Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Berburu Hokie 2007

Expand Messages
  • MANGUCUP
    Menjelang Tahun Baru, banyak orang merenungkan dan mencari jalan bagaimana mereka bisa memperbaiki nasib mereka pada tahun yang akan datang ini, agar mereka
    Message 1 of 1 , Dec 31, 2006
    • 0 Attachment
      Menjelang Tahun Baru, banyak orang merenungkan dan mencari jalan bagaimana
      mereka bisa memperbaiki nasib mereka pada tahun yang akan datang ini, agar
      mereka bisa mendapatkan lebih banyak hokie atau rezeki daripada tahun-tahun
      sebelumnya. Mulai melalui tukang ramal, sampai pergi ketempat berziarah yang
      jauh umpamanya ke Gunung Kawi ataupun pergi kekuburan para leluhur. Bermacam
      buku ramalan pun menjadi best seller.

      Dari semua tradisi perayaan tahun baru di dunia, walaupun tata caranya
      berlainan dan unik, tetapi mereka semua merayakan suatu harapan yang sama,
      yaitu harapan untuk bisa mendapatkan hokie lebih besar di tahun yang akan
      datang. Upamanya Bangsa Austria percaya, jika kita menyentuh seekor babi
      hidup di malam tahun baru, keberuntungan akan tiba di tahun yang akan
      datang. Maklum babi bagi bangsa Jerman & Austria adalah lambang hokie. Orang
      yang merasa mendapat hokie di Jerman/Austria selalu mengucapkan perkataan
      “Schwein gehabt” alias telah mendapatkan babi.

      Sedangkan menurut orang Yunani buah delima melambangkan kesuburan dan
      kesuksesan oleh sebab itu setiap tanggal satu Januari, mereka , menebarkan
      biji buah delima ke arah pintu rumah, toko atau perkantoran untuk bisa dapat
      hokie lebih besar di tahun mendatang.

      Di Inggris, ada tradisi “First Footing”. Laki-laki pertama yang datang
      berkunjung ke sebuah rumah setelah lewat tengah malam dipercaya akan
      mendatangkan keberuntungan. Biasanya orang tersebut membawa hadiah seperti
      uang, roti, atau pakaian dengan harapan keluarga yang dikunjungi akan
      berlimpah barang tersebut sepanjang tahun. Orang itu tidak boleh berambut
      pirang atau merah, karena dianggap bisa mendatangkan kesialan.

      Di Jerman, pada malam tahun baru, masyarakat biasa melakukan suatu tradisi
      unik yaitu meneteskan timah cair ke air dingin untuk melihat peruntungan
      masa depan dari bentuk yang terjadi. Bila timah membentuk cincin atau hati
      maka akan berarti pernikahan, bila berbentuk kapal artinya akan melakukan
      perjalanan dan bila berbentuk babi, itu berarti akan berlimpah makanan di
      tahun yang akan datang.

      Untuk bisa mendapatkan hokie baru di Napoli (Italy), mereka mempunyai
      tradisi untuk melemparkan barang-barang rombengan atau tidak terpakai lagi
      ke luar jendela tepat pada pukul 24:00 di tanggal 31 Desember. Sehingga
      apabila Anda berjalan-jalan di Napoli pada tanggal satu Januari, jangan
      heran apabila banyak peralatan dapur, lemari es dan barang-barang rongsokan
      lainnya tersebar di jalanan.

      Menurut tradisi Tiong Hoa pada tahun baru Imlek sebaiknya memberikan hadiah
      berupa jeruk mandarin, sebab jika ditulis secara Hanyu Pinyin adalah Gan.
      Lafal jeruk mandarin dalam dialek sub-etnis tersebut memiliki bunyi yang
      sama dengan lafal emas, yang jika ditulis secara Hanyu Pinyin adalah Jin.
      Jadi memberikan jeruk mandarin diibaratkan memberikan emas. Lebih baik lagi
      memberikan jeruk yang masih ada daunnya yang melambangkan agar emas ini bisa
      tumbuh terus. Dan sebanyak dua buah karena terdapat sebuah pepatah Tionghoa
      terkenal yang berbunyi "Hao Shi Cheng Shuang", yang secara harafiah dapat
      diartikan "Semua yang baik harus datang secara berpasangan".

      Sedangkan di Indonesia banyak orang rela mengorbankan waktu maupun uang
      dalam jumlah yang tidak sedikit, untuk membeli batu pusaka, keris dsb-nya.
      Caranya pun ber-macam2 yang satu melakukan puasa atau pantangan ini dan itu,
      yang lain membeli batu pusaka atau jimat sedangkan yang satunya lagi
      merombak rumahnya, karena menurut peraturan Feng Shui posisi pintu rumahnya
      salah dipasang yang seyogianya di kanan jadi di kiri sehingga hokienya tak
      kujung datang, sedangkan yang satunya membeli ikan emas arwana, ataupun
      memelihara tuyul. Tinggal pilih saja yang cocok untuk selera maupun kocek
      uang Anda.

      Bahkan ada orang yang khusus mengganti istrinya, karena istri yang pertama
      ternyata tidak bisa memberikan hokie seperti yang diharapkan, jadi bermacam
      cara mereka lakukan khusus untuk mengejar dan mendapatkan hokie atau rezeki
      yang lebih besar lagi. Mereka yang berlumba mengejar hokie ini bukannya dari
      kalangan masyarakat kelas bawah saja, tetapi seluruh lapisan masyarakat
      mulai dari yang kelas teri sampai dengan para konglomerat kelas kakap, mulai
      dari orang yang tidak berpendidikan sampai dengan para orang bertitel.

      Yang menjadi pertanyaan apakah dengan bertambah istri mang Ucup bisa
      mendapatkan hokie yang bertambah. Hal inilah yang menggerakkan mang Ucup
      untuk buruan kawin lagi, maklum mang Ucup yakin haqul yakin kalau istrinya
      empat berarti hokienya bisa bertambah empat kali lipat. Kagak percaya?
      cobalah sendiri, sebab kita baru bisa membuktikan benar atau salahnya satu
      teori apabila kita sudah mempraktekannya sendiri.

      Mang Ucup
      Email: mang.ucup@...
      Homepage : www.mangucup.net

      --
      Internal Virus Database is out-of-date.
      Checked by AVG Free Edition.
      Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.15.24/592 - Release Date: 18-12-2006
      13:45
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.