Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [otomotif-l] GP F1

Expand Messages
  • jsuyono@email.ypf.com.ar
    Mas Andy maupun Roby...anda benar. Saya itu sebetulnya kurang begitu suka GP F1, tetapi ketika saya kesal ngeliat bola, iseng saya pindah channel dan pas
    Message 1 of 21 , Aug 28, 2000
    • 0 Attachment
      Mas Andy maupun Roby...anda benar. Saya itu sebetulnya kurang begitu suka GP F1,
      tetapi ketika saya kesal ngeliat bola, iseng saya pindah channel dan pas adegan
      salip menyalip itu..dan...wowowowow...hebat. Koq bisa ya ?
    • Bharoto Winardi Soeprono, YB2WW
      Apakah anda menjagokan atau tidak Mika Hakkinen, kita tetap harus angkat topi dengan performa dia. Rasanya Mika Hakkinen pada paruh akhir kompetisi tahun 2000
      Message 2 of 21 , Aug 28, 2000
      • 0 Attachment
        Apakah anda menjagokan atau tidak Mika Hakkinen, kita tetap harus angkat topi dengan
        performa dia. Rasanya Mika Hakkinen pada paruh akhir kompetisi tahun 2000 ini telah
        sampai di puncak penampilannya. Lihatlah bagaimana dia berhasil melakukan dua kali
        'keajaiban start' dan kini ada satu hal monumental lagi, yaitu bagaimana Mika Hakkinen
        bisa melibas sekaligus Mika Salo serta Michael Schumacher yang sedang mendahului Salo.
        Pada performa Mika Hakkinen seperti itu saat ini sulit untuk mengatakan, bahwa
        kepiawaian Mika Hakkinen masih dibawah Michael Schumacher.

        Kurang 8 lap GP Belgia di Spa-Francorchamps, Mika Hakkinen masih dibelakang Michael
        Schumacher, setelah berhasil memperpendek jarak dari 10 detik menjadi tepat di
        belakangnya. Saat itu rasanya mustahil seorang pembalap bisa melewati Michael
        Schumacher yang terkenal jagoan melakukan blocking (kadang agak sambil agak nakal
        juga). Saat itu saya benar-benar menunggu di bagian trek mana Hakkinen akan menyerang
        Schumacher. Waktu saya merenung, saya melihat bahwa di depan mereka berdua ada
        back-marker Gaston Mazzacane. Tampak Hakkinen mulai menempel Schumacher, dan saat itu
        saya berpikir "oh inilah momen yang ditunggu Hakkinen". Usaha pertama masih gagal,
        karena Gaston Mazzacane menyingkir dari fast-lane dan menutup jalur sebelah dalam yang
        dekat dengan tikungan. Kesempatan kedua akhirnya Hakkinen berhasil, karena trek begitu
        lebar. Menjelang tikungan Michael Schumacher menyalip Mika Salo dari sisi luar dan Mika
        Hakkinen menyalip Mika Salo dari sisi dalam yang sekaligus bisa mencapai fast-lane
        tepat di tikungan lebih dulu dari Schumacher. Kejadian ini serupa dengan bagaimana
        Hakkinen mengangkangi fast-lane tepat di tikungan pertama selepas start GP Hungaria.
        Tak ada jalan lagi bagi Schumacher kecuali memperlambat mobilnya.

        Yang menjadi pertanyaan sekarang, mengapa dengan mudahnya Mika Hakkinen melibas Michael
        Schumacher?

        Kegagalan performa aerodinamika Ferrari yang selalu kalah di tikungan lambat terhadap
        McLaren diantisipasi dengan banyak tes di Missano seminggu sebelum GP Belgia. Tampaknya
        Ferrari memutuskan lebih mementingkan down-force dan sedikit mengorbankan kecepatan di
        trek lurus untuk lomba di Spa-Francorchamps. Di babak kualifikasi, tampak di trek yang
        berliku Ferrari bisa menandingi McLaren, tetapi di trek lurus mobil Michael Schumacher
        kalah kecepatan puncaknya atau 4-6 km/jam lebih lambat dibanding mobil Mika Hakkinen.
        Bisa dimengerti bahwa mobil Mika Hakkinen bisa melaju lebih cepat dan dengan mudah
        melibas Mika Salo dan Michael Schumacher di akhir trek lurus, apalagi mobil Mika
        Hakkinen dibantu dengan kecepatan ekstra saat melakukan slip-streaming di belakang
        mobil Schumacher. Itu yang pertama.

        Yang kedua, Ferrari melakukan pit-stop pertama yang lebih awal dengan memuat bensin
        yang lebih banyak, agar dapat membingungkan McLaren apakah akan melakukan dua atau tiga
        pit-stop. Sayangnya selepas pit-stop yang lebih awal tersebut Schumacher dihadapkan
        pada traffic yang padat sehingga tak bisa mendapatkan keuntungan. Risikonya, pada
        sekitar 10 lap sebelum finish, ban mobil Schumacher tidak fit lagi dan harus melakukan
        penghematan dengan cara membiarkan mobil berjalan safe dan membiarkan Hakkinen
        memperpendek jarak ketinggalannya. Mungkin Schumacher berpikir bahwa keunggulan dia
        melakukan blocking akan bisa mengatasi Mika Hakkinen sepanjang 5 lap terakhir. Ban yang
        lebih aus dari Michael Schumacher tentu berbeda dengan mobil Mika Hakkinen yang
        melakukan pit-stop rutin 5 laps sesudah Schumacher, jelas Hakkinen memperoleh ekstra
        modal untuk mengatasi kecepatan mobil Ferrari Schumacher.

        Terakhir, diakui atau tidak strategi Schumacher waktu akan melewati Mika Salo kalah
        panjang dipikir dibandingkan Hakkinen. Seharusnya, Michael Schumacher mengetahui bahwa
        dia akan diserang Hakkinen di saat memintas back-marker, seperti yang dilakukan
        Hakkinen dan gagal ketika melewati Gaston Mazzacane. Sudah pada tempatnya, Schumacher
        memperhitungkan lebih aman bila dia melewati Mika Salo dari sisi dalam dan bisa
        mencapai fast-lane lebih cepat di tikungan. Saat nonton tayangan itu, saya sempat
        teriak "lho", dan ternyata benar Mika Hakkinen dengan dahsyat menggenjot McLaren dan
        memanfaatkan momen itu, diiringi sorakan anak saya yang kegirangan di samping saya.

        Sudahlah ............. selamat untuk Mika Hakkinen, saat ini anda memang layak jadi
        juara dunia ketiga kalinya.

