Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: Tidak Yoga = Tidak Gaul (Tidak sholat juga tidak gaul!)

Expand Messages
  • btlegowo
    bung Brewok, menjawab pertanyaan anda tentang kesadaran keTuhanan dan meningkatkan dari wajib ke butuh , sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bila anda
    Message 1 of 45 , Jul 1, 2006
      bung Brewok,

      menjawab pertanyaan anda tentang kesadaran keTuhanan dan meningkatkan
      dari "wajib" ke "butuh", sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bila
      anda melakukan meditasi atau melakukan gerakan-gerakan reiki atau
      yang lain.

      kesadaran Tuhan, sebenarnya inhern sudah ada dalam diri manusia sejak
      dia lahir. persoalannya banyak diantara kita merasakan semakin jauh
      dari kesadaran Tuhan itu. mengapa? banyak faktor yang menyebabkan,
      diantaranya adalah pola asuh di dalam keluarga, sistem pendidikan
      kita, pergaulan di masyarakat dan pola budaya masyarakat dimana kita
      hidup.

      secara ilmiah, kesadaran manusia terbentuk dari dua sisi, internal
      dan eksternal. internal adalah aspek spiritualitas dari dalam yang
      sangat kuat, seperti halnya para nabi-nabi dan wali-wali, yang betapa
      bejatnya masyarakat yang ada di sekelilingnya, dia tidak akan
      terpengaruh dan bahkan justru berupaya mempengaruhi ke arah yang baik.

      eksternal adalah aspek struktur dan lingkungan di mana kita hidup.
      seringkali kita mealihat (bahkan kita sendiri) mempunyai kebiasaan-
      kebiasaan (adat) yang sama pada suatu kelompok masyarakat. lebih
      kecil di keluarga kita meskipun banyak perbedaan, ada banyak
      persamaan-persamaan kebiasaan. nilai-nilai yang ada di dalam suatu
      komunitas masyarakat itu terkadang harus kita terima begitu saja
      (taken for granted) tanpa perlu meneliti lebih jauh akan
      kebenarannya. saya tidak perlu memberikan contoh, karena hal ini
      sering kita lihat sehari-hari.

      itulah manusia, yang kesadaran yang akan membentuk kepribadiannya itu
      terbentuk karena faktor internal dan eksternal. dibentuk oleh
      kekuatan spiritualitasnya ataukah oleh kekuatan eksternal. salah satu
      ujar dalam "tombo ati" bahwa "wong kang sholeh kumpulono"
      (berkumpullah dengan orang-orang yang sholeh) adalah suatu upaya
      membentuk kesadaran kita itu.

      sama juga dengan perkumpulan-perkumpulan yoga atau reiki, orang yang
      bergabung didalamnya langsung atau tidak langsung khan kesadarannya
      terbentuk oleh "lingkungan perkumpulan yoga atau reiki" tadi. ya
      nggak? kalau kesadaran tidak berubah, ya berarti lingkungan yoga atau
      reiki tadi "tidak berhasil" merubah kesadaran anggotanya.

      nah, kita kembali ke kesadaran Tuhan. bahwa kesadaran ini saya
      katakan sebenarnya sudah inhern ada dalam diri setiap manusia sejak
      dirinya dilahirkan. artinya sudah ada, dan tidak perlu dicari. yang
      diperlukan adalah upaya pembangkitan dan peningkatan atau
      pengembangan kesadaran itu. bila kita sudah bicara ini atau memahami
      hal ini, persoalan berikutnya adalah pada bagaimana metode-nya.

      jadi, yang pertama adalah keyakinan dan kesadaran bahwa kesadaran
      Tuhan itu sudah ada di dalam diri kita, sekalipun kecil, atau kata
      orang jawa "mendrip-mendrip" atau seperti "dian" yang terus bergoyang-
      goyang, kadang nyala terang kadang kecil (karena angin). ini adalah
      pokok. apabila orang tidak mengakui ini atau tidak meyakini hal ini,
      ya sulit.

      tentang metode, sholat adalah salah satu metode itu. yang lain
      sebagaimana kita tahu, dan yang bung Brewok asuh selama ini, yoga,
      reiki, taichi, topo broto, dan banyak lagi yang lain.

