Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Sejarah Teh

Expand Messages
  • Junaedi Kasim
    To. Member Pecinta Teh       Sejarah Teh   Ada beberapa legenda tentang asal mula teh, salah satunya yang terpopuler adalah legenda Kaisal Shen Nung dari
    Message 1 of 7 , Aug 31, 2009
      To. Member Pecinta Teh
       
       
       
      Sejarah Teh
       
      Ada beberapa legenda tentang asal mula teh, salah satunya yang terpopuler adalah legenda Kaisal Shen Nung dari Propinsi Yunan-China, yang secara tak sengaja, ketika sedang memasak air minumnya, sehelai daun berasal dari ranting kering yang dipakainya sebagai kayu bakar, terbang dan tercelup di ketel air. Air seduhan daun tersebut menghasilkan sebuah minuman baru yang beraroma khas, yang hingga kini kita kenal sebagai teh ( camelia Sinensis ). Teh selanjutnya makin populer dan tersebar keseluruh dunia. Pembudidayaan  teh China makin berkembang. Demikian pula proses pengolahanya.
      Berdasarkan cara pemrosesanya, teh dibagi menjadi  teh hijau (tidak mengalami permentasi), teh oolong (semi permentasi) dan teh hitam ( mengalami permentasi penuh )
       
      Demikianlah asal muasal kenapa daun teh dijadikan minuman hingga saat ini, semoga para pecinta teh bertambah wawasan tentang teh.
      Atas perhatianya saya ucapkan terima kasih.
      Hormat kami,
      Junaedi Kasim R.


      Dapatkan nama yang Anda sukai!
      Sekarang Anda dapat memiliki email di @... dan @....


      Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com

      [Non-text portions of this message have been removed]
    • Julian Julindra
      Pecinta Teh semua, Pohon teh masuk family Theacea, genus Camellia, species Sinensis. Kebetulan yang dikembangkan di China adalah varian Sinensis (Camellia
      Message 2 of 7 , Sep 11, 2009
        Pecinta Teh semua,



        Pohon teh masuk family Theacea, genus Camellia, species Sinensis. Kebetulan
        yang dikembangkan di China adalah varian Sinensis (Camellia Sinensis
        Sinensis). Sinensis sendiri berarti Chinese dalam bahasa Latin. Kalau di
        Assam, India, varian yang ditanam adalah varian Assamica (Camellia Sinensis
        Assamica).



        Saya dan teman2 yang berkunjung ke kebon teh Chakra termasuk yang beruntung
        karena sudah pernah melihat Camellia Sinensis Assamica yang daunnya
        besar-besar dan Camellia Sinensis Sinensis Kultivar Yabukita yang daunnya
        kecil-kecil. Sebenarnya ada banyak kultivar/sub kultivar lain yang ditanam
        di Chakra, tapi kok otak saya baru sampai disini saja. CMIIW yah.



        Secara umum varian Sinensis seharusnya diolah menjadi teh Hijau dan varian
        Assamica adalah teh hitam. Tapi ternyata di Indonesia yang banyak Assamica
        banyak pula diolah menjadi teh Hijau. Saya tidak tahu apakah ada Sinensis
        yang diolah menjadi teh HItam. Akan sangat menarik mengunjungi kebun-kebun
        teh lain-nya.



        Salam,

        Julian









        From: pecinta_teh@yahoogroups.com [mailto:pecinta_teh@yahoogroups.com] On
        Behalf Of Junaedi Kasim
        Sent: Tuesday, 01 September, 2009 1:56 PM
        To: pecinta_teh@yahoogroups.com
        Subject: [pecinta_teh] Sejarah Teh

        To. Member Pecinta Teh

        Sejarah Teh

        Ada beberapa legenda tentang asal mula teh, salah satunya yang terpopuler
        adalah legenda Kaisal Shen Nung dari Propinsi Yunan-China, yang secara tak
        sengaja, ketika sedang memasak air minumnya, sehelai daun berasal dari
        ranting kering yang dipakainya sebagai kayu bakar, terbang dan tercelup di
        ketel air. Air seduhan daun tersebut menghasilkan sebuah minuman baru yang
        beraroma khas, yang hingga kini kita kenal sebagai teh ( camelia Sinensis ).
        Teh selanjutnya makin populer dan tersebar keseluruh dunia. Pembudidayaan
        teh China makin berkembang. Demikian pula proses pengolahanya.
        Berdasarkan cara pemrosesanya, teh dibagi menjadi teh hijau (tidak
        mengalami permentasi), teh oolong (semi permentasi) dan teh hitam (
        mengalami permentasi penuh )

