Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Bls: [pecinta_teh] Batang = sepet?

Expand Messages
  • Prawoto Indarto Indarto
    Mas Bambang dan teman-teman pencinta teh. Rasa pahit maupun sepet sebetulnya lebih banyak dipengaruhi oleh rekayasan pengolahan pada saat proses produksi.
    Message 1 of 8 , Sep 1, 2010
    • 0 Attachment
      Mas Bambang dan teman-teman pencinta teh.

      Rasa pahit maupun sepet sebetulnya lebih banyak dipengaruhi oleh rekayasan
      pengolahan pada saat proses produksi.
      Artinya batang tidak selalu identik dengan sepet. Teh memang memiliki rasa asam,
      pahit-sepet, namun saya yakin bahwa hal itu
      bisa diminimalisir pada saat rekayasa pengolahan produksi.

      Saya pernah menikmati teh Sencha Jepang yang dibuat dari batang teh yang diseduh
      oleh bu Suwarni

      di gerainya Mangga 2. Salah satu rahasia keharuman teh Sencha Jepang menurutnya
      ada pada batang teh.
      Sencha batang ini memang sangat harum dan tidak sepet!

      Selain Senvha batang, waktu itu kita juga menyeduh 2 jenis teh Gyokuro. Satu
      dari Jepang dan satunya dari China.
      China memang kini telah memproduksi Gyokuro yang tidak kalah dengan Gyokuro
      Jepang kata bu Warni.
      Setelah diseduh, 2 Gyokuro itu mengembang. Uniknya ada satu Gyokuro (Jepang)
      yang setelah diseduh warna daun teh
      hijau tua dan tampil masih segar. Dua seduhan ini juga tidak sepet.
      (saya coba lampirkan foto).

      Kesimpulannya, ke tiga jenis teh yang kami seduh itu dihasilkan dari proses
      rekayasa pengolahan dengan teknologi tinggi.

      Salah satu keunggulan teh Indonesia yang berbasis assamica, dibandingkan dengan
      teh China dan Jepang


      memang ada pada kandungan katekin. Senyawa ini banyak dipengaruhi oleh jenis
      klon, variasi musim, kesuburan tanah,


      perlakuan kultur teknis, umur daun, intensitas sinar matahari yang diterimanya
      dan faktor-faktor pendukung


      Dalam hal proses rekayasa pengolahan teh, kita memang masih harus mengakui
      keunggulan China dan Jepang.

      Namun bukan berarti kita tidak bisa menyusul...Bukankah begitu pak Robby dan pak
      Mus...

      salam;

      pi






      ________________________________
      Dari: Bambang laresolo <laresolo@...>
      Kepada: pecinta_teh@yahoogroups.com
      Terkirim: Sel, 31 Agustus, 2010 16:37:02
      Judul: [pecinta_teh] Batang = sepet?

      Ada pertanyaan yg menggelitik mengenai hubungan batang dan tingkat astringency
      (kesepatan).

      Rasa sepat menunjukkan kandungan katein yg tinggi.

      Apakah Batang juga memiliki kandungan katekin yg tinggi? Sependek pengetahuan
      saya, kandungam katekin paling tinggi ada di pucuk dan daun muda. Varians
      Assamica, kandungan katekinnya lebih tinggi dibanding Sinensis.

      Bukan ke khasan Oolong ada pada tiga pucuk daun yang digulung menjadi satu
      gumpalan kecil, dan ketika di seduh akan mekar menjadi tiga daun?

      Kalau tidak salah baca, proses shading pohon sebelum di panen mampu menurunkan
      kandungan katekin.

      Pernah saya baca juga, proses pemetikan daun teh utk grade tinggi Gyokuro,
      dipetik tanpa tangkai daunnya. Saya juga pernah coba salah satu varians greeen
      tea dari China, dimana daunnya tanpa tangkai daiun sama sekali.

      Mohon pencerahan dari ahlinya.


      Bambang


      ----- Original Message -----
      From: Alexander Halim <alhalim.oolong@...>
      Sent: 31 August 2010 10:09
      To: pecinta_teh@yahoogroups.com
      Subject: Re: [pecinta_teh] teh di Grand Indonesia

      Terimakasih banyak pak Endar. Memang ada bebarapa teh yang kami proses
      kami tambahkan 1 proses lagi. Biasa disini disebut proses buang
      batang.

      Jadi teh yang sudah selesai kami coba dan kalau kami rasa bahwa
      sepetnya terlalu tinggi maka batang akan kami buang.

      Ditempat kami semua teh selalu kami coba dan kami seduh untuk dilihat
      kejernihannya maupun rasanya. Nah kalau lulus baru teh ini mendapatkan
      kode produksi dan siap untuk dijual.

      Proses buang batang dilakukan sesudah proses keriting selesai. Proses
      yang sulit dan makan waktu. Tetapi untuk mendapatkan teh berkualitas
      harus dilakukan apabila diperlukan.

      Terimakasih pak Endar.

