Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Balasan: [Mayapada Prana] Apakah Yesus itu manusia ataukah Allah ?

Expand Messages
  • lusi amelia
    hai..... mang ucup apa khabar boleh kan tanya yakin lah.anda kalau yang mati di tiang salib adalah Nabi Isa(Yesus)?dengan alasan menebus dosa umatnya. MANGUCUP
    Message 1 of 9 , Mar 31, 2007
      hai..... mang ucup apa khabar boleh kan tanya yakin lah.anda kalau yang mati di tiang salib adalah Nabi Isa(Yesus)?dengan alasan menebus dosa umatnya.

      MANGUCUP <mangucup@...> wrote:
      Berdasarkan tulisan saya yang terakhir ini banyak yang menilai, bahwa saya
      telah menyesatkan dan menggembos iman sesama umat. Hanya perlu anda ketahui
      bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya pernah timbul juga pada diri
      saya sendiri; dimana saya sendiri berusaha untuk mencari jawabannya.

      Perlu anda ketahui bahwa dari awal mula Allah Bapa mengasihi Putera-Nya,
      bahkan Ia sendiri bersabda: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku
      berkenan." (Matius 3:17). Jadi dalam hal ini sudah tidak perlu diragukan
      lagi.

      Tuhan Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Komplit dengan
      segala perasaan yang dapat dirasakan oleh setiap manusia di kolong langit
      ini, seperti perasaan sedih, takut, marah, sakit maupun kecewa. Ini bisa
      dibuktikan pada saat penderitaan-Nya dikayu salib. Ia menderita sakit,
      berdarah, luka, bahkan sampai mati sebagai manusia.

      Kalau Ia manusia bagaimana mungkin Ia adalah Allah ?! Saya mencoba mencari
      persamaan seperti juga mobil angkot, walaupun diberi mesin pesawat terbang
      Jumbo 747 sekalipun, ia tetap saja angkot, sehingga tidak mungkin bisa
      terbang, wong namanya juga body mobil bukannya pesawat.

      Di dalam pengertian saya sebagai wong goblok bin dungu, Tuhan Yesus itu
      adalah manusia tetapi Roh-Nya adalah Allah, oleh sebab itulah Ia harus
      menerima nasib dan kenyataan seperti layaknya manusia-manusia lainnya. Body
      Nya adalah body manusia. Dimana Ia juga harus merasakan nyerinya penderitaan
      seperti yang dirasakan oleh setiap manusia di dunia ini.

      Tuhan Yesus mengemban tugas untuk menebus baca mengambil alih seluruh dosa
      umat manusia. Hukuman dari dosa adalah maut, oleh sebab itulah juga; Ia
      harus mati dikayu salib. Ia mati sebagai penanggung dosa umat manusia, hal
      inilah yang menyebabkan pada saat Ia berada di kayu salib, Allah Bapa
      perpaling muka dari Dia, sebab Allah itu kudus adanya.

      Mang Ucup termasuk anak bandel, sehingga seringkali digebukin oleh Abah Awat
      (ayah), tetapi hukuman itu tidak begitu menyakitkan seperti kalau di cuekin
      atau diacuhkan beberapa hari lamanya oleh Abah. Hal ini jauh lebih
      menyakitkan daripada digaplok ! Saya tahu ayah saya tidak pernah akan
      meninggalkan saya, walaupun demikian sering timbul dipikiran saya: “Kenapa
      Abah meninggalkan saya ?”. Pertanyaan ini timbul, karena merasa sedih
      dijauhi oleh ayah. Mungkin hal yang serupa dirasakan oleh Tuhan Yesus pada
      saat Ia berada di kayu salib.

      Memang Tuhan Yesus itu adalah Allah Putera merupakan sebagian dari Trinitas,
      tetapi pada saat Ia hidup sebagai manusia, tubuh-Nya adalah manusia. Hal ini
      bisa dibuktikan dimana Ia butuh waktu untuk berdoa terhadap Allah Bapa.
      Bahkan pada saat Ia berdoa; Ia bersabda: “Bapa, Aku mengucap syukur
      kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku…(Yohanes 11-43) jadi
      wajarlah apabila pada saat Ia disalib Ia juga mengucapkan: “„Eloi, Eloi Lama
      Sabakhtani“

      Mudah-mudahan melalui tulisan ini saya dapat merevisi tulisan saya yang
      sebelumnya.

      Maranatha
      Mang Ucup – The Drunken Priest
      Email: mang.ucup@...
      Homepage: www.mangucup.org









      --
      Internal Virus Database is out-of-date.
      Checked by AVG Free Edition.
      Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.15.24/592 - Release Date: 18-12-2006
      13:45





      Mayapada Prana Quotes:
      "Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
      - Sathya Sai Baba

      Mayapada Prana Links:

      <*> Indonesian Lesbian Forum
      http://www.voy.com/6346/

      <*> Gay Indonesian Buddhist Fellowship
      http://groups.yahoo.com/group/gibf

      <*> Bike To Work Indonesia
      http://sports.groups.yahoo.com/group/b2w-indonesia

      <*> Food Combining Indonesia
      http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/
      Yahoo! Groups Links

      <*> To visit your group on the web, go to:
      http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

      <*> Your email settings:
      Individual Email | Traditional

      <*> To change settings online go to:
      http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/join
      (Yahoo! ID required)

      <*> To change settings via email:
      mailto:mayapadaprana-digest@yahoogroups.com
      mailto:mayapadaprana-fullfeatured@yahoogroups.com

      <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
      mayapadaprana-unsubscribe@yahoogroups.com

      <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
      http://asia.docs.yahoo.com/info/terms





      Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
      http://id.mail.yahoo.com/

    • Dicky Hendra
      Mangucup sebelumnya selamat kenal dulu dengan anda,saya adalah anggota baru Tetapi begitu saya baca isi email anda sungguh puji Tuhan bahwa demikian besar jiwa
      Message 2 of 9 , Apr 1, 2007
        Mangucup sebelumnya selamat kenal dulu dengan anda,saya adalah anggota baru
        Tetapi begitu saya baca isi email anda sungguh puji Tuhan bahwa demikian
        besar jiwa kesatria anda ,saya pribadi juga pernah mengalami hal demikian di
        milis group saya tetapi semua dengan Kasih Kristus hal itu tidak berlanjut
        lagi walaupun kita semua berbeda kepercayaan tetapi tali kasih yang mengikat
        kita sehingga tidak terjadi perpecahan.GBU.

