Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

OPA tea and Red Tea

Expand Messages
  • Alexander Halim
    Dear all, Atas nama PT HARENDONG GREEN FARM (PTHGF), saya ingin mengucapkan banyak terimakasih atas undangan untuk menghadiri tea-gathering pada hari Sabtu
    Message 1 of 7 , Sep 1, 2012
      Dear all,
      Atas nama PT HARENDONG GREEN FARM (PTHGF), saya ingin mengucapkan banyak
      terimakasih atas undangan untuk menghadiri tea-gathering pada hari Sabtu
      tanggal 1 September 2012. Sayangnya tidak ada kesempatan untuk berdiskusi
      interaktiv mengenai teh-teh yang kami bawa untuk dicoba.

      Terus terang adalah satu kehormatan yang sangat tinggi bagi BANTEN TEA
      mendapatkan predikat sebagai salah satu Teh Nusantara, walaupun menurut
      saya masih terlalu dini menyebut BANTEN TEA sebagai salah satu Teh
      Nusantara.

      Mengingat PTHGF baru berumur 7 tahun dan produk varian BANTEN TEA baru saja
      2 tahun dipasarkan, maka produk-produk ini masih belum dikenal orang.
      Boro-boro Nusantara, di Jakarta saja banyak orang yang belum kenal. Saya
      sering mendapat pertanyaan di pameran-pameran yang kita ikuti, dimana sih
      bisa beli produk-produk ini? Itu salah satu kendala, selain itu teh BANTEN
      TEA masih dianggap "relativ" mahal untuk kalangan umum. Ini adalah tugas
      bagian Marketing kami untuk lebih mempopulerkan produk-produk kami.

      Sesuai dengan proses fermentasi/oksidasi maka teh produk PTHGF kami bagi
      dalam 3 tipe, Green Tea dengan kadar fermentasi sekitar 5-10%, Oolong Tea
      dengan 30-45% dan Red Tea yang mengalami 100% fermentasi.

      OOLONG TEA
      Pada Oolong Tea kita ada 2 Varian, oolong klasik dengan 30-35% fermentasi
      dan Oolong Tea with severe degree of fermentation (SDOF) yang mempunyai
      kadar fermentasi sampai dengan 45%. Proses pembuatannya pun agak berbeda.
      Pada Oolong klasik, setelah daun dipetik (manual) maka daun teh dianginkan
      tanpa kena sinar matahari pada udara terbuka selama sekitar 4 jam. Setelah
      itu daun teh ini dimasukkan kedalam ruangan pelayuan. Untuk menghindari
      fermentasi, maka ruangan ini didinginkan dengan temperatur sekitar 16°C dan
      dengan kelembaban dibawah 40%. Disini daun teh kehilangan bobot sekitar
      30-40%. Setelah itu teh akan digoreng pada temperatur 280-300°C selama
      10menit. Selesai penggorengan teh akan dikeriting dengan bantuan mesin
      keriting. Teh didinginkan sebentar lalu digoreng sekali lagi selama 10
      menit, dan dikeriting lagi. Proses ini akan dilakukan sampai 4x, setelah
      itu akan dilakukan proses pengeritingan sampai 30-40x keluar masuk mesin
      pengeritingan. Setelah form yang diingin selesai maka dilakukan
      pemanggangan di oven selama 3 jam pada 90°C. Teh lalu dipacking untuk
      proses pemasaran dan penjualan.

      Untuk teh Oolong SDOF, ada sedikit cerita. Teh ini sangat disukai di Taiwan
      maupun di China. Baik di restoran, cafe maupun tea-house teh ini banyak
      diminum orang. Terutama diminum oleh orang-orang tua. Pada semua occassions
      teh ini dapat disuguhkan dan diminum. Setiap saat, jadi pada pagi, siang
      maupun sore dan malam hari teh ini dapat diminum. Teh ini mempunyai
      karakter citarasa dan aroma yang kuat dan diyakini lebih "friendly"
      terhadap lambung. Jadi dengan perut kosongpun teh ini dapat diminum tanpa
      kuatir lambung nyeri. Di Taiwan dan di China mereka sekarang mulai membuat
      oolong SDOF dengan tanaman oolong jenis 18 dan 21. Di PTHGF kami membuatnya
      dari jenis pohon 27 dan 29.

      Untuk proses pembuatan, sesudah proses seperti oolong klasik maka pada
      akhir pemanggangan tahap pertama, temperatur ofen tidak boleh lebih dari
      50°C dan ini dibiarkan selama 3 jam. Teh yang sudah selesai dikeluarkan
      dari ofen dibiarkan dingin. Lalu dimasukkan kedalam wadah dan ditutup agar
      tidak terkontaminasi oleh bau-bauan lain. Teh dibiarkan selama 2 minggu
      dalam wadah ini pada temperatur ruangan. Selama waktu ini disebabkan
      didalam teh yang berbebtuk mutiara itu masih mempunyai kelembaban, maka
      terjadilah fermentasi. Lalu Teh diperiksa aromanya, oleh tea expert dan
      dipanasi lagi selama 3 jam pada temperatur 50°C., dengan tujuan mematikan
      jamur yang mungkin dapat tumbuh dalam gulungan teh tersebut. Setelah dingin
      masukkan lagi kedalam wadah, setelah 1 minggu teh diperiksa lagi aromanya.
      Teah mengalami fermentasi ulang didalam gulungan. Lalu panaskan lagi teh
      ini di ofen pada temperatur 50°C. Dinginkan dan masukkan kedalam wadah.
      Sesudah 3 hari periksa lagi aromanya. Apabila aroma dan rasa sudah ok, maka
      teh dipanaskan di ofen selama 3 jam pada temperatur 90°C. Kalau aroma dan
      rasa belum baik, maka temperatur tidak boleh lebih dari 50°C.

      Nama OPA, dalam bahasa jerman dan belanda artinya kakek. Nama ini muncul,
      waktu salah satu owner bertemu temannya di Canada, orang Taiwan, sebut saja
      pak Acong. Pak Acong ini menggeluti dunia teh sudah lebih daripada 40 tahun
      dan sebagai distributor teh di Canada. Pak Acong juga punya toko teh dan
      menjual beragam teh ditokonya. Dia mengimport tehnya dari China, Taiwan,
      Vietnam dll. Waktu ketemu owner kami ditawarkannya BANTEN TEA. Pak Acong
      bersedia memasarkan BANTEN TEA di Canada, dan sejak Juni BANTEN TEA dapat
      dibeli ditokonya. Pak Acong juga menanyakan varian oolong SDOF yang ingin
      dia jual ditokonya. Dia menamakan teh ini teh OPA. Maka lahirlah jenis
      produk BANTEN TEA, Oolong OPA.

