Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

RE: [pecinta_teh] Re: Bahasa teh

Expand Messages
  • Robby A. Badruddin
    Katanya menolak silaturahmi itu sama dengan menolak rejeki…….. Bu Maria, kita welcome asal pas jadwal dan pengaturannya.. Robby From:
    Message 1 of 32 , Jul 31, 2009
    • 0 Attachment
      Katanya menolak silaturahmi itu sama dengan menolak rejeki……..



      Bu Maria, kita welcome asal pas jadwal dan pengaturannya..



      Robby



      From: pecinta_teh@yahoogroups.com [mailto:pecinta_teh@yahoogroups.com] On
      Behalf Of Maria D. Andriana
      Sent: Friday, July 31, 2009 11:07 AM
      To: pecinta_teh@yahoogroups.com
      Subject: Re: [pecinta_teh] Re: Bahasa teh





      Pak Bambang jangan lupakan "Slruuuupp sllruuupp.. akhhh" saat tea
      tasting.Yang jelas saya kemarin berbicara pada sebagian daun teh yang sudah
      saya sentuh dan tentunya pohon suren yang saya tanam "tumbuh dan sehatlah,
      beri kami rasa teh terbaikmu" begitu kira-kira ha ha...
      Pak Robby dan Bu Gitta, kalau saya ambil cuti boleh dong kelak numpang
      bertapa di kebunnya. Dijamin akan ngerepoti he he
      Salam,Andriek

      Maria D.Andriana Antara News Agency
      School of Journalism manager
      Jl Antara no 57
      Pasar Baru
      Jakarta 10710
      Phone +62 21 3842591/34834321 (112/113)
      mobile +628128432706

      --- On Fri, 7/31/09, laresolo <laresolo@...
      <mailto:laresolo%40telkom.net> > wrote:

      From: laresolo <laresolo@... <mailto:laresolo%40telkom.net> >
      Subject: [pecinta_teh] Re: Bahasa teh
      To: pecinta_teh@yahoogroups.com <mailto:pecinta_teh%40yahoogroups.com>
      Date: Friday, July 31, 2009, 7:40 AM

      Pohon teh berbicara?
      Apakah itu kiasan belaka? Bisa ya bisa tidak. Bagaimanapun, seperti apa yang
      di uji cobakan dalam test Biofeed back, teh ada korelasinya dengan kondisi
      mental, dimana hal ini mestinya mampu juga menggali beberapa pengalaman
      spiritual.

      Nah, pak Darso dan teman-teman yang sudah berkutat puluhan tahun dengan
      pohon teh, mungkin saja mereka sudah saling mengenal, sehingga mampu
      menangkap bahasa masing-masing. Jadi pohon teh berbicara, menurut saya bukan
      sekedar kiasan belaka. Itu merupakan pengalaman spiritual tingkat tinggi
      yang mampu di deteksi oleh para tea master.

      Itu sebabnya pada jaman dulu, para bhiksu menggunakan teh sebagai sarana
      meditasi.

      Adalah Stéphane Erler, orang perancis yang tinggal di Taiwan, dalam blognya
      mengajarkan, bahwa untuk mengeklpore, mengevaluasi serta mengapresiasi teh,
      kita mesti menggunakan 5 panca idera, mulai dari Sight, smell, taste, touch
      dan hearing.

      Dengan hearing kita coba dengarkan suara air mulai mendidih, air mengalir ke
      dalam teko dan cangkir, suara sunyi senyap ketika kita melakukan tasting,
      dan mungkin suara teh berbicara. Sejauh ini hanya bahasa teh seperti ini
      yang saya dengar: Taste me, taste me, ........

      Oh.. what an exoctic flavoured you are.

      Regards,

      Bambang

      > Aduh Pak Darso... pasti kami mau datang lagi, lain kali lebih siap mental
      untuk jalan. Kemarin ketika datang saya dalam kondisi lelah setelah 2 minggu
      tidak libur sama sekali. Mudah-mudahan bisa mendengar pohon teh "berbicara"
      pada kita dan bunga-bunga tersenyum. Wah.. jadi deh rasanya minta waktu
      seminggu untuk tinggal di Dewata dan menulis novel berlatar kebun teh!Waktu
      terasa mewah ya..
      > Teman-teman, ada tantangan baru nih, B1 dan D31, bagaimana? Vikth beli
      kamera yoooksalam
      >
      disana & cuaca cerah, kita bisa melihat hamparan kebun teh berwarna hijau
      keemasan lebih tepatnya mengkilat. Teman-teman tea planters bahkan mengaku
      bisa "mendengar" pohon-pohon teh itu berbicara. Sesuatu yang membuat mereka
      rindu datang. Menurut saya indah sekali....sudah puluhan kali kesana dan
      selalu merasakan ada sesuatu yg baru.

