Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Festival Teluk Jailolo

Expand Messages
  • Ftj Mania
    Jailolo adalah nama sebuah kecamatan di wilayah Kabupaten Halmahera Barat, biasa disingkat dengan Halbar, merupakan salah satu kabupaten di propinsi Maluku
    Message 1 of 1 , Feb 28, 2010
    • 0 Attachment
      Jailolo adalah nama sebuah kecamatan
      di wilayah Kabupaten Halmahera Barat, biasa disingkat dengan Halbar, merupakan salah
      satu kabupaten di propinsi Maluku Utara. Kabupaten Halmahera Barat dimekarkan
      dari Kabupaten Maluku Utara sejak tahun 2003 lalu.

       

      Dalam rangka memperkenalkan potensi
      seni dan budaya milik Halmahera Barat yang begitu kaya dengan
      keunikan dari suku-suku asli yang masih tetap dilestarikan
      hingga saat ini, seperti suku sahu,dan potensi bawah lautnya yang merupakan
      kawasan segitiga coral (coral triangle) Indonesia  yang menjadi pusat keanekaragaman hayati laut
      dunia,Pemerintah Kabupaten Halmahera barat,
      Maluku Utara kembali mengadakan Festival
      Teluk Jailolo 2010 (FTJ 2010).

       

      FTJ 2010 yang tahun ini mengambil
      tema “COLOURFUL SEA OF GILOLO” adalah festival kedua yang diselenggarakan dengan konsep yang lebih
      menarik. Berdasarkan semangat membangun daerah secara bersama-sama, maka konsep
      festival kali ini melibatkan masyarakat secara utuh dan maksimal, keikutsertaan
      mereka berada dalam tingkat penyelenggara dan pengisi acara. Paduan dari
      beragam seni ini dibungkus dalam sebuah konsep baru pertunjukan, yang diberi
      nama  Theatre on the sea.

       

      Theatre on the sea, adalah program unggulan utama FTJ 2010. Pertunjukan teater diatas
      laut adalah sebuah konsep teater yang belum pernah ada di Indonesia bahkan
      dunia. Beberapa perahu nelayan akan membentuk konfigurasi tertentu hingga
      menjadi panggung “apung” lengkap dengan setting yang menggambarkan biota-biota
      laut dengan pendekatan realisme sesuai kebutuhan visual yang melakukan gerakan
      kinetik sesuai aslinya. Perubahan bentuk dari perahu ke biota laut diupayakan
      menggunakan bahan atau materi dari daerah setempat, sehingga semua sumber daya
      alam dan sumber daya manusia Halmahera Barat bersatu  mendukung terlaksananya pertunjukan yang
      orisinil , milik Halmahera Barat, yang juga milik Indonesia tentunya.

       

      Unsur seni tradisi Halmahera Barat juga akan menjadi
      bagian dari pertunjukan Theatre on the sea, seperti musik
      yanger, alat musik bambu tataruba, menuru dan tarian tradisional khas Halmahera
      Barat seperti Legu Salai, Sara dabi-dabi, tidak ketinggalan pula Horom Sasadu,
      acara makan bersama, sebuah kegiatan budaya, sebagai ungkapan rasa syukur atas
      panen yang melimpah. Kegiatan seni dan budaya ini adalah persembahan dari masyarakat tani kabupaten
      Halmahera Barat. Theatre
      on the sea sendiri akan
      berlangsung pada 29 Mei 2010 mulai pukul 15.00 WIT.

       

      Untuk itu
      masyarakat Teluk Jailolo akan diberikan pelatihan seni
      pertunjukan dengan unsur pemeranan, membangun artistik panggung, mengubah perahu ke dalam bentuk biota laut, musik, kostum serta
      bagaimana mengemas sebuah pertunjukan yang profesional dan menarik sehingga
      mampu menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri.