      RED TEA
      Red Tea adalah salah satu produk PTHGF, dimana daun teh jenis camellia
      sinensis var. sinensis mengalami 100% fermentasi. Daun teh yang telah
      dipetik digelar selama 3 hari pada udara terbuka. Setiap pagi daun teh ini
      disemprot dengan air agar basah. Lalu dibiarkan berfernentasi. Setelah
      mengalami full fermentasi maka daun akan digoreng, dikriting dan akhirnya
      dipanggang.

      Mudah-mudahan bermanfaat.

      Salam


      [Non-text portions of this message have been removed]
    • maria andriana
      Pak Alex tentu ini sangat bermanfaat, sebab banyak orang sering bertanya perbedaan green tea, oolong dan red/black tea. Penjelasan Pak Alex mudah dipahami.
      Message 2 of 7 , Sep 1, 2012
        Pak Alex tentu ini sangat bermanfaat, sebab banyak orang sering bertanya perbedaan green tea, oolong dan red/black tea. Penjelasan Pak Alex mudah dipahami.
        Saya masih bingung dengan asal daun the pohon no 18-21 dan ada no 29 juga itu penomoran atas kriteria apa?

        Terimakasih sudah memberi sample untuk diiicip.
        Soal harga mahal memang relatif, tetapi jika kelak bisa menjual dengan harga lebih murah, tentu kami sambut dengan baik.
        Kappan-kapan cerita lagi tentang Banten Beauty ya

        Salam

        Maria D. Andriana
        Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara
        jl Antara no 61 Jakarta 10710

        -----Original Message-----
        From: Alexander Halim <alhalim.oolong@...>
        Sender: pecinta_teh@yahoogroups.com
        Date: Sat, 1 Sep 2012 21:26:34
        To: <pecinta_teh@yahoogroups.com>
        Reply-To: pecinta_teh@yahoogroups.com
        Subject: [pecinta_teh] OPA tea and Red Tea

        Dear all,
        Atas nama PT HARENDONG GREEN FARM (PTHGF), saya ingin mengucapkan banyak
        terimakasih atas undangan untuk menghadiri tea-gathering pada hari Sabtu
        tanggal 1 September 2012. Sayangnya tidak ada kesempatan untuk berdiskusi
        interaktiv mengenai teh-teh yang kami bawa untuk dicoba.

        Terus terang adalah satu kehormatan yang sangat tinggi bagi BANTEN TEA
        mendapatkan predikat sebagai salah satu Teh Nusantara, walaupun menurut
        saya masih terlalu dini menyebut BANTEN TEA sebagai salah satu Teh
        Nusantara.

        Mengingat PTHGF baru berumur 7 tahun dan produk varian BANTEN TEA baru saja
        2 tahun dipasarkan, maka produk-produk ini masih belum dikenal orang.
        Boro-boro Nusantara, di Jakarta saja banyak orang yang belum kenal. Saya
        sering mendapat pertanyaan di pameran-pameran yang kita ikuti, dimana sih
        bisa beli produk-produk ini? Itu salah satu kendala, selain itu teh BANTEN
        TEA masih dianggap "relativ" mahal untuk kalangan umum. Ini adalah tugas
        bagian Marketing kami untuk lebih mempopulerkan produk-produk kami.

        Sesuai dengan proses fermentasi/oksidasi maka teh produk PTHGF kami bagi
        dalam 3 tipe, Green Tea dengan kadar fermentasi sekitar 5-10%, Oolong Tea
        dengan 30-45% dan Red Tea yang mengalami 100% fermentasi.

        OOLONG TEA
        Pada Oolong Tea kita ada 2 Varian, oolong klasik dengan 30-35% fermentasi
        dan Oolong Tea with severe degree of fermentation (SDOF) yang mempunyai
        kadar fermentasi sampai dengan 45%. Proses pembuatannya pun agak berbeda.
        Pada Oolong klasik, setelah daun dipetik (manual) maka daun teh dianginkan
        tanpa kena sinar matahari pada udara terbuka selama sekitar 4 jam. Setelah
        itu daun teh ini dimasukkan kedalam ruangan pelayuan. Untuk menghindari
        fermentasi, maka ruangan ini didinginkan dengan temperatur sekitar 16°C dan
        dengan kelembaban dibawah 40%. Disini daun teh kehilangan bobot sekitar
        30-40%. Setelah itu teh akan digoreng pada temperatur 280-300°C selama
        10menit. Selesai penggorengan teh akan dikeriting dengan bantuan mesin
        keriting. Teh didinginkan sebentar lalu digoreng sekali lagi selama 10
        menit, dan dikeriting lagi. Proses ini akan dilakukan sampai 4x, setelah
        itu akan dilakukan proses pengeritingan sampai 30-40x keluar masuk mesin
        pengeritingan. Setelah form yang diingin selesai maka dilakukan
        pemanggangan di oven selama 3 jam pada 90°C. Teh lalu dipacking untuk
        proses pemasaran dan penjualan.

        Untuk teh Oolong SDOF, ada sedikit cerita. Teh ini sangat disukai di Taiwan
        maupun di China. Baik di restoran, cafe maupun tea-house teh ini banyak
        diminum orang. Terutama diminum oleh orang-orang tua. Pada semua occassions
        teh ini dapat disuguhkan dan diminum. Setiap saat, jadi pada pagi, siang
        maupun sore dan malam hari teh ini dapat diminum. Teh ini mempunyai
        karakter citarasa dan aroma yang kuat dan diyakini lebih "friendly"
        terhadap lambung. Jadi dengan perut kosongpun teh ini dapat diminum tanpa
        kuatir lambung nyeri. Di Taiwan dan di China mereka sekarang mulai membuat
        oolong SDOF dengan tanaman oolong jenis 18 dan 21. Di PTHGF kami membuatnya
        dari jenis pohon 27 dan 29.