      ------------------------------------

      Yahoo! Groups Links

      [Non-text portions of this message have been removed]







      [Non-text portions of this message have been removed]
    • Robby A. Badruddin
      Katanya menolak silaturahmi itu sama dengan menolak rejeki…….. Bu Maria, kita welcome asal pas jadwal dan pengaturannya.. Robby From:
      Message 32 of 32 , Jul 31, 2009
      • 0 Attachment
        Katanya menolak silaturahmi itu sama dengan menolak rejeki……..



        Bu Maria, kita welcome asal pas jadwal dan pengaturannya..



        Robby



        From: pecinta_teh@yahoogroups.com [mailto:pecinta_teh@yahoogroups.com] On
        Behalf Of Maria D. Andriana
        Sent: Friday, July 31, 2009 11:07 AM
        To: pecinta_teh@yahoogroups.com
        Subject: Re: [pecinta_teh] Re: Bahasa teh





        Pak Bambang jangan lupakan "Slruuuupp sllruuupp.. akhhh" saat tea
        tasting.Yang jelas saya kemarin berbicara pada sebagian daun teh yang sudah
        saya sentuh dan tentunya pohon suren yang saya tanam "tumbuh dan sehatlah,
        beri kami rasa teh terbaikmu" begitu kira-kira ha ha...
        Pak Robby dan Bu Gitta, kalau saya ambil cuti boleh dong kelak numpang
        bertapa di kebunnya. Dijamin akan ngerepoti he he
        Salam,Andriek

        Maria D.Andriana Antara News Agency
        School of Journalism manager
        Jl Antara no 57
        Pasar Baru
        Jakarta 10710
        Phone +62 21 3842591/34834321 (112/113)
        mobile +628128432706

        --- On Fri, 7/31/09, laresolo <laresolo@...
        <mailto:laresolo%40telkom.net> > wrote:

        From: laresolo <laresolo@... <mailto:laresolo%40telkom.net> >
        Subject: [pecinta_teh] Re: Bahasa teh
        To: pecinta_teh@yahoogroups.com <mailto:pecinta_teh%40yahoogroups.com>
        Date: Friday, July 31, 2009, 7:40 AM

        Pohon teh berbicara?
        Apakah itu kiasan belaka? Bisa ya bisa tidak. Bagaimanapun, seperti apa yang
        di uji cobakan dalam test Biofeed back, teh ada korelasinya dengan kondisi
        mental, dimana hal ini mestinya mampu juga menggali beberapa pengalaman
        spiritual.

        Nah, pak Darso dan teman-teman yang sudah berkutat puluhan tahun dengan
        pohon teh, mungkin saja mereka sudah saling mengenal, sehingga mampu
        menangkap bahasa masing-masing. Jadi pohon teh berbicara, menurut saya bukan
        sekedar kiasan belaka. Itu merupakan pengalaman spiritual tingkat tinggi
        yang mampu di deteksi oleh para tea master.

        Itu sebabnya pada jaman dulu, para bhiksu menggunakan teh sebagai sarana
        meditasi.

        Adalah Stéphane Erler, orang perancis yang tinggal di Taiwan, dalam blognya
        mengajarkan, bahwa untuk mengeklpore, mengevaluasi serta mengapresiasi teh,
        kita mesti menggunakan 5 panca idera, mulai dari Sight, smell, taste, touch
        dan hearing.

        Dengan hearing kita coba dengarkan suara air mulai mendidih, air mengalir ke
        dalam teko dan cangkir, suara sunyi senyap ketika kita melakukan tasting,
        dan mungkin suara teh berbicara. Sejauh ini hanya bahasa teh seperti ini
        yang saya dengar: Taste me, taste me, ........

        Oh.. what an exoctic flavoured you are.

        Regards,

        Bambang

        > Aduh Pak Darso... pasti kami mau datang lagi, lain kali lebih siap mental
        untuk jalan. Kemarin ketika datang saya dalam kondisi lelah setelah 2 minggu
        tidak libur sama sekali. Mudah-mudahan bisa mendengar pohon teh "berbicara"
        pada kita dan bunga-bunga tersenyum. Wah.. jadi deh rasanya minta waktu
        seminggu untuk tinggal di Dewata dan menulis novel berlatar kebun teh!Waktu
        terasa mewah ya..
        > Teman-teman, ada tantangan baru nih, B1 dan D31, bagaimana? Vikth beli
        kamera yoooksalam
        >
        disana & cuaca cerah, kita bisa melihat hamparan kebun teh berwarna hijau
        keemasan lebih tepatnya mengkilat. Teman-teman tea planters bahkan mengaku
        bisa "mendengar" pohon-pohon teh itu berbicara. Sesuatu yang membuat mereka
        rindu datang. Menurut saya indah sekali....sudah puluhan kali kesana dan
        selalu merasakan ada sesuatu yg baru.

        ------------------------------------

        Yahoo! Groups Links

        [Non-text portions of this message have been removed]







        [Non-text portions of this message have been removed]
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.