu.

        Ia menyatakan, jumlah orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Kota Cimahi terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Dikatakannya, hingga Mei 2009, tercatat sudah ada 105 ODHA di Kota Cimahi. "Dari data yang ada, sebanyak 73 persen orang yang terpapar HIV-AIDS adalah mereka yang merupakan pengguna narkoba suntik atau istilahnya penasun," kata dr Fitriani.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1787



        17. 41 ODHA Meninggal

        Surya Online, 07 Oktober 2009

        Blitar - SURYA- Selama 5 tahun terakhir sejak 2005 hingga September 2009, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mencatat 41 ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) atau rata-rata 8 orang tiap tahun meninggal. Kabid Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Masyarakat (P2KM) Dinkes Kabupaten Blitar, dr Hari Purwanto mengatakan, jumlah kasus dan ODHA setiap tahun meningkat.

        Data warga Kabupaten Blitar yang melakukan konsultasi ke klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) di Tulungagung, terdapat 67 penderita HIV dan 75 orang positif AIDS, sehingga total ada 142 ODHA. “Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai ibu rumah tangga, pegawai, PSK sampai TKI,” jelas Hari.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1786



        18. Lelang untuk Edukasi HIV-AIDS

        Koran SINDO, 07 Oktober 2009

        SAKSI amal dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui acara lelang barang, yang hasilnya disumbangkan untuk beramal.

        Hal itu yang terlihat dalam acara Charity for AIDS Have A Heart di Hotel Shangri-La Jakarta kemarin. Penggagasnya adalah situs jualbeli online tokobagus.com bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional. Konsepnya sederhana.Para selebriti secara sukarela menyumbangkan barang-barang miliknya yang masih berharga untuk dilelang secara onlinedi tokobagus.com.

        Hasilnya kemudian akan disumbangkan langsung untuk edukasi HIV-AIDS di sejumlah wilayah di Indonesia , seperti Bali, Lombok, Jakarta , Bandung . Menurut Presiden Direktur Tokobagus Arnold Sebastian,HIVAIDS adalah masalah yang cukup besar di Indonesia . “Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1785



        19. 41 Orang di Blitar Tewas Karena HIV/AIDS

        Tempo Interaktif, 06 Oktober 2009

        TEMPO Interaktif, Jakarta - Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengumumkan terjadinya penularan virus HIV/AIDS secara cepat. Sebanyak 41 orang dinyatakan meninggal akibat virus mematikan tersebut dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

        Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Hari Purwanto mengatakan jumlah penderita HIV/AIDS setiap tahun selalu mengalami peningkatan. Sejak September 2005 - 2009 tercatat 41 orang meninggal dunia dengan jumlah Orang Dengan AIDS (ODHA) sebanyak 142 penderita. “Mereka berprofesi sebagai pegawai, ibu rumah tangga, PSK, hingga TKI,” kata Hari Purwanto, Selasa (6/10).


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1784



        20. Ajari Si Kecil Mengenal Bahaya HIV/AIDS

        Kompas.Com, 06 Oktober 2009

        KOMPAS.com — Sekitar tiga juta remaja mengalami kontak setiap tahunnya dengan penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV. Bayangkan jika di antara mereka ada anak-anak kita. Mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan mereka untuk membicarakan mengenai HIV bisa membantu mengurangi angka tersebut dan tentu saja membantu mereka untuk mengambil keputusan yang benar.

        Berikut tips-tips untuk mengajak mereka berbicara dari hati ke hati mengenai HIV. Tingkat kesulitannya memang besar dan waktu yang diperlukan tidak bisa terukur alias selama masih diperlukan, kita akan terus mengajak mereka untuk lebih mengenal bahaya HIV.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1783



        21. Gelar Pelayanan Alat Kontrasepsi

        Manado Post, 06 Oktober 2009

        BKB dan TNI

        PEMERINTAH Kota Bitung berusaha mengurangi penyebaran virus HIV/AIDS. Untuk itu, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KB dan PP) bekerjasama dengan TNI menggelar pelayanan alat kontrasepsi KB.
        Hal ini diwujudkan dalam Bhakti Karya TNI, KB dan Kesehatan.

