Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

RE: [pecinta_teh] Fw: Hati-hati dengan Teh Celup !!! Kenapa ??

Expand Messages
  • Dudhie Irawadhi
    Dear para pencinta teh, Mohon maaf sebelumnya, karena saya adalah anggota paling pasif di komunitas ini. Dengan segala kerendahan hati, kami bermaksud berbagi
    Message 1 of 8 , Dec 3, 2008
    • 0 Attachment
      Dear para pencinta teh,

      Mohon maaf sebelumnya, karena saya adalah anggota paling pasif di komunitas ini. Dengan segala kerendahan hati, kami bermaksud berbagi informasi dengan anda semua mengenai filter paper yang digunakan untuk teh celup, khususnya merk Walini -yang sangat saya kenal, karena saya ikut membuatnya.

      Sampai saat ini, filter paper yang gunakan untuk teh celup (khususnya walini), tidak menggunakan paper yang berbahan baku bubur kertas (pulp). Kami menggunakan filter paper yang dibuat dengan bahan baku dari serat pisang abaca yang mana produk tersebut telah memenuhi standar kelayakan keamanan pangan dari sejumlah asosiasi/otoritas keamanan pangan di berbagai negara di dunia.

      Kami tidak menutup kemungkinan adanya beberapa produk filter paper untuk teh di pasaran yang menggunakan bahan baku lain. Tapi kami yakin, sebagai produsen yang bertanggung jawab, tentunya para pelaku bisnis teh celup tidak akan gegabah dalam memilih bahan pendukung bagi produknya. Demikian hal yang ingin saya sharing dengan anda semua.

      Salam Hangat,
      D. Irawadhi A.



      To: pecinta_teh@yahoogroups.comFrom: laresolo@...: Wed, 11 Mar 2009 22:23:59 +0700Subject: Re: [pecinta_teh] Fw: Hati-hati dengan Teh Celup !!! Kenapa ??



      Dear teman pecinta teh,Pada awalnya teh celup terbuat dari Sutra. Kemudian, mungkin karenadigunakan sekali pakai kemudian bahannya digunakan kertas. Memang masihmenjadi bahan perdebatan tentang adanya khlorin dalam kantong teh celup.Pertanyaannya adalah apakah bahan pemutih kertas yang lain selain bleachingdengan Khlorin? Mungkin itu yang perlu ditanyakan kepada supplier kantongteh.Mengenai food grade, dalam batas kuantitas dan waktu seduh yang tidakterlalu lama (maksimal 5 menit), kemungkinan besar sih memang masih aman.Akan tetapi perlu diingat, aman bukanlah berarti tidak akan membawa efekuntuk jangka panjang.Sebagai contoh, air PAM untuk bahan penjernih airnya digunakan kaporit.Amankah? Cukup aman, toh ketika sudah dimasak tidak ada yang keracunan.Tidak sakit perut. Untuk jangka panjang?Kalau saya sendiri, masalah teh celup lebih konsen kepada kualitas teh yangdigunakan. Memang benar, kualitas teh celup kebanyakan grade I, masih lebihbaik dibading teh tubruk dipasaran yang kebanyakan grade Broken Mix (Dauntua plus batang).Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah teh membutuhkan ruangan untukmengembang. Nah, karena alasan ekonomis dan kepraktisan yang tidak memungkinmenjual teh celup dalam kantong besar, ukuran daunnya lah yang dikecilkan.Oleh karena itu bahan teh celup kebanyakan digunakan finest Dust, yaitufinest terendah dalam tiap grade teh. Disebut dust memang bentuknya bubukseperti debu.Makin kecil ukuran daun, makin cepat tanin keluar, sehingga rasa sepet sajayang akan didapat. Sweetness dan aroma jarang di dapat di dalam finest dust.Kalau ada teh celup yang beraroma, kemungkinan besar diberikan aromatambahan.Lebih parah lagi kalau teh hijau dengan grade dust. Rasanya dijamin pahit.Saya kalau dikantor menggunakan tea infuser untuk membuat teh. Kalaudirumah, saya gunakan teko yang ada saringannya. Sebenarnya kalau mau mudah,bisa digunakan french Press Coffee, dengan catatan daun teh yang andagunakan bukan dust atau fanning.Masalahnya adalah dimana beli teh hitam kualitas BOP atau teh hijau kualitasGun Powder?salam,Bambang----- Original Message -----From: teh rempahTo: pecinta_teh@yahoogroups.comSent: Monday, November 24, 2008 7:03 PMSubject: Re: [pecinta_teh] Fw: Hati-hati dengan Teh Celup !!! Kenapa ??Saya agak 'setengah hati' membaca info ini.Sejak lama saya sering membaca artikel sejenis saya belum pernah mendapatdata yang jelas, hanya dugaan demi dugaan. ini info yang mengambang.Namun saya sendiri berusaha memperoleh data untuk kertas celup yang sayapakai. kebetulan suplaier saya memberi sertifikat yang membuktikan kertasmereka Food Grade.Soal pakai Clhorine, ini yang perlu dibuktikan, misal dg menguji hasilrendaman air kertas celup ke laboratorium. Jadi info ini tidak lagimengambang.......________________________________From: Julian Julindra <julindra@...>To: pecinta_teh@yahoogroups.comChange settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch formatto Traditional