        Salam,
        Wien

        Badcat wrote:

        > Setuju! saya pro underdog warriors. Lebih banyak kendala dan tantangan yg
        > dihadapi.
        > Tapi simpati saya sama Mika. Entah gimana, dia kelihatannya dianggap
        > underdog, but he fought all the way to the top. Padahal bakatnya kelihatan
        > di bawah MS.
        >
        > So gimana nih Ferrari ..
        > Standing Start bisa kecolongan, Track panjang bisa kecolongan, tight
        > cornering lebih joget, Untung joki-nya schumacher. Kalau tidak duel sama
        > Honda juga udah repot (Rubinho).
        >
        > Jabat hangat,
        >
        > - Aan -
        > _______________________
        > Mail : pranada_2001@...
        > BX 16 TRS'86 - B 2476 MY
        > "Nothing Moves You Like a Citroën"
        >
        > ----- Original Message -----
        > From: Suyanto . <suyanto@...>
        > To: <otomotif-l@...>
        > Sent: Monday, August 28, 2000 7:15 AM
        > Subject: [otomotif-l] GP F1
        >
        > > Wah sayang terlambat nonton, tapi sangat mengasyikan.
        > > saya termasuk tidak lah pro Schumi atau Mika (lebih pro yang underdog),
        > tapi kegigihan Mika patut di acung jempol pada saat kesempatan ke 2 di
        > lap-lap terakhir dengan melibas dari sisi dalam mobil Salo (benar nggak !).
        > fantastis memang, dimana sebelumnya mika sempat melintir di lap sebelumnya.
        > ini baru namanya pertarungan
        > > saling menyusul.
        > > Sekali lagi sayangnya kenapa RCTI menayangkan siaran tunda ya..! nggak
        > seperti di Star Sport.
        > > (mahal kali ya hak siarnya ).
        > > Maaf untuk penggemar Schumi, karena memang saya juga bukan penggemar mika,
        > cuman di GP F1 yang satu ini saya acung jempol deh buat Mika & Teamnya.
        > Soalnya saya lebih suka pembalap underdog yang menang biar tambah rame
        > gicu...
        > >
        > > Buat mas Wien di tunggu ulasannya.....
      • Bharoto Winardi Soeprono, YB2WW
        Wah, percaya atau tidak kemarin gelaran GP Belgia itu saya menjagoi Jenson Button (Schumacher sudah habis). Saya lihat di babak kualifikasi Williams yang baru
        Message 3 of 21 , Aug 28, 2000
        • 0 Attachment
          Wah, percaya atau tidak kemarin gelaran GP Belgia itu saya menjagoi
          Jenson Button (Schumacher sudah habis). Saya lihat di babak kualifikasi
          Williams yang baru mendapatkan settingan baru di mesinnya sangat me-
          ningkat performanya, dan Button seperti seorang pembalap yang sudah
          lebih 50 kali ikut GP dan tampak begitu perkasa, sehingga menyabet
          tempat ketiga di babak kualifikasi.

          Rasanya saya ingin mendapatkan keajaiban baru seandainya Jenson
          Button bisa naik podium. Betapa tidak, dia sudah nyaris resmi dibuang
          dari Williams dan ditadahi Benneton. Di babak kualifikasi sempat
          nomer tiga. Bila Jarno Trulli yang start di depan tak terlalu lambat di
          lap awal dan tak terlalu liar mengemudikan mobil (buntutnya merumput),
          mungkin situasi bisa lain apalagi kalau dia berhasil menyalip Trulli.

          Salam,
          Wien

          "Suyanto ." wrote:

          > Wah yang saya maksud underdog itu bukan MH lho, soalnya memang MS & MH itu pembalap papan atas, jadi yang undedog seperti J.vilenue, atau yang starting gridnya 10,11 dst.
          > Kalau di GP500 seperti si Rossy gicu lho..
          > tapi memang harus diakui yang pro MS pasti nggak mau lihat lagi adegan MH nyalip dari dalam. trus sebaliknya yang pro MH pasti ingin mengulang-ulang adegan/kejadian saat nyalipnya MH di lap-lap terakhir...
          > Buat MH memang layaklah dan mental & smangatnya waktu itu dari baja tulen. Buat MS ya... terima dulu lah, nanti next GP coba lagi...
          > karena saya nggak pegang kedua nya, ya.. tidurnya nyenyak aje.. jantungpun biasa aje ....
          >
          > >>> pranada_2001@... 08/28 5:58 >>>
          > Setuju! saya pro underdog warriors. Lebih banyak kendala dan tantangan yg
          > dihadapi.
          > Tapi simpati saya sama Mika. Entah gimana, dia kelihatannya dianggap
          > underdog, but he fought all the way to the top. Padahal bakatnya kelihatan
          > di bawah MS.
          >
          > So gimana nih Ferrari ..
          > Standing Start bisa kecolongan, Track panjang bisa kecolongan, tight
          > cornering lebih joget, Untung joki-nya schumacher. Kalau tidak duel sama
          > Honda juga udah repot (Rubinho).
          >
          > Jabat hangat,
          >
          > - Aan -
          > _______________________
          > Mail : pranada_2001@...
          > BX 16 TRS'86 - B 2476 MY
          > "Nothing Moves You Like a Citroën"
          >
          > ----- Original Message -----
          > From: Suyanto . <suyanto@...>
          > To: <otomotif-l@...>
          > Sent: Monday, August 28, 2000 7:15 AM
          > Subject: [otomotif-l] GP F1
          >
          > > Wah sayang terlambat nonton, tapi sangat mengasyikan.
          > > saya termasuk tidak lah pro Schumi atau Mika (lebih pro yang underdog),
          > tapi kegigihan Mika patut di acung jempol pada saat kesempatan ke 2 di
          > lap-lap terakhir dengan melibas dari sisi dalam mobil Salo (benar nggak !).
          > fantastis memang, dimana sebelumnya mika sempat melintir di lap sebelumnya.
          > ini baru namanya pertarungan
          > > saling menyusul.
          > > Sekali lagi sayangnya kenapa RCTI menayangkan siaran tunda ya..! nggak
          > seperti di Star Sport.
          > > (mahal kali ya hak siarnya ).
          > > Maaf untuk penggemar Schumi, karena memang saya juga bukan penggemar mika,
          > cuman di GP F1 yang satu ini saya acung jempol deh buat Mika & Teamnya.
          > Soalnya saya lebih suka pembalap underdog yang menang biar tambah rame
          > gicu...
          > >
          > > Buat mas Wien di tunggu ulasannya.....
        • Thomas Aquino
          Mas Wien, Sepertinya MH menyalip MS bersamaan pada saat mereka melewati backmarker Ricardo Zonta (BAR) bukan Mika Salo. Kemudian, apa penyebab MH melintir,
          Message 4 of 21 , Aug 28, 2000
          • 0 Attachment
            Mas Wien,

            Sepertinya MH menyalip MS bersamaan pada saat mereka melewati backmarker
            Ricardo Zonta (BAR) bukan Mika Salo.

            Kemudian, apa penyebab MH melintir, padahal tracknya sepertinya track yang
            relatif lurus?

            Viva Mclaren Mercedes....
            Tommy

            -----Original Message-----
            From: Bharoto Winardi Soeprono, YB2WW [mailto:wien@...]
            Sent: Tuesday, August 29, 2000 12:39 AM
            To: otomotif-l@egroups.com
            Subject: Re: [otomotif-l] GP F1


            Apakah anda menjagokan atau tidak Mika Hakkinen, kita tetap harus
            angkat topi dengan
            performa dia. Rasanya Mika Hakkinen pada paruh akhir kompetisi
            tahun 2000 ini telah
            sampai di puncak penampilannya. Lihatlah bagaimana dia berhasil
            melakukan dua kali
            'keajaiban start' dan kini ada satu hal monumental lagi, yaitu
            bagaimana Mika Hakkinen
            bisa melibas sekaligus Mika Salo serta Michael Schumacher yang
            sedang mendahului Salo.
            Pada performa Mika Hakkinen seperti itu saat ini sulit untuk
            mengatakan, bahwa
            kepiawaian Mika Hakkinen masih dibawah Michael Schumacher.