        Dikatakan Kepala Badan KB dan PP Kota Bitung Drs Johanis Ticoalu, kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan alat kontrasepsi sekaligus sosialiasi bahaya virus HIV/AIDS yang sangat mematikan. “Wilayah yang dilakukan Bhakti Karya ini di Kecamatan Lembeh Utara, Girian dan di Aertembaga yang akan terus digelar hingga Oktober ini,” tuturnya


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1782



        22. Pendataan PSK: Satpol PP Libatkan RT Setempat

        Sijori Mandiri, 06 Oktober 2009

        RANAI- Bisnis esek-esek di Kabupaten Natuna diperikirakan akan semakin marak. Prediksi ini diperkuat dengan dugaan adanya pertambahan jumlah PSK (pekerja seks komersial) baru sekitar 25 persen yang masuk ke daerah ini. Berdasar hasil pendataan Satpol PP, sampai Lebaran Idul Fitri atau bulan September lalu, jumlah PSK di daerah ini ada sekitar 200 orang. Dengan pertambahan 25 persen, maka diperkirakan jumlah PSK yang ada saat ini bisa mencapai 50 orang.

        Guna mengetahui jumlah PSK sebenarnya, Satpol PP akan segera melakukan pendataan ulang yang dilakukan dengan melibatkan Ketua RT (rukung tetangga) di lingkungan setempat terutama di titik-titik yang selama ini menjadi sentra pemukiman PSK.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1781



        23. Anak-anak Ancaman Warisan HIV/AIDS

        Koran SINDO, 06 Oktober 2009

        BANDUNG (SI) – Jawa Barat menduduki urutan pertama provinsi pengidap HIV/AIDS terbesar di Indonesia dengan 3.162 kasus dan 579 orang dinyatakan meninggal.

        Kota Bandung menjadi penyumbang terbesar jumlah pengidap HIV/AIDS sebanyak 1.948 orang per Maret 2009.Kebanyakan penderita adalah anak di bawah lima tahun (balita) yang mendapat warisan dari orangtuanya.Mereka hanya korban penyakit warisan yang tidak ada bedanya dengan anak kebanyakan. Mereka memiliki masa depan, cita-cita, dan keinginan sebagaimana anak kebanyakan. Hal itulah yang ingin ditampilkan oleh Q-Munity pada pameran foto korban penyakit warisan HIV/AIDS bertajuk What About Us di Pusat Kebudayaan Perancis (CCF), Jalan Purnawarman,Kota Bandung.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1780



        24. Vaksin AIDS capai kemajuan

        Harian Terbit, 01 Oktober 2009

        Harian Terbit, BANGKOK - Bagi penderita AIDS, ada kabar menggembirakan karena sebuah vaksin penyakit mematikan tersebut telah mengalami kemajuan. Karena itu para saintis dan para pemimpin pemerintah di Thailand mulai mencoba meningkatkan vaksin tersebut yang kemajuannya menjadi pertama kali terjadi di dunia setelah mampu melindungi satu dari tiga orang pasien HIV dalam riset terbesar di Thailand . Tapi ini belum cukup untuk segera dilakukan, jelas para periset.

        Kemunduran riset atas AIDS belakangan ini memicu banyak saintis untuk berpikir tentang vaksin yang akan mendatangkan keberhasilan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan agen PBB UNAIDS mengatakan hasil ini menciptakan harapan baru dalam industri kesehatan meski kemungkinan akan membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum vaksin tersebut dipasarkan.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1779



        25. Kondom Gel Pelindung Wanita Terhadap HIV

        Manado Post, 05 Oktober 2009

        Seksualitas

        Hubungan seks menjadi salah satu sarana penularan virus mematikan HIV yang menyebabkan penyakit AIDS. Sekarang semakin banyak pengidap virus ini, dan tak bisa dielakkan lagi penularannya. Salah satu saran yang selalu dikampanyekan untuk mengurangi penularan virus tersebut adalah para pria selalu harus menggunakan kondom saat berhubungan sebagai perlindungan.

        Kondom yang kita kenal selama ini berbentuk karet dan digunakan oleh kaum pria. Tetapi, saat ini para peneliti di Amerika menurut laporan 'US Scientists' sedang mengembangkan kondom yang berbentuk gel. Kondom ini nantinya bisa melindungi kaum wanita dari penularan virus HIV melalui hubungan seks.