       

      Kegiatan pelatihan ini adalah sebuah
      rangsangan untuk memicu semangat dan kreatifitas masyarakat Halmahera barat
      agar di kemudian hari mereka dapat melakukan hal-hal kreatif bagi perkembangan
      diri, keluarga, lingkungan sekitar, daerah dan bangsa Indonesia secara luas.
      Jenis pelatihan ini adalah sesuatu
      yang menantang dan berbeda karena selama ini mereka sering diberikan pelatihan
      mengenai pertanian, perkebunan, pertambangan dan perikanan
      saja. Pelatihan
      seni yang diusung sekarang memberikan warna lain bagi masyarakat Halmahera
      Barat yang notabene memiliki jiwa seni yang kuat.

       

      Selama dua
      bulan lebih mereka akan mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut diatas dan pada puncak acara Festival Teluk Jailolo 2010, hasil karya mereka
      dalam pelatihan tersebut akan dipertunjukkan dalam Theatre on the sea.

       

      Festival ini
      akan diselenggarakan selama seminggu, sebelum puncak acara, panitia juga akan
      menyelenggarakan banyak kegiatan lain seperti penampilan seni dan budaya
      Halmahera Barat di desa- desa yang tersebar dalam wilayah Halmahera Barat dan berbagai lomba.

       

      Selain itu
      festival juga akan diramaikan oleh para penyelam dan fotografer dari berbagai
      daerah di Indonesia. Para fotografer akan mulai hunting dari tanggal 24 Mei
      2010, sedangkan kegiatan menyelam atau Fun
      Diving dilaksanakan pada tanggal 27 dan 28 Mei 2010. Fun Diving  akan
      menghadirkan Indonesian Diving Icon
      yaitu Nadine Chandrawinata yang bertujuan untuk memperkenalkan
      keindahan bawah laut Teluk Jailolo sebagai
      salah satu diving spot
      unggulan baru yang ada di timur Indonesia dan merupakan kawasan segitiga
      coral  (triangle coral). Acara
      ini juga diramaikan oleh ratusan peselam dari berbagai daerah Maluku Utara dan diluar
      Maluku Utara. 

       

      Keindahan alam dan keunikan budaya di
      Halmahera Barat juga menjadi sebuah potensi wisata para penghobi fotografi yang
      saat ini memiliki komunitas yang cukup besar di Indonesia, untuk itu panitia
      juga  menyelenggarakan program Photographer
      Hunting pada festival ini. Hasil karya fotografi yang telah dicetak
      dalam buku “Gorgeous Gilolo” rupanya menarik minat para pencinta fotografi
      untuk mengabadikan keindahan alam yang belum banyak diketahui komunitas
      tersebut dalam gambar. Rencananya untuk memberi motivasi bagi para fotografer
      juga akan dilaksanakan lomba fotografi dengan juri Yadi Yassin yang
      merupakan maestro dalam Landscape
      Photography.

       

      Dengan konsep wisata petualangan,
      PemKab berupaya memberikan sensasi khas dengan menyiapkan penginapan masyarakat
      desa yang terpilih untuk menjadi Homestay bagi tamu dan penonton festival dari
      luar Halmahera Barat. Homestay
      adalah bentuk lain dari keterlibatan masyarakat dalam festival ini, dengan
      tujuan meningkatkan sadar wisata dan menerapkankan Sapta Pesona. Pengunjung tidak perlu khawatir akan kenyamanan dan keramahan di Homestay,
      karena masyarakat Halmahera Barat secara umum dan Teluk Jailolo secara khusus
      telah dibekali pengetahuan mengenai bagaimana sebaiknya menerima tamu dan
      mengelola Homestay yang ramah, aman dan nyaman. Situasi dan kondisi
      masyarakat dan lingkungannya sangat kondusif bagi tamu yang ingin menginap,
      mereka memiliki sikap  terbuka dan ramah
      kepada  pendatang.

       

      Untuk menuju
      Teluk Jailolo tidaklah sulit, hanya memerlukan waktu 3 jam penerbangan dari Jakarta menuju
      Ternate, bisa juga dengan alternatif penerbangan via Makassar atau Manado
      menuju Ternate. Dari Pelabuhan Dufa Dufa di Kota Ternate, perjalanan dilanjutkan
      melalui jalur laut dengan menggunakan speed boat selama 40 menit. Jadi tunggu
      apalagi ? Sampai jumpa di FESTIVAL TELUK
      JAILOLO 2010.






      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.