Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Looking for westernsoulmate

Expand Messages
  • sabdopalon_and_westernsoulmate
    aku nih iseng2 tapi seirus nyari jodoh orang asing (syaratnya : no chinese dan no moslem, jadi tetep bule dan kristen) ...................kebetulan
    Message 1 of 1 , Jul 6, 2007
    View Source
    • 0 Attachment
      aku nih iseng2 tapi seirus nyari jodoh orang asing (syaratnya : no
      chinese dan no moslem, jadi tetep bule dan kristen)
      ...................kebetulan temenku............... dengan baik
      hati dan sukarela, "memasangkan" IKLAN KONTAK JODOH di [color=red]
      [size=18]KOMPAS EDISI NASIONAL tgl 8 JULI 2007[/size]....... [/color]
      hari minggu dan [size=18]BERSEDIA[/size] sebagai PUBLIK RELATION
      ku........... seandainya nanti ada tanggapan serius....

      so lihat aja iklan KOMPAS...tgl 8 JULI besok yah...................

      http://indocina.net/forums/pacaran-lintas-kewarganegaraan-t31957.html

      btw : juga PR ku.... he he he, juga menayangkan pusaka pusaka rekan
      2 kami di KOMPAS juga edisi NASIONAL tgl 3 JULI 07
      kemarin.....................di bagian "KOLEKSI".... halaman 38, coba
      check aja................

      termasuk raja yang baik, patihnya juga cerdik Semua anak buah
      hatinya baik, pemuka-pemuka masyarakat baik, Namun segalanya itu
      tidak menciptakan kebaikan, oleh karena pengaruh jaman
      Kolobendu.Bahkan permasalahan makin menjadi-jadi.Lain orang lain
      pikiran dan maksudnya.

      Zaman Kolobendu iku wiwit yen,Zaman Kolobendu ( kehancuran ) akan
      dimulai kalau sudah,

      1. Wis ana kreto mlaku tampo jaran

      Ada kereta yang berjalan tanpa kuda ( Kereta Api, mobil, bus )

      2. Tanah jawa kalungan wesi

      Tanah Jawa dikelilingi besi ( Rel Kereta Api )

      3. Prau mlaku ing nduwur awang-awang

      Perahu berjalan di atas awan melayang laying ( Pesawat terbang )

      4. Kali ilang kedunge

      Sungai kehilangan kedungnya ( tempat pertemuan sungai )

      5. Pasar ilang kumandange

      Pasar kehilangan keramaianya ( pasar tradisional jadi Pasar
      Swalayan, Mall )

      6. Wong nemoni wolak-walik ing zaman

      Manusia menemukan jaman yang terbolak-balik

      7. Jaran doyan sambel

      Kuda doyan makan sambal ( Bus Way, Angkot sopirnya yang doyan
      sambal )

      8. Wong wadon menganggo lanang

      Orang perempuan mempergunakan busana laki-laki

      Iki sing dadi tandane zaman KolobenduIni yang menjadi tanda zaman
      kehancuran