      On 8/30/10, endar hp <endar@...> wrote:
      >
      > sedikit saran nih buat pak alex tangkai teh Harendong bisa gak sedikit di
      > kurangi ,supaya tidak menimbulkan adanya rasa sepat di lidah ( saran aja
      > boleh kan pak alex)
      >
      > To: pecinta_teh@yahoogroups.com
      > From: endar@...
      > Date: Mon, 30 Aug 2010 20:16:32 +0700


      [The entire original message is not included]


      ------------------------------------

      Visit our website: www.pecintateh.comYahoo! Groups Links





      [Non-text portions of this message have been removed]
    • ratnasomantri@hotmail.com
      Dear Pak Prawoto, Pak Bambang dan teman-teman,Sebelum email dari Pak Prawoto baru aja saya mau bilang, batang memang sepet? Kukicha dari jepang itu harum
      Message 2 of 8 , Sep 1, 2010
      • 0 Attachment
        Dear Pak Prawoto, Pak Bambang dan teman-teman,

        Sebelum email dari Pak Prawoto baru aja saya mau bilang, 'batang memang sepet? Kukicha dari jepang itu harum dan sweet banget.' Eh, pak Prawoto menceritakan sencha batang ini. :) Namanya Kukicha, memang dr batang (bukan yg keras tp batang yg lembut) dan proses pembuatannya seperti sencha. Genmaicha yang saya dapat dari Maikotea Kyoto dibuat dari sencha+karigane+roasted rice+popped rice. Karigane adalah teh dari batang2 sisa pembuatan gyokuro dan sencha kualitas tinggi. Ini lebih harum dan sweet lagi. Saya tanya ke orang Maikotea kenapa pakai batang bukan pakai bubuk matcha utk Genmaicha nya, dia jawab bahwa karigane (batang) itu memberi rasa sweet pada tehnya. Tetapi memang tampilan batangnya bukan yg coklat keras2, warnanya hijau kekuningan lembut dan halus.

        Kalau untuk Gyokuro, tidak ada batang krn hanya pucuk daun yang diambil. Gyokuro daunnya bisa berwarna hijau tua cerah (saya menyebutnya emerald green) karena sebelum teh dipetik pohonnya ditutup dengan kasa (kalau tdk salah 40hari). Saya melihat kebun milik Maikotea di Kyoto, tidak besar kebunnya dan pohon tehnya tidak begitu rimbun, tinggi kurus gitu. Mungkin krn selalu dijaga paparan sinar mataharinya sehingga daunnya tidak begitu lebat. dan justru tanamannya tidak ditanam di dataran tinggi, kebunnya persis di samping toko tehnya. Maiko dimiliki oleh tea master jepang yang mendapatkan penghargaan dr pemerintah jepang, dan Kaisar Akihito serta permaisurinya meminum gyokuro buatan mereka. Semuanya dibuat dengan tangan, orangnya sudah kakek2 tua sekali. Dari daun teh segar sampai jd gyokuro itu ada proses rolling menggunakan tangan sampai jd daun tehnya yg runcing2 seperti jarum itu. Saya pernah putarkan videonya saat gathering pecinta teh nov lalu. Jadi memang proses produksi sangat mempengaruhi, tetapi proses penanaman dan pemetikan juga berpengaruh. Orang Cina bilang jangan petik teh saat hujan, ternyata Pak Mus juga bilang hal yg sama, utk white tea ga boleh petik ketika masih ada embun (apalagi hujan).

        Gyokuro ala cina yg saya tau namanya enshi lu yu (jade dew). Orang cinanya sendiri ga terlalu tau teh ini krn mereka lebih suka yg di pan fired drpd steamed. Tp dulunya, teh cina di steamed. Karena memang teh jepang (bibit, proses produksi, teapot, cup) semua awalnya dr China, kemudian berkembang dan menjadi budaya tersendiri di Jepang. Itulah yang membuat saya tertarik dgn teh, teh bisa beradaptasi dgn daerah barunya dan menjadi budaya setempat.

        Eh, kok jd melantur. :) Senang rasanya milis kita jadi semakin kaya pengetahuan dari para member yang saling berbagi pengetahuan ttg tea.


        Salam,

        Ratna

        Powered by Telkomsel BlackBerry�

        -----Original Message-----
        From: Prawoto Indarto Indarto <prawotoindarto@...>
        Sender: pecinta_teh@yahoogroups.com
        Date: Wed, 1 Sep 2010 01:45:59
        To: <pecinta_teh@yahoogroups.com>
        Reply-To: pecinta_teh@yahoogroups.com
        Subject: Bls: [pecinta_teh] Batang = sepet?

        Mas Bambang dan teman-teman pencinta teh.

        Rasa pahit maupun sepet sebetulnya lebih banyak dipengaruhi oleh rekayasan
        pengolahan pada saat proses produksi.
        Artinya batang tidak selalu identik dengan sepet. Teh memang memiliki rasa asam,
        pahit-sepet, namun saya yakin bahwa hal itu
        bisa diminimalisir pada saat rekayasa pengolahan produksi.

        Saya pernah menikmati teh Sencha Jepang yang dibuat dari batang teh yang diseduh
        oleh bu Suwarni

        di gerainya Mangga 2. Salah satu rahasia keharuman teh Sencha Jepang menurutnya
        ada pada batang teh.
        Sencha batang ini memang sangat harum dan tidak sepet!

        Selain Senvha batang, waktu itu kita juga menyeduh 2 jenis teh Gyokuro. Satu
        dari Jepang dan satunya dari China.
        China memang kini telah memproduksi Gyokuro yang tidak kalah dengan Gyokuro
        Jepang kata bu Warni.
        Setelah diseduh, 2 Gyokuro itu mengembang. Uniknya ada satu Gyokuro (Jepang)
        yang setelah diseduh warna daun teh
        hijau tua dan tampil masih segar. Dua seduhan ini juga tidak sepet.
        (saya coba lampirkan foto).

        Kesimpulannya, ke tiga jenis teh yang kami seduh itu dihasilkan dari proses
        rekayasa pengolahan dengan teknologi tinggi.

