Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [Mayapada Prana] Filsafat Babi - Pig Philosophy!

Expand Messages
  • dudipura
    Mohon maaf sebelumnya, izinkan saya yang awam ini untuk boleh urun rembuk dalam perbincangan yang menurut saya sangat menarik ini... Kebahagiaan ?! hmm..
    Message 1 of 6 , Aug 2, 2006
    • 0 Attachment
      Mohon maaf sebelumnya, izinkan saya yang awam ini untuk boleh urun rembuk dalam perbincangan yang menurut saya sangat menarik ini...

      Kebahagiaan ?! hmm.. sangat menarik untuk diperbincangkan tapi saya yakin akan jauh lebih menyenangkan apabila kita sudah dapat merasakannya dalam kehidupan kita sehari-hari...

      Kebahagiaan yang seperti apa yang sedang diperbincangkan?! karena konsep dan pengertian kebahagian akan berbeda antar orang per orang, menurut pendapat saya yang awam ini, kebahagiaan seseorang berkaitan dan sangat tergantung dari tingkat 'kesadarannya'..

      Arti kebahagian bagi orang yang tingkat kesadarannya masih rendah alias masih dalam tingkat 'kesadaran jasmani', yah kebahagian ragawi atau duniawilah yang dia kejar dan cari.. Tapi bagi mereka yang tingkat kesadarannya sudah meningkat kearah 'kesadaran rohani', kebahagian hakiki lah yang dicari..

      Jadi semakin tinggi tingkat kesadaran atau tingkat spiritual seseorang, semakin hakiki pula kebahagiaan yang dapat diraihnya...

      Dan ini sangat mungkin untuk diraih dan kabahagiaan yang seperti inilah yang dapat kekal abadi sepanjang masa 'peleburan' diri dengan Sang Maha...

      Saya setuju sekali bahwa membebaskan diri dari segala keterikatan adalah awal langkah kebahagian.. semakin bebas dari keterikatan maka semakin hakiki kebahagiaan yang dapat diraih....

      Demikian sekilas pendapat saya yang awam ini, mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan..


      Salam Kasih,






      Johnny Lone <tomatofly1@...> wrote:
      Salam kasih,
      Izinkan saya menyampaikan beberapa pandangan saya

      Kebahagiaan itu tidak bisa dikatakan adalah sesuatu yang baik atau buruk,
      karena kebahagiaan itu adalah keduanya dan bukan juga keduanya.
      Namun keterikatan akan kebahagiaan itu adalah akar dari penderitaan.
      Keterikatan pada kebahagiaan memunculkan duka sepanjang prosesnya, duka
      karena belum mendapatkan kebahagiaan itu, duka karena kebahagiaan itu tidak
      kekal dan harus berpisah suatu saat dengan kebahagiaan itu, duka karena
      tidak mampu mempertahankan kebahagiaan itu, duka karena menginginkan
      kebahagiaan yang lebih tinggi, dan seterusnya.
      Saya percaya dan setuju sekali dengan kata-2 Sang Buddha yang mengatakan:
      "Ikatan atau belenggu tidak eksis pada mereka yang tidak memiliki sesuatu
      yang dicintai maupun yang dibenci"
      " Ia yang memiliki 100 (benda-benda) kesayangan, memiliki 100 penderitaan
      Jadi hiduplah tanpa keterikatan, keterikatan pada hal apapun tiada yang
      baik.

      Kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yang absolut, dalam arti kata kebahagiaan
      itu tidaklah sepenuhnya 100% kebahagiaan, selalu ada unsur penderitaan yang
      menyertainya. Demikian pula dengan penderitaan, pasti selalu ada setidaknya
      sebagian unsur kebahagiaan yang menyertainya.
      Hal ini dapat lebih mudah dimengerti lewat diagram Yin-Yang yang
      menggambarkan dengan jelas situasi ini. Marilah kita beri label kebahagiaan
      sebagai warna putih dan penderitaan sebagai warna hitam. Perhatikanlah dalam
      lingkaran besar hitam ataupun putih, selalu ada lingkaran kecil putih pada
      lingkaran besar hitam dan lingkaran kecil hitam pada lingkaran besar putih.
      Jika diterjemahkan, dalam kebahagiaan selalu ada penderitaan, dalam
      penderitaan selalu ada kebahagiaan.
      Hal ini juga berlaku pada dualisme2 lainnya, dalam wanita terdapat sedikit
      unsur laki2 dan pada laki2 terdapat sedikit unsur wanita, tiada dualisme
      yang absolut.
      Oleh karena itu, dalam mengambil keputusan, hendaknya orang yang
      bersangkutan mampu mempertimbangkan mana yang lebih berat, unsur kebahagiaan
      atau penderitaannya? Yang mana yang lingkaran besarnya, si penderitaan atau
      si kebahagiaan?

