Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [pecinta_teh] Re: tea for travelling

Expand Messages
  • maria andriana
    Setuju sekali mbak Nugraheni. Membawa teh sendiri sangat bermanfaat, untuk persiapan jika tidak menemukan teh yang cocok dalam perjalanan Maria D. Andriana
    Message 1 of 45 , Dec 1, 2011
      Setuju sekali mbak Nugraheni. Membawa teh sendiri sangat bermanfaat, untuk persiapan jika tidak menemukan teh yang cocok dalam perjalanan

      Maria D. Andriana
      Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara
      jl Antara no 61 Jakarta 10710

      -----Original Message-----
      From: Hendri Sato <gula.manis@...>
      Sender: pecinta_teh@yahoogroups.com
      Date: Wed, 30 Nov 2011 22:52:51
      To: pecinta_teh@yahoogroups.com<pecinta_teh@yahoogroups.com>
      Reply-To: pecinta_teh@yahoogroups.com
      Subject: Re: [pecinta_teh] Re: tea for travelling

      Macha yg diminum dg peralatan lengkapnya tdk hrs sll dlm arti ceremony sec. harfiah, ttp klu kita lihat proses penyiapannya, menuang powdernya, airnya, mengaduknya dan menyajikannya, menghirupnya dan menikmatinya + situasi atau keadaan saat tsb, itu semua sdh mrpk proses "ceremony" dr. ichigo ichi = one moment in time

      Dan itu jg berlaku u/sgl jenis teh (saya kira), memilih teh yg akan kita minum saat itu, memilih Tpot & cupnya, menyiapkan air, menyeduhnya menunggu 3min dan menikmatinya merupakan proses meditasi sy u/ memulai kegiatan setiap hari, dan selalu menghasilkan sensasi yg berbeda setiap kali.

      Di Jepang ada 1 set peralatan minum macha tsb, ditujukan u/travelling. Cukup praktis n compact (1 ochawan 7-10cm, chasen, chairi, dll smua ukuran mini, dipack dlm 1 kranjang kecil 15cm) kita tinggal bawa air panasnya, dan kita bisa menikmati macha di gunung maupun dipantai, sekali lagi dg filsafat ichigo ichi-nya.
      Sbg pecinta teh membawa teh sendiri saat bepergian ad. suatu kewajiban, selain u/dinikmati dg proses diatas jg u/ mengamati perbedaan rasa, warna. Teh yg sama diminum di Okinawa atau di Hokkaido akan berbeda rasa krn meskipun air di Jepang trmsk soft water (nansui) ttp kandungan mineralnya sangat berbeda disetiap tempat (sy menggunakan tap water).

      Teh begitu dalam, menarik dan hidup, belum lagi klu kita belajar sejarah, sospolbud-nya, dan Indonesia cukup berperan besar dalam dunia per-teh-an ini (sejak 4 abad yl). Tidak sekedar menikmati saja tp ada keinginan kuat u/mengembalikan peran besar tsb 


      Salam hangat from my Tea pot,
      nugraheni 


      ________________________________
      From: BambangM <laresolo@...>
      To: pecinta_teh@yahoogroups.com
      Sent: Wednesday, November 30, 2011 10:55 PM
      Subject: [pecinta_teh] Re: tea for travelling


       
      Infuser yang saya maksud adalah tea ball. Memang kurang optimal. Infuser ini cocoknya untuk black tea saja sebenarnya.

      Kalau ada rencana untuk menyeduh teh untuk beberapa orang, saya suka membawa travelling Gaiwan saya, sudah lengkap cucing dan tray dari keramik. Lumayan praktis, karena ukurannya kecil, diameter 10 cm-an.

      Cold brew memang praktis, tapi khan tidak selamanya minum teh dingin khan. Apalagi di hotel yang berac, minum dingin kurang cocok.

      Teh Organik, utamanya bedanya ya di kandungan pestisida. Untuk rasa, saya belum tahu apakah ada perbedaan yang significan, soalnya faktornya banyak. Misalnya saja Banten tea adalah teh organic. Apakah yang membuat rasanya berbeda karena organicnya, atau soil tanah yang ada dikebun, perlu dibuktikan lebih spesifik. Tetapi pak Effendi pernah cerita, kalau pupuknya diganti, hasilnya juga berbeda.

      Atau teh organicnya Walini, saya belum bisa membedakan dengan yang non organic.

