Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Kebiasaan Minum Teh di berbagai negara (let's share)

Expand Messages
  • ratna somantri
    Dear teman-teman pecinta teh, Saya pernah beberapa kali tweet lewat twitter saya mengenai kebiasaan minum teh di negara-negara yang pernah saya kunjungi. Mari
    Message 1 of 3 , May 13, 2013
    View Source
    • 0 Attachment
      Dear teman-teman pecinta teh,

      Saya pernah beberapa kali tweet lewat twitter saya mengenai kebiasaan minum teh di negara-negara yang pernah saya kunjungi.

      Mari share pengalaman teman-teman (atau mungkin ada yg tinggal or pernah tinggal di negara2 tersebut) tentang kebiasaan minum teh di berbagai negara.

      1. China : menurut saya negara peminum teh sejati adalah China. Kemanapun kita pergi di China teh ada dimana2. Minum teh itu sudah jadi kebiasaan sehari2. Saya melihat para supir taxi di Shanghai biasa membawa botol minum berisi teh. Di China teh dinikmati tanpa tambahan apapun. Berbeda dengan di Indonesia yang masih suka menambahkan gula pada teh. Dan teh bisa dengan mudah didapatkan dari kualitas terbaik sampai yg murah-murah, tergantung budget dan selera. Berbeda dengan di Indonesia, pilihan teh yang tersedia di pasar lokal masih terbatas, teh-teh kualitas terbaik dijual untuk pasar export. Untuk yang mau belajar tentang teh, China adalah tempatnya karena disini paling banyak jenis teh (bukan teh yg diblend ya)
      2. Jepang : Jepang punya upacara minum teh yang sangat terkenal dan punya teh-teh yang sangat baik kualitasnya dan hanya bisa diproduksi di Jepang (kalaupun coba dibuat di negara lain tidak bisa sama). Tetapi saya melihat kalau di kota besar seperti Tokyo, kopi lebih popular dari teh. di cafe-cafe di Tokyo meskipun teh juga banyak (dan rata2 disajikan dengan baik) tapi lebih banyak yg sy lihat pesan kopi. Dan di majalah Tea and Coffee asia edisi beberapa bulan lalu juga pernah memuat liputan mengenai kopi n tea di Japan dn memang menurut majalah itu Japan sekaraang more into coffee drpd tea.
      3. Korea : Ini yang cukup membuat saya kaget karena ternyata orang Korea adalah peminum teh banget. Saya lihat di Seoul banyak sekali cafe teh dan rata-rata selalu ramai pengunjung. Dan yang lebih menarik lagi adalah dari beberapa cafe teh yang saya kunjungi mereka mayoritas menyajikan teh Korea, teh import seperti chinese tea atau teh ala western itu sangat sedikit (kecuali di hotel2 yg banyak turis asing). Betapa orang Korea mencintai teh lokal. Dan yang membuat saya sangat terkesan dengan Seoul adalah teh-teh disajikan dengan serius dan baik dan benar, lalu konsumennya juga bukan orang-orang tua loh tapi anak2 muda Seoul dengan dandanan ala KPop, mereka menikmati Korean tea yang disajikan dengan teapot korea. Jadi cafe-cafe teh nya bukan yang menjual fancy teas tp serious teas, meskipun ada juga menu2 fancy teas sebagai variasi.
      4. Turki: Turkish tea dan Turkish coffee adalah 2 minuman wajib yang ada di cafe2 dan restaurant di Istanbul. Turkish tea adalah teh hitam (katanya diproduksi dari kebun teh di daerah laut hitam Turki, ada yang bilang dicampur juga teh hitam dari Arab) yang disajikan sangat pekat di gelas kecil yg khas dan biasa diminum dengan BANYAK gula hehehe saya mencoba meminumnya tanpa gula, ternyata tidak bisa saking pahitnya. Jadi buat saya, meskipun peminum tea tp bukan negara penikmat teh. IMHO ya. Tapi memang Turkish coffee lebih popular, dan memiliki sejarah dalam budaya Turki. Saya membeli buku tentang sejarah Turkish Coffee ini, saya tanya apakah ada tentang Turkish tea dijawab tidak ada.
      5. French (Paris): Kita mengenal banyak merk teh terkenal dari Paris seperti Mariage Freres, Kusmi Tea (russian tea tp di paris), Daman freres, Imperial the dll. Tapi kalau kita ke Paris, dan mengamati di cafe-cafe disana, mayoritas peminum coffee. Sedikit tentang kopi di Paris, disini kopi yang popular adalah Espresso dan Coffee with milk/creme, bukan cappuccino. Cappuccino disini IMHO not as good as in Italy (atau bahkan di Melbourne bahkan Jakarta). Dan teh yang disukai orang Paris adalah teh dengan campuran bunga2 dan fruits serta infusion (tisane, teh yg bukan dari daun teh seperti chamomile, rose, dll). Meskipun kalau kita ke toko teh seperti Mariage Freres yang punya hampir 1000 teh kayanya kita bisa menemukan teh tanpa campuran seperti Sencha, PuErh, oolong dan bahkn Indonesian tea, tp mayoritas teh di Mariage freres adalah blended tea (mungkin bis 80%). Di cafe-cafe di Paris pun demikian, biasanya hanya ada darjeeling sisanya blended tea dengan nama2 cantik. Penyajian teh di Paris sangat baik dan umumnya teapot dan tea cup nya cantik.