      1. Lindu ping pitu sedino

      Gempa bumi 7 x sehari

      2. Lemah bengkah

      Tanah pecah merekah

      3. Manungsa pating galuruh, akeh kang nandang lara

      Manusia berguguran, banyak yang ditimpa sakit

      4. Pagebluk rupo-rupo

      Bencana bermacam-macam

      5. Mung setitik sing mari akeh-akehe pada mati

      Hanya sedikit yang sembuh kebanyakan meninggal

      Kalau boleh mengutip sedikit dari Serat Sabdo Tomo :Supaya pada
      emut, amawasa benjang jroning tahun windu kuning kono ana wewe
      putih, gegamane tebu wulung, arsa angrebaseng wedhonAgar diingat-
      ingat, kelak bila sudah menginjak tahun windu kuning (tahun
      keemasan) akan ada wewe putih, yang bersenjatakan tebu hitam akan
      menghancurkan wedhon.Sebuah ramalan yang perlu diamati pada saat
      sekarang, siapa yang sebenarnya sebagai "wewe putih" ini, apakah ini
      hanya sebagai perlambang atau memang wewe beneran, kalau dari
      perlambang "wewe putih" sepertinya suatu kekuatan (kuasa)
      terang/putih yang akan memberantas / menghancurkan kekuatan (kuasa)
      gelap, didalam ramalan diatas disebut sebagai "wedhon", jadi kalau
      disuatu saat nanti ada kuasa kebenaran muncul diantara kita, disaat
      itulah kita menginjak tahun windu kuning.Rasa wis karasuk, kesuk
      lawan kala mangsanipun,kawisesa kawasanira Hyang Widhi, cahyaning
      wahyu tumelung,tulus tan kena tinegorSepertinya sudah sampai
      waktunya, karena kekuasaan Tuhan telah datang, jaman kebaikan tidak
      mungkin dihindari lagi.Jadi semua itu kalau sudah waktunya, kebaikan
      akan datang dengan sendirinya, kuasa Tuhan akan murka atas umatNya
      dan Tuhan sudah marah karena manusia tidak ingat lagi akan kuasaNya.
      Manusia semakin rakus dan tidak mengenal batasan atau aturan aturan
      yang telah digariskan oleh Sang Pencipta Alam Semesta ini, hutan
      dimana mana semakin gundul, sengaja dibakar dan ditebang, lahan
      pertanian dijadikan tempat usaha tanpa memperhitungkan dampak
      lingkungannya, tabungan isi alam yang seharusnya disisakan untuk
      anak cucu sudah dikuras habis tanpa memperdulikan tatanan ataupun
      aturan, itu semua dilakukan secara sadar dan hanya mengejar
      keuntungan pribadi semata, manusia sudah bertingkah seperti nabi,
      menghakimi sesamanya sudah tidak melihat hukum dan kodrat sebagai
      manusia, sepertinya sudah paling benar di dunia ini, menjual iman
      dan kepercayaannya demi ketenaran dan memperlancar bisnisnya, banyak
      orang yang dipuja puja karena hartanya, walaupun kekayaannya
      mengambil dari rejekinya orang banyak, manusia cenderung melakukan
      perbuatan-perbuatan yang tercela dan makin menjadi-jadi, banyak
      pikiran-pikiran yang tidak berjalan diatas rel kebenaran, keagungan
      jiwa sudah tidak tampak, rakyat kecil diperalat oleh orang-orang
      yang punya kekuasaan dan hidupnya semakin terjepit yang akhirnya
      melakukan perbuatan diluar aturan.Dari pejabat sampai pengemis makin
      tidak tahu arah kemana sebenarnya dia harus meminta dan berharap,
      pergi ke paranormal, dukun (orang pintar) atau juru kunci tempat-
      tempat yang dianggap keramat, dari tempat itu mengharapkan bisa
      segera (instant) mendapatkan jabatan, rejeki dengan cepat, para
      koruptor meminta agar kasus atau hasil korupsinya tidak diotak atik
      lagi, penegakan hukum diperjual belikan, mereka takut dengan hukum
      yang dibuat oleh manusia, tetapi tidak takut dengan Hukum Tuhannya,
      keimanan dan kepercayaannya kepada Sang Pencipta semakin abu abu,
      Alhasil dari tingkah laku manusia yang semakin tidak terkontrol dan
      tidak terkendali lagi, maka Tuhan menurunkan wahyuNya kepada salah
      satu umatNya yang disebut "Satrio Piningit", karena satrio ini masih
      dalam masa "penggodokan" (dirahasiakan/piningit/disembunyikan) oleh
      Sang Maha Pencipta, satrio ini akan dibentuk sesuai kehendak dan
      rencanaNya. Bahwa turunnya wahyu (tumuruning wahyu) sampai saat ini
      tidak dapat dipridiksi oleh nalar atau logika manusia, banyak orang-
      orang pintar (paranormal/dukun) yang saling berebut untuk
      mendapatkannya, ada yang mengaku-aku kalau mereka telah menerima
      wahyu kepemimpinan dan berani menjual/memberikan kepada seseorang
      yang mereka tuju agar mendapatkan imbalan yang besar, sedangkan
      seseorang tersebut tidak tahu apa itu wahyu yang sebenarnya dan
      apakah benar-benar itu untuknya, wahyu itu tidak bisa diperjual
      belikan, wahyu yang sebenarnya akan diterima langsung atau diberikan
      kepada orang yang memang berhak, mampu dan itu memang kehendak Sang
      Pencipta dan jangan salah pengertian kalau wahyu itu ada yang memang
      diberikan / diterima dari Tuhan sendiri (Sang Pencipta) dan kuasa
      gelappun bisa menciptakan wahyu-wahyuan, jadi perlu dicermati. Kalau
      perihal Wahyu dibahas disini tidak akan ada habis-habisnya, nanti
      dilain episode akan kita kupas lebih dalam lagi. Apabila kita kaji
      dari kejadian demi kejadian dan prilaku manusia yang terurai diatas
      dan mengutip istilah yang ada didalam ramalan Joyoboyo "Satrio
      Boyong Pambukaning Gapuro" seorang pemimpin yang membuka cakrawala
      baru, namun cenderung memindahkan pusat kekuasaan atau mungkin
      juga "kekuasanya". Peristiwa ini bisa terjadi dikarenakan tugas yang
      diemban sangatlah berat, bencana tidak ada habis-habisnya dan dalam
      hal ini masyarakat terutama kawulo alit juga ikut menilai, bahwa ini
      bukanlah figur pemimpin yang benar benar dapat mewujudkan masyarakat
      yang adil, makmur dan damai sejahtera. Sifat manusia tidak begitu
      saja menyerah, selalu berusaha mencari tahu atau dengan cara
      mengkait-kaitkan dari ramalan-ramalan yang ada dengan kenyataan yang
      sudah berlalu maupun sedang berjalan, manusia tidak pernah
      kehilangan akal, dengan cara apapun akan diotak-atik walaupun
      hasilnya belum tentu benar dan tidak lepas dari arti tidak medahului
      apa yang akan / sudah digariskan oleh Sang Pencipta. Kalau kita
      pelajari dan dikait-kaitkan dengan ramalan Prabu Joyoboyo,
      kelihatannya waktunya semakin dekat, pemimpin bangsa yang ketujuh
      akan segera tampil dibumi Nusantara ini, Satrio Panandito Sinisihan
      Wahyu, seorang pemimpin yang sudah mapan, tidak mengingkari aspirasi
      rakyat, prilakunya kapanditan dan selalu mendapatkan petunjuk dan
      bimbingan langsung dari Sang Pencipta.Dari sumber yang kami dapat
      beliaunya ini berasal dari salah satu kota kecil di Jawa Tengah,
      telah menerima tiga wahyu (Pertama Wahyu Kedaton, kedua Wahyu
      Kepemimpinan dan Wahyu Pemerintahan) yang langsung diterima dari
      Ilahi (Sang Maha Pencipta) dan telah menyatu dalam jiwa raganya,
      beliau keturunan dari kerajaan Mataram dan hanya seorang pensiunan
      (Red.).Sifat sifat yang dipunyai oleh Satrio Piningit menurut Prabu
      Joyoboyo:• Herucokro, artinya raja atau pemimpin yang mempunyai
      sifat kapanditan, mengayomi, adil, bijaksana dan menjahui harta
      benda.• Ratu Tedak Amisan, artinya pemimpin yang asalnya dari rakyat
      jelata, miskin dan sangat hina, pendidikannya tidak tinggi ( menurut
      pandangan masyarakat umum ).Pemimpin Nusantara yang ke Tujuh ini
      akan menciptakan kondisi dan situasi Nusantara Indonesia seperti
      yang dikutip dari Serat Sabdo Tomo ditulis oleh Pujonggo
      Ronggowarsito disertai dengan terjemahan bebas :