        -----Original Message-----
        From: mayapadaprana@yahoogroups.com [mailto:mayapadaprana@yahoogroups.com]
        On Behalf Of MANGUCUP
        Sent: 01 April 2007 3:51
        To: diskusi_gantharwa@...; mayapadaprana@yahoogroups.com;
        zamanku@yahoogroups.com; KincirAngin@yahoogroups.com
        Subject: [Mayapada Prana] Apakah Yesus itu manusia ataukah Allah ?

        Berdasarkan tulisan saya yang terakhir ini banyak yang menilai, bahwa saya
        telah menyesatkan dan menggembos iman sesama umat. Hanya perlu anda ketahui
        bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya pernah timbul juga pada diri
        saya sendiri; dimana saya sendiri berusaha untuk mencari jawabannya.

        Perlu anda ketahui bahwa dari awal mula Allah Bapa mengasihi Putera-Nya,
        bahkan Ia sendiri bersabda: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku
        berkenan." (Matius 3:17). Jadi dalam hal ini sudah tidak perlu diragukan
        lagi.

        Tuhan Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Komplit dengan
        segala perasaan yang dapat dirasakan oleh setiap manusia di kolong langit
        ini, seperti perasaan sedih, takut, marah, sakit maupun kecewa. Ini bisa
        dibuktikan pada saat penderitaan-Nya dikayu salib. Ia menderita sakit,
        berdarah, luka, bahkan sampai mati sebagai manusia.

        Kalau Ia manusia bagaimana mungkin Ia adalah Allah ?! Saya mencoba mencari
        persamaan seperti juga mobil angkot, walaupun diberi mesin pesawat terbang
        Jumbo 747 sekalipun, ia tetap saja angkot, sehingga tidak mungkin bisa
        terbang, wong namanya juga body mobil bukannya pesawat.

        Di dalam pengertian saya sebagai wong goblok bin dungu, Tuhan Yesus itu
        adalah manusia tetapi Roh-Nya adalah Allah, oleh sebab itulah Ia harus
        menerima nasib dan kenyataan seperti layaknya manusia-manusia lainnya. Body
        Nya adalah body manusia. Dimana Ia juga harus merasakan nyerinya penderitaan
        seperti yang dirasakan oleh setiap manusia di dunia ini.

        Tuhan Yesus mengemban tugas untuk menebus baca mengambil alih seluruh dosa
        umat manusia. Hukuman dari dosa adalah maut, oleh sebab itulah juga; Ia
        harus mati dikayu salib. Ia mati sebagai penanggung dosa umat manusia, hal
        inilah yang menyebabkan pada saat Ia berada di kayu salib, Allah Bapa
        perpaling muka dari Dia, sebab Allah itu kudus adanya.

        Mang Ucup termasuk anak bandel, sehingga seringkali digebukin oleh Abah Awat
        (ayah), tetapi hukuman itu tidak begitu menyakitkan seperti kalau di cuekin
        atau diacuhkan beberapa hari lamanya oleh Abah. Hal ini jauh lebih
        menyakitkan daripada digaplok ! Saya tahu ayah saya tidak pernah akan
        meninggalkan saya, walaupun demikian sering timbul dipikiran saya: "Kenapa
        Abah meninggalkan saya ?". Pertanyaan ini timbul, karena merasa sedih
        dijauhi oleh ayah. Mungkin hal yang serupa dirasakan oleh Tuhan Yesus pada
        saat Ia berada di kayu salib.

        Memang Tuhan Yesus itu adalah Allah Putera merupakan sebagian dari Trinitas,
        tetapi pada saat Ia hidup sebagai manusia, tubuh-Nya adalah manusia. Hal ini
        bisa dibuktikan dimana Ia butuh waktu untuk berdoa terhadap Allah Bapa.
        Bahkan pada saat Ia berdoa; Ia bersabda: "Bapa, Aku mengucap syukur
        kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.(Yohanes 11-43) jadi
        wajarlah apabila pada saat Ia disalib Ia juga mengucapkan: ""Eloi, Eloi Lama
        Sabakhtani"

        Mudah-mudahan melalui tulisan ini saya dapat merevisi tulisan saya yang
        sebelumnya.

        Maranatha
        Mang Ucup - The Drunken Priest
        Email: mang.ucup@...
        Homepage: www.mangucup.org









        --
        Internal Virus Database is out-of-date.
        Checked by AVG Free Edition.
        Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.15.24/592 - Release Date: 18-12-2006
        13:45





        Mayapada Prana Quotes:
        "Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
        - Sathya Sai Baba

        Mayapada Prana Links:
      • Dodi Suwardi
        Sesungguhnya Ruh itu satu adanya...tidak ada ruh mang ucup, tidak ada ruh SBY, tidak ada ruh dengan identitas individu... Ruh tetap satu, namum kesadaran bisa
        Message 3 of 9 , Apr 1, 2007
          Sesungguhnya Ruh itu satu adanya...tidak ada ruh mang
          ucup, tidak ada ruh SBY, tidak ada ruh dengan
          identitas individu... Ruh tetap satu, namum kesadaran
          bisa berbagai bentuk, berbagai level. Manusia termasuk
          Yesus sekalipun adalah manusia biasa , bedanya dia
          telah mencapai kesadarara dalam level tuhan Allah,
          melalui berbagai pencerahannya , jadi siapapun di
          dunia ini bisa mencapai kesadaran tertinggi tersebut
          in any way.
          Mogamoga pendapat saya tidak membuat konflik.