        Salah satu keunggulan teh Indonesia yang berbasis assamica, dibandingkan dengan
        teh China dan Jepang


        memang ada pada kandungan katekin. Senyawa ini banyak dipengaruhi oleh jenis
        klon, variasi musim, kesuburan tanah,


        perlakuan kultur teknis, umur daun, intensitas sinar matahari yang diterimanya
        dan faktor-faktor pendukung


        Dalam hal proses rekayasa pengolahan teh, kita memang masih harus mengakui
        keunggulan China dan Jepang.

        Namun bukan berarti kita tidak bisa menyusul...Bukankah begitu pak Robby dan pak
        Mus...

        salam;

        pi






        ________________________________
        Dari: Bambang laresolo <laresolo@...>
        Kepada: pecinta_teh@yahoogroups.com
        Terkirim: Sel, 31 Agustus, 2010 16:37:02
        Judul: [pecinta_teh] Batang = sepet?

        Ada pertanyaan yg menggelitik mengenai hubungan batang dan tingkat astringency
        (kesepatan).

        Rasa sepat menunjukkan kandungan katein yg tinggi.

        Apakah Batang juga memiliki kandungan katekin yg tinggi? Sependek pengetahuan
        saya, kandungam katekin paling tinggi ada di pucuk dan daun muda. Varians
        Assamica, kandungan katekinnya lebih tinggi dibanding Sinensis.

        Bukan ke khasan Oolong ada pada tiga pucuk daun yang digulung menjadi satu
        gumpalan kecil, dan ketika di seduh akan mekar menjadi tiga daun?

        Kalau tidak salah baca, proses shading pohon sebelum di panen mampu menurunkan
        kandungan katekin.

        Pernah saya baca juga, proses pemetikan daun teh utk grade tinggi Gyokuro,
        dipetik tanpa tangkai daunnya. Saya juga pernah coba salah satu varians greeen
        tea dari China, dimana daunnya tanpa tangkai daiun sama sekali.

        Mohon pencerahan dari ahlinya.


        Bambang


        ----- Original Message -----
        From: Alexander Halim <alhalim.oolong@...>
        Sent: 31 August 2010 10:09
        To: pecinta_teh@yahoogroups.com
        Subject: Re: [pecinta_teh] teh di Grand Indonesia

        Terimakasih banyak pak Endar. Memang ada bebarapa teh yang kami proses
        kami tambahkan 1 proses lagi. Biasa disini disebut proses buang
        batang.

        Jadi teh yang sudah selesai kami coba dan kalau kami rasa bahwa
        sepetnya terlalu tinggi maka batang akan kami buang.

        Ditempat kami semua teh selalu kami coba dan kami seduh untuk dilihat
        kejernihannya maupun rasanya. Nah kalau lulus baru teh ini mendapatkan
        kode produksi dan siap untuk dijual.

        Proses buang batang dilakukan sesudah proses keriting selesai. Proses
        yang sulit dan makan waktu. Tetapi untuk mendapatkan teh berkualitas
        harus dilakukan apabila diperlukan.

        Terimakasih pak Endar.

        On 8/30/10, endar hp <endar@...> wrote:
        >
        > sedikit saran nih buat pak alex tangkai teh Harendong bisa gak sedikit di
        > kurangi ,supaya tidak menimbulkan adanya rasa sepat di lidah ( saran aja
        > boleh kan pak alex)
        >
        > To: pecinta_teh@yahoogroups.com
        > From: endar@...
        > Date: Mon, 30 Aug 2010 20:16:32 +0700


        [The entire original message is not included]


        ------------------------------------

        Visit our website: www.pecintateh.comYahoo! Groups Links





        [Non-text portions of this message have been removed]




        [Non-text portions of this message have been removed]
      • hendry memet
        @pak prawoto : Gerai bu suwarni itu lokasinya di mangga 2 square,dekat apa yah,saya tempo hari cari2x tdk ketemu,thxz hendry Sent from my BlackBerry® powered
        Message 3 of 8 , Sep 1, 2010
        • 0 Attachment
          @pak prawoto :
          Gerai bu suwarni itu lokasinya di mangga 2 square,dekat apa yah,saya tempo hari cari2x tdk ketemu,thxz hendry
          Sent from my BlackBerry�
          powered by Sinyal Kuat INDOSAT

          -----Original Message-----
          From: Prawoto Indarto Indarto <prawotoindarto@...>
          Sender: pecinta_teh@yahoogroups.com
          Date: Wed, 1 Sep 2010 01:45:59
          To: <pecinta_teh@yahoogroups.com>
          Reply-To: pecinta_teh@yahoogroups.com
          Subject: Bls: [pecinta_teh] Batang = sepet?

          Mas Bambang dan teman-teman pencinta teh.

          Rasa pahit maupun sepet sebetulnya lebih banyak dipengaruhi oleh rekayasan
          pengolahan pada saat proses produksi.
          Artinya batang tidak selalu identik dengan sepet. Teh memang memiliki rasa asam,
          pahit-sepet, namun saya yakin bahwa hal itu
          bisa diminimalisir pada saat rekayasa pengolahan produksi.

          Saya pernah menikmati teh Sencha Jepang yang dibuat dari batang teh yang diseduh
          oleh bu Suwarni

          di gerainya Mangga 2. Salah satu rahasia keharuman teh Sencha Jepang menurutnya
          ada pada batang teh.
          Sencha batang ini memang sangat harum dan tidak sepet!

