Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

[i-kan-misi] e-JEMMi - Edisi 05-40#2002 -- Motivasi Memberitakan Injil

Expand Messages
  • e-JEMMi
    DIKIRIM KEPADA: pdrk@eGroups.com ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi) Oktober
    Message 1 of 1 , Oct 1, 2002
    • 0 Attachment
      DIKIRIM KEPADA: pdrk@...

      ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
      Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi) Oktober 2002, Vol.5 No.40
      ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
      SEKILAS ISI:

      o [Editorial]
      o [Renungan Misi] : Motivasi Memberitakan Injil
      o [Profil/Sumber Misi] : Billy Graham Evangelistic Association,
      Links Seputar PI
      o [Doa Bagi Misi Dunia] : India, Sudan, Namibia
      o [Doa Bagi Indonesia] : Dukungan Misi dalam Negeri
      o [Surat Anda] : Kiriman PD Timotius
      o [URLs Edisi Ini]

      ***********************************************************************
      Anda diijinkan mengutip/mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari
      e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
      mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai
      penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia). Thanks.
      ***********************************************************************

      ~~ EDITORIAL ~~

      Salam Sejahtera.

      Bertepatan dengan 'Hari Pekabaran Injil Indonesia' yang diperingati
      pada setiap minggu pertama bulan Oktober, Redaksi akan menyajikan
      Renungan Misi yang kali ini akan membahas tentang "motivasi dalam
      memberitakan Injil".

      Setiap orang membutuhkan motivasi yang dapat mendorongnya melakukan
      tindakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Demikian juga ketika
      kita mengabarkan Injil. Namun tidak semua motivasi dapat dikatakan
      benar. Motivasi apakah yang seharusnya dimiliki oleh seorang pelayan
      Tuhan ketika ia pergi mengabarkan Injil? Anda akan menemukan jawaban
      dari pertanyaan ini di Bahan Renungan Misi tulisan dari Pdt. Dr.
      Stephen Tong. Mudah-mudahan renungan ini dapat memperbaharui
      motivasi kita dalam memberitakan Injil.

      Bahan-bahan lain yang kami sajikan pada edisi ini kiranya dapat
      menolong mengarahkan kita untuk berdoa bagi pekerjaan pekabaran
      Injil, dan para penginjilnya, yang ada di berbagai tempat di dunia.

      Selamat mengabarkan Injil dengan motivasi yang benar!!

      Staf Redaksi

      ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
      ~~ RENUNGAN MISI ~~

      MOTIVASI MEMBERITAKAN INJIL
      ===========================
      Oleh: Pdt. Dr. Stephen Tong

      Kita harus terlebih dahulu mengerti dengan jelas tentang istilah
      motivasi. Motivasi bukanlah tujuan, dan tujuan bukan motivasi.
      Motivasi adalah penyebab yang menghasilkan suatu tindakan, sedangkan
      tujuan adalah hasil yang diharapkan dapat tercapai melalui tindakan
      itu. Seringkali kita sudah mencampuradukkan kedua istilah tersebut.
      Misalnya, orang yang percaya kepada Yesus memperoleh hidup yang
      kekal. Hidup yang kekal adalah istilah hasil dari percaya, bukan
      motivasi dari untuk percaya. Motivasinya adalah: karena kasih
      karunia Allah telah dicurahkan kepada kita, Kristus telah mati bagi
      kita dan telah menebus kita supaya kita menjadi milik-Nya, maka
      terdorong oleh kasihNya itulah kita mau kembali kepadaNya. Itulah
      motivasi untuk percaya. Sedangkan masuk surga merupakan akibatnya
      atau hasilnya, bukan motivasinya.

      Demikian pula motivasi dan tujuan pemberitaan Injil berbeda. Jika
      seseorang memiliki motivasi yang murni maka ia pasti memiliki jiwa
      yang lurus, baik antara Allah dan manusia, maupun antara langit dan
      bumi. Sebaliknya jika seseorang tak memiliki motivasi yang murni,
      betapapun banyaknya bakat dan talenta yang ia miliki, ia tidak akan
      dapat mencapai hasil yang positif menyeluruh. Motivasi memang sangat
      penting. Allah tidak akan menerima pelayanan yang bermotivasi
      campuran, oleh karena itu kita harus meniadakan unsur-unsur campuran
      dalam motivasi pelayanan kita.