          The Higher Consciousness Contemplation of Life I *

          I am one with ALL THAT IS.
          I surrender to my higher self,
          God-soul that is me.
          In the eternity of now,
          I rise above time and space
          Into infinite spirit.

          In this creative center
          Of pure consciousness,
          Where all things exist,
          I accept into my life
          That which I choose
          For my wellbeing and spiritual unfoldment.

          I think neither good nor bad
          Of events in my life,
          For they are without form.
          Neither good nor bad,
          Either good or bad,
          My choice
          Makes it my own.

          Outcomes flow from
          What I think, and
          What I deem is true.
          For how I act,
          And what I accept,
          Steers the course
          That will ensue.

          I focus on my higher self,
          God-soul that is free.
          A spark of GOD, part of the whole
          That watches over me.
          It meets my needs,
          And steers my course,
          On my journey home, to THEE.

          I center
          On my love for GOD,
          And GOD’s boundless love for me,
          A love that provides, protects
          And guides my way,
          To know the ONE
          In me.

          ALL THAT IS, is
          All there is.
          And I as part of THEE,
          Claim freedom
          Joy, success
          As mine,
          GOD’s endless gift to me.




          * From Confessions of a God Seeker: A Journey
          to Higher Consciousness by Ford Johnson

          -dodi suwardi-

          --- MANGUCUP <mangucup@...> wrote:

          > Berdasarkan tulisan saya yang terakhir ini banyak
          > yang menilai, bahwa saya
          > telah menyesatkan dan menggembos iman sesama umat.
          > Hanya perlu anda ketahui
          > bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya
          > pernah timbul juga pada diri
          > saya sendiri; dimana saya sendiri berusaha untuk
          > mencari jawabannya.
          >
          > Perlu anda ketahui bahwa dari awal mula Allah Bapa
          > mengasihi Putera-Nya,
          > bahkan Ia sendiri bersabda: “Inilah Anak-Ku yang
          > Kukasihi, kepada-Nyalah Aku
          > berkenan." (Matius 3:17). Jadi dalam hal ini sudah
          > tidak perlu diragukan
          > lagi.
          >
          > Tuhan Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi
          > manusia. Komplit dengan
          > segala perasaan yang dapat dirasakan oleh setiap
          > manusia di kolong langit
          > ini, seperti perasaan sedih, takut, marah, sakit
          > maupun kecewa. Ini bisa
          > dibuktikan pada saat penderitaan-Nya dikayu salib.
          > Ia menderita sakit,
          > berdarah, luka, bahkan sampai mati sebagai manusia.
          >
          > Kalau Ia manusia bagaimana mungkin Ia adalah Allah
          > ?! Saya mencoba mencari
          > persamaan seperti juga mobil angkot, walaupun diberi
          > mesin pesawat terbang
          > Jumbo 747 sekalipun, ia tetap saja angkot, sehingga
          > tidak mungkin bisa
          > terbang, wong namanya juga body mobil bukannya
          > pesawat.
          >
          > Di dalam pengertian saya sebagai wong goblok bin
          > dungu, Tuhan Yesus itu
          > adalah manusia tetapi Roh-Nya adalah Allah, oleh
          > sebab itulah Ia harus
          > menerima nasib dan kenyataan seperti layaknya
          > manusia-manusia lainnya. Body
          > Nya adalah body manusia. Dimana Ia juga harus
          > merasakan nyerinya penderitaan
          > seperti yang dirasakan oleh setiap manusia di dunia
          > ini.
          >
          > Tuhan Yesus mengemban tugas untuk menebus baca
          > mengambil alih seluruh dosa
          > umat manusia. Hukuman dari dosa adalah maut, oleh
          > sebab itulah juga; Ia
          > harus mati dikayu salib. Ia mati sebagai penanggung
          > dosa umat manusia, hal
          > inilah yang menyebabkan pada saat Ia berada di kayu
          > salib, Allah Bapa
          > perpaling muka dari Dia, sebab Allah itu kudus
          > adanya.
          >
          > Mang Ucup termasuk anak bandel, sehingga seringkali
          > digebukin oleh Abah Awat
          > (ayah), tetapi hukuman itu tidak begitu menyakitkan
          > seperti kalau di cuekin
          > atau diacuhkan beberapa hari lamanya oleh Abah. Hal
          > ini jauh lebih
          > menyakitkan daripada digaplok ! Saya tahu ayah saya
          > tidak pernah akan
          > meninggalkan saya, walaupun demikian sering timbul
          > dipikiran saya: “Kenapa
          > Abah meninggalkan saya ?”. Pertanyaan ini timbul,
          > karena merasa sedih
          > dijauhi oleh ayah. Mungkin hal yang serupa dirasakan
          > oleh Tuhan Yesus pada
          > saat Ia berada di kayu salib.
          >
          > Memang Tuhan Yesus itu adalah Allah Putera merupakan
          > sebagian dari Trinitas,
          > tetapi pada saat Ia hidup sebagai manusia, tubuh-Nya
          > adalah manusia. Hal ini
          > bisa dibuktikan dimana Ia butuh waktu untuk berdoa
          > terhadap Allah Bapa.
          > Bahkan pada saat Ia berdoa; Ia bersabda: “Bapa, Aku
          > mengucap syukur
          > kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan
          > Aku…(Yohanes 11-43) jadi
          > wajarlah apabila pada saat Ia disalib Ia juga
          > mengucapkan: “„Eloi, Eloi Lama
          > Sabakhtani“
          >
          > Mudah-mudahan melalui tulisan ini saya dapat
          > merevisi tulisan saya yang
          > sebelumnya.
          >
          > Maranatha
          > Mang Ucup – The Drunken Priest
          > Email: mang.ucup@...
          > Homepage: www.mangucup.org
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          > --
          > Internal Virus Database is out-of-date.
          > Checked by AVG Free Edition.
          > Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.15.24/592 -
          > Release Date: 18-12-2006
          > 13:45
          >
          >
          >
          >
          >
          > Mayapada Prana Quotes:
          > "Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to
          > God"
          > - Sathya Sai Baba
          >
          > Mayapada Prana Links:
          >
          http://health.groups.yahoo.com/group/FOOD_COMBINING_INDONESIA/
          >
          > Yahoo! Groups Links
          >
          >
          http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/join
          > (Yahoo! ID required)
          >
          > mailto:mayapadaprana-fullfeatured@yahoogroups.com
          >
          >
          >


