Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

R-Kastor Menjawab Bab 101 : Jangan Terpancing Dengan Abu Nawas

Expand Messages
  • Eross Ja'far
    http://listen.to/Rustam-Kastor http://www.geocities.com/r_kastor/Rustam-cover.html http://www.geocities.com/r_kastor/Rustam-Isi2.html Jangan Terpancing Dengan
    Message 1 of 1 , Jun 1, 2000
    • 0 Attachment
      http://listen.to/Rustam-Kastor
      http://www.geocities.com/r_kastor/Rustam-cover.html
      http://www.geocities.com/r_kastor/Rustam-Isi2.html


      Jangan Terpancing Dengan Abu Nawas

      http://www.geocities.com/r_kastor/Bab101.html
      Ambon yang kian aman dan damai kembali dipanasi deng- an terbit dan
      beredarnya sebuah buku. Sebut saja buku Abu- nawas karena bisa membuat
      orang tertawa. Judul asli buku ini adalah “Konspirasi Politik RMS dan
      Kristen Menghancur- kan Umat Islam di Ambon Maluku.” Pengarangnya
      seorang purnawirawan TNI yang bernama Rustam Kastor. Dia mungkin bukan
      orang Maluku, karena isi karangannya kurang mendukung terciptanya
      kondisi aman dan damai di Maluku. Dia mendukung dan membela satu
      golongan dan menyudutkan golongan lain. Dia dijelaskan memilih bagian
      dari warga Muslim yang teraniaya dan ingin menyua-rakan jeritan hati
      serta duka nestapa mereka di Maluku.
      Bila karangannya boleh dibilang buku Abunawas karena setiap orang yang
      membaca pasti tertawa. Bukan karena lucu atau humoris tetapi karena
      analisanya sembrono, kon-troversial dan terkesan memprovokasi satu
      golongan untuk menyerang golongan lain. Bahkan menghina dan menghujat
      golongan Nasarani.
      Salah satu buktinya dalam pengantar buku abunawas alias “Konspirasi
      Politik RMS dan Kristen Menghancurkan Ummat Islam di Ambon-Maluku”
      (halaman IX) Rustam Kastor memaparkan “adapun golongan Nasrani, mereka
      adalah umat terinitas, kelompok sesat dan budak salib. Mereka dianggap
      sesat karena telah melecehkan Allah Rabbul Alamin. Dasar keyakinan
      mereka adalah menganggap Allah sebagai makhluk tri in one (salah satu
      dari tiga) bahwa Maryam adalah istri-Nya dan Al-masih adalah anak-Nya
      dan menganggap Allah telah turun dari kursi keagungannya lalu bersemayam
      di dalam rahim seorang wanita.
      Agama orang ini adalah penyembahan salib, pemanjatan do’a kepada
      gambar-gambar, minum khamer, makan babi, tidak berkhitan dan beribadah
      dengan berbagai najis.
      Selain dari menghina golongan Nasrani, Rustam Kastor juga mengajak atau
      memprovokasi ummat Islam untuk memerangi golongan Nasrani di Maluku
      dengan mengguna-kan ayat-ayat Al-Qur’an yakni “perangilah orang-orang
      yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian
      dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan
      Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar yaitu orang-orang
      yang diberi Al-kitab kepada mereka (Yahudi dan Nasrani), sampai mereka
      membayar jizyah dengan patuh, sedang mereka dalam keadaan tunduk.” Qs.
      At-taubah, 9:29).
      Dalam kontek pemikiran ini, Rustam Kastor perlu dipe-riksa karena
      berupaya memprovokasi ummat Islam dan memancing emosi ummat Nasrani
      untuk saling berperang. Buku Abunawas yang dikarangnya semata-mata
      menyudut-kan golongan lain, pandangannya lebih bersifat tuduhan dan
      tidak mendukung upaya menciptakan damai di Maluku.
      Jika masih banyak orang yang berpikiran seperti Rustam Kastor, maka
      kerusuhan di Maluku akan terus berlanjut karena menganggap agamanya
      benar dan agama lain tidak benar.
      Sebagai warga Maluku turut mendukung semangat melahirkan sebuah karya
      tulis tentang Maluku, tetapi sangat mengecewakan publik karena isi
      karangan atau apa yang ditulisnya tidak membangun sebuah kehidupan yang
      pan-casilais dan harmonis di Ambon dan Maluku pada umum-nya, bahkan
      secara nasional maupun internasional.
      Karangan-karangan demikian akan menyesatkan generasi muda Indonesia di
      Maluku dan menciptakan pemahaman yang keliru di benak mereka. Karena
      itu, pihak terkait hendaknya mempertimbangkan secara jeli penerbitan dan
      penyebaran buku abunawas di maksud (***)
      bersambung ke hal 102

      JAWABAN RUSTAM KASTOR :

      JANGAN TERPANCING DENGAN BUKU ABUNAWAS.

