Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Hati

Expand Messages
  • agussyafii
    Hati Dalam Perspektif Islam Imam Gazali dalam Ihya Ulumuddin membuat bab khusus yang membahas Keajaiban Hati (`Ajaib al Qalb). Menurut Al Gazali kemuliaan
    Message 1 of 1 , Jan 31, 2007
    • 0 Attachment
      Hati Dalam Perspektif Islam

      Imam Gazali dalam Ihya Ulumuddin membuat bab khusus yang membahas
      Keajaiban Hati (`Ajaib al Qalb). Menurut Al Gazali kemuliaan
      martabat manusia disebabkan karena kesiapannya mencapai makrifat
      kepada Allah, dan hal itu dimungkinkan karena adanya hati. Dengan
      hati, manusia mengetahui Allah dan mendekati Nya, sementara anggauta
      badan yang lain berfungsi sebagai pelayannya. Hubungan hati dengan
      anggauta badan dimisalkan Al Gazali seperti raja dengan rakyatnya,
      atau seorang tukang dengan alatnya pertukangannya. . Hubungan hati
      dengan angauta badan dipandang sebagai ilmu lahir, sementara akses
      hati ke alam langit (`alam al malakut) masuk kategori ilmu batin
      dimana didalamnya sarat dengan rahasia dan keajaiban. Sahal at
      Tusturi menserupakan hati sebagai `arasy sementara dada merupakan
      kursiy, satu perumpamaan yang menggambarkan bahwa di dalam diri
      manusia seakan terdapat satu kerajaan tersendiri dimana hati
      bertindak sebagai raja.

      Al Gazali mengatakan bahwa hati mempunyai dua unit tentara (junudun
      mujannadah), yaitu unit yang dapat dilihat dengan mata kepala dan
      yang satu hanya dapat dilihat dengan mata hati. Yang pertama adalah
      anggauta badan, sedang yang kedua adalah daya-daya; daya penglihatan,
      daya pendengaran, daya hayal, daya ingat, daya fikir dan daya hafal,
      yang bekerja dengan sistem yang sangat sophisticated dan hanya Allah
      yang mengetahui hakikatnya. Dari kombinasi tentara lahir dan batin
      itu dapat lahir kehendak (iradah), marah (ghodob), keinginan
      (syahwat), pengetahuan (ilmu), dan persepsi (idrak). Hati juga
      diibaratkan sebagai pesawat pemancar (dzauq) yang dapat menangkap
      sinjal-sinyal yang melintas. Kapasitas pesawat hati tiap orang
      berbeda-beda tergantung desain dan baterainya.

      Hati yang telah lama dilatih melalui proses riyadhah memiliki desain
      dengan kapasitas besar yang mampu menangkap sinjal yang jauh termasuk
      sinjal isyarat tentang masa yang akan datang. Hati seorang sufi bisa
      menangkap sinjal tentang prospek sesuatu (seperti penglihatan Nabi
      Khidir) sehingga kata-katanya boleh jadi melawan arus atau tidak
      difahami oleh orang lain. dengan hatinya ia juga bisa berkomunikasi
      dengan orang lain yang berada di tempat lain atau di zaman yang lain,
      laiknya telpon genggam saja. Ketajaman hati juga diibaratkan sebagai
      cermin (cermin hati). Orang yang bersih dari dosa, hatinya bagaikan
      cermin yang bening, yang begitu mudah untuk berkaca diri. Orang yang
      suka mengerjakan dosa-dosa kecil, hatinya buram bagaikan cermin yang
      terkena debu, jika digunakan kurang jelas hasilnya. Orang yang suka
      melakukan dosa besar, hatinya gelap bagaikan cermin yang tersiram cat
      hitam, dimana hanya sebagian kecil saja bagiannya yang dapat
      digunakan.

      Sedangkan orang yang suka mencampuradukkan perbuatan baik dengan
      perbuatan dosa, hatainya kacau bagaikan cermin yang retak-retak, yang
      jika digunakan akan menghasilkan gambaran yang tidak benar. Hati yang
      sudah tumpul karena baterainya lemah seyogyanya diisi dengan stroom
      baru, yakni dengan melalui mujahadah dan riyadlah. Ilmu sebagai
      produk intelektuil (akal) kebenarannya bersifat nisbi, antara `ilmal
      yaqin dan `ainul yaqin, sedangkan ilmu sebagai produk hati atau qalb
      sebagai dzauq merupakan kebenaran hakiki (haqqul yaqin).
      Sebagai penutup mari kita mencoba bercermin kepada hati kita masing-
      masing agar kita juga tahu seberapa besar kapasitasnya. Kata Al
      Gazali orang yang tidak mengenal hati sendiri, pasti ia lebih tidak
      tahu lagi tentang hal lain. Wallohu a`lam.

      Wassalam,
      agussyafii
      http://mubarok-institute.blogspot.com
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.