            Kurang 8 lap GP Belgia di Spa-Francorchamps, Mika Hakkinen masih
            dibelakang Michael
            Schumacher, setelah berhasil memperpendek jarak dari 10 detik
            menjadi tepat di
            belakangnya. Saat itu rasanya mustahil seorang pembalap bisa
            melewati Michael
            Schumacher yang terkenal jagoan melakukan blocking (kadang agak
            sambil agak nakal
            juga). Saat itu saya benar-benar menunggu di bagian trek mana
            Hakkinen akan menyerang
            Schumacher. Waktu saya merenung, saya melihat bahwa di depan
            mereka berdua ada
            back-marker Gaston Mazzacane. Tampak Hakkinen mulai menempel
            Schumacher, dan saat itu
            saya berpikir "oh inilah momen yang ditunggu Hakkinen". Usaha
            pertama masih gagal,
            karena Gaston Mazzacane menyingkir dari fast-lane dan menutup
            jalur sebelah dalam yang
            dekat dengan tikungan. Kesempatan kedua akhirnya Hakkinen
            berhasil, karena trek begitu
            lebar. Menjelang tikungan Michael Schumacher menyalip Mika Salo
            dari sisi luar dan Mika
            Hakkinen menyalip Mika Salo dari sisi dalam yang sekaligus bisa
            mencapai fast-lane
            tepat di tikungan lebih dulu dari Schumacher. Kejadian ini serupa
            dengan bagaimana
            Hakkinen mengangkangi fast-lane tepat di tikungan pertama selepas
            start GP Hungaria.
            Tak ada jalan lagi bagi Schumacher kecuali memperlambat mobilnya.

            Yang menjadi pertanyaan sekarang, mengapa dengan mudahnya Mika
            Hakkinen melibas Michael
            Schumacher?

            Kegagalan performa aerodinamika Ferrari yang selalu kalah di
            tikungan lambat terhadap
            McLaren diantisipasi dengan banyak tes di Missano seminggu sebelum
            GP Belgia. Tampaknya
            Ferrari memutuskan lebih mementingkan down-force dan sedikit
            mengorbankan kecepatan di
            trek lurus untuk lomba di Spa-Francorchamps. Di babak kualifikasi,
            tampak di trek yang
            berliku Ferrari bisa menandingi McLaren, tetapi di trek lurus
            mobil Michael Schumacher
            kalah kecepatan puncaknya atau 4-6 km/jam lebih lambat dibanding
            mobil Mika Hakkinen.
            Bisa dimengerti bahwa mobil Mika Hakkinen bisa melaju lebih cepat
            dan dengan mudah
            melibas Mika Salo dan Michael Schumacher di akhir trek lurus,
            apalagi mobil Mika
            Hakkinen dibantu dengan kecepatan ekstra saat melakukan
            slip-streaming di belakang
            mobil Schumacher. Itu yang pertama.

            Yang kedua, Ferrari melakukan pit-stop pertama yang lebih awal
            dengan memuat bensin
            yang lebih banyak, agar dapat membingungkan McLaren apakah akan
            melakukan dua atau tiga
            pit-stop. Sayangnya selepas pit-stop yang lebih awal tersebut
            Schumacher dihadapkan
            pada traffic yang padat sehingga tak bisa mendapatkan keuntungan.
            Risikonya, pada
            sekitar 10 lap sebelum finish, ban mobil Schumacher tidak fit lagi
            dan harus melakukan
            penghematan dengan cara membiarkan mobil berjalan safe dan
            membiarkan Hakkinen
            memperpendek jarak ketinggalannya. Mungkin Schumacher berpikir
            bahwa keunggulan dia
            melakukan blocking akan bisa mengatasi Mika Hakkinen sepanjang 5
            lap terakhir. Ban yang
            lebih aus dari Michael Schumacher tentu berbeda dengan mobil Mika
            Hakkinen yang
            melakukan pit-stop rutin 5 laps sesudah Schumacher, jelas Hakkinen
            memperoleh ekstra
            modal untuk mengatasi kecepatan mobil Ferrari Schumacher.

            Terakhir, diakui atau tidak strategi Schumacher waktu akan
            melewati Mika Salo kalah
            panjang dipikir dibandingkan Hakkinen. Seharusnya, Michael
            Schumacher mengetahui bahwa
            dia akan diserang Hakkinen di saat memintas back-marker, seperti
            yang dilakukan
            Hakkinen dan gagal ketika melewati Gaston Mazzacane. Sudah pada
            tempatnya, Schumacher
            memperhitungkan lebih aman bila dia melewati Mika Salo dari sisi
            dalam dan bisa
            mencapai fast-lane lebih cepat di tikungan. Saat nonton tayangan
            itu, saya sempat
            teriak "lho", dan ternyata benar Mika Hakkinen dengan dahsyat
            menggenjot McLaren dan
            memanfaatkan momen itu, diiringi sorakan anak saya yang kegirangan
            di samping saya.

            Sudahlah ............. selamat untuk Mika Hakkinen, saat ini anda
            memang layak jadi
            juara dunia ketiga kalinya.

            Salam,
            Wien

            Badcat wrote:

            > Setuju! saya pro underdog warriors. Lebih banyak kendala dan tantangan yg
            > dihadapi.
            > Tapi simpati saya sama Mika. Entah gimana, dia kelihatannya dianggap
            > underdog, but he fought all the way to the top. Padahal bakatnya kelihatan
            > di bawah MS.
            >
            > So gimana nih Ferrari ..
            > Standing Start bisa kecolongan, Track panjang bisa kecolongan, tight
            > cornering lebih joget, Untung joki-nya schumacher. Kalau tidak duel sama
            > Honda juga udah repot (Rubinho).
            >
            > Jabat hangat,
            >
            > - Aan -
            > _______________________
            > Mail : pranada_2001@...
            > BX 16 TRS'86 - B 2476 MY
            > "Nothing Moves You Like a Citroën"
            >
            > ----- Original Message -----
            > From: Suyanto . <suyanto@...>
            > To: <otomotif-l@...>
            > Sent: Monday, August 28, 2000 7:15 AM
            > Subject: [otomotif-l] GP F1
            >
            > > Wah sayang terlambat nonton, tapi sangat mengasyikan.
            > > saya termasuk tidak lah pro Schumi atau Mika (lebih pro yang underdog),
            > tapi kegigihan Mika patut di acung jempol pada saat kesempatan ke 2 di
            > lap-lap terakhir dengan melibas dari sisi dalam mobil Salo (benar nggak
            !).
            > fantastis memang, dimana sebelumnya mika sempat melintir di lap
            sebelumnya.
            > ini baru namanya pertarungan
            > > saling menyusul.
            > > Sekali lagi sayangnya kenapa RCTI menayangkan siaran tunda ya..! nggak
            > seperti di Star Sport.
            > > (mahal kali ya hak siarnya ).
            > > Maaf untuk penggemar Schumi, karena memang saya juga bukan penggemar
            mika,
            > cuman di GP F1 yang satu ini saya acung jempol deh buat Mika & Teamnya.
            > Soalnya saya lebih suka pembalap underdog yang menang biar tambah rame
            > gicu...
            > >
            > > Buat mas Wien di tunggu ulasannya.....



