Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Update BERBUSA 2004 VII

Expand Messages
  • Behind every great love is a great story
    1. Sampay Tanggal 30 Oktober 2004 Pukul 15.10 WILaban (Waktu Indonesia Lapangan Banteng), jumlah mata uang rupiah yang beredar dalam rangka Buka Puasa
    Message 1 of 12 , Nov 1, 2004
    • 0 Attachment
      1. Sampay Tanggal 30 Oktober 2004 Pukul 15.10 WILaban (Waktu
      Indonesia Lapangan Banteng), jumlah mata uang rupiah yang
      beredar dalam rangka Buka Puasa bareng Anak Yatim
      sebesar Rp 1.510.000,-
      dengan perincian sbb :

      1. PjZachri Rp 100.000,- (hadir)
      2. Bang Anwar Rp 100.000,- (hadir)
      3. Maryam Rp 30.000,-
      4. Siti Nurhaliza Rp 75.000,-
      5. hambaNya Rp 55.000,-
      6. NengNuy Rp 100.000,- (hadir)
      7. Hamba-Nya Rp 300.000,- (hadir)
      8. Eddi Tansil Rp 100.000,- (hadir)
      9. Rachmawati Rp 250.000,- (hadir)
      10. Agus Kurniawan Rp 100.000 (hadir)
      11. Dr. Hirlan Rp 200.000 (hadir)
      12. Teh Isni Suhisni Rp 100.000 (hadir)

      Sapa lagi....sappa laggii...mumpung abis gajiaannnn....
      dipilih..dipillih...

      2. Lokasi bakal calon Bukber adalah di Yayasan Amanah Jalan Kebon
      Mangga 1, Kebayoran Lama. (peta dan rute angkutan akan segera
      dipublikasikan oleh Sodara Titat)

      3. Sampay saat ini menu makanan berat untuk berbukber adalah :
      Nasi Putih, Nasi Goreng/Bakar, Sambel goreng Ati/kentang, Capsay,
      Kerupuk dan buah Jeruk/pisang. Menu tajilan belon dapat info dari
      sodari Deedee Dewi.

      4. Jumlah anak yatim yg akan berbuka bareng kita berjumlah 25-30
      orang dan 5 orang pengurus yayasan. Jumlah Bgundalz yg mo ikutan
      sampay saaat ini belum dapat ditentukan. Namun demikian untuk
      menjaga segala kemungkinan Nasi Kotak akan disediakan sebanyak 80
      kotak.

      5. Segala ide dan saran serta pencerahan dari temans ditunggu.


      BEUGEUNDALZ NEUWS CEUNTEUR

      BEUGEUNDALZ NEUWS CEUNTEUR



      "Entah mulainya kapan, tetapi sampai sekarang ini ada kecendrungan
      orang kepada simbol agama. Jadi, yang bersifat simbol lebih
      disukai daripada makna yang sesungguhnya.
      Buka puasa bersama itu kan seperti seremoni biasa saja. Tarawih
      sama-sama, berbuka sama-sama. Ramai-ramai dan itu sudah dikatakan
      syiar Islam. Tetapi yang perenungan kedalam itu saya enggak tahu
      apakah dilakukan juga. Sebab, kalau kita tidak melakukan
      perenungan kedalam, kita tidak mendapatkan kedekatan dengan
      Tuhan. Kalau tidak dekat dengan Tuhan, apa yang kita lakukan itu
      menjadi ritual belaka.
      Apa yang kita lakukan selama puasa menjadi semacam seremonial
      juga. Kita ramai-ramai berbuka puasa bersama. Apa yang kita
      dapat?sekedar ngumpul atau apa? Semestinya ada sesuatu yang
      lebih mulia yang kita dapatkan."
      (KH Achmad Mustofa Bisri, pada Kompas Minggu 24 Oktober 2004)
    • Biar Foto yang Ngibul
      Berdasarkan konfirmasi yang diterima oleh Pusat Tabulasi Begundalz, bahwasanya sampay tanggal 1 November 2004 Pukul 22.40 WICeng (Waktu Indonesia Cengkareng),
      Message 2 of 12 , Nov 1, 2004
      • 0 Attachment
        Berdasarkan konfirmasi yang diterima oleh Pusat Tabulasi Begundalz,
        bahwasanya sampay tanggal 1 November 2004 Pukul 22.40 WICeng (Waktu
        Indonesia Cengkareng), jumlah mata uang rupiah yang beredar dalam
        rangka Buka Puasa bareng Anak Yatim sebesar Rp 2.410.000,- , dengan
        perincian sbb :