      1. Karkating tyas katuju, jibar-jibur adus banyu wayu,yuwanane turun-
      temurun tan enting, liyan praja samya sayuk,keringan saenggon-
      enggonKehendak hati pada waktu tersebut hanya didasarkan kepada
      ketentraman sampai ke anak cucu, negara-negara lain rukun sentosa
      dan dihormati dimana mana.

      2. Tatune kabeh tuntum, lelarane waluya sadarum,tyas prihatin
      ginantun suka mrepeki, wong ngantuk anemu kethuk,isine dinar
      sabokorSegala luka-luka (penderitaan) sudah hilang, perasaan
      prihatin berobah menjadi gembira ria, orang yang sedang mengantuk
      menemukan kethuk (gong kecil) yang berisi emas kencana sebesar bokor.

      3. Amung padha tinumpuk, nora ana rusuh colong jupuk,raja kaya
      cinancangan aneng nyawi, tan ana nganggo tinunggu,parandene tan
      cinolongSemua itu hanya ditumpuk saja, tidak ada yang berbuat curang
      maupun yang mengambil, hewan piaraan diikat diluar tanpa ditunggu
      namun tidak ada yang mencuri.

      4. Diraning durta katut, anglakoni ing panggawe runtut, tyase
      katremkayoman hayuning budi, budyarja marjayeng limut, amawas
      panestiawon Yang tadinya berbuat angkara sekarang ikut pula berbuat
      yang baik-baik, perasaannya terbawa oleh kebaikan budi, yang baik
      dapat menghancurkan yang jelek.

      5. Ninggal pakarti dudu, pradapaning parentah ginugu,mring pakaryan
      saregep tetep nastiti, ngisor dhuwur tyase jumbuh,tan ana wahon
      winahonBanyak yang meninggalkan perbuatan-perbuatan yang kurang
      baik, mengikuti peraturan-peraturan pemerintah, semuanya rajin
      mengerjakan tugasnya masing-masing, yang dibawah maupun yang diatas
      hatinya sama saja, tidak ada yang saling mencela.

      6. Ngratani sapraja agung, keh sarjana sujana ing kewuh,nora kewran
      mring caraka agal alit, pulih duk jaman runuhun,tyase teteg teguh
      tanggonKeadaan seperti itu terjadi diseluruh negeri, banyak sekali
      orang-orang ahli dalam bidang surat menyurat, kembali seperti
      dijaman dahulu kala, semuanya berhati baja.Amargo zaman iku (Zaman
      edan lan kolobendu) bakal sirno lan gantine yoiku zaman Ratu Adil,
      zaman kamulyan. Mulo sing tatag, sing tabah, sing kukuh, jo kepranan
      ombyak ing zaman Entenana zamanne kamulyan zamaning Ratu Adil. Sebab
      jaman itu (jaman edan dan kolobendu) bakal sirna dan diganti dengan
      jaman Ratu Adil, jaman kemuliaan. Maka dari itu yang tegar, yang
      tabah, yang kokoh, jangan melakukan hal yang bodoh.tunggulah jaman
      kemuliaan jamannya RatuAdil.Yakinlah bahwa Rencana Tuhan akan
      diwujudkan dengan KaryaNya yang terbaik dan terindah bagi umatNya,
      mudah-mudahan tulisan ini dapat dijadikan wawasan dan sedikit
      pengetahuan bagi pembaca yang belum dan tidak tahu kalau dari sejak
      dulu telah diramalkan atau ditulis oleh para pujangga-pujangga kita
      yang tersohor dibidang wawasan Nusantara tercinta ini.