          Best Regards :
          -Dodi-
        • Gani Kurnia
          Menarik sekali apa yang disampaikan Mang Ucup, saya harap semua penyebar agama menyebarkan ajaran dengan ajaran dasarnya, seperti Mang Ucup dengan ajaran
          Message 4 of 9 , Apr 1, 2007
            Menarik sekali apa yang disampaikan Mang Ucup, saya harap semua penyebar agama menyebarkan ajaran dengan ajaran dasarnya, seperti Mang Ucup dengan ajaran Kasihnya, tetap konsisten dengan cara yang tidak menyinggung agama lain. Mungkin ini karena Mang Ucup memberikan informasi asli tentang jati dirinya, tidak memakai email palsu, id palsu atau nickname palsu, jadi semua yang artikel yang ditulis dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan kaidah norma2 yang berlaku di masyarakat yang kita sepakati semua.


            On 4/1/07, MANGUCUP <mangucup@...> wrote:
            Berdasarkan tulisan saya yang terakhir ini banyak yang menilai, bahwa saya
            telah menyesatkan dan menggembos iman sesama umat. Hanya perlu anda ketahui
            bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya pernah timbul juga pada diri
            saya sendiri; dimana saya sendiri berusaha untuk mencari jawabannya.

          • git sulistiono
            kita semua sudah tau kualitas seorang Mang Ucup, lepas dari setuju atau tidak dengan pendapatnya. yang harus diwaspadai memang mereka yang menulis posting
            Message 5 of 9 , Apr 1, 2007
              kita semua sudah tau kualitas seorang Mang Ucup, lepas
              dari setuju atau tidak dengan pendapatnya.

              yang harus diwaspadai memang mereka yang menulis
              posting dengan nama samaran, id samaran, dan samaran2
              lain ...
              juga mereka yang mengaku ulama atau ustadz tapi malah
              menjelek2kan ajaran yang katanya dia ajarkan ...
              juga mereka yang mengadu domba satu ajaran dengan
              ajaran lain ...

              prianggito

              --- Gani Kurnia <grantives@...> wrote:

              > Menarik sekali apa yang disampaikan Mang Ucup, saya
              > harap semua penyebar
              > agama menyebarkan ajaran dengan ajaran dasarnya,
              > seperti Mang Ucup dengan
              > ajaran Kasihnya, tetap konsisten dengan cara yang
              > tidak menyinggung agama
              > lain. Mungkin ini karena Mang Ucup memberikan
              > informasi asli tentang jati
              > dirinya, tidak memakai email palsu, id palsu atau
              > nickname palsu, jadi semua
              > yang artikel yang ditulis dapat
              > dipertanggungjawabkan sesuai dengan kaidah
              > norma2 yang berlaku di masyarakat yang kita sepakati
              > semua.
              >
              >
              > On 4/1/07, MANGUCUP <mangucup@...> wrote:
              > >
              > > Berdasarkan tulisan saya yang terakhir ini banyak
              > yang menilai, bahwa saya
              > > telah menyesatkan dan menggembos iman sesama umat.
              > Hanya perlu anda
              > > ketahui
              > > bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya
              > pernah timbul juga pada
              > > diri
              > > saya sendiri; dimana saya sendiri berusaha untuk
              > mencari jawabannya.
              > >
              > >
              >




              ____________________________________________________________________________________
              Bored stiff? Loosen up...
              Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
              http://games.yahoo.com/games/front
            • Charlie Tjhin
              ... From: lusi amelia To: mayapadaprana@yahoogroups.com Sent: Sunday, April 1, 2007 1:44:12 PM Subject: Balasan: [Mayapada Prana] Apakah
              Message 6 of 9 , Apr 2, 2007


                ----- Original Message ----
                From: lusi amelia <lusi0203@...>
                To: mayapadaprana@yahoogroups.com
                Sent: Sunday, April 1, 2007 1:44:12 PM
                Subject: Balasan: [Mayapada Prana] Apakah Yesus itu manusia ataukah Allah ?

                hai..... mang ucup apa khabar boleh kan tanya yakin lah.anda kalau yang mati di tiang salib adalah Nabi Isa(Yesus)?dengan alasan menebus dosa umatnya.

                MANGUCUP <mangucup@orange. nl> wrote:

                Berdasarkan tulisan saya yang terakhir ini banyak yang menilai, bahwa saya
                telah menyesatkan dan menggembos iman sesama umat. Hanya perlu anda ketahui
                bahwa pertanyaan-pertanya an tersebut sebenarnya pernah timbul juga pada diri
                saya sendiri; dimana saya sendiri berusaha untuk mencari jawabannya.

