Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Klipping Media Masa Terbaru di www.aids-ina.org

Expand Messages
  • Pengelola www.aids-ina.org
    Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 1 June 2009 Sampai Tanggal: 8 June 2009 _____ 1. Mulai Takut Modif Alat Kelamin Manado Post, 06
    Message 1 of 8 , Jun 7, 2009
    View Source
    • 0 Attachment

      Kumpulan Berita Media Massa
      HIV-AIDS dan Narkoba
      Dari Tanggal: 1 June 2009 Sampai Tanggal: 8 June 2009


       

      1. Mulai Takut Modif Alat Kelamin

      Manado Post, 06 Juni 2009

      PENYAKIT menular seksual (PMS), saat ini, terstigma hanyalah AIDS. Padahal, banyak ragam penyakit seksual. Penyakit ini timbul akibat kegiatan seksual, menyerang organ-organ seksual, serta ditularkan melalui hubungan seksual. Di Sulut, malah penyakit kelamin ada yang timbul karena tindakan sebagian orang yang suka memdandani alat vitalnya.

      Informasi dihimpun, banyak pejabat Sulut telah mempermak alat kelaminnya. Mulai menyuntik silikon hingga pemasangan hagel. Pemugaran alat kelamin ini banyak dilakukan para pejabat saat berada di luar daerah. Tujuannya, agar pasangan seks-nya mengalami kenikmatan lebih dari biasanya. Tapi tak jarang, akibat tindakan ini ada alat vital pemakainya mengalami masalah ganda: aksesori yang terganggu hingga terjangkit PMS, akibat ingin membuktikan moncernya aksesori itu. “Sejak ada kasus pemasangan hagel bermasalah, banyak orang penting di Sulut mulai takut melakukan hal serupa,” tukas salah satu sumber.

      Penyakit seksual bisa menular umumnya paling dikenal adalah AIDS, sipilis atau gonore. Kedua terakhir menyerang organ seksual. Umumnya orang menganggap bahwa penyakit seksual idem dito dengan jenis penyakit seksual menular. Namun tidak seperti anggapan orang bahwa PMS adalah kasus langka. PMS merupakan kasus umum.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1203



      2. 199 Penderita HIV/AIDS Meninggal

      Timor Express, 06 Juni 2009

      NTT Kantongi 671 Penderita HIV/AIDS

      KUPANG, Timex-Berdasarkan data distribusi kasus HIV/AIDS di tingkat sejak tahun tahun 1997 hingga Mei 2009, NTT mengantongi 671 orang penderita, 199 orang telah meninggal dunia.

      Demikian data yang dihimpun Timor Express, Jumat kemarin dari Bidang P2MK (Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan) seksi P2P (Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit) Dinas Kesehatan NTT.

      Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr. Stefanus Bria Seran, MPH., mengurai bahwa dari 21 kabupaten di NTT yang melaporkan adanya kasus HIV/AIDS yakni 16 kabupaten, sedangkan lima kabupaten lainnya yakni Rote Ndao, Sumba Tengah, Manggarai Timur, Sumba Barat Daya, dan Sabu Raijua belum melaporkan adanya kasus tersebut.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1202



      3. Ditemukan Gizi Buruk dan Anak Penderita AIDS

      Timor Express, 06 Juni 2009

      Wagub Kunjungi Panti Rehabilitasi Gizi Haliwen


      KUPANG, Timex - Dalam kunjungannya ke Kabupaten Belu, Rabu lalu, Wagub NTT Esthon L Foenay selain meresmikan GOR Rai Belu serta melantik Pengurus KONI Belu, juga menyempatkan diri mengunjungi panti rehabilitasi gizi anak Haliwen.

      Dalam kunjungannya ke panti tersebut, Wagub yang didampingi ketua DPRD NTT, Mell Adoe serta Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus, Karo Kesra Setda NTT, Filemon da Lopez serta Kabid Keolahragaan Dinas PPO NTT, Ary Moelyadi menyempatkan diri melihat dari dekat kondisi panti mulai dari ruang perawatan hingga dapur dan berdiskusi dengan pengelola panti, Antonia Lau soal pengelolaan panti dan penanganan gizi buruk terhadap anak-anak yang dirawat.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1201



      4. Latih mandikan ODA

      Duta Masyarakat, 06 Juni 2009

      Enggannya masyarakat untuk memandikan mayat pengidap HIV/Aids mendapat perhatian serius dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Lamongan. Agar tidak takut dan tertular tertular penyakit mayat pengidap penyait mematikan itu, sebanyak 100 modin akan digelar pelatihan memandikan mayat HIV/Aids atau orang dengan HIV/Aids (ODA).

      Sekretaris KPAD Lamongan, Luluk Humam, mengatakan rencana pelatihan bagi modin itu sebagai respon terhadap enggannya masyarakat memandikan jenazah ODA. Pelatihan para modin itu nantinya akan digelar pada medio tribulan ketiga tahun ini atau sekitar bulan Juli hingga September.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1200



      5. Waspada Teror HIV/AIDS

      Manado Post, 05 Juni 2009

      Peliput Fadjrin Lamato,Ronald Mokoginta, Firman Toboleu,Stenly Lontoh

      KESADARAN warga Sulawesi Utara (Sulut) tetap berperilaku hidup sehat dan tidak menyimpang sangat penting. Hal ini guna mencegah terjadinya penyebaran penyakit HIV/AIDS. Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS, merupakan sekumpulan gejala dan infeksi (sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).

      Orang yang terkena virus ini menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik atau mudah terkena tumor. Meski penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit tersebut belum benar-benar bisa disembuhkan.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1199



      6. Pasien HIV/AIDS Membeludak, Bed Ditambah

      Koran SINDO, 05 Juni 2009

      SURABAYA (SI) – Pasien HIV/ AIDS yang terus membeludak dan tidak tertampung di ruang rawat inap Unit Perawatan Intermediet dan Penyakit Infeksi (UPIPI) RSU dr Soetomo bakal sedikit teratasi.

      Sebab, rumah sakit milik Pemprov Jatim ini akan menambah lagi 15 unit tempat tidur (bed) di ruang peralihan. Menurut Wakil Direktur Pelayanan Medik (Wadir Yanmed) RSU dr Soetomo, dr Urip Murtejo SpB KL,penambahan 15 unit tempat tidur ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi membeludaknya pasien HIV/AIDS yang perlu menjalani rawat inap.”Jadi,nanti total ada 27 tempat tidur khusus untuk pasien HIV/AIDS.Selain itu,masih ada tempat tidur tambahan yang disediakan jika sewaktu-waktu pasien lebih membeludak,” ujarnya kemarin.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1198



      7. Sumut miliki 1609 kasus HIV/AIDS

      Waspada Online, 05 Juni 2009

      FIRMAN SUCI ANANDA


      MEDAN - Hingga pertengahan Maret 2009, Sumatera Utara tercatat memiliki 1609 kasus AIDS. "Virus berbahaya ini telah menjangkiti banyak anak muda di Sumatera Utara. Banyak sebab yang menjadi alasan penyebaran virus ini," ucap Koordinator CHS (Center for Health Services), Zailani, kepada Waspada Online, tadi pagi.

      Menurutnya, rata-rata penyebaran virus tersebut diakibatkan karena perilaku Heteroseksual dari para remaja. "Sekitar 314 kasus untuk HIV positif dan 480 untuk AIDSU menjangkiti anak muda Sumut dalam penyebaran HIV/AIDS," katanya.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1197



      8. HIV/AIDS bukan alasan tepat pelarangan nikah

      Waspada Online, 05 Juni 2009

      FIRMAN SUCI ANANDA

      MEDAN - Terkait peringatan Departeman Agama baru-baru ini mengenai pelarangan bagi siapa saja yang menderita penyakit HIV/AIDS untuk menikah, ditentang oleh (CHS) Centre for Health Services Medan.

      Kordinator eksekutif CHS, Zailani, kepada Waspada Online, tadi sore, diruang kerjanya menegaskan bahwa menikah bukan faktor penyebab penularan HIV-AIDS, justru menikah merupakan perbuatan yang halal.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1196



      9. 85 Persen Kasus AIDS Tak Terdeteksi

      Surya Online, 05 Juni 2009

      Jumat, 5 Juni 2009 | 11:49 WIB | Posts by: Judi Prasetyo

      JAKARTA - SURYA- Kasus sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (AIDS) baru terdeteksi 15 persen dari angka proyeksi, 85 persen lainnya belum terdeteksi serta tersentuh layanan pemeriksaan maupun pengobatan.

      Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi di Jakarta, Rabu, hingga Maret 2009 secara kumulatif kasus AIDS yang terdeteksi sebanyak 16.964 kasus, sementara proyeksi jumlah kasusnya diperkirakan 169.230 sampai 216.820 kasus.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1195



      10. Papua Dipastikan Ikut Kongres AIDS di Bali

      Cenderawasih Pos, 05 Juni 2009

      JAYAPURA-Rencananya 9-13 Agustus nanti, Bali akan menjadi tuan rumah International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9, kongres AIDS terbesar di kawasan Asia-Pasifik ini.

      Sebanyak 3 000 peserta dari 51 negara Asia dan 14 negara Pasifik diperkirakan hadir dalam kongres ini. Dari 3000 peserta ini, dipastikan hampir seluruh KPA kabupaten/kota dan KPA Provinsi Papua akan mengambil bagian.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1194



      11. RSU Rawat 10 Pengidap HIV/AIDS

      Timor Expess, 05 Juni 2009

      Data Rekam Medik Sejak Januari

      KUPANG, Timex-Meskipun belum diketahui perbandingan pasien pengidap HIV/AIDS dari tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, namun yang jelas menurut data rekam medik RSU Prof. DR. WZ. Yohanes Kupang, bahwa untuk tahun 2009 pengidap penyakit tersebut sebanyak 10 kasus.

      Kepala Bagian perencanaan dan rekam medis, drg. Maria Krisidea Stiyawati kepada koran ini, saat dimintai keteranganya, Kamis (4/6) kemarin via ponsel menyebutkan bahwa dalam 10 kasus yang ditangani RSU Yohanes tersebut hingga kemarin belum ada yang meninggal dunia.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1193



      12. Cegah AIDS, Global Fund Kucurkan Rp12,6 Miliar

      Riau Pos, 05 Juni 2009

      PEKANBARU (RP) -Lembaga asing Global Fund segera mengucurkan dana sebesar Rp12,6 miliar untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids di Riau. Anggaran sebesar itu bakal diterima pada 1 Juli 2009 mendatang. Dana ini dipergunakan hingga 31 Juli 2011 nanti.

      Hal ini diungkapkan Sekretaris KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Nasional Dr Nafsiah Mboi SpA MPH kepada wartawan, Kamis (4/6), usai bertemu dengan Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1192



      13. 800 pengidap HIV/AIDS di Maluku

      Waspada Online, 04 Juni 2009

      AMBON - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Maluku sejak 1994 hingga periode Maret 2009 mencapai 800 orang, 489 mengidap HIV dan 311 sudah dinyatakan positif AIDS.

      "Pengidap terbanyak sekitar 83 persen berusia 15-39 tahun, dan sisanya 17 persen berusia 40-60 tahun," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Syamsuddin Asis di Ambon, tadi malam.

      Ia mengungkapkan, 64 persen penderita berjenis kelamin perempuan, kebanyakan penjaja seks komersial, dan 36 persen laki-laki.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1191



      14. Koordinasi Penanganan di Kota Medan Lemah

      Koran SINDO, 04 Juni 2009

      MEDAN (SI) – Penanggulangan penyebaran HIV/AIDS di Kota Medan masih jauh dari harapan.Pasalnya, dana yang cukup dan keberadaan lembaga swadaya masyarakat (LSM) peduli AIDS tidak didukung koordinasi antar stakeholder.

      Seorangpenggiat AIDSBadurani Lubis yang pendiri Galatea mengungkapkan, Kota Medan sudah termasuk dalam kategori lampu merahuntukpenanggulangan AIDS. “Jangan tanya soal dana, kami punya banyak dan berlimpah. Lalu soal LSM,banyak LSM yang sangat peduli dengan AIDS.Semua kita punya. Namun, jika kita berjalan sendiri- sendiri tanpa ada koordinator dan mediasinya, ya tentu sulit menangani persoalan,” ungkapnya.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1190



      15. Kasus AIDS Dekati 17 Ribu

      Radar Timika Online, 04 Juni 2009

      JAKARTA - Persebaran kasus AIDS di tanah air terus menunjukkan perkembangan luar biasa. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menyebut, secara kumulatif hingga Maret 2009 tercatat 16.964 kasus AIDS. Tingginya angka itu disebabkan masih terbatasnya sumberdaya, baik tenaga kesehatan maupun akses atas fasilitas pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan.

      "Tren persebaran AIDS terus meningkat. Karena itu, harus ada perhatian lebih dari pemerintah," ujar Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi kemarin (3/6).


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1189



      16. Kasus AIDS Dekati 17 Ribu

      Pos Metro Balikpapan Online, 04 Juni 2009

      JAKARTA --Penyebaran kasus AIDS di tanah air terus menunjukkan perkembangan luar biasa. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menyebut, secara kumulatif hingga Maret 2009 tercatat 16.964 kasus AIDS. Tingginya angka itu disebabkan masih terbatasnya sumberdaya, baik tenaga kesehatan maupun akses atas fasilitas pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan.

      "Tren persebaran AIDS terus meningkat. Karena itu, harus ada perhatian lebih dari pemerintah," ujar Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi kemarin (3/6).


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1188



      17. HIV/AIDS Di Maluku Capai 800 Kasus

      Harian Berita Sore, 04 Juni 2009

      Ambon ( Berita ) : Jumlah pengidap HIV/AIDS di Maluku sejak 1994 hingga periode Maret 2009mencapai 800 orang, 489 mengidap HIV dan 311 sudah dinyatakan positif AIDS.

      “Pengidap terbanyak sekitar 83 persen berusia 15-39 tahun, dan sisanya 17 persen berusia 40-60 tahun,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Syamsuddin Asis, kepada ANTARA di Ambon, Rabu [03/06] .


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1187



      18. 233 Penduduk Manado Terinfeksi HIV/AIDS

      Republika Online, 04 Juni 2009

      MANADO-- Jumlah orang yang terinfeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) di Manado, Sulawesi Utara, hingga akhir Mei 2009, mencapai 233 orang.

      Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Manado, Drs. Noldi Mandolang, Bsc. mengemukakan hal itu di Manado, Kamis.

      "Orang yang terinfeksi HIV/AIDS di Manado sudah banyak dan lebih dari dua ratus orang, tetapi ada yang berasal dari luar dan terdata di Kota Manado," katanya.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1186



      19. Lembaga Asing Bantu Riau Rp 12,6 M untuk Tanggulangi HIV/AIDS

      Berita Riau, 04 Juni 2009

      Upaya penanggulangan HIV/AIDS di Riau mendapatkan sokongan asing. Sebuah lembaga mengucurkan bantuan sebesar Rp 12,6 miliar.

      Riauterkini-PEKANBARU- Upaya penanggulangan sekaligus pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS di Riau tahun ini diharapkan lebih maksimal. Pasalnya, selain mendapatkan bantuan dari APBD Riau, juga ada kucuran dana sebesar Rp 12,6 miliar dari Global Fund, sebuah lembaga dunia non-profit yang didirikan khusus penanggulangan HIV/AIDS, TBC dan malaria.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1185



      20. Dua Ibu Rumah Tangga Idap HIV/AIDS

      Timor Express, 04 Juni 2009

      Kini Diopname di RSU Kupang

      KUPANG, Timex--Berdasarkan data baru yang dikantongi oleh Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang, terdapat penambahan dua pengidap virus mematikan, HIV/AIDS di Kota Kupang. Keduanya adalah ibu rumah tangga, yang kini sedang menjalani perawatan di RSU Kupang.Sekretaris KPAD Kota Kupang, Bastian Benufinit, kepada Timor Express, selasa (2/6) lalu di Balaikota menjelaskan adanya fakta itu.

      Ia mengurai, kedua ibu rumah tangga yang demi kenyamanan mereka, identitasnya dirahasiakan. "Kita sudah identifikasi, seorang ibu sudah empat hari diopname di RSU Kupang. Ibu ini sudah beberapa bulan yang lalu melahirkan dan anaknya juga kemungkinan juga mengidap virus ini,"jelasnya.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1184



      21. 85 Persen Kasus AIDS Tidak Terdeteksi

      Harian Analisa, 04 Juni 2009

      Jakarta, (Analisa)

      Kasus sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (AIDS) baru terdeteksi 15 persen dari angka proyeksi, 85 persen lainnya belum terdeteksi serta tersentuh layanan pemeriksaan maupun pengobatan.

      Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi di Jakarta, Rabu, hingga Maret 2009 secara kumulatif kasus AIDS yang terdeteksi sebanyak 16.964 kasus, sementara proyeksi jumlah kasusnya diperkirakan 169.230 sampai 216.820 kasus.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1183



      22. HIV/AIDS di Jabar 4.520 Kasus

      Galamedia, 04 Juni 2009

      KUNINGAN,(GM)-
      Kepengurusan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kab. Kuningan yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan HIV dan AIDS dilantik. Kepengurusan KPA masa bakti 2009-2014 ini dilantik oleh Sekretaris KPA Jawa Barat, Dr. Ruhiyat, M.Si., Rabu (3/6) di Pendopo Setda Kuningan.

      Ruhiyat menyebutkan, data kasus HIV dan AIDS di Jawa Barat hingga Maret 2009, tercatat sebanyak 4.520 orang terjangkit virus mematikan tersebut, terdiri atas 2.682 penderita AIDS dan 1.838 HIV. Sebanyak 70% berada pada kelompok usia produktif, 20-39 tahun, dan faktor risiko penyebab terbesar 67% akibat jarum suntik.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1182



      23. Rp.12,6 Miliar Tanggulangi HIV/AIDS di Riau

      RiauInfo.com, 04 Juni 2009

      GLOBAL FUN TEMUI KPA RIAU...

      Surya

      PEKANBARU (RiauInfo) - Lembaga Dunia non profit, Global Fund, secara resmi menyatakan penyaluran bantuan untuk pencegahan penenggulangan penyebaran virus HIV/AID ke Provinsi Riau. Lembaga dunia penanggulangan HIV/AIDS, TBC dan malaria ini menyalurkan bantuan Rp.12,6 miliar untuk penanggulangan HIV/AID di Riau tahun ini.

      Sekretaris Komisi Nasional Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, Nafsiah Mboy, secara langsung datang menemui Wakil Gubernur Riau Raja Mambang Mit yang juga menjabat ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau, Kamis (4/6/2009) ini di Pekanbaru.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1181



      24. Cegah HIV, Pasangan Calon Pengantin Wajib Tes Kesehatan

      Bengkulu Express, 04 Juni 2009

      Terkait hal itu. Wakil Gubernur HM Syamlan Lc meminta semua masyarakat Bengkulu untuk mewasdai dan berhati-hati terhadap penyakit itu. Salah satunya dengan cara menjaga pergaulan yang baik. Selain itu, Syamlan mengingatkan bagi pemuda-pemudi yang mau nikah jangan sampai tertipu dengan mendapatkan pasangan yang sudah terkena HIV/AIDS.

      Bahkan, dikatakan Syamlan, saat ini Departemen Agama (Depag) Bengkulu minta mengkaji perlunya tes kesehatan terhadap pasangan yang akan menikah. Bahkan itu dijadikan salah satu persyaratan pernikahan. Supaya, pasangan yang akan menikah itu tahu apakah calon suami, atau calon istrinya itu bebas dari penyakit HIV/AIDS. Jika mereka sudah mengetahui jika salah satu pasangannya itu mengidap HIV, tapi mereka tetap akan menikah, ya tidak masalah, asal mau menanggung risikonya, katanya.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1180



      25. 800 Pengidap HIV/AIDS di Maluku

      Antara News, 04 Juni 2009

      Ambon (ANTARA News) - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Maluku sejak 1994 hingga periode Maret 2009 mencapai 800 orang, 489 mengidap HIV dan 311 sudah dinyatakan positif AIDS.

      "Pengidap terbanyak sekitar 83 persen berusia 15-39 tahun, dan sisanya 17 persen berusia 40-60 tahun," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Syamsuddin Asis, kepada ANTARA di Ambon, Rabu.

      Ia mengungkapkan, 64 persen penderita berjenis kelamin perempuan, kebanyakan penjaja seks komersial, dan 36 persen laki-laki.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1179



      26. People with deadly virus continue to face stigma

      the Jakarta Post Online, 03 Juni 2009

      Luh De Suriyani, The Jakarta Post , Denpasar | Wed, 06/03/2009 2:35 PM | Bali

      Thirty-three-year-old Nyoman Masni looked nervous as she received antiretroviral treatment - to prevent the transmission of HIV to her unborn baby - at Sanglah General Hospital, in Denpasar, last Wednesday.

      Masni, a resident of Klungkung regency, works as a street cleaner."Please, don't tell my family and neighbors that I am having thistreatment because I would be exiled from the community," she pleaded.

      Masni is undergoing antiretroviral therapy (PMTCT) at the hospital and is six months pregnant with her fifth baby. She is very skinny and pale.


      Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1178




      (Message over 64 KB, truncated)
    • Pengelola www.aids-ina.org
      Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 15 June 2009 Sampai Tanggal: 22 June 2009 _____ 1. Anak jalanan rentan terinfeksi HIV/AIDS
      Message 2 of 8 , Jun 21, 2009
      View Source
      • 0 Attachment

        Kumpulan Berita Media Massa
        HIV-AIDS dan Narkoba
        Dari Tanggal: 15 June 2009 Sampai Tanggal: 22 June 2009


         

        1. Anak jalanan rentan terinfeksi HIV/AIDS

        Waspada Online, 20 Juni 2009

        PRAWIRA SETIABUDI

        MEDAN - Anak- anak jalanan yang banyak hidup berkeliaran di jalan-jalan dan beberapa tempat di seputar Kota Medan ini merupakan sosok yang paling rentan terkena virus HIV&AIDS. Demikian menurut kepala sub bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Medan , Rumondang. melalui unit penanggulangan penyakit HIV/AIDS Dinkes Medan Mardohar Tambunan.

        Menurut Mardohar, yang biasa di panggil Dr.Edo ini kepada Waspada online mengatakan, anak-anak jalanan memang rentan terkena HIV/AIDS,karena ruang lingkupnya sangat luas dan tidak terjangkau.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1284



        2. HIV versus mankind, the battle rages-on!

        the Jakarta Post Online, 20 Juni 2009

        Halim Danusantoso, JAKARTA | Sat, 06/20/2009 11:12 AM | Opinion

        Almost all aspects of HIV have now been elucidated, and more than 15 potent antiretrovirals (with more to follow), have become available.

        There are HIV programs across the world, involving innumerable governmental agencies and NGOs. Nevertheless, the disease continues to spread and AIDS patients are still dying every day, especially in developing countries. This is the greatest irony of the turn of this century.

        The good news is that now HIV+ people from rich countries or those financially able to get good medical care need not die from AIDS anymore. They can live a normal life and might have the same life-expectancy as those who are uninfected. The most prominent example is the former basketball star Magic Johnson, who has appeared on the cover of Time magazine several times. Unfortunately, Magic’s fate is not shared by most, if not all, people in developing countries.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1283



        3. Pengidap HIV/AIDS Bengkulu Terancam

        Bengkulu Express, 20 Juni 2009

        Tes ini yang biasa disebut sebagai total lymphocyte count atau TLC. Jika jumlah CD4 tidak terpantau, maka semakin rusak sistem kekebalan, semakin rendah TLC, terangnya.

        Akibat dari infeksi HIV itu adalah kerusakan pada sistem kekebalan tubuh. HIV membunuh satu jenis sel darah putih yang disebut sel CD4. Sel ini adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Jika jumlahnya kurang, sistem tersebut menjadi terlalu lemah untuk melawan infeksi. Jumlah sel CD4 dapat diukur melalui tes darah khusus. Jumlah normal pada orang sehat berkisar antara 500 sampai lebih dari 1.500., ucapnya.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1282



        4. City short of health clinics providing methadone

        the Jakarta Post Online, 19 Juni 2009

        Indah Setiawati, The Jakarta Post , Jakarta | Fri, 06/19/2009 11:57 AM

        The Jakarta AIDS Eradication Commission (KPA) said the city needed more public health clinics providing treatment for heroin addicts to prevent the spread of HIV/AIDS caused by sharing needles.

        "Currently, we only have 10 public health clinics that offer methadone treatment. We hope to see more of those services around the city," John Alubwaman, Jakarta's KPA head promotion and prevention, said on the sidelines of an AIDS prevention program, Jakarta Stop AIDS, at the Central Jakarta municipal office on Thursday.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1281



        5. Pemkab Sergai Serius Tangani HIV/AIDS

        Harian GLobal, 19 Juni 2009

        Written by Edi Saputra

        Kepedulian Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) terhadap masalah penanggulangan HIV/AIDS diaktualisasikan melalui pembentukan Komisi Penanggulan AIDS (KPA) Kabupaten Serdang Bedagai yang diketuai oleh Bupati Sergai HT Erry Nuradi dan Ketua Pelaksana Wabup H Soekirman.

        Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dengan delapan daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara pada bulan Mei lalu di Medan, KPA Sergai mengadakan evaluasi perkembangan respons terhadap masalah HIV/AIDS di Kabupaten Sergai yang dilaksanakan di aula Sultan Serdang di Sei Rampah, Kamis (18/6).


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1280



        6. Usia Produktif Mendominasi Kasus AIDS

        Harian Berita Sore, 19 Juni 2009

        Jakarta ( Berita ) : Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala Sari, di Jakarta, Jumat [19/06] mengatakan, jumlah kasus AIDS didominasi oleh golongan usia produktif 20-29 tahun, yang mencapai 8567 kasus.

        “Meningkatnya kasus AIDS pada usia muda lebih banyak dikarenakan heteroseksual atau bergonta-ganti pasangan, homoseksual, pemakaian jarum suntik secara bergantian (IDU), dan ibu berusia muda yang sedang hamil yang mengidap AIDS yang menyebabkan penularan terhadap bayi yang dikandungnya,” katanya.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1279



        7. Penderita HIV/AIDS Bertambah 7 Orang

        Pos Kupang Online, 19 Juni 2009

        KUPANG, POS KUPANG.Com -- Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Kupang bertambah tujuh orang. Dengan demikian, jumlah penderita HIV/AIDS saat ini menjadi 155 orang dari sebelumnya 148 orang.

        Wakil Walikota Kupang yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang, Drs. Daniel Hurek, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2009), menjelaskan, penambahan penderita HIV/AIDS diketahui setelah mereka memeriksakan kesehatan di RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang. Pemeriksaan dilakukan atas kesadaran sendiri terhadap bahaya penyakit HIV/AIDS.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1278



        8. Alat Tes HIV/AIDS Dikembalikan, ODHA Resah

        Kompas.Com, 19 Juni 2009

        BENGKULU, KOMPAS.com — Yayasan nonpemerintah, Kipas, menyayangkan pihak RSUD M Yunus yang mengembalikan alat untuk mengetahui jumlah virus dalam tubuh penderita HIV atau yang disebut CD4 karena alasan tidak memiliki operator dan dana operasional.

        "Ini merupakan langkah mundur bagi penanggulangan HIV di daerah setempat, dan pengembalian alat tersebut menyebabkan para ODHA (orang dengan HIV/AIDS) resah karena alat itu sangat penting," kata Direktur Kipas, Merly Yuanda, Jumat (19/6).


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1277



        9. Hampir 70 Persen Penularan HIV/AIDS dari Jarum Suntik

        Republika Online, 19 Juni 2009

        JAKARTA -- Hampir 70 persen penularan penderita HIV/AIDS di DKI Jakarta disebabkan pemakaian jarum suntik secara bergantian oleh para pecandu narkoba, 29 persen disebabkan perilaku seks bebas dan seks menyimpang, dan satu persen disebabkan pertukaran (transfusi) darah. Rata-rata penderita HIV/AIDS tersebut berusia 19-25 tahun.

        Data dari Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) DKI Jakarta tersebut diungkapkan pada peluncuran program Pencegahan Primer Penyebaran HIV/AIDS dan Narkoba yang bertajuk Jakarta Stop AIDS., Kamis (18/6). Program ini diselenggarakan PT Unilever Indonesia , Tbk melalui Yayasan Unilever Indonesia , bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1276



        10. Ditemukan, Suami-Istri Penderita HIV

        Suara Merdeka, 19 Juni 2009

        REMBANG - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang mencatat selama enam bulan terakhir ini (Januari-Juni) terdapat lima warga yang dinyatakan positif mengidap human immunodeficiency virus (HIV)/acquired immuno deficiency syndrome (AIDS).

        “Namun seorang di antara mereka telah meninggal dunia,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Rembang, dokter Endang Hartuti.

        Semua pengidap HIV itu adalah warga Rembang yang bekerja di luar daerah yang merupakan kelompok berisiko tinggi terkena penyakit mematikan itu. Bahkan di antara mereka ada yang berstatus suami istri. Usia termuda dari mereka adalah 24 tahun dan yang tertua 50 tahun.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1275



        11. Sumut perlu terapkan SK bebas HIV/AIDS

        Waspada Online, 18 Juni 2009

        MEDAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menilai, surat keterangan bebas penyakit HIV/AIDS bagi pasangan yang hendak menikah sudah pantas diterapkan di Sumut.

        Ketua MUI Sumut, Abdullah Syah, tadi siang mengatakan, peraturan mengenai cek HIV/AIDS sebagai syarat menikah sudah layak dibuat dan diterapkan di Sumut mengingat jumlah pengidap HIV/AIDS di Sumut sudah sangat memprihatinkan.

        Dengan adanya surat keterangan tersebut, masing-masing pasangan yang hendak menikah diharapkan tidak tertipu jika kelak salah satu pasangan terjangkit penyakit berbahaya itu setelah menikah, sehingga keluarga merasa benar-benar aman.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1274



        12. Kasus Terakhir, HIV 315 dan AIDS 154 Kasus

        Posmetro Batam, 18 Juni 2009

        KARIMUN, METRO: Resiko penularan virus HIV dan AIDS terus menjadi ancaman. Oleh karena itu, perlu penanganan yang serius sebelum wabah penyakit yang belum ada obatnya dengan leluasa menular kepada siapa saja. Tidak hanya Pekerja Sex (PS) yang memiliki resiko tertinggi tertular HIV/AIDS, masyarakat awam juga berpotensi terjangkit virus ini, bila sering melakukan hubungan seksual dengan cara menyimpang.

        Angka terakhir, virus HIV/AIDS di Kabupaten Karimun yang terdeteksi sebanyak HIV tercatat 315 kasus, dan AIDS sebanyak 154 kasus. "Inilah angka kasus terakhir yang berhasil terdata," kata Program Manager Yayasan Sri Mersing Raja Rustam Efendi, Rabu (17/6). Sebagai LSM Peduli HIV/AIDS, terangnya lagi lembaga terus melakukan penyuluhan, penjangkauan, pendampingan, dan jugfa diskusi kelompok.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1273



        13. HIV/AIDS Naik, Kerahkan PKK

        Surya Online, 18 Juni 2009

        Kamis, 18 Juni 2009 | 8:15 WIB | Posts by: Judi Prasetyo

        Klojen - SURYA-Angka kematian, kesakitan, serta infeksi yang diderita kelompok injecting drug user (IDU) atau yang biasa disebut orang dengan HIV/AIDS (ODHA) meningkat secara signifikan. Ini terjadi karena terlambatnya penanganan kasus, sulitnya mencapai pelayanan kesehatan, dan terbatasnya pengetahuan tentang perawatan penderita HIV/AIDS.

        Berdasarkan penderita yang periksa di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dan RSI Dinoyo, jumlah penderita HIV/AID sebanyak 693 orang untuk pria, dan 296 orang untuk wanita. Sedangkan bayi yang terinfeksi HIV/AID sebanyak 19 orang (selengkapnya lihat tabel).


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1272



        14. Meminimalisir Penyebaran HIV

        Manado Post, 18 Juni 2009

        Jeinne: Masyarakat Mesti Lebih Sadar

        HIV/AIDS menjadi penyakit yang ditakuti masyarakat dunia, karena sampai sekarang belum ada obatnya. Tetapi, banyak pula yang tak menyadari setiap orang punya kesempatan tertular virus ini jika tak memperhatikan gaya hidup.

