Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Psikologi Kata-Kata (2)

Expand Messages
  • agussyafii
    Psikologi Kata-Kata (2) Ternyata kata-kata disamping mempunyai kekuatan positip juga dapat menyebabkan timbulnya kebencian, iri hati, dengki dan salah faham.
    Message 1 of 5 , Jul 3, 2007
    • 0 Attachment
      Psikologi Kata-Kata (2)

      Ternyata kata-kata disamping mempunyai kekuatan positip juga dapat
      menyebabkan timbulnya kebencian, iri hati, dengki dan salah faham.
      Tak jarang kata-kata singkat dapat memicu terjadinya pertumpahan
      darah diantara dua orang, atau bahkan peperangan besar diantara dua
      bangsa.

      Dalam berkomunikasi interpersonal, kekuatan kata-kata (atau tulisan)
      yang dapat menjadi stimuli yang merangsang respond orang terletak
      pada jenis-jenis kekuatan sebagai berikut;

      1. Keindahan bahasa, seperti bait-bait syair atau puisi. Syair Iqbal
      sangat besar kekuatannya hingga dapat menggerakkan sebagian penduduk
      India untuk membangun bangsa sendiri dan Negara sendiri, yaitu
      Pakistan. Pakistan adalah Negara yang lahirnya digerakkan oleh puisi
      Iqbal.

      2. Kejelasan informasi. Informasi yang sangat jelas mempunyai
      kekuatan yang sangat besar yang dapat menggerakkan orang banyak untuk
      secara spontan melakukan sesuatu; mendukung, menolak, atau lari.
      Informasi yang jelas tentang akan terjadinya tsunami misalnya, akan
      membuat orang secara spontan lari meninggalkan tempat tinggalnya.

      3. Logika yang sangat kuat. Hal yang sangat logis dapat mendorong
      orang untuk mengambil keputusan yang sangat berani, meski mungkin
      harus menghadapi resiko berat.

      4. Intonasi suara.. Suara berat, suara lembut, suara lantang, masing-
      masing mengandung kekuatan, sesuai dengan ketepatan timing. Suara
      berat cocok untuk teguran, suara lembut cocok untuk nasehat atau
      ungkapan cinta dan suara lantang cocok untuk agitasi. Bahkan
      sesungguhnya setiap huruf mempunyai power tertentu. Huruf sin, ha dan
      kho (Arab) mempunyai power spiritual, oleh karena itu kalimat doa dan
      wirid banyak menggunakan huruf itu, misalnya Bismillah, subhanalloh,
      alhamdu lillah, La ilaha illalloh. Dukun pun dalam mensugesti korban
      banyak menggunakan huruf ha, hahaha, hihihihi, huhuhuhu

      5. Memberi harapan. Kata-kata yang memberi motivasi kepada orang yang
      sedang putus asa mengandung kekuatan yang luar biasa. . Dalam keadaan
      terjepit, kata-kata; Tuhan akan menolong kita, Tuhan tidak tidur,
      Tuhan Maha Adil, bisa menggerakkan kekuatan untuk bertahan karena
      terbitnya harapan jalan keluar.

      6. Memberi peringatan. Dalam keadaan bimbang dan bingung, kata-kata
      yang berisi peringatan dapat menyadarkan kembali posisi dan
      memantapkan tekad.

      7. Ungkapan penuh ibarat. Kata-kata semisal ; Tidak ada gelap yang
      selamanya atau habis gelap terbit terang, atau dibalik kesulitan ada
      kemudahan, atau tiada gading yang tak retak, atau setiap yang hidup
      pasti akan mati dan sebangsanya mempunyai kekuatan yang sangat
      dahsyat pada saat-saat yang tepat.

      Secara psikologis, bahasa mempunyai peran yang sangat besar dalam
      mengendalikan perilaku manusia. Bahasa ibarat remote control yang
      dapat menyetel manusia menjadi tertawa, sedih, menangis, lunglai,
      semangat dan sebagainya. Bahasa juga dapat digunakan untuk memasukkan
      gagasan-gagasan ke dalam pikiran manusia.. Perbedaan struktur kata-
      kata juga mempunyai perbedaan efek psikologis. Misalnya seorang guru
      diperkenalkan dengan kata-kata; pak guru ini meski ilmunya sedikit
      tetapi mengajarnya enak difahami, berbeda dampak psikologinya jika
      diperkenalkan dengan kata-kata; pak guru ini ngajarnya enak sih, tapi
      ilmunya sedikit. Atau kalimat; Pak Gubernur itu orangnya lambat, tapi
      sangat hati-hati, berbeda dengan kalimat; pak Gubernur itu sangat
      hati-hati tapi lambat.