        Demikianlah asal muasal kenapa daun teh dijadikan minuman hingga saat ini,
        semoga para pecinta teh bertambah wawasan tentang teh.
        Atas perhatianya saya ucapkan terima kasih.
        Hormat kami,
        Junaedi Kasim R.

        Dapatkan nama yang Anda sukai!
        Sekarang Anda dapat memiliki email di @... dan @....

        Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya? Temukan jawabannya di
        Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com

        [Non-text portions of this message have been removed]



        No virus found in this incoming message.
        Checked by AVG - www.avg.com
        Version: 8.5.409 / Virus Database: 270.13.71/2335 - Release Date: 08/31/09
        17:52:00



        [Non-text portions of this message have been removed]
      • Musthopa Syarifuddin
        Ide cemerlang, Tergelitik oleh pertanyaan pak Julian Saya tidak tahu apakah ada Sinensis yang diolah menjadi teh HItam. Sebagai orang yang belum terlalu lama
        Message 3 of 7 , Sep 13, 2009
          Ide cemerlang,



          Tergelitik oleh pertanyaan pak Julian Saya tidak tahu apakah ada Sinensis
          yang diolah menjadi teh HItam. Sebagai orang yang belum terlalu lama jadi
          buruh teh (sbg tukang ngutak-ngatik pengolahannya), jadi terinspirasi untuk
          mencoba Sinenesi diolah jadi teh HITAM.Bahkan saya pernah ada permintaan
          salah satu buyer untuk hal ini dalam grade Orthodox black tea, karena
          untuk CTC katanya sudah ada dan hasilnya sangat bagus.



          Apa pak Julian atau teman-teman yang lain punya ide cemerlang lainnya untuk
          dicoba, tolong lempar ke saya.



          Musthopa SF.

          From: pecinta_teh@yahoogroups.com [mailto:pecinta_teh@yahoogroups.com] On
          Behalf Of Julian Julindra
          Sent: 2009-09-11 23:22
          To: pecinta_teh@yahoogroups.com
          Subject: RE: [pecinta_teh] Sejarah Teh





          Pecinta Teh semua,

          Pohon teh masuk family Theacea, genus Camellia, species Sinensis. Kebetulan
          yang dikembangkan di China adalah varian Sinensis (Camellia Sinensis
          Sinensis). Sinensis sendiri berarti Chinese dalam bahasa Latin. Kalau di
          Assam, India, varian yang ditanam adalah varian Assamica (Camellia Sinensis
          Assamica).

          Saya dan teman2 yang berkunjung ke kebon teh Chakra termasuk yang beruntung
          karena sudah pernah melihat Camellia Sinensis Assamica yang daunnya
          besar-besar dan Camellia Sinensis Sinensis Kultivar Yabukita yang daunnya
          kecil-kecil. Sebenarnya ada banyak kultivar/sub kultivar lain yang ditanam
          di Chakra, tapi kok otak saya baru sampai disini saja. CMIIW yah.

          Secara umum varian Sinensis seharusnya diolah menjadi teh Hijau dan varian
          Assamica adalah teh hitam. Tapi ternyata di Indonesia yang banyak Assamica
          banyak pula diolah menjadi teh Hijau. Saya tidak tahu apakah ada Sinensis
          yang diolah menjadi teh HItam. Akan sangat menarik mengunjungi kebun-kebun
          teh lain-nya.

          Salam,

          Julian








          [Non-text portions of this message have been removed]
        • laresolo
          Pak Mustopha, Saya pernah mencoba Teh hitam dari Yabukita produksi Malino. Saya sih suka, karena rasa sepetnya tidak terlalu terasa seperti halnya teh hitam
          Message 4 of 7 , Sep 13, 2009
            Pak Mustopha,
            Saya pernah mencoba Teh hitam dari Yabukita produksi Malino. Saya sih suka, karena rasa sepetnya tidak terlalu terasa seperti halnya teh hitam kita. Tetapi ketika di taste di Gunung Slamat, karena pungent menjadi salah satu parameter utama, ya hasilnya dikatakan kurang bagus.