        Jeinne Weenas, salah satu public figure yang memberikan sedikit waktunya, untuk peduli dengan penyakit yang sudah menjangkiti 489 orang di Sulut ini. Jeinne mengungkapkan, setiap orang punya peluang tertular virus HIV, apalagi bagi mereka yang kurang memahami HIV/AIDS. “Menurut banyak orang, kalangan selebritis sangat rentan terjangkit virus ini. Tetapi walaupun hidup glamour dan dekat dengan kehidupan malam, tidak selamanya kami (selebriti, red) mengidap HIV,” kata bintang sinetron di Ada Apa Dengan Cinta (AADC). “Dalam kenyataannya, malah yang sering berkampanye tentang penanggulangan HIV/AIDS adalah kaum selebriti,” tambahnya.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1271



        15. HIV Dapat Diobati

        Manado Post, 18 Juni 2009

        Diberi ARV Bisa Beraktivitas Hingga Renta
        Dr Denny Ngantung MKed SpS


        HIV sekarang sudah merupakan pandemi dunia, karena penyebarannya sudah melintasi batas negara dan bahkan benua. Kasus HIV meningkat secara eksponensial. Dr Denny Ngantung MKed SpS, spesialis saraf dan neuroAids mengatakan, diperkirakan bila penyebaran masih terus seperti ini maka 20 tahun depan, 50 persen penduduk dunia sudah terinfeksi HIV. “Sebenarnya keadaan seperti ini sudah menjadi ‘keadaan darurat’, yang perlu penanganan lintas sektor secara global,” ujarnya.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1270



        16. Program Jakarta Stop AIDS Diluncurkan

        Republika Online, 18 Juni 2009

        JAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Yayasan Unilever meluncurkan program pencegahan primer penyebaran virus HIV/AIDS serta narkoba bertajuk Jakarta Stop AIDS.

        Wali Kota Jakarta Pusat, Syilviana Murni, di Jakarta, Kamis (18/6) mengatakan, kegiatan ini diharapkan sebagai penyadaran prilaku hidup bersih dan sehat dengan menghindari serta mencegah penyebaran dan penularan HIV/AIDS dan narkoba, khususnya pada kalangan kelompok umur remaja. "Kami sangat mendukung adanya kegiatan ini, agar Jakarta terbebas dari HIV/AIDS," katanya di acara peluncuran "Jakarta Stop AIDS" di ruang serbaguna Pemkot Jakarta Pusat.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1269



        17. Ratusan Siswa Jadi Duta ' Jakarta Stop AIDS'

        Kompas.Com, 18 Juni 2009

        JAKARTA, KOMPAS.com - PT Unilever Indonesia melalui payung program Yayasan Unilever Indonesia hari ini (18/6) meluncurkan program 'Jakarta Stop AIDS' dan memilih duta bagi program tersebut yang terdiri dari ratusan siswa-siswi SMA dan SMP di Jakarta Pusat.

        Bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat, peluncuran program tersebut digelar Kamis (18/6) di kantor walikota Jakarta Pusat. Manajer Program Pendidikan Kesehatan Publik Yayasan Unilever Indonesia, dr Leo Indarwahono, menuturkan bahwa 'Jakarta Stop AIDS' merupakan pilot project yayasan tersebut di Jakarta, khususnya terkait pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja usia sekolah.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1268



        18. PMTCT minimalkan penularan HIV/AIDS pada janin

        Waspada Online, 18 Juni 2009

        Dua bayi berhasil diselamatkan

        DAVID SWAYANA

        MEDAN - Program Preventif Mother to Child Transmision (PMTCT) efektif meminimalkan penularan Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) dari ibu kepada janin yang dikandungnya.

        Terbukti, pada tahun 2007 ada dua bayi yang dilahirkan oleh wanita pengidap HIV/AIDS berhasil diselamatkan dan tidak tertular virus dari penyakit mematikan tersebut.

        "Kedua ibunya HIV positif dan mengikuti PMTCT pada 2007. Hasilnya, ketika usia bayi sudah 24 bulan, hasil tes antigennya menunjukkan negatif HIV," kata Kadis Kesehatan Sumut dr. Candra Syafei, SpOG melalui Pelaksana Kasubdin Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Suhartini, tadi malam.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1267



        19. SPKs siap tanggulangi ODHA

        Waspada Online, 17 Juni 2009

        PRAWIRA SETIABUDI

        MEDAN - SPKs (Sumatera Peduli Kesehatan) siap menampung orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Sumatera Utara, khususnya bagi mereka yang berdomisili di Kota Medan .

        "Kita siap menampung para pasien HIV/AIDS yang ada di Kota Medan maupun di seluruh Sumatera Utara," kata direktur SPKs, Hendra, kepada Waspada Online, tadi pagi.

        Menurut Hendra, SPKs adalah sebuah lembaga yang bergerak di bidang kesehatan, khususnya HIV/AIDS sejak 9 Pebruari 2007 dibawah Pembina, Rahmad Kurniawan.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1263



        20. Terapi metadon untuk pengidap HIV/AIDS

        Waspada Online, 17 Juni 2009

        PRAWIRA SETIABUDI

        MEDAN - Untuk membuat pengidap HIV/AIDS dapat bertahan dan tidak mengalami gangguan kesehatan, setiap ODHA akan diberikan cairan Metadon untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut.

        Menurut, Mardohar Tambunan, dari Dinas Penanggulangan HIV/AIDS Dinas Kesehatan Sumut kepada Waspada Online, tadi siang, mengatakan, metadon adalah obat yang merupakan oploid sintetik yang dapat digunakan bagi pasien ODHA yang ketergantungan narkoba.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1262



        21. HIV/AIDS Sudah Tujuh Kasus

        Radar Sulteng, 17 Juni 2009

        Dinkes Banggai Lakukan Penyuluhan di SMK dan SMA

        LUWUK - Untuk menyebarluaskan informasi tentang infeksi menular seksual (IMS) dan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di kalangan siswa sekolah, Dinas Kesehatan Banggai bersama sejumlah petugas di puskesmas menggelar penyuluhan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kecamaan Toili dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bunta. Kegiatan ini disambut antusias ratusan siswa di daerah itu. Walaupun berlangsung singkat, tetapi peserta antusias mengajukan pertanyaan terkait penyakit mematikan ini.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1261



        22. Waspada!! 1.348 Terinfeksi HIV AIDS

        Bengkulu Express, 17 Juni 2009

        Sedang 1 lagi warga Seluma meninggal di RS Cipto Mangunkusumo,'' ujar Sekretaris Komisi Penanganan HIV/AIDS (KPA), Arna Maretta,SH,M.Si pada BE kemarin.

        Sementara 3 penderita HIV AIDS yang baru terdeteksi, beberapa hari ini masuk dan dirawat di RSUD M Yunus. Ketiganya warga kota Bengkulu dan usianya sudah tergolong dewasa. ''Baik tiga orang yang mati dan 3 orang yang baru masuk rumah sakit semuanya terinfeksi karena menggunakan narkoba dan melakukan seks bebas. Biasanya pemakai narkoba cenderung melakukan free seks,'' tegasnya.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1260



        23. HIV/AIDS Terus Mengancam Remaja Kalteng

        Banjar Masin Post, 17 Juni 2009

        PALANGKARAYA, RABU - Wakil Gubernur Provinsi Kalteng, H Achmad Diran mengingatkan remaja agar tidak terlibat narkoba dan seks bebas. Pasalnya hal itu sangat rentan penularan penyakit, termasuk HIV/AIDS yang mematikan.

        Dia juga meminta orangtua mengawasi pergaulan anak mereka agar tidak terjerumus. "Pergaulan dapat dihindari asal diawasi orangtua dan lingkungan," jelas dia, Rabu (27/6).


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1259



        24. Serem... 1.700 Pelajar Bandung Terjangkit HIV-AIDS

        Tempo Interaktif, 17 Juni 2009

        TEMPO Interaktif, Bandung : Jumlah pengidap HIV-AIDS di Kota Bandung berada di posisi teratas se-Jawa Barat. Hingga April 2009, menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Bandung Fetty Sugiharti, tercatat ada 1.744 orang. Sebagian besar berusia produktif dan berstatus sebagai pelajar.

        Dari 1744 kasus itu, 885 orang diketahui mengidap HIV dan 859 orang adalah penderita AIDS. Sebanyak 3,2 persen berasal dari kalangan siswa berusia 15-19 tahun. ”Paling banyak 62 persen berumur 20-25 tahun,” kata Fetty dalam sebuah workshop HIV-AIDS di Bandung, Rabu (17/6).


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1258



        25. Penyebaran HIV-AIDS Harus Dikendalikan

        Cenderawasih Post, 17 Juni 2009

        MERAUKE- Untuk mengembangkan kreatif bagi para siswa dalam menyajikan penulisan atau informasi di sekolah lewat media Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIA) atau sebelumnya dikenal dengan majalah dinding menyangkut kasus HIV-AIDS atau permasalahan yang ada di sekitarnya, sekitar 40 siswa dari 13 SMA/SMK se-Kota Merauke mengikuti pelatihan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIA) Selasa (16/6), kemarin.

        Ketua Panitia Penyelenggara, Daniel Taraneno, S.Pd yang juga Koordinator Kelompok Pemerhati AIDS Sekolah (Kompas) SMA John 23, menengaskan, kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk menanamkan secara dini rasa tanggung jawab kepada para siswa untuk mengendalikan penyebaran HIV-AIDS di Kabupaten Merauke.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1257



        26. Kasus HIV/Aids di Indonesia Terus Naik

        Surya Online, 16 Juni 2009

        Selasa, 16 Juni 2009 | 17:09 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo

        JAKARTA | SURYA Online - Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia berdasarkan laporan Ditjen Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Departemen Kesehatan RI terus meningkat.

        Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala Sari, di Jakarta, Selasa (16/6) mengatakan, jumlah kasus HIV dan AIDS tersebut setiap tahunnya semakin meningkat karena banyak masyarakat yang tertular dan baru mengetahui berpenyakit HIV dan AIDS.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1255



        27. Ranperda HIV AIDS Belum Disahkan

        Manado Post, 16 Juni 2009

        MANADO —Penetapan Ranperda yang sudah selesai dibahas menjadi bagian di Rapat Paripurna DPRD Sulut. Ini merupakan bagian lain dari agenda utama pengesahan pembahasan LKPJ APBD 2008 yang akan dihadiri Gubernur SH Sarundajang. Namun khusus Ranperda HIV/AIDS belum dapat disahkan pada rapat paripurna ini, karena belum juga tuntas. ”Untuk Ranperda yang sudah selesai akan diparipurnakan bersama. Tapi khusus Ranperda HIV AIDS belum,” aku Koordinator Pansus, Arthur Kotambunan.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1254



        28. Walikota Ajukan Ranperda Penanggulangan HIV/AIDS ke DPRD Tanjungbalai

        Harian Sinar Indonesia Baru, 16 Juni 2009

        Tanjungbalai (SIB)

        Sembilan rancangan peraturan daerah (Ranperda) salah satunya tentang penanggulangan dan pencegahan penyakit HIV/AIDS, diajukan Walikota Tanjungbalai dr Sutrisno Hadi SpOg ke DPRD setempat untuk di bahas dijadikan peraturan daerah.

        Ke-9 Ranperda itu, yakni tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah, Ranperda tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS, Ranperda tentang pembangunan jangka panjang, Ranperda tentang penyedotan kakus/MCK, Ranperda tentang pengelolaan tentang pinjaman dana bagi Koperasi, Usaha kecil dan menengah. Ranperda tentang retribusi izin usaha pengelolaan sarang walet, ranperda tentang retribusi pos terminal, ranperda tentang pengelolaan PDAM Tirta Kualo dan ranperda tentang retribusi persampahan.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1253



        29. Pedagang Sukaramai Bakar Diri

        Harian Global, 16 Juni 2009

        Written by Dedi

        Divonis terjangkit HIV/AIDS, membuat Amin alias Feng Khuat frustasi. Pedagang kain Sukaramai itu nekad mengahiri hidup dengan cara membakar diri.

        Ayah dua anak itu meregang nyawa di dalam kamar tidur lantai dua rumahnya Jalan Keruing Nomor 2P Lingkungan VIII Sekip Medan Petisah. Hampir sekujur tubuhnya melepuh.

        Aksi nekat lelaki malang 49 tahun ini diketahui pertama kali oleh Lamsiar (42) perawat pribadinya, Senin (15/6) sekira pukul 08.00 WIB. Lamsiar kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsekta Medan Baru.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1252



        30. Napi HIV/AIDS Gantung Diri

        Warta Kota , 16 Juni 2009

        Jatinegara,Warta Kota

        Diduga karena depresi akibatkan penyakit HIV/AIDS yang diidapnya, SL (30) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pintu kamar jenazah Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Senin (15/6) petang.

        Informasi dihimpun, narapidana yang tengah menjalani hukuman 1 tahun 3 bulan itu gantung diri menggunakan kain sprei yang dililit-lilit menjadi tali gantungan.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1251



        31. Seks Bebas Transmisi HIV Tertinggi

        Warta Kota , 16 Juni 2009

        Palmerah, Warta Kota

        Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia, berdasarkan laporan Ditjen Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Departemen Kesehatan RI , terus meningkat. Bergonta-ganti pasangan seksual merupakan bentuk transmisi HIV tertinggi.

        Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala Sari, mengatakan pada Selasa (16/6), jumlah kasus HIV dan AIDS setiap tahun semakin meningkat karena banyak masyarakat yang tertular dan baru mengetahui berpenyakit HIV dan AIDS.


        Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1250



        32. PMI Buka Layanan Informasi HIV/ AIDS

        Tribun Kaltim, 16 Juni 2009

        TARAKAN - Guna menanggulangi penyebaran HIV/ AIDS, Palang Merah Indonesia (P

        (Message over 64 KB, truncated)

      • Pengelola www.aids-ina.org
        Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 20 July 2009 Sampai Tanggal: 27 July 2009 _____ 1. GMIM Tangkal HIV/AIDS Manado Post, 25 Juli
        Message 3 of 8 , Jul 26, 2009
        View Source
        • 0 Attachment

          Kumpulan Berita Media Massa
          HIV-AIDS dan Narkoba
          Dari Tanggal: 20 July 2009 Sampai Tanggal: 27 July 2009


           

          1. GMIM Tangkal HIV/AIDS

          Manado Post, 25 Juli 2009

          KAPITU-Rangkaian peringatan HUT Berlian GMIM Bersinode, digelar berbagai kegiatan yang sangat bermanfaat bagi jemaat. Antara lain dengan melaksanakan penyuluhan hukum, Hak Asasi Manusia, Trafficking, dan HIV/AIDS. Penyuluhan yang digelar di GMIM Kalvari Kapitu Amurang Jumat (24/7) ini, melibatkan unsur pendeta, guru agama, penatua dan syamas di rayon XI dan XII wilayah pelayanan GMIM.

          Penyuluhan diawali dengan ibadah yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat Kalvari Kapitu Pdt Sonny Repi STh. Dilanjutkan dengan penyuluhan yang diakhiri dengan dialog. Toar Palilingan SH selaku pembicara, menyampaikan penjelasan tentang UUD yang berkaitan dengan kehidupan umat beragama. Sedangkan Ronny Maramis, memberikan penekanan tentang bahaya trafficking. “Semua harus waspada terhadap rayuan-rayuan manis yang beselimutkan penawaran pekerjaan apalagi yang mempekerjakan manusia ke luar negeri,” kata Maramis.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1471



          2. FKUB Susun Buku HIV/AIDS

          Manado Post, 25 Juli 2009

          FORUM Kerukunan Umat Beragama (FUB) Sulut akan menyusun buku tentang penyakit HIV/AIDS. Penyusunan akan diawali dengan perencanaan penyusunan yang digelar di Lokon Resting Tomohon pagi ini (Sabtu, 25/7) pukul 09.00 wita.

          Ketua FKUB Pdt Nico Gara didampingi Wakil Ketua H Halil Domu dan Sekretaris Amien Lasena mengatakan, saat ini, enam tokoh agama di Sulut sedang menulis tentang penyakit yang sedang mewabah di setiap daerah ini. ‘’Tulisan ini berupa renungan, pembahasan dan pembinaan dari pandangan 6 agama,’’ jelas mereka.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1470



          3. Banyak Warga Tak Sadar Sudah HIV

          Manado Post, 25 Juli 2009

          Sulut Siapkan 10 Klinik VCT

          MANADO — Harus diakui, lebih mudah untuk mengetahui seseorang itu sudah mengidap Acquire Immuno Deficiency Syndrome (AIDS), ketimbang mengetahui seseorang itu sudah terinfeksi Human Immuno Deficiency Virus (HIV). Seseorang mengidap AIDS, bisa dilihat dari gejala fisik yang muncul. Tetapi, HIV tidak memunculkan gejala. “Ini yang berbahaya. Mungkin saja banyak warga yang tidak mengetahu kalau sudah mengidap virus HIV,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulut Dr MSJ Tangel Kairupan.

          Ia menjelaskan, penyakit HIV/AIDS ini adalah penyakit istimewa. Karena, penyebaran penyakit ini berlangsung sepanjang masa, tidak terpengaruh dengan iklim dan musim, seperti kasus penyebaran virus influenza sekarang ini. Karena itu, sangat penting untuk memeriksakan kesehatan. Di Sulut sudah ada 10 lokasi Voluntary Counselling and Testing (VCT) (lihat grafis, red). “Penyakit special, karena akan diidap sepanjang hidupnya,” jelasnya.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1469



          4. Korban HIV/AIDS terus bertambah

          Wawasan Online, 25 Juli 2009

          WONOGIRI - Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, Jumat (24/7) mengirim pasien suspect HIV/AIDS. Itu dilakukan karena pasien yang bersangkutan kondisinya kian memburuk setelah dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Wonogiri, sejak Sabtu (18/7) lalu.