        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1778



        26. Gowongan Lor, Rumah dan Rumah Waria di Yogyakarta

        Kompas.Com, 04 Oktober 2009

        Laporan wartawan KOMPAS Lukas Adi Prasetya

        KOMPAS.com-Mami Vinolia menyadari, kaum waria membutuhkan rumah yang jangan hanya diartikan sebatas rumah fisik, melainkan rumah secara jiwa. Terlepas dari semua kekurangannya, waria adalah manusia biasa yang ingin diterima sebagai bagian dari masyarakat.

        Hampir tiga tahun, Keluarga Besar Waria (Kebaya), sebuah lembaga swadaya masyarakat, menempati bangunan rumah di Kampung Penumping , Gowongan, Jetis, Kota Yogyakarta. Kebaya adalah LSM yang bergerak dalam pemberdayaan waria, dan anggotanya para waria.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1777



        27. PSK Ingin Hidup Sehat

        Pikiran Rakyat, 04 Oktober 2009

        KARAWANG, (PRLM).-Sedikitnya 36 pekerja seks komersial (PSK) perwakilan dari 19 kota/kabupaten se-Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Besar Wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kabupaten Karawang. Mereka bersepakat membicarakan masalah penanggulangan HIV- AIDS di Jawa Barat selama dua hari, 2-3 Oktober 2009, terutama terkait dengan jaminan fasilitas kesehatan dari negara.

        Menurut relawan Aliansi Strategis Utara Tengah dan Selatan (Altras), Rudi, pertemuan itu terselenggara karena adanya kesadaran para PSK untuk hidup sehat kendati profesinya rawan terjangkit penyakit seksual menular.
        Mereka menyadari cepatnya penyakit seksual itu menular ke kalangan umum. "Karena itu mengharapkan pemerintah menjamin kemudahan layanan kesehatan," kata Rudi.

        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1776



        28. Mungkinkah?

        Kaltim Post Online, 04 Oktober 2009

        Catatan Sofyan Masykur

        RAMADAN lalu, petinggi Departemen Hukum dan HAM Pusat dan Kaltim dalam acara seremonial di Samarinda menyatakan rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) bebas narkoba dan AIDS. Hal serupa sudah dinyatakan pula oleh Kanwil Hukum dan HAM Kaltim diwakili Rachmad Prio Sutardjo juga Kepala Devisi Pemasyarakatan ketika tampil sebagai salah satu pembicara Seminar Strategi Pola Budaya Bebas Narkoba yang dilaksanakan Badan Litbang Provinsi Kaltim, 18 Agustus lalu di Samarinda.

        Petinggi ASEAN dan Indonesia, kalangan Badan Narkotika Nasional (BNN), maupun Badan Narkotika Provinsi (BNP) khususnya, sepakat bahwa masyarakat ASEAN, Indonesia dan Kaltim sama-sama bebas dari narkoba pada 2015. Jika dihitung mundur, dengan titik star tahun 2010 nanti, maka implementasi pernyataan itu, sudah dapat terlaksana hanya dalam kurun waktu 5 tahun. Mungkinkah itu?


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1775



        29. Mukomuko Aman dari HIV/AIDS

        Bengkulu Ekspress, 04 Oktober 2009

        Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mukomuko, Edy Rusdi SH MKes mengungkapkan, kepastian kondisi ini setelah dilakukan pengecekan ke lapangan dan lokasi yang diduga terjakit virus tersebut.
        Tahun 2007 lalu kita sudah melakukan pengecekan seperti di penjara dan tempat yang dicurigai. Hasilnya negatif, tandasnya.

        Edi pun menjelaskan, ciri-ciri seseorang terkena penyakit tersebut terjadinya penurunan daya tahan tubuh. Ini bisa dilihat jika seseorang terkena virus tersebut mudah terkena flu yang lama sembuhnya. Jika sudah stadium lanjut akan rentas mengalami komplikasi berbagai penyakit seperti penyakit diare, insfeksi saluran pernafasan, berat badan terus menurun sehingga penderita tampak kurus kering. Infeksinya bisa melalui hubungan seks, dan pengunaan jarum suntik yang tidak steril, urainya panjang lebar.