            Kalau begitu, nanti mesin untuk teh hitamnya dihidupkan lagi ya pak :-)

            Coba buat teh hitam grade OP pak. Kalau white tea, kata bapak proses produksinya ribet, katanya sampai memerlukan waktu 3 hari. Selain itu, masih banyak orang yang suka teh yang lebih strong rasanya, kalau minum teh putih rasanya masih kurang. Paling tidak Chakra juga memiliki varian lain yang premium grade selain teh putihnya.

            Terus apakah Yabukitanya juga pernah dicoba diproduksi dengan proses Frying?

            Seperti kita ketahui, teh hijau Assamica, lebih enak diminum tanpa gula. Tetapi beberapa orang kurang suka dengan Teh hijau hasil steaming, karena ada yang mengatakan baunya agak amis.

            Nah barangkali bisa dicoba dibuat Green tea frying, tetapi dari Yabukita. Mau GP boleh, Chunmee juga boleh. Barangkali saja hasilnya nanti bisa menyaingi teh hijau dari China.


            Salam,


            Bambang




            --- In pecinta_teh@yahoogroups.com, "Musthopa Syarifuddin" <musthopa@...> wrote:
            >
            > Ide cemerlang,
            >
            >
            >
            > Tergelitik oleh pertanyaan pak Julian Saya tidak tahu apakah ada Sinensis
            > yang diolah menjadi teh HItam. Sebagai orang yang belum terlalu lama jadi
            > buruh teh (sbg tukang ngutak-ngatik pengolahannya), jadi terinspirasi untuk
            > mencoba Sinenesi diolah jadi teh HITAM.Bahkan saya pernah ada permintaan
            > salah satu buyer untuk hal ini dalam grade Orthodox black tea, karena
            > untuk CTC katanya sudah ada dan hasilnya sangat bagus.
            >
            >
            >
            > Apa pak Julian atau teman-teman yang lain punya ide cemerlang lainnya untuk
            > dicoba, tolong lempar ke saya.
            >
            >
            >
            > Musthopa SF.
            >
            > From: pecinta_teh@yahoogroups.com [mailto:pecinta_teh@yahoogroups.com] On
            > Behalf Of Julian Julindra
            > Sent: 2009-09-11 23:22
            > To: pecinta_teh@yahoogroups.com
            > Subject: RE: [pecinta_teh] Sejarah Teh
            >
            >
            >
            >
            >
            > Pecinta Teh semua,
            >
            > Pohon teh masuk family Theacea, genus Camellia, species Sinensis. Kebetulan
            > yang dikembangkan di China adalah varian Sinensis (Camellia Sinensis
            > Sinensis). Sinensis sendiri berarti Chinese dalam bahasa Latin. Kalau di
            > Assam, India, varian yang ditanam adalah varian Assamica (Camellia Sinensis
            > Assamica).
            >
            > Saya dan teman2 yang berkunjung ke kebon teh Chakra termasuk yang beruntung
            > karena sudah pernah melihat Camellia Sinensis Assamica yang daunnya
            > besar-besar dan Camellia Sinensis Sinensis Kultivar Yabukita yang daunnya
            > kecil-kecil. Sebenarnya ada banyak kultivar/sub kultivar lain yang ditanam
            > di Chakra, tapi kok otak saya baru sampai disini saja. CMIIW yah.
            >
            > Secara umum varian Sinensis seharusnya diolah menjadi teh Hijau dan varian
            > Assamica adalah teh hitam. Tapi ternyata di Indonesia yang banyak Assamica
            > banyak pula diolah menjadi teh Hijau. Saya tidak tahu apakah ada Sinensis
            > yang diolah menjadi teh HItam. Akan sangat menarik mengunjungi kebun-kebun
            > teh lain-nya.
            >
            > Salam,
            >
            > Julian
            >
            >
            >
            >
            >
            >
            >
            >
            > [Non-text portions of this message have been removed]
            >
          • ratna somantri
            Dear Pak Mustopha, Nanti kalau saya ada stock di rumah, saya bawakan teh hitam dari Yunnan China, itu teh hitam dari Sinensis. Dia tidak bisa sepekat teh hitam
            Message 5 of 7 , Sep 13, 2009
              Dear Pak Mustopha,