                Perlu anda ketahui bahwa dari awal mula Allah Bapa mengasihi Putera-Nya,
                bahkan Ia sendiri bersabda: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku
                berkenan." (Matius 3:17). Jadi dalam hal ini sudah tidak perlu diragukan
                lagi.

                Tuhan Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Komplit dengan
                segala perasaan yang dapat dirasakan oleh setiap manusia di kolong langit
                ini, seperti perasaan sedih, takut, marah, sakit maupun kecewa. Ini bisa
                dibuktikan pada saat penderitaan- Nya dikayu salib. Ia menderita sakit,
                berdarah, luka, bahkan sampai mati sebagai manusia.

                Kalau Ia manusia bagaimana mungkin Ia adalah Allah ?! Saya mencoba mencari
                persamaan seperti juga mobil angkot, walaupun diberi mesin pesawat terbang
                Jumbo 747 sekalipun, ia tetap saja angkot, sehingga tidak mungkin bisa
                terbang, wong namanya juga body mobil bukannya pesawat.

                Di dalam pengertian saya sebagai wong goblok bin dungu, Tuhan Yesus itu
                adalah manusia tetapi Roh-Nya adalah Allah, oleh sebab itulah Ia harus
                menerima nasib dan kenyataan seperti layaknya manusia-manusia lainnya. Body
                Nya adalah body manusia. Dimana Ia juga harus merasakan nyerinya penderitaan
                seperti yang dirasakan oleh setiap manusia di dunia ini.

                Tuhan Yesus mengemban tugas untuk menebus baca mengambil alih seluruh dosa
                umat manusia. Hukuman dari dosa adalah maut, oleh sebab itulah juga; Ia
                harus mati dikayu salib. Ia mati sebagai penanggung dosa umat manusia, hal
                inilah yang menyebabkan pada saat Ia berada di kayu salib, Allah Bapa
                perpaling muka dari Dia, sebab Allah itu kudus adanya.

                Mang Ucup termasuk anak bandel, sehingga seringkali digebukin oleh Abah Awat
                (ayah), tetapi hukuman itu tidak begitu menyakitkan seperti kalau di cuekin
                atau diacuhkan beberapa hari lamanya oleh Abah. Hal ini jauh lebih
                menyakitkan daripada digaplok ! Saya tahu ayah saya tidak pernah akan
                meninggalkan saya, walaupun demikian sering timbul dipikiran saya: “Kenapa
                Abah meninggalkan saya ?”. Pertanyaan ini timbul, karena merasa sedih
                dijauhi oleh ayah. Mungkin hal yang serupa dirasakan oleh Tuhan Yesus pada
                saat Ia berada di kayu salib.

                Memang Tuhan Yesus itu adalah Allah Putera merupakan sebagian dari Trinitas,
                tetapi pada saat Ia hidup sebagai manusia, tubuh-Nya adalah manusia. Hal ini
                bisa dibuktikan dimana Ia butuh waktu untuk berdoa terhadap Allah Bapa.
                Bahkan pada saat Ia berdoa; Ia bersabda: “Bapa, Aku mengucap syukur
                kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku…(Yohanes 11-43) jadi
                wajarlah apabila pada saat Ia disalib Ia juga mengucapkan: “„Eloi, Eloi Lama
                Sabakhtani“

                Mudah-mudahan melalui tulisan ini saya dapat merevisi tulisan saya yang
                sebelumnya.

                Maranatha
                Mang Ucup – The Drunken Priest
                Email: mang.ucup@gmail. com
                Homepage: www.mangucup. org









                --
                Internal Virus Database is out-of-date.
                Checked by AVG Free Edition.
                Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.15.24/592 - Release Date: 18-12-2006
                13:45





                Mayapada Prana Quotes:
                "Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
                - Sathya Sai Baba

                Mayapada Prana Links:

                <*> Indonesian Lesbian Forum
                http://www.voy. com/6346/

                <*> Gay Indonesian Buddhist Fellowship
                http://groups. yahoo.com/ group/gibf

                <*> Bike To Work Indonesia
                http://sports. groups.yahoo. com/group/ b2w-indonesia

                <*> Food Combining Indonesia
                http://health. groups.yahoo. com/group/ FOOD_COMBINING_ INDONESIA/
                Yahoo! Groups Links

                <*> To visit your group on the web, go to:
                http://asia. groups.yahoo. com/group/ mayapadaprana/

                <*> Your email settings:
                Individual Email | Traditional

                <*> To change settings online go to:
                http://asia. groups.yahoo. com/group/ mayapadaprana/ join
                (Yahoo! ID required)

                <*> To change settings via email:
                mailto:mayapadapran a-digest@ yahoogroups. com
                mailto:mayapadapran a-fullfeatured@ yahoogroups. com

                <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
                mayapadaprana- unsubscribe@ yahoogroups. com

                <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
                http://asia. docs.yahoo. com/info/ terms





                Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
                http://id.mail. yahoo.com/




                Looking for earth-friendly autos?
                Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
              • H. M. Nur Abdurrahman
                Ruh Allah artinya Ruh ciptaan (makhluq) Allah. Allah itu bersifat mukhalafatu lil hawadisi (berbada dengan makhluqNya). Karena Ruh itu ciptaan Allah, maka
                Message 7 of 9 , Apr 2, 2007
                  Ruh Allah artinya Ruh ciptaan (makhluq) Allah. Allah itu bersifat
                  mukhalafatu lil hawadisi (berbada dengan makhluqNya). Karena Ruh itu ciptaan
                  Allah, maka Allah bukanlah Ruh.

