Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: manajemen standar pemeliharaan broiler

Expand Messages
  • Helmi S
    ... System postal, bukan panggung, dengan menggunakan litter dari sekam. dinding terbuat dari kawat dan bilah bambu, tinggi 2 m, 1m bag bawah pake kawat, 1 m
    Message 1 of 6 , Jun 3, 2009
    View Source
    • 0 Attachment
      --- In peternak-indonesia@yahoogroups.com, m rusman <rusman1608@...> wrote:
      >
      > Bang Helmy,
      >
      > Kandang saya luasnya 220m2, saya isi dengan kapasitas 4000ekor DOC. System postal, bukan panggung, dengan menggunakan litter dari sekam. dinding terbuat dari kawat dan bilah bambu, tinggi 2 m, 1m bag bawah pake kawat, 1 m bag atas pake bilah bambu. <<< oke

      > Selama 14hari dinding seluruhnya pake terpal plastik ditutup.<<<< tidak boleh asal tutup, ayam butuh fresh air, ini menyebabkan konversi pakan jelek, stress karena ayam kepanasan saat siang hari, jika panas cukup atau terlalu tinggi, sebaiknya tirai dibagian atas dibuka terutama siang hari saat kondisi trlalu panas.

      > Bibit saya nggak tahu ini jenisnya apa, kata yg jualnya sih jenis polos (bukan super) dengan harga Rp. 2500/ekor. <<<< bibit  kemungkinan bibit afkir dengan kualitas ayam yang paling rendah, biasanya konversi pakan jelek, ayam mudah terserang penyakit, lambat tumbuh. standar harga bibit bagus saat ini kisarannya diatas  rp 3000, atau rata2 RP 4000 per ekor

       saya beli nggak ke pabrik/distributor, soalnya nggak tahu chanelnya, saya beli melalui perantara.<<< tidak boleh beli lewat perantara, yang tanpa perantara aja masih bisa ditipu.


      > Saat DOC chick in sampai 14 hari, menggunakan pemanas dari kayu bakar dengan pake drum bekas,<<< pemanas kayu bakar pake drum biasanya menyita oksigen yang cukup banyak di dalam ruangan kandang, jadi ayam bisa kekurangan oksigen karena oksigen sebagian besar digunakan oleh kayu bakar, dan kadar karbondioksida/CO2 juga kadar asap poltan yang tinggi memperburuk kondisi paru2 dan pertumbuhan ayam, jadinya saat dewasa ayam rentan sekali terkena penyakit ngorok


      plus lampu pijar listrik 100 watt
      .<< ok

      > Ayam mati kebanyakan telungkup, <<< mati sakit/lemah.
       untuk kondisi detailnya kayaknya istri saya yang lebih tahu, karena sehari2 istri yang ngontrol. Yang sekarang sering dikeluhkan oleh istri/penjaga kandang, sering nemuin ayam yang ngorok dan bersin-bersin katanya, terus oleh PS dianjurkan untuk pake Theraphy + Collyback, untuk mengatasi ngorok2/bersin itu.
      > Untuk air, air minum menggunakan mata air, bukan air bor/sumur, tapi menyalurkan dari sumber mata air denga selang sejauh 100m. <<< air harus dicek ke lab apakah memiliki kadar bakteri tinggi atau tidak, jika kadar bakterinya tinggi, WAJIB di sterilkan atau di klorinasi/chlorination atau diberi kaporit. Jika kadar bakterinya rendah tidak wajib tapi dianjurkan.

      Pakan sejak chick in sampai sekarang menggunakan BR 11, pabrikan charoen pokhand.
      > Kemarin sih treatmentnya, hari pertama pas chick in dikasih air gula jawa + jahe, hari ke-5
      vaksin ND1,  <<< ayam yang lemah/demam/sakit jika diberi vaksin bisa memudahkan ayam terserang ngorok, karena luka yang gak sembuh disaluran pernafasan(ayam sakit JANGAN divaksin)

      setelah itu gantian dikasih Vitachick+promix (herbal), ketika ada gejala ngorok+bersin2 itu setiap hari pake Theraphy+Collyback, sekarang sudah di stop, balik lagi ke Promix.
      > Kandang saya letaknya jauh dari rumah penduduk, di kebun bambu, dekat sungai, disitu ada 3 kandang,  kandang saya, kandang ibu saya, dan kandang orang lain. jaraknya lumayan jauh tiap kandang, sekitar 7-10m. <<< untuk jarak sependek itu sebaiknya di isi bersamaan,  atau maksimal beda 1 minggu, kandang yang paling telat diisi paling dirugikan. jika ayam besar sakit , kandang yang ayamnya telat di isi ikut sakit,  dan ayam yang lebih besar tentunnya jarak ke hari panen lebih dekat, artinya jika penyakitnya nempel sampai panen, ayam besar lebihpendek waktu sakitnya  dibanding jarak panen dari ayam kecil sampai ke usaia panen...

