Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [otomotif-l] Pulau sempu malang ....

Expand Messages
  • agus
    Kalau di bromo hotel yang bagus dimana om Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT ... From: djadi Sender:
    Message 1 of 58 , Jan 12, 2013
    • 0 Attachment
      Kalau di bromo hotel yang bagus dimana om
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

      From: djadi <djadi.milis1@...>
      Sender: otomotif-l@yahoogroups.com
      Date: Fri, 11 Jan 2013 22:33:53 +0700
      To: <otomotif-l@yahoogroups.com>
      ReplyTo: otomotif-l@yahoogroups.com
      Subject: Re: [otomotif-l] Pulau sempu malang ....

       

      Dari Sempu kudu lanjut ke Bromo.

      Bromo 1 dari 8 gunung terbaik di dunia.
      Jangan mati dulu sebelum lihat Bromo.

      (((((((((((( BLAR ))))))))))))

      On Jan 11, 2013 10:29 PM, "M Wahab S" <b700ms@...> wrote:
       

      Wah gaswat .....
      Ane terpesona oleh gambar ini bos


      From: Abdullah Eli <eljabbar@...>
      Date: Fri, 11 Jan 2013 20:24:54 +0700
      Subject: Re: [otomotif-l] Pulau sempu malang ....

       

      Inilah Kronologis Ditemukan Pasutri Hilang di Sempu

      Malang(beritajatim.com) - Seperti apa proses ditemukannya pasangan suami istri (Pasutri) yang tersesat di Pulau Sempu Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang? Inilah kronologisnya.

      Sabtu (29/12/2012) pagi sekira pukul 07.00 wib, Tim SAR Gabungan sudah mulai melakukan persiapan. Tim SAR dari berbagai elemen seperti TNI AL, Satpolair Sendangbiru, Polsek Sumbermanjing Wetan, PMI Kabupaten Malang, Rescue Malang Selatan dan sejumlah relawan, dibagi menjadi empat tim.

      Satu jam kemudian, mereka pun diberangkatkan dari pinggir pantai sendangbiru menggunakan perahu nelayan dan perahu karet. Tim pencarian disebar. Ada yang menyisir ke selatan, timur dan utara mengitari lautan yang mengelilingi pulau sempu. Sebagian SAR darat, menerobos masuk ke sempu setelah lebih dulu merapatkan perahu dipinggir pasir putih sempu.

      Jalur darat, terbilang cukup berat. Petugas rescue, harus berjalan kaki menerobos hutan sempu dengan kondisi jalan yang berlumpur. Kesulitan jalan darat ini membuat tim pencari harus jatuh bangun untuk bisa masuk hingga kedalam hutan dan sekitar segara anakan.

      Tak beda dengan jalur darat, jalur penyisiran lewat laut sama-sama beratnya. Terlebih, hadangan gelombang tinggi yang tidak seperti biasanya, membuat petugas SAR harus ekstra hati-hati. Menyisir lewat laut juga tidak serta merta bisa menepikan perahu sembarangan ke bibir pulau sempu.

      Mengingat, kedalaman tepi pantai disempu, tidak bisa diprediksi. Salah perhitungan ditambah debur ombak besar, bisa menyeret perahu hingga menabrak karang-karang disekitar sempu. Nah, siapa Tim SAR yang berhasil menemukan dua pasutri tersesat itu?

      Adalah rombongan SAR Gabungan yang diisi sebagaian besar warga Desa Sendangbiru. Menggunakan perahu jenis tambang, ada 7 orang didalam perahu tersebut. Mereka adalah Babinsa Koramil Sumbermanjing Wetan Kopral Kepala Suharto, Kepala Dusun Sendangbiru Satoto, Yudi, Eryo, Suwarno, Sani dan Ariyadi.