                  Firman Allah SWT (transliterasi huruf demi huruf):
                  -- KYF TKFRWN BALLH WKNTM AMWATA FAhYAKM TSM YMYTKM TSM YAHAYYKM TSM ALYH
                  TRJ'AWN (S. ALBQRt, 2:28), dibaca: kayfa takfuru-na biLla-hi wa kuntum
                  amwa-tan faahya-kum tsumma yumi-tukum tsumma yuhyi-kum tsumma ilayhi
                  turja'u-n (tanda - memanjangkan).
                  - Kayfa takfuru-na biLla-hi, bagaimana mungkin engkau kafir terhadap Allah;
                  - kuntum amwa-tan, kamu dalam keadaan mati, belum berjasad (alam arwah);
                  - faahya-kum, maka kamu dihidupkan, janin dihidupkan dengan ditiupkan ruh
                  (alam rahim), lahir ke dunia (alam syahadah);
                  - tsumma yumi-tukum, kemudian kamu dimatikan, jasad hancur menjadi tanah,
                  jiwa digenggam Allah, dan ruh pindah ke alam barzakh;
                  - tsumma yuhyi-kum, kemudian kamu dihidupkan, jiwa dan ruh menempati jasad
                  baru yang permanen (bukan dari tanah lagi) lalu bangkit (qa-ma, qiya-mun =
                  berdiri, berbangkit). Inilah yang disebut yawmu lqiya-mah, hari berbangkit.
                  Bila tibanya hari berbangkit, atau hari kiamat itu? Itu rahasia Allah SWT.
                  Namun secara isyarat ialah apabila semua arwah di alam arwah sudah pindah ke
                  alam syahadah menjadi manusia, dan semua manusia itu sudah menjalani
                  kehidupan di alam syahadah, semua arwah sudah pindah ke alam barzakh, maka
                  itulah saatnya yawmul qiya-mah, hari kiamat. Adapun prolog hari kiamat ialah
                  gempa global, seperti dalam Surah al Zilzal.
                  -- tsumma ilayhi turja'u-n, kemudian kepadaNya kamu dikembalikan. Setelah
                  hari kiamat, atau hari berbangkit, kemudian semua insan dikembalikan
                  kepadaNya untuk mempertanggung-jawabkan segala amal baik dan buruk sewaktu
                  masih hidup di dunia. Dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk diadili, inilah
                  yang disebut dengan yawmud di-n, hari pengadilan, ini selalu dibaca ummat
                  Islam pada waktu shalat: Ma(-)liki yawmid di-n, Allah adalah Raja atau
                  Pemilik Hari Pengadilan. (Adapun tanda (-) maksudnya bunyi "ma" dapat
                  dipanjangkan atau juga dapat dipendekkan, kalau dipendekan berarti Raja,
                  kalau dipanjangkan berarti Pemilik; kata milik dalam bahasa Indonesia
                  diadopsi dari kata Malik ini). Sesudah diadili yang selamat masuk surga,
                  yang tidak selamat masuk neraka, itulah Hari Akhirat yang kekal.

                  Jadi, semua manusia diciptakan Allah SWT bermula sebagai ruh; inilah
                  pengembaraan manusia menurut Al Quran: "dari alam arwah, ke alam rahim, ke
                  alam syahadah, ke alam barzakh, berakhir di alam akhirat.
                  HMNA

                  #######################################################


                  ----- Original Message -----
                  From: "MANGUCUP" <mangucup@...>
                  To: <diskusi_gantharwa@...>; <mayapadaprana@yahoogroups.com>;
                  <zamanku@yahoogroups.com>; <KincirAngin@yahoogroups.com>
                  Sent: Sunday, April 01, 2007 04:50
                  Subject: [Mayapada Prana] Apakah Yesus itu manusia ataukah Allah ?


                  Berdasarkan tulisan saya yang terakhir ini banyak yang menilai, bahwa saya
                  telah menyesatkan dan menggembos iman sesama umat. Hanya perlu anda ketahui
                  bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya pernah timbul juga pada diri
                  saya sendiri; dimana saya sendiri berusaha untuk mencari jawabannya.

                  Perlu anda ketahui bahwa dari awal mula Allah Bapa mengasihi Putera-Nya,
                  bahkan Ia sendiri bersabda: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku
                  berkenan." (Matius 3:17). Jadi dalam hal ini sudah tidak perlu diragukan
                  lagi.

                  Tuhan Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Komplit dengan
                  segala perasaan yang dapat dirasakan oleh setiap manusia di kolong langit
                  ini, seperti perasaan sedih, takut, marah, sakit maupun kecewa. Ini bisa
                  dibuktikan pada saat penderitaan-Nya dikayu salib. Ia menderita sakit,
                  berdarah, luka, bahkan sampai mati sebagai manusia.

                  Kalau Ia manusia bagaimana mungkin Ia adalah Allah ?! Saya mencoba mencari
                  persamaan seperti juga mobil angkot, walaupun diberi mesin pesawat terbang
                  Jumbo 747 sekalipun, ia tetap saja angkot, sehingga tidak mungkin bisa
                  terbang, wong namanya juga body mobil bukannya pesawat.

                  Di dalam pengertian saya sebagai wong goblok bin dungu, Tuhan Yesus itu
                  adalah manusia tetapi Roh-Nya adalah Allah, oleh sebab itulah Ia harus
                  menerima nasib dan kenyataan seperti layaknya manusia-manusia lainnya. Body
                  Nya adalah body manusia. Dimana Ia juga harus merasakan nyerinya penderitaan
                  seperti yang dirasakan oleh setiap manusia di dunia ini.