        1. PjZachri Rp 100.000,- (hadir)
        2. Bang Anwar Rp 100.000,- (hadir)
        3. Maryam Rp 30.000,-
        4. Siti Nurhaliza Rp 75.000,-
        5. hambaNya Rp 55.000,-
        6. NengNuy Rp 100.000,- (hadir)
        7. Hamba-Nya Rp 300.000,- (hadir)
        8. Eddi Tansil Rp 100.000,- (hadir)
        9. Rachmawati Rp 250.000,- (hadir)
        10. Agus Kurniawan Rp 100.000,- (hadir)
        11. dr. Hirlan Rp 200.000,- (hadir)
        12. Teh Isni Suhisni Rp 100.000,- (hadir)
        13. dr. Herlita Haryono Rp 800.000,- (hadir)
        14. Yanyan Rp 100.000,- (hadir)

        Dont forget, bring your money to the Bank or any closest ATM, send it
        to BCA kcp Pasar Cikini atas nama :
        SABATH DILPA MARYO nomor rekening 305-130914-4, selambat-lambatnya
        pada tanggal 4 November 2004 (untuk transfer dari bank non BCA) atau
        tanggal 5 November 2004 (untuk transfer dari bank BCA) orrrrrrr....
        Dengan sukarela dan tulus menyerahkannya secara cash NO REBATES! pada
        hari Rabu tanggal 3 November 2004 sore hari/abis maghrib, kebetulan
        ada TM-TMan buat acara BERBUSA 2004.

        NB :
        Salah seorang teman kita Miss Ary, tadi siang menginformasikan
        bahwasanya ada temanya yg Insya Allah berniat dan bersedia membantu
        menyediakan bingkisan sembako. Do'akan saja agar niat tersebut dapat
        terealisasikan.


        BEUGEUNDALZ NEUWS CEUNTEUR



        "Entah mulainya kapan, tetapi sampai sekarang ini ada
        kecendrungan
        orang kepada simbol agama. Jadi, yang bersifat simbol lebih
        disukai daripada makna yang sesungguhnya.
        Buka puasa bersama itu kan seperti seremoni biasa saja. Tarawih
        sama-sama, berbuka sama-sama. Ramai-ramai dan itu sudah dikatakan
        syiar Islam. Tetapi yang perenungan kedalam itu saya enggak tahu
        apakah dilakukan juga. Sebab, kalau kita tidak melakukan
        perenungan kedalam, kita tidak mendapatkan kedekatan dengan
        Tuhan. Kalau tidak dekat dengan Tuhan, apa yang kita lakukan itu
        menjadi ritual belaka.
        Apa yang kita lakukan selama puasa menjadi semacam seremonial
        juga. Kita ramai-ramai berbuka puasa bersama. Apa yang kita
        dapat?sekedar ngumpul atau apa? Semestinya ada sesuatu yang
        lebih mulia yang kita dapatkan."
        (KH Achmad Mustofa Bisri, pada Kompas Minggu 24 Oktober 2004)
      • Biar Foto yang Ngibul
        Berdasarkan konfirmasi yang diterima oleh Pusat Tabulasi Begundalz, bahwasanya sampay tanggal 1 November 2004 Pukul 23.03 WICeng (Waktu Indonesia Cengkareng),
        Message 3 of 12 , Nov 1, 2004
        • 0 Attachment
          Berdasarkan konfirmasi yang diterima oleh Pusat Tabulasi Begundalz,
          bahwasanya sampay tanggal 1 November 2004 Pukul 23.03 WICeng (Waktu
          Indonesia Cengkareng), jumlah mata uang rupiah yang beredar dalam
          rangka Buka Puasa bareng Anak Yatim sebesar Rp 2.510.000,- , dengan
          perincian sbb :

          1. PjZachri Rp 100.000,- (hadir)
          2. Bang Anwar Rp 100.000,- (hadir)
          3. Maryam Rp 30.000,-
          4. Siti Nurhaliza Rp 75.000,-
          5. hambaNya Rp 55.000,-
          6. NengNuy Rp 100.000,- (hadir)
          7. Hamba-Nya Rp 300.000,- (hadir)
          8. Eddi Tansil Rp 100.000,- (hadir)
          9. Rachmawati Rp 250.000,- (hadir)
          10. Agus Kurniawan Rp 100.000,- (hadir)
          11. dr. Hirlan Rp 200.000,- (hadir)
          12. Teh Isni Suhisni Rp 100.000,- (hadir)
          13. dr. Herlita Haryono Rp 800.000,- (hadir)
          14. Yanyan Rp 100.000,- (hadir)
          15. Miss QQ Rp 100.000,- (hadir)