      Di dalam dunia kekristenan, banyak orang berbakat yang tidak
      mencapai hasil pelayanan yang seharusnya dicapainya. Salah satu
      penyebab utama ialah motivasi yang tidak murni. Paulus berkata, "Aku
      telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu
      sebagai perawan suci kepada Kristus" (2Korintus 11:2). Kesucian dan
      kemurnian adalah hal yang terpenting pada saat kita melayani.
      Motivasi yang paling dasar dan paling minimal ini haruslah kita
      pertahankan.

      Seorang yang bermotivasi murni tidak mudah mengalami depresi pada
      saat putus asa, tidak mudah berkompromi pada saat menghadapi musuh
      yang kuat, tidak mudah goyah pada saat menghadapi banyak godaan.
      Sebaliknya motivasi yang benar memberi kekuatan yang besar pada saat
      yang paling melelahkan, dan memberi keteguhan pada waktu
      penganiayaan menimpa, memberi suka cita pada waktu sengsara menekan;
      pada saat lingkungan menunjukkan kegelapan yang paling dahsyat,
      cahaya di dalam hati kita makin menjadi terang. Maka motivasi yang
      murni dan hati nurani yang suci adalah salah satu penyebab paling
      penting bagi suksesnya pelayanan kita. Kalau begitu, apakah
      sebenarnya motivasi yang murni dalam penginjilan?

      1. KEHENDAK ALLAH
      -----------------
      Kehendak Allah adalah unsur yang menentukan eksistensi dari segala
      sesuatu. Selain Allah sendiri, tidak ada hal lain yang lebih besar
      dari kehendak-Nya. Apakah kehendak Allah? Yaitu segala sesuatu yang
      telah ditetapkan di dalam hati Allah. Allah adalah Allah yang kekal,
      yang melampaui sejarah, yang menciptakan waktu dan ruang. Segala
      sesuatu yang telah direncanakan dan ditetapkan dalam hati Allah
      melampaui waktu dan ruang adalah hal-hal yang berhubung dengan
      kekekalan. Kehendak Allah tidak perlu dirundingkan dengan manusia,
      terlaksananyapun tidak perlu tergantung pada kerja sama manusia
      dengan-Nya. Dia adalah Allah yang melakukan segala sesuatu menurut
      kehendak sendiri. Sebagaimana perintah Raja harus dilaksanakan,
      terlebih lagi kehendak Allah pasti Dia genapi.

      Orang Tionghoa menyebut perintah Raja sebagai perintah atau kehendak
      kudus. Karena itu ketika utusan raja membawa perintah raja dan
      memasuki sebuah kota, begitu juga menyebut perintah kudus, maka
      berlututlah kepala daerah dan semua orang kepadanya. Bolehlah mereka
      berkata, "Perintah raja yang bagaimana? Dapatkah kita
      mendiskusikannya sebentar, supaya kita tahu apakah perintah itu
      dapat dilaksanakan atau tidak?" Tentu tidak mungkin hal seperti itu
      terjadi. Yang ada hanya kewajiban untuk mematuhi, rakyat tidak
      diberi kesempatan untuk berdiskusi. Jika raja dunia yang salah
      berbuat demikian, lalu bagaimanakan sikap kita terhadap Allah yang
      tidak mungkin berbuat salah?

      Saya tidak terlalu sering menggunakan istilah "kehendak", karena
      banyak orang Kristen yang ceroboh memakai istilah "kehendak Allah"
      atau "pimpinan Roh Kudus". "Dunia ini sedang lenyap dengan
      keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup
      selama-lamanya" (1Yohanes 2:17). Sebab itu kita harus membedakan
      dengan tegas antara kehendak dan pimpinan.