      5 negara dulu ya. Ditunggu share dari teman-teman yang lain.


      Salam,


      Ratn


      [Non-text portions of this message have been removed]
    • neysavaleria
      Hai kak Ratna terima kasih banyak u/ sharingnya yang informatif :) saya ingin ikutan share juga ah. Mau cerita ttg kebiasaan minum teh di Australi sini.
      Message 2 of 3 , May 13, 2013
      View Source
      • 0 Attachment
        Hai kak Ratna terima kasih banyak u/ sharingnya yang informatif :) saya ingin ikutan share juga ah.

        Mau cerita ttg kebiasaan minum teh di Australi sini. Kebetulan saya skrg lagi studi di Melbourne dan sedang mengerjakan riset ttg tea industry Australia sehingga jadi banyak membaca buku dan jurnal yg berkaitan.

        Australia dikenal kental banget sama budaya minum kopi n bahkan dianggap sebagai negara peminum kopi "coffee drinkers nation",padahal beberapa abad lalu sampe sebelum worldwar 2,ternyata Australia itu negara peminum teh yg kuat krn mengikuti budaya British.

        Sejak taun 80-90s konsumsi kopi sudah 2x lipat konsumsi teh dan itu berlanjut sampai sekarang dimana kopi lah yg berjaya.

        Peminum teh mayoritas minum teh celup di rumah,ada juga yg bi-drinker alias minum teh d rumah,minum kopi di luar krn kopi itu udah semacam integral lifestyle org dsini.

        Tapi beberapa tahun terakhir industri teh mulai bangkit lg,banyak tea retailers bermunculan dengan misi ingin memasyarakatkan kembali kebiasaan minum teh n gmn cara ngeteh yang "benar" (brewing,steeping,etc). Taun 2012 lalu jg dibentuk AASTA alias Australasian Specialty Tea Association dg keyakinan teh akan revive lagi dlm beberapa tahun ke deppan.

        Cafe2 teh mulai bermunculan dan customer2 muda berusia 20an juga ternyata cukup banyak yang suka. Tapi ini disinyalir lebih krn "fancy life-style" yg diusung cafe2 tsb dengan afternoon tea-nya. Kebanyakan teh yg disajikan infused black tea dg berbagai rasa ato teh2 herbal (tisane). Kalo saya perhatikan di restoran atau cafe2 pilihan teh mereka belum terlalu banyak dan mayoritas teh2 hitam spt Darjeeling,English breakfast,Earl Grey. Tapi kalau para specialty tea retailers,mereka menjual berbagai jenis teh dan juga tisane yang pilihannya bisa hingga ratusan.