      Bencana-bencana yang terjadi sejak dari Tsunami Aceh yang kemudian
      diikuti dengan bencana-bencana lain (gempa bumi, banjir bandang, flu
      burung, gagal panen, gunung meletus, sampai dengan lumpur panas
      Sidoarjo) adalah merupakan ketetapan Allah SWT yang harus terjadi
      dan merupakan peringatan keras kepada bangsa ini, khususnya
      dialamatkan kepada pemimpin negeri. "Tidak ada rakyat yang salah,
      yang ada adalah pemimpinnya yang salah". Hal ini dikarenakan selama
      ini telah terjadi "Pelanggaran Aqidah" baik ulama maupun umaro'nya.
      Singkat kata banyak yang telah meninggalkan "Syahadat". Batin
      diabaikan, Lahir diutamakan. Akal penalaran menjadi dewa, sementara
      yang Batin disingkirkan karena dianggap "takhayul". Padahal segala
      kejadian bersumber dari Allah Yang Maha Gaib, yang tidak dapat
      ditembus oleh akal manusia sebagai ciptaan-Nya. Hanya dengan "mata
      batin" orang-orang yang telah tersucikan saja segala sesuatu dapat
      dimaknai.2. Bangsa ini telah meninggalkan sejarah. Apa yang
      dikatakan Bung Karno : "Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah (Jas
      Merah)" telah terabaikan. Padahal yang terjadi saat ini merupakan
      hasil dari perjalanan sejarah. Dan apa yang terjadi saat ini telah
      diprediksikan oleh para leluhur kita Prabu Jayabaya dan R.Ng.
      Ronggowarsito, yang mana hasil karya mereka merupakan ayat-ayat
      Allah. Perlu kiranya saya sampaikan cuplikan terjemahan bebas dari
      karya mereka :A. Prabu Jayabaya (Kitab Musarar) :18. Nama rajanya
      Lung gadung rara nglikasi kemudian berganti gajah meta semune tengu
      lelaki. Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam
      negaranya dan hukum tidak karu-karuan. Waktu itu pajaknya rakyat
      adalah.Keterangan :Lung Gadung Rara Nglikasi : Raja yang penuh
      inisiatif dalam segala hal, namun memiliki kelemahan suka wanita
      (Soekarno). Gajah Meta Semune Tengu Lelaki : Raja yang
      disegani/ditakuti, namun nista (Soeharto).19. Uang anggris dan
      uwang. Sebab saya diberi hidangan darah sepitrah. Kemudian negara
      geger. Tanah tidak berkhasiat, pemerintah rusak. Rakyat celaka.
      Bermacam-macam bencana yang tidak dapat ditolak.20. Negara rusak.
      Raja berpisah dengan rakyat. Bupati berdiri sendiri-sendiri.
      Kemudian berganti jaman Kutila. Rajanya Kara Murka. Lambangnya Panji
      loro semune Pajang Mataram.Keterangan :- Bupati berdiri sendiri-
      sendiri : Otonomi Daerah.- Jaman Kutila : Reformasi- Raja Kara
      Murka : Raja-raja yang saling balas dendam.- Panji Loro semune
      Pajang Mataram : Dua kekuatan dalam satu kubu yang saling ingin
      menjatuhkan (Gus Dur - Megawati ).21. Nakhoda ikut serta memerintah.
      Punya keberanian dan kaya. Sarjana tidak ada. Rakyat sengsara. Rumah
      hancur berantakan diterjang jalan besar. Kemudian diganti dengan
      lambang Rara ngangsu, randa loro nututi pijer tetukar.Keterangan :-
      Nakhoda : Orang asing.- Sarjana : Orang arif dan bijak.- Rara
      Ngangsu, Randa Loro Nututi Pijer Atetukar : Ratu yang selalu
      diikuti/diintai dua saudara wanita tua untuk menggantikannya
      (Megawati).22. Tan kober apepaes, sinjang kemben tan tinolih itu
      sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu.
      Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/memahami lambang
      tersebut.Keterangan :Tan Kober Apepaes Tan Tinolih Sinjang Kemben :
      Raja yang tidak sempat mengatur negara sebab adanya masalah-masalah
      yang merepotkan (SBY/Kalla).23. Pajak rakyat banyak sekali macamnya.
      Semakin naik. Panen tidak membuat kenyang. Hasilnya berkurang. Orang
      jahat makin menjadi-jadi, orang besar hatinya jail. Makin hari makin
      bertambah kesengsaraan negara.24. Hukum dan pengadilan negara tidak
      berguna. Perintah berganti-ganti. Keadilan tidak ada. Yang benar
      dianggap salah. Yang jahat dianggap benar. Setan menyamar sebagai
      wahyu. Banyak orang melupakan Tuhan dan orang tua.25. Wanita hilang
      kehormatannya. Sebab saya diberi hidangan Endang seorang oleh ki
      Ajar. Mulai perang tidak berakhir. Kemudian ada tanda negara
      pecah.26. Banyak hal-hal yang luar biasa. Hujan salah waktu. Banyak
      gempa dan gerhana. Nyawa tidak berharga. Tanah Jawa berantakan.
      Kemudian raja Kara Murka Kutila musnah.27. Kemudian kelak akan
      datang Tunjung Putih semune Pudak kasungsang. Lahir di bumi Mekah.
      Menjadi raja di dunia, bergelar Raja Amisan, redalah kesengsaraan di
      bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan.Keterangan :- Tunjung Putih
      semune Pudak Kesungsang : Raja berhati putih namun masih tersembunyi
      (Satriya Piningit).- Lahir di bumi Mekah : Orang Islam yang sangat
      bertauhid.28. Raja keturunan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan
      Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat
      tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal
      sedunia.Keterangan :- Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa : Orang
      Islam yang sangat menghormati leluhurnya dan menyatu dengan ajaran
      tradisi Jawa.29. Waktu itulah ada keadilan. Rakyat pajaknya dinar
      sebab saya diberi hidangan bunga seruni oleh ki Ajar. Waktu itu
      pemerintahan raja baik sekali. Orangnya tampan senyumnya manis
      sekali.B. R.Ng. Ronggowarsito :Dipaparkan ada tujuh satrio piningit
      yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah
      atau memimpin wilayah seluas wilayah "bekas" kerajaan Majapahit ,
      yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo
      Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo
      Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning
      Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Berkenaan dengan itu,
      banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio
      Piningit itu adalah sebagai berikut : 1. SATRIO KINUNJORO MURWO
      KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang
      akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan
      kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad
      (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai
      Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang
      juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa
      tahun 1945-1967. 2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh
      pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti
      (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan,
      serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan /
      kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan
      sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin
      Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998. 3. SATRIO
      JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut
      (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau
      sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini
      ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia.
      Berkuasa tahun 1998-1999. 4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh
      pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi
      dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang
      cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini
      ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik
      Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000. 5. SATRIO PININGIT HAMONG
      TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari
      moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan
      sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia.
      Berkuasa tahun 2000-2004. 6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh
      pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi peletak
      dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan
      (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh
      yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat
      memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan
      dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang
      spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan
      kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang
      mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan
      teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan
      baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme
      seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang
      diambil.7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang
      amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi
      Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum /
      petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya
      kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman
      keemasan yang sejati.3. Dari kajian karya-karya leluhur kita di atas
      menyiratkan bahwa segala sesuatunya memang harus dan akan terjadi
      dan tidak dapat ditolak. Sementara berkaitan dengan bencana terakhir
      yang terjadi, yaitu meletusnya Gunung Merapi yang kemudian disusul
      dengan Gempa Yogya dan Pangandaran, serta Semburan Lumpur Panas
      Sidoarjo yang tak kunjung berhenti merupakan realita ucapan "Sabda
      Palon" kepada Prabu Brawijaya dan Sunan Kalijaga.Berikut ini saya
      paparkan Ramalan Sabdo Palon :1. Ingatlah kepada kisah lama yang
      ditulis di dalam buku babad tentang negara Mojopahit. Waktu itu Sang
      Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Sunan Kalijaga
      didampingi oleh Punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya
      Genggong.2. Prabu Brawijaya berkata lemah lembut kepada
      punakawannya: "Sabda-Palon sekarang saya sudah menjadi Islam.
      Bagaimanakah kamu? Lebih baik ikut Islam sekali, sebuah agama suci
      dan baik."3. Sabda Palon menjawab kasar: "Hamba tak mau masuk Islam
      Sang Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah
      Jawa. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah
      jawa. Sudah digaris kita harus berpisah.4. Berpisah dengan Sang
      Prabu kembali ke asal mula saya. Namun Sang Prabu kami mohon
      dicatat. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha
      (maksudnya Kawruh Budi) lagi, saya sebar seluruh tanah Jawa.5. Bila
      ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan jin
      setan dan lain-lainnya. Belum legalah hati saya bila belum saya
      hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata
      saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan
      laharnya.6. Lahar tersebut mengalir ke barat daya. Baunya tidak
      sedap. Itulah pertanda kalau saya datang. Sudah mulai menyebarkan
      agama Buda (Kawruh Budi). Kelak Merapi akan bergelegar. Itu sudah
      menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian. Tidak
      dapat bila diubah lagi.7. Kelak waktunya paling sengsara di tanah
      Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Umpama seorang
      menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Tiba-tiba
      sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga
      banyak yang meninggal dunia.8. Bahaya yang mendatangi tersebar
      seluruh tanah Jawa. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin
      disingkiri lagi. Sebab dunia ini ada ditangan-Nya. Hal tersebut
      sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya.9.
      Bermacam-macam bahaya yang membuat tanah Jawa rusak. Orang yang
      bekerja hasilnya tidak mencukupi. Para priyayi banyak yang susah
      hatinya. Saudagar selalu menderita rugi. Orang bekerja hasilnya
      tidak seberapa. Orang tanipun demikian juga. Penghasilannya banyak
      yang hilang di hutan.10. Bumi sudah berkurang hasilnya. Banyak hama
      yang menyerang. Kayupun banyak yang hilang dicuri. Timbullah
      kerusakan hebat sebab orang berebutan. Benar-benar rusak moral
      manusia. Bila hujan gerimis banyak maling tapi siang hari banyak
      begal.11. Manusia bingung dengan sendirinya sebab rebutan mencari
      makan. Mereka tidak mengingat aturan negara sebab tidak tahan
      menahan keroncongannya perut. Hal tersebut berjalan disusul
      datangnya musibah pagebluk yang luar biasa. Penyakit tersebar merata
      di tanah Jawa. Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia.12.
      Bahaya penyakit luar biasa. Di sana-sini banyak orang mati. Hujan
      tidak tepat waktunya. Angin besar menerjang sehingga pohon-pohon
      roboh semuanya. Sungai meluap banjir sehingga bila dilihat persis
      lautan pasang.13. Seperti lautan meluap airnya naik ke daratan.
      Merusakkan kanan kiri. Kayu-kayu banyak yang hanyut. Yang hidup di
      pinggir sungai terbawa sampai ke laut. Batu-batu besarpun terhanyut
      dengan gemuruh suaranya.14. Gunung-gunung besar bergelegar
      menakutkan. Lahar meluap ke kanan serta ke kiri sehingga
      menghancurkan desa dan hutan. Manusia banyak yang meninggal
      sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali. Hancur lebur tidak ada
      yang tertinggal sedikitpun.15. Gempa bumi tujuh kali sehari,
      sehingga membuat susahnya manusia. Tanahpun menganga. Muncullah
      brekasakan yang menyeret manusia ke dalam tanah. Manusia-manusia
      mengaduh di sana-sini, banyak yang sakit. Penyakitpun rupa-rupa.
      Banyak yang tidak dapat sembuh. Kebanyakan mereka meninggal
      dunia.16. Demikianlah kata-kata Sabda Palon yang segera menghilang
      sebentar tidak tampak lagi dirinya. Kembali ke alamnya. Prabu
      Brawijaya tertegun sejenak. Sama sekali tidak dapat berbicara.
      Hatinya kecewa sekali dan merasa salah. Namun bagaimana lagi, segala
      itu sudah menjadi kodrat yang tidak mungkin diubahnya
      lagi.Keterangan :Tanggal 13 Mei 2006 lalu bertepatan dengan hari
      Waisyak (Budha) dan hari Kuningan (Hindu), Gunung Merapi telah
      mengeluarkan laharnya ke arah Barat Daya (serta merta pada waktu itu
      ditetapkan status Merapi dari "Siaga" menjadi "Awas"). Dari uraian
      Ramalan Sabdo Palon di atas, maka dengan keluarnya lahar Merapi ke
      arah Barat Daya menandakan bahwa Sabdo Palon sudah datang kembali.
      500 tahun setelah berakhirnya Majapahit (Th 1500 an) adalah sekarang
      ini di tahun 2000 an.4. Sampai dengan redanya, letusan Merapi hanya
      memakan korban 2 orang meninggal. Sebelum letusan itu Sri Sultan
      Hamengkubuwono X menyatakan bahwa Merapi akan meletus dalam waktu 10
      hari, ternyata tidak terbukti. Karena ucapan yang mendahului
      kehendak Allah (ndisiki kerso) yang tidak sepatutnya dilontarkan
      secara vulgar oleh seorang "raja", maka Jogja pun digoyang gempa
      (disusul Pangandaran) yang banyak memakan korban jiwa dan harta
      benda. Bahkan kita semua tidak tersadar bahwa Merapi sebenarnya
      tetap meletus, namun berpindah tempat di Sidoarjo dengan semburan
      lumpur panasnya yang beracun. Semburan lumpur panas ini merupakan
      peristiwa yang sangat luar biasa yang dampaknya akan banyak menyedot
      dana dan memakan korban jiwa. Secara penglihatan spiritual,
      teknologi apapun dan kesaktian paranormal/ulama se-nusantarapun
      tidak akan mampu menghentikan semburan lumpur ini. Bahkan peristiwa
      ini akan berpotensi memicu terjadinya chaos (goro-goro) yang pada
      gilirannya akan dapat menjatuhkan pemerintah. Sementara bencana-
      bencana ini akan terus berlanjut. Hanya seorang Waliyullah (kekasih
      Allah) saja yang dapat meredakan semuanya. Namun sayang, orang
      seperti ini selalu saja sangat tersembunyi. 5. Semua peristiwa alam
      yang terjadi adalah merupakan peristiwa gaib, karena semua terjadi
      karena kehendak Yang Maha Gaib, Allah Aza wa Jalla. Sehingga tidak
      dapat dilawan dengan kesombongan akal pikiran. Solusi atau jawaban
      tentang apa yang terjadi pada bangsa ini sebenarnya telah ada di
      dalam misteri bait-bait Ramalan Joyoboyo, R.Ng. Ronggowarsito maupun
      Sabdo Palon. Kebenaran selalu saja tersembunyi. Kata sandi dari
      jawaban misteri ini adalah : JOGLOSEMAR. Joglo telah runtuh, yang
      ada tinggal Semar. Inilah hakekat kondisi negara saat ini. Sebagai
      panduan perlu saya garis bawahi kata kunci yang ada di dalam bait-
      bait karya leluhur kita, yaitu :1. Di dalam ramalan R.Ng.
      Ronggowarsito menyiratkan bahwa Satria VI(Satriyo Boyong Pambukaning
      Gapura) harus menemukan dan bersinergi dengan seorang spiritualis
      sejati satria piningit (tersembunyi) agar kepemimpinannya selamat.2.
      Dalam bait 22 ramalan Joyoboyo dikatakan "Di Semarang Tembayat
      itulah yang mengerti dan memahami lambang tersebut."3. Dari ucapan
      Sabdo Palon dalam ramalan Sabdo Palon tersirat bahwa dengan fenomena
      alam yang digambarkan (seperti yang terjadi saat ini) menandakan
      bahwa Sabdo Palon beserta momongan (asuhan) nya telah datang untuk
      mem-Budi Pekertikan bangsa ini (secara rinci terdapat di dalam Serat
      Darmogandul). Sabdo Palon secara hakekat adalah Semar.4. JOGLOSEMAR
      = Jogja - Solo - Semarang. Dari peristiwa gempa Jogja telah
      membuktikan bahwa kerajaan Mataram Jogja & Solo sudah tidak memiliki
      aura lagi. Hal ini terbukti dengan hancurnya Bangsal Traju Mas
      (tempat penyimpanan pusaka kerajaan) dan Tamansari (tempat pertemuan
      raja dengan Kanjeng Ratu Kidul). Hal lain adalah robohnya gapura
      makam HB IX (Jogja) dan PB XII (Solo) di kompleks makam raja-raja
      Imogiri, sebagai perlambang bahwa Keraton Jogja - Solo sudah tidak
      memiliki aura dan kharisma. Sehingga yang tersisa
      tinggallah "Semarang" (Mataram Kendal).