      Wassalam,
      agussyafii
      ==========================================================
      Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui
      http://mubarok-institute.blogspot.com, achmad.mubarok@...
      ==========================================================
    • Lies Sudianti
      Sorry nich Mas Agus, apa aku kelompatan ya kok tau tau terima Psikologi Kata-Kata (2) sementara no 1nya kok aku engga liat ya? Mas Agus aku selalu kagum sama
      Message 2 of 5 , Jul 3, 2007
      • 0 Attachment
        Sorry nich Mas Agus,
         
        apa aku kelompatan ya kok tau tau terima Psikologi Kata-Kata (2) sementara no 1nya kok aku engga liat ya?
         
        Mas Agus aku selalu kagum sama tulisan anda yang begitu produktif, semoga bisa menjadi kebaikan buat banyak orang ya.
         
        salam EPOS,
         
        Lies Sudianti
        Founder & Moderator milis the Profec
        0816995258


        agussyafii <agussyafii@...> wrote:
        Psikologi Kata-Kata (2)

        Ternyata kata-kata disamping mempunyai kekuatan positip juga dapat
        menyebabkan timbulnya kebencian, iri hati, dengki dan salah faham.
        Tak jarang kata-kata singkat dapat memicu terjadinya pertumpahan
        darah diantara dua orang, atau bahkan peperangan besar diantara dua
        bangsa.

        Dalam berkomunikasi interpersonal, kekuatan kata-kata (atau tulisan)
        yang dapat menjadi stimuli yang merangsang respond orang terletak
        pada jenis-jenis kekuatan sebagai berikut;

        1. Keindahan bahasa, seperti bait-bait syair atau puisi. Syair Iqbal
        sangat besar kekuatannya hingga dapat menggerakkan sebagian penduduk
        India untuk membangun bangsa sendiri dan Negara sendiri, yaitu
        Pakistan. Pakistan adalah Negara yang lahirnya digerakkan oleh puisi
        Iqbal.

        2. Kejelasan informasi. Informasi yang sangat jelas mempunyai
        kekuatan yang sangat besar yang dapat menggerakkan orang banyak untuk
        secara spontan melakukan sesuatu; mendukung, menolak, atau lari.
        Informasi yang jelas tentang akan terjadinya tsunami misalnya, akan
        membuat orang secara spontan lari meninggalkan tempat tinggalnya.

        3. Logika yang sangat kuat. Hal yang sangat logis dapat mendorong
        orang untuk mengambil keputusan yang sangat berani, meski mungkin
        harus menghadapi resiko berat.

        4. Intonasi suara.. Suara berat, suara lembut, suara lantang, masing-
        masing mengandung kekuatan, sesuai dengan ketepatan timing. Suara
        berat cocok untuk teguran, suara lembut cocok untuk nasehat atau
        ungkapan cinta dan suara lantang cocok untuk agitasi. Bahkan
        sesungguhnya setiap huruf mempunyai power tertentu. Huruf sin, ha dan
        kho (Arab) mempunyai power spiritual, oleh karena itu kalimat doa dan
        wirid banyak menggunakan huruf itu, misalnya Bismillah, subhanalloh,
        alhamdu lillah, La ilaha illalloh. Dukun pun dalam mensugesti korban
        banyak menggunakan huruf ha, hahaha, hihihihi, huhuhuhu

        5. Memberi harapan. Kata-kata yang memberi motivasi kepada orang yang
        sedang putus asa mengandung kekuatan yang luar biasa. . Dalam keadaan
        terjepit, kata-kata; Tuhan akan menolong kita, Tuhan tidak tidur,
        Tuhan Maha Adil, bisa menggerakkan kekuatan untuk bertahan karena
        terbitnya harapan jalan keluar.

        6. Memberi peringatan. Dalam keadaan bimbang dan bingung, kata-kata
        yang berisi peringatan dapat menyadarkan kembali posisi dan
        memantapkan tekad.