        (Message over 64 KB, truncated)

      • Pengelola www.aids-ina.org
        Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 12 October 2009 Sampai Tanggal: 19 October 2009 _____ 1. KELEMBAGAAN: BNP akan Optimalkan
        Message 3 of 8 , Oct 18, 2009
        View Source
        • 0 Attachment

          Kumpulan Berita Media Massa
          HIV-AIDS dan Narkoba
          Dari Tanggal: 12 October 2009 Sampai Tanggal: 19 October 2009


           

           

          1. KELEMBAGAAN: BNP akan Optimalkan Jaringan

          Lampung Post, 17 Oktober 2009

          BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sekretariat Badan Narkoba dan Penanggulangan HIV/AIDS (BNP) Provinsi Lampung akan mengintensifkan kerja sama dengan institusi terkait.

          Hal itu menjadi komitmen Kepala BNP Lampung Sugiarto usai acara pisah sambut dengan pejabat lama Ruswandi Hasan, Jumat (16-10), di aula kantor BNP Gedongmeneng, Bandar Lampung.

          Sugiarto mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan audiensi dengan Polda Lampung, yakni dengan Direktur Narkoba dan Direktur Bina Mitra di Polda Lampung.
          "Kami juga akan audiensi dengan instansi terkait dan ke Badan Narkotika Nasional (BNN)," kata dia.

          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1841



          2. Kematian akibat HIV/AIDS di Salatiga terus bertambah

          Solo Pos, 17 Oktober 2009

          Salatiga (Espos)
          Kasus kematian akibat penyakit HIV/AIDS di Kota Salatiga terus bertambah selama beberapa tahun terakhir. Hingga September 2009, jumlah orang yang meninggal dunia setelah mengidap penyakit itu di wilayah setempat mencapai 30 orang.

          Informasi yang dihimpun Espos di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga, Jumat (16/10) menyebutkan, angka itu mengalami penambahan sebanyak empat kasus dari semula hanya berjumlah 26 kasus pada tahun 2008. Kematian terakhir diketahui menimpa seorang penderita AIDS di lingkungan Perumahan Salatiga Permai Kelurahan Blotongan Kecamatan Sidorejo.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1840



          3. Dua Pasien HIV/AIDS Meninggal, Dinkes Bojonegoro Kelabakan

          Berita Jatim, 17 Oktober 2009

          Reporter : Abdul Qohar

          Bojonegoro (beritajatim.com) - Dua warga Bojonegoro yang meninggal karena diduga kuat mengidap penyakit HIV/AIDS membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro kalabakn.

          Bahkan, Kepala Dinkes Bojonegoro dr Hariyono langsung mengimbau kepada masyarakat agar jangan bergonta-ganti pasangan. Sebab, hal tersebut kalau dilakukan bisa cepat menularkan penyakit berbahaya itu.

          "Untuk pencegahannya, kita kembalikan saja kepada aturan agama dan hati masing-masing," kata Hariyono, kepada beritajatim.com, Sabtu (17/10/2009).


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1839



          4. Di Samarinda 37 Orang Tewas

          Kaltim Post Online, 16 Oktober 2009

          SAMARINDA – Samarinda dengan jumlah kasus HIV/AIDS mencapai 338 pada 2009, sejak Desember 2005 hingga Februari 2009, tercatat sudah 37 orang tewas akibat virus yang menyerang kekebalan tubuh ini. Sementara, sudah 1.816 orang mengikuti tes HIV di Klinik Voluntary Counselling Test (VCT) RSUD AW Sjahranie Samarinda, 113 di antaranya positif HIV/AIDS, 42 orang dari Samarinda. Mereka kini menjalani rawat jalan di RSUD AW Sjahranie.

          “Banyak penderita HIV/AIDS yang berobat di klinik VCT kami. Bahkan, kami sudah berhasil membantu kelahiran anak seorang penderita HIV/AIDS lewat operasi caesar,” kata Humas RSUD AW Sjahranie Nurliana, kemarin.

          Maret 2009 lalu ada empat orang yang menjalani perawatan intensif di RSUD AW Sjahranie.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1838



          5. Dua Pasien HIV/AIDS di Bojonegoro Meninggal

          Berita Jatim, 16 Oktober 2009

          Reporter : Abdul Qohar

          Bojonegoro (beritajatim.com) - Sejak dua hari terakhir, dua pasien HIV/AIDS meninggal di ruang isolasi RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Kabupaten Bojonegoro. Pihak RSUD sendiri terkesan menutup-nutupi informasi tersebut dan enggan memberikan data pasien.

