Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [Mayapada Prana] Tentang Meditasi - Menanggapi Mother Moose

Expand Messages
  • Asun Salim
    alow temen2x nama saya asunn....dan jarang posting disini heheh, cuma sering2x baca doank,... tapi dalam hal topic ini, diperkenankan asun memberikan sharing2x
    Message 1 of 45 , Jul 2, 2006
      alow temen2x nama saya asunn....dan jarang posting disini heheh, cuma sering2x baca doank,... tapi dalam hal topic ini, diperkenankan asun memberikan sharing2x dan masukan tentang meditasi.

      Meditasi? seperti yang pernah diberikan komentar oleh salah satu peserta disini..bahwa meditasi itu adalah salah satu metoda, termasuk yoga, shallat dll...yaitu untuk meningkatkan kesadaran manusia... tujuannya yaitu manusia yg berkesadaran illahi( manusia bijak), sehat secara body, mind, and soul, tidak terikat terhadap apapun di dunia fisik ini, welas asih...dan juga seimbang dalam kehidupan kesehariannya.

      Sedangkan dalam halnya kata2x "mengosongkan pikiran" sebenarnya kata2x tsb tidaklah tepat sebenar2xnya

      Ada 2 macam meditasi..yaitu secara statis dan juga dinamis...yg statis melatih konsentrasi pada keadaan "nowness" dengan mengamati gerakan2x naik turun pada perut, ataupun masuk keluarnya nafas...dan yg dinamis lebih condong ke pengamatan pasif terhadap gerak gerik mental dalam keseharian.

      Mari kita bahas satu persatu.... yang statis (berhubungan sama topic dibawah ini) pada tahapan awal...pikiran akan sangat dominant menganggu keadaan hening ini, tetapi jika pe meditator telah melewati masa awal2x ini...maka keadaan akan terjadi malah sebaliknya..pikiran akan semakin jarang ...dalam prosesnya...

      nah itu dia! banyak orang bilang pikiran kosong...tetapi sebetulnya...pikiran yg hampir tidak ada...karena sangat jarang sekali munculnya...*toh tetap muncul...cuma sangat tidak significant...sehingga pada akhirnya keadaan ini sangat bagus untuk merenung dan mencari ilham..dan mengkoreksi diri kita sendiri...karena konsentrasi faktor kita telah mencapai pada tahapan "pencerapan" lebih baik. yang akan kelihatan bahwa pemeditator tsb akan lebih tenang dalam mengambil keputusan yg terbaik/tepat.

      jadi meditasi sekali lagi, bukan hanya mengosongkan pikiran dalam arti harafiah saja...tetapi lebih ke menuju ke manusia yang berkesadaran sempurna.
      Orang yang bermeditasi..akan mencerminkan hidup yang meditatif, dalam arti: lakonan dalam keseharian lah yang menjadi practice (latihan) sehingga jikalau ada orang bilang.. ini orang hidup di dunianya sendiri..dunia khayalan..adalah tidak begitu benar...dikarenakan orang yg hidup meditatif...sangat membaur sekali dalam society (masyarakat)..kadang kala kita tidak bisa membedakan..mana pe meditator ataupun umat yang awam.

      Karena sudah terlalu panjang.. hehe mungkin di lain waktu kita berdiskusi tentang meditasi yg dinamis (vipassana)...
      ps. tolong jika ada yg salah mohon dibenarkan, dan jika ada masukan2x tambahan lainnya lagi..tolong di tambah...(saya adalah manusia yg tidak luput dari kesalahan)

      thanks

      namaste
      asunn

      si Brewok <red_conjurer@...> wrote:
      --- In mayapadaprana@yahoogroups.com, "Hafsah Salim"
      <muskitawati@y...> wrote:

      > Naah..... Tulisan begini memang realitasnya tidak mungkin
      dibantah.
      > Perbedaan mereka yang rajin shalat 5x dibandingkan mereka yang
      > meditasi, memang sangat jelas perbedaannya.
      >
      > Orang yang meditasi itu khan pikirannya dikosongin, kosong seperti
      > kosongnya pikiran pengangguran. Bisa anda bayangin sendiri kalo
      > seluruh rakyat dalam sebuah negara semuanya bermeditasi, mau jadi
      apa
      > negaranya ??? Meditasi memang merupakan kegiatan pendeta2 Buddha,
      > namun anda harus sadari pendeta2 Buddha yang rajin meditasi itu
      tidak
      > kerja dipabrik, tidak kerja jadi operator komputer, mereka tidak
      punya
      > keahlian yang bermanfaat bagi orang lain kecuali meditasi untuk
      > kedamaian pikirannya sendiri. Betul mereka merasakan kedamaian
      akibat
      > kosongnya pikiran mereka, namun diluar dirinya, dunia itu tetap
      tidak
      > aman, yang aman cuma pikirannya sendiri yang artinya kedamaian
      > khayalan sendiri.
      >
      > Menciptakan kedamaian meskipun cuma angan2, tidaklah biadab, tidak
      > jahat, tapi juga tak bisa dijadikan anjuran ataupun doroangan,
      karena
      > kita tak mau semua manusia dalam sebuah negara hidupnya cuma saling
      > mengemis untuk menyambung hidup yang kegiatannya cuma bertapa dan
      > meditasi.
      >
      > Jelasnya, meditasi dan tapa memang menciptakan kedamaian sendiri
      tapi
      > menghancurkan negara sewaktu terorist Jihad yang rajin shalat 5x
      itu
      > pikirannya tak pernah kosong, selalu penuh akal2an bagaimana
      caranya
      > bisa membuat pahala dengan memenggal para penyembah berhala yang
      rajin
      > bertapa dan bermeditasi ini. Sambil bertapa dan meditasi,
      seseorang
      > bisa mati dipenggal dengan penuh ketenangan dan pelaku pemenggalan
      > bisa dengan tenang dan tabah mendapatkan pahala tanpa perlawanan
      tanpa
      > membuat korbannya menderita.
      >
      > Begitulah, meditasi dan tapa merupakan pasangan yang cocok dengan
      > kegiatan Shalat 5x sehari.
      >
      > Tapi saya cukup menyatakan, saya tak perlu meditasi atau bertapa,
      juga
      > tak perlu shalat 5x sehari. Saya mengabdikan diri pada kemanusiaan
      > atas dasar kewajiban menegakkan hak asasi manusia yang harus
      > diperjuangkan bukan dilupakan dengan meditasi, atau dizalimi dengan
      > shalat 5x agar tak melupakan kewajiban biadab dalam memotong kepala
      > penyembah berhala.
      >
      > Ny. Muslim binti Muskitawati.


      ++ Wahahaha speechless deh saya, bu :-D
      Bu Moes, saya benar2 geli membaca pendapat anda ttg meditasi,
      tapi memang begitulah pendapat banyak orang yang awam mengenai
      praktek/lelaku meditasi. Cuman mereka tidak segamblang dan sejujur
      anda mengungkapkan apa yang ada di isi kepala mereka.

      Kawan2 pembaca milis Mayapada prana,
      Menarik sekali diskusi ttg meditasi ini. Ibu Moes mengatakan bhw
      lelaku macam demikian adalah mengosongkan pikiran. Saya lemparkan
      lagi ke anda. Adakah pe-meditator di sini yang mau menanggapi? Nanti
      kita bahas sama-sama. Saya mo off dulu.

      Namaste - Syalom - Shanti








      ---------------------------------
      Do you Yahoo!?
      Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta.