        7. Ungkapan penuh ibarat. Kata-kata semisal ; Tidak ada gelap yang
        selamanya atau habis gelap terbit terang, atau dibalik kesulitan ada
        kemudahan, atau tiada gading yang tak retak, atau setiap yang hidup
        pasti akan mati dan sebangsanya mempunyai kekuatan yang sangat
        dahsyat pada saat-saat yang tepat.

        Secara psikologis, bahasa mempunyai peran yang sangat besar dalam
        mengendalikan perilaku manusia. Bahasa ibarat remote control yang
        dapat menyetel manusia menjadi tertawa, sedih, menangis, lunglai,
        semangat dan sebagainya. Bahasa juga dapat digunakan untuk memasukkan
        gagasan-gagasan ke dalam pikiran manusia.. Perbedaan struktur kata-
        kata juga mempunyai perbedaan efek psikologis. Misalnya seorang guru
        diperkenalkan dengan kata-kata; pak guru ini meski ilmunya sedikit
        tetapi mengajarnya enak difahami, berbeda dampak psikologinya jika
        diperkenalkan dengan kata-kata; pak guru ini ngajarnya enak sih, tapi
        ilmunya sedikit. Atau kalimat; Pak Gubernur itu orangnya lambat, tapi
        sangat hati-hati, berbeda dengan kalimat; pak Gubernur itu sangat
        hati-hati tapi lambat.

        Wassalam,
        agussyafii
        ============ ========= ========= ========= ========= ========= =
        Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui
        http://mubarok- institute. blogspot. com, achmad.mubarok@ yahoo.com
        ============ ========= ========= ========= ========= ========= =




        Salam EPOS,Lies Sudianti Founder & Moderator +62816995258
      • si Brewok [0_-]
        Ibu Lies, Saya juga menikmati tulisan-tulisan beliau. IMHO: Mas Agus seorang pengamat kehidupan, dan di mata saya dia ini pemeditator sejati.
        Message 3 of 5 , Jul 3, 2007
        • 0 Attachment
          Ibu Lies,

          Saya juga menikmati tulisan-tulisan beliau. IMHO: Mas Agus seorang
          pengamat kehidupan, dan di mata saya dia ini pemeditator sejati.
          Tulisan-tulisannya lugas, cerdas, dan bebas; membawa harapan dan
          kesejukan.

          Om Mani Padme Hum
          Wassalam

          -----------------------------------
          Lies Sudianti <liessuwondo@...> wrote:
          >
          > Sorry nich Mas Agus,
          >
          > apa aku kelompatan ya kok tau tau terima Psikologi Kata-Kata (2)
          sementara no 1nya kok aku engga liat ya?
          >
          > Mas Agus aku selalu kagum sama tulisan anda yang begitu
          produktif, semoga bisa menjadi kebaikan buat banyak orang ya.
          >
          > salam EPOS,
          >
          > Lies Sudianti
          > Founder & Moderator milis the Profec

          -----------------------------------------

          > agussyafii <agussyafii@...> wrote:
          > Psikologi Kata-Kata (2)
          >
          > Ternyata kata-kata disamping mempunyai kekuatan positip juga dapat
          > menyebabkan timbulnya kebencian, iri hati, dengki dan salah faham.
          > Tak jarang kata-kata singkat dapat memicu terjadinya pertumpahan
          > darah diantara dua orang, atau bahkan peperangan besar diantara
          dua
          > bangsa.
          >
        • agussyafii
          Psikologi Kata-Kata (1) Orang bijak berkata; jangan lihat orangnya, tetapi perhatikan apa yang dikatakan. (undzur ma qala wala tandzur man qala) Nasehat ini
          Message 4 of 5 , Jul 4, 2007
          • 0 Attachment
            Psikologi Kata-Kata (1)

            Orang bijak berkata; jangan lihat orangnya, tetapi perhatikan apa
            yang dikatakan. (undzur ma qala wala tandzur man qala) Nasehat ini
            merujuk pada seringnya kejadian dimana orang sering tertipu oleh
            hallo effect. Karena yang berkata orang penting maka kata-katanya
            sering dianggap penting. Karena yang berkata orang pinter maka kata-
            katanya sering dipastikan benar, padahal belum tentu benar.
            Sebaliknya kata-kata orang kecil sering tidak diperhatikan meskipun
            benar.