      Salam,

      Bambnag

      --- In pecinta_teh@yahoogroups.com, yevonnael.andrew@... wrote:
      >
      > Berbeda dengan saya.
      > Saya sering membuat cold oolong tea dan dimasukkan ke dalam botol berwarna gelap.
      > Memang rasa dan aroma sudah tidak sama seperti ketika baru di-infuse, tetapi setidaknya bisa menghindari saya dari teh yang sedikit aneh kalau makan di luar rumah.
      >
      > Kalau boleh tahu, infuser yang dimaksud itu yang seperti kantong bola aluminium atau seperti gelas kedap udara yang ada saringan tehnya? Saya berminat.
      >
      > Lalu, apakah teh organik dengan teh non-organik berbeda ? Apa dampak efek teh non-organik secara kita menggunakan teh dalam dosis yang sedikit.
      >
      > Salam,
      > Andrew
      > Sent from my BlackBerry®
      > powered by Sinyal Kuat INDOSAT
      >
      > -----Original Message-----
      > From: "BambangM" <laresolo@...>
      > Sender: pecinta_teh@yahoogroups.com
      > Date: Wed, 30 Nov 2011 15:18:53
      > To: <pecinta_teh@yahoogroups.com>
      > Reply-To: pecinta_teh@yahoogroups.com
      > Subject: [pecinta_teh] Re: teh di Banjarmasin
      >
      > Mbak Maria,
      > Bagi pecinta teh yang sering nyeduh teh sendiri, dengan teh-teh kualitas bagus, memang menjadi sedikit permasalahan ketika mau minum teh di luar rumah.
      >
      > Bahkan ketika bertamu dan ditawari minum teh, dimana seringkali hanya digunakan teh Celup yang sudah terkenal, rasa masih seperti belum minum teh.
      >
      > Kalau bepergian lama, seringkali saya membawa teh sendiri, berikut infuser. Beberapa orang yang tea addict, bahkan membawa pemanas air sendiri juga.
      >
      > Bahkan pak Kib Robby, malahan membawa peralatan untuk menyeduh Matcha.
      > Ketika selesai acara di BTF, pak Kib melihat saya tampak kecapean dan menawarkan saya untuk minum a bowl of tea.
      >
      > Tentu saja saya tidak menyia-nyiakan tawaran yang menarik ini. Saya takjub, ketika pak Kib mulai mengeluarkan peralatannya. Ada Chawan, Chasaku dan Chasen. Ternyata pak Kib belajar Chanoyu juga. Tentu saja, kami tidak melakukan ceremony pada waktu itu.
      >
      > Pak Kib,mengeluarkan Matchanya lalu membuka sealed. Sobat pecinta teh, saya suka sekali dengan Matchanya. Sekali-kalinya saya mencium aroma Matcha seenak ini, dulu hari pertama saya kursus Chanoyou di Japan Foundation.
      >
      > Umaminya begitu kuat, dan warnanya hijau Zamrud. Setelah matcha dituang di Bowl, dengan anggunnnya pak Kib mengocok Matchanya. Dan tetap tidak lupa, walau dilakukan secara tidak formil, beliau memutar chawannya 2 kali sebelum memberikannya ke saya.
      >
      > Oh, Umami.... Ini matcha memang enak sekali. Saya sruput hingga sedotan terakhir.
      >
      > Pak Kib mengatakan, memang matcha yang digunakna termasuk kualitas bagus. Matcha ini dapat digunakan sebagai Koicha, salah satu japanese tea ceremony dimana tehnya sangat kental sekali.
      >
      > It's wonderful and unfortable moment. Terima kasih pak Kib for one bowl delicious of tea.
      >
      > Saya sharing cerita ini, untuk menggambarkan untuk mendapatkan teh yang enak, kita mesti mau berkorban. Entah repot membawa teh sendiri, peralatan sendiri, dsb.
      >
      > Jadi kalau ingin mendapatkan apakah itu a cup of tea, bowl of tea, pot of tea sesuai yang kita inginkan, bring your own tea and utensil :D
      >
      > Salam teh anget
      >
      >
      > Bambang
      >
      >
      >
      > --- In pecinta_teh@yahoogroups.com, "maria andriana" <andriek@> wrote:
      > >
      > > Bener mbak Ratna, susah cari teh yang enak, akhirnya saya minum air jeruk saja dan sungguh menyesal kali ini karena buru2 waktu akan berangkat saya tidak sempat membawa bekal teh.
      > > Bulan Des ke Belanda apa ada yg bisa memberi rekomendasi? Saya akan mencoba mendatangi kedai di depan kanal di Utrecht yaitu kedai teh kuno yang sdh dibuka sejak tahun 1700an (lupa namanya)
      > > Salam
      > >
      > > Maria D. Andriana
      > > Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara
      > > jl Antara no 61 Jakarta 10710
      > >
      >
      >
      >
      >
      > [Non-text portions of this message have been removed]
      >




      [Non-text portions of this message have been removed]



      ------------------------------------

      Visit our website: www.pecintateh.comYahoo! Groups Links
    • BambangM
      Mbak Maria, Tentu saja mau banget. Saya memang mengoleksi aneka tea infuser. Yang sudah ada bentuk kerang, ball, oval, tea tong (ball tapi pakai penjepit kayak
      Message 45 of 45 , Dec 1, 2011
        Mbak Maria,
        Tentu saja mau banget. Saya memang mengoleksi aneka tea infuser. Yang sudah ada bentuk kerang, ball, oval, tea tong (ball tapi pakai penjepit kayak tang). Dulu pernah ngeliat bentuk teapot, dan rumah, gak sempat kebeli.

        Yang model stick saya juga punya tapi sayangnya dari plastik, bentuk daun panjang, hanya dibukanya ditengah.

        Kalau yang bentuk spidol, lucu juga ya.

        Salam,


        Bambang



        --- In pecinta_teh@yahoogroups.com, "maria andriana" <andriek@...> wrote:
        >
        > Sekarang ada yang bentuk seperti pena maksudnya tabung silinder seukuran spidol (board mark) dan daun teh dimasukkam di bagian ujung lalu tinggal mencelupkannya pada air dan bagian atas sekaligus menjadi pengaduk, bayangkan memegang spidol mengaduk air panas dan siap mendapat air teh.
        > He he kalau Pak Bambang belum punya saya akan bagi yg model ini
        > Salam
        >
        > Maria D. Andriana
        > Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara
        > jl Antara no 61 Jakarta 10710
        >
        >
        >
        > ------------------------------------
        >
        > Visit our website: www.pecintateh.comYahoo! Groups Links
        >
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.