      bicara sholat, mohon maaf karena tidak bisa membahas tuntas, tapi
      intinya adalah begini, bahwa kita tahu di dalam sholat ada gerakan-
      gerakan yang teratur, mulai dari berdiri, mengangkat kedua tangan
      (sejajar lurus telinga), bersedekap, kemudian ruku (membungkukkan
      badan membentuk 90 derajat dengan kaki lurus), berdiri lagi, lalu
      sujud (membentuk segitiga dengan kepala menempel pada lantai atau
      sajadah), kemudian dilanjut dengan duduk dan sujud lagi (istilah tata
      cara sholat disebut duduk diantara dua sujud), dan berulang-ulang
      disesuaikan dengan jumlah bilangan sholat.

      gerakan-gerakan sholat itu, sebenarnya memiliki ritme-nya sendiri dan
      diiringi pula dengan olah nafas yang juga ada ritmenya. atau bahasa
      lain ada waktu-waktunya, ada hitungannya. setiap gerakan memerlukan
      beberapa waktu, artinya bukan sekedar melakukan gerakan satu detik ke
      gerakan berikutnya satu detik. tidak. nah, karena ada ritme, ada
      waktu, ada jeda, ada olah nafasnya, maka apabila sholat dijalankan
      dengan benar dan rutin (5 waktu dan dilakukan tepat pada waktunya)
      setiap hari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan dan 12 bulan, maka
      seseorang pertama kali akan mendapati dirinya dalam keadaan sehat
      lahir dan bathin, jiwa yang tenang dan tubuh yang sehat. dan apabila
      sholat yang 5 wakti itu ditambahi dengan sholat-sholat sunnah, jangan
      heran apabila si pelaku-nya mendapatkan kemampuan-kemampuan lebih
      karena karunia Allah, yang sering-sering di luar batas kemampuan
      manusia. ada orang menyebutnya karomah. untuk ukuran Nabi disebut
      dengan mukjizat. orang yang seperti ini dengan sendiri kesadaran
      keTuhannya menjadi meningkat.

      ini masih bicara tentang sholatnya. di dalam sholat, ada aktivitas
      pra-sholat, yakni berwudlu atau bersuci. maksud dari aktivitas ini
      adalah sebelum kita melakukan sholat (yang bisa diartikan sebagai
      event menghadap Allah) seyogyanya didahului dengan membersihkan diri,
      mencuci tangan, membasuh muka, mencuci lengan, mata, hidung, telinga,
      kepala, dan kaki. aktivitas pra-sholat ini kelihatannya sederhana
      tapi sebenarnya memiliki dampak yang luar biasa terhadap kesehatan.
      coba bayangkang, kita diajar untuk senantiasa bersuci dan bersih
      dengan berwudhu, 5 kali sehari minimal. lho, ini khan luar biasa ya
      nggak? kalau kita melakukan dan tidak berdampak, ya karena kita
      melihat itu hanya sebatas rutinitas-rutinitas kewajiban saja tanpa
      memahami makna yang terkandung di dalamnya.

      sekarang coba kita lihat aktivitas pasca-sholatnya. di pasca-sholat,
      kita dianjurkan untuk tidak cepat-cepat atau langsung berdiri
      selesai, tapi melakukan dzikir dan do'a. aktivitas pasca-sholat ini
      sebenarnya adalah tahap afirmasi (penegasan) dari sholat yang kita
      lakukan sebelumnya. yakni afirmasi terhadap komitmen kita pada Allah,
      cinta kita pada Allah, kerendah-hatian kita pada Allah, ketak-
      berdayaan kita pada Allah, komitmen kita untuk senantiasa menyembah
      dan mohon pertolongan pada Allah, dan seterusnya.

      nah, itulah sekelumit yang bisa saya sampaikan pada bung Brewok. ini
      bukan marketing, tapi sekedar sharing. mau tetap menjalankan yoga,
      reiki atau lainnya, ya monggo tidak ada masalah. mau memperdalam
      sholat ya monggo (khususnya bagi yang muslim). tapi bagi yang non-
      muslim juga sebenarnya gak ada halangan untuk belajar tentang sholat
      itu.

      kita berbagi untuk sesama ............. (begitu kata Audi).......