                  Tuhan Yesus mengemban tugas untuk menebus baca mengambil alih seluruh dosa
                  umat manusia. Hukuman dari dosa adalah maut, oleh sebab itulah juga; Ia
                  harus mati dikayu salib. Ia mati sebagai penanggung dosa umat manusia, hal
                  inilah yang menyebabkan pada saat Ia berada di kayu salib, Allah Bapa
                  perpaling muka dari Dia, sebab Allah itu kudus adanya.

                  Mang Ucup termasuk anak bandel, sehingga seringkali digebukin oleh Abah Awat
                  (ayah), tetapi hukuman itu tidak begitu menyakitkan seperti kalau di cuekin
                  atau diacuhkan beberapa hari lamanya oleh Abah. Hal ini jauh lebih
                  menyakitkan daripada digaplok ! Saya tahu ayah saya tidak pernah akan
                  meninggalkan saya, walaupun demikian sering timbul dipikiran saya: “Kenapa
                  Abah meninggalkan saya ?”. Pertanyaan ini timbul, karena merasa sedih
                  dijauhi oleh ayah. Mungkin hal yang serupa dirasakan oleh Tuhan Yesus pada
                  saat Ia berada di kayu salib.

                  Memang Tuhan Yesus itu adalah Allah Putera merupakan sebagian dari Trinitas,
                  tetapi pada saat Ia hidup sebagai manusia, tubuh-Nya adalah manusia. Hal ini
                  bisa dibuktikan dimana Ia butuh waktu untuk berdoa terhadap Allah Bapa.
                  Bahkan pada saat Ia berdoa; Ia bersabda: “Bapa, Aku mengucap syukur
                  kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku…(Yohanes 11-43) jadi
                  wajarlah apabila pada saat Ia disalib Ia juga mengucapkan: “„Eloi, Eloi Lama
                  Sabakhtani“

                  Mudah-mudahan melalui tulisan ini saya dapat merevisi tulisan saya yang
                  sebelumnya.

                  Maranatha
                  Mang Ucup – The Drunken Priest
                  Email: mang.ucup@...
                  Homepage: www.mangucup.org









                  --
                  Internal Virus Database is out-of-date.
                  Checked by AVG Free Edition.
                  Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.15.24/592 - Release Date: 18-12-2006
                  13:45





                  Mayapada Prana Quotes:
                  "Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
                  - Sathya Sai Baba

                  Mayapada Prana Links:
                • Paybe moo...
                  Pada Hari Ini Engkau Bersama Aku Dalam Firdaus. Yesus adalah Anak Allah, Ia bukan Berjanji tetapi Ia menjamin keselamatan, siapa diantar kita yang mampu
                  Message 8 of 9 , Apr 2, 2007
                    Pada Hari Ini Engkau Bersama Aku Dalam Firdaus.
                    Yesus adalah Anak Allah, Ia bukan Berjanji tetapi Ia menjamin keselamatan, siapa diantar kita yang mampu memberikan jaminan keselamatan dalam Surga....??
                    Jaminan ini membuktikan bahwa Yesus adalah anak Allah, Ia memiliki kuasa yang penuh untuk menyelamatkan manusia. Pada waktu orang yang disalibkan disaping Yesus berkata.. Ingatlah aku pada waktu Engkau datang kedua kalinya.... Yesus tidak berkata.
                    ( Tunggu aku naik ke surga dan aku tanyakan kepada Bapak Ku, apakah dia bersedia memberikan tempat untuk kamu atau tidak ).
                    Dengan demikian kita tidak pernah dalam Do'a meminta kepada Allah Di Surga agar memberikan tempat yang layak kepada Yesus.
                    Syaloom


                    Dodi Suwardi <dodi_suwardi@...> wrote:
                    Sesungguhnya Ruh itu satu adanya...tidak ada ruh mang
                    ucup, tidak ada ruh SBY, tidak ada ruh dengan
                    identitas individu... Ruh tetap satu, namum kesadaran
                    bisa berbagai bentuk, berbagai level. Manusia termasuk
                    Yesus sekalipun adalah manusia biasa , bedanya dia
                    telah mencapai kesadarara dalam level tuhan Allah,
                    melalui berbagai pencerahannya , jadi siapapun di
                    dunia ini bisa mencapai kesadaran tertinggi tersebut
                    in any way.
                    Mogamoga pendapat saya tidak membuat konflik.

                    The Higher Consciousness Contemplation of Life I *

                    I am one with ALL THAT IS.
                    I surrender to my higher self,
                    God-soul that is me.
                    In the eternity of now,
                    I rise above time and space
                    Into infinite spirit.

                    In this creative center
                    Of pure consciousness,
                    Where all things exist,
                    I accept into my life
                    That which I choose
                    For my wellbeing and spiritual unfoldment.

                    I think neither good nor bad
                    Of events in my life,
                    For they are without form.
                    Neither good nor bad,
                    Either good or bad,
                    My choice
                    Makes it my own.

                    Outcomes flow from
                    What I think, and
                    What I deem is true.
                    For how I act,
                    And what I accept,
                    Steers the course
                    That will ensue.

                    I focus on my higher self,
                    God-soul that is free.
                    A spark of GOD, part of the whole
                    That watches over me.
                    It meets my needs,
                    And steers my course,
                    On my journey home, to THEE.

                    I center
                    On my love for GOD,
                    And GOD’s boundless love for me,
                    A love that provides, protects
                    And guides my way,
                    To know the ONE
                    In me.

                    ALL THAT IS, is
                    All there is.
                    And I as part of THEE,
                    Claim freedom
                    Joy, success
                    As mine,
                    GOD’s endless gift to me.