      Menurut saya, satu-2nya kebahagiaan yang bisa dicapai tanpa harus
      mengorbankan orang lain adalah kebahagiaan kasih. Setiap manusia mempunyai
      potensi untuk mengasihi sesamanya, oleh sebab itu setiap manusia mampu
      mencapai kebahagiaan tanpa harus mengorbankan orang lain, yaitu dengan jalan
      kasih.

      Contoh sederhananya saja, tidakkah anda merasa bahagia bila anda
      membahagiakan orang lain? Seorang ayah/ibu yang bahagia melihat kebahagiaan
      anak2nya? Itulah kasih!
      Kita tidak perlu mencari tahu mengapa kita merasa bahagia ketika mengasihi
      orang lain, karena itulah sifat alamiah kita, it's our nature. Bagaikan
      harus makan ketika lapar, menangis ketika sedih, demikian alamiahlah bagi
      kita untuk bahagia ketika mengasihi sesama. Sudah menjadi kodrat kita untuk
      mengasihi sesama.

      Dengan kata lain, manusia tidak harus bertindak egois demi kebahagiaan.
      Kasih adalah sarana pencapaian kebahagiaan tertinggi.

      Saya tidak setuju juga dengan pandangan MangUcup yang menyatakan bahwa
      dimana kita bisa meraih kebahagiaan yang kekal, maka Sang Pencipta sudah
      bisa di PHK, karena
      kita tidak akan membutuhkanNya lagi.
      Kalau begitu, jikalau seorang anak telah mampu mandiri dan berdiri sendiri,
      sang orang tua sudah bisa diPHK, karena sang anak tidak membutuhkan mereka
      lagi?
      Jika anda menjawab tidak, maka jawabannya juga hendaknya tidak terhadap
      Tuhan, karena kita berasal dari Tuhan dan kepadaNyalah kita akan kembali.
      Kita mewarisi tubuh fisik ini dari kedua orang tua, tapi siapakah orang tua
      dari hati dan roh kita? Tiada lain selain Tuhan.
      Tuhan tidak memberikan umpan kepada Anak2nya. Tuhan tidak memancing! Tuhan
      tidak mengharapkan apa2 sedikitpun dari anak2nya. Orang tua saja tidak,
      tentunya apalagi Tuhan Yang Maha Pengasih. Apakah si anak mengingkari
      keberadaan Tuhan ataupun tidak mengakuiNya, Tuhan tidak pernah dan tidak
      akan pernah berhenti mengasihi anak2nya dan melimpahkan kasihNya yang tak
      berujung.
      Tuhan tidak menuntut kita menyembah padaNya dan menundukkan kepala kita
      kepadaNya, seperti yang saya singgung, Tuhan tidak menuntut apapun dari
      anak2Nya. Namun, sudah merupakan kewajiban kita sebagai makhluk yang berbudi
      dan luhur untuk memuliakanNya dan menyebut namaNya. Demikianlah kenapa para
      Nabi2 besar dunia dan berbagai ajaran dunia mengharuskan dan mewajibkan
      umat2nya untuk tunduk kepada Tuhan. Karena itulah kewajiban kodrati kita!
      Tapi ingatlah, itu bukanlah tuntutan Tuhan kepada Anak2Nya.

      Demikian saja untuk sementara pandangan2 saya mengenai hal2 yang disinggung
      MangUcup.
      Sebelumnya maaf seandainya ada hal2 yang saya uraikan yang ternyata masih
      belum sempurna ataupun menyimpang kebenarannya.
      Pembaca budiman, Harap feedbacknya ^_^

      Salam kasih
      --
      Ikitoshi ikeru subete no mono e shiawase wo
      Sabbe Sattha Bhavantu Sukkhitatha
      Semoga Semua Makhluk Berbahagia
      May All Being Live In Happiness