      Kelima nama terakhir adalah warga sendangbiru yang sehari-hari, bekerja sebagai nelayan. Dengan sukarela, mereka turut melakukan penyisiran menggunakan perahu tambang milik Suwarno. Mengarah ke selatan hingga laut lepas, perahu yang mereka tumpangi, sempat terombang-ambing akibat hempasan ombak cukup besar saat coba menepikan perahu disekitar pulau sempu.

      "Ombak sangat besar. Tidak seperti biasanya mas. Sehingga, perahu kami tidak bisa dibawa menepi ke sempu," kenang Satoto, Kepala Dusun Sendangbiru sekaligus tim penemu dua pasutri yang tersesat, Minggu (29/12/2012).

      Pada beritajatim.com, Satoto menceritakan, dua jam lebih berputar-putar ditengah laut, dirinya sempat melihat ada bayangan orang yang melambai-lambai. Setelah dipastikan dua orang itu manusia, perahu coba sedikit dirapatkan ke bibir pantai sempu.

      Kopral Kepala Suharto yang turut dalam rombongan coba meneriakkan suara. Tujuannya, agar didengar dua orang yang berdiri diatas bukit pulau sempu."Setelah perahu agak mendekat, saya minta kedua orang yang berdiri diatas bukit menggerakkan tanda seperti mengangkat ranting atau kayu. Ternyata, mereka adalah dua orang suvivor yang memang sedang kita cari," terang Suharto.

      Yakin dua korban sudah diketahui keberadaanya, perahu dengan sekuat tenaga coba dikendalikan agar bisa merapat. Namun, ombak besar terus menghadang dan menghempaskan perahu. Tak punya pilihan lagi, dua orang tim yang ada diperahu, memutuskan untuk berenang untuk bisa sampai didaratan sempu.

      "Karena perahu masih belum bisa merapat, saya dan Yudi akhirnya nyebur ke laut. Kita berenang untuk bisa sampai didaratan pulau sempu," kenang Satoto.

      Atas keberanian Yudi dan Satoto inilah, korban tersesat akhirnya bisa ditemukan selamat. Hanya saja, meski berhasil sampai daratan sempu, tugas super berat masih menghadang keduanya. Titik korban yang berada diatas bukit karang setinggi 100 meter, membuat Yudi dan Satoto tak punya cara lain untuk merayap naik.

      Tanpa dilengkapi peralatan laiknya climbing atau panjang tebing, kedua warga akhirnya merayap ditebing-tebing padas. "Kami harus merayap. Salah memanjat, bisa jatuh dan mati. Soalnya, bukit yang kami panjat cukup tinggi ternyata," tutur Satoto.

      Bukan pekerjaan mudah merayapi bukit tanpa dilengkapi peralatan memadai dan perbekalan. Ditengah-tengah tebing yang dipanjat, keduanya nyaris patah semangat. "Sampai ditengah tebing, kami seperti kehabisan oksigen. Tenaga sudah lemas tidak karuan mas," ucapnya.

      Namun, kerja keras Yudi dan Satoto akhirnya membuahkan hasil. Keduanya bisa meraih titik dimana dua pasutri itu berdiam diri. "Setelah itu, saya sempat tanyakan pada dua korban. Apakah mereka masih punya tenaga. Kalau menuruni tebing, jelas tidak mungkin. Karena saat itu, saya melihat survivor laki-laki banyak mengalami luka-luka," terang Satoto.

      Beberapa saat ngobrol dengan dua korban, teknis keluar dari pulau sempu akhirnya diputuskan dengan cara, menuruni bukit. "Dua korban setuju menuruni bukit. Alasannya, mereka sudah terbiasa lecet dan jatuh selama mencari jalan keluar. Kalau pilih lewat jalan darat hutan sempu, mereka justru tidak sanggup. Selain jaraknya memutar dan jauh,  tenaga korban sudah habis," tegasnya.

      Sekitar pukul 10.25 wib, dua korban dan dua tim pencari mulai menuruni tebing sempu. Posisi perahu, masih berada 200 meter dari bibir pantai sempu. Perahu tidak bisa menepi karena ombak besar. Pelan namun pasti, sisa-sisa tenaga dua survivor patut diacungi jempol. Lebih dari satu jam menuruni tebing, mereka berempat akhirnya selamat.

