Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: Menikah tak perlu punya Agama, tapi harus punya Cinta !

Expand Messages
  • iskandar_ii
    Apakah Agama ? Sejak kapan ada Agama ? Siapa yang disebut ummat beragama ? Mengapa bertengkar ? Diceritakan sebelum Adam as ada dua mahluk ciptaan lainnya di
    Message 1 of 2 , Apr 4, 2006
    • 0 Attachment
      Apakah Agama ?
      Sejak kapan ada Agama ?
      Siapa yang disebut ummat beragama ?
      Mengapa bertengkar ?

      Diceritakan sebelum Adam as ada dua mahluk ciptaan lainnya di
      firdaus, ber-agama-kah mereka ? Salah satu dari mereka keluar
      karena hukum atau aturan yang berlaku.

      Sebelum mahluk dicipta, surga, dunia dan neraka sebagai alam tempat
      tinggal mahluk telah dicipta lebih dahulu (logikanya begitu
      sepakatkah ?), lalu apa yang dicipta sebelum alam ? Dicipta ruang
      dengan batas tabir atau hijab antara ciptaan dan pencipta.

      (QS. 42:51) Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah
      berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di
      belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan lalu diwahyukan
      kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia
      Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

      Sebelum waktu, ruang, alam dan mahluk tercipta, Allah hanya
      berkata :"Kun / jadi"

      Ilmu penciptaan berjalan, perubahan sebagai kelanjutan berjalannya
      proses penciptaan terus bergulir, hukum penciptaan terus berjalan,
      hukum dunia ditetapkan berpasangan benar/salah, Yin/Yang,
      Siang/Malam.

      Manusia diberi kewenangan lewat akalnya untuk menghasilkan pemikiran
      dua sisi, kiri/kanan, benar/salah.

      Jadi apakah sebenarnya AGAMA ?
      Pengertian saya, agama adalah hukum atau aturan Allah yang ada sejak
      awal penciptaan.

      Semua ciptaan bukan hanya manusia tunduk pada hukum atau aturan
      Allah swt, namun karena manusia diberi kewenangan memilih dan
      membuat perubahan dalam lingkup hukum dualitas dunia ini, maka
      tercipta ber-aneka ragam budaya dan agama hasil keluaran akal
      manusia.

      (QS. 6:38) Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan
      burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-
      umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu apapun di
      dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.

      (QS. 34:10) Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia
      dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung,
      bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan Kami telah melunakkan
      besi untuknya,

      Burung-burung dan Gunung-gunung dalam pengertian mewakili Mahluk dan
      Alam semua tunduk pada hukum atau aturan atau agama Allah, jadi
      semua ciptaan mau tidak mau, terpaksa atau tidak semua dikuasai
      Hukum-NYA atau Agama-NYA.

      Jadi Agama-NYA hanya satu yaitu hukum penciptaan ini, lalu agama
      berkembang menjadi banyak....... agama-nya..nya...nya...nyaz maka
      terciptalah agama A to Z.
      Semua agama itu tetap disebut ciptaan Allah karena hasil keluaran
      dari akal manusia-ciptaan dan tak ada yang dapat mencipta selain
      Allah.

      Agama A to Z termasuk atheist terpecah belah lagi...........

      (HR. At-Tirmidzi dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash). Rasulullah
      shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "…Ummatku akan terpecah
      belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk ke dalam neraka kecuali
      satu golongan. Beliau ditanya: "Siapa dia wahai Rasulullah?" Beliau
      menjawab: "(golongan) yang berada di atas apa yang aku dan para
      shahabatku berada (di atasnya)."

      Pada umumnya agama-kita ini "Given", pemberian orang tua dan bukan
      pilihan.

      Namun Pilihan atau Bukan Pilihan keduanya tetap punya konsekwensi
      yaitu jika kita buta sampai mati. Buta tentang apa ? Buta tentang
      informasi penilaian benar dan salah dari Sang Pencipta tak dapat
      kita terima sebagai informasi yang nyata, kita hanya menilai-nilai
      diri sendiri atau mengharapkan penilaian dari orang lain
      disekeliling kita.

      Pahala dan dosa tak nyata buat orang buta, mereka mengatakan:"
      Pahala dan dosa hanya dapat diterima diakhirat nanti jika sudah
      mati". Mereka juga mengatakan:"Dosa ngak bejendol….pahala ngak
      nongol……". Mereka berani melanggar sumpah atas nama Allah dalam
      sumpah jabatan. Agama tak nyata bagi mereka.

      Untuk mendapatkan Agama yang nyata ukurannya adalah wahyu yang
      nyata, seperti ini :

      (QS.29:49) Sebenarnya, al-Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di
      dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang
      mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.