      Johnny Lone - The Student Of Life
      http://tomatofly1.freecpanels.com/



      On 7/28/06, mangucup88 wrote:
      >
      > Babi memiliki tiga perasaan yang sama dengan manusia ialah rasa
      > lapar, takut dan sakit, tetapi babi tidak bisa merasakan rasa
      > bahagia. Kebahagiaan hanya bisa dinikmati dan dirasakan oleh manusia
      > saja, tetapi apakah Anda tahu bahwa kebahagiaan inilah yang menjadi
      > biang atau akarnya dari segala macam dosa maupun penderitaan yang
      > ada di dunia ini.
      >
      > Orang menjadi stress dan sakit, karena merasa tidak bahagia, oleh
      > sebab itulah babi dan semua hewani tidak mengenal penyakit jantung
      > maupun kanker seperti yang ditulis oleh Dr. M Rath pemenang hadiah
      > Nobel dalam bukunya "Why animals don't get a heart attack" Babi
      > sudah merasa puas apabila bisa mendapatkan makanan secukupnya,
      > tetapi manusia baru bisa merasa puas kalau bisa makan enak dalam
      > suasana yang nyaman dan didampingi oleh orang yang kita senangi.
      >
      > Sejak kita lahir s/d mati kita mengejar kebahagiaan, bayi menangis
      > karena ia merasa tidak bahagia, orang mau mati akan merasa bahagia
      > apabila ia bisa masuk surga. Bahkan sejak dunia ini diciptakan orang
      > mengejar kebahagiaan, Hawa makan buan apel karena ingin mencapai
      > kebahagiaan yang lebih daripada yang telah diberikan oleh Sang
      > Pencipta. Pembunuhan pertama terjadi, karena Kain tidak merasa
      > bahagia.
      >
      > Kebahagiaan ini merupakan motor utama sebagai penggerak kehidupan
      > kita, karena kita ingin hidup bahagia maka kita bersedia
      > mengorbankan apapun juga. Kita sekolah maupun bekerja sehingga tidak
      > mengenal waktu, karena ingin mencapai kebahagiaan duniawi. Orang
      > pergi bertapapun, karena ia ingin mencapai kebahagiaan surgawi.
      >
      > Orang memeluk agama karena adanya "iming-iming" bahwa kita bisa
      > mendapatkan kebahagiaan, entah ini kebahagiaan duniawi maupun
      > surgawi. Sang Pencipta menggaet umat-Nya dengan umpan "kebahagiaan"
      > tanpa adanya kebahagiaan yang dijanjikan, maka Sang Pencipta kagak
      > akan laku, siapa yang mau berdoa lagi kepada Sang Pencipta dan siapa
      > yang akan mengunjungi rumah ibadah lagi?
      >
      > Kenapa terjadi penderitaan di dunia ini, karena yang satu ingin
      > lebih bahagia daripada yang lain dengan prinsip: "Lho menderita ora
      > opo2, yang penting gue bahagia!" karena tiap kebahagiaan yang diraih
      > oleh seseorang pada umumnya harus ada orang lain yang menderita
      > karenanya, sipenjual merasa bahagia, karena ia dapat untung banyak,
      > tetapi dilain pihak sipembelinya harus dirugikan. Kita dapat gaji
      > banyak, karena kita harus kerja lembur, untuk itu keluarga kita yang
      > dikorbankan. Sang Pencipta merasa bahagia apabila umat-Nya bertobat,
      > tetapi di sisi lainnya si setan harus dirugikan, karena pengikutnya
      > berkurang.
      >
      > Satu bohong besar, kita akan bisa mendapatkan dan mencapai
      > kebahagiaan tanpa harus mengambil atau mengorbankan yang lain. Mang
      > Ucup merasa bahagia apabila bisa makan panggang babi, tetapi untuk
      > ini minimum seekor babi harus digorok!
      >
      > Oleh sebab itu saya menilai, orang yang ingin bahagia itu adalah
      > orang yang egoist! Mang Ucup mengharapkan dalam reinkarnasi
      > kehidupan berikutnya, ingin dilahirkan jadi babi saja, karena tidak
      > perlu turut ber-lumba2 untuk mengejar kebahagiaan. Sebutkan saja
      > satu hal dimana kita bisa mencapai kebahagiaan tanpa harus
      > mengorbankan yang lain? Disamping itu babi tidak perlu pusing
      > mikirin surga maupun neraka, karena tidak ada surga maupun neraka
      > untuk babi!
      >
      > Orang tidak akan berbuat dosa, apabila kita tidak diberikan naluri
      > perasaan keinginan hidup bahagia, maka dari itu babi bebas dari
      > segala macam dosa. Manusia jadi koruptor karena ingin hidup bahagia,
      > kebalikannya babi tidak mau korupsi, sebab tidak ada kebutuhan untuk
      > hidup bahagia
      >
      > Buat apa kita diberikan naluri rasa bahagia, kalau kenyataannya kita
      > tidak bisa mendapatkan kebahagiaan ini, sebutkan saja satu makhluk
      > di dunia ini yang bisa merasakan dan mendapatkan kebahagiaan yang
      > kekal - ORA ONO alias tidak ada! Kebahagiaan itu adalah ilusi atau
      > hanya sekedar impian saja dimana kita hanya bisa menikmati untuk
      > sesaat waktu saja. Seperti juga asap yang akan menguap dan
      > menghilang dalam sekejap waktu saja.
      >
      > Karena seperti yang saya ucapkan dimana kita sudah bisa meraih
      > kebahagiaan yang kekal, maka Sang Pencipta sudah bisa di PHK, karena
      > kita tidak akan membutuhkanNya lagi.
      >
      > Kebahagiaan itu adalah satu iming2 yang gombal - "it is only a
      > dream" dan ini sebenarnya merupakan umpan yang diberikan oleh Sang
      > Pencipta kepada umat manusia, agar kita tetap taat dan mau berdoa
      > terus kepada-Nya! Tanpa ada kebahagiaan yang dijanjikan oleh-Nya,
      > kita tidak butuh Sang Pencipta!
      >
      > Apakah Anda mempunyai pendapat yang lain?
      >
      > Mang Ucup - the drunken fat pig
      > e-Mail: mang.ucup@...
      > Homepage : www.mangucup.net
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >



      --
      Ikitoshi ikeru subete no mono e shiawase wo
      Sabbe Sattha Bhavantu Sukkhitatha
      Semoga Semua Makhluk Berbahagia
      May All Being Live In Happiness

      --Johnny Lone-
      Ritsumeikan Asia Pacific University
      College of Asia Pacific Management
      http://tomatofly1.freecpanels.com/
      AP House 2, R223, Ext:4587.
      Jumonjibaru 1-2
      Beppu-Oita-Japan


      [Non-text portions of this message have been removed]



      Quotes :
      " Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though the practice of meditative way of life."
      - Anand Krishna -


      Yahoo! Groups Links










      ---------------------------------
      Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min.

      [Non-text portions of this message have been removed]
    • Jumi Jumintreng
      Ada banyak sekali perkara yg bisa mendatangkan kebahagiaan. Tapi semua perkara tadi hanyalah penyebab saja, kebahagiaannya sendiri sudah berada dalam diri
      Message 2 of 6 , Aug 3, 2006
      • 0 Attachment
        Ada banyak sekali perkara yg bisa mendatangkan kebahagiaan.
        Tapi semua perkara tadi hanyalah penyebab saja, kebahagiaannya sendiri sudah berada dalam diri kita. Tertimbun di balik jiwa kita.

        Kebahagiaan adalah gratis, bagi siapa saja yg sudah mampu membangkitkannya, tanpa sebab.

        -Jumi-

        Johnny Lone <tomatofly1@...> wrote:
        Salam kasih,
        Izinkan saya menyampaikan beberapa pandangan saya

        Kebahagiaan itu tidak bisa dikatakan adalah sesuatu yang baik atau buruk,
        karena kebahagiaan itu adalah keduanya dan bukan juga keduanya.
        Namun keterikatan akan kebahagiaan itu adalah akar dari penderitaan.
        Keterikatan pada kebahagiaan memunculkan duka sepanjang prosesnya, duka
        karena belum mendapatkan kebahagiaan itu, duka karena kebahagiaan itu tidak
        kekal dan harus berpisah suatu saat dengan kebahagiaan itu, duka karena
        tidak mampu mempertahankan kebahagiaan itu, duka karena menginginkan
        kebahagiaan yang lebih tinggi, dan seterusnya.
        Saya percaya dan setuju sekali dengan kata-2 Sang Buddha yang mengatakan:
        "Ikatan atau belenggu tidak eksis pada mereka yang tidak memiliki sesuatu
        yang dicintai maupun yang dibenci"
        " Ia yang memiliki 100 (benda-benda) kesayangan, memiliki 100 penderitaan
        Jadi hiduplah tanpa keterikatan, keterikatan pada hal apapun tiada yang
        baik.

        Kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yang absolut, dalam arti kata kebahagiaan
        itu tidaklah sepenuhnya 100% kebahagiaan, selalu ada unsur penderitaan yang
        menyertainya. Demikian pula dengan penderitaan, pasti selalu ada setidaknya
        sebagian unsur kebahagiaan yang menyertainya.
        Hal ini dapat lebih mudah dimengerti lewat diagram Yin-Yang yang
        menggambarkan dengan jelas situasi ini. Marilah kita beri label kebahagiaan
        sebagai warna putih dan penderitaan sebagai warna hitam. Perhatikanlah dalam
        lingkaran besar hitam ataupun putih, selalu ada lingkaran kecil putih pada
        lingkaran besar hitam dan lingkaran kecil hitam pada lingkaran besar putih.
        Jika diterjemahkan, dalam kebahagiaan selalu ada penderitaan, dalam
        penderitaan selalu ada kebahagiaan.
        Hal ini juga berlaku pada dualisme2 lainnya, dalam wanita terdapat sedikit
        unsur laki2 dan pada laki2 terdapat sedikit unsur wanita, tiada dualisme
        yang absolut.
        Oleh karena itu, dalam mengambil keputusan, hendaknya orang yang
        bersangkutan mampu mempertimbangkan mana yang lebih berat, unsur kebahagiaan
        atau penderitaannya? Yang mana yang lingkaran besarnya, si penderitaan atau
        si kebahagiaan?

        Menurut saya, satu-2nya kebahagiaan yang bisa dicapai tanpa harus
        mengorbankan orang lain adalah kebahagiaan kasih. Setiap manusia mempunyai
        potensi untuk mengasihi sesamanya, oleh sebab itu setiap manusia mampu
        mencapai kebahagiaan tanpa harus mengorbankan orang lain, yaitu dengan jalan
        kasih.

        Contoh sederhananya saja, tidakkah anda merasa bahagia bila anda
        membahagiakan orang lain? Seorang ayah/ibu yang bahagia melihat kebahagiaan
        anak2nya? Itulah kasih!
        Kita tidak perlu mencari tahu mengapa kita merasa bahagia ketika mengasihi
        orang lain, karena itulah sifat alamiah kita, it's our nature. Bagaikan
        harus makan ketika lapar, menangis ketika sedih, demikian alamiahlah bagi
        kita untuk bahagia ketika mengasihi sesama. Sudah menjadi kodrat kita untuk
        mengasihi sesama.

        Dengan kata lain, manusia tidak harus bertindak egois demi kebahagiaan.
        Kasih adalah sarana pencapaian kebahagiaan tertinggi.

        Saya tidak setuju juga dengan pandangan MangUcup yang menyatakan bahwa
        dimana kita bisa meraih kebahagiaan yang kekal, maka Sang Pencipta sudah
        bisa di PHK, karena
        kita tidak akan membutuhkanNya lagi.
        Kalau begitu, jikalau seorang anak telah mampu mandiri dan berdiri sendiri,
        sang orang tua sudah bisa diPHK, karena sang anak tidak membutuhkan mereka
        lagi?
        Jika anda menjawab tidak, maka jawabannya juga hendaknya tidak terhadap
        Tuhan, karena kita berasal dari Tuhan dan kepadaNyalah kita akan kembali.
        Kita mewarisi tubuh fisik ini dari kedua orang tua, tapi siapakah orang tua
        dari hati dan roh kita? Tiada lain selain Tuhan.
        Tuhan tidak memberikan umpan kepada Anak2nya. Tuhan tidak memancing! Tuhan
        tidak mengharapkan apa2 sedikitpun dari anak2nya. Orang tua saja tidak,
        tentunya apalagi Tuhan Yang Maha Pengasih. Apakah si anak mengingkari
        keberadaan Tuhan ataupun tidak mengakuiNya, Tuhan tidak pernah dan tidak
        akan pernah berhenti mengasihi anak2nya dan melimpahkan kasihNya yang tak
        berujung.
        Tuhan tidak menuntut kita menyembah padaNya dan menundukkan kepala kita
        kepadaNya, seperti yang saya singgung, Tuhan tidak menuntut apapun dari
        anak2Nya. Namun, sudah merupakan kewajiban kita sebagai makhluk yang berbudi
        dan luhur untuk memuliakanNya dan menyebut namaNya. Demikianlah kenapa para
        Nabi2 besar dunia dan berbagai ajaran dunia mengharuskan dan mewajibkan
        umat2nya untuk tunduk kepada Tuhan. Karena itulah kewajiban kodrati kita!
        Tapi ingatlah, itu bukanlah tuntutan Tuhan kepada Anak2Nya.