      [Non-text portions of this message have been removed]
    • Dablex Scali
      Mohon maaf sebelumnya, kalo boleh saya memberikan dugaan, pertanyaan anda tidak akan di jawab, karena hanya angan2x si MM saja...:) Asal tahu saja, saya juga
      Message 45 of 45 , Jul 9, 2006
        Mohon maaf sebelumnya, kalo boleh saya memberikan
        dugaan, pertanyaan anda tidak akan di jawab, karena
        hanya angan2x si MM saja...:)

        Asal tahu saja, saya juga lulusan dari Ngruki jurusan
        kedokteran terus melanjutkan ke MIT dan Harvard, lulus
        mendapat nilai Cum Laude dan kebetulan yg mewisuda
        Goerge Bush sendiri...hua..ha..ha..(namanya juga
        bohong, jadi suka2x dan bebas aja)..wak..kak..kak...




        --- Eduard de Grave <red_conjurer@...> wrote:

        > 1. Untuk masalah kemampuan matematik, setahu saya
        > pelajar dari negara2 Asia amat mendominasi Olimpiade
        > Fisika, Matematika, dan Biologi. Bahkan China,
        > Jepang, Indonesia dan Iran amat mendominasi
        > perolehan medali emas di Olimpiade Sains tsb. Ini
        > membuktikan bhw pelan tapi pasti ilmu pengetahuan
        > akan mulai berkiblat ke Asia. Apalagi Iran yang
        > mayoritasnya Moslem, mereka punya banyak calon2
        > Fisikawan handal di masa depan. Dugaan si Brewok
        > nich, Moslem Brothers/Sisters juga akan banyak
        > menyumbangkan pemikiran2 mereka dalam ilmu
        > pengetahuan sains di masa depan. Bagus bukan?
        > Siplah.
        >
        > 2. FKUI, pardom me mam, tapi bukankah itu Fakultas
        > Kedokteran Univ. Indonesia?
        > Jadi anda ini dokter toh? (medical doctor)? Kalu
        > begitu di Amrik sono, Ibu juga mengajar di Fakultas
        > Kedokteran dong? Kalu benar, maka saya akan banyak
        > bertanya masalah medis ke Ibu karena tentunya anda
        > pasti tahu banyak tentang faal tubuh manusia,
        > right?.
        > trus dulu Ibu kuliah di IAIN yang mana bu? kan
        > IAIN itu banyak... just curious lho bu, jangan
        > dianggap saya ini mau menginterogasi anda :-)
        >
        > 3. Untuk meditasi, hmmmm... begitu yah menurut
        > anda. It's okaylah. Mungkin kalu Ibu pernah
        > mencicipi meditasi yang sebenarnya, pasti pendapat
        > Ibu akan berubah. hehehe
        >
        > Salam bola!
        >
        > Edo Brewok
        > mendukung Italy mengalahkan Perancis (i hope so!)
        > Perkiraan : 4 - 0 tanpa balas! Gol oleh Totti,
        > Gatusso, Inzaghi dan Del Piero
        > Yessss!!!!!! hehehe
        >
        >
        >
        > Hafsah Salim <muskitawati@...> wrote:
        >
        >
        > aaah....masalah itu sih bukanlah pendapat saya,
        > sudah saya katakan
        > bahwa saya itu anggauta zen buddhisme, dan juga
        > anggauta gereja
        > Shinto. Di Amerika ini agama itu memang bebas dalam
        > arti bebas
        > se-bebas2nya, anda boleh memilih agama manapun tanpa
        > harus
        > mempercayainya. Namun aktivitas saya yang lebih
        > banyak jam terbangnya
        > adalah mengumpulkan dana untuk Mesjid disini.
        >
        > Tentu saja anda tak perlu mengubah pendapat saya,
        > karena saya tidak
        > memiliki pendapat apapun mengenai agama Buddha
        > maupun Islam ataupun
        > agama lainnya. Semua itu hanyalah realitas yang
        > saya sampaikan disini
        > atas hasil observasi saya yang tentu lebih tajam
        > dari kemampuan orang2
        > yang sudah dipengaruhi kepercayaannya sendiri.
        > Kepercayaan anda akan
        > mengubah persepsi anda, demikianlah seorang peneliti
        > tidak akan
        > dipengaruhi kepercayaannya dia hanya melaporkan apa
        > yang ditemukannya
        > dan dianalisanya.