          Hal itu disampaikan Kepala Dinas kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, dr Aug Djarot Budiharso Mkes, melalui dr Widodo Mkes, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular serta Kesehatan Lingkungan (P3MKL) Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1468



          5. Warga Jatipurno diduga idap HIV/AIDS

          Solo Pos, 25 Juli 2009

          Wonogiri (Espos)
          Seorang warga Jatipurno, diduga terkena virus HIV/AIDS. Untuk membuktikannya, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mengirimkan pasien itu ke RSUD dr Moewardi, Solo, Jumat (24/7). Petugas DKK belum berani memastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan oleh RSUD. Pengidap HIV/AIDS di Wonogiri rata-rata bekerja di luar daerah dan pulang ke Wonogiri saat sakit. Namun jika pasien itu terbukti menderita virus HIV/AIDS, Pemkab menyediakan dana bantuan senilai Rp 1,5 juta untuk pengobatan pasien. Demikian disampaikan Kepala DKK Wonogiri, dr Aug Djarot melalui Kabid Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), dr Widodo. ”Masih observasi belum suspect dan tadi pagi (Jumat-red) diperiksakan ke RSUD Dr Moewardi, Solo. Mayoritas penderita (HIV/AIDS) impor, walau memang warga Wonogiri tetapi bekerja di luar daerah dan pulang saat sakit,” ujar Widodo.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1467



          6. Nah Lo..., Suka 'Jajan' Seks Enam Pelajar Kena HIV/AIDS

          Tempointeraktif, 25 Juli 2009

          TEMPO Interaktif, Malang - Enam pelajar di kabupaten Malang , Jawa Timur, dinyatakan pengidap HIV/AIDS. Remaja 15-18 tahun yang duduk di bangku sekolah menengah atas ini tertular virus karena hubungan seks bebas.

          Inilah penelusuran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Para pelajar itu diduga memakai jasa pekerja seks di sejumlah lokalisasi di Kabupaten Malang . "Kami prihatin, HIV/AIDS mulai menyerang pelajar," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Agus Wahyu Arifin kemarin.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1466



          7. Makin Banyak ABG Doyan ‘Jajan’ PSK

          Surya Online, 24 Juli 2009

          MALANG - SURYA-Satpol PP akan Sisir Pelajar Keluyuran di Lokalisasi. Ini peringatan bagi para orangtua agar selalu waspada dengan perilaku anak-anaknya. Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Malang menyebut, saat ini terjadi kenaikan jumlah penderita HIV dan AIDS berusia 14-18 tahun yang ditengarai karena seringnya mereka mencoba seks bebas di lokalisasi.

          Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Malang, dr Agus W Arifin menuturkan, kenderungan adanya kenaikan ‘konsumsi’ pekerja seks komersial (PSK) oleh pelajar ini terdekteksi dari peningkatan jumlah korban HIV dan AIDS.
          Meski relatif kecil, fakta menunjukkan demikian.

          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1465



          8. Pengidap HIV/AIDS Dapat Bantuan Finansial

          Pikiran Rakyat, 24 Juli 2009

          BANDUNG , (PRLM).-Banyak pengidap HIV/AIDS tidak mengetahui, pemerintah melalui Dinas Sosial baik itu di tingkat provinsi maupun di Kota /Kab., menyediakan bantuan finansial untuk pengidap HIV/AIDS dan keluarga inti.

          Hal itu diungkapkan konselor HIV/AIDS Hera kepada "PRLM" di Bandung , Jumat (24/7). Bantuan tersebut bertujuan untuk membantu perekonomian pengidap HIV/AIDS. Jika pengidap menikah dan memiliki anak, maka anggota keluarga tersebut juga mendapat bantuan sosial.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1464



          9. KPA Jabar Kirim Delegasi ke ICAAP ke-9

          Pikiran Rakyat, 24 Juli 2009

          BANDUNG , (PRLM).- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Barat akan mengirimkan sejumlah delegasinya untuk mengikuti "International Congress on AIDS in Asia and the Pasific (ICAAP) ke-9 yang akan berlangsung di Bali, 3-13 Agustus 2009 mendatang.

          "ICAAP memiliki makna sangat penting, KPA Jabar dapat mempelajari berbagai upaya yang dilakukan dunia internasional dalam memerangi epidemi HIV-AIDS yang kian memprihatinkan di Jabar," kata Anggota KPA Jawa Barat, Khoirul Naim seperti dikutip Antara, di Bandung, Jumat (24/7).


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1463



          10. Buruh Migran Rentan Dengan Penularan HIV AIDS

          Harian Berita Sore, 24 Juli 2009

          Jakarta (Berita): Kelompok rentan HIV/AIDS tidak hanya mencakup masyarakat Indonesia yang menghabiskan kebanyakan waktunya di suatu lingkungan saja. Tetapi kelompok masyarakat yang sering bepergian (mobile population) termasuk para buruh migran juga masuk dalam kelompok yang rentan tertular virus HIV.

          Solidaritas Perempuan mencatat bahwa pada tahun 2004 mencatat, dari sekitar 296.000 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) tujuan Timur Tengah yang diperiksa, 131 diantaranya terkena HIV. Ratusan calon TKI yang tercatat tertular HIV ini adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh Himpunan Pemeriksa Tenaga Kerja Indonesia (HIPTEK) yang beranggotakan klinik kesehatan tempat calon TKI mencek kesehatannya sebelum pergi ke negara penempatan.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1462



          11. Remaja Penderita HIV/AIDS di Malang Meningkat

          Republika Online, 24 Juli 2009

          MALANG – Kondisi remaja di wilayah Kabupaten Malang sangat mengkhawatirkan. Sebab, remaja yang terdeteksi terinfeksi virus HIV/AIDS sudah gawat, karena terus mengalami pengingkatan.Hingga semester pertama ini saja, remaja yang terdeteksi terinveksi virus HIV/AIDS itu ditemukan sekitar delapan anak. ''Ini luar biasa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,'' Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Agus W Arifin kepada wartwan, Jumat (24/7).

          Menurut Agus W Arifin, sesuai data yang ada di Komisi Pemberantasan HIV/AID dan Dinkes Kabupaten Malang, tahun 2003 hanya ada satu remaja terinveksi. Sedangkan tahun 2006 sekitar dua anak dan 2008 sebanyak tiga remaja. Sedangkan pertengahan tahun 2009 ini mencapai delapan remaja.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1461



          12. Sulut Perang Terhadap HIV/Aids

          Manado Post, 23 Juli 2009

          Sualang: Ancaman Terhadap Kehidupan Masyarakat

          MANADO — Pemerintah Provinsi Sulut mengajak semua pihak menyatakan perang terhadap HIV/Aids. Ajakan perang terhadap HIV/Aids disampaikan Wakil Gubernur Sulut Fredy H Sualang, ketika membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sulut, di ruang Mapaluse kantor Gubernur, kemarin.

          Ini sangat penting, karena penyebaran penyakit tersebut dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya, merupakan ancaman terhadap tatanan kehidupan masyarakat Sulut. Ini secara otomatis akan menghambat roda gerak pembangunan. “Sangat penting komitmen bersama, baik pada tataran personal maupun pada tataran institusional,” ajak Sualang di hadapan peserta Rakor dari pejabat pemerintah, tokoh agama dan masyarakat, LSM dan Pers.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1460



          13. Buat Berobat, Penderita AIDS Curi Tabung Elpiji

          Berita Jatim, 23 Juli 2009

          Reporter : Fakhrurrozi

          Surabaya (beritajatim.com) - Mengaku tak punya uang untuk berobat, seorang penderita HIV/AIDS mencuri tabung elpiji.
          Perbuatan itu dilakukan Charles Tampubolon (32), warga Jalan Jepara II, Surabaya.

          Namun, perbuatannya dipergoki pemilik toko yang diketahui bernama Tutik Hermaningsih, (42), juga warga Jalan Jepara. Akibatnya, Charles pun gagal mengobati penyakitnya dan sebagai gantinya harus mendekam di tahanan Polsek Bubutan.

          Pencurian yang dilakukan Charles ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di toko Aqua Fresh milik korban. Saat itu, tersangka berpura-pura hendak membeli tabung elpiji.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1459



          14. Mencemaskan, Penyebaran HIV/AIDS di Belu

          Pos Kupang, 23 Juli 2009

          ATAMBUA, SPIRIT--Penyebaran penyakit menular HIV dan AIDS di Kabupaten Belu saat ini sangat mencemaskan bagi masyarakat setempat. Selama dua tahun terakhir, 2008-2009, teridentifikasi 203 orang tertular HIV/AIDS. Dan, diperkirakan yang tidak teridentifikasi antara 800 sampai 1.800 orang, tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Belu.

          Kecemasan ini disampaikan Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus, B.A, ketika mengunjungi Kecamatan Botin Leobele dan Kecamatan Malaka Timur, Sabtu (11/7/2009).

          Dalam arahannya sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Belu, Taolin menyampaikan kepada masyarakat yang hadir apabila terdapat anggota keluarga atau sanak saudara yang teridentifikasi mengidap HIV/AIDS agar dibawa untuk berobat secara teratur.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1458



          15. Bandung Kota Tertinggi Kasus HIV-AIDS

          Berita Bandoeng, 23 Juli 2009

          BANDUNG: Sejak 1989 hingga Maret 2009 lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat secara kumulatif terdapat 4.520 kasus HIV-AIDS di Jabar, 1.838 diantaranya HIV positif dan 2.682 diantaranya AIDS.

          Jumlah kasus HIV-AIDS terbanyak dilaporkan dari Kota Bandung mencapai 1763 kasus, disusul Kota Bekasi 589 kasus, Kota Sukabumi 392 kasus, Kota Bogor 217 kasus dan Kab.
          Bandung 150 kasus.

          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1457



          16. KPA Jabar Kirim Delegasi Ke ICAAP

          Berita Bandoeng, 23 Juli 2009

          BANDUNG: Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat akan mengirimkan delegasnya untuk mengikuti kegiatan International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9, yang akan berlangsung di Bali, pada 9 – 13 Agustus 2009 mendatang.

          Anggota KPA Provinsi Jabar, Khoirul Naim, SKM., MEpid, mengatakan ICAAP sangat penting karena dalam ajang tersebut peserta dapat mempelajari berbagai upaya yang dilakukan dunia internasional dalam memerangi epidemi HIV-AIDS yang kian memprihatinkan di Jawa Barat.

          “Kita dapat menimba ilmu, sharing pengalaman, dan yang terpenting mempelajari success story dari berbagai negara dalam menekan laju kasus HIV-AIDS.," ujarnya.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1456



          17. Suamiku Memberi Hadiah Aku Virus Laknat

          Suara Merdeka, 23 Juli 2009

          Sepenggal Kisah ODHA (2-Habis)

          KUCERITAKAN kisahku ini, tidak lain agar bisa menjadi inspirasi buat teman-teman sesama ODHA (Orang yang hidup dengan HIV). Namaku Mawar, sebut saja demikian juga manusia biasa yang bisa putus asa ketika dokter memvonisku mengindap virus mematikan itu.

          Setelah kelahiran anak pertamaku, Sony di tahun 2004, hubunganku dengan keluarga di Wonogiri membaik. Satu setengah tahun kemudian, Edo anak ke duaku lahir.

          Aku melahirkan tanpa didampingi suami, karena Mas Joko sedang ada pekerjaan di luar kota . Saat itu, suamiku bekerja pada perusahaan event organizer (EO) yang berkantor megah di Pondok Indah, sebagai guitar technical sebuah grup band papan atas di Tanah Air. Syukurlah anak ke duaku lahir dengan selamat. Badannya montok dan mengemaskan.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1455



          18. DPRD Sulut Tolak Lokalisasi

          Manado Post, 21 Juli 2009

          MANADO —Pengesahan Perda HIV/AIDS akhir pekan lalu ikut menunjukkan sikap DPRD Sulut terhadap usulan lokalisasi.
          Semua fraksi di Gedung Cengkih Sario menolak tempat yang akan menjadi areal prostitusi di daerah ini.

          FPG, FPDIP, FDS, FPD dan PFK menyatakan setuju rancangan peraturan daerah (Ranperda) HIV/AIDS untuk di-perda-kan, termasuk menolak adanya lokalisasi pekerja seks komersil (PSK) di daerah ini. “Kami menyatakan menerima Ranperda HIV/AIDS diperdakan, dengan tegas menolak lokalisasi,” kata pembaca pemandangan umum FPG Pdt Manuel Mantiri.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1454



          19. Kugendong HIV ke Mana-mana

          Suara Merdeka, 22 Juli 2009

          Sepenggal Kisah ODHA (1)

          Tertular HIV/AIDS, tentu bukan menjadi keinginan setiap orang. Namun apalah daya ketika penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seseorang itu telanjur hinggap. Bukan hanya jiwanya yang terancam, tetapi juga dijauhkan dari pergaulan sosial. Seperti apa kisah orang dengan HIV/AIDS (ODHA), berikut penuturan nyata Mawar, perempuan muda yang tinggal di Wonogiri.

          MESKI suara itu disampaikan begitu lirih, tapi bagiku terdengar seperti halilintar. Dada ini rasanya mau meledak, begitu dokter memvonisku sebagai pengidap HIV, Oktober 2006.

          Virus laknat itu bukan saja menulariku, tapi juga telah merenggut suamiku, Joko (sebut saja demikian) dan anak keduaku, Edo (juga bukan nama sebenarnya).
          Beruntung Sony (juga nama samaran), anak pertamaku, lolos dari HIV. Keberadaan Sony yang membuatku tetap bertahan, meski HIV selalu kugendong ke mana-mana.

          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1453



          20. Narkoba dan Miras Picu HIV-AIDS

          Cenderawasih Pos, 22 Juli 2009

          Koordinator Umum Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat (YPKM) Papua wilayah Pegunungan Tengah, Jhon Suebu, SH mengatakan, penyebaran virus mematikan HIV-AIDS dipicu oleh Minuman Keras (Miras) dan Narkoba.

          Hal itu dikatakannya saat melakukan sosialisasi tentang bahaya Narkoba dan Miras yang berdampak pada HIV-AIDS di Jemaat GKI Oraet Labora Potikelek Wamena, Selasa (21/7)."Kasus HIV-AIDS meningkat akibat hubungan seksual yang berganti-ganti dan ini terjadi setelah mabuk sehingga fungsi kontrolnya hilang,"ungkapnya.


          Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1452


           -----------------------------------------------

          Pengelola aids-ina.org

          A better way in strengthening strategic information to guide a more effective

          Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org

           

        • Pengelola www.aids-ina.org
          Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 24 August 2009 Sampai Tanggal: 31 August 2009 _____ 1. Tiga Pelayan Pub di Lembata Mengidap HIV
          Message 4 of 8 , Aug 30, 2009
          View Source
          • 0 Attachment

            Kumpulan Berita Media Massa
            HIV-AIDS dan Narkoba
            Dari Tanggal: 24 August 2009 Sampai Tanggal: 31 August 2009


             

            1. Tiga Pelayan Pub di Lembata Mengidap HIV

            Pos Kupang, 29 Agustus 2009

            LEWOLEBA, POS-KUPANG.COM --Peringatan bagi kaum pria yang doyan "makan di luar rumah." Saat ini ada tiga wanita pelayan pub dan karaoke di sejumlah lokasi di Kota Lewoleba, terindikasi mengidap virus human immune deviciency sydrom (HIV).


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1716



            2. SPKs jangkau 900 orang rentan HIV/AIDS

            Waspada Online, 29 Agustus 2009

            MEDAN - Sejak Juni 2008 hingga Agustus 2009 LSM Sumatera Peduli Kesehatan (SPKs) HIV/AIDS telah menjangkau sedikitnya 900 orang kelompok resiko tinggi terkena HIV/AIDS agar mau memeriksakan diri ke Klinik VCT (Voluntary Counselling Testing). Mereka yang termasuk resiko tinggi yakni, PSK (Pekerja Seks Komersil), waria, dan sesama jenis.

            Hal ini disampaikan Direktur Program LSM SPKs Hendra, tadi malam.

            Hendra mengatakan, daerah-daerah yang sudah dijangkau LSM ini adalah Jl. Gajah Mada Medan, Djamin Ginting Medan, Simpang Selayang Medan, Tj. Morawa, dan Jl. Binjai. “Kami melakukan penjangkauan di oukup-oukup dan di tempat PSK-PSK lainnya. Tapi, dari 900 orang yang dijangkau yang terinfeksi HIV hanya sekitar 10 persen, mungkin saat diperiksa dengan mobile VCT atau klinik VCT belum kelihatan, kan masa inkubasinya 5 sampai 10 tahun.”