        Demikian saja untuk sementara pandangan2 saya mengenai hal2 yang disinggung
        MangUcup.
        Sebelumnya maaf seandainya ada hal2 yang saya uraikan yang ternyata masih
        belum sempurna ataupun menyimpang kebenarannya.
        Pembaca budiman, Harap feedbacknya ^_^

        Salam kasih
        --
        Ikitoshi ikeru subete no mono e shiawase wo
        Sabbe Sattha Bhavantu Sukkhitatha
        Semoga Semua Makhluk Berbahagia
        May All Being Live In Happiness

        Johnny Lone - The Student Of Life
        http://tomatofly1.freecpanels.com/



        On 7/28/06, mangucup88 <mang.ucup@...> wrote:
        >
        > Babi memiliki tiga perasaan yang sama dengan manusia ialah rasa
        > lapar, takut dan sakit, tetapi babi tidak bisa merasakan rasa
        > bahagia. Kebahagiaan hanya bisa dinikmati dan dirasakan oleh manusia
        > saja, tetapi apakah Anda tahu bahwa kebahagiaan inilah yang menjadi
        > biang atau akarnya dari segala macam dosa maupun penderitaan yang
        > ada di dunia ini.
        >
        > Orang menjadi stress dan sakit, karena merasa tidak bahagia, oleh
        > sebab itulah babi dan semua hewani tidak mengenal penyakit jantung
        > maupun kanker seperti yang ditulis oleh Dr. M Rath pemenang hadiah
        > Nobel dalam bukunya "Why animals don't get a heart attack" Babi
        > sudah merasa puas apabila bisa mendapatkan makanan secukupnya,
        > tetapi manusia baru bisa merasa puas kalau bisa makan enak dalam
        > suasana yang nyaman dan didampingi oleh orang yang kita senangi.
        >
        > Sejak kita lahir s/d mati kita mengejar kebahagiaan, bayi menangis
        > karena ia merasa tidak bahagia, orang mau mati akan merasa bahagia
        > apabila ia bisa masuk surga. Bahkan sejak dunia ini diciptakan orang
        > mengejar kebahagiaan, Hawa makan buan apel karena ingin mencapai
        > kebahagiaan yang lebih daripada yang telah diberikan oleh Sang
        > Pencipta. Pembunuhan pertama terjadi, karena Kain tidak merasa
        > bahagia.
        >
        > Kebahagiaan ini merupakan motor utama sebagai penggerak kehidupan
        > kita, karena kita ingin hidup bahagia maka kita bersedia
        > mengorbankan apapun juga. Kita sekolah maupun bekerja sehingga tidak
        > mengenal waktu, karena ingin mencapai kebahagiaan duniawi. Orang
        > pergi bertapapun, karena ia ingin mencapai kebahagiaan surgawi.
        >
        > Orang memeluk agama karena adanya "iming-iming" bahwa kita bisa
        > mendapatkan kebahagiaan, entah ini kebahagiaan duniawi maupun
        > surgawi. Sang Pencipta menggaet umat-Nya dengan umpan "kebahagiaan"
        > tanpa adanya kebahagiaan yang dijanjikan, maka Sang Pencipta kagak
        > akan laku, siapa yang mau berdoa lagi kepada Sang Pencipta dan siapa
        > yang akan mengunjungi rumah ibadah lagi?
        >
        > Kenapa terjadi penderitaan di dunia ini, karena yang satu ingin
        > lebih bahagia daripada yang lain dengan prinsip: "Lho menderita ora
        > opo2, yang penting gue bahagia!" karena tiap kebahagiaan yang diraih
        > oleh seseorang pada umumnya harus ada orang lain yang menderita
        > karenanya, sipenjual merasa bahagia, karena ia dapat untung banyak,
        > tetapi dilain pihak sipembelinya harus dirugikan. Kita dapat gaji
        > banyak, karena kita harus kerja lembur, untuk itu keluarga kita yang
        > dikorbankan. Sang Pencipta merasa bahagia apabila umat-Nya bertobat,
        > tetapi di sisi lainnya si setan harus dirugikan, karena pengikutnya
        > berkurang.
        >
        > Satu bohong besar, kita akan bisa mendapatkan dan mencapai
        > kebahagiaan tanpa harus mengambil atau mengorbankan yang lain. Mang
        > Ucup merasa bahagia apabila bisa makan panggang babi, tetapi untuk
        > ini minimum seekor babi harus digorok!
        >
        > Oleh sebab itu saya menilai, orang yang ingin bahagia itu adalah
        > orang yang egoist! Mang Ucup mengharapkan dalam reinkarnasi
        > kehidupan berikutnya, ingin dilahirkan jadi babi saja, karena tidak
        > perlu turut ber-lumba2 untuk mengejar kebahagiaan. Sebutkan saja
        > satu hal dimana kita bisa mencapai kebahagiaan tanpa harus
        > mengorbankan yang lain? Disamping itu babi tidak perlu pusing
        > mikirin surga maupun neraka, karena tidak ada surga maupun neraka
        > untuk babi!
        >
        > Orang tidak akan berbuat dosa, apabila kita tidak diberikan naluri
        > perasaan keinginan hidup bahagia, maka dari itu babi bebas dari
        > segala macam dosa. Manusia jadi koruptor karena ingin hidup bahagia,
        > kebalikannya babi tidak mau korupsi, sebab tidak ada kebutuhan untuk
        > hidup bahagia
        >
        > Buat apa kita diberikan naluri rasa bahagia, kalau kenyataannya kita
        > tidak bisa mendapatkan kebahagiaan ini, sebutkan saja satu makhluk
        > di dunia ini yang bisa merasakan dan mendapatkan kebahagiaan yang
        > kekal - ORA ONO alias tidak ada! Kebahagiaan itu adalah ilusi atau
        > hanya sekedar impian saja dimana kita hanya bisa menikmati untuk
        > sesaat waktu saja. Seperti juga asap yang akan menguap dan
        > menghilang dalam sekejap waktu saja.
        >
        > Karena seperti yang saya ucapkan dimana kita sudah bisa meraih
        > kebahagiaan yang kekal, maka Sang Pencipta sudah bisa di PHK, karena
        > kita tidak akan membutuhkanNya lagi.
        >
        > Kebahagiaan itu adalah satu iming2 yang gombal - "it is only a
        > dream" dan ini sebenarnya merupakan umpan yang diberikan oleh Sang
        > Pencipta kepada umat manusia, agar kita tetap taat dan mau berdoa
        > terus kepada-Nya! Tanpa ada kebahagiaan yang dijanjikan oleh-Nya,
        > kita tidak butuh Sang Pencipta!
        >
        > Apakah Anda mempunyai pendapat yang lain?
        >
        > Mang Ucup - the drunken fat pig
        > e-Mail: mang.ucup@...
        > Homepage : www.mangucup.net
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >



        --
        Ikitoshi ikeru subete no mono e shiawase wo
        Sabbe Sattha Bhavantu Sukkhitatha
        Semoga Semua Makhluk Berbahagia
        May All Being Live In Happiness

        --Johnny Lone-
        Ritsumeikan Asia Pacific University
        College of Asia Pacific Management
        http://tomatofly1.freecpanels.com/
        AP House 2, R223, Ext:4587.
        Jumonjibaru 1-2
        Beppu-Oita-Japan


        [Non-text portions of this message have been removed]




        ---------------------------------
        See the all-new, redesigned Yahoo.com. Check it out.

        [Non-text portions of this message have been removed]
      • MANG UCUP
        Yth rekan-rekan dan para pembaca yang budiman Banyak terima kasih untuk komentarnya dari sdr Johnny, sdr Dudipura maupun sdr Jumi Platon muridnya dari Sokrates
        Message 3 of 6 , Aug 3, 2006
        • 0 Attachment
          Yth rekan-rekan dan para pembaca yang budiman
          Banyak terima kasih untuk komentarnya dari sdr Johnny, sdr Dudipura maupun
          sdr Jumi

          Platon muridnya dari Sokrates kebahagiaan baru bisa dicapai apabila seluruh
          unsur tubuh kita bisa merasakannya; tubuh, perasaan, pikiran termasuk jiwa
          dan rohnya, jadi bukan hanya sekedar jasmaninya saja. Perut saya bisa
          kenyang dan tidak sakit, tetapi belum tentu saya bahagia apabila ditinggal
          oleh pacar saya. Inilah yang membedakan babi dan manusia, babi tidak akan
          merasa sedih apabila ditinggal mati oleh babi lainnya.