      Salaam hangat,

      Bagus TL

      --- In mayapadaprana@yahoogroups.com, "si Brewok" <red_conjurer@y...>
      wrote:
      >
      > --- In mayapadaprana@yahoogroups.com, "btlegowo" <btl@t...> wrote:
      > >
      > > apapun namanya entah sholat,entah yoga, kuncinya hanya di sungguh-
      > > sungguh dan kebutuhan.
      > >
      > > orang yang hanya menjalankan sholat dari sisi gerakannya saja
      > tanpa
      > > kesungguhan dan tanpa penegasan bahwa sholat adalah sebenarnya
      > > kebutuhan baginya, ya tidak akan mendapat apa-apa.
      >
      > ++ Bagaimana caranya mas agar muncul kesadaran bhw kita membutuhkan
      > sholat, tidak sekedar kewajiban ajah? Kalu kita menaati kewajiban
      > biasanya ada iming2 hadiah (reward, baca : surga) atau ditakut-
      > takuti ama hukuman (punishment, baca : neraka).
      >
      >
      > > sholat harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, dan merupakan
      > > kebutuhan. bukan sekedar kewajiban yang harus dijalankan. selain
      > itu
      > > juga harus menguasai ilmunya, artinya mengerti bagaimana
      melakukan
      > > sholat dengan benar.
      > >
      > > kalau semuanya ini tidak dipahami, ya gak ada artinya. karena
      itu,
      > Al
      > > Qur'an sendiri juga mengingatkan adanya orang yang menjalankan
      > sholat
      > > tapi merugi atau celaka, dan sebagainya.
      > >
      > > di Islam, semua ibadah (kepada Allah) secara prinsip selain
      > merupakan
      > > bentuk ketaatan dan ketundukan kepada dan untuk Allah, ibadah
      > > disebutkan juga "memberi" manfaat kepada pelakunya. Allah
      > berfirman
      > > dalam hadits qudsi bahwa semua ibadah akan
      > dikembalikan "manfaatnya"
      > > (segera) kepada pelakunya, kecuali puasa (dimana manfaatnya masih
      > > banyak yang tersembunyi). dari hadits qudsi itu, secara implisit
      > > terkandung makna bahwa apabila semua umat Islam menjalankan
      ibadah
      > > (kecuali puasa) sebenarnya seketika itu juga dapat memetik
      > > manfaatnya.
      > >
      > > sholat termasuk ibadah yang sebenarnya dapat dipetik manfaatnya
      > > seketika saat kita melakukan aktivitas sholat. lho, kenapa banyak
      > > orang sholat tapi koq ya masih banyak berbuat salah, maksiat, dan
      > > sebagainya, padahal dikatakan di Al Qur'an sholat dapat mencegah
      > > perbuatan keji dan munkar.
      > >
      > > yang salah, bukan sholatnya, tapi tata cara sholatnya yang belum
      > > benar, belum tepat. kalau benar dan tepat, sholat sebenarnya
      tidak
      > > jauh berbeda dengan teknik-teknik lain seperti yoga, reiki, tai
      > chi,
      > > atau apapun namanya yang kira-kira satu pengertian. bahkan,
      dengan
      > > segala hormat pada teknik-teknik yang lain, sholat adalah bentuk
      > > ibadah yang "terakhir" yang diajarkan oleh Allah (melalui Nabi
      > > Muhammad SAW), sholat merupakan "penyempurnaan" dari berbagai
      > teknik-
      > > teknik yang telah ada di dunia ini sebelum perintah sholat turun.
      > >
      > > sekalipun saat ini, kita melihat berbagai teknik-teknik olah jiwa
      > > (dan raga) untuk menggali energi alam, energi tuhan, tidak ada
      > kesan
      > > ada unsur-unsur agama didalamnya, saya berkeyakinan bahwa
      > sebenarnya
      > > itu adalah bagian-bagian ibadah dari suatu agama tertentu. dan
      > saya
      > > juga berkeyakinan bahwa agama-agama itu juga adalah agama-agama
      > yang
      > > diturunkan oleh Tuhan kepada suatu kaum di muka bumi ini.
      > >
      >
      > ++ Dari segi fungsional, anda sudah menjelaskan dengan baik ttg
      > manfaat sholat. Kalu anda ini salesman, jempolan dech. Nach
      sekarang
      > bagaimana caranya agar kesadaran keTuhanan seorang manusia dapat
      > meningkat menjadi "butuh" bukan lagi "wajib" ?
      >
      > salam jitak!
      >
    • Dablex Scali
      Mohon maaf sebelumnya, kalo boleh saya memberikan dugaan, pertanyaan anda tidak akan di jawab, karena hanya angan2x si MM saja...:) Asal tahu saja, saya juga
      Message 45 of 45 , Jul 9, 2006
        Mohon maaf sebelumnya, kalo boleh saya memberikan
        dugaan, pertanyaan anda tidak akan di jawab, karena
        hanya angan2x si MM saja...:)