      Langkah selanjutnya adalah, bagaimana cara termudah untuk sampai diperahu. Karena ombak tidak kunjung surut, Yudi, Satoto dan Meliana (istri Pasine-red), terpaksa nyebur ke laut. Mereka berenang untuk membawa Meliana bisa selamat hingga perahu. Ditengah upaya itu, kondisi laut yang mulai tenang, perahu akhirnya berhasil menepi ke pasir pulau sempu.

      "Bu Meli terpaksa berenang. Sedang suaminya, menunggu ditepi. Hal itu kami lakukan karena perahu terhalang ombak besar untuk menepi," tutur Satoto.

      Pasine yang tangan dan kakinya banyak mengalami luka lecet dan memar akhirnya diboyong ke perahu. Memastikan dua survivor selamat, perahu akhirnya balik kanan dan tiba di pinggir pantai sendangbiru sekira pukul 11.45 wib hari Sabtu (29/12/2012).

      Tangis haru pun pecah saat dua survivor ditemukan selamat. Sejumlah keluarga Pasine, tak kuasa menyembunyikan rasa bahagia. "Ini saya salah. Saya sombong selama di sempu," kata Pasine dengan mata berkaca-kaca.

      Ia menambahkan, kami ke sempu bersama anak dan kerabat. "Ini pengalaman tak terlupakan bagi kami. Setelah dari sempu, kami akan melanjutkan berlibur ke Jogya dulu sebelum pulang ke Bandung," tutup Pasine yang tak henti-hentinya mengucap kata terima kasih pada semua Tim SAR yang turut mencari keberadaanya selama tersesat di pulau sempu.[yog/ted]



      2013/1/11 M Wahab S <b700ms@...>
       

      Pingin tanya ... Gimana caranya kesana ?
      Bagus enggak ?

      TIA

      Shinta

      Leni


    • agus
      Kalau di bromo hotel yang bagus dimana om Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT ... From: djadi Sender:
      Message 58 of 58 , Jan 12, 2013
      • 0 Attachment
        Kalau di bromo hotel yang bagus dimana om
        Sent from my BlackBerry®
        powered by Sinyal Kuat INDOSAT

        From: djadi <djadi.milis1@...>
        Sender: otomotif-l@yahoogroups.com
        Date: Fri, 11 Jan 2013 22:33:53 +0700
        To: <otomotif-l@yahoogroups.com>
        ReplyTo: otomotif-l@yahoogroups.com
        Subject: Re: [otomotif-l] Pulau sempu malang ....

         

        Dari Sempu kudu lanjut ke Bromo.

        Bromo 1 dari 8 gunung terbaik di dunia.
        Jangan mati dulu sebelum lihat Bromo.

        (((((((((((( BLAR ))))))))))))

        On Jan 11, 2013 10:29 PM, "M Wahab S" <b700ms@...> wrote:
         

        Wah gaswat .....
        Ane terpesona oleh gambar ini bos


        From: Abdullah Eli <eljabbar@...>
        Date: Fri, 11 Jan 2013 20:24:54 +0700
        Subject: Re: [otomotif-l] Pulau sempu malang ....

         

        Inilah Kronologis Ditemukan Pasutri Hilang di Sempu

        Malang(beritajatim.com) - Seperti apa proses ditemukannya pasangan suami istri (Pasutri) yang tersesat di Pulau Sempu Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang? Inilah kronologisnya.

        Sabtu (29/12/2012) pagi sekira pukul 07.00 wib, Tim SAR Gabungan sudah mulai melakukan persiapan. Tim SAR dari berbagai elemen seperti TNI AL, Satpolair Sendangbiru, Polsek Sumbermanjing Wetan, PMI Kabupaten Malang, Rescue Malang Selatan dan sejumlah relawan, dibagi menjadi empat tim.