              Nanti kalau saya ada stock di rumah, saya bawakan teh hitam dari Yunnan China, itu teh hitam dari Sinensis. Dia tidak bisa sepekat teh hitam dari assamica, tapi punya taste sweet seperti ada rasa madu campur aroma bunga. Enak banget.... kalau diseduh warnanya tidak bisa terlalu pekat, meskipun daun tehnya warnanya gelap banget. Teh hitam dari yunnan ini bentuknya masih daun, panjang2 seperti silver needles. Utk grade tinggi, dibuat dari pucuk daun, persih seperti silver needles tetapi dibuat jadi black tea. Kadang disebut golden yunnan, krn ada semburat warna coklat keemasan pada daun tehnya. Waktu dicium daun teh keringnya, baunya ya kaya teh hitam biasa. tapi setelah diseduh, harum sekali... seperti bau bunga dan rasanya seperti ada madu yg manis sebagai after taste.

              Sayangnya saya waktu itu cuma dpt stock sedikit. Mungkin Pak Robby ada
              kenalan di daerah yunnan bisa minta sampelnya. Siapa tau Chakra bisa
              buat yg lebih baik, saya jd ga usah jauh2 ke cina utk bisa
              merasakannya. :)


              Salam,

              Ratna



              To: pecinta_teh@yahoogroups.com
              From: laresolo@...
              Date: Mon, 14 Sep 2009 05:35:46 +0000
              Subject: [pecinta_teh] Re: teh hitam dari Sinensis























              Pak Mustopha,

              Saya pernah mencoba Teh hitam dari Yabukita produksi Malino. Saya sih suka, karena rasa sepetnya tidak terlalu terasa seperti halnya teh hitam kita. Tetapi ketika di taste di Gunung Slamat, karena pungent menjadi salah satu parameter utama, ya hasilnya dikatakan kurang bagus.



              Kalau begitu, nanti mesin untuk teh hitamnya dihidupkan lagi ya pak :-)



              Coba buat teh hitam grade OP pak. Kalau white tea, kata bapak proses produksinya ribet, katanya sampai memerlukan waktu 3 hari. Selain itu, masih banyak orang yang suka teh yang lebih strong rasanya, kalau minum teh putih rasanya masih kurang. Paling tidak Chakra juga memiliki varian lain yang premium grade selain teh putihnya.



              Terus apakah Yabukitanya juga pernah dicoba diproduksi dengan proses Frying?



              Seperti kita ketahui, teh hijau Assamica, lebih enak diminum tanpa gula. Tetapi beberapa orang kurang suka dengan Teh hijau hasil steaming, karena ada yang mengatakan baunya agak amis.



              Nah barangkali bisa dicoba dibuat Green tea frying, tetapi dari Yabukita. Mau GP boleh, Chunmee juga boleh. Barangkali saja hasilnya nanti bisa menyaingi teh hijau dari China.



              Salam,



              Bambang



              --- In pecinta_teh@yahoogroups.com, "Musthopa Syarifuddin" <musthopa@...> wrote:

              >

              > Ide cemerlang,

              >

              >

              >

              > Tergelitik oleh pertanyaan pak Julian Saya tidak tahu apakah ada Sinensis

              > yang diolah menjadi teh HItam. Sebagai orang yang belum terlalu lama jadi

              > buruh teh (sbg tukang ngutak-ngatik pengolahannya), jadi terinspirasi untuk

              > mencoba Sinenesi diolah jadi teh HITAM.Bahkan saya pernah ada permintaan

              > salah satu buyer untuk hal ini dalam grade Orthodox black tea, karena

              > untuk CTC katanya sudah ada dan hasilnya sangat bagus.

              >

              >

              >

              > Apa pak Julian atau teman-teman yang lain punya ide cemerlang lainnya untuk

              > dicoba, tolong lempar ke saya.

              >

              >

              >

              > Musthopa SF.