            Dapatkan topi esklusif dari OtomotifClubs.com, kontak
            rahman@... untuk informasi, BURUAN!
          • Tukang Nge-Gas
            IMHO MH menang lebih banyak karena faktor mobil yg aerodynamic nya lebih baik dan mesin mercedes yg memang lebih powerful. dgn kondisi mobil MS yg udah
            Message 5 of 21 , Aug 28, 2000
            • 0 Attachment
              IMHO MH menang lebih banyak karena faktor mobil yg aerodynamic nya lebih
              baik dan mesin mercedes yg memang lebih powerful. dgn kondisi mobil MS yg
              udah 'degrade' performance bannya, mesin yg segitu2 aja, dan aerodynamic yg
              gak sebaik McLaren. Saya yakin any above average driver bisa melakukan hal
              yg sama terhadap MS dgn mobil McLaren. kita ambil contoh simple aja Jarno
              Trulli, Fischicella, Ralph S, Button yg tergolong pembalap 'sarap'. Masih
              ingat ketika MH masih memimpin sebelum melintir ketika MS memangkas gap dgn
              MH ? IMHO lagi disitu MH bener2 ngerasain pressure dari MS yg makin mendekat
              sehingga nge-push abis mobilnya dan membuat kesalahan. faktor lain tentu
              menunjang seperti yg disebut sebelumnya, Pit Stop yg lebih dulu oleh MS
              sehingga ban 'degrade' duluan, fuel load yg lebih banyak terbukti dgn pit
              stop yg lebih lama. So, secara Objective, acungan jempol saya berikan kepada
              McLaren atas ke'perkasaan' mobilnya dan strategynya yg berhasil pada hari
              itu.

              As for the next world champion, ogut masih pegang MS, remember, it ain't
              over until the fat lady sings, huahuhuhauhuhuhauhuha.

              CKK.

              ----- Original Message -----
              From: Bharoto Winardi Soeprono, YB2WW <wien@...>
              To: <otomotif-l@egroups.com>
              Sent: Tuesday, August 29, 2000 12:38 AM
              Subject: Re: [otomotif-l] GP F1


              > Apakah anda menjagokan atau tidak Mika Hakkinen, kita tetap
              harus angkat topi dengan
              > performa dia. Rasanya Mika Hakkinen pada paruh akhir kompetisi
              tahun 2000 ini telah
              > sampai di puncak penampilannya. Lihatlah bagaimana dia berhasil
              melakukan dua kali
              > 'keajaiban start' dan kini ada satu hal monumental lagi, yaitu
              bagaimana Mika Hakkinen
              > bisa melibas sekaligus Mika Salo serta Michael Schumacher yang
              sedang mendahului Salo.
              > Pada performa Mika Hakkinen seperti itu saat ini sulit untuk
              mengatakan, bahwa
              > kepiawaian Mika Hakkinen masih dibawah Michael Schumacher.
            • BAYU BUDIANTO
              Ketika semua pembalap lagi sibuk untuk bisa mengemudikan mobilnya dg baik di track yg basah MS malah bikin 3 kali atau lebih fastest lap...... untuk bisa
              Message 6 of 21 , Aug 28, 2000
              • 0 Attachment
                Ketika semua pembalap lagi sibuk untuk bisa mengemudikan mobilnya dg baik di
                track yg basah MS malah bikin 3 kali atau lebih fastest lap......
                untuk bisa mengimbangi Mclaren ya paling-2 pake dukun (dukun hujan),hanya
                kemampuan/skill yg bisa bicara dalam keadaan demikian, jika saja sampai
                akhir race keadaan masih basah, kita bisa liat, bagaimana persaingan akan
                semarak,karena pembalap papan tengah pasti enggak ketinggalan jauh-2 banget.
                eniwey ada yg perhatiin enggak, ketika turbulensi yg ditimbulkan dibelakang
                rear wingnya Ferrari dan McLaren...?,Adrian Newey memang hebat
                tenannn.......
                salam,
                -bayu-

                -----Original Message-----
                From: Tukang Nge-Gas [mailto:timor18i@...]
                Sent: 29 Agustus 2000 13:15
                To: otomotif-l@egroups.com
                Subject: Re: [otomotif-l] GP F1



                IMHO MH menang lebih banyak karena faktor mobil yg aerodynamic nya lebih
                baik dan mesin mercedes yg memang lebih powerful. dgn kondisi mobil MS yg
                udah 'degrade' performance bannya, mesin yg segitu2 aja, dan aerodynamic yg
                gak sebaik McLaren. Saya yakin any above average driver bisa melakukan hal
                yg sama terhadap MS dgn mobil McLaren. kita ambil contoh simple aja Jarno
                Trulli, Fischicella, Ralph S, Button yg tergolong pembalap 'sarap'. Masih
                ingat ketika MH masih memimpin sebelum melintir ketika MS memangkas gap dgn
                MH ? IMHO lagi disitu MH bener2 ngerasain pressure dari MS yg makin mendekat
                sehingga nge-push abis mobilnya dan membuat kesalahan. faktor lain tentu
                menunjang seperti yg disebut sebelumnya, Pit Stop yg lebih dulu oleh MS
                sehingga ban 'degrade' duluan, fuel load yg lebih banyak terbukti dgn pit
                stop yg lebih lama. So, secara Objective, acungan jempol saya berikan kepada
                McLaren atas ke'perkasaan' mobilnya dan strategynya yg berhasil pada hari
                itu.

                As for the next world champion, ogut masih pegang MS, remember, it ain't
                over until the fat lady sings, huahuhuhauhuhuhauhuha.

                CKK.

                ----- Original Message -----
                From: Bharoto Winardi Soeprono, YB2WW <wien@...>
                To: <otomotif-l@egroups.com>
                Sent: Tuesday, August 29, 2000 12:38 AM
                Subject: Re: [otomotif-l] GP F1


                > Apakah anda menjagokan atau tidak Mika Hakkinen, kita tetap
                harus angkat topi dengan
                > performa dia. Rasanya Mika Hakkinen pada paruh akhir kompetisi
                tahun 2000 ini telah
                > sampai di puncak penampilannya. Lihatlah bagaimana dia berhasil
                melakukan dua kali
                > 'keajaiban start' dan kini ada satu hal monumental lagi, yaitu
                bagaimana Mika Hakkinen
                > bisa melibas sekaligus Mika Salo serta Michael Schumacher yang
                sedang mendahului Salo.
                > Pada performa Mika Hakkinen seperti itu saat ini sulit untuk
                mengatakan, bahwa
                > kepiawaian Mika Hakkinen masih dibawah Michael Schumacher.




                Dapatkan topi esklusif dari OtomotifClubs.com, kontak
                rahman@... untuk informasi, BURUAN!
              • A.Rahman
                sudahlah..., MS emang udah kalah kok dari MH. DC aja yang mobilnya sama dengan MH nggak bagus2banget, berarti faktor MH juga menentukan MS emang rain master,
                Message 7 of 21 , Aug 29, 2000
                • 0 Attachment
                  sudahlah..., MS emang udah kalah kok dari MH.
                  DC aja yang mobilnya sama dengan MH nggak
                  bagus2banget,
                  berarti faktor MH juga menentukan

                  MS emang rain master, tapi MH dry master..
                  sayangnya seringan keringnya daripada basahnya.
                  Poor MS...