      jadi kemungkinan kegagalan/ kematian tinggi dan ngorok dikandang bapak dikarenakan:
      -bibit jelek
      -salah vaksin
      -kontrol udara(polusi juga bau kandang) dan kontrol suhu yg salah
      -air ( <<< kemungkinan kecil )

      Udara bersih sangat dibutuhkan ayam. Ibarat motor atau mobil, jika  mesin di hidupkan, karburator disumbat atau diberi asap, tenaga mesin akan jauh berkurang meski aliran bensin sama. sama seperti ayam, pakan tidak akan dikelola sempurna oleh tubuh jika oksigen kurang/tercemar racun.
      untuk pengobatan, sebauiknya treatment pengobatan di berikan sampai ayam betul2 sembuh

      bersambung...

      >
      > Demikian Bang.
      >
      > Maman
      >
      >
      >
      >
      >
      > --- On Sun, 5/31/09, Helmi S banghelmi@... wrote:
      >
      > From: Helmi S banghelmi@...
      > Subject: [peternak-indonesia] Re: manajemen standar pemeliharaan broiler
      > To: peternak-indonesia@yahoogroups.com
      > Date: Sunday, May 31, 2009, 10:42 PM
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      > Rata2 manajemen memang masih me-reka2 seperti yang terjadi di kandang bapak, seharusnya dipelajari berdasarkan pengalaman, untuk kematian sampai 10% lebih usia 18 hari artinya ada masalah besar, kemungkinan satu atau beberapa masalah bertumpuk..
      >
      >
      >
      > ini beberapa dasar yang harus di teliti kualitasnya
      >
      >
      >
      > 1. bibit
      >
      > 2. udara(dan suhu)
      >
      > 3. air
      >
      > 4. pakan
      >
      > 5. sanitasi
      >
      >
      >
      > Kegagalan dari system manajemen bisa diketahui jika dilihat secara langsung oleh tim ahli atau bisa juga dibeberkan grafik kematian hariannya dari awal dan kondisi kematiannya. ada perbedaan cara mati yang bisa dipelajari, misal jika karena bibit yang jelek, kematian dari hari pertama besar, lalu turun sedikit2 setiap hari berikutnya.
      >
      >
      >
      > Berdasarkan kebiasan ada beberapa kemungknan yang banyak/sering terjadi dikandang baru untuk kematian tinggi, antara lain:
      >
      >
      >
      > - gagal manajemen pemanas pada pagi dini hari terutama 4 hari pertama
      >
      > - kondisi air minum yang jelek yang banyak mengandung bakteri E. collie.
      >
      > - Stress bau
      >
      > - Stress suara
      >
      > - Salah manajemen pemberian pakan
      >
      > - Bibit jelek
      >
      >
      >
      > Jika ayam nya banyak yang meti telungkup/tengkurap artinya biasanya mati karena penyakit
      >
      > jika banyak yang mati terlentang biasanya mati karena stress, bisa karena kurang udara bersih, kepanasan, berdesakan dll..
      >
      >
      >
      > Sebelumnya silahkan digambarkan kondisi kandangnya, cara manajemen anak kandang, dan kondisi ayam yg matinya dulu, lalu kita analisa lebih lanjut permasalahan bapak..
      >
      >
      >
      > --- In peternak-indonesia@ yahoogroups. com, m rusman <rusman1608@ ...> wrote:
      >
      > >
      >
      > > Dear milliser,
      >
      > >
      >
      > >
      >
      > > Kepada bapak/ibu yang khususnya berkecimpung di perbroileran, saya minta tolong untuk share mengenai manajemen pemeliharaan yang standar untuk broiler, dari sejak Chick in sampai panen, kapan harus vaksin, vaksin jenis apa, kapan diberi vitamin, kalau ada yang pake herbal, penggunaan herbal ini digunakan berbarengan dengan vaksin/vitamin/ obat atau bagaimana? pokoknyasemacam schedule harian gitu deh untuk di kandang.
      >
      > > Soalnya saya kan ikutin apa kata ibu saya, ibu saya juga apa kata orang, jadi yang standarnya seperti apa sebenarnya masih mereka-reka.
      >
      > > Jadi, ini juga dalam rangka meminimalisir mortalitas DOC, karena DOC saya yang udah 18hari kematiannya sudah mencapai 10%.
      >
      > >
      >
      > > Ditunggu Pak / Bu ilmu dan sharingnya.
      >
      > >
      >
      > > Thanks & rgrds,
      >
      > >
      >
      > > Maman
      >
      > >
      >
    • m rusman
      thanks bang ulasannya. masih bingung dengan vaksinasi, dari ulasan dibawah apa salah vaksinasi maksudnya salah jenis vaksinnya atau yang salah apanya bang?
      Message 2 of 6 , Jun 3, 2009
      View Source
      • 0 Attachment
        thanks bang ulasannya.