        Untuk proses pembuatan, sesudah proses seperti oolong klasik maka pada
        akhir pemanggangan tahap pertama, temperatur ofen tidak boleh lebih dari
        50°C dan ini dibiarkan selama 3 jam. Teh yang sudah selesai dikeluarkan
        dari ofen dibiarkan dingin. Lalu dimasukkan kedalam wadah dan ditutup agar
        tidak terkontaminasi oleh bau-bauan lain. Teh dibiarkan selama 2 minggu
        dalam wadah ini pada temperatur ruangan. Selama waktu ini disebabkan
        didalam teh yang berbebtuk mutiara itu masih mempunyai kelembaban, maka
        terjadilah fermentasi. Lalu Teh diperiksa aromanya, oleh tea expert dan
        dipanasi lagi selama 3 jam pada temperatur 50°C., dengan tujuan mematikan
        jamur yang mungkin dapat tumbuh dalam gulungan teh tersebut. Setelah dingin
        masukkan lagi kedalam wadah, setelah 1 minggu teh diperiksa lagi aromanya.
        Teah mengalami fermentasi ulang didalam gulungan. Lalu panaskan lagi teh
        ini di ofen pada temperatur 50°C. Dinginkan dan masukkan kedalam wadah.
        Sesudah 3 hari periksa lagi aromanya. Apabila aroma dan rasa sudah ok, maka
        teh dipanaskan di ofen selama 3 jam pada temperatur 90°C. Kalau aroma dan
        rasa belum baik, maka temperatur tidak boleh lebih dari 50°C.

        Nama OPA, dalam bahasa jerman dan belanda artinya kakek. Nama ini muncul,
        waktu salah satu owner bertemu temannya di Canada, orang Taiwan, sebut saja
        pak Acong. Pak Acong ini menggeluti dunia teh sudah lebih daripada 40 tahun
        dan sebagai distributor teh di Canada. Pak Acong juga punya toko teh dan
        menjual beragam teh ditokonya. Dia mengimport tehnya dari China, Taiwan,
        Vietnam dll. Waktu ketemu owner kami ditawarkannya BANTEN TEA. Pak Acong
        bersedia memasarkan BANTEN TEA di Canada, dan sejak Juni BANTEN TEA dapat
        dibeli ditokonya. Pak Acong juga menanyakan varian oolong SDOF yang ingin
        dia jual ditokonya. Dia menamakan teh ini teh OPA. Maka lahirlah jenis
        produk BANTEN TEA, Oolong OPA.

        RED TEA
        Red Tea adalah salah satu produk PTHGF, dimana daun teh jenis camellia
        sinensis var. sinensis mengalami 100% fermentasi. Daun teh yang telah
        dipetik digelar selama 3 hari pada udara terbuka. Setiap pagi daun teh ini
        disemprot dengan air agar basah. Lalu dibiarkan berfernentasi. Setelah
        mengalami full fermentasi maka daun akan digoreng, dikriting dan akhirnya
        dipanggang.

        Mudah-mudahan bermanfaat.

        Salam


        [Non-text portions of this message have been removed]



        ------------------------------------

        Visit our website: www.pecintateh.comYahoo! Groups Links
      • yvonn3my@yahoo.com
        Wahhhh pak alexxxx. ..... Thx sample-nya Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone ... From: maria andriana Sender:
        Message 3 of 7 , Sep 1, 2012
          Wahhhh pak alexxxx. ..... Thx sample-nya
          Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

          -----Original Message-----
          From: "maria andriana" <andriek@...>
          Sender: pecinta_teh@yahoogroups.com
          Date: Sat, 1 Sep 2012 21:58:17
          To: <pecinta_teh@yahoogroups.com>
          Reply-To: pecinta_teh@yahoogroups.com
          Subject: Re: [pecinta_teh] OPA tea and Red Tea

          Pak Alex tentu ini sangat bermanfaat, sebab banyak orang sering bertanya perbedaan green tea, oolong dan red/black tea. Penjelasan Pak Alex mudah dipahami.
          Saya masih bingung dengan asal daun the pohon no 18-21 dan ada no 29 juga itu penomoran atas kriteria apa?

          Terimakasih sudah memberi sample untuk diiicip.
          Soal harga mahal memang relatif, tetapi jika kelak bisa menjual dengan harga lebih murah, tentu kami sambut dengan baik.
          Kappan-kapan cerita lagi tentang Banten Beauty ya

          Salam

          Maria D. Andriana
          Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara
          jl Antara no 61 Jakarta 10710

          -----Original Message-----
          From: Alexander Halim <alhalim.oolong@...>
          Sender: pecinta_teh@yahoogroups.com
          Date: Sat, 1 Sep 2012 21:26:34
          To: <pecinta_teh@yahoogroups.com>
          Reply-To: pecinta_teh@yahoogroups.com
          Subject: [pecinta_teh] OPA tea and Red Tea

          Dear all,
          Atas nama PT HARENDONG GREEN FARM (PTHGF), saya ingin mengucapkan banyak
          terimakasih atas undangan untuk menghadiri tea-gathering pada hari Sabtu
          tanggal 1 September 2012. Sayangnya tidak ada kesempatan untuk berdiskusi
          interaktiv mengenai teh-teh yang kami bawa untuk dicoba.

          Terus terang adalah satu kehormatan yang sangat tinggi bagi BANTEN TEA
          mendapatkan predikat sebagai salah satu Teh Nusantara, walaupun menurut
          saya masih terlalu dini menyebut BANTEN TEA sebagai salah satu Teh
          Nusantara.

          Mengingat PTHGF baru berumur 7 tahun dan produk varian BANTEN TEA baru saja
          2 tahun dipasarkan, maka produk-produk ini masih belum dikenal orang.
          Boro-boro Nusantara, di Jakarta saja banyak orang yang belum kenal. Saya
          sering mendapat pertanyaan di pameran-pameran yang kita ikuti, dimana sih
          bisa beli produk-produk ini? Itu salah satu kendala, selain itu teh BANTEN
          TEA masih dianggap "relativ" mahal untuk kalangan umum. Ini adalah tugas
          bagian Marketing kami untuk lebih mempopulerkan produk-produk kami.

          Sesuai dengan proses fermentasi/oksidasi maka teh produk PTHGF kami bagi
          dalam 3 tipe, Green Tea dengan kadar fermentasi sekitar 5-10%, Oolong Tea
          dengan 30-45% dan Red Tea yang mengalami 100% fermentasi.