          Selain Senvha batang, waktu itu kita juga menyeduh 2 jenis teh Gyokuro. Satu
          dari Jepang dan satunya dari China.
          China memang kini telah memproduksi Gyokuro yang tidak kalah dengan Gyokuro
          Jepang kata bu Warni.
          Setelah diseduh, 2 Gyokuro itu mengembang. Uniknya ada satu Gyokuro (Jepang)
          yang setelah diseduh warna daun teh
          hijau tua dan tampil masih segar. Dua seduhan ini juga tidak sepet.
          (saya coba lampirkan foto).

          Kesimpulannya, ke tiga jenis teh yang kami seduh itu dihasilkan dari proses
          rekayasa pengolahan dengan teknologi tinggi.

          Salah satu keunggulan teh Indonesia yang berbasis assamica, dibandingkan dengan
          teh China dan Jepang


          memang ada pada kandungan katekin. Senyawa ini banyak dipengaruhi oleh jenis
          klon, variasi musim, kesuburan tanah,


          perlakuan kultur teknis, umur daun, intensitas sinar matahari yang diterimanya
          dan faktor-faktor pendukung


          Dalam hal proses rekayasa pengolahan teh, kita memang masih harus mengakui
          keunggulan China dan Jepang.

          Namun bukan berarti kita tidak bisa menyusul...Bukankah begitu pak Robby dan pak
          Mus...

          salam;

          pi






          ________________________________
          Dari: Bambang laresolo <laresolo@...>
          Kepada: pecinta_teh@yahoogroups.com
          Terkirim: Sel, 31 Agustus, 2010 16:37:02
          Judul: [pecinta_teh] Batang = sepet?

          Ada pertanyaan yg menggelitik mengenai hubungan batang dan tingkat astringency
          (kesepatan).

          Rasa sepat menunjukkan kandungan katein yg tinggi.

          Apakah Batang juga memiliki kandungan katekin yg tinggi? Sependek pengetahuan
          saya, kandungam katekin paling tinggi ada di pucuk dan daun muda. Varians
          Assamica, kandungan katekinnya lebih tinggi dibanding Sinensis.

          Bukan ke khasan Oolong ada pada tiga pucuk daun yang digulung menjadi satu
          gumpalan kecil, dan ketika di seduh akan mekar menjadi tiga daun?

          Kalau tidak salah baca, proses shading pohon sebelum di panen mampu menurunkan
          kandungan katekin.

          Pernah saya baca juga, proses pemetikan daun teh utk grade tinggi Gyokuro,
          dipetik tanpa tangkai daunnya. Saya juga pernah coba salah satu varians greeen
          tea dari China, dimana daunnya tanpa tangkai daiun sama sekali.

          Mohon pencerahan dari ahlinya.


          Bambang


          ----- Original Message -----
          From: Alexander Halim <alhalim.oolong@...>
          Sent: 31 August 2010 10:09
          To: pecinta_teh@yahoogroups.com
          Subject: Re: [pecinta_teh] teh di Grand Indonesia

          Terimakasih banyak pak Endar. Memang ada bebarapa teh yang kami proses
          kami tambahkan 1 proses lagi. Biasa disini disebut proses buang
          batang.

          Jadi teh yang sudah selesai kami coba dan kalau kami rasa bahwa
          sepetnya terlalu tinggi maka batang akan kami buang.

          Ditempat kami semua teh selalu kami coba dan kami seduh untuk dilihat
          kejernihannya maupun rasanya. Nah kalau lulus baru teh ini mendapatkan
          kode produksi dan siap untuk dijual.

          Proses buang batang dilakukan sesudah proses keriting selesai. Proses
          yang sulit dan makan waktu. Tetapi untuk mendapatkan teh berkualitas
          harus dilakukan apabila diperlukan.

          Terimakasih pak Endar.

          On 8/30/10, endar hp <endar@...> wrote:
          >
          > sedikit saran nih buat pak alex tangkai teh Harendong bisa gak sedikit di
          > kurangi ,supaya tidak menimbulkan adanya rasa sepat di lidah ( saran aja
          > boleh kan pak alex)
          >
          > To: pecinta_teh@yahoogroups.com
          > From: endar@...
          > Date: Mon, 30 Aug 2010 20:16:32 +0700


          [The entire original message is not included]


          ------------------------------------

          Visit our website: www.pecintateh.comYahoo! Groups Links





          [Non-text portions of this message have been removed]




          [Non-text portions of this message have been removed]
        • Alexander Halim
          Saya ingin mencoba untuk memberikan sedikit pandangan saya sebagai newbie di permasalahan proses teh. Waktu teh dalam proses pelayuan biasanya kandungan air
          Message 4 of 8 , Sep 1, 2010
          • 0 Attachment
            Saya ingin mencoba untuk memberikan sedikit pandangan saya sebagai
            newbie di permasalahan proses teh.

            Waktu teh dalam proses pelayuan biasanya kandungan air dalam teh akan
            dihisap keluar, sehingga daun mengalami proses pelayuan. Air yang
            terhisap oleh udara luar banyak keluar melalui daun, juga air yang ada
            dibatang mengalir kedaun baru dilepas keluar.

            Air yang di batang memang agak sulit untuk keluar kedaun dalam kondisi
            tertentu, dan kalau sampai tidak dapat terkumpul didaun maka air
            (atau lebih baik disebut getah) ini akan terperangkap di batang.