        masih bingung dengan vaksinasi, dari ulasan dibawah apa salah vaksinasi maksudnya salah jenis vaksinnya atau yang salah apanya bang? atau vaksin itu sebenarnya nggak perlu?

        oh ya kalau bisa saya dikasih schedule harian sejak chick in sampai panen yang standard untuk produksi period berikutnya.

        Thx a lot.

        MR



        --- On Wed, 6/3/09, Helmi S <banghelmi@...> wrote:

        From: Helmi S <banghelmi@...>
        Subject: [peternak-indonesia] Re: manajemen standar pemeliharaan broiler
        To: peternak-indonesia@yahoogroups.com
        Date: Wednesday, June 3, 2009, 1:50 PM


        --- In peternak-indonesia@ yahoogroups. com, m rusman <rusman1608@. ..> wrote:
        >
        > Bang Helmy,
        >
        > Kandang saya luasnya 220m2, saya isi dengan kapasitas 4000ekor DOC. System postal, bukan panggung, dengan menggunakan litter dari sekam. dinding terbuat dari kawat dan bilah bambu, tinggi 2 m, 1m bag bawah pake kawat, 1 m bag atas pake bilah bambu. <<< oke

        > Selama 14hari dinding seluruhnya pake terpal plastik ditutup.<<<< tidak boleh asal tutup, ayam butuh fresh air, ini menyebabkan konversi pakan jelek, stress karena ayam kepanasan saat siang hari, jika panas cukup atau terlalu tinggi, sebaiknya tirai dibagian atas dibuka terutama siang hari saat kondisi trlalu panas.

        > Bibit saya nggak tahu ini jenisnya apa, kata yg jualnya sih jenis polos (bukan super) dengan harga Rp. 2500/ekor. <<<< bibit  kemungkinan bibit afkir dengan kualitas ayam yang paling rendah, biasanya konversi pakan jelek, ayam mudah terserang penyakit, lambat tumbuh. standar harga bibit bagus saat ini kisarannya diatas  rp 3000, atau rata2 RP 4000 per ekor

         saya beli nggak ke pabrik/distributor, soalnya nggak tahu chanelnya, saya beli melalui perantara.<<< tidak boleh beli lewat perantara, yang tanpa perantara aja masih bisa ditipu.


        > Saat DOC chick in sampai 14 hari, menggunakan pemanas dari kayu bakar dengan pake drum bekas,<<< pemanas kayu bakar pake drum biasanya menyita oksigen yang cukup banyak di dalam ruangan kandang, jadi ayam bisa kekurangan oksigen karena oksigen sebagian besar digunakan oleh kayu bakar, dan kadar karbondioksida/ CO2 juga kadar asap poltan yang tinggi memperburuk kondisi paru2 dan pertumbuhan ayam, jadinya saat dewasa ayam rentan sekali terkena penyakit ngorok


        plus lampu pijar listrik 100 watt
        .<< ok

        > Ayam mati kebanyakan telungkup, <<< mati sakit/lemah.
         untuk kondisi detailnya kayaknya istri saya yang lebih tahu, karena sehari2 istri yang ngontrol. Yang sekarang sering dikeluhkan oleh istri/penjaga kandang, sering nemuin ayam yang ngorok dan bersin-bersin katanya, terus oleh PS dianjurkan untuk pake Theraphy + Collyback, untuk mengatasi ngorok2/bersin itu.
        > Untuk air, air minum menggunakan mata air, bukan air bor/sumur, tapi menyalurkan dari sumber mata air denga selang sejauh 100m. <<< air harus dicek ke lab apakah memiliki kadar bakteri tinggi atau tidak, jika kadar bakterinya tinggi, WAJIB di sterilkan atau di klorinasi/chlorinat ion atau diberi kaporit. Jika kadar bakterinya rendah tidak wajib tapi dianjurkan.