          OOLONG TEA
          Pada Oolong Tea kita ada 2 Varian, oolong klasik dengan 30-35% fermentasi
          dan Oolong Tea with severe degree of fermentation (SDOF) yang mempunyai
          kadar fermentasi sampai dengan 45%. Proses pembuatannya pun agak berbeda.
          Pada Oolong klasik, setelah daun dipetik (manual) maka daun teh dianginkan
          tanpa kena sinar matahari pada udara terbuka selama sekitar 4 jam. Setelah
          itu daun teh ini dimasukkan kedalam ruangan pelayuan. Untuk menghindari
          fermentasi, maka ruangan ini didinginkan dengan temperatur sekitar 16°C dan
          dengan kelembaban dibawah 40%. Disini daun teh kehilangan bobot sekitar
          30-40%. Setelah itu teh akan digoreng pada temperatur 280-300°C selama
          10menit. Selesai penggorengan teh akan dikeriting dengan bantuan mesin
          keriting. Teh didinginkan sebentar lalu digoreng sekali lagi selama 10
          menit, dan dikeriting lagi. Proses ini akan dilakukan sampai 4x, setelah
          itu akan dilakukan proses pengeritingan sampai 30-40x keluar masuk mesin
          pengeritingan. Setelah form yang diingin selesai maka dilakukan
          pemanggangan di oven selama 3 jam pada 90°C. Teh lalu dipacking untuk
          proses pemasaran dan penjualan.

          Untuk teh Oolong SDOF, ada sedikit cerita. Teh ini sangat disukai di Taiwan
          maupun di China. Baik di restoran, cafe maupun tea-house teh ini banyak
          diminum orang. Terutama diminum oleh orang-orang tua. Pada semua occassions
          teh ini dapat disuguhkan dan diminum. Setiap saat, jadi pada pagi, siang
          maupun sore dan malam hari teh ini dapat diminum. Teh ini mempunyai
          karakter citarasa dan aroma yang kuat dan diyakini lebih "friendly"
          terhadap lambung. Jadi dengan perut kosongpun teh ini dapat diminum tanpa
          kuatir lambung nyeri. Di Taiwan dan di China mereka sekarang mulai membuat
          oolong SDOF dengan tanaman oolong jenis 18 dan 21. Di PTHGF kami membuatnya
          dari jenis pohon 27 dan 29.

          Untuk proses pembuatan, sesudah proses seperti oolong klasik maka pada
          akhir pemanggangan tahap pertama, temperatur ofen tidak boleh lebih dari
          50°C dan ini dibiarkan selama 3 jam. Teh yang sudah selesai dikeluarkan
          dari ofen dibiarkan dingin. Lalu dimasukkan kedalam wadah dan ditutup agar
          tidak terkontaminasi oleh bau-bauan lain. Teh dibiarkan selama 2 minggu
          dalam wadah ini pada temperatur ruangan. Selama waktu ini disebabkan
          didalam teh yang berbebtuk mutiara itu masih mempunyai kelembaban, maka
          terjadilah fermentasi. Lalu Teh diperiksa aromanya, oleh tea expert dan
          dipanasi lagi selama 3 jam pada temperatur 50°C., dengan tujuan mematikan
          jamur yang mungkin dapat tumbuh dalam gulungan teh tersebut. Setelah dingin
          masukkan lagi kedalam wadah, setelah 1 minggu teh diperiksa lagi aromanya.
          Teah mengalami fermentasi ulang didalam gulungan. Lalu panaskan lagi teh
          ini di ofen pada temperatur 50°C. Dinginkan dan masukkan kedalam wadah.
          Sesudah 3 hari periksa lagi aromanya. Apabila aroma dan rasa sudah ok, maka
          teh dipanaskan di ofen selama 3 jam pada temperatur 90°C. Kalau aroma dan
          rasa belum baik, maka temperatur tidak boleh lebih dari 50°C.

          Nama OPA, dalam bahasa jerman dan belanda artinya kakek. Nama ini muncul,
          waktu salah satu owner bertemu temannya di Canada, orang Taiwan, sebut saja
          pak Acong. Pak Acong ini menggeluti dunia teh sudah lebih daripada 40 tahun
          dan sebagai distributor teh di Canada. Pak Acong juga punya toko teh dan
          menjual beragam teh ditokonya. Dia mengimport tehnya dari China, Taiwan,
          Vietnam dll. Waktu ketemu owner kami ditawarkannya BANTEN TEA. Pak Acong
          bersedia memasarkan BANTEN TEA di Canada, dan sejak Juni BANTEN TEA dapat
          dibeli ditokonya. Pak Acong juga menanyakan varian oolong SDOF yang ingin
          dia jual ditokonya. Dia menamakan teh ini teh OPA. Maka lahirlah jenis
          produk BANTEN TEA, Oolong OPA.

          RED TEA
          Red Tea adalah salah satu produk PTHGF, dimana daun teh jenis camellia
          sinensis var. sinensis mengalami 100% fermentasi. Daun teh yang telah
          dipetik digelar selama 3 hari pada udara terbuka. Setiap pagi daun teh ini
          disemprot dengan air agar basah. Lalu dibiarkan berfernentasi. Setelah
          mengalami full fermentasi maka daun akan digoreng, dikriting dan akhirnya
          dipanggang.

          Mudah-mudahan bermanfaat.

          Salam


          [Non-text portions of this message have been removed]



          ------------------------------------

          Visit our website: www.pecintateh.comYahoo! Groups Links





          ------------------------------------

          Visit our website: www.pecintateh.comYahoo! Groups Links
        • agusfam@yahoo.com
          Kata yg bisa sy ungkapkan hanya Excelent utk produk2 Harendong/Banten Tea. Bravo pak Alex.... Powered by Telkomsel BlackBerry® ... From: Alexander Halim
          Message 4 of 7 , Sep 1, 2012
            Kata yg bisa sy ungkapkan hanya "Excelent" utk produk2 Harendong/Banten Tea. Bravo pak Alex....
            Powered by Telkomsel BlackBerry�

            -----Original Message-----
            From: Alexander Halim <alhalim.oolong@...>
            Sender: pecinta_teh@yahoogroups.com
            Date: Sat, 1 Sep 2012 21:26:34
            To: <pecinta_teh@yahoogroups.com>
            Reply-To: pecinta_teh@yahoogroups.com
            Subject: [pecinta_teh] OPA tea and Red Tea

            Dear all,
            Atas nama PT HARENDONG GREEN FARM (PTHGF), saya ingin mengucapkan banyak
            terimakasih atas undangan untuk menghadiri tea-gathering pada hari Sabtu
            tanggal 1 September 2012. Sayangnya tidak ada kesempatan untuk berdiskusi
            interaktiv mengenai teh-teh yang kami bawa untuk dicoba.

            Terus terang adalah satu kehormatan yang sangat tinggi bagi BANTEN TEA
            mendapatkan predikat sebagai salah satu Teh Nusantara, walaupun menurut
            saya masih terlalu dini menyebut BANTEN TEA sebagai salah satu Teh
            Nusantara.