            Getah ini yang menyebabkan teh akan menjadi lebiih getir/pahit
            (berbeda dengan sepet). Makanya kalau kami coba, dan mendapatkan bahwa
            teh ini agak getir maka kami lakukan lagi proses buang batang.

            Teh akan dipilih satu persatu lalu dipotong batangnya terus dipanaskan lagi.

            Mudah-mudahan dapat menjawab pertanyaan pak Bambang.

            Terimakasih.

            On 8/31/10, Bambang laresolo <laresolo@...> wrote:
            > Ada pertanyaan yg menggelitik mengenai hubungan batang dan tingkat
            > astringency (kesepatan).
            >
            > Rasa sepat menunjukkan kandungan katein yg tinggi.
            >
            > Apakah Batang juga memiliki kandungan katekin yg tinggi? Sependek
            > pengetahuan saya, kandungam katekin paling tinggi ada di pucuk dan daun
            > muda. Varians Assamica, kandungan katekinnya lebih tinggi dibanding
            > Sinensis.
            >
            > Bukan ke khasan Oolong ada pada tiga pucuk daun yang digulung menjadi satu
            > gumpalan kecil, dan ketika di seduh akan mekar menjadi tiga daun?
            >
            > Kalau tidak salah baca, proses shading pohon sebelum di panen mampu
            > menurunkan kandungan katekin.
            >
            > Pernah saya baca juga, proses pemetikan daun teh utk grade tinggi Gyokuro,
            > dipetik tanpa tangkai daunnya. Saya juga pernah coba salah satu varians
            > greeen tea dari China, dimana daunnya tanpa tangkai daiun sama sekali.
            >
            > Mohon pencerahan dari ahlinya.
            >
            >
            > Bambang
            >
            >
            > ----- Original Message -----
            > From: Alexander Halim <alhalim.oolong@...>
            > Sent: 31 August 2010 10:09
            > To: pecinta_teh@yahoogroups.com
            > Subject: Re: [pecinta_teh] teh di Grand Indonesia
            >
            > Terimakasih banyak pak Endar. Memang ada bebarapa teh yang kami proses
            > kami tambahkan 1 proses lagi. Biasa disini disebut proses buang
            > batang.
            >
            > Jadi teh yang sudah selesai kami coba dan kalau kami rasa bahwa
            > sepetnya terlalu tinggi maka batang akan kami buang.
            >
            > Ditempat kami semua teh selalu kami coba dan kami seduh untuk dilihat
            > kejernihannya maupun rasanya. Nah kalau lulus baru teh ini mendapatkan
            > kode produksi dan siap untuk dijual.
            >
            > Proses buang batang dilakukan sesudah proses keriting selesai. Proses
            > yang sulit dan makan waktu. Tetapi untuk mendapatkan teh berkualitas
            > harus dilakukan apabila diperlukan.
            >
            > Terimakasih pak Endar.
            >
            > On 8/30/10, endar hp <endar@...> wrote:
            >>
            >> sedikit saran nih buat pak alex tangkai teh Harendong bisa gak sedikit di
            >> kurangi ,supaya tidak menimbulkan adanya rasa sepat di lidah ( saran aja
            >> boleh kan pak alex)
            >>
            >> To: pecinta_teh@yahoogroups.com
            >> From: endar@...
            >> Date: Mon, 30 Aug 2010 20:16:32 +0700
            >
            >
            > [The entire original message is not included]
            >
            >
            > ------------------------------------
            >
            > Visit our website: www.pecintateh.comYahoo! Groups Links
            >
            >
            >
            >


            --
            Regards,
            Dr.-Ing. Alexander Halim
            PT Harendong Green Farm
          • Alexander Halim
            Saya ingin mencoba untuk memberikan sedikit pandangan saya sebagai newbie di permasalahan proses teh. Waktu teh dalam proses pelayuan biasanya kandungan air
            Message 5 of 8 , Sep 1, 2010
            • 0 Attachment
              Saya ingin mencoba untuk memberikan sedikit pandangan saya sebagai
              newbie di permasalahan proses teh.

              Waktu teh dalam proses pelayuan biasanya kandungan air dalam teh akan
              dihisap keluar, sehingga daun mengalami proses pelayuan. Air yang
              terhisap oleh udara luar banyak keluar melalui daun, juga air yang ada
              dibatang mengalir kedaun baru dilepas keluar.

              Air yang di batang memang agak sulit untuk keluar kedaun dalam kondisi
              tertentu, dan kalau sampai tidak dapat terkumpul didaun maka air
              (atau lebih baik disebut getah) ini akan terperangkap di batang.

              Getah ini yang menyebabkan teh akan menjadi lebiih getir/pahit
              (berbeda dengan sepet). Makanya kalau kami coba, dan mendapatkan bahwa
              teh ini agak getir maka kami lakukan lagi proses buang batang.

              Teh akan dipilih satu persatu lalu dipotong batangnya terus dipanaskan lagi.

              Mudah-mudahan dapat menjawab pertanyaan pak Bambang.

              Terimakasih.

