Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [Mayapada Prana] Indonesia mengalami kesedihan atas musibah yang beruntun sepanjang tahun, Marahkah Tuhan ???

Expand Messages
  • Rudy Prabowo
    Kaula la tak daya upaya, kaula mohonkan ke Alloh, aya Kiyai Hasan Kamil, alias Santaya, anu calik di Banten, kaula mohonkan kemajuan buat si Jaygiri di milis
    Message 1 of 3 , Feb 6, 2007
      Kaula la tak daya upaya, kaula mohonkan ke Alloh, aya' Kiyai Hasan Kamil, alias Santaya, anu calik di Banten, kaula mohonkan kemajuan buat si Jaygiri di milis eta,
      Lahaula wala quata illabillahil 'Aliyyul 'aziim, berkat La ila ha ilala Isa Alaikumsalam Rohullah Kalimatullah, hadir..hadir..hadir..............

      jayagiri9 <jayagiri9@...> wrote:
      Mas Rudy, sampeyan iku pancet wae ket bien.
      Awakmu iku ga maju2 rud.
      Maneh teh sarwa keneh rud, nteu maju2.
      Sugan teh aya kemajuan he..he 
       
      Komentar and tulisan2 anda itu kalau ditelaah secara psikologis menggambarkan
      ketidak PD an anda terhadap keyakinan anda sendiri. Tapi emang ga perlu dibahas lah.
      Memang dari sononyo anda begitu.
      Dan kalau ada teman yg mengatakan anda seorang pendeta, saya ga percaya lah.
      Untuk menjadi seorang pendeta diperlukan kualitas yg lebih mumpuni dari anda :-))
      Sori mas Rudi, no offence.  
       
      ----- Original Message -----
      Sent: Tuesday, February 06, 2007 12:29 PM
      Subject: [Mayapada Prana] Indonesia mengalami kesedihan atas musibah yang beruntun sepanjang tahun, Marahkah Tuhan ???

      Negara kita ini rasanya tiada henti2nya kena musibah, beruntun bagaikan berondongan peluru tajam dan terjadi hampir sepanjang tahun mulai dari Aceh sampai Papua, mulai dari Bali sampai Poso bomb2 pada meledak, lumpur dan banjir dimana-mana. ......... ........ Apakah Tuhan  Menjadi Marah....... ..???
       
      Marilah kita mohon ampun seperti Nabi Muhammad  SAW menyuruh kita minta ampun  lebih dari 70 kali sehari !!!
       
      Rasulullah s.a.w. bersabda:
      “Hai sekalian manusia, bertaubatlah kamu kepada Allah dan Istighfarlah (mintalah ampun) kepada-Nya maka sungguh saya bertaubat Istighfar setiap hari seratus kali”. – Hadis riwayat Imam Muslim di dalam Shahih Muslim, hadis no: 2702.
       
      Sabdanya lagi:
      “Demi Allah, sesungguhnya saya membaca Istighfar (meminta ampun) kepada–Nya dan bertaubat kepada Allah setiap hari lebih dari 70 kali”. – Hadis riwayat Imam al-Bukhari di dalam Shahih al-Bukari, hadis no: 6307.
       
       
       