      Kehendak Allah berbeda dengan pimpinan Roh Kudus, namun keduanya
      mempunyai hubungan. Pimpinan Roh Kudus akan membawa manusia memasuki
      kehendak Allah yang kekal; pimpinan adalah proses, sedangkan
      kehendak adalah ketetapan. Segala sesuatu yang direncanakan Allah
      dalam kekekalan merupakan keputusan yang tidak dapat diubah, tetapi
      bagaimana mungkin manusia yang berdosa dapat masuk ke dalam kehendak
      Allah? Untuk itu perlu pimpinan Roh Kudus. Siapakah yang dapat
      dipimpin oleh Roh Kudus kecuali anak-anak Allah? (Roma 8:14) Roh
      bukan saja memperanakkan kita, Ia juga memimpin kita yang
      diperanakkan-Nya masuk ke dalam kehendak Allah untuk disempurnakan-
      Nya.

      Karena memberitakan Injil adalah hal yang sudah Allah tetapkan dalam
      kekekalan dan dipercayakan kepada kita untuk melaksanakannya, maka
      orang-orang yang dipredestinasikan oleh Allah akan menerima Injil
      dan menjadi anak-anak Allah. Apakah doktrin ini menghambat
      pemberitaan Injil? Tidak! Sebab predistinasi Allahlah yang menjamin
      kita berhasil dalam pemberitaan Injil. Jika kita sungguh-sungguh
      tahu bahwa penginjilan adalah menjalankan kehendak Allah, maka kita
      tidak terpengaruh oleh hasil kita. Bukankah Nuh sudah menjadi contoh
      bagi kita? Setelah 120 tahun memberitakan firman, yang menerima
      hanya keluarganya sendiri. Itu sebabnya saya anggap Nuh penginjil
      yang teragung sepanjang sejarah, karena dia memberitakan berdasarkan
      kehendak Allah, bukan terpengaruh oleh hasil pemberitaannya.
      Sekalipun demikian, faktanya pada saat kita memberitakan Injil tidak
      mungkin tanpa ada hasil.

      2. PENGUTUSAN KRISTUS
      ---------------------
      Setelah Tuhan Yesus menang atas kuasa maut, Dia lalu mengutus
      gereja-Nya untuk memberitakan Injil. Jadi kita memberitakan Injil
      karena Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan telah
      mempercayakan tugas penginjilan kepada kita. Paulus berkata, "Kalau
      andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, ...
      pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan
      kepadaku" (1Korintus 9:17). Tuhan mempercayakan tugas itu pada diri
      kita, betapa mulia hal ini dan menakutkan! Siapakah yang telah
      menyerahkan tugas ini kepada kita? Pencipta semesta alam, Tuhan yang
      telah menyelamatkan saya, yang akan menghakimi saya bahkan
      menghakimi seluruh dunia! Tuhan yang begitu terhormat dan mulia
      menyerahkan tugas itu kepada kita, maka kita pun patut memiliki rasa
      tanggung jawab yang serius terhadapnya.

      Gerakan penginjilan sepanjang sejarah merupakan kepatuhan anak-anak
      Tuhan kepada pengutusan Kristus ini. Sejak saat rasul-rasul menerima
      Amanat Agung di bukit Galilea sampai sekarang kita melihat dalil
      yang tidak pernah berubah, yaitu barang siapa mematuhi pengutusan
      ini, mereka menerima pertolongan Roh Kudus. Mereka menikmati
      penyertaan Allah dan mereka menjadi rekan Allah untuk memberitakan
      Injil kepada umat manusia.

      3. DORONGAN KASIH KRISTUS
      -------------------------
      Paulus menyebutkan dengan jelas, "Akan tetapi Allah menunjukkan
      kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita,
      ketika kita masih berdosa" (Roma 5:8). Di sini terlihat bahwa
      "Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup,
      tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah
      mati dan telah dibangkitkan untuk mereka" (2Korintus 5:15).