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1715



            3. Sosialisasi di Wilayah Mansel

            Manado Post, 29 Agustus 2009

            GMIM BERLIAN

            PANITIA HUT ke 75 (GMIM Berlian) melakukan sosialisasi di wilayah Manado Selatan (Mansel), besok (Minggu, 30/8). Sosialisasi ini akan dilaksanakan serentak di beberapa jemaat sesuai pembagian kelompok. Salah satu materi tentang peranan gereja terhadap pemberantasan narkoba dan penularan HIV/AIDS.

            Sekretaris Umum Panitia Pdt Lisye Pangkey Sumampouw didampingi Ibu Dewi Bekto Suprapto menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan bahaya narkoba dan HIV/AIDS. Sebab sampai sekarang jumlah penderita sudah semakin banyak.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1714



            4. Parangkusumo rawan HIV/AIDS

            Harian Jogja, 29 Agustus 2009

            BANTUL: Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menyatakan, kawasan Pantai Selatan Bantul rawan terhadap penyebaran HIV/AIDS. Data sementara menunjukkan, jumlah penderita HIV/AIDS di Bantul mencapai 9 orang.

            Kepala Dinkes Pemkab Bantul, Siti Noor Zaenab mengatakan, jumlah penderita AIDS di Bantul padas emester pertama ini tidak bergeser dari jumlah tahun sebelumnya, yakni sembilan orang. Padahal, pihaknya menengarai ada sejumlah orang yang belum teridentifi kasi.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1713



            5. Dirjen P2PL Ingatkan Penderita IMS agar Lebih Waspada HIV/AIDS

            Analisa Daily, 29 Agustus 2009

            Medan, (Analisa)

            Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Prof dr Candra Yog Aditama SpP MARS mengingatkan, penderita penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) agar lebih berhati-hati terhadap Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

            "Karena penderita Ims jauh berpeluang terjangkit HIV/AIDS mencapai 5 – 9 kali lebih besar dibanding orang-orang yang tidak pernah terkena IMS," katanya saat meninjau klinik IMS Jalan Veteran Medan, Kamis (27/8).


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1712



            6. Kawasan Pantai Rawan Penyebaran AIDS

            Bernas, 29 AGustus 2009

            BANTUL --Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyatakan kawasan pantai sangat rawan terhadap penyebaran AIDS. Hal itu didasarkan pada hasil tes yang menunjukkan penyebaran AIDs di kawasan itu paling banyak.

            Kepala Dinkes Kabupaten Bantul dr Siti Noor Zaenab, Jumat kemarin mengatakan, penderita AIDS di Kabupaten Bantul pada semester pertama tahun 2009 tidak berubah dari tahun sebelumnya, yakni 9 orang.

            Menurut Siti, Dinkes telah melakukan sejumlah tes darah terhadap beberapa orang yang rentan terhadap penyakit mematikan itu. Tes dilakukan di sepanjang Pantai Parangkusumo, Rumah Tahanan (Rutan) Pajangan dan salon plus.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1711



            7. RSPI Bantah Telantarkan Penderita HIV/AIDS

            Detik.Com, 28 Agustus 2009

            Ramadhian Fadillah - detikNews

            Jakarta - Pihak Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso membantah telah menelantarkan Kesi selama 14 jam. Kesi baru masuk ke RSPI pukul 12.00 WIB tadi bukan sejak dini hari, seperti pengakuan keluarganya.

            "Sudah saya cek, pasien itu baru masuk pukul 12.00 WIB siang tadi, bukan sudah 14 jam, jadi tidak benar kalau kita telantarkan," jelas Direktur RSPI, Sardikin Giriputro ketika dikonfirmasi detikcom, Jumat (28/8/2009).


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1710



            8. Kena AIDS, 14 Jam Lebih Kesi Terkatung-katung di RSPI

            Detik.Com, 28 Agustus 2009

            Muhammad Taufiqqurahman - detikNews

            Jakarta - Naas benar nasib Kesi (39). Ia didiagnosa kena HIV/AIDS. Saat ingin berobat, ia harus terkatung-katung. Ia sudah 14 jam lebih menunggu di ruang IGD Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso. Tapi perawatan tidak kunjung dia dapatkan.

            "Saat ini belum dapat perawatan. Ibu masih di IGD, tapi belum ada perawatan. Kata dokter tidak ada kamar kosong," ujar putri Kesi, Nini (26) saat ditemui di RSPI, Jl Sunter Permai Raya, Jakarta Utara, Jumat (28/8/2009).


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1709



            9. Mitos dan Fakta Seputar Kondom

            Kompas.Com, 28 Agustus 2009

            KOMPAS.com — Banyak mitos tentang kondom yang membuat orang ragu menggunakannya. Agar tak salah kaprah, ketahui fakta dan dapatkan manfaatnya.

            Mitos: Tetap bisa hamil meski menggunakan kondom
            Fakta:
            Penggunaan kondom sebenarnya lebih untuk mengurangi risiko terjadinya kehamilan. Jadi, risiko tetap ada meski presentasenya kecil, terutama jika kondom pecah atau bocor.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1708



            10. Pasien HIV Ditolak Dirawat di RS Sulianti Saroso

            Kompas.Com, 28 Agustus 2009

            JAKARTA, KOMPAS.com — Kesi (39), warga Kampung Benting, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, yang terinfeksi virus HIV tidak bisa dirawat di RS Sulianti Saroso. Alasannya, ruang Dahlia di rumah sakit hanya untuk pasien flu babi.

            Kesi yang tubuhnya terlihat kurus tergeletak di ruang Instalasi Gawat Darurat tanpa diinfus. Padahal, dia sudah dua bulan terakhir tidak bisa makan akibat jamur yang memenuhi lidah dan tenggorokannya.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1707



            11. Masyarakat Bali Sering Tolak Jenazah ODHA

            Kompas.Com, 28 Agustus 2009

            DENPASAR, KOMPAS.com — Masyarakat pedesaan ataupun perkotaan di Pulau Dewata masih sulit hidup bersama orang dengan HIV/AIDS (ODHA), termasuk menerima jenazahnya. Kuatnya penolakan di masyarakat karena mereka masih khawatir dengan penularan penyakit yang dianggap mematikan tersebut dan minim informasi.

            Karena itu, kalangan tokoh agama di Pulau Dewata sepakat untuk membantu menghilangkan diskriminasi terhadap ODHA tersebut di masyarakat luas. Bantuan tersebut akan direalisasikan dengan membentuk tim relawan dari kalangan rohaniawan untuk menjadi pendamping. Tim relawan tersebut dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang sudah aktif ke masyarakat.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1706



            12. 9 PSK Pantai Parangkusumo Positif HIV-AIDS

            OkeZone.Com, 28 AGustus 2009

            BANTUL - Maraknya prostitusi di Kawasan Pantai Selatan Yogyakarta berakibat pada penularan penyakit mematikan HIV-AIDS. Setidaknya dalam kurun satu semeter ini terdapat sembilan pekerja seks komersial (PSK) di kawasan ini dinyatakan positif mengidap HIV-AIDS.

            "Jumlah penderita itu masih sama dari bulan Januari 2009 yang lalu hingga bulan ini. Hampir 90 persen lebih penderitanya adalah PSK yang menjajakan diri di kawasan Pantai Selatan Bantul khususnya pantai Parangkusumo," kata Kepala Dinkes Pemkab Bantul Siti Noor Zaenab, Jumat (28/8/2009)

            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1705



            13. Satu Bulan Tiga Penderita AIDS Meninggal

            Suara Merdeka, 28 Agustus 2009

            Blora, CyberNews. Perkembangan penyakit HIV/AIDS di Blora patut diwaspadai. Dalam satu bulan terakhir, warga Blora yang meninggal dunia karena pepenyakit AIDS sebanyak tiga orang. Jumlah tersebut merupakan terbanyak dan sebelumnya tidak pernah terjadi di Blora.

            Fenomena gunung es yang penyertai perkembangan penyakit menular seksual tersebut memungkinkan jumlah penderitanya semakin banyak.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1704



            14. 80 Persen Pengidap AIDS Perempuan

            Batam Pos, 28 Agustus 2009

            BATAM (BP) - Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Kota Batam, Nurmadiah mengatakan dari 145 pengidap penderita HIV AIDS selama semester pertama 2009, sebagian besar penderita virus HIV AIDS tersebut perempuan.

            ”Sebanyak 80 persen penderitanya adalah perempuan, dan kita tidak dapat mengingkari, rata-rata survei yang kita lakukan bekerja sama dengan rumah sakit di Batam, para penderita tersebut adalah PSK,” ujar Nurmadiah kepada Batam Pos di Batam Center, Kamis (27/8).


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1703



            15. Penderita IMS memiliki peluang lebih besar terjangkit HIV/AIDS

            Waspada Online, 28 Agustus 2009

            MEDAN - Penderita penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) memiliki peluang lebih besar terjangkit Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) dibanding orang yang belum pernah menderita IMS.

            “Peluang terjangkit HIV/AIDS mencapai 5 – 9 kali lebih besar dibanding orang-orang yang tidak pernah terkena IMS,” kata direktur jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan RI, Tjandra Yoga Aditama, tadi malam.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1702



            16. Pengguna PSK Berisiko Tinggi Terkena HIV

            Koran SINDO, 28 Agustus 2009

            PALEMBANG (SI) – Ini peringatan keras bagi pria yang biasa berkencan dengan pekerja seks komersial (PSK). Pasalnya, berdasarkan hasil dari pemetaan (mapping) yang dilakukan Badan Narkotika Kota (BNK) Palembang , ternyata pria yang menjadi teman kencan PSK paling besar berpotensi terkena HIV.

            Kepala BNK Kota Palembang Zailani UD menjelaskan, mapping yang dilakukan BNK tersebut telah dibuat sejak Juli lalu dan melalui penjangkau yang diterjunkan khusus untuk mendapatkan data penderita HIV dan AIDS. “Kami sarankan warga yang termasuk risiko tinggi, seperti waria, PSK, termasuk pasangannya dan pengguna jarum suntik, untuk periksakan diri, apakah terkena HIV atau tidak,” jelasnya kemarin.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1701



            17. Agamawan Sepakat Tak Diskriminasi Jenazah Pengidap HIV/AIDS

            Tempo Interaktif, 27 Agustus 2009

            TEMPO Interaktif, Denpasar - Kalangan tokoh agama di Bali sepakat untuk tak akan melakukan diskriminasi terhadap jenazah pengidap HIV/AIDS. Pengurus Parisadha Hindu Dharma Indonesia Bali Raka Santeri menyatakan, diskriminasi terjadi karena masyarakat masih menggunakan perasaan saat menangani jenazah. "Padahal virus sudah tidak menular beberapa saat ketika pengidapnya meninggal," ujarnya Kamis (27/8).

            Pihaknya akan membentuk tim relawan untuk mendampingi kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat terjun ke desa-desa di Bali untuk menyosialisasikan masalah ini.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1700



            18. Target AIDS Terancam Gagal

            Suara Pembaharuan, 27 Agustus 2009

            Evaluasi Program MDGs

            [JAKARTA] Target Millennium Development Goals (MDGs) yang berakhir tahun 2015, khususnya tujuan keenam, yakni penanganan berbagai penyakit menular paling berbahaya, terutama Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Indonesia, terancam gagal. Hingga saat ini kasus HIV/AIDS masih tinggi yang menurut estimasi terbaru 2009 dari Departemen Kesehatan (Depkes) masih mencapai sekitar 277.000 orang.

            Kasubdit AIDS dan Penyakit Menular Seksual (PMS) Departemen Kesehatan, Dyah Mustikawati yang dihubungi SP di Jakarta, Selasa (25/8) bahkan menyebutkan, angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 501.000 pada 2014, seiring dengan terjadinya kasus baru (infeksi baru HIV). Sebab, setiap tahun terjadi peningkatan sekitar 50.000 kasus baru yang terinfeksi HIV.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1699



            19. 3,6 Juta Pecandu Narkoba di Indonesia

            Suara Merdeka, 27 Agustus 2009

            Jambi, CyberNews. Widya Iswara Balai Diklat Badan Narkotika Nasional (BNN), RA Kadarmanta, S.Sos, MM, mengatakan, di Indonesia saat ini terdata ada 3,6 juta pecandu nakotika dan obat-obatan (narkoba).

            Ketika memberikan sambutan pada rapat koordinasi Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jambi di Jambi, Rabu, ia menjelaskan, berdasarkan pengamatan pakar, sebenarnya karakteristik kejahatan narkoba yang muncul ke permukaan saat ini hanya 10 persen.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1698



            20. Empat Napi di Nusakambangan Idap HIV/AIDS

            Republika Online, 27 Agustus 2009

            CILACAP--Pengelola penjara di Nusakambangan Kabupaten Cilacap diminta meningkatan kewaspadaan. Hal ini karena, berdasarkan temuan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kabupaten Cilacap, di lingkungan penjara Nusakambangan ditemukan empat napi yang mengidap virus HIV (human immunodeficiency virus) penyebab penyakit AIDS.

            ''Mereka kami temukan dalam kegiatan VCT (voluntary counsulting and testing) mobile yang kita lakukan selama setahun ini,'' jelas Ketua KPA (Komite Penanggulangan AIDS) Cilacap, Sardjono, Kamis (27/8). Saat ditanya tepatnya di LP mana napi pengidap HIV itu ditahan, Sardjono enggan menyebutkan.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1697



            21. 22 Penderita AIDS Tewas

            Batam Pos, 27 Agustus 2009

            BATAM (BP) - Tanpa disadari, sejak bulan Januari hingga Juli tahun ini sudah 22 penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (Aids) di Batam tewas di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK).

            Data yang diperoleh Batam Pos dari rumah sakit tersebut, angka kematian paling banyak terjadi pada bulan Mei, yakni sebanyak enam orang.
            Lima bulan lainnya rata-rata sebanyak tiga orang per bulannya.

            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1696



            22. Meski Disunat Homoseksual Tetap Rentan HIV

            Banjarmasin Post, 27 Agustus 2009

            KENDATI sunat sudah terbukti bisa mencegah penularan virus HIV pada pria di Afrika, ternyata efek serupa tidak ditemukan pada pria homoseksual.

            "Sunat ternyata tidak bisa mencegah penularan HIV di antara pria gay," kata Dr Peter Kilmarx, Kepala Divisi Epidemiologi dan HIV dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), AS. Walau begitu, CDC masih mempertimbangkan untuk merekomendasikan sunat pada kelompok lain, seperti anak laki-laki dan pria heteroseksual yang beresiko tertular.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1695



            23. 3, 14 juta pelanggan PSK terinfeksi HIV/AIDS

            Waspada Online, 26 Agustus 2009

            MEDAN - Kasus Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Indonesia diibaratkan seperti fenomena gunung es. Dimana, kasus yang terdata jauh lebih kecil dibanding jumlah yang tidak terdata.

            "Populasi tertinggi yang terinfeksi HIV/AIDS adalah pelanggan Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan angka estimasi mencapai 3,14 juta orang," kata kadis kesehatan Sumut, Candra Syafei, melalui manager global fund dinas kesehatan Sumut, Andi Ilham Lubis, tadi malam.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1694



            24. Stok ARV Aman, Tapi Dijatah

            Harian Global, 26 Agustus 2009

            Written by Yuni

            Akibat penyakit menular Human Immune Virus/Acquired Immunedeviciency Syndrome (HIV/AIDS) kewajiban bagi Orang Dengan HIV /AIDS (ODHA) untuk mengonsumsi obat Anti Retro Viral sepertinya diwajibkan. Setidaknya untuk mengganti kekebalan tubuh yang habis ”disedot” virus.

            Namun, obat Anti Retro Viral (ARV) yang tidak boleh putus penggunaannya justru di RSUP H Adam Malik Medan harus dijatah. Meski, stok ARV hingga akhir tahun 2009, dipastikan aman.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1693



            25. Mayoritas Pengidap HIV/AIDS Enggan Ikuti Konseling

            Tempo Interaktif, 26 Agustus 2009

            TEMPO Interaktif, Semarang - Sekitar 74 persen dari delapan ribu pengidap HIV/AIDS di Jawa Tengah, masih belum mau memeriksakan diri melalui konseling secara sukarela di Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang sudah disediakan di wilayah itu. “Dari perkirakan pengidap delapan ribu orang, baru 2.100 pengidap yang sudah mau memeriksakan diri di VCT,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Hartanto, Rabu (26/8).