      KESELAMATAN YANG PASTI
      Ketika kita lahir, Alquran, Alkitab dan kitab kitab lain yang dianggap suci sudah ada, setiap kitab suci mengatakan bahwa dialah yang paling benar diantara kitab kitab yang ada di dunia ini, maka secara otomatis apabila dilahirkan dalam keluarga Islam maka anak tersebut menjadi agama Islam dan percaya kepada Alquran yang dianggap sebagai kebenaran yang dari Allah, begitu juga sebaliknya, tanpa diselidiki dulu apakah benar melalui Kitab itu benar-benar dapat membawa kepada keselamatan yang abadi.
      Mari kita buka hati dan menggunakan akal yang jernih apakah memang sudah benar agama yang dianuti oleh orang tua kita sudah benar, atau mereka mempunyai iman yang taklid. Tentunya kita tidak mau dikatakan iman kita adalah iman yang taklid bukan? Tetapi melainkan mempercayai atau beriman kepada sesuatu yang kita mengerti dan memahami apa yang telah diimannya, sehingga tahu betul apa yang akan terjadi setelah meninggalkan dunia yang fana ini.
      Pembawa Alquran berkata:
      "Aku bukanlah rasul yang pertama diantara rasul rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak pula terhadapmu…" (QS.46 Al Ahqaaf – bukit bukit pasir – 9)
      Alkitab katakan:
      Dan keselamatan tidak ada didalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Almasih) sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. (Kisah Para Rasul 4 : 12)
      oleh karena itu Ia berkata:
      "Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Allah di surga) kalau tidak bersama sama dengan Aku" (Yahya 14: 6)
      Oleh karena itu setiap manusia yang dilahirkan ke dunia ini ibarat masuk dalam suatu antrian panjang menuju kematian. Ada yang antriannya panjang ada pula yang antriannya pendek. Tetapi sudah menjadi kemestian setiap yang bernyawa pasti mengalami kematian, setelah itu mereka harus mempertanggungjawab kan apa yang telah diperbuat selama hidup di dunia ini. Di depan pengadilan akhirat mereka satu persatu akan mendapat giliran untuk memberikan jawaban dari setiap pertanyaan yang diajukan oleh Sang Hakim. Dan Sang Hakimlah yang akan memisahakan domba dan kambing dan akan menentukan apakah orang ini mendapatkan rahmatullah atau mendapatkan laknatullah.
      Tiap tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. 29 Al Ankabuut - labah-labah - 57)
      Setiap manusia tentu mendambakan keselamatan yang pasti bagi jiwanya, karena apalah artinya seorang manusia mendapatkan segalanya di dunia ini tetapi jiwanya binasa. Untuk itulah manusia mencoba dengan segala daya dan upayanya agar mendapatkan keselamatan itu, sehingga mereka mencari keselamatan melalui agama, filsafat, dan berbuat baik atau beramal saleh yang dianggap dapat membawanya ke dalam rahmatullah itu.
      Dengan demikian mereka mengadakan selamatan selamatan di dalam setiap aspek kehidupan mereka, misalnya apabila hamil mereka akan mengadakan selamatan empat bulan, selamatan tujuh bulan dst. Ini menunjukan mereka mendambakan keselamatan baik dunia maupun akhirat, tetapi dengan cara tersebut dapatkah menjamin manusia masuk surga?

      Hai orang orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya supaya kamu mendapatkan keuntungan. (QS. 5 Al Maa-idah – hidangan -35)
      Keselamatan adalah nafas yang menghidupkan dari suatu agama, tanpa keselamatan agama itu tidak ada artinya.
      Dan keselamatan tidak ada didalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Almasih) sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. (Kis 4 : 12)



      The fish are biting.
      Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.


      Have a burning question? Go to Yahoo! Answers and get answers from real people who know.

    • jayagiri9
      Ha.ha.ha Ini baru kemajuan neh. Biasanya kalau disentil langsung sewot rupanya sekarang kalo disentil langsung mendoakan :)) Nuhun mas rudi, semoga doanya
      Message 2 of 3 , Feb 6, 2007
        Ha.ha.ha
        Ini baru kemajuan neh.
        Biasanya kalau disentil langsung sewot
        rupanya sekarang kalo disentil langsung mendoakan :))
        Nuhun mas rudi, semoga doanya didengar sama nabi Isa as. Amin
         
        Salam kaget 
         
        ----- Original Message -----
        Sent: Tuesday, February 06, 2007 5:43 PM
        Subject: Re: [Mayapada Prana] Indonesia mengalami kesedihan atas musibah yang beruntun sepanjang tahun, Marahkah Tuhan ???

        Kaula la tak daya upaya, kaula mohonkan ke Alloh, aya' Kiyai Hasan Kamil, alias Santaya, anu calik di Banten, kaula mohonkan kemajuan buat si Jaygiri di milis eta,
        Lahaula wala quata illabillahil 'Aliyyul 'aziim, berkat La ila ha ilala Isa Alaikumsalam Rohullah Kalimatullah, hadir..hadir. .hadir... ......... ..

        jayagiri9 <jayagiri9@yahoo. com> wrote:
        Mas Rudy, sampeyan iku pancet wae ket bien.
        Awakmu iku ga maju2 rud.
        Maneh teh sarwa keneh rud, nteu maju2.
        Sugan teh aya kemajuan he..he 
         
        Komentar and tulisan2 anda itu kalau ditelaah secara psikologis menggambarkan
        ketidak PD an anda terhadap keyakinan anda sendiri. Tapi emang ga perlu dibahas lah.
        Memang dari sononyo anda begitu.
        Dan kalau ada teman yg mengatakan anda seorang pendeta, saya ga percaya lah.
        Untuk menjadi seorang pendeta diperlukan kualitas yg lebih mumpuni dari anda :-))
        Sori mas Rudi, no offence.  
         
        ----- Original Message -----
        Sent: Tuesday, February 06, 2007 12:29 PM
        Subject: [Mayapada Prana] Indonesia mengalami kesedihan atas musibah yang beruntun sepanjang tahun, Marahkah Tuhan ???

        Negara kita ini rasanya tiada henti2nya kena musibah, beruntun bagaikan berondongan peluru tajam dan terjadi hampir sepanjang tahun mulai dari Aceh sampai Papua, mulai dari Bali sampai Poso bomb2 pada meledak, lumpur dan banjir dimana-mana. ......... ........ Apakah Tuhan  Menjadi Marah....... ..???
         