        Segini dulu sharingnya. Berhubung ini post pertama saya,sekalian salam kenal buat semuanya :)

        Regards,


        Neysa Valeria

        Sent via BlackBerry� from Vodafone

        -----Original Message-----
        From: ratna somantri <ratnasomantri@...>
        Sender: pecinta_teh@yahoogroups.com
        Date: Mon, 13 May 2013 21:05:06
        To: pecinta_teh@yahoogroups.com<pecinta_teh@yahoogroups.com>
        Reply-To: pecinta_teh@yahoogroups.com
        Subject: [pecinta_teh] Kebiasaan Minum Teh di berbagai negara (let's share)

        Dear teman-teman pecinta teh,

        Saya pernah beberapa kali tweet lewat twitter saya mengenai kebiasaan minum teh di negara-negara yang pernah saya kunjungi.

        Mari share pengalaman teman-teman (atau mungkin ada yg tinggal or pernah tinggal di negara2 tersebut) tentang kebiasaan minum teh di berbagai negara.

        1. China : menurut saya negara peminum teh sejati adalah China. Kemanapun kita pergi di China teh ada dimana2. Minum teh itu sudah jadi kebiasaan sehari2. Saya melihat para supir taxi di Shanghai biasa membawa botol minum berisi teh. Di China teh dinikmati tanpa tambahan apapun. Berbeda dengan di Indonesia yang masih suka menambahkan gula pada teh. Dan teh bisa dengan mudah didapatkan dari kualitas terbaik sampai yg murah-murah, tergantung budget dan selera. Berbeda dengan di Indonesia, pilihan teh yang tersedia di pasar lokal masih terbatas, teh-teh kualitas terbaik dijual untuk pasar export. Untuk yang mau belajar tentang teh, China adalah tempatnya karena disini paling banyak jenis teh (bukan teh yg diblend ya)
        2. Jepang : Jepang punya upacara minum teh yang sangat terkenal dan punya teh-teh yang sangat baik kualitasnya dan hanya bisa diproduksi di Jepang (kalaupun coba dibuat di negara lain tidak bisa sama). Tetapi saya melihat kalau di kota besar seperti Tokyo, kopi lebih popular dari teh. di cafe-cafe di Tokyo meskipun teh juga banyak (dan rata2 disajikan dengan baik) tapi lebih banyak yg sy lihat pesan kopi. Dan di majalah Tea and Coffee asia edisi beberapa bulan lalu juga pernah memuat liputan mengenai kopi n tea di Japan dn memang menurut majalah itu Japan sekaraang more into coffee drpd tea.
        3. Korea : Ini yang cukup membuat saya kaget karena ternyata orang Korea adalah peminum teh banget. Saya lihat di Seoul banyak sekali cafe teh dan rata-rata selalu ramai pengunjung. Dan yang lebih menarik lagi adalah dari beberapa cafe teh yang saya kunjungi mereka mayoritas menyajikan teh Korea, teh import seperti chinese tea atau teh ala western itu sangat sedikit (kecuali di hotel2 yg banyak turis asing). Betapa orang Korea mencintai teh lokal. Dan yang membuat saya sangat terkesan dengan Seoul adalah teh-teh disajikan dengan serius dan baik dan benar, lalu konsumennya juga bukan orang-orang tua loh tapi anak2 muda Seoul dengan dandanan ala KPop, mereka menikmati Korean tea yang disajikan dengan teapot korea. Jadi cafe-cafe teh nya bukan yang menjual fancy teas tp serious teas, meskipun ada juga menu2 fancy teas sebagai variasi.
        4. Turki: Turkish tea dan Turkish coffee adalah 2 minuman wajib yang ada di cafe2 dan restaurant di Istanbul. Turkish tea adalah teh hitam (katanya diproduksi dari kebun teh di daerah laut hitam Turki, ada yang bilang dicampur juga teh hitam dari Arab) yang disajikan sangat pekat di gelas kecil yg khas dan biasa diminum dengan BANYAK gula hehehe saya mencoba meminumnya tanpa gula, ternyata tidak bisa saking pahitnya. Jadi buat saya, meskipun peminum tea tp bukan negara penikmat teh. IMHO ya. Tapi memang Turkish coffee lebih popular, dan memiliki sejarah dalam budaya Turki. Saya membeli buku tentang sejarah Turkish Coffee ini, saya tanya apakah ada tentang Turkish tea dijawab tidak ada.
        5. French (Paris): Kita mengenal banyak merk teh terkenal dari Paris seperti Mariage Freres, Kusmi Tea (russian tea tp di paris), Daman freres, Imperial the dll. Tapi kalau kita ke Paris, dan mengamati di cafe-cafe disana, mayoritas peminum coffee. Sedikit tentang kopi di Paris, disini kopi yang popular adalah Espresso dan Coffee with milk/creme, bukan cappuccino. Cappuccino disini IMHO not as good as in Italy (atau bahkan di Melbourne bahkan Jakarta). Dan teh yang disukai orang Paris adalah teh dengan campuran bunga2 dan fruits serta infusion (tisane, teh yg bukan dari daun teh seperti chamomile, rose, dll). Meskipun kalau kita ke toko teh seperti Mariage Freres yang punya hampir 1000 teh kayanya kita bisa menemukan teh tanpa campuran seperti Sencha, PuErh, oolong dan bahkn Indonesian tea, tp mayoritas teh di Mariage freres adalah blended tea (mungkin bis 80%). Di cafe-cafe di Paris pun demikian, biasanya hanya ada darjeeling sisanya blended tea dengan nama2 cantik. Penyajian teh di Paris sangat baik dan umumnya teapot dan tea cup nya cantik.