            Hartanto mengatakan, kesadaran pengidap untuk memeriksakan diri memang masih rendah. Sebagian pengidap HIV/AIDS enggan memeriksakan diri ke VCT karena menganggap pemeriksaan ini tidak terlalu penting.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1692



            26. Ustadz: HIV/AIDS tak Ada Jika Pelacuran Tiada

            Republika Online, 26 Agustus 2009

            BANJARMASIN--Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Pendidikan Alquran, ustadz H. Chairani Ideris menyatakan, penyakit atau penderita HIV/AIDS tidak akan ada, jika pelacuran dan pergaulan seks bebas tiada.

            "Sebaliknya selama pelacuran dan seks bebas masih ada, maka penyakit itu tak akan pernah tiada," tandas mantan Ketua Umum Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam ceramah subuh di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Rabu (26/8).


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1691



            27. Sunat Tak Lindungi Pria ''Gay'' dari HIV

            Kompas.Com, 26 Agustus 2009

            KOMPAS.com — Kendati sunat sudah terbukti bisa mencegah penularan virus HIV pada pria di Afrika, ternyata efek serupa tidak ditemukan pada pria homoseksual.

            "Sunat ternyata tidak bisa mencegah penularan HIV di antara pria gay," kata Dr Peter Kilmarx, Kepala Divisi Epidemiologi dan HIV dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), AS. Walau begitu, CDC masih mempertimbangkan untuk merekomendasikan sunat pada kelompok lain, seperti anak laki-laki dan pria heteroseksual yang beresiko tertular.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1690



            28. Kurikulum Soal AIDS dan Narkoba

            Tribun Jabar, 26 Agustus 2009

            SETELAH melewati pengkajian mendalam selama beberapa waktu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akhirnya memasukkan pelajaran tentang narkoba dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ajaran 2010/2011.

            Rencananya, mata pelajaran Narkoba dan HIV/AIDS ini akan ditangani langsung para guru Bimbingan dan Penyuluhan (BK) yang sebelumnya telah dibekali pengetahuan khusus. Setiap siswa akan mengikutinya selama satu jam paling tidak sepekan satu kali.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1689



            29. Wah... Bandung Masukkan Narkoba dan HIV/AIDS sebagai Kurikulum!

            Kompas.Com, 26 Agustus 2009

            BANDUNG , KOMPAS.com — Setelah melewati pengkajian mendalam selama beberapa waktu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akhirnya memasukkan materi pelajaran tentang narkoba dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ajaran 2010/2011.

            Rencananya, mata pelajaran narkoba dan HIV/AIDS itu akan ditangani langsung oleh para guru Bimbingan dan Penyuluhan (BK) yang sebelumnya telah dibekali pengetahuan khusus. Setiap siswa akan mengikutinya selama satu jam, paling tidak satu kali dalam sepekan.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1688



            30. Narkoba dan HIV/AIDS Masuk dalam Kurikulum

            Banjarmasin Post, 26 Agustus 2009

            BANDUNG, RABU - Setelah melewati pengkajian mendalam selama beberapa waktu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akhirnya memasukkan materi pelajaran tentang narkoba dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ajaran 2010/2011.

            Rencananya, mata pelajaran Narkoba dan HIV/AIDS itu akan ditangani langsung oleh para guru Bimbingan dan Penyuluhan (BK) yang sebelumnya telah dibekali pengetahuan khusus. Setiap siswa akan mengikutinya selama satu jam, paling tidak satu kali dalam sepekan.


            Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1687

             -----------------------------------------------

            Pengelola aids-ina.org

            A better way in strengthening strategic information to guide a more effective

            Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org

             

          • Pengelola www.aids-ina.org
            Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 5 October 2009 Sampai Tanggal: 12 October 2009 _____ 1. 103 Warga Tewas karena AIDS Kaltim Post
            Message 5 of 8 , Oct 11, 2009
            View Source
            • 0 Attachment

              Kumpulan Berita Media Massa
              HIV-AIDS dan Narkoba
              Dari Tanggal: 5 October 2009 Sampai Tanggal: 12 October 2009


               

              1. 103 Warga Tewas karena AIDS

              Kaltim Post Online, 08 Oktober 2009

              Sudah 1.200 Mengidap HIV, Terbanyak di Samarinda

              SAMARINDA – Samarinda dan Balikpapan menjadi kota tersubur penyebaran HIV/AIDS di Kaltim. Data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim menunjukkan, dari 194 penderita AIDS di Kaltim, tercatat 103 di antaranya meninggal dunia. Dari jumlah itu, Balikpapan ditasbihkan sebagai “pemecah rekor” terbanyak 44 warganya meninggal, disusul Samarinda 36 orang.

              “Selain AIDS, di Kaltim sudah ditemukan 1.200 kasus HIV,” ungkap Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy saat membuka Rapat Koordinasi Program Terpadu Penanggulangan HIV/AIDS, Narkoba, TB-Paru, DBD, dan Zoonosis di Hotel Grand Sawit Samarinda, kemarin (7/10).


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1802



              2. Nigeria to develop own HIV/AIDS vaccine

              Waspada Online, 08 Oktober 2009

              LAGOS - Nigeria is now pushing to develop its own vaccine to prevent HIV/AIDS infection, the Nigerian Tribune newspaper reported on Tuesday, citing a top official.

              John Idoko, director general, Nigeria 's National Agency for Control of AIDS (NACA), said while flagging off the National HIV/AIDS Strategic Framework Plan for 2010 to 2015, in Abuja on Monday.

              According to him, with the latest discovery, it was very possible to develop preventive HIV vaccines, adding that Nigeria would need 5.7 billion U.S. dollars to fight the disease during the period.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1801



              3. Bayi di Jember Terinfeksi HIV/AIDS Stadium Tiga

              Surya Online, 08 Oktober 2009

              Kamis, 8 Oktober 2009 | 17:00 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo | Kategori: Berita Terkini, Tapal Kuda

              JEMBER | SURYA Online - Seorang bayi berusia 19 bulan di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), terinfeksi HIV/AIDS dan menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soebandi Jember.

              Koordinator klinik “Voluntary Councelling and Testing” (VCT) RSUD dr Soebandi Jember, dr Justina Evi Tyaswati, SpKJ, Kamis (8/10), membenarkan adanya seorang bayi yang terinfeksi HIV/AIDS.

              “Kemungkinan bayi itu tertular HIV/AIDS dari kedua orang tuanya yang sudah meninggal dunia,” kata dr Evi.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1800



              4. Dewan: Pindah SK ke Karimunjawa!

              Solo Pos, 08 Oktober 2009

              Semarang (Espos)

              Anggota DPRD Jateng mengusulkan agar lokalisasi pelacuran terbesar di Kota Semarang , Sunan Kuning (SK), dipindahkan ke Pulau Karimunjawa, Jepara.

              ”Kita jangan bicara masalah halal dan haram untuk menangani masalah pelacuran ini,” kata anggota Dewan dari Fraksi PPP, Khayatulmaki kepada wartawan di Gedung Berlian, Semarang , Rabu (7/10).

              Dia mencontohkan Malaysia yang melokalisasi perjudian di Pulau Genting, serta hanya orang tertentu saja boleh memasuki kawasan tersebut.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1799



              5. Didiagnosa HIV - Ozzy Osbourne Sempat Putus Asa

              Harian Global. 08 Oktober 2009

              Betapa terkejutnya Ozzy Osbourne saat mendapat kabar bahwa ia dinyatakan positif mengidap virus HIV.Untungnya hasil diagnosa sementara itu ternyata salah dan Ozzy akhirnya bisa bernafas lega.
              Tapi paling tidak, rocker gaek ini sempat merasa stres berat saat menerima kabar pertama.

              "Saya sempat mengunjungi dokter dan melakukan tes AIDS. Setelah itu dokter tadi mengatakan bahwa saya positif. Hari itu adalah hari terburuk dalam hidup saya," ungkap vokalis Black Sabbath ini seperti diberitakan Music News, Selasa (7/10).

              Ozzy sempat tak mengerti karena ia sudah lama meninggalkan gaya hidup hura-hura yang sempat ia jalani ketika masih aktif di Black Sabbath.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1798



              6. Lelang Barang Bekas untuk Penanggulangan HIV-AIDS

              Detik.Com, 08 Oktober 2009

              Moksa Hutasoit - detikNews


              Jakarta - Ingin bisa berperan terhadap penanganan penyakit HIV-AIDS di Indonesia? Tidak harus dengan kemampuan kedokteran yang dimiliki. Anda bisa membantu lewat penggalangan dana.

              Cara yang diperlukan tidak sulit, malah tergolong mudah. Tinggal lelang barang-barang Anda yang tidak lagi terpakai.

              Taruh barang tersebut di situs Tokobagus.com. Tunggulah sampai ada orang yang tertarik dengan barang Anda.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1797



              7. Tiap Kecamatan di Surabaya Tertular HIV/AIDS

              Detik.Com, 08 Oktober 2009

              Fatichatun Nadhiroh - detikSurabaya

              Surabaya - Jumlah penderita HIV/AIDS dari tahun ke tahun terus bertambah. Di Kota Surabaya hingga Juni 2009, jumlah penderita HIV/AIDS sudah menyebar ke tiap kecamatan di Surabaya .

              "Penderita HIV/AIDS sudah menyebar di semua kecamatan se-Surabaya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Esti Matiana Rachmie, Kamis (8/10/2009).

              Dia menjelaskan, dari 31 kecamatan di Surabaya jumlah penderita HIV hingga Juni 2009 mencapai 142 orang. Sedangkan 199 orang lainnya mengalami AIDS. Total jumlahnya mencapai 341 orang.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1796



              8. 103 Warga Kaltim Meninggal karena AIDS

              Radar Tarakan, 08 Oktober 2009

              Sudah 1.200 Mengidap HIV, Terbanyak di Samarinda

              - SAMARINDA – Samarinda dan Balikpapan tampaknya menjadi kota tersubur menyebaran HIV/AIDS di Kaltim. Data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim menunjukkan, dari 194 penderita AIDS di Kaltim, tercatat 103 di antaranya meninggal dunia. Dari jumlah itu, Balikpapan ditasbihkan sebagai “pemecah rekor” terbanyak 44 warganya meninggal, disusul Samarinda 36 orang.

              “Selain AIDS, di Kaltim sudah ditemukan 1.200 kasus HIV,” ungkap Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy saat membuka Rapat Koordinasi Program Terpadu Penanggulangan HIV/AIDS, Narkoba, TB-Paru, DBD, dan Zoonosis di Hotel Grand Sawit Samarinda, kemarin (7/10). Dari data tersebut, pengidap HIV terbesar ada di Samarinda dengan jumlah 471 orang (selengkapnya lihat tabel).


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1795



              9. Setiap PSK Harus Cek Kesehatan

              Galamedia, 08 Oktober 2009

              TASIKMALAYA,(GM)-
              Untuk menekan HIV/AIDS yang mayoritas ditularkan pekerja seks komersial (PSK), Konfederasi Anti Pemiskinan (KAP) Indonesia mengumpulkan dan mengarahkan 20 PSK di Kota Tasik, agar secara sadar memeriksakan kesehatannya secara intensif.

              "Setiap melayani teman kencannya mereka harus gunakan alat kontrasepsi seperti kondom," tegas Koordinator Program KAP, Agus Abdulah dalam acara sosialisasi kesehatan bagi PSK agar tidak tertular atau menularkan HIV/AIDS.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1794



              10. Dukung Tes HIV/AIDS

              Radar Timika, 01 Oktober 2009

              Kesehatan

              TIMIKA – Dukungan terhadap rencana KPAD Mimika melakukan tes HIV/AIDS pada aparatur pemerintah di Kabupaten Mimika terus berdatangan. Kali ini dari Asisten II Setda Mimika, Drs. Taslim Tuhuteru, tokoh agama dan tokoh pemuda.

              Taslim mengatakan program KPAD yang akan dilaksanakan pertengahan Oktober nanti bertujuan menjaga kesehatan aparatur pemerintahan. "Itu hal penting, tapi jangan dipaksakan juga pada pegawai, karena itu hak asasi seseorang, mau atau tidak diperiksa," kata Taslim Tuhuteru kepada Radar Timika disela-sela Semiloka di Hotel Maranu, Rabu (30/9).


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1793



              11. KPA Melihat Trend Kenaikan Penularan HIV/AIDS

              Radar Timika, 01 Oktober 2009

              TIMIKA - Beberapa pernyataan masyarakat tentang apa kelanjutan hasil tes HIV/AIDS yang akan dilakukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Mimika pada PNS nanti, langsung mendapat respon dari KPA.

              Koordinator Sekretait KPA Mimika, Reynold Ubra mengatakan bahwa yang akan dilakukan adalah conseling, confirm dan confidensialitas. Dengan demikian akan ada tindak lanjut dari hasil pemeriksaan HIV/AIDS itu sendiri. Selain itu, hasil tes, dijamin kerahasiaannya.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1792



              12. Di Cimahi, Delapan Bayi Positif HIV AIDS

              Surya Online, 07 Oktober 2009

              Rabu, 7 Oktober 2009 | 19:05 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo | Kategori: Berita Terkini, Jabar & Banten

              CIMAHI | SURYA Online - Delapan orang bayi di Kota Cimahi, Jawa Barat (Jabar), dinyatakan positif tertular virus HIV/AIDS dari ibu kandungnya.

              “Untuk kasus di Cimahi, sudah ada delapan orang bayi yang positif terpapar HIV, akibat penularan dari ibu kandung kepada anaknya,” kata Kepala Seksi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Dalam Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr Fitriani Manan, MKM, di Kota Cimahi, Rabu (7/10).

              Menurut dr Fitriani, jumlah orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Kota Cimahi terus meningkat setiap tahunnya. Dikatakannya, hingga Mei 2009, tercatat sudah ada 105 ODHA di Kota Cimahi.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1791



              13. Anya Dwinof Serahkan Jam Tangan Kesayangannya

              Pikiran Rakyat, 07 Oktober 2009

              JAKARTA (PRLM),- Bintang sinetron dan presenter Anya Dwinof ikut partisipasi dengan melelang barang pribadinya .Anya menyerahkan koleksi pribadinya berupa jam tangan wanita merk DKNY buatan Amerika.

              Bukan hanya Anya Dwinof saja yang ikut menyerahkan barang kesayangannya tapi ada juga Dewi Sandra .Lena Tan, Drive, Juliete, Irvan Hakim, Anjasmara, Roy, Krisdayanti, Hendri Boomerang dan beberapa artis lainnya. Anya yang ditemui di acara KPA luncurkan program galang dana online di room ceria hotel Shangri La Jakarta Rabu (7/10)


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1790



              14. GUBSU SYAMSUL ARIFIN: ''Narkoba Makin Meluas''

              Harian Global, 07 Oktober 2009

              Written by Chandra Sirait

              Gubsu Syamsul Arifin SE mengakui peredaran narkoba di Sumut makin meluas. Bahkan sampai ke pedesaan. Korbannya pun dari pelajar, mahasiswa, pemuda sampai orangtua dengan status sosial yang berbeda-beda.

              Hal itu dikatakan Gubsu dalam sambutannya yang dibacakan RE Nainggolan, Sekdaprovsu saat membuka Diklat Training of Trainers (TOT)/pendidikan dan pelatihan pencegahan dini penyalahgunaan narkoba bagi kalangan guru yang tergabung dalam PGRI Sumut dan pelajar SMA, SMK Pencawan di aula Martabe Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (6/10).

              Dampak dari pengguna Narkoba melalui jarum suntik saat ini menurut Gubsu sudah berjumlah 1.802 orang. Di antaranya HIV 820 orang dan AIDS 982 orang. "Apabila tak kita tangani secara terpadu dan secara dini maka kondisi ini sangat mengkhawatirkan," katanya.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1789



              15. Nigeria Kembangkan Sendiri Vaksin HIV/AIDS

              TV One, 07 Oktober 2009

              Lagos, (tvOne)

              Nigeria kini sedang berusaha mengembangkan vaksinnya sendiri untuk mencegah penularan HIV/AIDS, demikian laporan Nigerian Tribune dengan mengutip keterangan seorang pejabat tinggi, Selasa.

              Direktur Jenderal Lembaga Nasional Nigeria bagi Pemantauan AIDS (NACA) John Idoko , mengatakan dengan temuan paling akhir, sangat mungkin untuk mengembangkan vaksin pencegah HIV. John Idoko menambahkan Nigeria akan memerlukan dana 5,7 miliar dolar AS untuk memerangi penyakit tersebut selama masa itu.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1788



              16. Delapan Bayi di Cimahi Positif HIV/Aids

              Republika Online, 07 Oktober 2009

              CIMAHI--Delapan orang bayi di Kota Cimahi, Jawa Barat, dinyatakan positif tertular virus HIV/AIDS dari ibu kandungnya."Untuk kasus di Cimahi, sudah ada delapan orang bayi yang positif terpapar HIV, akibat penularan dari ibu kandung kepada anaknya," kata Kepala Seksi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Dalam Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr Fitriani Manan, MKM, di Kota Cimahi, Rabu.