          Dont forget, bring your money to the Bank or any closest ATM, send it
          to BCA kcp Pasar Cikini atas nama :
          SABATH DILPA MARYO nomor rekening 305-130914-4, selambat-lambatnya
          pada tanggal 4 November 2004 (untuk transfer dari bank non BCA) atau
          tanggal 5 November 2004 (untuk transfer dari bank BCA) orrrrrrr....
          Dengan sukarela dan tulus menyerahkannya secara cash NO REBATES! pada
          hari Rabu tanggal 3 November 2004 sore hari/abis maghrib, kebetulan
          ada TM-TMan buat acara BERBUSA 2004.

          NB :
          Salah seorang teman kita Miss Ary, tadi siang menginformasikan
          bahwasanya ada temanya yg Insya Allah berniat dan bersedia membantu
          menyediakan bingkisan sembako. Do'akan saja agar niat tersebut dapat
          terealisasikan.


          BEUGEUNDALZ NEUWS CEUNTEUR



          "Entah mulainya kapan, tetapi sampai sekarang ini ada
          kecendrungan
          > orang kepada simbol agama. Jadi, yang bersifat simbol lebih
          > disukai daripada makna yang sesungguhnya.
          > Buka puasa bersama itu kan seperti seremoni biasa saja. Tarawih
          > sama-sama, berbuka sama-sama. Ramai-ramai dan itu sudah
          dikatakan
          > syiar Islam. Tetapi yang perenungan kedalam itu saya enggak
          tahu
          > apakah dilakukan juga. Sebab, kalau kita tidak melakukan
          > perenungan kedalam, kita tidak mendapatkan kedekatan dengan
          > Tuhan. Kalau tidak dekat dengan Tuhan, apa yang kita lakukan
          itu
          > menjadi ritual belaka.
          > Apa yang kita lakukan selama puasa menjadi semacam seremonial
          > juga. Kita ramai-ramai berbuka puasa bersama. Apa yang kita
          > dapat?sekedar ngumpul atau apa? Semestinya ada sesuatu yang
          > lebih mulia yang kita dapatkan."
          > (KH Achmad Mustofa Bisri, pada Kompas Minggu 24 Oktober 2004)
        • Behind every great love is a great story
          Berdasarkan konfirmasi yang diterima oleh Pusat Tabulasi Begundalz, bahwasanya sampay tanggal 2 November 2004 Pukul 14.10 WIL (Waktu Indonesia
          Message 4 of 12 , Nov 1, 2004
          • 0 Attachment
            Berdasarkan konfirmasi yang diterima oleh Pusat Tabulasi Begundalz,
            bahwasanya sampay tanggal 2 November 2004 Pukul 14.10 WIL (Waktu
            Indonesia lapanganBanteng), jumlah mata uang rupiah yang beredar
            dalam rangka Buka Puasa bareng Anak Yatim sebesar Rp 2.560.000,- ,
            dengan perincian sbb :

            1. PjZachri Rp 100.000,- (hadir)
            2. Bang Anwar Rp 100.000,- (hadir)
            3. Maryam Rp 30.000,-
            4. Siti Nurhaliza Rp 75.000,-
            5. hambaNya Rp 55.000,-
            6. NengNuy Rp 100.000,- (hadir)
            7. Hamba-Nya Rp 300.000,- (hadir)
            8. Eddi Tansil Rp 100.000,- (hadir)
            9. Rachmawati Rp 250.000,- (hadir)
            10. Agus Kurniawan Rp 100.000,- (hadir)
            11. dr. Hirlan Rp 200.000,- (hadir)
            12. Teh Isni Suhisni Rp 100.000,- (hadir)
            13. dr. Herlita Haryono Rp 800.000,- (hadir)
            14. Yanyan Rp 100.000,- (hadir)
            15. Miss QQ Rp 100.000,- (hadir)
            16. Miss Ery Kuniarsih Rp 50.000,- (hadir)

            OKs Dals....Dont forget, bring your money to the Bank or any
            closest ATM, send it to BCA kcp Pasar Cikini atas nama :
            SABATH DILPA MARYO nomor rekening 305-130914-4, selambat-lambatnya
            pada tanggal 4 November 2004 (untuk transfer dari bank non BCA)
            ataw tanggal 5 November 2004 (untuk transfer dari bank BCA)
            orrrrrrr....
            Dengan sukarela dan tulus menyerahkannya secara cash NO REBATES!
            pada hari Rabu tanggal 3 November 2004 sore hari/abis maghrib,
            kebetulan ada TM-TMan buat acara BERBUSA 2004.