      Apa yang harus nyata, biarlah "dinyatakan" supaya nyata apa yang
      telah terjadi pada Momongan Sabdopalon :
      1. Bahwa adanya "oknum" tertentu dari golongan tertentu "memaksakan"
      agar Momongan Sabdopalon memilih Chinese.
      2. Bahwa adanya "oknum" tertentu dari golongan tertentu
      yang "memanfaatkan situasi" dalam hal no.1 diatas, dengan mengadu
      domba Momongan Sabdopalon dengan pernyataan : "ojo gelem dipekso"
      atau "dienggo dolanan Chinese ora ngerti" walaupun sebenernya memang
      Momongan Sabdopalon hanya akan "memilih" westernese, sesuai
      prinsip "nyalahi hukum".
      3. Bahwa adanya "oknum" tertentu dari golongan tertentu yang
      mencoba "menggoyang" iman Kristiani Momongan Sabdopalon dengan
      pernyataan : "makane sholat" atau "ora sholat".

      Anda pernah menonton "TO LIONG TO" ? seperti halnya Thio Bu Khi
      dan "To LIONG TO" nya yang menjadi bahan perebutan/permainan,
      demikian pula Momongan Sabdopalon. Hanya perbedaannya, kelemahan
      Momongan Sabdopalon terlihat slalu "menantang/kewanen" karena
      pengaruh sinusitis orbitalisnya, yang dikombinasikan
      dengan "dirasani-digawe kroso-ditambahi" (ada orang orang dibelakang
      layar yamg menjadi "dalang" dengan menggunakan "tenaga dalam" dan
      lelaku klenik lainnya, guna "menambahi beban" ke mata kanan Momongan
      Sabdopalon, ibarat "balon" yang bisa "ditiup" )
      …………." YEN ONO MANUNGSO JOWO, MOTO SIJI, NAMI SEPUH, YO IKU MOMONGAN
      KULO…….SABDOPALON"……………………………………………………………………………...