        5 negara dulu ya. Ditunggu share dari teman-teman yang lain.


        Salam,


        Ratn


        [Non-text portions of this message have been removed]




        [Non-text portions of this message have been removed]
      • agusfam@...
        Nambahkan cerita Neysa, Australi juga mrpkan produsen teh, walaupun jmlnya sedikit. Kbn mrk berada di Quensland utara, didaerah barat Cairn pd ketinggian 400
        Message 3 of 3 , May 13, 2013
        View Source
        • 0 Attachment
          Nambahkan cerita Neysa,

          Australi juga mrpkan produsen teh, walaupun jmlnya sedikit. Kbn mrk berada di Quensland utara, didaerah barat Cairn pd ketinggian 400 m. Sy pernah berkunjung ke salah satu kbn disana. Merk lokalnya a.l Nerada, Mandura.

          Di Melbourne ada produsen/packer dg merk T Too (T-2) dg outletnya dibeberapa kota, termasuk Hobart. Produknya berbagai teh, baik blended maupun original, serta berbagai produk dr teh, termasuk minyak dr biji teh, black n green tea coockies, cangkir n peralatan minum teh dsb.
          Betul kata Neysa kelihatannya teh sdh mulai "in" lagi di sana.

          Salam
          Agus Supriyadi
          Powered by Telkomsel BlackBerry®

          -----Original Message-----
          From: neysavaleria@...
          Sender: pecinta_teh@yahoogroups.com
          Date: Mon, 13 May 2013 14:33:10
          To: <pecinta_teh@yahoogroups.com>
          Reply-To: pecinta_teh@yahoogroups.com
          Subject: Re: [pecinta_teh] Kebiasaan Minum Teh di berbagai negara (let's share)

          Hai kak Ratna terima kasih banyak u/ sharingnya yang informatif :) saya ingin ikutan share juga ah.

          Mau cerita ttg kebiasaan minum teh di Australi sini. Kebetulan saya skrg lagi studi di Melbourne dan sedang mengerjakan riset ttg tea industry Australia sehingga jadi banyak membaca buku dan jurnal yg berkaitan.