            BEUGEUNDALZ NEUWS CEUNTEUR



            "Entah mulainya kapan, tetapi sampai sekarang ini ada
            kecendrungan
            orang kepada simbol agama. Jadi, yang bersifat simbol lebih
            disukai daripada makna yang sesungguhnya.
            Buka puasa bersama itu kan seperti seremoni biasa saja. Tarawih
            sama-sama, berbuka sama-sama. Ramai-ramai dan itu sudah
            dikatakan
            syiar Islam. Tetapi yang perenungan kedalam itu saya enggak
            tahu
            apakah dilakukan juga. Sebab, kalau kita tidak melakukan
            perenungan kedalam, kita tidak mendapatkan kedekatan dengan
            Tuhan. Kalau tidak dekat dengan Tuhan, apa yang kita lakukan
            itu
            menjadi ritual belaka.
            Apa yang kita lakukan selama puasa menjadi semacam seremonial
            juga. Kita ramai-ramai berbuka puasa bersama. Apa yang kita
            dapat?sekedar ngumpul atau apa? Semestinya ada sesuatu yang
            lebih mulia yang kita dapatkan."
            (KH Achmad Mustofa Bisri, pada Kompas Minggu 24 Oktober 2004)
          • Behind every great love is a great story
            Berdasarkan konfirmasi yang diterima oleh Pusat Tabulasi Begundalz, bahwasanya sampay tanggal 2 November 2004 Pukul 14.15 WIL (Waktu Indonesia
            Message 5 of 12 , Nov 1, 2004
            • 0 Attachment
              Berdasarkan konfirmasi yang diterima oleh Pusat Tabulasi Begundalz,
              bahwasanya sampay tanggal 2 November 2004 Pukul 14.15 WIL (Waktu
              Indonesia lapanganBanteng), jumlah mata uang rupiah yang beredar
              dalam rangka Buka Puasa bareng Anak Yatim sebesar Rp 2.610.000,- ,
              dengan perincian sbb :

              1. PjZachri Rp 100.000,- (hadir)
              2. Bang Anwar Rp 100.000,- (hadir)
              3. Maryam Rp 30.000,-
              4. Siti Nurhaliza Rp 75.000,-
              5. hambaNya Rp 55.000,-
              6. NengNuy Rp 100.000,- (hadir)
              7. Hamba-Nya Rp 300.000,- (hadir)
              8. Eddi Tansil Rp 100.000,- (hadir)
              9. Rachmawati Rp 250.000,- (hadir)
              10. Agus Kurniawan Rp 100.000,- (hadir)
              11. dr. Hirlan Rp 200.000,- (hadir)
              12. Teh Isni Suhisni Rp 100.000,- (hadir)
              13. dr. Herlita Haryono Rp 800.000,- (hadir)
              14. Yanyan Rp 100.000,- (hadir)
              15. Miss QQ Rp 100.000,- (hadir)
              16. Miss Ery Kuniarsih Rp 50.000,- (hadir)
              17. Miss Onenk Rp 50.000,-

              OKs Dals....Dont forget, bring your money to the Bank or any
              closest ATM, send it to BCA kcp Pasar Cikini atas nama :
              SABATH DILPA MARYO nomor rekening 305-130914-4, selambat-lambatnya
              pada tanggal 4 November 2004 (untuk transfer dari bank non BCA)
              ataw tanggal 5 November 2004 (untuk transfer dari bank BCA)
              orrrrrrr....
              Dengan sukarela dan tulus menyerahkannya secara cash NO REBATES!
              pada hari Rabu tanggal 3 November 2004 sore hari/abis maghrib,
              kebetulan ada TM-TMan buat acara BERBUSA 2004.