            Di sisi lain terkadang terjadi seseorang berkata yang sebenarnya dan
            perkataanya memang benar, tetapi perkataan itu tidak difahami oleh
            orang lain bahkan terkadang disalah fahami. Di sisi lain lagi ada
            seseorang yang berbicara tentang hal-hal yang tidak ada isinya,
            tetapi enak didengarnya dan banyak orang betah berlama-lama
            dengannya. Ada kata-kata yang setelah kita dengar langsung lewat dari
            telinga kiri ke telinga kanan, tak sedikitpun tertinggal di hati
            kita, tetapi ada kata-kata yang sangat singkat tetapi begitu kita
            dengar langsung menancap di hati mempengaruhi perilaku kita untuk
            waktu yang sangat lama.

            Syahdan , dikisahkan dalam kisah sufi, bahwa Ibrahim bin Adham,
            seorang raja muda (putera mahkota) di negeri Khurazan Asia Tengah,
            sedang duduk di kursi kerajaannya. Tiba-tiba terdengar suara berderak
            di atas loteng langit-langit istananya. Sebagai seorang raja muda, ia
            sangat terganggu oleh suara berisik itu, maka secara spontan ia
            berteriak; hai siapa diatas itu ? terdengar jawaban dari atas; saya
            baginda.. Dengan heran campur marah Ibrahim bertanya; sedang apa kau
            disitu ?. Terdengar jawaban; sedang mencari kudaku yang hilang
            baginda. Dengar amat marah Ibrahim berteriak; dasar bodoh kamu,
            kenapa kau mencari kuda di loteng, disitu bukan tempat mencari kuda,
            wahai dungu !!! Tanpa di duga terdengar jawaban dari atas; Demikian
            juga baginda, jika baginda sedang mencari Tuhan, kenapa duduk di
            kursi kerajaan ! Baginda berada di tempat yang salah.

            Mendengar jawaban singkat yang amat tenang itu, Ibrahim bin Adham
            kemudian terdiam. Kata-kata asing dari langit-langit istananya itu
            sungguh menyentuh nuraninya; suaranya mantap, kalimatnya jelas dan
            logikanya sangat kuat, sehingga keseluruhan kata-kata itu menjadi
            sangat berwibawa dan menggelitik jiwanya.

            Berhari-hari kemudian Ibrahim bin Adham duduk menyendiri, merenungkan
            makna kata-kata orang asing itu, sampai akhirnya ia mengambil
            keputusan untuk meninggalkan tahta kerajaannya untuk kemudian
            menempuh jalan sufi Dengan berpakaian sangat sederhana Putera Mahkota
            itu mengembara mencari Tuhannya. Dua puluh tahun kemudian Ibrahim bin
            Adham dikenal sebagai ulama besar yang bermukim di Makkah dan menjadi
            rujukan utama ilmu tasauf.

            Kisah tersebut menjadi contoh betapa kata-kata tertentu mempunyai
            kekuatan yang luar biasa dalam mengubah perilaku manusia, dan betapa
            suatu logika mempunyai peran yang sangat besar dalam pengambilan
            keputusan, dan betapa paduan suara, kata-kata dan logika mempunyai
            daya panggil yang sangat kuat dan berwibawa terhadap seseorang.
          • agussyafii
            Mbak Lies & Om Brewok, terima kasih sebelumnya atas komentarnya, saya juga masih perlu banyak belajar dari mbak lies & om brewok juga teman2 lainnya. mudah2an
            Message 5 of 5 , Jul 4, 2007
            • 0 Attachment
              Mbak Lies & Om Brewok,

              terima kasih sebelumnya atas komentarnya, saya juga masih perlu
              banyak belajar dari mbak lies & om brewok juga teman2 lainnya.
              mudah2an diperkenankan..

              Wassalam,
              agussyafii

              --- In mayapadaprana@yahoogroups.com, Lies Sudianti <liessuwondo@...>
              wrote:
              >
              > Sorry nich Mas Agus,
              >
              > apa aku kelompatan ya kok tau tau terima Psikologi Kata-Kata (2)
              sementara no 1nya kok aku engga liat ya?
              >
              > Mas Agus aku selalu kagum sama tulisan anda yang begitu
              produktif, semoga bisa menjadi kebaikan buat banyak orang ya.
              >
              > salam EPOS,
              >
              > Lies Sudianti
              > Founder & Moderator milis the Profec
              > 0816995258
              > lies.s@...
              > liessuwondo@...
              > theprofec@yahoogroups.com
              >
              >
            Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.