                  --- BAYU BUDIANTO <bayu@...> wrote:
                  > Ketika semua pembalap lagi sibuk untuk bisa
                  > mengemudikan mobilnya dg baik di
                  > track yg basah MS malah bikin 3 kali atau lebih
                  > fastest lap......
                  > untuk bisa mengimbangi Mclaren ya paling-2 pake
                  > dukun (dukun hujan),hanya
                  > kemampuan/skill yg bisa bicara dalam keadaan
                  > demikian, jika saja sampai
                  > akhir race keadaan masih basah, kita bisa liat,
                  > bagaimana persaingan akan
                  > semarak,karena pembalap papan tengah pasti enggak
                  > ketinggalan jauh-2 banget.
                  > eniwey ada yg perhatiin enggak, ketika turbulensi yg
                  > ditimbulkan dibelakang
                  > rear wingnya Ferrari dan McLaren...?,Adrian Newey
                  > memang hebat
                  > tenannn.......
                  > salam,
                  > -bayu-
                  >
                  > -----Original Message-----
                  > From: Tukang Nge-Gas [mailto:timor18i@...]
                  > Sent: 29 Agustus 2000 13:15
                  > To: otomotif-l@egroups.com
                  > Subject: Re: [otomotif-l] GP F1
                  >
                  >
                  >
                  > IMHO MH menang lebih banyak karena faktor mobil yg
                  > aerodynamic nya lebih
                  > baik dan mesin mercedes yg memang lebih powerful.
                  > dgn kondisi mobil MS yg
                  > udah 'degrade' performance bannya, mesin yg segitu2
                  > aja, dan aerodynamic yg
                  > gak sebaik McLaren. Saya yakin any above average
                  > driver bisa melakukan hal
                  > yg sama terhadap MS dgn mobil McLaren. kita ambil
                  > contoh simple aja Jarno
                  > Trulli, Fischicella, Ralph S, Button yg tergolong
                  > pembalap 'sarap'. Masih
                  > ingat ketika MH masih memimpin sebelum melintir
                  > ketika MS memangkas gap dgn
                  > MH ? IMHO lagi disitu MH bener2 ngerasain pressure
                  > dari MS yg makin mendekat
                  > sehingga nge-push abis mobilnya dan membuat
                  > kesalahan. faktor lain tentu
                  > menunjang seperti yg disebut sebelumnya, Pit Stop yg
                  > lebih dulu oleh MS
                  > sehingga ban 'degrade' duluan, fuel load yg lebih
                  > banyak terbukti dgn pit
                  > stop yg lebih lama. So, secara Objective, acungan
                  > jempol saya berikan kepada
                  > McLaren atas ke'perkasaan' mobilnya dan strategynya
                  > yg berhasil pada hari
                  > itu.
                  >
                  > As for the next world champion, ogut masih pegang
                  > MS, remember, it ain't
                  > over until the fat lady sings,
                  > huahuhuhauhuhuhauhuha.
                  >
                  > CKK.
                  >
                  > ----- Original Message -----
                  > From: Bharoto Winardi Soeprono, YB2WW
                  > <wien@...>
                  > To: <otomotif-l@egroups.com>
                  > Sent: Tuesday, August 29, 2000 12:38 AM
                  > Subject: Re: [otomotif-l] GP F1
                  >
                  >
                  > > Apakah anda menjagokan atau tidak Mika
                  > Hakkinen, kita tetap
                  > harus angkat topi dengan
                  > > performa dia. Rasanya Mika Hakkinen pada
                  > paruh akhir kompetisi
                  > tahun 2000 ini telah
                  > > sampai di puncak penampilannya. Lihatlah
                  > bagaimana dia berhasil
                  > melakukan dua kali
                  > > 'keajaiban start' dan kini ada satu hal
                  > monumental lagi, yaitu
                  > bagaimana Mika Hakkinen
                  > > bisa melibas sekaligus Mika Salo serta
                  > Michael Schumacher yang
                  > sedang mendahului Salo.
                  > > Pada performa Mika Hakkinen seperti itu
                  > saat ini sulit untuk
                  > mengatakan, bahwa
                  > > kepiawaian Mika Hakkinen masih dibawah
                  > Michael Schumacher.
                  >
                  >
                  >
                  >
                  > Dapatkan topi esklusif dari OtomotifClubs.com,
                  > kontak
                  > rahman@... untuk informasi, BURUAN!
                  >
                  >


                  __________________________________________________
                  Do You Yahoo!?
                  Yahoo! Mail - Free email you can access from anywhere!
                  http://mail.yahoo.com/
                • Bharoto Winardi Soeprono, YB2WW
                  Mungkin saya salah mas Thomas, nanti diverifikasi lagi. Mata saya tertuju ke Mika Hakkinen dan bukan ke back-marker sih. Salam, Wien
                  Message 8 of 21 , Aug 29, 2000
                  • 0 Attachment
                    Mungkin saya salah mas Thomas, nanti diverifikasi lagi.
                    Mata saya tertuju ke Mika Hakkinen dan bukan ke
                    back-marker sih.

                    Salam,
                    Wien

                    Thomas Aquino wrote:

                    > Mas Wien,
                    >
                    > Sepertinya MH menyalip MS bersamaan pada saat mereka melewati backmarker
                    > Ricardo Zonta (BAR) bukan Mika Salo.
                    >
                    > Kemudian, apa penyebab MH melintir, padahal tracknya sepertinya track yang
                    > relatif lurus?
                    >
                    > Viva Mclaren Mercedes....
                    > Tommy
                    >
                    > -----Original Message-----
                    > From: Bharoto Winardi Soeprono, YB2WW [mailto:wien@...]
                    > Sent: Tuesday, August 29, 2000 12:39 AM
                    > To: otomotif-l@egroups.com
                    > Subject: Re: [otomotif-l] GP F1
                    >
                    > Apakah anda menjagokan atau tidak Mika Hakkinen, kita tetap harus
                    > angkat topi dengan
                    > performa dia. Rasanya Mika Hakkinen pada paruh akhir kompetisi
                    > tahun 2000 ini telah
                    > sampai di puncak penampilannya. Lihatlah bagaimana dia berhasil
                    > melakukan dua kali
                    > 'keajaiban start' dan kini ada satu hal monumental lagi, yaitu
                    > bagaimana Mika Hakkinen
                    > bisa melibas sekaligus Mika Salo serta Michael Schumacher yang
                    > sedang mendahului Salo.
                    > Pada performa Mika Hakkinen seperti itu saat ini sulit untuk
                    > mengatakan, bahwa
                    > kepiawaian Mika Hakkinen masih dibawah Michael Schumacher.
                    >
                    > Kurang 8 lap GP Belgia di Spa-Francorchamps, Mika Hakkinen masih
                    > dibelakang Michael
                    > Schumacher, setelah berhasil memperpendek jarak dari 10 detik
                    > menjadi tepat di
                    > belakangnya. Saat itu rasanya mustahil seorang pembalap bisa
                    > melewati Michael
                    > Schumacher yang terkenal jagoan melakukan blocking (kadang agak
                    > sambil agak nakal
                    > juga). Saat itu saya benar-benar menunggu di bagian trek mana
                    > Hakkinen akan menyerang
                    > Schumacher. Waktu saya merenung, saya melihat bahwa di depan
                    > mereka berdua ada
                    > back-marker Gaston Mazzacane. Tampak Hakkinen mulai menempel
                    > Schumacher, dan saat itu
                    > saya berpikir "oh inilah momen yang ditunggu Hakkinen". Usaha
                    > pertama masih gagal,
                    > karena Gaston Mazzacane menyingkir dari fast-lane dan menutup
                    > jalur sebelah dalam yang
                    > dekat dengan tikungan. Kesempatan kedua akhirnya Hakkinen
                    > berhasil, karena trek begitu
                    > lebar. Menjelang tikungan Michael Schumacher menyalip Mika Salo
                    > dari sisi luar dan Mika
                    > Hakkinen menyalip Mika Salo dari sisi dalam yang sekaligus bisa
                    > mencapai fast-lane
                    > tepat di tikungan lebih dulu dari Schumacher. Kejadian ini serupa
                    > dengan bagaimana
                    > Hakkinen mengangkangi fast-lane tepat di tikungan pertama selepas
                    > start GP Hungaria.
                    > Tak ada jalan lagi bagi Schumacher kecuali memperlambat mobilnya.
                    >
                    > Yang menjadi pertanyaan sekarang, mengapa dengan mudahnya Mika
                    > Hakkinen melibas Michael
                    > Schumacher?
                    >
                    > Kegagalan performa aerodinamika Ferrari yang selalu kalah di
                    > tikungan lambat terhadap
                    > McLaren diantisipasi dengan banyak tes di Missano seminggu sebelum
                    > GP Belgia. Tampaknya
                    > Ferrari memutuskan lebih mementingkan down-force dan sedikit
                    > mengorbankan kecepatan di
                    > trek lurus untuk lomba di Spa-Francorchamps. Di babak kualifikasi,
                    > tampak di trek yang
                    > berliku Ferrari bisa menandingi McLaren, tetapi di trek lurus
                    > mobil Michael Schumacher
                    > kalah kecepatan puncaknya atau 4-6 km/jam lebih lambat dibanding
                    > mobil Mika Hakkinen.
                    > Bisa dimengerti bahwa mobil Mika Hakkinen bisa melaju lebih cepat
                    > dan dengan mudah
                    > melibas Mika Salo dan Michael Schumacher di akhir trek lurus,
                    > apalagi mobil Mika
                    > Hakkinen dibantu dengan kecepatan ekstra saat melakukan
                    > slip-streaming di belakang
                    > mobil Schumacher. Itu yang pertama.
                    >
                    > Yang kedua, Ferrari melakukan pit-stop pertama yang lebih awal
                    > dengan memuat bensin
                    > yang lebih banyak, agar dapat membingungkan McLaren apakah akan
                    > melakukan dua atau tiga
                    > pit-stop. Sayangnya selepas pit-stop yang lebih awal tersebut
                    > Schumacher dihadapkan
                    > pada traffic yang padat sehingga tak bisa mendapatkan keuntungan.
                    > Risikonya, pada
                    > sekitar 10 lap sebelum finish, ban mobil Schumacher tidak fit lagi
                    > dan harus melakukan
                    > penghematan dengan cara membiarkan mobil berjalan safe dan
                    > membiarkan Hakkinen
                    > memperpendek jarak ketinggalannya. Mungkin Schumacher berpikir
                    > bahwa keunggulan dia
                    > melakukan blocking akan bisa mengatasi Mika Hakkinen sepanjang 5
                    > lap terakhir. Ban yang
                    > lebih aus dari Michael Schumacher tentu berbeda dengan mobil Mika
                    > Hakkinen yang
                    > melakukan pit-stop rutin 5 laps sesudah Schumacher, jelas Hakkinen
                    > memperoleh ekstra
                    > modal untuk mengatasi kecepatan mobil Ferrari Schumacher.
                    >
                    > Terakhir, diakui atau tidak strategi Schumacher waktu akan
                    > melewati Mika Salo kalah
                    > panjang dipikir dibandingkan Hakkinen. Seharusnya, Michael
                    > Schumacher mengetahui bahwa
                    > dia akan diserang Hakkinen di saat memintas back-marker, seperti
                    > yang dilakukan
                    > Hakkinen dan gagal ketika melewati Gaston Mazzacane. Sudah pada
                    > tempatnya, Schumacher
                    > memperhitungkan lebih aman bila dia melewati Mika Salo dari sisi
                    > dalam dan bisa
                    > mencapai fast-lane lebih cepat di tikungan. Saat nonton tayangan
                    > itu, saya sempat
                    > teriak "lho", dan ternyata benar Mika Hakkinen dengan dahsyat
                    > menggenjot McLaren dan
                    > memanfaatkan momen itu, diiringi sorakan anak saya yang kegirangan
                    > di samping saya.
                    >
                    > Sudahlah ............. selamat untuk Mika Hakkinen, saat ini anda
                    > memang layak jadi
                    > juara dunia ketiga kalinya.
                    >
                    > Salam,
                    > Wien
                    >
                    > Badcat wrote:
                    >
                    > > Setuju! saya pro underdog warriors. Lebih banyak kendala dan tantangan yg
                    > > dihadapi.
                    > > Tapi simpati saya sama Mika. Entah gimana, dia kelihatannya dianggap
                    > > underdog, but he fought all the way to the top. Padahal bakatnya kelihatan
                    > > di bawah MS.
                    > >
                    > > So gimana nih Ferrari ..
                    > > Standing Start bisa kecolongan, Track panjang bisa kecolongan, tight
                    > > cornering lebih joget, Untung joki-nya schumacher. Kalau tidak duel sama
                    > > Honda juga udah repot (Rubinho).
                    > >
                    > > Jabat hangat,
                    > >
                    > > - Aan -
                    > > _______________________
                    > > Mail : pranada_2001@...
                    > > BX 16 TRS'86 - B 2476 MY
                    > > "Nothing Moves You Like a Citroën"
                    > >
                    > > ----- Original Message -----
                    > > From: Suyanto . <suyanto@...>
                    > > To: <otomotif-l@...>
                    > > Sent: Monday, August 28, 2000 7:15 AM
                    > > Subject: [otomotif-l] GP F1
                    > >
                    > > > Wah sayang terlambat nonton, tapi sangat mengasyikan.
                    > > > saya termasuk tidak lah pro Schumi atau Mika (lebih pro yang underdog),
                    > > tapi kegigihan Mika patut di acung jempol pada saat kesempatan ke 2 di
                    > > lap-lap terakhir dengan melibas dari sisi dalam mobil Salo (benar nggak
                    > !).
                    > > fantastis memang, dimana sebelumnya mika sempat melintir di lap
                    > sebelumnya.
                    > > ini baru namanya pertarungan
                    > > > saling menyusul.
                    > > > Sekali lagi sayangnya kenapa RCTI menayangkan siaran tunda ya..! nggak
                    > > seperti di Star Sport.
                    > > > (mahal kali ya hak siarnya ).
                    > > > Maaf untuk penggemar Schumi, karena memang saya juga bukan penggemar
                    > mika,
                    > > cuman di GP F1 yang satu ini saya acung jempol deh buat Mika & Teamnya.
                    > > Soalnya saya lebih suka pembalap underdog yang menang biar tambah rame
                    > > gicu...
                    > > >
                    > > > Buat mas Wien di tunggu ulasannya.....
                  • Sarwo Santoso
                    Jadi pingin kasih comment juga nih .... bisa nya cuma ini sih ... waktu nonton F1 minggu lalu, saya sebel sama operator cameranya ... kalau MH pas di depan
                    Message 9 of 21 , Aug 29, 2000
                    • 0 Attachment
                      Jadi pingin kasih comment juga nih .... bisa nya cuma ini sih ...
                      waktu nonton F1 minggu lalu, saya sebel sama operator cameranya ...
                      kalau MH pas di depan nggak di sorot .. sampai kita nggak lihat waktu
                      melintir nya .. tapi yang di sorot MS terus (apa karena warna merah
                      yah ?) Dan ada tulisan Malboro nya ?

                      Nah yang bikin heran lagi si Barichello, kog bisa-bisanya sampai
                      kehabisan fuel ? Ini sengaja ngirit bensin supaya mobil jadi enteng ?

