Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Musik untuk minum teh Re: [pecinta_teh]

Expand Messages
  • laresolo
    Beberapa waktu yang lalu, ketika ikut gongfu cha di Siang Ming Tea house, ada sesuatu yang terasa aneh yang saya rasakan. Siang ming, dengan dekorasi koleksi
    Message 1 of 4 , Jul 1, 2007
    • 0 Attachment
      Beberapa waktu yang lalu, ketika ikut gongfu cha di Siang Ming Tea
      house, ada sesuatu yang terasa aneh yang saya rasakan. Siang ming,
      dengan dekorasi koleksi teko china, dan acaranya adalah ritual minum
      teh ala china, tetapi musik yang diperdengarkan saat itu adalah
      Bosanova. He..he..he... sah-sah sebenarnya, tetapi kalau ingin
      menghayati benar ritual tersebut semestinya diputarkan musik classic
      instrumental china atau paling gak Teresa Teng lah ... ;-)

      Belum lama ini, saya download beberapa lagu yang katanya didekasikan
      untuk teh dari seorang teman MP (Sayangnya ketika saya tengok kembali
      tampaknya sudah dihapus). Lagu-lagunya mirip lagu music word. Ada
      beberapa lagu yang saya sukai, dan saya interprestasikan dengan
      beberapa teh.

      Satu lagu yang paling saya sukai adalah lagu dari Pakistan. Judulnya
      Hangama Hai Kyon Barpa. Musicnya di dominasi Sitar dan Kendang,
      sehingga kesannya India banget. Wah, kalau sampai ketahuan oleh orang
      Indonesia, pasti sebentar juga akan meledak dalam versi dangdutnya....
      ;-) Bayangan saya semestinya musik ini dinikmati sambil minum
      Darjeeling atau Ceylon tea. Karena saya cuma punya Dilmah, saya seduh
      Darjeling produk Dilmah.

      Lagu berikutnya adalah music China. Judulnya The Empress dan Picking
      Flower. Lagu-lagu ini membawa ingatan saya melayang ke Badaling, salah
      satu pintu gerbang ke Great Wall yang pernah saya kunjungi 2 tahun
      yang lalu. Sambil membayangkan great wall bak naga meliuk-liuk di
      antara perbukitan, saya seduh Longjing. Aroma chesnut yang menyeruak,
      membuat saya makin terpesona ditengah alunan musik china.

      Lagu berikutnya yang saya sukai, adalah Anggopanku. Musiknya gaya
      padang tempo dulu. Saya bayangkan pegunungan Kerinci (baru dalam
      bayangan, karena belum pernah kesana), kemudian saya seduh teh hitam
      Kajoe Aro.

      Lagu selanjutnya adalah lagu Sunda, judulnya Kang Mandor. Ingatan saya
      langsung menuju Gunung Mas. Saya bayangkan para pemetik teh dengan
      canda tawa sedang memetik teh sambil mendengarkan lagu yang didominasi
      kecapi dan suling ini. Tentu saja teh yang saya seduh adalah teh hitam
      Walini. Walau sebenarnya agak-agak kurang pas (paksain aja). Karena
      budaya minum teh jawa barang yang saya kenal (Garut, pelabuhan ratu),
      adalah minum teh hijau tawar, dan sangat light. Teh hijau yang diseduh
      bukanlah teh hijau seperti yang kita bayangkan, tetapi teh hijau
      gosong seperti halnya teh hijau wangi melati, tetapi tidak ada melatinya.

      Kalau saya sedang menikmati teh hijau wangi melati Nashithel, musik
      yang pilih adalah musik keroncong atau langgam jawa.

