Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Fwd: Sambutan Atas SAMBITAN

Expand Messages
  • Mira Wijaya Kusuma
    Catatan laluta: Karya puisi Sambutan atas SAMBITAN oleh Nurdiana kurasakan sebagai refleksi semangat juang zaman Orde Baru pada ingatan Karya antologi puisi
    Message 1 of 1 , Mar 1, 2006
    • 0 Attachment
      Catatan laluta:

      Karya puisi "Sambutan atas SAMBITAN" oleh Nurdiana kurasakan sebagai refleksi semangat juang zaman Orde Baru pada ingatan Karya antologi puisi SAMBITAN - Setumpuk Layang-Layang Putus , iaitu berisi karya ekspresi diri Ira Iramanto yang melukiskan tentang Refleksi suka dan duka perjuangan insani Tiga Zaman (Hindia Belanda, Jepang, Republik). Kumpulan karyanya yang terbit dalam Buku puisi dengan Ulasan dari Pramudya Ananta Toer, diterbitkan oleh Penerbit Emansipasi (Jakarta; 1999, 111 hal.) .

      Kuingat kembali rekaman semangat juang alm. Basuki Resobowo, yang kukenal pula sejak tahun 1982. Beliau kuanggap tidak hanya sebagai pejuang gerakan politik maupun pejuang kerakyatan dalam karya lukisan di Tiga Zaman, namun pula sebagai kawan seperantauan dalam mengisi makna bara api perjuangan generasi muda demi pembebasan bangsa dan Rakyat tertindas dari rejim Fasis Orde Baru Suharto.

      Pak BASUKI RESOBOWO (83 tahun) meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1999 di Amsterdam. Lahir tahun 1916 di Baturadja, Palembang, anak dari suami-istri Prawiroatmodjo, mantri ukur perkebunan Belanda.Tahun tigapuluhan pemuda Basuki di samping melukis, juga terjun dalam gerakan politik yang mencita-citakan kemerdekaan Indonesia. Bersama ini kulampirkan pula karya ekspresi diri oleh Sastrawan Kuslan Budiman berjudul MUSIM GUGUR,

      La Luta Continua!

      ***
      Sumber: http://www.listserv.dfn.de/cgi-bin/wa?A2=ind9911d&L=indonews&P=1130

      Date: Mon, 22 Nov 1999 14:51:27 +0700
      From: "INDONews (s)" <indonews@...>
      Subject: KOLOM PRAWIRA: PERCIKAN BUDAYA 97/III/1999 Kuslan Budiman: Musim gugur


      PERCIKAN BUDAYA 97/III/1999
      ====================

      Kuslan Budiman

      MUSIM GUGUR

      (buat Basuki Resobowo)

      Dikala musim rontok tiba
      pada jendela kaca yang senyap
      membayang pohon-pohon meranggas
      dedaunan berguguran...

      Di kejauhan
      manusia yang merindukan kebebasan
      masih melingkar di kawat berduri
      di kala itu kujumpai bekas tanganmu
      yang mengutus luapan jiwa.

      Lalu aku ingat semasa
      kita berdua duduk bersama
      menghadap tungku;
      merenung masa lalu
      membayang masa mendatang...

      Dengan secangkir kopi
      kita lawan kepahitan
      dengan sepotong roti
      kita lawan kesedihan.

      Di musim gugur ini
      daun-daun kuning rontok lagi
      di musim semi nanti
      masih adakah waktu
      untuk melukis lagi?

      Baltiisky Pereulok
      12 Nopember 1977

      Catatan:
      Sajak yang ditulis 22 tahun lalu ini, diketemukan terselip dalam tumpukan kertas yang disortir beberapa hari lalu. Basuki sudah meninggal awal tahun ini, jadi dia tak sempat membacanya. Karena hidup gelandangan, sering pindah dari kota satu ke kota lain, tak sedikit tulisan-tulisan yang tercecer. Dengan pertimbangan keselamatan, kadang-kadang terpaksa dimusnakan sendiri.
      Tulisan-tulisan semacam ini, nasibnya mirip dengan rerumputan di hutan Kalimantan, yang sudah habis dimakan api sebelum diberi nama. Meskipun terlambat disiarkan, barangkali bisa untuk mengenang dia; Basuki Resobowo, salah seorang seniman Republik yang terpaksa gelandangan di luar negeri, karena termasuk menjadi korban Orde Baru.