              On 8/31/10, Bambang laresolo <laresolo@...> wrote:
              > Ada pertanyaan yg menggelitik mengenai hubungan batang dan tingkat
              > astringency (kesepatan).
              >
              > Rasa sepat menunjukkan kandungan katein yg tinggi.
              >
              > Apakah Batang juga memiliki kandungan katekin yg tinggi? Sependek
              > pengetahuan saya, kandungam katekin paling tinggi ada di pucuk dan daun
              > muda. Varians Assamica, kandungan katekinnya lebih tinggi dibanding
              > Sinensis.
              >
              > Bukan ke khasan Oolong ada pada tiga pucuk daun yang digulung menjadi satu
              > gumpalan kecil, dan ketika di seduh akan mekar menjadi tiga daun?
              >
              > Kalau tidak salah baca, proses shading pohon sebelum di panen mampu
              > menurunkan kandungan katekin.
              >
              > Pernah saya baca juga, proses pemetikan daun teh utk grade tinggi Gyokuro,
              > dipetik tanpa tangkai daunnya. Saya juga pernah coba salah satu varians
              > greeen tea dari China, dimana daunnya tanpa tangkai daiun sama sekali.
              >
              > Mohon pencerahan dari ahlinya.
              >
              >
              > Bambang
              >
              >
              > ----- Original Message -----
              > From: Alexander Halim <alhalim.oolong@...>
              > Sent: 31 August 2010 10:09
              > To: pecinta_teh@yahoogroups.com
              > Subject: Re: [pecinta_teh] teh di Grand Indonesia
              >
              > Terimakasih banyak pak Endar. Memang ada bebarapa teh yang kami proses
              > kami tambahkan 1 proses lagi. Biasa disini disebut proses buang
              > batang.
              >
              > Jadi teh yang sudah selesai kami coba dan kalau kami rasa bahwa
              > sepetnya terlalu tinggi maka batang akan kami buang.
              >
              > Ditempat kami semua teh selalu kami coba dan kami seduh untuk dilihat
              > kejernihannya maupun rasanya. Nah kalau lulus baru teh ini mendapatkan
              > kode produksi dan siap untuk dijual.
              >
              > Proses buang batang dilakukan sesudah proses keriting selesai. Proses
              > yang sulit dan makan waktu. Tetapi untuk mendapatkan teh berkualitas
              > harus dilakukan apabila diperlukan.
              >
              > Terimakasih pak Endar.
              >
              > On 8/30/10, endar hp <endar@...> wrote:
              >>
              >> sedikit saran nih buat pak alex tangkai teh Harendong bisa gak sedikit di
              >> kurangi ,supaya tidak menimbulkan adanya rasa sepat di lidah ( saran aja
              >> boleh kan pak alex)
              >>
              >> To: pecinta_teh@yahoogroups.com
              >> From: endar@...
              >> Date: Mon, 30 Aug 2010 20:16:32 +0700
              >
              >
              > [The entire original message is not included]
              >
              >
              > ------------------------------------
              >
              > Visit our website: www.pecintateh.comYahoo! Groups Links
              >
              >
              >
              >


              --
              Regards,
              Dr.-Ing. Alexander Halim
              PT Harendong Green Farm
            • Maria D. Andriana
              Sobat sobat pecinta teh, sungguh saya berpendapat bahwa pengetahuan dan kisa-kisah tentang teh di milis ini sangat berhara. Jika dipilah dan disunting, pasti
              Message 6 of 8 , Sep 1, 2010
              • 0 Attachment
                Sobat sobat pecinta teh, sungguh saya berpendapat bahwa pengetahuan dan
                kisa-kisah tentang teh di milis ini sangat berhara. Jika dipilah dan disunting,
                pasti jadi buku yang menarik.
                salam,
                maria

                <font color="#0080ff">Maria D.Andriana</font>
                <font color="#0080ff">Antara News Agency
                School of Journalism manager
                Jl Antara no 57
                Pasar Baru
                Jakarta 10710
                Phone +62 21 3842591/34834321 (112/113)</font>

                <font color="#0080ff">mobile +628128432706</font>
                <font color="#0080ff"></font> 



                ----- Original Message ----
                From: "ratnasomantri@..." <ratnasomantri@...>
                To: pecinta_teh@yahoogroups.com
                Sent: Wed, September 1, 2010 4:24:54 PM
                Subject: Re: Bls: [pecinta_teh] Batang = sepet?

                Dear Pak Prawoto, Pak Bambang dan teman-teman,

                Sebelum email dari Pak Prawoto baru aja saya mau bilang, 'batang memang sepet?
                Kukicha dari jepang itu harum dan sweet banget.' Eh, pak Prawoto menceritakan
                sencha batang ini. :) Namanya Kukicha, memang dr batang (bukan yg keras tp
                batang yg lembut) dan proses pembuatannya seperti sencha. Genmaicha yang saya
                dapat dari Maikotea Kyoto dibuat dari sencha+karigane+roasted rice+popped rice.
                Karigane adalah teh dari batang2 sisa pembuatan gyokuro dan sencha kualitas
                tinggi. Ini lebih harum dan sweet lagi. Saya tanya ke orang Maikotea kenapa
                pakai batang bukan pakai bubuk matcha utk Genmaicha nya, dia jawab bahwa
                karigane (batang) itu memberi rasa sweet pada tehnya. Tetapi memang tampilan
                batangnya bukan yg coklat keras2, warnanya hijau kekuningan lembut dan halus.