        Pakan sejak chick in sampai sekarang menggunakan BR 11, pabrikan charoen pokhand.
        > Kemarin sih treatmentnya, hari pertama pas chick in dikasih air gula jawa + jahe, hari ke-5
        vaksin ND1,  <<< ayam yang lemah/demam/ sakit jika diberi vaksin bisa memudahkan ayam terserang ngorok, karena luka yang gak sembuh disaluran pernafasan(ayam sakit JANGAN divaksin)

        setelah itu gantian dikasih Vitachick+promix (herbal), ketika ada gejala ngorok+bersin2 itu setiap hari pake Theraphy+Collyback, sekarang sudah di stop, balik lagi ke Promix.
        > Kandang saya letaknya jauh dari rumah penduduk, di kebun bambu, dekat sungai, disitu ada 3 kandang,  kandang saya, kandang ibu saya, dan kandang orang lain. jaraknya lumayan jauh tiap kandang, sekitar 7-10m. <<< untuk jarak sependek itu sebaiknya di isi bersamaan,  atau maksimal beda 1 minggu, kandang yang paling telat diisi paling dirugikan. jika ayam besar sakit , kandang yang ayamnya telat di isi ikut sakit,  dan ayam yang lebih besar tentunnya jarak ke hari panen lebih dekat, artinya jika penyakitnya nempel sampai panen, ayam besar lebihpendek waktu sakitnya  dibanding jarak panen dari ayam kecil sampai ke usaia panen...

        jadi kemungkinan kegagalan/ kematian tinggi dan ngorok dikandang bapak dikarenakan:
        -bibit jelek
        -salah vaksin
        -kontrol udara(polusi juga bau kandang) dan kontrol suhu yg salah
        -air ( <<< kemungkinan kecil )

        Udara bersih sangat dibutuhkan ayam. Ibarat motor atau mobil, jika  mesin di hidupkan, karburator disumbat atau diberi asap, tenaga mesin akan jauh berkurang meski aliran bensin sama. sama seperti ayam, pakan tidak akan dikelola sempurna oleh tubuh jika oksigen kurang/tercemar racun.
        untuk pengobatan, sebauiknya treatment pengobatan di berikan sampai ayam betul2 sembuh

        bersambung.. .