      Ketika kasih hadir dalam hidup seseorang, dia akan menemukan bahwa
      hidupnya dilingkungi, dipegang dan diliputi oleh kasih. Kasih telah
      menguasai kebebasannya, juga telah menentukan arah langkahnya. Oleh
      sebab itu dirinya sendiri rela ia serahkan kepada Tuhan, dan segenap
      potensi yang ada pada dirinya ia serahkan sepenuhnya. Dengan kasih
      Allah inilah beribu-ribu misionaris rela meninggalkan keluarga
      mereka, bangsa mereka, dan menuju tempat yang jauh untuk
      memberitakan Injil.

      Pada tahun 1969 saya pertama kali melintasi benua Asia menuju Eropa.
      Pada saat melewati Turki, karena terdorong oleh rasa ingin tahu,
      saya melihat keadaan di bawah melalui jendela pesawat terbang. Di
      situ terbentang propinsi Galatia, Atalia dan daerah-daerah lain,
      yang pernah dijelajahi oleh Paulus. Baru saya tahu daerah itu begitu
      tandus, begitu luas, begitu kering. Di daerah padang belantara yang
      kering kerontang semacam ini, bisakah kita membayangkan bagaimana
      Paulus telah pergi dengan kaki sebagai kendaraannya untuk
      memberitakan Injil. Jika bukan kasih Kristus yang mendorongnya,
      mungkinkah Paulus rela berkorban seperti ini?

      Dalam hati para rasul terdapat suatu tekad yang agung yaitu pergi,
      pergi! Paulus pergi, Petrus pergi, Yohanes pergi, Thomas pergi.
      Pergi ke Afrika Utara, ke Arab, ke Eropa, ke India, ke Asia kecil.
      Baik di padang belantara, di hutan rimba mereka hanya tahu pergi,
      tanpa bertanya kemana mereka harus pergi, kapan mereka kembali,
      apakah dijamin dapat kembali. Asalkan bisa pergi, hati mereka sudah
      cukup puas. Bagi orang yang rela mati di tangan Tuhan, adakah tempat
      yang tak dapat dikunjunginya? Manusia semacam ini semakin berat
      jatuhnya, semakin besar aniaya yang dideritanya, justru mendesak dia
      untuk menyelinap ke dalam lengan Tuhan yang penuh kasih dan
      kelembutan. Itulah sebabnya mereka rela pergi.

      Di sinilah letak rahasia rohani: berapa besar kasih seseorang
      terhadap Tuhan tergantung sampai berapa dalam dia menyelami kasih
      dan pengorbanan Tuhan di bukit Golgota. Bila seseorang sudah
      mengalami kasih itu dan menyelaminya dengan sungguh-sungguh, dengan
      sendirinya dia dapat mengasihi Tuhan dengan lebih mendalam.

      Paulus mengalami pelbagai mara bahaya, baik yang berasal dari
      banjir, penyamun, saudara-saudara palsu, di darat, di laut, dari
      orang Yahudi dan bukan Yahudi; dalam keadaan telanjang, dihina,
      sengsara, kedinginan, diadili dan dipukul, mengalami penganiayaan
      dan penderitaan, tetapi dia tetap memberitakan Injil. Apakah
      sebabnya dia rela menanggung semua itu? Gilakah dia? Bodohkah dia?
      Sama sekali tidak! sebaliknya, Paulus tergolong kaum intelektual
      agung pada zaman itu. Sampai hari ini dia tetap termasuk salah
      seorang dari puluhan pemikir yang paling besar pengaruhnya terhadap
      umat manusia dalam sejarah. Tokoh yang demikian besar, ternyata
      telah melalui suatu kehidupan yang amat sangat menderita -- dia
      dipukuli, dicaci-maki, dan dianiaya. Apakah sebabnya dia mau
      menderita penganiayaan dunia yang sementara ini? Paulus sendiri
      pasti merasa heran, sehingga dia menjawab, "Sebab kasih Kristus yang
      menguasai kami ...." (2Korintus 5:14; dalam terjemahan lain:
      menggerakkan dan mendorong). Sebagaimana seorang ibu yang melahirkan
      tidak lagi bisa tahan ketika saatnya sudah tiba, demikian juga orang
      yang didorong oleh kasih Tuhan tak mungkin menahan diri untuk
      memberitakan Injil. Itulah arti dari "menggerakkan dan mendorong."