          Australia dikenal kental banget sama budaya minum kopi n bahkan dianggap sebagai negara peminum kopi "coffee drinkers nation",padahal beberapa abad lalu sampe sebelum worldwar 2,ternyata Australia itu negara peminum teh yg kuat krn mengikuti budaya British.

          Sejak taun 80-90s konsumsi kopi sudah 2x lipat konsumsi teh dan itu berlanjut sampai sekarang dimana kopi lah yg berjaya.

          Peminum teh mayoritas minum teh celup di rumah,ada juga yg bi-drinker alias minum teh d rumah,minum kopi di luar krn kopi itu udah semacam integral lifestyle org dsini.

          Tapi beberapa tahun terakhir industri teh mulai bangkit lg,banyak tea retailers bermunculan dengan misi ingin memasyarakatkan kembali kebiasaan minum teh n gmn cara ngeteh yang "benar" (brewing,steeping,etc). Taun 2012 lalu jg dibentuk AASTA alias Australasian Specialty Tea Association dg keyakinan teh akan revive lagi dlm beberapa tahun ke deppan.

          Cafe2 teh mulai bermunculan dan customer2 muda berusia 20an juga ternyata cukup banyak yang suka. Tapi ini disinyalir lebih krn "fancy life-style" yg diusung cafe2 tsb dengan afternoon tea-nya. Kebanyakan teh yg disajikan infused black tea dg berbagai rasa ato teh2 herbal (tisane). Kalo saya perhatikan di restoran atau cafe2 pilihan teh mereka belum terlalu banyak dan mayoritas teh2 hitam spt Darjeeling,English breakfast,Earl Grey. Tapi kalau para specialty tea retailers,mereka menjual berbagai jenis teh dan juga tisane yang pilihannya bisa hingga ratusan.

          Segini dulu sharingnya. Berhubung ini post pertama saya,sekalian salam kenal buat semuanya :)

          Regards,


          Neysa Valeria

          Sent via BlackBerry® from Vodafone

          -----Original Message-----
          From: ratna somantri <ratnasomantri@...>
          Sender: pecinta_teh@yahoogroups.com
          Date: Mon, 13 May 2013 21:05:06
          To: pecinta_teh@yahoogroups.com<pecinta_teh@yahoogroups.com>
          Reply-To: pecinta_teh@yahoogroups.com
          Subject: [pecinta_teh] Kebiasaan Minum Teh di berbagai negara (let's share)

          Dear teman-teman pecinta teh,

          Saya pernah beberapa kali tweet lewat twitter saya mengenai kebiasaan minum teh di negara-negara yang pernah saya kunjungi.

          Mari share pengalaman teman-teman (atau mungkin ada yg tinggal or pernah tinggal di negara2 tersebut) tentang kebiasaan minum teh di berbagai negara.