              >

              > From: pecinta_teh@yahoogroups.com [mailto:pecinta_teh@yahoogroups.com] On

              > Behalf Of Julian Julindra

              > Sent: 2009-09-11 23:22

              > To: pecinta_teh@yahoogroups.com

              > Subject: RE: [pecinta_teh] Sejarah Teh

              >

              >

              >

              >

              >

              > Pecinta Teh semua,

              >

              > Pohon teh masuk family Theacea, genus Camellia, species Sinensis. Kebetulan

              > yang dikembangkan di China adalah varian Sinensis (Camellia Sinensis

              > Sinensis). Sinensis sendiri berarti Chinese dalam bahasa Latin. Kalau di

              > Assam, India, varian yang ditanam adalah varian Assamica (Camellia Sinensis

              > Assamica).

              >

              > Saya dan teman2 yang berkunjung ke kebon teh Chakra termasuk yang beruntung

              > karena sudah pernah melihat Camellia Sinensis Assamica yang daunnya

              > besar-besar dan Camellia Sinensis Sinensis Kultivar Yabukita yang daunnya

              > kecil-kecil. Sebenarnya ada banyak kultivar/sub kultivar lain yang ditanam

              > di Chakra, tapi kok otak saya baru sampai disini saja. CMIIW yah.

              >

              > Secara umum varian Sinensis seharusnya diolah menjadi teh Hijau dan varian

              > Assamica adalah teh hitam. Tapi ternyata di Indonesia yang banyak Assamica

              > banyak pula diolah menjadi teh Hijau. Saya tidak tahu apakah ada Sinensis

              > yang diolah menjadi teh HItam. Akan sangat menarik mengunjungi kebun-kebun

              > teh lain-nya.

              >

              > Salam,

              >

              > Julian

              >

              >

              >

              >

              >

              >

              >

              >

              > [Non-text portions of this message have been removed]

              >






















              _________________________________________________________________
              With Windows Live, you can organize, edit, and share your photos.
              http://www.microsoft.com/indonesia/windows/windowslive/products/photo-gallery-edit.aspx

              [Non-text portions of this message have been removed]
            • Musthopa Syarifuddin
              Terima kasih Pak Bambang, Mba Ratna ditunggu sample teh Yunan nya, sedikit juga gak apa-apa. Walaupun saya juga sedang menunggu samples teh tersebut dari rekan
              Message 6 of 7 , Sep 13, 2009
                Terima kasih Pak Bambang,

                Mba Ratna ditunggu sample teh Yunan nya, sedikit juga gak apa-apa. Walaupun
                saya juga sedang menunggu samples teh tersebut dari rekan di Hangzhou,
                katanya otw ke Indonesia ;Black tea Anhui ,dengan black tea Yunan
                tersebut.



                Pak Bambang, bisa mohon tolong proses Frying dari awal, dan apakah ada
                marketnya ?



                Salam,

                Musthopa



                From: pecinta_teh@yahoogroups.com [mailto:pecinta_teh@yahoogroups.com] On
                Behalf Of laresolo
                Sent: 2009-09-14 12:36
                To: pecinta_teh@yahoogroups.com
                Subject: [pecinta_teh] Re: teh hitam dari Sinensis






                Pak Mustopha,
                Saya pernah mencoba Teh hitam dari Yabukita produksi Malino. Saya sih suka,
                karena rasa sepetnya tidak terlalu terasa seperti halnya teh hitam kita.
                Tetapi ketika di taste di Gunung Slamat, karena pungent menjadi salah satu
                parameter utama, ya hasilnya dikatakan kurang bagus.

                Kalau begitu, nanti mesin untuk teh hitamnya dihidupkan lagi ya pak :-)

                Coba buat teh hitam grade OP pak. Kalau white tea, kata bapak proses
                produksinya ribet, katanya sampai memerlukan waktu 3 hari. Selain itu, masih
                banyak orang yang suka teh yang lebih strong rasanya, kalau minum teh putih
                rasanya masih kurang. Paling tidak Chakra juga memiliki varian lain yang
                premium grade selain teh putihnya.

                Terus apakah Yabukitanya juga pernah dicoba diproduksi dengan proses Frying?