                      Bravo buat MH .. ini memang favourite saya ... kalem tapi
                      menghanyutkan ....

                      eom/ss

                      --- In otomotif-l@egroups.com, "A.Rahman" <ars7100@y...> wrote:
                      >
                      > sudahlah..., MS emang udah kalah kok dari MH.
                      > DC aja yang mobilnya sama dengan MH nggak
                      > bagus2banget,
                      > berarti faktor MH juga menentukan
                      >
                      > MS emang rain master, tapi MH dry master..
                      > sayangnya seringan keringnya daripada basahnya.
                      > Poor MS...
                      >
                      > --- BAYU BUDIANTO <bayu@l...> wrote:
                      > > Ketika semua pembalap lagi sibuk untuk bisa
                      > > mengemudikan mobilnya dg baik di
                      > > track yg basah MS malah bikin 3 kali atau lebih
                      > > fastest lap......
                      > > untuk bisa mengimbangi Mclaren ya paling-2 pake
                      > > dukun (dukun hujan),hanya
                      > > kemampuan/skill yg bisa bicara dalam keadaan
                      > > demikian, jika saja sampai
                      > > akhir race keadaan masih basah, kita bisa liat,
                      > > bagaimana persaingan akan
                      > > semarak,karena pembalap papan tengah pasti enggak
                      > > ketinggalan jauh-2 banget.
                      > > eniwey ada yg perhatiin enggak, ketika turbulensi yg
                      > > ditimbulkan dibelakang
                      > > rear wingnya Ferrari dan McLaren...?,Adrian Newey
                      > > memang hebat
                      > > tenannn.......
                      > > salam,
                      > > -bayu-
                      > >
                      > > -----Original Message-----
                      > > From: Tukang Nge-Gas [mailto:timor18i@t...]
                      > > Sent: 29 Agustus 2000 13:15
                      > > To: otomotif-l@egroups.com
                      > > Subject: Re: [otomotif-l] GP F1
                      > >
                      > >
                      > >
                      > > IMHO MH menang lebih banyak karena faktor mobil yg
                      > > aerodynamic nya lebih
                      > > baik dan mesin mercedes yg memang lebih powerful.
                      > > dgn kondisi mobil MS yg
                      > > udah 'degrade' performance bannya, mesin yg segitu2
                      > > aja, dan aerodynamic yg
                      > > gak sebaik McLaren. Saya yakin any above average
                      > > driver bisa melakukan hal
                      > > yg sama terhadap MS dgn mobil McLaren. kita ambil
                      > > contoh simple aja Jarno
                      > > Trulli, Fischicella, Ralph S, Button yg tergolong
                      > > pembalap 'sarap'. Masih
                      > > ingat ketika MH masih memimpin sebelum melintir
                      > > ketika MS memangkas gap dgn
                      > > MH ? IMHO lagi disitu MH bener2 ngerasain pressure
                      > > dari MS yg makin mendekat
                      > > sehingga nge-push abis mobilnya dan membuat
                      > > kesalahan. faktor lain tentu
                      > > menunjang seperti yg disebut sebelumnya, Pit Stop yg
                      > > lebih dulu oleh MS
                      > > sehingga ban 'degrade' duluan, fuel load yg lebih
                      > > banyak terbukti dgn pit
                      > > stop yg lebih lama. So, secara Objective, acungan
                      > > jempol saya berikan kepada
                      > > McLaren atas ke'perkasaan' mobilnya dan strategynya
                      > > yg berhasil pada hari
                      > > itu.
                      > >
                      > > As for the next world champion, ogut masih pegang
                      > > MS, remember, it ain't
                      > > over until the fat lady sings,
                      > > huahuhuhauhuhuhauhuha.
                      > >
                      > > CKK.
                      > >
                      > > ----- Original Message -----
                      > > From: Bharoto Winardi Soeprono, YB2WW
                      > > <wien@i...>
                      > > To: <otomotif-l@egroups.com>
                      > > Sent: Tuesday, August 29, 2000 12:38 AM
                      > > Subject: Re: [otomotif-l] GP F1
                      > >
                      > >
                      > > > Apakah anda menjagokan atau tidak Mika
                      > > Hakkinen, kita tetap
                      > > harus angkat topi dengan
                      > > > performa dia. Rasanya Mika Hakkinen pada
                      > > paruh akhir kompetisi
                      > > tahun 2000 ini telah
                      > > > sampai di puncak penampilannya. Lihatlah
                      > > bagaimana dia berhasil
                      > > melakukan dua kali
                      > > > 'keajaiban start' dan kini ada satu hal
                      > > monumental lagi, yaitu
                      > > bagaimana Mika Hakkinen
                      > > > bisa melibas sekaligus Mika Salo serta
                      > > Michael Schumacher yang
                      > > sedang mendahului Salo.
                      > > > Pada performa Mika Hakkinen seperti itu
                      > > saat ini sulit untuk
                      > > mengatakan, bahwa
                      > > > kepiawaian Mika Hakkinen masih dibawah
                      > > Michael Schumacher.
                      > >
                      > >
                      > >
                      > >
                      > > Dapatkan topi esklusif dari OtomotifClubs.com,
                      > > kontak
                      > > rahman@o... untuk informasi, BURUAN!
                      > >
                      > >
                      >
                      >
                      > __________________________________________________
                      > Do You Yahoo!?
                      > Yahoo! Mail - Free email you can access from anywhere!
                      > http://mail.yahoo.com/
                    • Bharoto Winardi Soeprono, YB2WW
                      Mas Tommy, Melintirnya Hakkinen jelas karena driver-fault, karena dia sangat berambisi memperlebar jarak dengan Michael Schumacher yang memang melaju lebih
                      Message 10 of 21 , Aug 29, 2000
                      • 0 Attachment
                        Mas Tommy,

                        Melintirnya Hakkinen jelas karena driver-fault, karena dia sangat berambisi
                        memperlebar jarak dengan Michael Schumacher yang memang melaju
                        lebih cepat dibelakangnya, karena diuntungkan oleh trek basah dan permu-
                        kaan trek bersuhu relatif rendah (15 derajad). Suhu rendah membutuhkan
                        extra down-force karena grip ke trek rendah.

                        Pada saat itu sebagian trek sudah mengering, agaknya Hakkinen jalan
                        sebagian diatas trek basah dan bagian kiri mobil di trek kering. Dia memang
                        sedikit lebih ke dalam dari fast-lane. Akibatnya traksi roda kanan dan kiri
                        mobil tidak sama. Hal lain adalah setting aerodinamika McLaren yang
                        menggunakan minimum down-force (seperti pada babak kualifikasi yang
                        kering) untuk mengantisipasi trek cepat. Itu sebabnya pada saat trek basah
                        mobil Schumacher lebih cepat, karena Ferrari menggunakan setting down-
                        force yang lebih tinggi.

                        Salam,
                        Wien

                        Thomas Aquino wrote:

                        > Mas Wien,
                        >
                        > Kemudian, apa penyebab MH melintir, padahal tracknya sepertinya track yang
                        > relatif lurus?
                      • moh_ashrul@app.co.id
                        Menurut satu sumber, konon gara-gara melintir itulah mobil McLaren malah tampak lebih perkasa dan stabil. Ini bisa dilihat dari data-data lapangan (yg nonton
                        Message 11 of 21 , Aug 30, 2000
                        • 0 Attachment
                          Menurut satu sumber, konon gara-gara melintir itulah mobil McLaren malah
                          tampak lebih 'perkasa' dan stabil. Ini bisa dilihat dari data-data lapangan
                          (yg nonton langsung yg bisa melihat bedanya) sebelum dan sesudah kejadian
                          spin tsb.
                          Jadi .... ?? Let's see who's got the last laugh ... hohohoho ....