          Sejauh ini, informasi yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Jumat (16/10/2009) menyebutkan, kedua jenazah pasien sudah diambil keluarganya dan dimakamkan oleh famili masing-masing.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1837



          6. 4 Anak Balita Terdeteksi HIV/AIDS di Antara Ratusan Pengidap

          Kompas.Com, 16 Oktober 2009

          MOJOKERTO, KOMPAS.com — Sebanyak empat anak berusia di bawah lima tahun (balita) di wilayah Mojokerto diketahui menjadi pengidap HIV/AIDS di antara 160 orang yang diketahui mengidap HIV/AIDS hingga 2009. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Pembinaan Lingkungan (P2L) Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Ida Nurdiyati, Kamis (15/10), menduga, keempat anak balita itu terinfeksi HIV/AIDS dari orangtua mereka.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1836



          7. Festival Film Transexsual Internasional Pertama di Malang

          Malang Post, 15 Oktober 2009

          alur indie sering dipilih untuk memasarkan atau menunjukkan sebuah ide yang berlawanan dengan mainstream pasar. Q Community yang merupakan komunitas kelompok lesbian, gay, bisexual, transgender, intersexed, questioning (LGBTIQ) mencoba merintis jalur serupa untuk menyuarakan karya sineas tentang mereka. Sebuah pengalaman baru bagi dunia sineas Malang .

          Malang Meeting Point (Mamipo), di Jalan Kediri 4 Malang , Jumat (17/10) terlihat penuh dengan motor. Halaman samping yang merupakan kedai kopi di tutup backdrop hitam untuk memberikan kenyamanan lebih bagi penonton ketika film di layar besar di putar pada siang hari.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1835



          8. Penderita AIDS dari PPU Tewas

          Kaltim Post Online, 15 Oktober 2009

          BALIKPAPAN menempati urutan kedua jumlah kasus human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immuno deficiency syndrome (AIDS) di Kaltim, setelah Samarinda, dengan jumlah penderita 262 orang. Sebanyak 32 penderita HIV/AIDS di antaranya melakukan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Kanudjoso (RSKD). Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Pelayanan Penderita HIV/AIDS RSKD dr Edy Iskandar SPD, kemarin.

          “Untuk pasien rawat inap tidak ada untuk minggu ini. Pekan lalu, ada dua penderita, satunya sudah membaik dan diperbolehkan rawat jalan, sedangkan satu lagi meninggal dunia akibat adanya infeksi,” tutur Edy.

          Penderita AIDS yang meninggal itu merupakan warga Penajam Paser Utara (PPU).
          Virus yang dideritanya itu terlambat terdeteksi dan sudah cukup parah. “Dia sempat dirawat inap selama 10 hari, tapi tak bisa ditolong lagi,” ungkapnya.

          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1834



          9. Sekitar 30 Persen Pengidap HIV/AIDS di Jember Bekas Buruh Migran

          Tempo Interaktif, 15 Oktober 2009

          TEMPO Interaktif, Jember - Sekitar 30 persen dari 227 pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Jember, Jawa Timur, adalah bekas tenaga kerja yang bekerja di luar negeri.

          Menurut Kepala Klinik Voluntary Consulting Test (VCT) Rumah Sakit Umum Daerah dr Soebandi Jember, dr Justina Evi Tyaswati Sp.Kj, kepada TEMPO, Kamis (15/10) siang, mereka datang dan memeriksakan diri dalam kondisi stadium III hingga stadium IV. "Malah ada yang mengaku sempat dideportasi dari Malaysia , terus kembali lagi ke Hongkong, kemudian sakit dan pulang," kata dia.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1833



          10. Lelaki kemayu yang berjuang melawan AIDS

          Duta Masyarakat, 15 Oktober 2009

          ARIF RAHMAN HAKIM

          Seorang pria kemayu buri-buru jatuh terjulai begitu tiba di pelataran rumah sakit di Kota Mojokerto. Belakangan dia diketahui bernama AT, lelaki transeksual, asal Prajurit Kulon, yang kemudian dinyatakan positif mengidap serangan HIV/AIDS.