            Mengingat PTHGF baru berumur 7 tahun dan produk varian BANTEN TEA baru saja
            2 tahun dipasarkan, maka produk-produk ini masih belum dikenal orang.
            Boro-boro Nusantara, di Jakarta saja banyak orang yang belum kenal. Saya
            sering mendapat pertanyaan di pameran-pameran yang kita ikuti, dimana sih
            bisa beli produk-produk ini? Itu salah satu kendala, selain itu teh BANTEN
            TEA masih dianggap "relativ" mahal untuk kalangan umum. Ini adalah tugas
            bagian Marketing kami untuk lebih mempopulerkan produk-produk kami.

            Sesuai dengan proses fermentasi/oksidasi maka teh produk PTHGF kami bagi
            dalam 3 tipe, Green Tea dengan kadar fermentasi sekitar 5-10%, Oolong Tea
            dengan 30-45% dan Red Tea yang mengalami 100% fermentasi.

            OOLONG TEA
            Pada Oolong Tea kita ada 2 Varian, oolong klasik dengan 30-35% fermentasi
            dan Oolong Tea with severe degree of fermentation (SDOF) yang mempunyai
            kadar fermentasi sampai dengan 45%. Proses pembuatannya pun agak berbeda.
            Pada Oolong klasik, setelah daun dipetik (manual) maka daun teh dianginkan
            tanpa kena sinar matahari pada udara terbuka selama sekitar 4 jam. Setelah
            itu daun teh ini dimasukkan kedalam ruangan pelayuan. Untuk menghindari
            fermentasi, maka ruangan ini didinginkan dengan temperatur sekitar 16�C dan
            dengan kelembaban dibawah 40%. Disini daun teh kehilangan bobot sekitar
            30-40%. Setelah itu teh akan digoreng pada temperatur 280-300�C selama
            10menit. Selesai penggorengan teh akan dikeriting dengan bantuan mesin
            keriting. Teh didinginkan sebentar lalu digoreng sekali lagi selama 10
            menit, dan dikeriting lagi. Proses ini akan dilakukan sampai 4x, setelah
            itu akan dilakukan proses pengeritingan sampai 30-40x keluar masuk mesin
            pengeritingan. Setelah form yang diingin selesai maka dilakukan
            pemanggangan di oven selama 3 jam pada 90�C. Teh lalu dipacking untuk
            proses pemasaran dan penjualan.

            Untuk teh Oolong SDOF, ada sedikit cerita. Teh ini sangat disukai di Taiwan
            maupun di China. Baik di restoran, cafe maupun tea-house teh ini banyak
            diminum orang. Terutama diminum oleh orang-orang tua. Pada semua occassions
            teh ini dapat disuguhkan dan diminum. Setiap saat, jadi pada pagi, siang
            maupun sore dan malam hari teh ini dapat diminum. Teh ini mempunyai
            karakter citarasa dan aroma yang kuat dan diyakini lebih "friendly"
            terhadap lambung. Jadi dengan perut kosongpun teh ini dapat diminum tanpa
            kuatir lambung nyeri. Di Taiwan dan di China mereka sekarang mulai membuat
            oolong SDOF dengan tanaman oolong jenis 18 dan 21. Di PTHGF kami membuatnya
            dari jenis pohon 27 dan 29.

            Untuk proses pembuatan, sesudah proses seperti oolong klasik maka pada
            akhir pemanggangan tahap pertama, temperatur ofen tidak boleh lebih dari
            50�C dan ini dibiarkan selama 3 jam. Teh yang sudah selesai dikeluarkan
            dari ofen dibiarkan dingin. Lalu dimasukkan kedalam wadah dan ditutup agar
            tidak terkontaminasi oleh bau-bauan lain. Teh dibiarkan selama 2 minggu
            dalam wadah ini pada temperatur ruangan. Selama waktu ini disebabkan
            didalam teh yang berbebtuk mutiara itu masih mempunyai kelembaban, maka
            terjadilah fermentasi. Lalu Teh diperiksa aromanya, oleh tea expert dan
            dipanasi lagi selama 3 jam pada temperatur 50�C., dengan tujuan mematikan
            jamur yang mungkin dapat tumbuh dalam gulungan teh tersebut. Setelah dingin
            masukkan lagi kedalam wadah, setelah 1 minggu teh diperiksa lagi aromanya.
            Teah mengalami fermentasi ulang didalam gulungan. Lalu panaskan lagi teh
            ini di ofen pada temperatur 50�C. Dinginkan dan masukkan kedalam wadah.
            Sesudah 3 hari periksa lagi aromanya. Apabila aroma dan rasa sudah ok, maka
            teh dipanaskan di ofen selama 3 jam pada temperatur 90�C. Kalau aroma dan
            rasa belum baik, maka temperatur tidak boleh lebih dari 50�C.

            Nama OPA, dalam bahasa jerman dan belanda artinya kakek. Nama ini muncul,
            waktu salah satu owner bertemu temannya di Canada, orang Taiwan, sebut saja
            pak Acong. Pak Acong ini menggeluti dunia teh sudah lebih daripada 40 tahun
            dan sebagai distributor teh di Canada. Pak Acong juga punya toko teh dan
            menjual beragam teh ditokonya. Dia mengimport tehnya dari China, Taiwan,
            Vietnam dll. Waktu ketemu owner kami ditawarkannya BANTEN TEA. Pak Acong
            bersedia memasarkan BANTEN TEA di Canada, dan sejak Juni BANTEN TEA dapat
            dibeli ditokonya. Pak Acong juga menanyakan varian oolong SDOF yang ingin
            dia jual ditokonya. Dia menamakan teh ini teh OPA. Maka lahirlah jenis
            produk BANTEN TEA, Oolong OPA.

            RED TEA
            Red Tea adalah salah satu produk PTHGF, dimana daun teh jenis camellia
            sinensis var. sinensis mengalami 100% fermentasi. Daun teh yang telah
            dipetik digelar selama 3 hari pada udara terbuka. Setiap pagi daun teh ini
            disemprot dengan air agar basah. Lalu dibiarkan berfernentasi. Setelah
            mengalami full fermentasi maka daun akan digoreng, dikriting dan akhirnya
            dipanggang.

            Mudah-mudahan bermanfaat.

            Salam


            [Non-text portions of this message have been removed]




            [Non-text portions of this message have been removed]
          • ratna somantri
            Dear Pak Alex, Terima kasih sudah hadir di acara kemarin, terima kasih untuk sample tehnya dan terutama terima kasih untuk sharing knowledge-nya. Melihat
            Message 5 of 7 , Sep 1, 2012
              Dear Pak Alex,

              Terima kasih sudah hadir di acara kemarin, terima kasih untuk sample tehnya dan terutama terima kasih untuk sharing knowledge-nya.