              Ia menyatakan, jumlah orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Kota Cimahi terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Dikatakannya, hingga Mei 2009, tercatat sudah ada 105 ODHA di Kota Cimahi. "Dari data yang ada, sebanyak 73 persen orang yang terpapar HIV-AIDS adalah mereka yang merupakan pengguna narkoba suntik atau istilahnya penasun," kata dr Fitriani.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1787



              17. 41 ODHA Meninggal

              Surya Online, 07 Oktober 2009

              Blitar - SURYA- Selama 5 tahun terakhir sejak 2005 hingga September 2009, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mencatat 41 ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) atau rata-rata 8 orang tiap tahun meninggal. Kabid Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Masyarakat (P2KM) Dinkes Kabupaten Blitar, dr Hari Purwanto mengatakan, jumlah kasus dan ODHA setiap tahun meningkat.

              Data warga Kabupaten Blitar yang melakukan konsultasi ke klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) di Tulungagung, terdapat 67 penderita HIV dan 75 orang positif AIDS, sehingga total ada 142 ODHA. “Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai ibu rumah tangga, pegawai, PSK sampai TKI,” jelas Hari.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1786



              18. Lelang untuk Edukasi HIV-AIDS

              Koran SINDO, 07 Oktober 2009

              SAKSI amal dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui acara lelang barang, yang hasilnya disumbangkan untuk beramal.

              Hal itu yang terlihat dalam acara Charity for AIDS Have A Heart di Hotel Shangri-La Jakarta kemarin. Penggagasnya adalah situs jualbeli online tokobagus.com bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional. Konsepnya sederhana.Para selebriti secara sukarela menyumbangkan barang-barang miliknya yang masih berharga untuk dilelang secara onlinedi tokobagus.com.

              Hasilnya kemudian akan disumbangkan langsung untuk edukasi HIV-AIDS di sejumlah wilayah di Indonesia , seperti Bali, Lombok, Jakarta , Bandung . Menurut Presiden Direktur Tokobagus Arnold Sebastian,HIVAIDS adalah masalah yang cukup besar di Indonesia . “Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1785



              19. 41 Orang di Blitar Tewas Karena HIV/AIDS

              Tempo Interaktif, 06 Oktober 2009

              TEMPO Interaktif, Jakarta - Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengumumkan terjadinya penularan virus HIV/AIDS secara cepat. Sebanyak 41 orang dinyatakan meninggal akibat virus mematikan tersebut dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

              Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Hari Purwanto mengatakan jumlah penderita HIV/AIDS setiap tahun selalu mengalami peningkatan. Sejak September 2005 - 2009 tercatat 41 orang meninggal dunia dengan jumlah Orang Dengan AIDS (ODHA) sebanyak 142 penderita. “Mereka berprofesi sebagai pegawai, ibu rumah tangga, PSK, hingga TKI,” kata Hari Purwanto, Selasa (6/10).


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1784



              20. Ajari Si Kecil Mengenal Bahaya HIV/AIDS

              Kompas.Com, 06 Oktober 2009

              KOMPAS.com — Sekitar tiga juta remaja mengalami kontak setiap tahunnya dengan penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV. Bayangkan jika di antara mereka ada anak-anak kita. Mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan mereka untuk membicarakan mengenai HIV bisa membantu mengurangi angka tersebut dan tentu saja membantu mereka untuk mengambil keputusan yang benar.

              Berikut tips-tips untuk mengajak mereka berbicara dari hati ke hati mengenai HIV. Tingkat kesulitannya memang besar dan waktu yang diperlukan tidak bisa terukur alias selama masih diperlukan, kita akan terus mengajak mereka untuk lebih mengenal bahaya HIV.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1783



              21. Gelar Pelayanan Alat Kontrasepsi

              Manado Post, 06 Oktober 2009

              BKB dan TNI

              PEMERINTAH Kota Bitung berusaha mengurangi penyebaran virus HIV/AIDS. Untuk itu, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KB dan PP) bekerjasama dengan TNI menggelar pelayanan alat kontrasepsi KB.
              Hal ini diwujudkan dalam Bhakti Karya TNI, KB dan Kesehatan.

              Dikatakan Kepala Badan KB dan PP Kota Bitung Drs Johanis Ticoalu, kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan alat kontrasepsi sekaligus sosialiasi bahaya virus HIV/AIDS yang sangat mematikan. “Wilayah yang dilakukan Bhakti Karya ini di Kecamatan Lembeh Utara, Girian dan di Aertembaga yang akan terus digelar hingga Oktober ini,” tuturnya


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1782



              22. Pendataan PSK: Satpol PP Libatkan RT Setempat

              Sijori Mandiri, 06 Oktober 2009

              RANAI- Bisnis esek-esek di Kabupaten Natuna diperikirakan akan semakin marak. Prediksi ini diperkuat dengan dugaan adanya pertambahan jumlah PSK (pekerja seks komersial) baru sekitar 25 persen yang masuk ke daerah ini. Berdasar hasil pendataan Satpol PP, sampai Lebaran Idul Fitri atau bulan September lalu, jumlah PSK di daerah ini ada sekitar 200 orang. Dengan pertambahan 25 persen, maka diperkirakan jumlah PSK yang ada saat ini bisa mencapai 50 orang.

              Guna mengetahui jumlah PSK sebenarnya, Satpol PP akan segera melakukan pendataan ulang yang dilakukan dengan melibatkan Ketua RT (rukung tetangga) di lingkungan setempat terutama di titik-titik yang selama ini menjadi sentra pemukiman PSK.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1781



              23. Anak-anak Ancaman Warisan HIV/AIDS

              Koran SINDO, 06 Oktober 2009

              BANDUNG (SI) – Jawa Barat menduduki urutan pertama provinsi pengidap HIV/AIDS terbesar di Indonesia dengan 3.162 kasus dan 579 orang dinyatakan meninggal.

              Kota Bandung menjadi penyumbang terbesar jumlah pengidap HIV/AIDS sebanyak 1.948 orang per Maret 2009.Kebanyakan penderita adalah anak di bawah lima tahun (balita) yang mendapat warisan dari orangtuanya.Mereka hanya korban penyakit warisan yang tidak ada bedanya dengan anak kebanyakan. Mereka memiliki masa depan, cita-cita, dan keinginan sebagaimana anak kebanyakan. Hal itulah yang ingin ditampilkan oleh Q-Munity pada pameran foto korban penyakit warisan HIV/AIDS bertajuk What About Us di Pusat Kebudayaan Perancis (CCF), Jalan Purnawarman,Kota Bandung.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1780



              24. Vaksin AIDS capai kemajuan

              Harian Terbit, 01 Oktober 2009

              Harian Terbit, BANGKOK - Bagi penderita AIDS, ada kabar menggembirakan karena sebuah vaksin penyakit mematikan tersebut telah mengalami kemajuan. Karena itu para saintis dan para pemimpin pemerintah di Thailand mulai mencoba meningkatkan vaksin tersebut yang kemajuannya menjadi pertama kali terjadi di dunia setelah mampu melindungi satu dari tiga orang pasien HIV dalam riset terbesar di Thailand . Tapi ini belum cukup untuk segera dilakukan, jelas para periset.

              Kemunduran riset atas AIDS belakangan ini memicu banyak saintis untuk berpikir tentang vaksin yang akan mendatangkan keberhasilan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan agen PBB UNAIDS mengatakan hasil ini menciptakan harapan baru dalam industri kesehatan meski kemungkinan akan membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum vaksin tersebut dipasarkan.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1779



              25. Kondom Gel Pelindung Wanita Terhadap HIV

              Manado Post, 05 Oktober 2009

              Seksualitas

              Hubungan seks menjadi salah satu sarana penularan virus mematikan HIV yang menyebabkan penyakit AIDS. Sekarang semakin banyak pengidap virus ini, dan tak bisa dielakkan lagi penularannya. Salah satu saran yang selalu dikampanyekan untuk mengurangi penularan virus tersebut adalah para pria selalu harus menggunakan kondom saat berhubungan sebagai perlindungan.

              Kondom yang kita kenal selama ini berbentuk karet dan digunakan oleh kaum pria. Tetapi, saat ini para peneliti di Amerika menurut laporan 'US Scientists' sedang mengembangkan kondom yang berbentuk gel. Kondom ini nantinya bisa melindungi kaum wanita dari penularan virus HIV melalui hubungan seks.

              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1778



              26. Gowongan Lor, Rumah dan Rumah Waria di Yogyakarta

              Kompas.Com, 04 Oktober 2009

              Laporan wartawan KOMPAS Lukas Adi Prasetya

              KOMPAS.com-Mami Vinolia menyadari, kaum waria membutuhkan rumah yang jangan hanya diartikan sebatas rumah fisik, melainkan rumah secara jiwa. Terlepas dari semua kekurangannya, waria adalah manusia biasa yang ingin diterima sebagai bagian dari masyarakat.

              Hampir tiga tahun, Keluarga Besar Waria (Kebaya), sebuah lembaga swadaya masyarakat, menempati bangunan rumah di Kampung Penumping , Gowongan, Jetis, Kota Yogyakarta. Kebaya adalah LSM yang bergerak dalam pemberdayaan waria, dan anggotanya para waria.


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1777



              27. PSK Ingin Hidup Sehat

              Pikiran Rakyat, 04 Oktober 2009

              KARAWANG, (PRLM).-Sedikitnya 36 pekerja seks komersial (PSK) perwakilan dari 19 kota/kabupaten se-Jawa Barat menyelenggarakan Musyawarah Besar Wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kabupaten Karawang. Mereka bersepakat membicarakan masalah penanggulangan HIV- AIDS di Jawa Barat selama dua hari, 2-3 Oktober 2009, terutama terkait dengan jaminan fasilitas kesehatan dari negara.

              Menurut relawan Aliansi Strategis Utara Tengah dan Selatan (Altras), Rudi, pertemuan itu terselenggara karena adanya kesadaran para PSK untuk hidup sehat kendati profesinya rawan terjangkit penyakit seksual menular.
              Mereka menyadari cepatnya penyakit seksual itu menular ke kalangan umum. "Karena itu mengharapkan pemerintah menjamin kemudahan layanan kesehatan," kata Rudi.

              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1776



              28. Mungkinkah?

              Kaltim Post Online, 04 Oktober 2009

              Catatan Sofyan Masykur

              RAMADAN lalu, petinggi Departemen Hukum dan HAM Pusat dan Kaltim dalam acara seremonial di Samarinda menyatakan rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) bebas narkoba dan AIDS. Hal serupa sudah dinyatakan pula oleh Kanwil Hukum dan HAM Kaltim diwakili Rachmad Prio Sutardjo juga Kepala Devisi Pemasyarakatan ketika tampil sebagai salah satu pembicara Seminar Strategi Pola Budaya Bebas Narkoba yang dilaksanakan Badan Litbang Provinsi Kaltim, 18 Agustus lalu di Samarinda.

              Petinggi ASEAN dan Indonesia, kalangan Badan Narkotika Nasional (BNN), maupun Badan Narkotika Provinsi (BNP) khususnya, sepakat bahwa masyarakat ASEAN, Indonesia dan Kaltim sama-sama bebas dari narkoba pada 2015. Jika dihitung mundur, dengan titik star tahun 2010 nanti, maka implementasi pernyataan itu, sudah dapat terlaksana hanya dalam kurun waktu 5 tahun. Mungkinkah itu?


              Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1775



              29. Mukomuko Aman dari HIV/AIDS

              Bengkulu Ekspress, 04 Oktober 2009

              Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mukomuko, Edy Rusdi SH MKes mengungkapkan, kepastian kondisi ini setelah dilakukan pengecekan ke lapangan dan lokasi yang diduga terjakit virus tersebut.
              Tahun 2007 lalu kita sudah melakukan pengecekan seperti di penjara dan tempat yang dicurigai. Hasilnya negatif, tandasnya.

              Edi pun menjelaskan, ciri-ciri seseorang terkena penyakit tersebut terjadinya penurunan daya tahan tubuh. Ini bisa dilihat jika seseorang terkena virus tersebut mudah terkena flu yang lama sembuhnya. Jika sudah stadium lanjut akan rentas mengalami komplikasi berbagai penyakit seperti penyakit diare, insfeksi saluran pernafasan, berat badan terus menurun sehingga penderita tampak kurus kering. Infeksinya bisa melalui hubungan seks, dan pengunaan jarum suntik yang tidak steril, urainya panjang lebar.


              (Message over 64 KB, truncated)

            • Pengelola www.aids-ina.org
              Kumpulan Berita Media Massa HIV-AIDS dan Narkoba Dari Tanggal: 12 October 2009 Sampai Tanggal: 19 October 2009 _____ 1. KELEMBAGAAN: BNP akan Optimalkan
              Message 6 of 8 , Oct 18, 2009
              View Source
              • 0 Attachment

                Kumpulan Berita Media Massa
                HIV-AIDS dan Narkoba
                Dari Tanggal: 12 October 2009 Sampai Tanggal: 19 October 2009


                 

                 

                1. KELEMBAGAAN: BNP akan Optimalkan Jaringan

                Lampung Post, 17 Oktober 2009

                BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sekretariat Badan Narkoba dan Penanggulangan HIV/AIDS (BNP) Provinsi Lampung akan mengintensifkan kerja sama dengan institusi terkait.

                Hal itu menjadi komitmen Kepala BNP Lampung Sugiarto usai acara pisah sambut dengan pejabat lama Ruswandi Hasan, Jumat (16-10), di aula kantor BNP Gedongmeneng, Bandar Lampung.

                Sugiarto mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan audiensi dengan Polda Lampung, yakni dengan Direktur Narkoba dan Direktur Bina Mitra di Polda Lampung.
                "Kami juga akan audiensi dengan instansi terkait dan ke Badan Narkotika Nasional (BNN)," kata dia.

                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1841



                2. Kematian akibat HIV/AIDS di Salatiga terus bertambah

                Solo Pos, 17 Oktober 2009

                Salatiga (Espos)
                Kasus kematian akibat penyakit HIV/AIDS di Kota Salatiga terus bertambah selama beberapa tahun terakhir. Hingga September 2009, jumlah orang yang meninggal dunia setelah mengidap penyakit itu di wilayah setempat mencapai 30 orang.

                Informasi yang dihimpun Espos di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga, Jumat (16/10) menyebutkan, angka itu mengalami penambahan sebanyak empat kasus dari semula hanya berjumlah 26 kasus pada tahun 2008. Kematian terakhir diketahui menimpa seorang penderita AIDS di lingkungan Perumahan Salatiga Permai Kelurahan Blotongan Kecamatan Sidorejo.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1840



                3. Dua Pasien HIV/AIDS Meninggal, Dinkes Bojonegoro Kelabakan

                Berita Jatim, 17 Oktober 2009

                Reporter : Abdul Qohar

                Bojonegoro (beritajatim.com) - Dua warga Bojonegoro yang meninggal karena diduga kuat mengidap penyakit HIV/AIDS membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro kalabakn.

                Bahkan, Kepala Dinkes Bojonegoro dr Hariyono langsung mengimbau kepada masyarakat agar jangan bergonta-ganti pasangan. Sebab, hal tersebut kalau dilakukan bisa cepat menularkan penyakit berbahaya itu.

                "Untuk pencegahannya, kita kembalikan saja kepada aturan agama dan hati masing-masing," kata Hariyono, kepada beritajatim.com, Sabtu (17/10/2009).


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1839



                4. Di Samarinda 37 Orang Tewas

                Kaltim Post Online, 16 Oktober 2009

                SAMARINDA – Samarinda dengan jumlah kasus HIV/AIDS mencapai 338 pada 2009, sejak Desember 2005 hingga Februari 2009, tercatat sudah 37 orang tewas akibat virus yang menyerang kekebalan tubuh ini. Sementara, sudah 1.816 orang mengikuti tes HIV di Klinik Voluntary Counselling Test (VCT) RSUD AW Sjahranie Samarinda, 113 di antaranya positif HIV/AIDS, 42 orang dari Samarinda. Mereka kini menjalani rawat jalan di RSUD AW Sjahranie.

                “Banyak penderita HIV/AIDS yang berobat di klinik VCT kami. Bahkan, kami sudah berhasil membantu kelahiran anak seorang penderita HIV/AIDS lewat operasi caesar,” kata Humas RSUD AW Sjahranie Nurliana, kemarin.