      Manusia dan Jin yang merasa "tertantang" akan terlihat "memerah"
      raut wajahnya ( MERAH adalah lambang keris KYAI SENGKELAT,
      http://www.destiny-western.blogspot.com/ ) dan disinilah Momongan
      Sabdopalon menjadi "objek adu domba" antara 2 dunia (manusa dan jin)
      dan menjadi "junction point" ke arah 2 dunia tersebut,
      apalagi "dioyak-oyak ndang rabi" di 2 dunia, yang pada
      gilirannya "memancing" perhatian "dimensi" lainnya yang lebih tinggi
      ataupun yang lebih rendah (malaikat-setan/dhemit- dan TUHAN)

      Itu sebabnya Momongan Sabdopalon haruslah "dimantapkan" nuansa
      keimananya, dalam hal ini semangat KRISTIANI, yang memberinya
      nuansa "Kepandhitaan yang tidak Pandhita" , seperti halnya "SUGIH
      TANPO BONDHO, BOLO TANPO KAWULO, NGALAHAKE TANPO NGASORAKE" (
      lagipula banyak sekali Jin muslim yang mencoba mempengaruhinya juga,
      bahkan ada juga jin Chinese, yah…. Barangkali "disenengi" jin
      Chinese dan Jin Muslim) ,demikian pula masalah pilihan "jodoh"
      Momongan Sabdopalon yang lebih memilih "orang asing" sesuai
      prinsip "nyalahi hukum" (ora cino , yo ora jowo, ora tak rungoke, yo
      ora tak dheloke, ono suoro ora ono rupo, ono rupo ora ono suoro).