          Menurut filsuf Immanuel Kant kebahagiaan itu tidak bisa di definisikan,
          karena tidak ada tolok ukur yang jelas dan juga tidak bisa dipegang sehingga
          mudah sekali berubah jadi menurut pendapatnya kebahagiaan itu hanya sekedar
          ilusi dari manusia saja.

          Rasanya kagak komplit begitu kalau mang Ucup tidak menulis sedikit tambahan
          mengenai babi.

          Banyak negara yang mengharamkan babi, tetapi di Amerika maupun di Eropa babi
          sering digunakan sebagai lambang atau maskot dari banyak perguruan tinggi
          misalnya University of Arkansas.

          Babi di Jerman digunakan sebagai lambangnya hokie.

          Menurut Winston Churchill: Anjing menatap kita ke atas, kucing menatap kita
          ke bawah sedangkan babi melihat kita sejajar; sama seperti mereka! (Dogs
          look up to us. Cats look down on us. Pigs treat us as equals.)

          George Harrison menilai manusia itu mirip seperti babi hal inilah yang
          diungkapkan dalam lagunya The Beatles "Piggies"

          Babipun bisa dijadikan selebritis seperti yang kita lihat di The Muppet Show
          � Miss Piggy Dan lagu yang paling ngetop di China adalah lagu babi (Song of
          Pig dari Xiang Xiang) sudah satu mliyar kali di download dari internet lihat
          situs: *http://homepage.mac.com/danielbatty/notes/SongOfPig.html*<http://homepage.mac.com/danielbatty/notes/SongOfPig.html>

          Zhu Ba Jie (Tie Pa Kay) siluman babi banyak disembah oleh para wanita
          penjaja seks di Singapore, Taiwan maupun Hongkong, sebab Tie Pa Kay itu
          melambangkan cowok hidung belang yang berduit.

          Nama Tie Pa Kay itu diserap dari kata Tie = babi, Pa Kay = delapan indra,
          orang biasa hanya memiliki panca (lima) indra ia memiliki sampai delapan
          jadi jauh lebih hebat dan lebih canggih daripada manusia biasa.

          Untuk mengetahui mengenai masalah per babian bisa dilihat di

          Situs: *http://www.pork4kids.com/AskAFarmer.aspx*<http://www.pork4kids.com/AskAFarmer.aspx>

          Salam akrab dgn tabik jabat tangan erat

          Mang Ucup

          Email: mang.ucup@...

          Homepage: *www.mangucup.net* <http://mail.google.com/mail/www.mangucup.net>


          [Non-text portions of this message have been removed]
        • si Brewok
          ... seluruh ... termasuk jiwa ... ditinggal ... akan ... ++ Mang, si brewok mau menambahkan sedikit. Mungkin saja babi merasa sedih ketika ditinggal mati oleh
          Message 4 of 6 , Aug 4, 2006
          • 0 Attachment
            --- In mayapadaprana@yahoogroups.com, "MANG UCUP" <mang.ucup@g...>
            wrote:

            > Platon muridnya dari Sokrates kebahagiaan baru bisa dicapai apabila
            seluruh
            > unsur tubuh kita bisa merasakannya; tubuh, perasaan, pikiran
            termasuk jiwa
            > dan rohnya, jadi bukan hanya sekedar jasmaninya saja. Perut saya bisa
            > kenyang dan tidak sakit, tetapi belum tentu saya bahagia apabila
            ditinggal
            > oleh pacar saya. Inilah yang membedakan babi dan manusia, babi tidak
            akan
            > merasa sedih apabila ditinggal mati oleh babi lainnya.

            ++ Mang, si brewok mau menambahkan sedikit. Mungkin saja babi merasa
            sedih ketika ditinggal mati oleh saudara/ temannya. si Brewok baru
            saja meng-install Microsoft Encarta 2005 dan melihat vidklip mengenai
            perilaku gajah ketika melihat salah satu anggota kelompoknya mati atau
            ketika kelompok gajah ini melihat bangkai/ tulang belulang gajah yang
            udah mati. Mereka menunjukkan perilaku yang berbeda, yang bisa disebut
            lebih "murung", lebih "tertekan".

            Spt halnya kita, Animal Kingdom pun berevolusi menggapai kesempurnaan.
            Kalu tidak salah si brewok pernah membaca kutipan dari Buddha : "Semua
            mahluk sedang menuju pada ke-Buddha-an, kesampurnaan"

            Salam.
          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.