        >
        > Demikian Bang.
        >
        > Maman
        >
        >
        >
        >
        >
        > --- On Sun, 5/31/09, Helmi S banghelmi@.. . wrote:
        >
        > From: Helmi S banghelmi@.. .
        > Subject: [peternak-indonesia ] Re: manajemen standar pemeliharaan broiler
        > To: peternak-indonesia@ yahoogroups. com
        > Date: Sunday, May 31, 2009, 10:42 PM
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        > Rata2 manajemen memang masih me-reka2 seperti yang terjadi di kandang bapak, seharusnya dipelajari berdasarkan pengalaman, untuk kematian sampai 10% lebih usia 18 hari artinya ada masalah besar, kemungkinan satu atau beberapa masalah bertumpuk..
        >
        >
        >
        > ini beberapa dasar yang harus di teliti kualitasnya
        >
        >
        >
        > 1. bibit
        >
        > 2. udara(dan suhu)
        >
        > 3. air
        >
        > 4. pakan
        >
        > 5. sanitasi
        >
        >
        >
        > Kegagalan dari system manajemen bisa diketahui jika dilihat secara langsung oleh tim ahli atau bisa juga dibeberkan grafik kematian hariannya dari awal dan kondisi kematiannya. ada perbedaan cara mati yang bisa dipelajari, misal jika karena bibit yang jelek, kematian dari hari pertama besar, lalu turun sedikit2 setiap hari berikutnya.
        >
        >
        >
        > Berdasarkan kebiasan ada beberapa kemungknan yang banyak/sering terjadi dikandang baru untuk kematian tinggi, antara lain:
        >
        >
        >
        > - gagal manajemen pemanas pada pagi dini hari terutama 4 hari pertama
        >
        > - kondisi air minum yang jelek yang banyak mengandung bakteri E. collie.
        >
        > - Stress bau
        >
        > - Stress suara
        >
        > - Salah manajemen pemberian pakan
        >
        > - Bibit jelek
        >
        >
        >
        > Jika ayam nya banyak yang meti telungkup/tengkurap artinya biasanya mati karena penyakit
        >
        > jika banyak yang mati terlentang biasanya mati karena stress, bisa karena kurang udara bersih, kepanasan, berdesakan dll..
        >
        >
        >
        > Sebelumnya silahkan digambarkan kondisi kandangnya, cara manajemen anak kandang, dan kondisi ayam yg matinya dulu, lalu kita analisa lebih lanjut permasalahan bapak..
        >
        >
        >
        > --- In peternak-indonesia@ yahoogroups. com, m rusman <rusman1608@ ...> wrote:
        >
        > >
        >
        > > Dear milliser,
        >
        > >
        >
        > >
        >
        > > Kepada bapak/ibu yang khususnya berkecimpung di perbroileran, saya minta tolong untuk share mengenai manajemen pemeliharaan yang standar untuk broiler, dari sejak Chick in sampai panen, kapan harus vaksin, vaksin jenis apa, kapan diberi vitamin, kalau ada yang pake herbal, penggunaan herbal ini digunakan berbarengan dengan vaksin/vitamin/ obat atau bagaimana? pokoknyasemacam schedule harian gitu deh untuk di kandang.
        >
        > > Soalnya saya kan ikutin apa kata ibu saya, ibu saya juga apa kata orang, jadi yang standarnya seperti apa sebenarnya masih mereka-reka.
        >
        > > Jadi, ini juga dalam rangka meminimalisir mortalitas DOC, karena DOC saya yang udah 18hari kematiannya sudah mencapai 10%.
        >
        > >
        >
        > > Ditunggu Pak / Bu ilmu dan sharingnya.
        >
        > >
        >
        > > Thanks & rgrds,
        >
        > >
        >
        > > Maman
        >
        > >
        >


      • Helmi S
        ... vaksin hanya di anjurkan di daerah yang beresiko tinggi terjangkit virus. misal jika di daerah tersebut sering terjangkit virus AI( flu burung ) di
        Message 3 of 6 , Jun 15, 2009
        View Source
        • 0 Attachment
          --- In peternak-indonesia@yahoogroups.com, m rusman <rusman1608@...> wrote:
          >
          > thanks bang ulasannya.
          >
          > masih bingung dengan vaksinasi, dari ulasan dibawah apa salah vaksinasi maksudnya salah jenis vaksinnya atau yang salah apanya bang? atau vaksin itu sebenarnya nggak perlu?
          vaksin hanya di anjurkan di daerah yang beresiko tinggi terjangkit virus. misal jika di daerah tersebut sering terjangkit virus AI( flu burung ) di anjurkan untuk di vaksin flu burung. begitu juga ND atau gumboro.

          syarat vaksin adalah kondisi ayamm hars sehat saat divaksin, jika kondisi ayam sebagian sakit, maka vaksin yang diberikan akan memperburuk keadaan seluruh ayam.


          >
          > oh ya kalau bisa saya dikasih schedule harian sejak chick in sampai panen yang standard untuk produksi period berikutnya.
          >

          schedule harian cukup relatif tergantung kondisi kandang dan daerah masing masing..

          untuk awal sebaiknya memperhatikan kestabilan suhu dan ALIRAN UDARA dari luar kandang agar sesering mungkin masuk kedalam kandang, usahakan agar suhu siang tidak terlalu panas dan suhu subuh tidak dingi saat broding, di sebagian kandang saat awal broding saya sering kali sudah buka tirai dari pagi hari dan tidak menggunakan pemanas, karena suhunya sudah cukup 32 derajat didalam kandang.

          Untuk pengobatan adalah hal relatif karena tidak ada petunjuk pasti yang paling baik untuk treatment dan pengobatan, dan keberhasilan ayam lebih ditentukan oleh manajemen SUHU, ALIRAN UDARA, AIR, dan PAKAN.


          > Thx a lot.
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.