                Maret 2009 lalu ada empat orang yang menjalani perawatan intensif di RSUD AW Sjahranie.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1838



                5. Dua Pasien HIV/AIDS di Bojonegoro Meninggal

                Berita Jatim, 16 Oktober 2009

                Reporter : Abdul Qohar

                Bojonegoro (beritajatim.com) - Sejak dua hari terakhir, dua pasien HIV/AIDS meninggal di ruang isolasi RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Kabupaten Bojonegoro. Pihak RSUD sendiri terkesan menutup-nutupi informasi tersebut dan enggan memberikan data pasien.

                Sejauh ini, informasi yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Jumat (16/10/2009) menyebutkan, kedua jenazah pasien sudah diambil keluarganya dan dimakamkan oleh famili masing-masing.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1837



                6. 4 Anak Balita Terdeteksi HIV/AIDS di Antara Ratusan Pengidap

                Kompas.Com, 16 Oktober 2009

                MOJOKERTO, KOMPAS.com — Sebanyak empat anak berusia di bawah lima tahun (balita) di wilayah Mojokerto diketahui menjadi pengidap HIV/AIDS di antara 160 orang yang diketahui mengidap HIV/AIDS hingga 2009. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Pembinaan Lingkungan (P2L) Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Ida Nurdiyati, Kamis (15/10), menduga, keempat anak balita itu terinfeksi HIV/AIDS dari orangtua mereka.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1836



                7. Festival Film Transexsual Internasional Pertama di Malang

                Malang Post, 15 Oktober 2009

                alur indie sering dipilih untuk memasarkan atau menunjukkan sebuah ide yang berlawanan dengan mainstream pasar. Q Community yang merupakan komunitas kelompok lesbian, gay, bisexual, transgender, intersexed, questioning (LGBTIQ) mencoba merintis jalur serupa untuk menyuarakan karya sineas tentang mereka. Sebuah pengalaman baru bagi dunia sineas Malang .

                Malang Meeting Point (Mamipo), di Jalan Kediri 4 Malang , Jumat (17/10) terlihat penuh dengan motor. Halaman samping yang merupakan kedai kopi di tutup backdrop hitam untuk memberikan kenyamanan lebih bagi penonton ketika film di layar besar di putar pada siang hari.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1835



                8. Penderita AIDS dari PPU Tewas

                Kaltim Post Online, 15 Oktober 2009

                BALIKPAPAN menempati urutan kedua jumlah kasus human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immuno deficiency syndrome (AIDS) di Kaltim, setelah Samarinda, dengan jumlah penderita 262 orang. Sebanyak 32 penderita HIV/AIDS di antaranya melakukan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Kanudjoso (RSKD). Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Pelayanan Penderita HIV/AIDS RSKD dr Edy Iskandar SPD, kemarin.

                “Untuk pasien rawat inap tidak ada untuk minggu ini. Pekan lalu, ada dua penderita, satunya sudah membaik dan diperbolehkan rawat jalan, sedangkan satu lagi meninggal dunia akibat adanya infeksi,” tutur Edy.

                Penderita AIDS yang meninggal itu merupakan warga Penajam Paser Utara (PPU).
                Virus yang dideritanya itu terlambat terdeteksi dan sudah cukup parah. “Dia sempat dirawat inap selama 10 hari, tapi tak bisa ditolong lagi,” ungkapnya.

                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1834



                9. Sekitar 30 Persen Pengidap HIV/AIDS di Jember Bekas Buruh Migran

                Tempo Interaktif, 15 Oktober 2009

                TEMPO Interaktif, Jember - Sekitar 30 persen dari 227 pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Jember, Jawa Timur, adalah bekas tenaga kerja yang bekerja di luar negeri.

                Menurut Kepala Klinik Voluntary Consulting Test (VCT) Rumah Sakit Umum Daerah dr Soebandi Jember, dr Justina Evi Tyaswati Sp.Kj, kepada TEMPO, Kamis (15/10) siang, mereka datang dan memeriksakan diri dalam kondisi stadium III hingga stadium IV. "Malah ada yang mengaku sempat dideportasi dari Malaysia , terus kembali lagi ke Hongkong, kemudian sakit dan pulang," kata dia.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1833



                10. Lelaki kemayu yang berjuang melawan AIDS

                Duta Masyarakat, 15 Oktober 2009

                ARIF RAHMAN HAKIM

                Seorang pria kemayu buri-buru jatuh terjulai begitu tiba di pelataran rumah sakit di Kota Mojokerto. Belakangan dia diketahui bernama AT, lelaki transeksual, asal Prajurit Kulon, yang kemudian dinyatakan positif mengidap serangan HIV/AIDS.

                Peristiwa jelas mengindikasikan populasi serangan HIV/AIDS di Kota Mojokerto, dari tahun ke tahun cenderung bertambah luas dan mengganas. Hal ini dibuktikan dengan kedatangan seorang pasien yang dinyatakan positif mengidap virus mematikan itu di RSUD dr wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1832



                11. Pasien Penderita AIDS Tewas

                Harian Global, 14 Oktober 2009

                Written by Hotma

                Setelah dirawat lebih dari tiga minggu seorang pasien penderita AIDS, Senin (13/10) sekitar pukul 07.30 WIB, meninggal dunia. Ia dirawat di ruang 21 Rumah Sakit Umur Dr Pirngadi Medan .

                SPS (35), warga Menteng II Medan, sebelumnya telah positif AIDS, ini ditandai adanya penyakit penyertaan, seperti batuk, pilek dan laiinya, sehingga mengakibatkan daya tubuhnya menjadi lemah dan akhirnya meninggal dunia.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1831



                12. Penderita HIV/AIDS di Banten Meningkat

                Warta Kota, 14 Oktober 2009

                Banten, Warta Kota

                Jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Banten dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan sejak dini dengan melibatkan semua pihak.

                "Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus melibatkan semua pihak termasuk pemerintah daerah, aparat, tokoh agama, pers, dan organisasi kemasyarakatan," kata Tim Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Banten Husnul Amri saat membuka rapat koordinasi (Rakor) HIV/AIDS Kabupaten Lebak di Rangksabitung, Rabu.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1830



                13. 11 Warga Kampar Positif HIV/AIDS

                Tribun Pekanbaru, 14 Oktober 2009

                BANGKINANG, TRIBUN -Sebanyak 11 warga Kabupaten Kampar positif mengidap penyakit HIV/AIDS. Para penderita berdomisili di Kecamatan Tapung dan Kecamatan Siak Hulu.

                Data ini diungkapkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kampar, saat Pembekalan Pencegahan dan Penanggulangan AIDS bagi para muballigh, da'i, pengurus MUI, dan KUA se-Kabupaten Kampar di Aula Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Cabang Kuok, Rabu (14/10).


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1829



                14. Jumlah Penderita HIV/AIDS Terus Meningkat

                Media Indonesia, 14 Oktober 2009

                LEBAK--MI: Jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Banten dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan sejak dini dengan melibatkan semua pihak.

                "Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus melibatkan semua pihak termasuk pemerintah daerah, aparat, tokoh agama, pers, dan organisasi kemasyarakatan," kata Tim Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Banten Husnul Amri saat membuka rapat koordinasi (Rakor) HIV/AIDS Kabupaten Lebak di Rangksabitung, Rabu (14/10).

                Husnul mengatakan penyebaran HIV/AIDS di Banten menjadi ancaman serius, setelah satu keluarga meninggal dunia akibat penyakit tersebut. "Penyebaran HIV/AIDS di Banten sangat mengkhawatirkan," katanya.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1828



                15. Penyebaran Virus HIV/AIDS di Banten Sudah ke Pedesaan

                MetorNews.Com, 12 Oktober 2009

                Metrotvnews.com, Lebak: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, melalui Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPPKBMPD) setempat, membentuk tim relawan HIV/AIDS. "Tim relawan ini nantinya akan menyosialisasikan bahaya penyakit HIV/AIDS, hingga ke pelosok-pelosok desa terpencil," kata Sekretaris BPPKBMPD Kabupaten Lebak Aan Sopandi, di Rangkasbitung, Senin (12/10).

                Ia mengatakan, saat ini penyebaran virus HIV/AIDS cukup mengkhawatirkan. Setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Bahkan, penyebaran virus HIV/AIDS di Banten sejak tahun 2003 lalu mencapai 1.450 jiwa. Puluhan orang di antaranya meninggal dunia. Ironisnya, kata dia, penderita HIV/AIDS bukan hanya warga perkotaan saja, melainkan saat ini orang-orang desa pun menjadi korban.
                "Sebagian besar penderita itu berusia produktif," katanya.

                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1827



                16. Mantan TKI Tertular HIV AIDS

                Surya Online, 13 Okotber 2009

                Selasa, 13 Oktober 2009 | 7:55 WIB | Posts by: jps | Kategori: Berita Terkini, Tapal Kuda

                Jember - Surya- Sebagian mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Kabupaten Jember, positif terjangkit virus HIV AIDS. Data yang dihimpun Surya di klinik Voluntary Councelling and Testing (VCT) RSUD dr Soebandi Jember, sejak Desember 2006 hingga awal Oktober 2009 ini tercatat 227 penderita HIV AIDS yang dirawat di klinik tersebut.

                “Dari jumlah tersebut sekitar 30 persen adalah mantan TKI,” ujar Koordinator Konselor Klinik CVT RSUD dr Soebandi, dr Justina Evy Tyaswati, Senin (12/10).

                Ia menjelaskan, sebagian besar mereka tertular saat bekerja menjadi TKI di luar negeri, dan kemudian pulang ke Indonesia sudah terinfeksi dan positif HIV/AIDS. Ketika telah di tanah air, mereka memeriksakan diri dengan keluhan sakit yang tidak kunjung sembuh.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1826



                17. 28 Bayi Kurang Gizi Menginap di RSUD Jember

                Berita Jatim, 13 Oktober 2009

                Reporter : Oryza A. Wirawan

                Jember (beritajatim.com) - Sejak Januari hingga medio Oktober tahun ini, sebanyak 28 orang bayi dirawat di RSUD dr. Soebandi Jember, karena mengalami gizi buruk. Anggaran daerah perlu ditambah, untuk membiayai ujung tombak pelayanan kesehatan.

                Bayi-bayi penderita gizi buruk itu berasal dari keluarga miskin. Selain berat badan mereka jauh dari ideal, mereka juga mengidap penyakit lain seperti TBC, bahkan HIV/AIDS. RSUD dr. Soebandi telah memberikan pelayanan dan perawatan gratis untuk pasien miskin ini.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1825



                18. Alim Ulama Serahkan Penanganan ke Pemerintah Daerah

                Detik.Com, 13 Oktober 2009

                Prostitusi Terselubung di Kota Tahu

                Samsul Hadi - detikSurabaya

                Kediri - Maraknya keberadaan layanan seks terselubung di Kota Kediri , mengundang keprihatinan kalangan ulama. Mereka mengaku sudah melaksanakan tugas sesuai porsinya, dan menyerahkan penanganan akhir ke pemerintah daerah.

                Hal tersebut diantaranya disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Amin KH Anwar Iskandar atau akrab disapa Gus War. Kalangan kiai diakuinya sudah mendapatkan informasi terkait keberadaan layanan seks terselubung tersebut dan mengaku sangat prihatin.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1824



                19. Bayi Gizi Buruk Terserang HIV/AIDS

                Tempo Interaktif, 13 Oktober 2009

                TEMPO Interaktif, Jember - Seorang bayi yang menderita gizi buruk dinyatakan terserang virus HIV/AIDS setelah menjalani pemeriksaan di Klinik VCT RSUD dr Subandi, Jember.

                Menurut Kepala Klinik VCT RSUD dr Subandi, dr Justina Evi Tyaswati Sp.Kj, sebelumnya selama sepekan bayi itu dirawat karena menderita gizi buruk jenis kwaskioskor atau kekurangan protein dan penyakit tubercholuses (TBC).


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1823



                20. Hampir Seluruh Subang Masuk Wilayah Penularan HIV/AIDS

                Tempo Interaktif, 13 Oktober 2009

                TEMPO Interaktif, Subang - Persebaran HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, sudah sangat memprihatinkan. “Dari 30 wilayah kecamatan yang ada, 28 di antaranya sudah masuk wilayah penularan,” kata Suwata, Koordinator Penanganan dan Pencegahan HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Selasa (13/10).

                Sedangkan yang masuk dalam kategori wilayah zona merah semuanya berada di wilayah Pantai Utara. “Dari 10 kecamatan, enam di antaranya sudah masuk zona merah,” tutur Suwata. Keenam kecamatan tersebut adalah Kecamtan Patokbeusi (paling parah), Binong, Pusakangara, Tambak Dahan, Pamanukan, dan Purwadadi.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1822



                21. Duh, 96 Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Temanggung

                Kompas.Com, 13 Oktober 2009

                TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 96 kasus HIV/AIDS ditemukan di wilayah Kabupaten Temanggung, Jateng, hingga awal Oktober 2009.

                Ketua I Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Temanggung Agus Winarno di Temanggung, Selasa, mengatakan pada periode Agustus-September 2009 terjadi penambahan tiga kasus. Dari 96 kasus HIV/AIDS tersebut 36 penderita di antaranya meninggal dunia.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1821



                22. Interaksi dengan Penderita AIDS Aman

                Suara Pembaharuan, 12 Oktober 2009

                [ SURABAYA ] Wali Kota Surabaya, Bambang DH berharap, kampanye tentang HIV/AIDS dapat mengubah persepsi masyarakat mengenai penyakit ini. Mereka tidak berbahaya, karena itu warga normal bisa tetap berinteraksi dengan penderita HIV, dalam batas tertentu.

                Hal tersebut dikemukakan Bambang DH, seusai melakukan tur menyusuri lorong kehidupan penderita HIV/AIDS, yang diselenggarakan World Vision Indonesia, di Surabaya, Jumat (9/10). Ekshibisi interaktif tentang penyakit tersebut, One Life Evolution (OLE) dilaksanakan sampai Minggu 11 Oktober di Tunjungan Plaza Surabaya 1 lantai 6.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1820



                23. Duh Gusti... Bayi Yatim Piatu Bergizi Buruk kena AIDS

                Berita Jatim, 12 Oktober 2009

                Reporter : Oryza A. Wirawan

                Jember (beritajatim.com) - RSUD dr. Soebandi Jember merawat dua orang balita bergizi buruk. Salah satu balita diketahui yatim piatu dan menderita penyakit menurunnya kekebalan tubuh alias HIV/AIDS.

                Sebut saja bayi yang mengidap AIDS itu bernama Elvi, 19 bulan. Ia berasal dari Kecamatan Bangsalsari, dan mengidap gizi buruk marasmik. Selain itu, ia juga terkena TBC dan terdapat jamur (stomatritis) di mulutnya.
                Berat badannya hanya 4,5 kilogram, dari seharusnya 11 kilogram.

                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1819



                24. Subang Rawan HIV/AIDS

                Koran SINDO, 12 Oktober 2009

                SUBANG (SI) – Penyebaran virus HIV/AIDS di Kabupaten Subang, Jabar, mengkhawatirkan. Sebanyak 28 dari 30 kecamatan di Kabupaten Subang sudah teriden-tifikasi virus mematikan tersebut.Koordinator Program Penanganan dan Pencegahan IMS HIV/AIDS Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang, Suwata mengakui evolusi penyebaran virus HIV/ AIDS satu tahun terakhir ini memang cukup besar.

                Di antara 282 kasus pada 2008, meningkat menjadi 326 kasus pada 2009. Penyebab penyebaran paling banyak berasal dari kawasan pantai utara (Pantura),Subang,melalui pekerja seks komersial (PSK).Menurut dia, enam dari 10 kecamatan yang berada di sepanjang daerah pesisir tersebut jadi tempat transaksi seks komersial.“Terutama di Kecamatan Patokbeusi. Kawasan tersebut dinyatakan sangat merah atau parah HIV/AIDS. Di setiap rumah, hampir ada PSK sehingga berisiko tinggi penularan,”ungkapnya.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1818



                25. 15 percent miss follow-up treatment for HIV/AIDS

                the Jakarta Post Online, 12 Oktober 2009

                Luthfiana Mahmudah, THE JAKARTA POST , JEMBER | Mon, 10/12/2009 1:28 PM | The Archipelago

                At least 15 percent of people living with HIV/AIDS in Jember regency have missed follow-up treatment for various reasons, an official at the VCT Clinic of the RSUD Dr. Soebandi hospital said.

                Clinic head Justina Evy Tyaswaty said the majority of patients abandoning the treatment were people with high mobility such as sex workers and public transportation drivers.

                "Other factors include the fact that many of the patients are from outside Jember," she said.

                She said 65 out of the clinic's 227 HIV/AIDS patients were from outside Jember.


                Selengkapnya: http://www.aids-ina.org/modules.php?name=&file=article&sid=1817


                 

                 -----------------------------------------------

                Pengelola aids-ina.org

                A better way in strengthening strategic information to guide a more effective

                Dukung dan kunjungi terus www.aids-ina.org

                 

              Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.