      4. PERASAAN BERHUTANG
      ---------------------
      Orang Kristen adalah orang yang menuju kesempurnaan melalui perasaan
      berhutang. Dalam Alkitab kita melihat hutang kemuliaan kita terhadap
      Allah, hutang kasih kita terhadap sesama, dan lebih dari itu kita
      masih mempunyai hutang terhadap dunia, yaitu hutang Injil. Bila
      gereja hari ini tidak maju, itu adalah karena gereja tidak memiliki
      perasaan berhutang. Paulus berkata, "Aku berhutang baik kepada orang
      Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang
      terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar" (Roma 1:14).
      Perasaan berhutang semacam inilah yang selalu mendesak Paulus
      memberitakan Injil kepada manusia dari lapisan mana saja.
      Bagaimanakah dengan kita? Apakah kita juga menuju kesempurnaan
      melalui perasaan berhutang ini, atau merasa diri sudah kaya sehingga
      menuju kepada kemiskinan rohani kita? Bukankah kita yang seharusnya
      menginjili dunia, tidak peduli siapa mereka, baik kaum miskin, kaum
      kaya, orang intelektual, maupun rakyat jelata, yang sama-sama
      membutuhkan Injil? Bukankah perasaan berhutang ini harus diikuti
      oleh pembayarannya, yakni melaksanakan penginjilan? Apakah kita
      sudah memperlengkapi diri untuk mengisi kebutuhan setiap lapisan
      masyarakat dengan Injil secara relevan?

      5. PENGHARAPAN MANUSIA
      ----------------------
      Alkitab dengan jelas memberitakan bahwa, "Injil Kerajaan ini akan
      diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa,
      sesudah itu barulah tiba kesudahannya" (Matius 24:14). Jadi apakah
      yang harus dilakukan oleh orang-orang yang mengharapkan kedatangan
      Tuhan kembali? Ada dua hal yang harus kita lakukan: yang pertama,
      menyucikan diri, dan yang kedua, menyelesaikan pekerjaan-Nya melalui
      pemberitaan Injil.

      Bagaimanakah kita harus menyambut kedatangan Tuhan kembali? Bukankah
      dengan hati yang bersih dan tangan yang suci? Maka kita harus
      meniadakan kejahatan dari hati kita dan menghapus tipu daya dari
      tangan kita, menghapus segala kenajisan dan hati yang bercabang,
      supaya kita dapat menantikan kedatangan Yesus Kristus kembali dengan
      tulus, dengan tekad yang bulat, dengan hati nurani yang bersih,
      dengan kehidupan yang suci. Alkitab hampir tidak menyinggung
      berdasarkan apakah kita dipakai oleh Tuhan, kecuali menjadi kudus.
      "Jika orang menyucikan dirinya dengan hal-hal yang jahat, ia akan
      menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan,
      dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap
      pekerjaan yang mulia" (2Timotius 2:21). Taat kepada Roh Kudus,
      membiarkan Roh Kudus bekerja dalam diri kita, dengan itulah baru
      kita dapat mempunyai kehidupan yang kudus dan menghasilkan buah-buah
      Roh Kudus.

      Hal yang kedua yaitu memberitakan Injil sampai Kristus datang
      kembali. Karena kedatangan Kristus yang kedua kali itu bukan dengan
      status Juruselamat, bukan lagi sebagai utusan perdamaian, melainkan
      sebagai Hakim yang terakhir, penghakiman dari yang Maha Kuasa. Itu
      sebabnya kita harus memberitakan firman Tuhan dengan serius,
      menasehati orang agar bertobat kembali kepada Kristus.