          Peristiwa jelas mengindikasikan populasi serangan HIV/AIDS di Kota Mojokerto, dari tahun ke tahun cenderung bertambah luas dan mengganas. Hal ini dibuktikan dengan kedatangan seorang pasien yang dinyatakan positif mengidap virus mematikan itu di RSUD dr wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1832



          11. Pasien Penderita AIDS Tewas

          Harian Global, 14 Oktober 2009

          Written by Hotma

          Setelah dirawat lebih dari tiga minggu seorang pasien penderita AIDS, Senin (13/10) sekitar pukul 07.30 WIB, meninggal dunia. Ia dirawat di ruang 21 Rumah Sakit Umur Dr Pirngadi Medan .

          SPS (35), warga Menteng II Medan, sebelumnya telah positif AIDS, ini ditandai adanya penyakit penyertaan, seperti batuk, pilek dan laiinya, sehingga mengakibatkan daya tubuhnya menjadi lemah dan akhirnya meninggal dunia.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1831



          12. Penderita HIV/AIDS di Banten Meningkat

          Warta Kota, 14 Oktober 2009

          Banten, Warta Kota

          Jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Banten dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan sejak dini dengan melibatkan semua pihak.

          "Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus melibatkan semua pihak termasuk pemerintah daerah, aparat, tokoh agama, pers, dan organisasi kemasyarakatan," kata Tim Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Banten Husnul Amri saat membuka rapat koordinasi (Rakor) HIV/AIDS Kabupaten Lebak di Rangksabitung, Rabu.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1830



          13. 11 Warga Kampar Positif HIV/AIDS

          Tribun Pekanbaru, 14 Oktober 2009

          BANGKINANG, TRIBUN -Sebanyak 11 warga Kabupaten Kampar positif mengidap penyakit HIV/AIDS. Para penderita berdomisili di Kecamatan Tapung dan Kecamatan Siak Hulu.

          Data ini diungkapkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kampar, saat Pembekalan Pencegahan dan Penanggulangan AIDS bagi para muballigh, da'i, pengurus MUI, dan KUA se-Kabupaten Kampar di Aula Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Cabang Kuok, Rabu (14/10).


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1829



          14. Jumlah Penderita HIV/AIDS Terus Meningkat

          Media Indonesia, 14 Oktober 2009

          LEBAK--MI: Jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Banten dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan sejak dini dengan melibatkan semua pihak.

          "Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus melibatkan semua pihak termasuk pemerintah daerah, aparat, tokoh agama, pers, dan organisasi kemasyarakatan," kata Tim Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Banten Husnul Amri saat membuka rapat koordinasi (Rakor) HIV/AIDS Kabupaten Lebak di Rangksabitung, Rabu (14/10).

          Husnul mengatakan penyebaran HIV/AIDS di Banten menjadi ancaman serius, setelah satu keluarga meninggal dunia akibat penyakit tersebut. "Penyebaran HIV/AIDS di Banten sangat mengkhawatirkan," katanya.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1828



          15. Penyebaran Virus HIV/AIDS di Banten Sudah ke Pedesaan

          MetorNews.Com, 12 Oktober 2009

          Metrotvnews.com, Lebak: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, melalui Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPPKBMPD) setempat, membentuk tim relawan HIV/AIDS. "Tim relawan ini nantinya akan menyosialisasikan bahaya penyakit HIV/AIDS, hingga ke pelosok-pelosok desa terpencil," kata Sekretaris BPPKBMPD Kabupaten Lebak Aan Sopandi, di Rangkasbitung, Senin (12/10).

          Ia mengatakan, saat ini penyebaran virus HIV/AIDS cukup mengkhawatirkan. Setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Bahkan, penyebaran virus HIV/AIDS di Banten sejak tahun 2003 lalu mencapai 1.450 jiwa. Puluhan orang di antaranya meninggal dunia. Ironisnya, kata dia, penderita HIV/AIDS bukan hanya warga perkotaan saja, melainkan saat ini orang-orang desa pun menjadi korban.
          "Sebagian besar penderita itu berusia produktif," katanya.