      Shahih Bukhari IV No.2018 : Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw
      beliau bersabda :"Allah berfirman : Aku telah menyediakan untuk
      hambaku yang shaleh apa yang belum pernah mata melihat, belum
      pernah telinga mendengar dan belum pernah teringat dalam hati
      manusia".

      (QS.17:72) "Dan barang siapa yang buta didunia ini, niscaya
      diakhirat ia akan lebih buta dan lebih tersesat perjalanannya".

      (QS.24:40) Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam,………
      dst…….. tiada dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi
      cahaya oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.

      Yaaa silahkan cari sendiri Agama-NYA, mudah-mudahan ngak nyasar
      secara sadar bahwa agama yang dianut dan diyakini adalah agama-nya…
      nya…nyaaaz bukan Agama-NYA.

      Buktikan sendiri kenyataan cerita-cerita itu.
      Tak usah bertengkar !!!, Eeeehh tuu … salah pengen ngatur-ngatur ……
      terusin aje dehhhh bertengkarnya, ngak ramai televisi dan mass media
      jika tak ada pertengkaran, dua pilihan tersedia mana-mana kita suka
      boleh kita pilih.
      Tanggung jawab diri sendiri, iiyaaakan………?

      ----Tengkar Cerita----
      Peta cerita masa lalu
      Orang-orang terdahulu
      Alami kejadian itu
      Yakin nyata yakin tak semu
      Peta itu tak ubah atau diubah hantu
      Tak masalah bagi pemburu
      Pemburu kebenaran bermutu

      Kini peta-cerita itu
      Bahan tengkar keyakinan semu
      Semu temu semu
      Buntu temu buntu
      Saling tipu saling tinju
      Lupa diri bak hantu tertipu

      Ilmu didada tak diburu
      Tak usah lihat siapa berlagu
      Kenali lagu kebenaran itu
      Hasil amal keyakinan semu
      Fatamorgana dihadapan MU

      Jadi bagaimana masing-masing diri memilih dan menemukan jodoh yang
      diridhoi Pencipta-nya ?. Jawabannya, kembali pada diri masing-masing
      tentang persepsi persepsi agama-nya menurut dirinya bukan
      berdasarkan kepada wahyu yang diterima sebagai perantaraan dalam
      berdialog dengan Sang Pencipta. Dalam Al Qur'an dan Hadits
      diterangkan cara bertanya kepada Allah dan menerima jawaban dari
      Allah.

      Islam terpecah 73 golongan masing-masing punya persepsi yang berbeda.

      Coba bicarakan dan diskusikan tulisan ini dengan calon pilihan anda.
      Jika Allah itu satu seperti dikatakannya, carilah bersama Agama-NYA
      yang satu bukan agama-nya..nyaa...nyaaa nyaaz hasil keluaran nafsu
      dan akal manusia.

      Salam......