        >
        > Kelemahan seluruh bangsa Indonesia adalah
        > pendidikannya, karena tidak
        > satupun sekolah di Indonesia mendidik kemampuan
        > berpikir membedakan
        > antara realitas dan angan2 sehingga banyak yang
        > gagal mendaftarkan
        > Universitas dinegara maju. Beda dengan di Amerika,
        > sekolah dari TK
        > hingga lulus SMA hanya ditekankan kemampuan anak
        > pada kemampuannya
        > membedakan realitas dan angan2, Abstract dan real,
        > membuat analogi,
        > membuat atau menulis kritik, masalah lain2 hanyalah
        > tambahan.
        > Demikianlah kalo mau diadu pengetahuan matematik
        > murid SMA di
        > Indonesia dengan murid2 disini, bisa dipastikan
        > murid2 disini
        > ketinggalan, meskipun ada yang pandai tapi bukan
        > dari sekolah yang
        > mengajarkannya.
        >
        > Saya mampu mengkritik orang2 Indonesia, karena saya
        > sendiri lahir dan
        > besar disana sehingga tahu banget kelemahan2 saya
        > sendiri, padahal
        > saya di Indonesia selalu keluar sebagai pemenang
        > beasiswa, saya lulus
        > IAIN setelah itu juga saya lulus FKUI dengan nilai
        > 10 terbaik. Itulah
        > sebabnya saya bisa ke amerika akhirnya bekerja
        > disini.
        >
        > Masalah mengosongkan pikiran, artinya memang tidak
        > memikir apa2, dan
        > itulah tujuan sang buddha bahwa semua nafsu adalah
        > datang dari
        > pikiran, kalo anda bisa membuang pikiran, sama saja
        > dengan membuang
        > segala nafsu sehingga badan jadi sehat dan yang
        > sakit bisa sembuh.
        > Demikianlah ajaran Buddha itu merupakan pengobatan.
        > Memang merupakan
        > ajaran yang baik dari aspek satu sisi, namun bisa
        > jadi malapetaka dari
        > sisi lainnya. Kalo semuanya jadi pengemis, maka
        > siapa dong yang jadi
        > pemberi sedekahnya ??? Susah ngatur negara kalo
        > jumlah pengemis lebih
        > banyak dari pemberi sedekahnya. Sama dengan situasi
        > di Indonesia,
        > jumlah yang miskin lebih banyak dari yang cukupan,
        > akibatnya negara
        > ambruk dalam korupsi dan krisis ekonomi, padahal
        > kalo semua orang
        > miskin di Indonesia rajin meditasi, kemungkinan
        > kejahatan bisa menurun
        > meskipun yang miskin lebih banyak jumlahnya. Tapi
        > karena enggak
        > pernah meditasi, maka yang miskin itu enggak kosong
        > pikirannya tapi
        > penuh ide2 menggarong, menteror, mencuri, korupsi
        > dll. Juga kalo
        > semuanya meditasi, garong, teror, maling dan
        > koruptor memang bisa
        > turun, tapi bukan berarti krisis ekonomi diatasi
        > malah makin hebat
        > karena semuanya cuma mengemis bukan bekerja meskipun
        > kerjaan juga
        > enggak ada.
        >
        > Ny. Muslim binti Muskitawati.
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        > "Keep me away from the wisdom which does not cry,
        > the philosophy which does not laugh and the
        > greatness which does not bow before children."
        >
        > - Kahlil Gibran -
        >
        > http://www.friendster.com/edobrewok
        >
        >
        > ---------------------------------
        > Do you Yahoo!?
        > Next-gen email? Have it all with the all-new
        > Yahoo! Mail Beta.
        >
        > [Non-text portions of this message have been
        > removed]
        >
        >


        __________________________________________________
        Do You Yahoo!?
        Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
        http://mail.yahoo.com
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.