                Seperti kita ketahui, teh hijau Assamica, lebih enak diminum tanpa gula.
                Tetapi beberapa orang kurang suka dengan Teh hijau hasil steaming, karena
                ada yang mengatakan baunya agak amis.

                Nah barangkali bisa dicoba dibuat Green tea frying, tetapi dari Yabukita.
                Mau GP boleh, Chunmee juga boleh. Barangkali saja hasilnya nanti bisa
                menyaingi teh hijau dari China.

                Salam,

                Bambang

                --- In pecinta_teh@yahoogroups.com <mailto:pecinta_teh%40yahoogroups.com> ,
                "Musthopa Syarifuddin" <musthopa@...> wrote:
                >
                > Ide cemerlang,
                >
                >
                >
                > Tergelitik oleh pertanyaan pak Julian Saya tidak tahu apakah ada Sinensis
                > yang diolah menjadi teh HItam. Sebagai orang yang belum terlalu lama jadi
                > buruh teh (sbg tukang ngutak-ngatik pengolahannya), jadi terinspirasi
                untuk
                > mencoba Sinenesi diolah jadi teh HITAM.Bahkan saya pernah ada permintaan
                > salah satu buyer untuk hal ini dalam grade Orthodox black tea, karena
                > untuk CTC katanya sudah ada dan hasilnya sangat bagus.
                >
                >
                >
                > Apa pak Julian atau teman-teman yang lain punya ide cemerlang lainnya
                untuk
                > dicoba, tolong lempar ke saya.
                >
                >
                >
                > Musthopa SF.
                >
                > From: pecinta_teh@yahoogroups.com <mailto:pecinta_teh%40yahoogroups.com>
                [mailto:pecinta_teh@yahoogroups.com <mailto:pecinta_teh%40yahoogroups.com> ]
                On
                > Behalf Of Julian Julindra
                > Sent: 2009-09-11 23:22
                > To: pecinta_teh@yahoogroups.com <mailto:pecinta_teh%40yahoogroups.com>
                > Subject: RE: [pecinta_teh] Sejarah Teh
                >
                >
                >
                >
                >
                >





                [Non-text portions of this message have been removed]
              • laresolo
                Pak Mustopha, Mungkin bisa tengok tetangga sebelah, Malabar. Setahu saya mereka juga bikin teh hitam grade Orange Pekoe (OP), dan dijual ke Perancis. Yang mbak
                Message 7 of 7 , Sep 14, 2009
                  Pak Mustopha,
                  Mungkin bisa tengok tetangga sebelah, Malabar. Setahu saya mereka juga bikin teh hitam grade Orange Pekoe (OP), dan dijual ke Perancis. Yang mbak Ratna bicarakan, menurut saya kurang lebih sama dengan teh hitam OP.

                  Kalau pas gathering di Chakra kemarin, Francis, nyoba teh Malabar OPS. Saya agak bingung juga, Orange Pekoe, tapi Souchung.

                  Mengenai proses Frying, bapak bercanda ah :-) Saya khan ngelihat proses pembuatan teh hijau baru di pabriknya Chakra, yaitu dengan metode Steaming dan Frying (kalau di Chakra disebut sebagai Fryer).

                  Pengalaman di Bazar Four Season beberapa waktu yang lalu, yang paling disuka adalah Jasmine Pearl. Teh jenis ini yang cepat sekali Sold Out (secara memang stocknya juga sedikit).

                  Jasmine memang tea cukup popular dan disukai disini. Masyarakat Indonesia sukanya teh yang wangi, sekalipun hanya wangi dari Essence Vanilla, tetap saja di suka.

                  Nah, mungkin barangkali bisa dicoba membuat Jasmine tea dari Yabukita yang diproses dengan Frying?

                  Mbak Ratna, black tea dari Anhui itu Keemun bukan?