      ***
      Doc. Cermin diri dan karya:
      Foto PAK BASUKI RESOBOWO: SOLIDARITAS PROTES AKSI DI DEPAN KANTOR
      GARUDA (BLOEMENMARKT-AMSTERDAM) JUNI 1996, DEMO ATAS PENANGKAPAN DITA
      SARI DKKNYA. Silahkan click:
      http://ph.groups.yahoo.com/group/sastra-pembebasan/photos/view/3a75?b=10

      Foto KARYA LUKISAN PAK BASUKI RESOBOWO: "BOENG AJO BOENG", DAN "MARSINAH". Silahkan Click:
      http://ph.groups.yahoo.com/group/sastra-pembebasan/photos/view/3a75?b=11
      http://ph.groups.yahoo.com/group/sastra-pembebasan/photos/view/3a75?b=7

      ***
      From: "Dian Su" <diansu6363@...>
      Subject: Sambutan Atas SAMBITAN
      Date: Wed, 1 Mar 2006 10:40:08 +0800


      Nurdiana:

      Sambutan Atas SAMBITAN 1)
      Untuk: Bang Iramanto.

      Rasanya:
      Ini bukan layang-layang;
      Layangan itu ringan,
      tumpukan 2) ini berat berbobot.

      Betapa iba sengsara merana
      layangan berputusan lepas gantungan,
      Bak anak ayam kehilangan
      induk.

      Tapi, tumpukan bukan rintihan.
      Lihat, Pram itu begitu,
      Kalau batu, dia itu giok,
      Dicemplung-cemplungkan di lumpur rawa,
      Kilaunya tetap gemerlapan diterpa sinar,
      ¡°Tutup buku¡± justru di zaman jahiliyah,
      Kala durjana tengah bersimaharajalela,
      Jauh di depan lengsernya Sang Tiran.

      Beriring-iring,
      Mulai Bas, Henk, Trubus, Hendra, Tarmizi,
      Terus Dharnoto, Buyung, Bandaharo, Anantaguna,
      Dan Iramani 3) sampai Sulami,
      Tiada musnah ditelan fitnah,
      Akan dikenang dambaannya;
      Demi Untaian Zamrud Khatulistiwa.

      Betapa jua manusia ¡®kan capai usia senja,
      Sungguh bijak hidup memberi isi.
      Dizaman Du Fu 4))
      Tak banyak mencapai tujuhpuluh,
      Beruntung Bas sampai rayakan 82 lebaran,
      Dan saya pun pengagum
      terhadap yang sempat rayakan 92 kali Imlek,5)
      Sang Penerus Jurumudi Agung, 6)
      Penggagas jie fang si xiang ¨C bebaskan fikiran,
      Pemaku shi shi qiu shi ¨C cari kebenaran dari kenyataan,
      Penganjur ¡°biar yang lalu liwat, lepas pandangan maju ke depan¡±,
      Hingga di Timur Naga pun bangun,
      Menggeliat angkat kepala !

      Tumpukan ini bukan rintihan,
      Ini gugatan perlawanan,
      Andai pun jasad dicincang lumat,
      Dari mulut yang dijahit serabut tak membusuk itu
      yang kini menganga,
      Mulai muntahkan empedu buah siksaan kekuasaan Tiran,
      Lantangkan sorak perlawanan,
      Dendangkan senandung harapan,
      Manusia yang berkemanusiaan !!!


      1-3-2006.

      Keterangan:

      1) Dengan penyempurnaan dan pembetulan salah cetak dari judul yang sama, yang dimuat dalam kumpulan sajak DI NEGERI ORANG. SAMBITAN adalah judul kumpulan sajak Iramanto.
      2) 2) Iramanto mengamsalkan kumpulan sajaknya ini sebagai Tumpukan Layangan Putus.
      3). Pa Para pelukis, musikus komponis dan sastrawan, tokoh-tokoh terkemuka LEKRA: Basuki Resobowo, Henk Ngantung, Trubus, Hendra, Tarmizi, Sudharnoto, Boejoeng Saleh, HR Bandaharo, Sabar Santoso, Iramani.
      4). Penyair besar Tiongkok dinasti Tang.
      5). Deng Xiaoping.
      6). Jurumudi Agung -- julukan kehormatan bagi Mao Zedong.


      1-3-2006.



      Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/
      http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/







      ---------------------------------
      Yahoo! Mail
      Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze.

      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.