                Kalau untuk Gyokuro, tidak ada batang krn hanya pucuk daun yang diambil. Gyokuro
                daunnya bisa berwarna hijau tua cerah (saya menyebutnya emerald green) karena
                sebelum teh dipetik pohonnya ditutup dengan kasa (kalau tdk salah 40hari). Saya
                melihat kebun milik Maikotea di Kyoto, tidak besar kebunnya dan pohon tehnya
                tidak begitu rimbun, tinggi kurus gitu. Mungkin krn selalu dijaga paparan sinar
                mataharinya sehingga daunnya tidak begitu lebat. dan justru tanamannya tidak
                ditanam di dataran tinggi, kebunnya persis di samping toko tehnya. Maiko
                dimiliki oleh tea master jepang yang mendapatkan penghargaan dr pemerintah
                jepang, dan Kaisar Akihito serta permaisurinya meminum gyokuro buatan mereka.
                Semuanya dibuat dengan tangan, orangnya sudah kakek2 tua sekali. Dari daun teh
                segar sampai jd gyokuro itu ada proses rolling menggunakan tangan sampai jd daun
                tehnya yg runcing2 seperti jarum itu. Saya pernah putarkan videonya saat
                gathering pecinta teh nov lalu. Jadi memang proses produksi sangat mempengaruhi,
                tetapi proses penanaman dan pemetikan juga berpengaruh. Orang Cina bilang
                jangan petik teh saat hujan, ternyata Pak Mus juga bilang hal yg sama, utk white
                tea ga boleh petik ketika masih ada embun (apalagi hujan).


                Gyokuro ala cina yg saya tau namanya enshi lu yu (jade dew). Orang cinanya
                sendiri ga terlalu tau teh ini krn mereka lebih suka yg di pan fired drpd
                steamed. Tp dulunya, teh cina di steamed. Karena memang teh jepang (bibit,
                proses produksi, teapot, cup) semua awalnya dr China, kemudian berkembang dan
                menjadi budaya tersendiri di Jepang. Itulah yang membuat saya tertarik dgn teh,
                teh bisa beradaptasi dgn daerah barunya dan menjadi budaya setempat.


                Eh, kok jd melantur. :) Senang rasanya milis kita jadi semakin kaya pengetahuan
                dari para member yang saling berbagi pengetahuan ttg tea.


                Salam,

                Ratna

                Powered by Telkomsel BlackBerry®

                -----Original Message-----
                From: Prawoto Indarto Indarto <prawotoindarto@...>
                Sender: pecinta_teh@yahoogroups.com
                Date: Wed, 1 Sep 2010 01:45:59
                To: <pecinta_teh@yahoogroups.com>
                Reply-To: pecinta_teh@yahoogroups.com
                Subject: Bls: [pecinta_teh] Batang = sepet?

                Mas Bambang dan teman-teman pencinta teh.

                Rasa pahit maupun sepet sebetulnya lebih banyak dipengaruhi oleh rekayasan
                pengolahan pada saat proses produksi.
                Artinya batang tidak selalu identik dengan sepet. Teh memang memiliki rasa asam,

                pahit-sepet, namun saya yakin bahwa hal itu
                bisa diminimalisir pada saat rekayasa pengolahan produksi.

                Saya pernah menikmati teh Sencha Jepang yang dibuat dari batang teh yang diseduh

                oleh bu Suwarni

                di gerainya Mangga 2. Salah satu rahasia keharuman teh Sencha Jepang menurutnya
                ada pada batang teh.
                Sencha batang ini memang sangat harum dan tidak sepet!

                Selain Senvha batang, waktu itu kita juga menyeduh 2 jenis teh Gyokuro. Satu
                dari Jepang dan satunya dari China.
                China memang kini telah memproduksi Gyokuro yang tidak kalah dengan Gyokuro
                Jepang kata bu Warni.
                Setelah diseduh, 2 Gyokuro itu mengembang. Uniknya ada satu Gyokuro (Jepang)
                yang setelah diseduh warna daun teh
                hijau tua dan tampil masih segar. Dua seduhan ini juga tidak sepet.
                (saya coba lampirkan foto).

                Kesimpulannya, ke tiga jenis teh yang kami seduh itu dihasilkan dari proses
                rekayasa pengolahan dengan teknologi tinggi.

                Salah satu keunggulan teh Indonesia yang berbasis assamica, dibandingkan dengan
                teh China dan Jepang


                memang ada pada kandungan katekin. Senyawa ini banyak dipengaruhi oleh jenis
                klon, variasi musim, kesuburan tanah,


                perlakuan kultur teknis, umur daun, intensitas sinar matahari yang diterimanya
                dan faktor-faktor pendukung


                Dalam hal proses rekayasa pengolahan teh, kita memang masih harus mengakui
                keunggulan China dan Jepang.

                Namun bukan berarti kita tidak bisa menyusul...Bukankah begitu pak Robby dan pak

                Mus...

                salam;

                pi






                ________________________________
                Dari: Bambang laresolo <laresolo@...>
                Kepada: pecinta_teh@yahoogroups.com
                Terkirim: Sel, 31 Agustus, 2010 16:37:02
                Judul: [pecinta_teh] Batang = sepet?

                Ada pertanyaan yg menggelitik mengenai hubungan batang dan tingkat astringency
                (kesepatan).

                Rasa sepat menunjukkan kandungan katein yg tinggi.

                Apakah Batang juga memiliki kandungan katekin yg tinggi? Sependek pengetahuan
                saya, kandungam katekin paling tinggi ada di pucuk dan daun muda. Varians
                Assamica, kandungan katekinnya lebih tinggi dibanding Sinensis.

                Bukan ke khasan Oolong ada pada tiga pucuk daun yang digulung menjadi satu
                gumpalan kecil, dan ketika di seduh akan mekar menjadi tiga daun?

                Kalau tidak salah baca, proses shading pohon sebelum di panen mampu menurunkan
                kandungan katekin.