        Asal tahu saja, saya juga lulusan dari Ngruki jurusan
        kedokteran terus melanjutkan ke MIT dan Harvard, lulus
        mendapat nilai Cum Laude dan kebetulan yg mewisuda
        Goerge Bush sendiri...hua..ha..ha..(namanya juga
        bohong, jadi suka2x dan bebas aja)..wak..kak..kak...




        --- Eduard de Grave <red_conjurer@...> wrote:

        > 1. Untuk masalah kemampuan matematik, setahu saya
        > pelajar dari negara2 Asia amat mendominasi Olimpiade
        > Fisika, Matematika, dan Biologi. Bahkan China,
        > Jepang, Indonesia dan Iran amat mendominasi
        > perolehan medali emas di Olimpiade Sains tsb. Ini
        > membuktikan bhw pelan tapi pasti ilmu pengetahuan
        > akan mulai berkiblat ke Asia. Apalagi Iran yang
        > mayoritasnya Moslem, mereka punya banyak calon2
        > Fisikawan handal di masa depan. Dugaan si Brewok
        > nich, Moslem Brothers/Sisters juga akan banyak
        > menyumbangkan pemikiran2 mereka dalam ilmu
        > pengetahuan sains di masa depan. Bagus bukan?
        > Siplah.
        >
        > 2. FKUI, pardom me mam, tapi bukankah itu Fakultas
        > Kedokteran Univ. Indonesia?
        > Jadi anda ini dokter toh? (medical doctor)? Kalu
        > begitu di Amrik sono, Ibu juga mengajar di Fakultas
        > Kedokteran dong? Kalu benar, maka saya akan banyak
        > bertanya masalah medis ke Ibu karena tentunya anda
        > pasti tahu banyak tentang faal tubuh manusia,
        > right?.
        > trus dulu Ibu kuliah di IAIN yang mana bu? kan
        > IAIN itu banyak... just curious lho bu, jangan
        > dianggap saya ini mau menginterogasi anda :-)
        >
        > 3. Untuk meditasi, hmmmm... begitu yah menurut
        > anda. It's okaylah. Mungkin kalu Ibu pernah
        > mencicipi meditasi yang sebenarnya, pasti pendapat
        > Ibu akan berubah. hehehe
        >
        > Salam bola!
        >
        > Edo Brewok
        > mendukung Italy mengalahkan Perancis (i hope so!)
        > Perkiraan : 4 - 0 tanpa balas! Gol oleh Totti,
        > Gatusso, Inzaghi dan Del Piero
        > Yessss!!!!!! hehehe
        >
        >
        >
        > Hafsah Salim <muskitawati@...> wrote:
        >
        >
        > aaah....masalah itu sih bukanlah pendapat saya,
        > sudah saya katakan
        > bahwa saya itu anggauta zen buddhisme, dan juga
        > anggauta gereja
        > Shinto. Di Amerika ini agama itu memang bebas dalam
        > arti bebas
        > se-bebas2nya, anda boleh memilih agama manapun tanpa
        > harus
        > mempercayainya. Namun aktivitas saya yang lebih
        > banyak jam terbangnya
        > adalah mengumpulkan dana untuk Mesjid disini.
        >
        > Tentu saja anda tak perlu mengubah pendapat saya,
        > karena saya tidak
        > memiliki pendapat apapun mengenai agama Buddha
        > maupun Islam ataupun
        > agama lainnya. Semua itu hanyalah realitas yang
        > saya sampaikan disini
        > atas hasil observasi saya yang tentu lebih tajam
        > dari kemampuan orang2
        > yang sudah dipengaruhi kepercayaannya sendiri.
        > Kepercayaan anda akan
        > mengubah persepsi anda, demikianlah seorang peneliti
        > tidak akan
        > dipengaruhi kepercayaannya dia hanya melaporkan apa
        > yang ditemukannya
        > dan dianalisanya.
        >
        > Kelemahan seluruh bangsa Indonesia adalah
        > pendidikannya, karena tidak
        > satupun sekolah di Indonesia mendidik kemampuan
        > berpikir membedakan
        > antara realitas dan angan2 sehingga banyak yang