      http://www.geocities.com/r_kastor/Bab301.html#Rustam Menjawab c
      Pokok pikiran (lihat lampiran no 1)
      Yang terhormat Suara Maluku !
      Permintaan anda agar saya tidak memihak sepertinya lucu sekali sementara
      anda yang katanya bukan terompet pihak Kristen yang RMS ternyata
      mendemonstrasikan keberpi-hakan anda. Tolong disadari bahwa
      tulisan-tulisan anda baik bersumber dari Suara Maluku baik editorial
      (pokok pikiran), 3 tulisan bersambung sdr Novie maupun muatan surat para
      penanggap, menunjukkan dimana kedudukan anda, terlalu berpihak.
      Sementara saya sendiri sebagai tokoh masyarakat Malu-ku dari unsur
      Islam. Bila agamaku dihina, Rasul diperlaku-kan dengan biadab,
      masjid-masjidku dibakar, saudaraku kaum Muslimin dibunuh, harta bendanya
      dijarah dan diba-kar, mereka diusir dari tanah dan pemukimannya sehingga
      sebagian harus eksodus, pelanggaran brutal terhadap nilai-nilai luhur
      Pancasila dan faham wawasan kebangsaan, maka saya baik sebagai tokoh
      masyarakat Maluku maupun tokoh masyarakat Muslim harus segera bersikap.
      Kalau sikap saya negatif terhadap pihak Kristen yang RMS adalah
      merupakan tanggung jawab saya untuk mengoreksi pihak yang bersalah, itu
      harus dilakukan, saya tidak boleh munafik. Kalau saja aparat keamanan
      dan Pemda pada hari-hari pertama bersikap tegas terhadap yang bersalah
      minimal dinyatakan siapa yang bersalah, ditegur dan diperingatkan keras
      maka kehancuran dan korban jiwa tidak perlu membesar dan berkobar hampir
      keseluruh Maluku. Pihak yang dinyatakan bersalah akan menahan diri,
      kemudian dapat diproses mela-lui jalur hukum. RMS dan para aktor
      intelektualnya tertang-kap maka Ummat Kristen di Maluku pun terbebas
      dari beban. Itulah gambaran posisi saya, jadi bersalah jika saya
      bersikap menolak pihak yang nyata-nyata telah membunuh dan membakar
      apalagi menyuramkan masa depan Maluku secara keseluruhan.
      Saya pun ragu kalau pihak Kristen yang RMS menempat-kan saya sebagai
      tokoh masyarakat Maluku yang ikut mewakili mereka. Saya dan keluarga
      mulai hari 3 dan seterusnya diteror dengan ancaman akan menculik cucu
      saya padahal saya berupaya menempatkan diri saya netral dengan hanya
      memonitor dan mempelajari situasi dan permasalahan yang sesungguhnya.
      Jadi memihak kepada yang dizhalimi adalah proses alamiah seperti pernah
      saya berfihak kepada Megawati Soekarno Putri ketika ia diperlakukan
      tidak adil oleh rezim orde baru.
      Kutipan anda yang katanya tulisan saya pada kata pengantar itu keliru,
      bukan saya tetapi penerbit, tolong dilihat lagi.
      Saya memang memasukkan sejumlah kecil ayat Al-Quran sebagai dasar
      perjuangan Ummat Islam dalam perang membela agama. Masih banyak petunjuk
      Al-Quran dan Al-Hadits (sabda Rasulullah yang mendasari semangat JIHAD
      FIE SABILILLAH) diantaranya agar pihak Kristen yang RMS sadar bahwa
      mereka mengahadapi kekuatan (moral dan fisik) yang maha dahsyat, tidak
      akan dapat dikalahkan agar lebih baik mencari alternatif dialog atau
      jalur hukum.
      Jihad membela agama adalah Fardhu Ain artinya hak dan kewajiban tiap
      orang, tidak dapat diwakilkan dengan janji Allah akan mendapat pahala
      bagi mereka yang melaksanakan dan dosa bagi yang menghindar, mereka yang
      gugur di medan pertempuran dinyatakan Allah sebagai Syahid (pahlawan)
      bila mereka lebih dari seorang maka disebut Syuhada’ seperti yang anda
      sering dengar, julukan bagi para pejuang bangsa merebut kemerdekaan
      mereka dijanjikan Allah surga yang nyaman. Karena itu Belanda kewalahan
      termasuk Om-om KNIL dari Maluku.
      Posisi buku ini dalam penyelesaian kerusuhan Ambon ini jelas sangat
      bermanfaat bagi kelompok Islam dan saudara-saudara dari kelompok Kristen
      yang RMS. Ia menyajikan data dan fakta sehingga memudahkan proses
      penyelidikan HAM nantinya. Tunggu saja UU HAM diratifikasi dan kasus ini
      dipaksakan oleh Ummat Islam untuk diselesaikan lewat jalur hukum oleh
      KPP HAM.
      Isi buku itu tentunya data dan fakta adalah hasil kumpu-lan para tokoh
      di lapangan, jadi tingkat akuratnya terjamin kemudian ikut dalam proses
      analisa walau saya memang dominan dengan pendekatan militer sesuai
      permasalahn yang bersifat perang yang menggunakan kekerasan peng-ganti
      diplomasi.
      Saya buktikan itu dengan tajuk tanda tangan penulis pada cetakan kedua
      oleh 5 orang tokoh yang terlibat sedang-kan lainnya sedang menunaikan
      ibadah haji, tugas keluar daerah maupun urusan pribadi ke Jawa.
      Bagian lain dari isi editorial sudah terjawab pada tulisan bagian depan.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.