              BEUGEUNDALZ NEUWS CEUNTEUR



              "Entah mulainya kapan, tetapi sampai sekarang ini ada
              kecendrungan
              orang kepada simbol agama. Jadi, yang bersifat simbol lebih
              disukai daripada makna yang sesungguhnya.
              Buka puasa bersama itu kan seperti seremoni biasa saja. Tarawih
              sama-sama, berbuka sama-sama. Ramai-ramai dan itu sudah
              dikatakan
              syiar Islam. Tetapi yang perenungan kedalam itu saya enggak
              tahu
              apakah dilakukan juga. Sebab, kalau kita tidak melakukan
              perenungan kedalam, kita tidak mendapatkan kedekatan dengan
              Tuhan. Kalau tidak dekat dengan Tuhan, apa yang kita lakukan
              itu
              menjadi ritual belaka.
              Apa yang kita lakukan selama puasa menjadi semacam seremonial
              juga. Kita ramai-ramai berbuka puasa bersama. Apa yang kita
              dapat?sekedar ngumpul atau apa? Semestinya ada sesuatu yang
              lebih mulia yang kita dapatkan."
              (KH Achmad Mustofa Bisri, pada Kompas Minggu 24 Oktober 2004)
            • Behind every great love is a great story
              Berdasarkan konfirmasi yang diterima oleh Pusat Tabulasi Begundalz, bahwasanya sampay tanggal 2 November 2004 Pukul 14.15 WIL (Waktu Indonesia
              Message 6 of 12 , Nov 2, 2004
              • 0 Attachment
                Berdasarkan konfirmasi yang diterima oleh Pusat Tabulasi Begundalz,
                bahwasanya sampay tanggal 2 November 2004 Pukul 14.15 WIL (Waktu
                Indonesia lapanganBanteng), jumlah mata uang rupiah yang beredar
                dalam rangka Buka Puasa bareng Anak Yatim sebesar Rp 2.750.000,- ,
                dengan perincian sbb :

                1. PjZachri Rp 100.000,- (hadir)
                2. Bang Anwar Rp 100.000,- (hadir)
                3. Maryam Rp 30.000,-
                4. Siti Nurhaliza Rp 75.000,-
                5. hambaNya Rp 55.000,-
                6. NengNuy Rp 100.000,- (hadir)
                7. Hamba-Nya Rp 300.000,- (hadir)
                8. Eddi Tansil Rp 100.000,- (hadir)
                9. Rachmawati Rp 250.000,- (hadir)
                10. Agus Kurniawan Rp 100.000,- (hadir)
                11. dr. Hirlan Rp 200.000,- (hadir)
                12. Teh Isni Suhisni Rp 100.000,- (hadir)
                13. dr. Herlita Haryono Rp 800.000,- (hadir)
                14. Yanyan Rp 100.000,- (hadir)
                15. Miss QQ Rp 100.000,- (hadir)
                16. Miss Ery Kuniarsih Rp 50.000,- (hadir)
                17. Misses Onenk Rp 50.000,-
                18. Hamba Allah Rp 40.000,-
                19. Bu Yayah Rp 100.000,-

                OKs Dals....Dont forget, bring your money to the Bank or any
                closest ATM, send it to BCA kcp Pasar Cikini atas nama :
                SABATH DILPA MARYO nomor rekening 305-130914-4, selambat-lambatnya
                pada tanggal 4 November 2004 (untuk transfer dari bank non BCA)
                ataw tanggal 5 November 2004 (untuk transfer dari bank BCA)
                orrrrrrr....
                Dengan sukarela dan tulus menyerahkannya secara cash NO REBATES!
                pada hari Rabu tanggal 3 November 2004 sore hari/abis maghrib,
                kebetulan ada TM-TMan buat acara BERBUSA 2004.