        Satu jam kemudian, mereka pun diberangkatkan dari pinggir pantai sendangbiru menggunakan perahu nelayan dan perahu karet. Tim pencarian disebar. Ada yang menyisir ke selatan, timur dan utara mengitari lautan yang mengelilingi pulau sempu. Sebagian SAR darat, menerobos masuk ke sempu setelah lebih dulu merapatkan perahu dipinggir pasir putih sempu.

        Jalur darat, terbilang cukup berat. Petugas rescue, harus berjalan kaki menerobos hutan sempu dengan kondisi jalan yang berlumpur. Kesulitan jalan darat ini membuat tim pencari harus jatuh bangun untuk bisa masuk hingga kedalam hutan dan sekitar segara anakan.

        Tak beda dengan jalur darat, jalur penyisiran lewat laut sama-sama beratnya. Terlebih, hadangan gelombang tinggi yang tidak seperti biasanya, membuat petugas SAR harus ekstra hati-hati. Menyisir lewat laut juga tidak serta merta bisa menepikan perahu sembarangan ke bibir pulau sempu.

        Mengingat, kedalaman tepi pantai disempu, tidak bisa diprediksi. Salah perhitungan ditambah debur ombak besar, bisa menyeret perahu hingga menabrak karang-karang disekitar sempu. Nah, siapa Tim SAR yang berhasil menemukan dua pasutri tersesat itu?

        Adalah rombongan SAR Gabungan yang diisi sebagaian besar warga Desa Sendangbiru. Menggunakan perahu jenis tambang, ada 7 orang didalam perahu tersebut. Mereka adalah Babinsa Koramil Sumbermanjing Wetan Kopral Kepala Suharto, Kepala Dusun Sendangbiru Satoto, Yudi, Eryo, Suwarno, Sani dan Ariyadi.

        Kelima nama terakhir adalah warga sendangbiru yang sehari-hari, bekerja sebagai nelayan. Dengan sukarela, mereka turut melakukan penyisiran menggunakan perahu tambang milik Suwarno. Mengarah ke selatan hingga laut lepas, perahu yang mereka tumpangi, sempat terombang-ambing akibat hempasan ombak cukup besar saat coba menepikan perahu disekitar pulau sempu.

        "Ombak sangat besar. Tidak seperti biasanya mas. Sehingga, perahu kami tidak bisa dibawa menepi ke sempu," kenang Satoto, Kepala Dusun Sendangbiru sekaligus tim penemu dua pasutri yang tersesat, Minggu (29/12/2012).

        Pada beritajatim.com, Satoto menceritakan, dua jam lebih berputar-putar ditengah laut, dirinya sempat melihat ada bayangan orang yang melambai-lambai. Setelah dipastikan dua orang itu manusia, perahu coba sedikit dirapatkan ke bibir pantai sempu.

        Kopral Kepala Suharto yang turut dalam rombongan coba meneriakkan suara. Tujuannya, agar didengar dua orang yang berdiri diatas bukit pulau sempu."Setelah perahu agak mendekat, saya minta kedua orang yang berdiri diatas bukit menggerakkan tanda seperti mengangkat ranting atau kayu. Ternyata, mereka adalah dua orang suvivor yang memang sedang kita cari," terang Suharto.

        Yakin dua korban sudah diketahui keberadaanya, perahu dengan sekuat tenaga coba dikendalikan agar bisa merapat. Namun, ombak besar terus menghadang dan menghempaskan perahu. Tak punya pilihan lagi, dua orang tim yang ada diperahu, memutuskan untuk berenang untuk bisa sampai didaratan sempu.

        "Karena perahu masih belum bisa merapat, saya dan Yudi akhirnya nyebur ke laut. Kita berenang untuk bisa sampai didaratan pulau sempu," kenang Satoto.

        Atas keberanian Yudi dan Satoto inilah, korban tersesat akhirnya bisa ditemukan selamat. Hanya saja, meski berhasil sampai daratan sempu, tugas super berat masih menghadang keduanya. Titik korban yang berada diatas bukit karang setinggi 100 meter, membuat Yudi dan Satoto tak punya cara lain untuk merayap naik.