                          eom/ASR




                          "Tukang Nge-Gas" <timor18i@...> on 29/08/2000 14:14:51
                          IMHO MH menang lebih banyak karena faktor mobil yg aerodynamic nya lebih
                          baik dan mesin mercedes yg memang lebih powerful. dgn kondisi mobil MS yg
                          udah 'degrade' performance bannya, mesin yg segitu2 aja, dan aerodynamic yg
                          gak sebaik McLaren. Saya yakin any above average driver bisa melakukan hal
                          yg sama terhadap MS dgn mobil McLaren. kita ambil contoh simple aja Jarno
                          Trulli, Fischicella, Ralph S, Button yg tergolong pembalap 'sarap'. Masih
                          ingat ketika MH masih memimpin sebelum melintir ketika MS memangkas gap dgn
                          MH ? IMHO lagi disitu MH bener2 ngerasain pressure dari MS yg makin
                          mendekat
                          sehingga nge-push abis mobilnya dan membuat kesalahan. faktor lain tentu
                          menunjang seperti yg disebut sebelumnya, Pit Stop yg lebih dulu oleh MS
                          sehingga ban 'degrade' duluan, fuel load yg lebih banyak terbukti dgn pit
                          stop yg lebih lama. So, secara Objective, acungan jempol saya berikan
                          kepada
                          McLaren atas ke'perkasaan' mobilnya dan strategynya yg berhasil pada hari
                          itu.

                          As for the next world champion, ogut masih pegang MS, remember, it ain't
                          over until the fat lady sings, huahuhuhauhuhuhauhuha.

                          CKK.

                          ----- Original Message -----
                          From: Bharoto Winardi Soeprono, YB2WW <wien@...>
                          To: <otomotif-l@egroups.com>
                          Sent: Tuesday, August 29, 2000 12:38 AM
                          Subject: Re: [otomotif-l] GP F1


                          > Apakah anda menjagokan atau tidak Mika Hakkinen, kita tetap
                          harus angkat topi dengan
                          > performa dia. Rasanya Mika Hakkinen pada paruh akhir kompetisi
                          tahun 2000 ini telah
                          > sampai di puncak penampilannya. Lihatlah bagaimana dia berhasil
                          melakukan dua kali
                          > 'keajaiban start' dan kini ada satu hal monumental lagi, yaitu
                          bagaimana Mika Hakkinen
                          > bisa melibas sekaligus Mika Salo serta Michael Schumacher yang
                          sedang mendahului Salo.
                          > Pada performa Mika Hakkinen seperti itu saat ini sulit untuk
                          mengatakan, bahwa
                          > kepiawaian Mika Hakkinen masih dibawah Michael Schumacher.
                        • Tukang Nge-Gas
                          ... From: To: ... Santa Clauss ?? huahuhauhuhauhuhauhuhauha CKK.
                          Message 12 of 21 , Aug 30, 2000
                          • 0 Attachment
                            ----- Original Message -----
                            From: <moh_ashrul@...>
                            To: <otomotif-l@egroups.com>

                            > Jadi .... ?? Let's see who's got the last laugh ... hohohoho ....

                            Santa Clauss ?? huahuhauhuhauhuhauhuhauha

                            CKK.
                          • @gungk
                            Ohhhhhh, pantes MH suka melintir atau nabrak tembok padahal sedang memimpin (i.e. Monza 99) . . . . . itu toh alasannya . . . hehehehehe . . . Ciao.
                            Message 13 of 21 , Aug 30, 2000
                            • 0 Attachment
                              Ohhhhhh, pantes MH suka melintir atau nabrak tembok padahal sedang memimpin (i.e. Monza'99) . . . . . itu
                              toh alasannya . . . hehehehehe . . .
                              Ciao.

                              moh_ashrul@... wrote:

                              >
                              > Menurut satu sumber, konon gara-gara melintir itulah mobil McLaren malah
                              > tampak lebih 'perkasa' dan stabil. Ini bisa dilihat dari data-data lapangan
                              > (yg nonton langsung yg bisa melihat bedanya) sebelum dan sesudah kejadian
                              > spin tsb.
                              > Jadi .... ?? Let's see who's got the last laugh ... hohohoho ....
                            • Roby Siregar
                              Iya, ANTANGIN-nya baru mulai bekerja di lap-lap terakhir. Bablassss... yang lainnya!! ... From: @gungk To: otomotif-l@egroups.com Sent: Thursday, August 31,
                              Message 14 of 21 , Aug 31, 2000
                              • 0 Attachment
                                Iya, ANTANGIN-nya baru mulai 'bekerja' di lap-lap terakhir. Bablassss... yang lainnya!!
                                ----- Original Message -----
                                From: @gungk
                                To: otomotif-l@egroups.com
                                Sent: Thursday, August 31, 2000 12:47 PM
                                Subject: Re: [otomotif-l] GP F1


                                Ohhhhhh, pantes MH suka melintir atau nabrak tembok padahal sedang memimpin (i.e. Monza'99) . . . . . itu
                                toh alasannya . . . hehehehehe . . .
                                Ciao.

                                moh_ashrul@... wrote:

                                >
                                > Menurut satu sumber, konon gara-gara melintir itulah mobil McLaren malah
                                > tampak lebih 'perkasa' dan stabil. Ini bisa dilihat dari data-data lapangan
                                > (yg nonton langsung yg bisa melihat bedanya) sebelum dan sesudah kejadian
                                > spin tsb.
                                > Jadi .... ?? Let's see who's got the last laugh ... hohohoho ....





                                [Non-text portions of this message have been removed]
                              • Marcel
                                apalagi schumy, nabrak tembok+ban sampe kakinya patah. ... From: @gungk To: Sent: Thursday, August 31, 2000 12:47
                                Message 15 of 21 , Aug 31, 2000
                                • 0 Attachment
                                  apalagi schumy, nabrak tembok+ban sampe kakinya patah.

                                  ----- Original Message -----
                                  From: @gungk <agungk@...>
                                  To: <otomotif-l@egroups.com>
                                  Sent: Thursday, August 31, 2000 12:47 PM
                                  Subject: Re: [otomotif-l] GP F1


                                  >
                                  > Ohhhhhh, pantes MH suka melintir atau nabrak tembok padahal sedang
                                  memimpin (i.e. Monza'99) . . . . . itu
                                  > toh alasannya . . . hehehehehe . . .
                                  > Ciao.
                                  >
                                  > moh_ashrul@... wrote:
                                  >
                                  > >
                                  > > Menurut satu sumber, konon gara-gara melintir itulah mobil McLaren malah
                                  > > tampak lebih 'perkasa' dan stabil. Ini bisa dilihat dari data-data
                                  lapangan
                                  > > (yg nonton langsung yg bisa melihat bedanya) sebelum dan sesudah
                                  kejadian
                                  > > spin tsb.
                                  > > Jadi .... ?? Let's see who's got the last laugh ... hohohoho ....
                                  >
                                  >
                                  > Dapatkan topi esklusif dari OtomotifClubs.com, kontak
                                  rahman@... untuk informasi, BURUAN!
                                  >
                                  >
                                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.