      Itu sebagian lagu yang terkadang (tidak selalu) yang saya pilih untuk
      menemani minum teh. Ada satu situs yang pernah saya kunjungi kepunyaan
      St├ęphane Erler
      (http://teamasters.blogspot.com/2005/12/my-tea-book-and-chinese-music-from.html)
      yang khusus membahas musik untuk Gongfucha. St├ęphane Erler adalah
      orang perancis yang tinggal di Taipei dan dia belajar teh disana.
      Menurut rekomendasinya, musik untuk Gongfucha adalah sbb:

      1. Guqin: Green Rivulet with Flowing Spring (1 CD),
      2. Pipa: An Overall Ambush and Flowing Spring Moon-Nights Along
      Riversides (2 CDs),
      3. Zheng: Looking Forward to People Life (1 CD).

      Ada yang punya atau pernah dengar?

      Salam,

      Bambang





      --- In pecinta_teh@yahoogroups.com, "tresya bedkowska" <fizzahrah@...>
      wrote:
      >
      > Salam
      >
      > Baru - baru ini saya memang tertegun dengan kebersahajaan teh, yang
      > membuatnya luwes dibawa kemana saja. maksud saya, bia dinikmati di
      > pinggir jalan tanpa mengurangi derajat kelasnya, juga bisa di bawa
      > keistana dengan derajat yang tetap melekat sama , namun memiliki
      > aturan main lebih ketat.
      > ini berlaku juga untuk musik dan suasana bagaimana teh itu asyik
      > untuk di nikmati.
      > Sepertinya saya mengamati bahwa teh menganut asas bebas nilai ( tidak
      > seperti alkohol atau kopi). Jadi, mau di tancap dengan musik seperti
      > apapun, rasanya sah - sah saja. termasuk suasana menikmatinya, mau
      > gerombolan atau sendirian, mau casual atau ritual.
      >
      >
      >
      > Salam
      >
    • Metta
      Wah Buble saya juga suka, tapi lebih suka Lighthouse Family. Kalo mau beda suasana lebih suka dengerin OST nya the Beach :D Kayaknya mau tehnya apa juga saya
      Message 2 of 4 , Jul 1, 2007
      • 0 Attachment
        Wah Buble saya juga suka,
        tapi lebih suka Lighthouse Family.
        Kalo mau beda suasana lebih suka dengerin OST nya the Beach :D
        Kayaknya mau tehnya apa juga saya tetep suka minum teh sendirian sambil denger musik.

        ----- Original Message -----
        From: Ratna Somantri
        To: pecinta_teh@yahoogroups.com
        Sent: Friday, June 29, 2007 10:52 AM
        Subject: Musik untuk minum teh Re: [pecinta_teh] Re: Tradisi minum teh keluarga saya


        Halo Metta,

        Soal dengerin lagu sambil minum teh, apakah lagu yang pas untuk menemani minum teh itu harus selalu yang slow beat? di cafe2 teh biasanya lagunya yang jazzy dan audiophile. Kalau di cafe coffee masih ada yg lagunya lebih up beat. Tapi teh itu identik bgt dengan serenity... di china dan jepang ada musik2 yang khusus untuk menemani minum teh, sangat tradisional dan mendayu2... :)

        Apakah pecinta teh juga punya musik fave untuk menemani minum teh? Kalau saya sih suka banget minum teh sambil denger CD Michael Buble... Agak ga nyambung sebenernya karena teh yang diminum chinese tea...

        Ratna

        ----- Original Message -----
        From: viniya.metta@...
        To: pecinta_teh@yahoogroups.com
        Sent: Thursday, June 28, 2007 9:49 AM
        Subject: Re: [pecinta_teh] Re: Tradisi minum teh keluarga saya

        Hihihihi entah kenapa saya malah lebih seneng minum teh sendirian, sambil
        dengerin lagu, terus bengong....

        > Halo Frisca dan pecinta teh,
        >
        > Saya jg setuju sekali dgn Frisca dan Pak Bambang, minum teh kalau
        > sendirian rasanya aneh. Entah kenapa teh terasa lebih nikmat jika
        > dinikmati bersama teman atau keluarga.

        [Non-text portions of this message have been removed]





        [Non-text portions of this message have been removed]
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.