      Sumber:
      Judul Buku : Konsultasi Pelayanan
      Judul Artikel: Motivasi Memberitakan Injil
      Penulis : Pdt. DR. Stephen Tong
      Penerbit : LPMI dan Gereja-gereja Mitra
      Halaman : 21 - 26

      ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
      ~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~

       BILLY GRAHAM EVANGELISTIC ASSOCIATION
      ==> http://www.billygraham.org/
      Organisasi Penginjilan Billy Graham ini berdiri sebagai pendukung
      bagi pelayanan pengkotbah paling terkenal di abad 20, yaitu Billy
      Graham. Pelayanan organisasi ini telah menjangkau sampai ke seluruh
      dunia dan telah membawa berkat bagi jutaan penduduk dunia. Selain
      melalui media televisi, pelayanan ini juga melayani dengan media
      radio, telepon, internet, dll. Melalui pelayanan situs Billy Graham
      tersedia sarana dimana orang-orang Kristen dapat melakukan interaksi
      atau memberikan pertanyaan seluas-luasnya tentang iman kristen atau
      masalah-masalah hidup seperti suffering (penderitaan), addiction
      (kecanduan), depression (depresi), dll. Dari situs ini Anda dapat
      mengetahui lebih banyak informasi mengenai organisasi Billy Graham
      Evangelistic Association dan juga pelayanan yang mereka berikan.
      Caranya mudah, klik langsung bagian: Mission Statement, History,
      About, News and Events, Global Work, Spiritual Help, Employment,
      Giving, Contact, Downloads, Radio, dsb. Silakan berkunjung.

       LINKS SEPUTAR PI
      Berikut ini adalah beberapa sumber informasi tentang organisasi-
      organisasi di luar negeri yang terlibat dalam pelayanan penginjilan:

      OMF -- Overseas Mission Fellowship International
      http://www.omf.org/

      MAF (MISSION AVIATION FELLOWSHIP)
      http://www.maf.org/

      YOUTH WITH A MISSION: MAKING A DIFFERENCE IN OUR WORLD
      http://www.ywam.org/

      TEAM MISSION
      http://teammissions.org/

      EVERY HOME FOR CHRIST (EHC)
      http://www.ehc.org

      GLOBAL MAPPING INTERNATIONAL (GMI)
      http://www.gmi.org/

      MISSION TO UNREACHED PEOPLES (MUP)
      http://www.mup.org/

      JOSHUA PROJECT II (SEKARANG DIKELOLA OLEH WORLDHELP.NET)
      http://www.joshuaproject.net
      http://www.worldhelp.net

      CALEB PROJECT
      http://www.calebproject.org/

      FRONTIERS
      http://www.frontiers.org/

      FEBC (Far East Broadcasting Company)
      http://www.febc.org/index.htm

      THE JESUS FILM
      http://www.jesusfilm.org/

      GOSPEL RECORDINGS -- GLOBAL RECORDINGS NETWORK (GRN)
      http://www.gospelrecordings.com/

      AMERICAN TRACT SOCIETY
      http://www.gospelcom.net/ats/

      URL di atas baru sebagian kecil dari sumber-sumber informasi
      pelayanan misi yang pernah diulas dalam edisi-edisi e-JEMMi.
      Silakan berkunjung langsung ke situs arsip e-JEMMi di alamat:
      ==> http://www.sabda.org/publikasi/e-jemmi/
      Edisi-edisi e-JEMMi yang membahas tentang Penginjilan adalah:
      ==> http://www.sabda.org/publikasi/e-jemmi/2001/02/
      ==> http://www.sabda.org/publikasi/e-jemmi/2001/07/
      ==> http://www.sabda.org/publikasi/e-jemmi/2002/06/
      ==> http://www.sabda.org/publikasi/e-jemmi/2002/27/
      ==> http://www.sabda.org/publikasi/e-jemmi/2002/28/
      ==> http://www.sabda.org/publikasi/e-jemmi/2002/34/

      ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
      ~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~