        Tanpa dilengkapi peralatan laiknya climbing atau panjang tebing, kedua warga akhirnya merayap ditebing-tebing padas. "Kami harus merayap. Salah memanjat, bisa jatuh dan mati. Soalnya, bukit yang kami panjat cukup tinggi ternyata," tutur Satoto.

        Bukan pekerjaan mudah merayapi bukit tanpa dilengkapi peralatan memadai dan perbekalan. Ditengah-tengah tebing yang dipanjat, keduanya nyaris patah semangat. "Sampai ditengah tebing, kami seperti kehabisan oksigen. Tenaga sudah lemas tidak karuan mas," ucapnya.

        Namun, kerja keras Yudi dan Satoto akhirnya membuahkan hasil. Keduanya bisa meraih titik dimana dua pasutri itu berdiam diri. "Setelah itu, saya sempat tanyakan pada dua korban. Apakah mereka masih punya tenaga. Kalau menuruni tebing, jelas tidak mungkin. Karena saat itu, saya melihat survivor laki-laki banyak mengalami luka-luka," terang Satoto.

        Beberapa saat ngobrol dengan dua korban, teknis keluar dari pulau sempu akhirnya diputuskan dengan cara, menuruni bukit. "Dua korban setuju menuruni bukit. Alasannya, mereka sudah terbiasa lecet dan jatuh selama mencari jalan keluar. Kalau pilih lewat jalan darat hutan sempu, mereka justru tidak sanggup. Selain jaraknya memutar dan jauh,  tenaga korban sudah habis," tegasnya.

        Sekitar pukul 10.25 wib, dua korban dan dua tim pencari mulai menuruni tebing sempu. Posisi perahu, masih berada 200 meter dari bibir pantai sempu. Perahu tidak bisa menepi karena ombak besar. Pelan namun pasti, sisa-sisa tenaga dua survivor patut diacungi jempol. Lebih dari satu jam menuruni tebing, mereka berempat akhirnya selamat.

        Langkah selanjutnya adalah, bagaimana cara termudah untuk sampai diperahu. Karena ombak tidak kunjung surut, Yudi, Satoto dan Meliana (istri Pasine-red), terpaksa nyebur ke laut. Mereka berenang untuk membawa Meliana bisa selamat hingga perahu. Ditengah upaya itu, kondisi laut yang mulai tenang, perahu akhirnya berhasil menepi ke pasir pulau sempu.

        "Bu Meli terpaksa berenang. Sedang suaminya, menunggu ditepi. Hal itu kami lakukan karena perahu terhalang ombak besar untuk menepi," tutur Satoto.

        Pasine yang tangan dan kakinya banyak mengalami luka lecet dan memar akhirnya diboyong ke perahu. Memastikan dua survivor selamat, perahu akhirnya balik kanan dan tiba di pinggir pantai sendangbiru sekira pukul 11.45 wib hari Sabtu (29/12/2012).

        Tangis haru pun pecah saat dua survivor ditemukan selamat. Sejumlah keluarga Pasine, tak kuasa menyembunyikan rasa bahagia. "Ini saya salah. Saya sombong selama di sempu," kata Pasine dengan mata berkaca-kaca.

        Ia menambahkan, kami ke sempu bersama anak dan kerabat. "Ini pengalaman tak terlupakan bagi kami. Setelah dari sempu, kami akan melanjutkan berlibur ke Jogya dulu sebelum pulang ke Bandung," tutup Pasine yang tak henti-hentinya mengucap kata terima kasih pada semua Tim SAR yang turut mencari keberadaanya selama tersesat di pulau sempu.[yog/ted]



        2013/1/11 M Wahab S <b700ms@...>
         

        Pingin tanya ... Gimana caranya kesana ?
        Bagus enggak ?

        TIA

        Shinta

        Leni


      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.