              Melihat proses produksinya yang tidak mudah, yang ditulis disini sudah tampak sangat kompleks padahal di lapangan jauh lebih kompleks lagi pastinya, dan kompleksitas itu menghasilkan aroma dan rasa teh yang enak, saya merasa harga Banten Oolong tidak mahal. Julian, Pak Anton dan beberapa member pernah melihat sendiri proses produksi Banten Oolong, semua berkomentar: kompleks bangeeeet. Tapi kembali, mahal dan tidak mahal adalah tergantung ke orangnya, tapi buat saya harga yang ditawarkan dengan kualitas yang diberikan itu sebanding. Kemarin Mbak Prima, yang baru pertama kali hadir di gathering kita, memberi komentar, "enak ya tehnya, rasanya kok beda ya." untuk Red tea, Oolong dari Harendong dan untuk White Peony dari PTPN VIII. Dan ketiga teh ini memang lebih mahal dari teh biasa di pasaran, karena proses produksinya yang lebih kompleks untuk menghasilkan rasa "tidak biasa" itu.

              Jika membandingkan dengan harga Oolong dari Taiwan, dengan kualitas yang kurang lebih sama, harga Banten Oolong lebih murah. Ini adalah salah satu teh yang saya minum sehari-sehari (selain LongJing dari China, Sencha dan Gyokuro Jepang, dan Banten Oolong adalah yang paling ekonomis :D )


              Salam,


              Ratna


              To: pecinta_teh@yahoogroups.com
              From: alhalim.oolong@...
              Date: Sat, 1 Sep 2012 21:26:34 +0700
              Subject: [pecinta_teh] OPA tea and Red Tea


























              Dear all,

              Atas nama PT HARENDONG GREEN FARM (PTHGF), saya ingin mengucapkan banyak

              terimakasih atas undangan untuk menghadiri tea-gathering pada hari Sabtu

              tanggal 1 September 2012. Sayangnya tidak ada kesempatan untuk berdiskusi

              interaktiv mengenai teh-teh yang kami bawa untuk dicoba.



              Terus terang adalah satu kehormatan yang sangat tinggi bagi BANTEN TEA

              mendapatkan predikat sebagai salah satu Teh Nusantara, walaupun menurut

              saya masih terlalu dini menyebut BANTEN TEA sebagai salah satu Teh

              Nusantara.



              Mengingat PTHGF baru berumur 7 tahun dan produk varian BANTEN TEA baru saja

              2 tahun dipasarkan, maka produk-produk ini masih belum dikenal orang.

              Boro-boro Nusantara, di Jakarta saja banyak orang yang belum kenal. Saya

              sering mendapat pertanyaan di pameran-pameran yang kita ikuti, dimana sih

              bisa beli produk-produk ini? Itu salah satu kendala, selain itu teh BANTEN

              TEA masih dianggap "relativ" mahal untuk kalangan umum. Ini adalah tugas

              bagian Marketing kami untuk lebih mempopulerkan produk-produk kami.



              Sesuai dengan proses fermentasi/oksidasi maka teh produk PTHGF kami bagi

              dalam 3 tipe, Green Tea dengan kadar fermentasi sekitar 5-10%, Oolong Tea

              dengan 30-45% dan Red Tea yang mengalami 100% fermentasi.



              OOLONG TEA

              Pada Oolong Tea kita ada 2 Varian, oolong klasik dengan 30-35% fermentasi

              dan Oolong Tea with severe degree of fermentation (SDOF) yang mempunyai

              kadar fermentasi sampai dengan 45%. Proses pembuatannya pun agak berbeda.

              Pada Oolong klasik, setelah daun dipetik (manual) maka daun teh dianginkan

              tanpa kena sinar matahari pada udara terbuka selama sekitar 4 jam. Setelah

              itu daun teh ini dimasukkan kedalam ruangan pelayuan. Untuk menghindari

              fermentasi, maka ruangan ini didinginkan dengan temperatur sekitar 16�C dan

              dengan kelembaban dibawah 40%. Disini daun teh kehilangan bobot sekitar

              30-40%. Setelah itu teh akan digoreng pada temperatur 280-300�C selama

              10menit. Selesai penggorengan teh akan dikeriting dengan bantuan mesin

              keriting. Teh didinginkan sebentar lalu digoreng sekali lagi selama 10

              menit, dan dikeriting lagi. Proses ini akan dilakukan sampai 4x, setelah

              itu akan dilakukan proses pengeritingan sampai 30-40x keluar masuk mesin

              pengeritingan. Setelah form yang diingin selesai maka dilakukan

              pemanggangan di oven selama 3 jam pada 90�C. Teh lalu dipacking untuk

              proses pemasaran dan penjualan.



              Untuk teh Oolong SDOF, ada sedikit cerita. Teh ini sangat disukai di Taiwan

              maupun di China. Baik di restoran, cafe maupun tea-house teh ini banyak

              diminum orang. Terutama diminum oleh orang-orang tua. Pada semua occassions

              teh ini dapat disuguhkan dan diminum. Setiap saat, jadi pada pagi, siang

              maupun sore dan malam hari teh ini dapat diminum. Teh ini mempunyai

              karakter citarasa dan aroma yang kuat dan diyakini lebih "friendly"

              terhadap lambung. Jadi dengan perut kosongpun teh ini dapat diminum tanpa

              kuatir lambung nyeri. Di Taiwan dan di China mereka sekarang mulai membuat

              oolong SDOF dengan tanaman oolong jenis 18 dan 21. Di PTHGF kami membuatnya

              dari jenis pohon 27 dan 29.



              Untuk proses pembuatan, sesudah proses seperti oolong klasik maka pada

              akhir pemanggangan tahap pertama, temperatur ofen tidak boleh lebih dari

              50�C dan ini dibiarkan selama 3 jam. Teh yang sudah selesai dikeluarkan

              dari ofen dibiarkan dingin. Lalu dimasukkan kedalam wadah dan ditutup agar

              tidak terkontaminasi oleh bau-bauan lain. Teh dibiarkan selama 2 minggu

              dalam wadah ini pada temperatur ruangan. Selama waktu ini disebabkan

              didalam teh yang berbebtuk mutiara itu masih mempunyai kelembaban, maka

              terjadilah fermentasi. Lalu Teh diperiksa aromanya, oleh tea expert dan

              dipanasi lagi selama 3 jam pada temperatur 50�C., dengan tujuan mematikan

              jamur yang mungkin dapat tumbuh dalam gulungan teh tersebut. Setelah dingin

              masukkan lagi kedalam wadah, setelah 1 minggu teh diperiksa lagi aromanya.