                    * From Confessions of a God Seeker: A Journey
                    to Higher Consciousness by Ford Johnson

                    -dodi suwardi-

                    --- MANGUCUP <mangucup@orange. nl> wrote:

                    > Berdasarkan tulisan saya yang terakhir ini banyak
                    > yang menilai, bahwa saya
                    > telah menyesatkan dan menggembos iman sesama umat.
                    > Hanya perlu anda ketahui
                    > bahwa pertanyaan-pertanya an tersebut sebenarnya
                    > pernah timbul juga pada diri
                    > saya sendiri; dimana saya sendiri berusaha untuk
                    > mencari jawabannya.
                    >
                    > Perlu anda ketahui bahwa dari awal mula Allah Bapa
                    > mengasihi Putera-Nya,
                    > bahkan Ia sendiri bersabda: “Inilah Anak-Ku yang
                    > Kukasihi, kepada-Nyalah Aku
                    > berkenan." (Matius 3:17). Jadi dalam hal ini sudah
                    > tidak perlu diragukan
                    > lagi.
                    >
                    > Tuhan Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi
                    > manusia. Komplit dengan
                    > segala perasaan yang dapat dirasakan oleh setiap
                    > manusia di kolong langit
                    > ini, seperti perasaan sedih, takut, marah, sakit
                    > maupun kecewa. Ini bisa
                    > dibuktikan pada saat penderitaan- Nya dikayu salib.
                    > Ia menderita sakit,
                    > berdarah, luka, bahkan sampai mati sebagai manusia.
                    >
                    > Kalau Ia manusia bagaimana mungkin Ia adalah Allah
                    > ?! Saya mencoba mencari
                    > persamaan seperti juga mobil angkot, walaupun diberi
                    > mesin pesawat terbang
                    > Jumbo 747 sekalipun, ia tetap saja angkot, sehingga
                    > tidak mungkin bisa
                    > terbang, wong namanya juga body mobil bukannya
                    > pesawat.
                    >
                    > Di dalam pengertian saya sebagai wong goblok bin
                    > dungu, Tuhan Yesus itu
                    > adalah manusia tetapi Roh-Nya adalah Allah, oleh
                    > sebab itulah Ia harus
                    > menerima nasib dan kenyataan seperti layaknya
                    > manusia-manusia lainnya. Body
                    > Nya adalah body manusia. Dimana Ia juga harus
                    > merasakan nyerinya penderitaan
                    > seperti yang dirasakan oleh setiap manusia di dunia
                    > ini.
                    >
                    > Tuhan Yesus mengemban tugas untuk menebus baca
                    > mengambil alih seluruh dosa
                    > umat manusia. Hukuman dari dosa adalah maut, oleh
                    > sebab itulah juga; Ia
                    > harus mati dikayu salib. Ia mati sebagai penanggung
                    > dosa umat manusia, hal
                    > inilah yang menyebabkan pada saat Ia berada di kayu
                    > salib, Allah Bapa
                    > perpaling muka dari Dia, sebab Allah itu kudus
                    > adanya.
                    >
                    > Mang Ucup termasuk anak bandel, sehingga seringkali
                    > digebukin oleh Abah Awat
                    > (ayah), tetapi hukuman itu tidak begitu menyakitkan
                    > seperti kalau di cuekin
                    > atau diacuhkan beberapa hari lamanya oleh Abah. Hal
                    > ini jauh lebih
                    > menyakitkan daripada digaplok ! Saya tahu ayah saya
                    > tidak pernah akan
                    > meninggalkan saya, walaupun demikian sering timbul
                    > dipikiran saya: “Kenapa
                    > Abah meninggalkan saya ?”. Pertanyaan ini timbul,
                    > karena merasa sedih
                    > dijauhi oleh ayah. Mungkin hal yang serupa dirasakan
                    > oleh Tuhan Yesus pada
                    > saat Ia berada di kayu salib.
                    >
                    > Memang Tuhan Yesus itu adalah Allah Putera merupakan
                    > sebagian dari Trinitas,
                    > tetapi pada saat Ia hidup sebagai manusia, tubuh-Nya
                    > adalah manusia. Hal ini
                    > bisa dibuktikan dimana Ia butuh waktu untuk berdoa
                    > terhadap Allah Bapa.
                    > Bahkan pada saat Ia berdoa; Ia bersabda: “Bapa, Aku
                    > mengucap syukur
                    > kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan
                    > Aku…(Yohanes 11-43) jadi
                    > wajarlah apabila pada saat Ia disalib Ia juga
                    > mengucapkan: “„Eloi, Eloi Lama
                    > Sabakhtani“
                    >
                    > Mudah-mudahan melalui tulisan ini saya dapat
                    > merevisi tulisan saya yang
                    > sebelumnya.
                    >
                    > Maranatha
                    > Mang Ucup – The Drunken Priest
                    > Email: mang.ucup@gmail. com
                    > Homepage: www.mangucup. org
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    > --
                    > Internal Virus Database is out-of-date.
                    > Checked by AVG Free Edition.
                    > Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.15.24/592 -
                    > Release Date: 18-12-2006
                    > 13:45
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    > Mayapada Prana Quotes:
                    > "Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to
                    > God"
                    > - Sathya Sai Baba
                    >
                    > Mayapada Prana Links:
                    >
                    http://health. groups.yahoo. com/group/ FOOD_COMBINING_ INDONESIA/
                    >
                    > Yahoo! Groups Links
                    >
                    >
                    http://asia. groups.yahoo. com/group/ mayapadaprana/ join
                    > (Yahoo! ID required)
                    >
                    > mailto:mayapadaprana- fullfeatured@ yahoogroups. com
                    >
                    >
                    >

                    Best Regards :
                    -Dodi-


                    Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels
                    in 45,000 destinations on Yahoo! Travel
                    to find your fit.

                  Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.