          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1827



          16. Mantan TKI Tertular HIV AIDS

          Surya Online, 13 Okotber 2009

          Selasa, 13 Oktober 2009 | 7:55 WIB | Posts by: jps | Kategori: Berita Terkini, Tapal Kuda

          Jember - Surya- Sebagian mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Kabupaten Jember, positif terjangkit virus HIV AIDS. Data yang dihimpun Surya di klinik Voluntary Councelling and Testing (VCT) RSUD dr Soebandi Jember, sejak Desember 2006 hingga awal Oktober 2009 ini tercatat 227 penderita HIV AIDS yang dirawat di klinik tersebut.

          “Dari jumlah tersebut sekitar 30 persen adalah mantan TKI,” ujar Koordinator Konselor Klinik CVT RSUD dr Soebandi, dr Justina Evy Tyaswati, Senin (12/10).

          Ia menjelaskan, sebagian besar mereka tertular saat bekerja menjadi TKI di luar negeri, dan kemudian pulang ke Indonesia sudah terinfeksi dan positif HIV/AIDS. Ketika telah di tanah air, mereka memeriksakan diri dengan keluhan sakit yang tidak kunjung sembuh.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1826



          17. 28 Bayi Kurang Gizi Menginap di RSUD Jember

          Berita Jatim, 13 Oktober 2009

          Reporter : Oryza A. Wirawan

          Jember (beritajatim.com) - Sejak Januari hingga medio Oktober tahun ini, sebanyak 28 orang bayi dirawat di RSUD dr. Soebandi Jember, karena mengalami gizi buruk. Anggaran daerah perlu ditambah, untuk membiayai ujung tombak pelayanan kesehatan.

          Bayi-bayi penderita gizi buruk itu berasal dari keluarga miskin. Selain berat badan mereka jauh dari ideal, mereka juga mengidap penyakit lain seperti TBC, bahkan HIV/AIDS. RSUD dr. Soebandi telah memberikan pelayanan dan perawatan gratis untuk pasien miskin ini.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1825



          18. Alim Ulama Serahkan Penanganan ke Pemerintah Daerah

          Detik.Com, 13 Oktober 2009

          Prostitusi Terselubung di Kota Tahu

          Samsul Hadi - detikSurabaya

          Kediri - Maraknya keberadaan layanan seks terselubung di Kota Kediri , mengundang keprihatinan kalangan ulama. Mereka mengaku sudah melaksanakan tugas sesuai porsinya, dan menyerahkan penanganan akhir ke pemerintah daerah.

          Hal tersebut diantaranya disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Amin KH Anwar Iskandar atau akrab disapa Gus War. Kalangan kiai diakuinya sudah mendapatkan informasi terkait keberadaan layanan seks terselubung tersebut dan mengaku sangat prihatin.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1824



          19. Bayi Gizi Buruk Terserang HIV/AIDS

          Tempo Interaktif, 13 Oktober 2009

          TEMPO Interaktif, Jember - Seorang bayi yang menderita gizi buruk dinyatakan terserang virus HIV/AIDS setelah menjalani pemeriksaan di Klinik VCT RSUD dr Subandi, Jember.

          Menurut Kepala Klinik VCT RSUD dr Subandi, dr Justina Evi Tyaswati Sp.Kj, sebelumnya selama sepekan bayi itu dirawat karena menderita gizi buruk jenis kwaskioskor atau kekurangan protein dan penyakit tubercholuses (TBC).


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1823



          20. Hampir Seluruh Subang Masuk Wilayah Penularan HIV/AIDS

          Tempo Interaktif, 13 Oktober 2009

          TEMPO Interaktif, Subang - Persebaran HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, sudah sangat memprihatinkan. “Dari 30 wilayah kecamatan yang ada, 28 di antaranya sudah masuk wilayah penularan,” kata Suwata, Koordinator Penanganan dan Pencegahan HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Selasa (13/10).

          Sedangkan yang masuk dalam kategori wilayah zona merah semuanya berada di wilayah Pantai Utara. “Dari 10 kecamatan, enam di antaranya sudah masuk zona merah,” tutur Suwata. Keenam kecamatan tersebut adalah Kecamtan Patokbeusi (paling parah), Binong, Pusakangara, Tambak Dahan, Pamanukan, dan Purwadadi.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1822



          21. Duh, 96 Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Temanggung

          Kompas.Com, 13 Oktober 2009

          TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 96 kasus HIV/AIDS ditemukan di wilayah Kabupaten Temanggung, Jateng, hingga awal Oktober 2009.