                  Salam teh hangat,



                  Bambang




                  --- In pecinta_teh@yahoogroups.com, "Musthopa Syarifuddin" <musthopa@...> wrote:
                  >
                  > Terima kasih Pak Bambang,
                  >
                  > Mba Ratna ditunggu sample teh Yunan nya, sedikit juga gak apa-apa. Walaupun
                  > saya juga sedang menunggu samples teh tersebut dari rekan di Hangzhou,
                  > katanya otw ke Indonesia ;Black tea Anhui ,dengan black tea Yunan
                  > tersebut.
                  >
                  >
                  >
                  > Pak Bambang, bisa mohon tolong proses Frying dari awal, dan apakah ada
                  > marketnya ?
                  >
                  >
                  >
                  > Salam,
                  >
                  > Musthopa
                  >
                  >
                  >
                  > From: pecinta_teh@yahoogroups.com [mailto:pecinta_teh@yahoogroups.com] On
                  > Behalf Of laresolo
                  > Sent: 2009-09-14 12:36
                  > To: pecinta_teh@yahoogroups.com
                  > Subject: [pecinta_teh] Re: teh hitam dari Sinensis
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  > Pak Mustopha,
                  > Saya pernah mencoba Teh hitam dari Yabukita produksi Malino. Saya sih suka,
                  > karena rasa sepetnya tidak terlalu terasa seperti halnya teh hitam kita.
                  > Tetapi ketika di taste di Gunung Slamat, karena pungent menjadi salah satu
                  > parameter utama, ya hasilnya dikatakan kurang bagus.
                  >
                  > Kalau begitu, nanti mesin untuk teh hitamnya dihidupkan lagi ya pak :-)
                  >
                  > Coba buat teh hitam grade OP pak. Kalau white tea, kata bapak proses
                  > produksinya ribet, katanya sampai memerlukan waktu 3 hari. Selain itu, masih
                  > banyak orang yang suka teh yang lebih strong rasanya, kalau minum teh putih
                  > rasanya masih kurang. Paling tidak Chakra juga memiliki varian lain yang
                  > premium grade selain teh putihnya.
                  >
                  > Terus apakah Yabukitanya juga pernah dicoba diproduksi dengan proses Frying?
                  >
                  >
                  > Seperti kita ketahui, teh hijau Assamica, lebih enak diminum tanpa gula.
                  > Tetapi beberapa orang kurang suka dengan Teh hijau hasil steaming, karena
                  > ada yang mengatakan baunya agak amis.
                  >
                  > Nah barangkali bisa dicoba dibuat Green tea frying, tetapi dari Yabukita.
                  > Mau GP boleh, Chunmee juga boleh. Barangkali saja hasilnya nanti bisa
                  > menyaingi teh hijau dari China.
                  >
                  > Salam,
                  >
                  > Bambang
                  >
                  > --- In pecinta_teh@yahoogroups.com <mailto:pecinta_teh%40yahoogroups.com> ,
                  > "Musthopa Syarifuddin" <musthopa@> wrote:
                  > >
                  > > Ide cemerlang,
                  > >
                  > >
                  > >
                  > > Tergelitik oleh pertanyaan pak Julian Saya tidak tahu apakah ada Sinensis
                  > > yang diolah menjadi teh HItam. Sebagai orang yang belum terlalu lama jadi
                  > > buruh teh (sbg tukang ngutak-ngatik pengolahannya), jadi terinspirasi
                  > untuk
                  > > mencoba Sinenesi diolah jadi teh HITAM.Bahkan saya pernah ada permintaan
                  > > salah satu buyer untuk hal ini dalam grade Orthodox black tea, karena
                  > > untuk CTC katanya sudah ada dan hasilnya sangat bagus.
                  > >
                  > >
                  > >
                  > > Apa pak Julian atau teman-teman yang lain punya ide cemerlang lainnya
                  > untuk
                  > > dicoba, tolong lempar ke saya.
                  > >
                  > >
                  > >
                  > > Musthopa SF.
                  > >
                  > > From: pecinta_teh@yahoogroups.com <mailto:pecinta_teh%40yahoogroups.com>
                  > [mailto:pecinta_teh@yahoogroups.com <mailto:pecinta_teh%40yahoogroups.com> ]
                  > On
                  > > Behalf Of Julian Julindra
                  > > Sent: 2009-09-11 23:22
                  > > To: pecinta_teh@yahoogroups.com <mailto:pecinta_teh%40yahoogroups.com>
                  > > Subject: RE: [pecinta_teh] Sejarah Teh
                  > >
                  > >
                  > >
                  > >
                  > >
                  > >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  > [Non-text portions of this message have been removed]
                  >
                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.