      " SCOOBY DOO PININGIT" ( anak2 kecil "tukang ngrasani" di kampungnya
      Momongan Sabdopalon)
      "Aura Kyai Sengkelat"à "Momongan Sabdopalon" à "Sabdopalon" à Kyai
      Sengkelat.
      Mungkin semua yang dialaminya pada hakekatnya merupakan "panggilan
      alam bawah dasarnya" untuk "JAS MERAH" atau "jangan sekali-kali
      melupakan sejarah" (mengutip ungkapan BUNG KARNO) akan kejayaan
      MAJAPAHIT.

      Dokumen ini dapat Anda anggap sebagai JAS MERAH PROJECT
      akan "Sejarah dan Wejangan Sabdopalon" yang dapat anda telusuri
      sendiri melalui internet dengan search engine : google.com dll (
      Silahkan baca SERAT DHARMOGANDHUL , Sejarah Islamisasi di Nusantara,
      Sejarah Majapahit dan Sabdopalon-Noyogenggong )

      Semoga anda berfikir dan bertindak "POSITIF" terhadap "Program
      Makmur Bersama" ini sehingga mendapatkan "berkah-Nya" sebaiknya bila
      anda berfikir dan bertindak "NEGATIF", semoga anda tidak
      mendapatkan "Kutuk/ Sial dari-Nya". Karena semua ini, akan menjadi
      DASAR bagi Momongannya Sabdopalon berdasarkan azas PANCASILA ,
      Nasionalisme dan prinsip "Nyalahi hukum". Nasionalisme berarti anda
      siap untuk berfikir, berucap dan bertindak dengan
      kesanggupan "melepaskan diri" dari bagian terbesar yang "membentuk"
      anda (entah itu Agama- Suku – Ras – Golongan untuk orang lain).
      Hanya ada 2 orang pemimpin Indonesia yang bakal dikenal sepanjang
      masa, sebagai simbol dari 5 Pancasila yaitu :
      a. Ketuhanan Yang Maha Esa (Religionity)
      Presiden R.I pertama, Bpk Ir Soekarno menjadi pemimpin
      berdasarkan "wahyu" Yang
      Maha Kuasa.
      b. Sila ke-2 Pancasila (Humanity)
      c. Sila ke-3 Pancasila (Unity in Diversity)
      d. Sila ke-4 Pancasila (Soverinity)
      e. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (Sociality)
      à Ratu Adil = Momongannya Sabdopalon

      Sekedar perlu diketahui, Momongan Sabdopalon :
      1. Jauh hari sebelum Gunung Merapi meletus, sudah sering "diejek dan
      dirasani" dengan ungkapan : "ye ora njebluk !!!" dan akhirnya malah
      njebluk.
      2. Jauh hari sebelum Gempa Jogja, Momongan Sabdopalon,
      sering "diejek dan dirasani" dengan ungkapan : "ye ora okeh sing
      mati !!!" dan Momongan Sabdopalon hanya menjawab dengan : "Tombak
      Kyai Pleret dadi Tombak Kyai Plurut". Dan akhirnya Yang Maha Kuasa,
      memberi gempa hebat diJogja.
      3. Di Surabaya, Momongan Sabdopalon pernah mengutuk sesuatu, yang
      kebetulan tanpa disadarinya ternyata ada dalam bait syair Jongko
      Joyoboyo. Momongan Sabdopalon mengucapkannya sewaktu masih menjalani
      koasistensi Kedoktersan Hewan di Klinik FKH Airlangga (Februari –
      April 2004). Dan "Ndilalah" sekarang ada kejadian Lumpur Lapindo
      (kurang lebih 1 hari setelah Gempa Jogja), Anda bisa
      menganggap "keluarnya" Lumpur itu sebagai "kempesnya ban dalam"
      pulau Jawa. Kebetulan sekali hal itu dekat dengan Surabaya, tempat
      dimana Momongan Sabdapalon mengeluarkan kutukannya (….."Wong Cino
      gari separo.Wong Jowo gari sajodo"…………..). Dan kebetulan di
      Surabaya, banyak sekali etnis tertentu.
      4. Masih banyak hal lainnya, terutama dalam kaitannya
      dengan "bledheg/ petir" secara langsung maupun tidak langsung,
      karena "hubungan mata" dari Momongan Sabdopalon.


      Yakobus 1 : 13
      "Apabila di bawah cobaan, janganlah seorangpun mengatakan : "aku
      sedang
      dicobai Allah". Karena dengan hal-hal yang jahat Allah tidak dapat
      dicobai dan
      Dia sendiri juga tidak mencobai siapapun."
      Kolose 1 : 15
      "Dia adalah gambar dari Allah yang tidak kelihatan, yang SULUNG dari
      semua
      ciptaan."
      2 Tesalonika 2 : 3 - 12
      1 Timotius 4 : 3
      Ibrani 1 : 5 – 9
      Yudas 9
      1 Korintus 15 : 20 -22
      "Karena sebagaimana dalam Adam semua mati, demikian juga dalam
      Kristus semua akan dihidupkan."
      Yohanes 10 : 16
      "Domba – domba lain" yang bukan saudara-saudara Kristus.
      Kisah Para Rasul 4 : 12
      Keselamatan hanya mungkin melalui korban Yesus.
      http://www.indonesia.faithfreedom.org/
      http://www.faithfreedom.org/
      www.akupercaya.com
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.