        Marilah kita mohon ampun seperti Nabi Muhammad  SAW menyuruh kita minta ampun  lebih dari 70 kali sehari !!!
         
        Rasulullah s.a.w. bersabda:
        “Hai sekalian manusia, bertaubatlah kamu kepada Allah dan Istighfarlah (mintalah ampun) kepada-Nya maka sungguh saya bertaubat Istighfar setiap hari seratus kali”. – Hadis riwayat Imam Muslim di dalam Shahih Muslim, hadis no: 2702.
         
        Sabdanya lagi:
        “Demi Allah, sesungguhnya saya membaca Istighfar (meminta ampun) kepada–Nya dan bertaubat kepada Allah setiap hari lebih dari 70 kali”. – Hadis riwayat Imam al-Bukhari di dalam Shahih al-Bukari, hadis no: 6307.
         
         
         
        KESELAMATAN YANG PASTI
        Ketika kita lahir, Alquran, Alkitab dan kitab kitab lain yang dianggap suci sudah ada, setiap kitab suci mengatakan bahwa dialah yang paling benar diantara kitab kitab yang ada di dunia ini, maka secara otomatis apabila dilahirkan dalam keluarga Islam maka anak tersebut menjadi agama Islam dan percaya kepada Alquran yang dianggap sebagai kebenaran yang dari Allah, begitu juga sebaliknya, tanpa diselidiki dulu apakah benar melalui Kitab itu benar-benar dapat membawa kepada keselamatan yang abadi.
        Mari kita buka hati dan menggunakan akal yang jernih apakah memang sudah benar agama yang dianuti oleh orang tua kita sudah benar, atau mereka mempunyai iman yang taklid. Tentunya kita tidak mau dikatakan iman kita adalah iman yang taklid bukan? Tetapi melainkan mempercayai atau beriman kepada sesuatu yang kita mengerti dan memahami apa yang telah diimannya, sehingga tahu betul apa yang akan terjadi setelah meninggalkan dunia yang fana ini.
        Pembawa Alquran berkata:
        "Aku bukanlah rasul yang pertama diantara rasul rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak pula terhadapmu…" (QS.46 Al Ahqaaf – bukit bukit pasir – 9)
        Alkitab katakan:
        Dan keselamatan tidak ada didalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Almasih) sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. (Kisah Para Rasul 4 : 12)
        oleh karena itu Ia berkata:
        "Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Allah di surga) kalau tidak bersama sama dengan Aku" (Yahya 14: 6)
        Oleh karena itu setiap manusia yang dilahirkan ke dunia ini ibarat masuk dalam suatu antrian panjang menuju kematian. Ada yang antriannya panjang ada pula yang antriannya pendek. Tetapi sudah menjadi kemestian setiap yang bernyawa pasti mengalami kematian, setelah itu mereka harus mempertanggungjawab kan apa yang telah diperbuat selama hidup di dunia ini. Di depan pengadilan akhirat mereka satu persatu akan mendapat giliran untuk memberikan jawaban dari setiap pertanyaan yang diajukan oleh Sang Hakim. Dan Sang Hakimlah yang akan memisahakan domba dan kambing dan akan menentukan apakah orang ini mendapatkan rahmatullah atau mendapatkan laknatullah.
        Tiap tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. 29 Al Ankabuut - labah-labah - 57)
        Setiap manusia tentu mendambakan keselamatan yang pasti bagi jiwanya, karena apalah artinya seorang manusia mendapatkan segalanya di dunia ini tetapi jiwanya binasa. Untuk itulah manusia mencoba dengan segala daya dan upayanya agar mendapatkan keselamatan itu, sehingga mereka mencari keselamatan melalui agama, filsafat, dan berbuat baik atau beramal saleh yang dianggap dapat membawanya ke dalam rahmatullah itu.
        Dengan demikian mereka mengadakan selamatan selamatan di dalam setiap aspek kehidupan mereka, misalnya apabila hamil mereka akan mengadakan selamatan empat bulan, selamatan tujuh bulan dst. Ini menunjukan mereka mendambakan keselamatan baik dunia maupun akhirat, tetapi dengan cara tersebut dapatkah menjamin manusia masuk surga?

        Hai orang orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya supaya kamu mendapatkan keuntungan. (QS. 5 Al Maa-idah – hidangan -35)
        Keselamatan adalah nafas yang menghidupkan dari suatu agama, tanpa keselamatan agama itu tidak ada artinya.
        Dan keselamatan tidak ada didalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa Almasih) sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. (Kis 4 : 12)



        The fish are biting.
        Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.


        Have a burning question? Go to Yahoo! Answers and get answers from real people who know.


        No need to miss a message. Get email on-the-go
        with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.