              Teah mengalami fermentasi ulang didalam gulungan. Lalu panaskan lagi teh

              ini di ofen pada temperatur 50�C. Dinginkan dan masukkan kedalam wadah.

              Sesudah 3 hari periksa lagi aromanya. Apabila aroma dan rasa sudah ok, maka

              teh dipanaskan di ofen selama 3 jam pada temperatur 90�C. Kalau aroma dan

              rasa belum baik, maka temperatur tidak boleh lebih dari 50�C.



              Nama OPA, dalam bahasa jerman dan belanda artinya kakek. Nama ini muncul,

              waktu salah satu owner bertemu temannya di Canada, orang Taiwan, sebut saja

              pak Acong. Pak Acong ini menggeluti dunia teh sudah lebih daripada 40 tahun

              dan sebagai distributor teh di Canada. Pak Acong juga punya toko teh dan

              menjual beragam teh ditokonya. Dia mengimport tehnya dari China, Taiwan,

              Vietnam dll. Waktu ketemu owner kami ditawarkannya BANTEN TEA. Pak Acong

              bersedia memasarkan BANTEN TEA di Canada, dan sejak Juni BANTEN TEA dapat

              dibeli ditokonya. Pak Acong juga menanyakan varian oolong SDOF yang ingin

              dia jual ditokonya. Dia menamakan teh ini teh OPA. Maka lahirlah jenis

              produk BANTEN TEA, Oolong OPA.



              RED TEA

              Red Tea adalah salah satu produk PTHGF, dimana daun teh jenis camellia

              sinensis var. sinensis mengalami 100% fermentasi. Daun teh yang telah

              dipetik digelar selama 3 hari pada udara terbuka. Setiap pagi daun teh ini

              disemprot dengan air agar basah. Lalu dibiarkan berfernentasi. Setelah

              mengalami full fermentasi maka daun akan digoreng, dikriting dan akhirnya

              dipanggang.



              Mudah-mudahan bermanfaat.



              Salam



              [Non-text portions of this message have been removed]


















              [Non-text portions of this message have been removed]
            • Alexander Halim
              Dear all, @bu Maria, mengenai penomoran pada jenis teh-teh. Di Taiwan, mereka mempunyai research center untuk teh yang disupport dan dibiayai oleh pemerintah
              Message 6 of 7 , Sep 2, 2012
                Dear all,
                @bu Maria, mengenai penomoran pada jenis teh-teh.
                Di Taiwan, mereka mempunyai research center untuk teh yang disupport dan
                dibiayai oleh pemerintah Taiwan. Seperti di Bandung, kita ada Pusat
                Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung. Di Research Center ini mereka
                selalu melakukan inovasi dengan mencari jenis teh baru dengan melakukan
                penyilangan beberapa jenis teh, jadi samasekali bukan rekayasa genetik,
                untuk mendapatkan teh-teh unggulan. Setelah research yang membutuhkan waktu
                tahunan mereka mendapatkan jenis teh baru yang dianggap sangat baik, lalu
                teh ini diberi nomor 1, 2,....18, 19, ....., 27, 28, 29..... Misalnya Teh
                dengan nomor 18 dan 21 adalah penyilangan antara assamica dan sinensis.
                Kami mempunyai tanaman oolong jenis 27, 28, 29.

                @ pak Agus, terimakasih banyak atas atensinya pak. Mohon bimbingannya
                selalu.

                @Ratna, seperti biasa inputannya sangat fresh dan sangat membantu kami
                untuk melakukan improvement. Thank you banget

                Salam
                On Sep 2, 2012 12:06 PM, "ratna somantri" <ratnasomantri@...> wrote:


                [Non-text portions of this message have been removed]
              • adjies2000
                kutipan : RED TEA ... Tanya. Pak Halim, maaf tidak sempat mencicipi rasa aroma Red Tea produksi Banten Tea, apakah kira2 dekat dengan cita rasa dan aroma Hunan
                Message 7 of 7 , Sep 2, 2012
                  kutipan :

                  RED TEA
                  > Red Tea adalah salah satu produk PTHGF, dimana daun teh jenis camellia
                  > sinensis var. sinensis mengalami 100% fermentasi. Daun teh yang telah
                  > dipetik digelar selama 3 hari pada udara terbuka. Setiap pagi daun teh ini
                  > disemprot dengan air agar basah. Lalu dibiarkan berfernentasi. Setelah
                  > mengalami full fermentasi maka daun akan digoreng, dikriting dan akhirnya
                  > dipanggang."


                  Tanya.

                  Pak Halim, maaf tidak sempat mencicipi rasa aroma Red Tea produksi Banten Tea, apakah kira2 dekat dengan cita rasa dan aroma Hunan Anhoa Black Tea ? dimana bisa beli ?

                  Melihat proses Red TEa, yang mirip2 tapi tidak sama dengan proses PU_er, apakah laboratorium Bapak mempunyai project mengembangkan jenis PU Er Banten. Teknologi PU Er sudah agak terbuka, bisa dipelajari di Tea Academy di Kun Ming, Teh Hitam dengan jamur bunga kuning masih dipatentkan, tetapi sudah ditiru/dicuri Korea dan Jepang.