        > gagal mendaftarkan
        > Universitas dinegara maju. Beda dengan di Amerika,
        > sekolah dari TK
        > hingga lulus SMA hanya ditekankan kemampuan anak
        > pada kemampuannya
        > membedakan realitas dan angan2, Abstract dan real,
        > membuat analogi,
        > membuat atau menulis kritik, masalah lain2 hanyalah
        > tambahan.
        > Demikianlah kalo mau diadu pengetahuan matematik
        > murid SMA di
        > Indonesia dengan murid2 disini, bisa dipastikan
        > murid2 disini
        > ketinggalan, meskipun ada yang pandai tapi bukan
        > dari sekolah yang
        > mengajarkannya.
        >
        > Saya mampu mengkritik orang2 Indonesia, karena saya
        > sendiri lahir dan
        > besar disana sehingga tahu banget kelemahan2 saya
        > sendiri, padahal
        > saya di Indonesia selalu keluar sebagai pemenang
        > beasiswa, saya lulus
        > IAIN setelah itu juga saya lulus FKUI dengan nilai
        > 10 terbaik. Itulah
        > sebabnya saya bisa ke amerika akhirnya bekerja
        > disini.
        >
        > Masalah mengosongkan pikiran, artinya memang tidak
        > memikir apa2, dan
        > itulah tujuan sang buddha bahwa semua nafsu adalah
        > datang dari
        > pikiran, kalo anda bisa membuang pikiran, sama saja
        > dengan membuang
        > segala nafsu sehingga badan jadi sehat dan yang
        > sakit bisa sembuh.
        > Demikianlah ajaran Buddha itu merupakan pengobatan.
        > Memang merupakan
        > ajaran yang baik dari aspek satu sisi, namun bisa
        > jadi malapetaka dari
        > sisi lainnya. Kalo semuanya jadi pengemis, maka
        > siapa dong yang jadi
        > pemberi sedekahnya ??? Susah ngatur negara kalo
        > jumlah pengemis lebih
        > banyak dari pemberi sedekahnya. Sama dengan situasi
        > di Indonesia,
        > jumlah yang miskin lebih banyak dari yang cukupan,
        > akibatnya negara
        > ambruk dalam korupsi dan krisis ekonomi, padahal
        > kalo semua orang
        > miskin di Indonesia rajin meditasi, kemungkinan
        > kejahatan bisa menurun
        > meskipun yang miskin lebih banyak jumlahnya. Tapi
        > karena enggak
        > pernah meditasi, maka yang miskin itu enggak kosong
        > pikirannya tapi
        > penuh ide2 menggarong, menteror, mencuri, korupsi
        > dll. Juga kalo
        > semuanya meditasi, garong, teror, maling dan
        > koruptor memang bisa
        > turun, tapi bukan berarti krisis ekonomi diatasi
        > malah makin hebat
        > karena semuanya cuma mengemis bukan bekerja meskipun
        > kerjaan juga
        > enggak ada.
        >
        > Ny. Muslim binti Muskitawati.
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        > "Keep me away from the wisdom which does not cry,
        > the philosophy which does not laugh and the
        > greatness which does not bow before children."
        >
        > - Kahlil Gibran -
        >
        > http://www.friendster.com/edobrewok
        >
        >
        > ---------------------------------
        > Do you Yahoo!?
        > Next-gen email? Have it all with the all-new
        > Yahoo! Mail Beta.
        >
        > [Non-text portions of this message have been
        > removed]
        >
        >


        __________________________________________________
        Do You Yahoo!?
        Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
        http://mail.yahoo.com
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.