      _________________________________________________________________
      NEW! Get Windows Live FREE.
      http://www.get.live.com/wl/all

      [Non-text portions of this message have been removed]
    • laresolo
      Dear pak Dudhie, Makasih untuk informasinya. Mudah-mudahan Walini makin mudah di dapat ya pak .. ;-) Rajin-rajin menulis dan bagi ilmunya pak. Terutama
      Message 2 of 8 , Dec 9, 2008
      • 0 Attachment
        Dear pak Dudhie,
        Makasih untuk informasinya. Mudah-mudahan Walini makin mudah di dapat
        ya pak .. ;-)

        Rajin-rajin menulis dan bagi ilmunya pak. Terutama mengenai tea
        tasting, yang selami ini pak Endi bilang yang saya lakukan cuma
        icip-icip bukan tea tasting.



        Regards,

        Bambang


        --- In pecinta_teh@yahoogroups.com, Dudhie Irawadhi <irawadhi@...> wrote:
        > Dear para pencinta teh,
        >
        > Mohon maaf sebelumnya, karena saya adalah anggota paling pasif di
        komunitas ini. Dengan segala kerendahan hati, kami bermaksud berbagi
        informasi dengan anda semua mengenai filter paper yang digunakan untuk
        teh celup, khususnya merk Walini -yang sangat saya kenal, karena saya
        ikut membuatnya.
        >
        > Sampai saat ini, filter paper yang gunakan untuk teh celup
        (khususnya walini), tidak menggunakan paper yang berbahan baku bubur
        kertas (pulp). Kami menggunakan filter paper yang dibuat dengan bahan
        baku dari serat pisang abaca yang mana produk tersebut telah memenuhi
        standar kelayakan keamanan pangan dari sejumlah asosiasi/otoritas
        keamanan pangan di berbagai negara di dunia.
        >
        > Kami tidak menutup kemungkinan adanya beberapa produk filter paper
        untuk teh di pasaran yang menggunakan bahan baku lain. Tapi kami
        yakin, sebagai produsen yang bertanggung jawab, tentunya para pelaku
        bisnis teh celup tidak akan gegabah dalam memilih bahan pendukung bagi
        produknya. Demikian hal yang ingin saya sharing dengan anda semua.
        >
        > Salam Hangat,
        > D. Irawadhi A.
        >
        >
        >
        >
        >
        > _________________________________________________________________
        > NEW! Get Windows Live FREE.
        > http://www.get.live.com/wl/all
        >
        > [Non-text portions of this message have been removed]
        >
      • :: aɹtson tɹɐvǝlpǝdia ::
        Halo semua, salam kenal... Terima kasih buat moderator yang telah menerima saya di milis ini, senang rasanya saya bisa bergabung dengan teman2 yang punya ke
        Message 3 of 8 , Dec 10, 2008
        • 0 Attachment
          Halo semua, salam kenal...
          Terima kasih buat moderator yang telah menerima saya di milis ini, senang rasanya saya bisa bergabung dengan teman2 yang punya ke sukaan yang sama yaitu pecinta teh...semoga saya mendapat banyak pencerahan di milis ini.

          Oh yah ada sedikit cerita pengalaman saya saat menikmati minuman teh nun jauh di negeri China sana, pengalaman paling berkesan saat menikmati secangkir teh di sebuah tempat yang ratusan tahun silam sebuah kekaisaran pernah berjaya disini, silahkan baca ceritanya di bawah ini



          Jelajah China/4: Minum Teh ala Kaisar ChinaFeb 10, '08 12:06 PM
          for everyone
          Nama
          tempatnya adalah Wenshu Fang Folk Street. Masih berada di kompleks
          Manjushri Temple. Tempat ini adanya di di kota Cengdu propinsi Shicuan China. Kali ini saya ingin mencoba minum teh yang di jual di
          area khusus untuk minum teh di dalam kompleks tersebut.

          Saat
          saya datang, tempat ini sangat ramai hingga saya dapat tempat harus
          menunggu bergiliran. Tak sampai 10 menit akhirnya saya dapat tempat di
          pojok. Untuk memesan teh ini, kita mendatangi kaunter penjualan teh.
          Sayang dikaunter menu yang tertulis di dinding berbahasa China.
          Untungnya si penjual punya jenis-jenis teh yang ada di cangkir di
          kaunter.

          Saya pilih teh hijau yang berharga 8 yuan (10 ribuan)
          lumayan mahal untuk ukuran minum teh. Tapi tidak apa-apa yang saya
          ingin rasakan adalah meminum teh sambil menikmati suasananya saja.

          Budaya
          minum teh sudah ada sejak jaman kaisar China berkuasa, nah kini saya
          berada disana berkesempatan menikmati hidangan khas ala kaisar China.

          Foto2nya bisa di lihat di http://artson.multiply.com/photos/album/217

          ;p


          Rgds,

          :: Sonson Ns ::

          my travel :http://www.artsons.wordpress.com






















          ___________________________________________________________________________
          Dapatkan nama yang Anda sukai!
          Sekarang Anda dapat memiliki email di @... dan @....
          http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

          [Non-text portions of this message have been removed]
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.