                BEUGEUNDALZ NEUWS CEUNTEUR



                "Entah mulainya kapan, tetapi sampai sekarang ini ada
                kecendrungan
                orang kepada simbol agama. Jadi, yang bersifat simbol lebih
                disukai daripada makna yang sesungguhnya.
                Buka puasa bersama itu kan seperti seremoni biasa saja. Tarawih
                sama-sama, berbuka sama-sama. Ramai-ramai dan itu sudah
                dikatakan
                syiar Islam. Tetapi yang perenungan kedalam itu saya enggak
                tahu
                apakah dilakukan juga. Sebab, kalau kita tidak melakukan
                perenungan kedalam, kita tidak mendapatkan kedekatan dengan
                Tuhan. Kalau tidak dekat dengan Tuhan, apa yang kita lakukan
                itu
                menjadi ritual belaka.
                Apa yang kita lakukan selama puasa menjadi semacam seremonial
                juga. Kita ramai-ramai berbuka puasa bersama. Apa yang kita
                dapat?sekedar ngumpul atau apa? Semestinya ada sesuatu yang
                lebih mulia yang kita dapatkan."
                (KH Achmad Mustofa Bisri, pada Kompas Minggu 24 Oktober 2004)
              • Behind every great love is a great story
                Berdasarkan konfirmasi yang diterima oleh Pusat Tabulasi Begundalz, bahwasanya sampay tanggal 2 November 2004 Pukul 14.15 WIL (Waktu Indonesia
                Message 7 of 12 , Nov 2, 2004
                • 0 Attachment
                  Berdasarkan konfirmasi yang diterima oleh Pusat Tabulasi Begundalz,
                  bahwasanya sampay tanggal 2 November 2004 Pukul 14.15 WIL (Waktu
                  Indonesia lapanganBanteng), jumlah mata uang rupiah yang beredar
                  dalam rangka Buka Puasa bareng Anak Yatim sebesar Rp 2.750.000,- ,
                  dengan perincian sbb :

                  1. PjZachri Rp 100.000,- (hadir)
                  2. Bang Anwar Rp 100.000,- (hadir)
                  3. Maryam Rp 30.000,-
                  4. Siti Nurhaliza Rp 75.000,-
                  5. hambaNya Rp 55.000,-
                  6. NengNuy Rp 100.000,- (hadir)
                  7. Hamba-Nya Rp 300.000,- (hadir)
                  8. Eddi Tansil Rp 100.000,- (hadir)
                  9. Rachmawati Rp 250.000,- (hadir)
                  10. Agus Kurniawan Rp 100.000,- (hadir)
                  11. dr. Hirlan Rp 200.000,- (hadir)
                  12. Teh Isni Suhisni Rp 100.000,- (hadir)
                  13. dr. Herlita Haryono Rp 800.000,- (hadir)
                  14. Yanyan Rp 100.000,- (hadir)
                  15. Miss QQ Rp 100.000,- (hadir)
                  16. Miss Ery Kuniarsih Rp 50.000,- (hadir)
                  17. Misses Onenk Rp 50.000,-
                  18. Hamba Allah Rp 40.000,-
                  19. Bu Yayah Rp 100.000,-

                  OKs Dals....Dont forget, bring your money to the Bank or any
                  closest ATM, send it to BCA kcp Pasar Cikini atas nama :
                  SABATH DILPA MARYO nomor rekening 305-130914-4, selambat-lambatnya
                  pada tanggal 4 November 2004 (untuk transfer dari bank non BCA)
                  ataw tanggal 5 November 2004 (untuk transfer dari bank BCA)
                  orrrrrrr....
                  Dengan sukarela dan tulus menyerahkannya secara cash NO REBATES!
                  pada hari Rabu tanggal 3 November 2004 sore hari/abis maghrib,
                  kebetulan ada TM-TMan buat acara BERBUSA 2004.




                  BEUGEUNDALZ NEUWS CEUNTEUR



                  "Entah mulainya kapan, tetapi sampai sekarang ini ada
                  kecendrungan
                  orang kepada simbol agama. Jadi, yang bersifat simbol lebih
                  disukai daripada makna yang sesungguhnya.
                  Buka puasa bersama itu kan seperti seremoni biasa saja. Tarawih
                  sama-sama, berbuka sama-sama. Ramai-ramai dan itu sudah
                  dikatakan
                  syiar Islam. Tetapi yang perenungan kedalam itu saya enggak
                  tahu
                  apakah dilakukan juga. Sebab, kalau kita tidak melakukan
                  perenungan kedalam, kita tidak mendapatkan kedekatan dengan
                  Tuhan. Kalau tidak dekat dengan Tuhan, apa yang kita lakukan
                  itu
                  menjadi ritual belaka.
                  Apa yang kita lakukan selama puasa menjadi semacam seremonial
                  juga. Kita ramai-ramai berbuka puasa bersama. Apa yang kita
                  dapat?sekedar ngumpul atau apa? Semestinya ada sesuatu yang
                  lebih mulia yang kita dapatkan."
                  (KH Achmad Mustofa Bisri, pada Kompas Minggu 24 Oktober 2004)
                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.