       I N D I A
      Percaya atau tidak ... kesaksian berikut sungguh unik dan menarik!
      "Pada suatu tengah malam, penginjil India Sadhu Chellapa tiba-tiba
      merasakan bahwa Allah sedang berbicara padanya: 'Segera pergi dari
      rumahmu, dan berlarilah!' Chellapa telah terbiasa menerima
      instruksi-instruksi dari Allah dan melakukannya tanpa kompromi. Dia
      segera berpakaian, dan berlari menembus kegelapan. Setelah berlari
      beberapa saat, dia merasakan Allah berkata, 'Berdirilah di bawah
      pohon itu dan mulailah berkhotbah!' Bahkan bagi seorang penginjil
      yang berpengalaman, perintah ini sungguh menggelikan -- karena
      tidak ada orang lain yang dilihatnya di tempat itu. Mengapa Allah
      meminta dia berkhotbah di bawah pohon di tengah malam itu? Dia mulai
      berkhotbah, dan akhirnya sampai pada bagian dimana ia harus
      memberikan tantangan bagi para pendengar yang tidak dilihatnya
      supaya mereka memberikan hidupnya kepada Kristus. Chellapa terkejut
      saat mendengar sebuah suara dari atas pohon dan dia melihat seorang
      pria turun dari pohon. Sambil menangis pria menyerahkan hidupnya
      kepada Yesus. Pria sebenarnya akan menggantung diri di atas pohon
      saat Chellapa mulai berkhotbah tentang Yesus. 'Khotbah itu menolong
      saya untuk mengikuti petunjuk Allah meskipun saya belum benar-benar
      memahaminya,' kata pria yang turun dari atas pohon itu."
      Sumber: FridayFax, September 13, 2002
      * Bersyukur karena Chellapa peka mendengar suara Allah dan menolong
      seorang pria yang berniat untuk bunuh diri.
      * Doakan agar pria yang ditolong Chellapa ini mau belajar memahami
      kehendak Allah dan dapat dipakai Allah untuk menjadi saksi bagi
      Kerajaan-Nya.

       S U D A N
      Sekitar 30 orang percaya di antara penduduk Sudan telah dilatih
      mengenai penginjilan dan pelayanan outreach. Minggu berikutnya,
      mereka melakukan perjalanan ke wilayah yang dulunya menjadi zona
      perang untuk memberitakan Kabar Baik keselamatan Yesus Kristus.
      Bergabunglah dengan para pekerja Kristen di Sudan dalam doa
      agar umat percaya di Sudan dapat terus menerapkan apa yang telah
      mereka pelajari sehingga benih-benih yang ditanam melalui kesaksian
      mereka dapat bertumbuh dan menghasilkan panenan yang berlimpah.
      Sumber: http://www.sudan101.com
      * Bersyukur kepada Allah yang telah menolong umat percaya di Sudan
      sehingga mereka dapat memahami pentingnya kesaksian Injil bagi
      penduduk Sudan.
      * Doakan agar Allah memberikan kekuatan dan hikmat bagi 30 pekerja
      Kristen di Sudan yang sudah dilatih agar mereka dapat memberitakan
      Injil dengan berani.

       N A M I B I A
      Seorang wanita Kristen pindah ke wilayah baru di Namibia untuk
      bertani. Namun dia tidak menemukan satu gereja pun di sekitar
      wilayah itu. Karena itu dia mulai mengadakan persekutuan-
      persekutuan doa dengan kaum wanita yang ada di wilayah itu. Setelah
      beberapa waktu, kaum pria juga ikut bergabung dalam persekutuan doa
      itu. Bersyukur karena saat ini sudah ada sebuah gereja yang telah
      mengadopsi persekutuan doa tersebut dan menjadikannya sebuah jemaat
      misi.
      Sumber: Advance, Sept. 17, 2002
      * Bersyukur kepada Tuhan atas kesensitivan wanita Kristen itu
      tentang perlunya sebuah gereja dalam komunitasnya yang baru dan
      juga ketaatan-Nya pada Allah.
      * Doakan agar umat percaya di komunitasnya yang baru dapat semakin
      memahami kasih Allah dan memiliki kerinduan untuk menjadi saksi-
      saksi Kristus.

      ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
      ~~ DOA BAGI INDONESIA ~~

      Dukungan Misi Dalam Negeri
      --------------------------
      * Doakanlah untuk orang-orang Indonesia yang sudah dipanggil TUHAN
      untuk menjadi misionaris di antara suku-suku di dunia yang masih
      belum terjangkau oleh Injil. Kiranya mereka dapat dengan setia
      bekerja di ladang penginjilan dengan tidak mengenal putus asa,
      terutama dengan adanya kendala-kendala dan yang kurang mendapat
      dukungan gereja.

      * Doakan gereja-gereja di Indonesia, agar mereka mau dengan sukacita
      mendukung, mendoakan, dan mengutus para penginjil. Diharapkan jauh
      lebih banyak gereja mau menjadi pengutus buat para penginjil
      lintas budaya!

      * Departemen Evangelisasi dan Misi YPII (Yayasan Pekabaran Injil
      Indonesia) agar TUHAN menguatkan seluruh stafnya dan mereka siap
      mengutus tenaga lintas budaya ke berbagai negara. Doakan juga
      Majalah Apostolos yang mereka terbitkan.

      * Berdoa untuk Badan Pengutus OMF yang sedang menyiapkan tenaga
      misionaris terutama untuk ladang-ladang penginjilan di Asia.

      * Doakan 'Sending WEC INDONESIA' yang siap mengutus para misionaris
      ke daerah-daerah di luar negeri yang masih memerlukan tambahan
      tenaga buat penginjilan lintas budaya, khususnya di antara suku-
      suku terabaikan. Silakan berkunjung ke Homepage Sending WEC di
      alamat: http://www.wec-int.org/swi/
      untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

      Sumber: Buletin "Pokok-pokok Doa Penginjilan Sedunia" dari PD
      Timotius, edisi Oktober 2002
      [Untuk memperoleh versi lengkap hubungi <endah@...>.
      Lihat juga kolom Surat di bawah ini.]

      ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
      ~~ SURAT ANDA ~~

      Dari: "WJ" <immanuel@>
      >Para pendoa yang setiawan,
      >Hari ini kami mengirim buletin Pokok-pokok Doa Penginjilan Sedunia
      >edisi Oktober 2002 lewat e-Mail. Agar e-Mail tidak terlalu panjang
      >kami mengirimnya dalam dua bagian. Kami senang mendengar tanggapan
      >dari Bapak/Ibu/Saudara tentang bagaimana buletin ini bisa dipakai.
      >Terima kasih atas semua perhatian.

      Redaksi:
      Terima kasih untuk kiriman buletin pokok doanya. Kami telah
      memakainya sebagai salah satu sumber pokok doa e-JEMMi, seperti yang
      dimuat dalam kolom Doa Bagi Indonesia pada edisi ini. Bagi para
      pembaca yang ingin berlangganan buletin "Pokok-pokok Doa Penginjilan
      Sedunia" dari PD Timotius, silakan menghubungi melalui alamat :
      <endah@...> .

      ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
      ~~ URLS Edisi Ini ~~

      * Advance <subscribe-advance-newsletter@...>
      * FridayFax http://www.egroups.com/groups/FridayFax/


      ______________________________ DISCLAIMER ____________________________
      Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari macam-macam pihak.
      Copyright(c) 2002 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
      ______________________________________________________________________
      Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat anda kirimkan:
      Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi-JEMMi@...>,
      atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi@...>
      Staf Redaksi: Natalia Endah S., Meilina, Heru, Jimmi, dkk.
      ______________________________________________________________________
      Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi@...
      Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi@...
      Untuk Situs e-MISI dan e-JEMMi http://www.sabda.org/misi/
      Untuk Arsip e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
      ______________________________________________________________________

      "Satu hal yang tidak dapat kita lakukan dalam pengabaran Injil:
      kita tidak dapat melarikan diri dari tanggung jawab kita."


      _I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
      'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
      "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?"
      Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"' (Yesaya 6:8)
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.