      --- In mayapadaprana@yahoogroups.com, "Hafsah Salim"
      <muskitawati@y...> wrote:
      >
      > --- Anjar Nuryanti <je_july@y...> wrote:
      > > Dengan hormat,
      > > Dalam kebingungan saya, teman saya menganjurkan
      > > kepada saya untuk curhat kepada ibu Muskitawati.
      > >
      > > Saya seorang muslimah tetapi kadar iman dan ilmu
      > > hanya terbatas, jauh dari standard seorang muslimah
      > > yang seharusnya mengenakan hijab.
      > > Saya baru tinggal di USA selama 2 tahun dan
      > > rencananya ingin membesarkan anak anak saya disini.
      > > Saya bercerai satu tahun yang lalu karena berbagai
      > > alasan.
      > >
      > > Kemudian kurang lebih 4 bulan yang lalu saya
      > > bertemu pria di internet yang berbeda keyakinan
      > > dengan saya. Dia seorang Hindu dan dia tidak
      > > keberatan untuk menikahi secara Islam. Karena
      > > prinsipnya adalah bahwa Tuhan itu hanya satu.
      > >
      > > Sepengetahuan saya bahwa wanita muslim dilarang
      > > menikah dengan pria non muslim.Selain karena takut
      > > melanggar aturan agama, keluarga sangat tidak setuju
      > > bila saya berhubungan dengan pria non muslim.
      > > Sementara hubungan kami semakin dekat dan menjurus
      > > ke arah hubungan yang serius.
      > >
      > > Mohon ibu dapat memberikan pendapat mengenai hal
      > > tersebut.
      > >
      > > Terima kasih.
      > > Anjar
      >
      >
      >
      > Lhooo....koq minta nasihat saya sih? Katanya kamu sudah berada di
      > Amerika? Masa enggak bisa belajar dari lingkungan hidup di
      Amerika?
      >
      > Apakah kamu mencintai seseorang itu karena agamanya? apa urusannya
      > agama dengan cinta?
      >
      > Saya khan sudah banyak menulis, bahwa agama itu sifatnya menghibur
      > untuk menyenangkan, membahagiakan, bahkan memeriahkan kehidupan
      kita
      > secara pribadi maupun secara berkelompok rame2! Jadi kalo agama
      itu
      > kamu gunakan untuk merusak kehidupan orang lain, maka kamu sendiri
      > tidak bisa bahagia. Oleh karena itu jadikanlah agamamu itu sebagai
      > salah satu cara dari sekian banyak cara dalam menikmati hiburan
      itu.
      > Hidup ini khan butuh hiburan dan hiburan itu khan bukan cuma satu
      tapi
      > banyak macamnya! Semua teknologi dan ilmu pengetahuan itu khan
      > digunakan untuk menciptakan hiburan2 baru yang ber-beda2 yang
      kemudian
      > bisa dijual untuk biaya penciptaan hiburan yang lebih baru lagi.
      > Jadi, prinsipnya agama itu untuk menghibur kita dulu kalo kita yang
      > menggunakannya, dan juga harus kita gunakan untuk menyenangkan dan
      > membahagiakan orang2 lainnya tanpa membedakan apakah mereka itu
      > percaya ataupun tidak percaya karena yang menikmati itu sebenarnya
      > cuma anda sendiri.
      >
      > Demikianlah, agama bukan cuma satu2nya pilihan dalam menghibur diri
      > dan orang banyak. Filem2 juga diciptakan dan dijual untuk
      menghibur,
      > dan anda tentu punya pilihan, filem yang anda senangi belum tentu
      > disenangi orang lain, jadi kalo dirumah ada yang puter filem yang
      > tidak anda senangi, maka bukanlah berarti anda harus matikan TV-nya
      > atau mengganti dengan filem yang anda sukai tapi tidak disukai
      orang
      > lainnya. Kesukaan setiap orang terhadap filem itu enggak sama dan
      > enggak perlu disamakan!!! Demikianlah fungsi agama bisa anda
      > bandingkan dengan nonton filem, kesukaan anda terhadap filem boleh
      > saja ber-ganti2 tak boleh ada yang larang karena itu adalah pilihan
      > pribadi yang harus dihormati dan dilindungi.
      >
      > Tak bedanya dengan agama, kehidupan beragama sama saja dengan puter
      > filem dirumah, kalo ada yang puter filem yang anda tidak sukai,
      maka
      > tak perlu nonton tapi bukan berarti filemnya dimatikan atau tv nya
      > dihancurkan.
      >
      > Lalu kenapa anda bisa mencintai seorang laki2? apakah karena
      agamanya
      > sama? jawabannya sama dengan pertanyaan, apakah anda harus menikah
      > dengan seorang laki2 yang sama2 suka filem India dengan anda?
      Setahu
      > saya, seorang menikah bukan karena hobbynya sama, tapi banyak hal2
      > lain yang tak perlu sama.
      >
      > Juga sudah saya bilang, Tuhan atau Allah itu sudah dibuktikan tidak
      > ada, namun boleh saja tetap dipercaya asalkan jangan mengganggu
      orang
      > lainnya. Meskipun tidak ada, bisa saja bermanfaat pada waktu2
      > tertentu apabila anda percaya tapi bukan berarti karena anda
      percaya
      > maka hal itu harus ada !!!! Kesadaran tuhan itu tidak ada cukup
      > sebatas pengetahuan anda dan bukan untuk tujuan yang membuat orang
      > lain menderita. Meskipun Tuhan tidak ada, kalo ada teman anda dari
      > agama yang berbeda itu sakit, maka sewaktu anda menjenguknya,anda
      baik
      > sekali apabila berdoa dengan cara kepercayaan teman anda agar dia
      > cepat sembuh. Dan akibatnya bisa sangat ajaib, teman anda lebih
      cepat
      > sembuh dari seharusnya. Hal ini dinamakan pengaruh psikologis atau
      > suggestive, dalam hal ini agama sangat manjur digunakan tergantung
      > kepercayaan orang itu.
      >
      > Demikianlah, tanpa perlu percaya agama atau tanpa perlu percaya
      Tuhan
      > anda tetap bisa beragama dan berdoa kepada Tuhan !!! Demikianlah,
      > tanpa agama anda bisa menikah, tapi tanpa cinta anda tak seharusnya
      > menikah.
      >
      > Ny. Muslim binti Muskitawati.
      >
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.