                Pernah saya baca juga, proses pemetikan daun teh utk grade tinggi Gyokuro,
                dipetik tanpa tangkai daunnya. Saya juga pernah coba salah satu varians greeen
                tea dari China, dimana daunnya tanpa tangkai daiun sama sekali.

                Mohon pencerahan dari ahlinya.


                Bambang


                ----- Original Message -----
                From: Alexander Halim <alhalim.oolong@...>
                Sent: 31 August 2010 10:09
                To: pecinta_teh@yahoogroups.com
                Subject: Re: [pecinta_teh] teh di Grand Indonesia

                Terimakasih banyak pak Endar. Memang ada bebarapa teh yang kami proses
                kami tambahkan 1 proses lagi. Biasa disini disebut proses buang
                batang.

                Jadi teh yang sudah selesai kami coba dan kalau kami rasa bahwa
                sepetnya terlalu tinggi maka batang akan kami buang.

                Ditempat kami semua teh selalu kami coba dan kami seduh untuk dilihat
                kejernihannya maupun rasanya. Nah kalau lulus baru teh ini mendapatkan
                kode produksi dan siap untuk dijual.

                Proses buang batang dilakukan sesudah proses keriting selesai. Proses
                yang sulit dan makan waktu. Tetapi untuk mendapatkan teh berkualitas
                harus dilakukan apabila diperlukan.

                Terimakasih pak Endar.

                On 8/30/10, endar hp <endar@...> wrote:
                >
                > sedikit saran nih buat pak alex tangkai teh Harendong bisa gak sedikit di
                > kurangi ,supaya tidak menimbulkan adanya rasa sepat di lidah ( saran aja
                > boleh kan pak alex)
                >
                > To: pecinta_teh@yahoogroups.com
                > From: endar@...
                > Date: Mon, 30 Aug 2010 20:16:32 +0700


                [The entire original message is not included]


                ------------------------------------

                Visit our website: www.pecintateh.comYahoo! Groups Links





                [Non-text portions of this message have been removed]




                [Non-text portions of this message have been removed]



                ------------------------------------

                Visit our website: www.pecintateh.comYahoo! Groups Links
              • BambangM
                Mbak Ratna, Judul saya juga pakai tanda tanya. Saya justru meragukan tindakan yang dilakukan pak Alex dapat mengurangi rasa sepet yang ada pada tehnya. Atau
                Message 7 of 8 , Sep 1, 2010
                • 0 Attachment
                  Mbak Ratna,
                  Judul saya juga pakai tanda tanya. Saya justru meragukan tindakan yang dilakukan pak Alex dapat mengurangi rasa sepet yang ada pada tehnya.

                  Atau mungkin Sample Oolong yang ada di saya, tidak mengalamai proses buang batang seperti halnya sample yang diberikan kepada mbak Ratna?
                  Tetapi pak Alex sudah meralat, yg dimaksud bukan sepet melainkan getir karena getah pada batang. Kalau pengalaman saya, rasa getir saya dapatkan pada jahe. Cara menghilangkan rasa getir ini dengan membakarnya terlebih dahulu. Dengan analogi yg sama, apakah proses pengeringan batang teh tidak cukup menghilangkan rasa getir tersebut?
                  Kayaknya mesti kita coba di kebun pak Alex nih :-)


                  Saya tetap berpendapat bahwa rasa sepet diakibatkan oleh kandungan katekin yang tinggi. Untuk mengurangi rasa sepet ini, berarti dibutuhkan suatu proses untuk mengurangi kandungan katekinnya. Kandungan katekin ini, sudah ada semenjak teh tersebut ditanam, bahkan ketika masih menjadi bibit. Dengan berbagai macam proses persilangan, dikatakan klon dari Gambung memiliki kandungan katekin yang tinggi. Kalau dibalik, dengan berbagai proses persilangan, mungkinkah bisa di dapat kandungan katekin yang lebih rendah? Apakah hal ini yang dilakukan oleh pak Robby, dengan melakukan persilangan Sinensis dan Assamica?

                  Dulu sekali, saya memang sempat berpikir rasa sepet teh kita mungkin karena terlalu banyak campuran batangnya. Dan saya pernah mencoba, teh wangi melati saya sortir, saya pilih dan membuang batangnya (jadi saya juga melakukan proses buang batang seperti pak Alex he..he..).
                  Hasilnya tetap saja sepet. Satu-satunya cara yang berhasil saya lalukan untuk menjinakkan rasa sepet adalah dengan menambahkannya gula he..he..he..


                  Salam,


                  Bambang




                  --- In pecinta_teh@yahoogroups.com, ratnasomantri@... wrote:
                  >
                  > Dear Pak Prawoto, Pak Bambang dan teman-teman,
                  >
                  > Sebelum email dari Pak Prawoto baru aja saya mau bilang, 'batang memang sepet? Kukicha dari jepang itu harum dan sweet banget.' Eh, pak Prawoto menceritakan sencha batang ini. :)
                  >
                  > Salam,
                  >
                  > Ratna
                  >
                  > Powered by Telkomsel BlackBerry®
                  >
                  > > boleh kan pak alex)
                  > >
                  > > To: pecinta_teh@yahoogroups.com
                  > > From: endar@...
                  > > Date: Mon, 30 Aug 2010 20:16:32 +0700
                  >
                  >
                  > [The entire original message is not included]
                  >
                  >
                  > ------------------------------------
                  >
                  > Visit our website: www.pecintateh.comYahoo! Groups Links
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  > [Non-text portions of this message have been removed]
                  >
                  >
                  >
                  >
                  > [Non-text portions of this message have been removed]
                  >
                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.