          1. China : menurut saya negara peminum teh sejati adalah China. Kemanapun kita pergi di China teh ada dimana2. Minum teh itu sudah jadi kebiasaan sehari2. Saya melihat para supir taxi di Shanghai biasa membawa botol minum berisi teh. Di China teh dinikmati tanpa tambahan apapun. Berbeda dengan di Indonesia yang masih suka menambahkan gula pada teh. Dan teh bisa dengan mudah didapatkan dari kualitas terbaik sampai yg murah-murah, tergantung budget dan selera. Berbeda dengan di Indonesia, pilihan teh yang tersedia di pasar lokal masih terbatas, teh-teh kualitas terbaik dijual untuk pasar export. Untuk yang mau belajar tentang teh, China adalah tempatnya karena disini paling banyak jenis teh (bukan teh yg diblend ya)
          2. Jepang : Jepang punya upacara minum teh yang sangat terkenal dan punya teh-teh yang sangat baik kualitasnya dan hanya bisa diproduksi di Jepang (kalaupun coba dibuat di negara lain tidak bisa sama). Tetapi saya melihat kalau di kota besar seperti Tokyo, kopi lebih popular dari teh. di cafe-cafe di Tokyo meskipun teh juga banyak (dan rata2 disajikan dengan baik) tapi lebih banyak yg sy lihat pesan kopi. Dan di majalah Tea and Coffee asia edisi beberapa bulan lalu juga pernah memuat liputan mengenai kopi n tea di Japan dn memang menurut majalah itu Japan sekaraang more into coffee drpd tea.
          3. Korea : Ini yang cukup membuat saya kaget karena ternyata orang Korea adalah peminum teh banget. Saya lihat di Seoul banyak sekali cafe teh dan rata-rata selalu ramai pengunjung. Dan yang lebih menarik lagi adalah dari beberapa cafe teh yang saya kunjungi mereka mayoritas menyajikan teh Korea, teh import seperti chinese tea atau teh ala western itu sangat sedikit (kecuali di hotel2 yg banyak turis asing). Betapa orang Korea mencintai teh lokal. Dan yang membuat saya sangat terkesan dengan Seoul adalah teh-teh disajikan dengan serius dan baik dan benar, lalu konsumennya juga bukan orang-orang tua loh tapi anak2 muda Seoul dengan dandanan ala KPop, mereka menikmati Korean tea yang disajikan dengan teapot korea. Jadi cafe-cafe teh nya bukan yang menjual fancy teas tp serious teas, meskipun ada juga menu2 fancy teas sebagai variasi.
          4. Turki: Turkish tea dan Turkish coffee adalah 2 minuman wajib yang ada di cafe2 dan restaurant di Istanbul. Turkish tea adalah teh hitam (katanya diproduksi dari kebun teh di daerah laut hitam Turki, ada yang bilang dicampur juga teh hitam dari Arab) yang disajikan sangat pekat di gelas kecil yg khas dan biasa diminum dengan BANYAK gula hehehe saya mencoba meminumnya tanpa gula, ternyata tidak bisa saking pahitnya. Jadi buat saya, meskipun peminum tea tp bukan negara penikmat teh. IMHO ya. Tapi memang Turkish coffee lebih popular, dan memiliki sejarah dalam budaya Turki. Saya membeli buku tentang sejarah Turkish Coffee ini, saya tanya apakah ada tentang Turkish tea dijawab tidak ada.
          5. French (Paris): Kita mengenal banyak merk teh terkenal dari Paris seperti Mariage Freres, Kusmi Tea (russian tea tp di paris), Daman freres, Imperial the dll. Tapi kalau kita ke Paris, dan mengamati di cafe-cafe disana, mayoritas peminum coffee. Sedikit tentang kopi di Paris, disini kopi yang popular adalah Espresso dan Coffee with milk/creme, bukan cappuccino. Cappuccino disini IMHO not as good as in Italy (atau bahkan di Melbourne bahkan Jakarta). Dan teh yang disukai orang Paris adalah teh dengan campuran bunga2 dan fruits serta infusion (tisane, teh yg bukan dari daun teh seperti chamomile, rose, dll). Meskipun kalau kita ke toko teh seperti Mariage Freres yang punya hampir 1000 teh kayanya kita bisa menemukan teh tanpa campuran seperti Sencha, PuErh, oolong dan bahkn Indonesian tea, tp mayoritas teh di Mariage freres adalah blended tea (mungkin bis 80%). Di cafe-cafe di Paris pun demikian, biasanya hanya ada darjeeling sisanya blended tea dengan nama2 cantik. Penyajian teh di Paris sangat baik dan umumnya teapot dan tea cup nya cantik.

          5 negara dulu ya. Ditunggu share dari teman-teman yang lain.


          Salam,


          Ratn


          [Non-text portions of this message have been removed]




          [Non-text portions of this message have been removed]



          ------------------------------------

          Visit our website: www.pecintateh.comYahoo! Groups Links
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.