                  Salam







                  --- In pecinta_teh@yahoogroups.com, Alexander Halim <alhalim.oolong@...> wrote:
                  >
                  > Dear all,
                  > Atas nama PT HARENDONG GREEN FARM (PTHGF), saya ingin mengucapkan banyak
                  > terimakasih atas undangan untuk menghadiri tea-gathering pada hari Sabtu
                  > tanggal 1 September 2012. Sayangnya tidak ada kesempatan untuk berdiskusi
                  > interaktiv mengenai teh-teh yang kami bawa untuk dicoba.
                  >
                  > Terus terang adalah satu kehormatan yang sangat tinggi bagi BANTEN TEA
                  > mendapatkan predikat sebagai salah satu Teh Nusantara, walaupun menurut
                  > saya masih terlalu dini menyebut BANTEN TEA sebagai salah satu Teh
                  > Nusantara.
                  >
                  > Mengingat PTHGF baru berumur 7 tahun dan produk varian BANTEN TEA baru saja
                  > 2 tahun dipasarkan, maka produk-produk ini masih belum dikenal orang.
                  > Boro-boro Nusantara, di Jakarta saja banyak orang yang belum kenal. Saya
                  > sering mendapat pertanyaan di pameran-pameran yang kita ikuti, dimana sih
                  > bisa beli produk-produk ini? Itu salah satu kendala, selain itu teh BANTEN
                  > TEA masih dianggap "relativ" mahal untuk kalangan umum. Ini adalah tugas
                  > bagian Marketing kami untuk lebih mempopulerkan produk-produk kami.
                  >
                  > Sesuai dengan proses fermentasi/oksidasi maka teh produk PTHGF kami bagi
                  > dalam 3 tipe, Green Tea dengan kadar fermentasi sekitar 5-10%, Oolong Tea
                  > dengan 30-45% dan Red Tea yang mengalami 100% fermentasi.
                  >
                  > OOLONG TEA
                  > Pada Oolong Tea kita ada 2 Varian, oolong klasik dengan 30-35% fermentasi
                  > dan Oolong Tea with severe degree of fermentation (SDOF) yang mempunyai
                  > kadar fermentasi sampai dengan 45%. Proses pembuatannya pun agak berbeda.
                  > Pada Oolong klasik, setelah daun dipetik (manual) maka daun teh dianginkan
                  > tanpa kena sinar matahari pada udara terbuka selama sekitar 4 jam. Setelah
                  > itu daun teh ini dimasukkan kedalam ruangan pelayuan. Untuk menghindari
                  > fermentasi, maka ruangan ini didinginkan dengan temperatur sekitar 16°C dan
                  > dengan kelembaban dibawah 40%. Disini daun teh kehilangan bobot sekitar
                  > 30-40%. Setelah itu teh akan digoreng pada temperatur 280-300°C selama
                  > 10menit. Selesai penggorengan teh akan dikeriting dengan bantuan mesin
                  > keriting. Teh didinginkan sebentar lalu digoreng sekali lagi selama 10
                  > menit, dan dikeriting lagi. Proses ini akan dilakukan sampai 4x, setelah
                  > itu akan dilakukan proses pengeritingan sampai 30-40x keluar masuk mesin
                  > pengeritingan. Setelah form yang diingin selesai maka dilakukan
                  > pemanggangan di oven selama 3 jam pada 90°C. Teh lalu dipacking untuk
                  > proses pemasaran dan penjualan.
                  >
                  > Untuk teh Oolong SDOF, ada sedikit cerita. Teh ini sangat disukai di Taiwan
                  > maupun di China. Baik di restoran, cafe maupun tea-house teh ini banyak
                  > diminum orang. Terutama diminum oleh orang-orang tua. Pada semua occassions
                  > teh ini dapat disuguhkan dan diminum. Setiap saat, jadi pada pagi, siang
                  > maupun sore dan malam hari teh ini dapat diminum. Teh ini mempunyai
                  > karakter citarasa dan aroma yang kuat dan diyakini lebih "friendly"
                  > terhadap lambung. Jadi dengan perut kosongpun teh ini dapat diminum tanpa
                  > kuatir lambung nyeri. Di Taiwan dan di China mereka sekarang mulai membuat
                  > oolong SDOF dengan tanaman oolong jenis 18 dan 21. Di PTHGF kami membuatnya
                  > dari jenis pohon 27 dan 29.
                  >
                  > Untuk proses pembuatan, sesudah proses seperti oolong klasik maka pada
                  > akhir pemanggangan tahap pertama, temperatur ofen tidak boleh lebih dari
                  > 50°C dan ini dibiarkan selama 3 jam. Teh yang sudah selesai dikeluarkan
                  > dari ofen dibiarkan dingin. Lalu dimasukkan kedalam wadah dan ditutup agar
                  > tidak terkontaminasi oleh bau-bauan lain. Teh dibiarkan selama 2 minggu
                  > dalam wadah ini pada temperatur ruangan. Selama waktu ini disebabkan
                  > didalam teh yang berbebtuk mutiara itu masih mempunyai kelembaban, maka
                  > terjadilah fermentasi. Lalu Teh diperiksa aromanya, oleh tea expert dan
                  > dipanasi lagi selama 3 jam pada temperatur 50°C., dengan tujuan mematikan
                  > jamur yang mungkin dapat tumbuh dalam gulungan teh tersebut. Setelah dingin
                  > masukkan lagi kedalam wadah, setelah 1 minggu teh diperiksa lagi aromanya.
                  > Teah mengalami fermentasi ulang didalam gulungan. Lalu panaskan lagi teh
                  > ini di ofen pada temperatur 50°C. Dinginkan dan masukkan kedalam wadah.
                  > Sesudah 3 hari periksa lagi aromanya. Apabila aroma dan rasa sudah ok, maka
                  > teh dipanaskan di ofen selama 3 jam pada temperatur 90°C. Kalau aroma dan
                  > rasa belum baik, maka temperatur tidak boleh lebih dari 50°C.
                  >
                  > Nama OPA, dalam bahasa jerman dan belanda artinya kakek. Nama ini muncul,
                  > waktu salah satu owner bertemu temannya di Canada, orang Taiwan, sebut saja
                  > pak Acong. Pak Acong ini menggeluti dunia teh sudah lebih daripada 40 tahun
                  > dan sebagai distributor teh di Canada. Pak Acong juga punya toko teh dan
                  > menjual beragam teh ditokonya. Dia mengimport tehnya dari China, Taiwan,
                  > Vietnam dll. Waktu ketemu owner kami ditawarkannya BANTEN TEA. Pak Acong
                  > bersedia memasarkan BANTEN TEA di Canada, dan sejak Juni BANTEN TEA dapat
                  > dibeli ditokonya. Pak Acong juga menanyakan varian oolong SDOF yang ingin
                  > dia jual ditokonya. Dia menamakan teh ini teh OPA. Maka lahirlah jenis
                  > produk BANTEN TEA, Oolong OPA.
                  >
                  > RED TEA
                  > Red Tea adalah salah satu produk PTHGF, dimana daun teh jenis camellia
                  > sinensis var. sinensis mengalami 100% fermentasi. Daun teh yang telah
                  > dipetik digelar selama 3 hari pada udara terbuka. Setiap pagi daun teh ini
                  > disemprot dengan air agar basah. Lalu dibiarkan berfernentasi. Setelah
                  > mengalami full fermentasi maka daun akan digoreng, dikriting dan akhirnya
                  > dipanggang.
                  >
                  > Mudah-mudahan bermanfaat.
                  >
                  > Salam
                  >
                  >
                  > [Non-text portions of this message have been removed]
                  >
                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.