          Ketua I Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Temanggung Agus Winarno di Temanggung, Selasa, mengatakan pada periode Agustus-September 2009 terjadi penambahan tiga kasus. Dari 96 kasus HIV/AIDS tersebut 36 penderita di antaranya meninggal dunia.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1821



          22. Interaksi dengan Penderita AIDS Aman

          Suara Pembaharuan, 12 Oktober 2009

          [ SURABAYA ] Wali Kota Surabaya, Bambang DH berharap, kampanye tentang HIV/AIDS dapat mengubah persepsi masyarakat mengenai penyakit ini. Mereka tidak berbahaya, karena itu warga normal bisa tetap berinteraksi dengan penderita HIV, dalam batas tertentu.

          Hal tersebut dikemukakan Bambang DH, seusai melakukan tur menyusuri lorong kehidupan penderita HIV/AIDS, yang diselenggarakan World Vision Indonesia, di Surabaya, Jumat (9/10). Ekshibisi interaktif tentang penyakit tersebut, One Life Evolution (OLE) dilaksanakan sampai Minggu 11 Oktober di Tunjungan Plaza Surabaya 1 lantai 6.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1820



          23. Duh Gusti... Bayi Yatim Piatu Bergizi Buruk kena AIDS

          Berita Jatim, 12 Oktober 2009

          Reporter : Oryza A. Wirawan

          Jember (beritajatim.com) - RSUD dr. Soebandi Jember merawat dua orang balita bergizi buruk. Salah satu balita diketahui yatim piatu dan menderita penyakit menurunnya kekebalan tubuh alias HIV/AIDS.

          Sebut saja bayi yang mengidap AIDS itu bernama Elvi, 19 bulan. Ia berasal dari Kecamatan Bangsalsari, dan mengidap gizi buruk marasmik. Selain itu, ia juga terkena TBC dan terdapat jamur (stomatritis) di mulutnya.
          Berat badannya hanya 4,5 kilogram, dari seharusnya 11 kilogram.

          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1819



          24. Subang Rawan HIV/AIDS

          Koran SINDO, 12 Oktober 2009

          SUBANG (SI) – Penyebaran virus HIV/AIDS di Kabupaten Subang, Jabar, mengkhawatirkan. Sebanyak 28 dari 30 kecamatan di Kabupaten Subang sudah teriden-tifikasi virus mematikan tersebut.Koordinator Program Penanganan dan Pencegahan IMS HIV/AIDS Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang, Suwata mengakui evolusi penyebaran virus HIV/ AIDS satu tahun terakhir ini memang cukup besar.

          Di antara 282 kasus pada 2008, meningkat menjadi 326 kasus pada 2009. Penyebab penyebaran paling banyak berasal dari kawasan pantai utara (Pantura),Subang,melalui pekerja seks komersial (PSK).Menurut dia, enam dari 10 kecamatan yang berada di sepanjang daerah pesisir tersebut jadi tempat transaksi seks komersial.“Terutama di Kecamatan Patokbeusi. Kawasan tersebut dinyatakan sangat merah atau parah HIV/AIDS. Di setiap rumah, hampir ada PSK sehingga berisiko tinggi penularan,”ungkapnya.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1818



          25. 15 percent miss follow-up treatment for HIV/AIDS

          the Jakarta Post Online, 12 Oktober 2009

          Luthfiana Mahmudah, THE JAKARTA POST , JEMBER | Mon, 10/12/2009 1:28 PM | The Archipelago

          At least 15 percent of people living with HIV/AIDS in Jember regency have missed follow-up treatment for various reasons, an official at the VCT Clinic of the RSUD Dr. Soebandi hospital said.

          Clinic head Justina Evy Tyaswaty said the majority of patients abandoning the treatment were people with high mobility such as sex workers and public transportation drivers.

          "Other factors include the fact that many of the patients are from outside Jember," she said.

          She said 65 out of the clinic's 227 HIV/AIDS patients were from outside Jember.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1817


           

           -----------------------------------------------

          Pengelola aids-ina.org

          A better way in strengthening strategic information to guide a more effective

          Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org

           

        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.