Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Fwd: Dawam: Berpindah Agama Tidak Berarti Murtad

Expand Messages
  • si Brewok
    ... SUARA PEMBARUAN DAILY ... Dawam: Berpindah Agama Tidak Berarti Murtad JAKARTA - Kebebasan beragama berarti kebebasan untuk berpindah agama, berpindah
    Message 1 of 5 , Jan 26, 2006
      --- In zamanku@yahoogroups.com, "samiaji" <samiaji@n...> wrote:

      SUARA PEMBARUAN DAILY
      ---------------------------------------------------------------------
      -----------

      Dawam: Berpindah Agama Tidak Berarti Murtad
      JAKARTA - Kebebasan beragama berarti kebebasan untuk berpindah
      agama, berpindah pilihan dari satu agama tertentu ke agama lain.
      Berpindah agama tidak berarti murtad, melainkan menemukan kesadaran
      baru dalam beragama. Berpindah agama tidak kafir. Istilah kafir
      bukan berarti beragama lain, tetapi karena menentang perintah Tuhan.

      Demikian dikatakan Cendekiawan Muslim, Prof Drs Dawam Rahardjo dalam
      Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di
      Indonesia yang berlangsung di Pekanbaru, Riau, Rabu (25/1).

      "Apalagi sampai dianggap murtad sebagai hukuman yang mengandung
      konsekuensi. Misalnya harus bercerai dari istri atau suami,
      sebagaimana pernah dialami Nasr Hamid Abu Zayd dan novelis perempuan
      Nawal El Sadawi di Mesir, yang mengakibatkan Abu Zayd harus
      berpindah ke Belanda yang sekuler dan menjamin kebebasan beragama,"
      katanya.

      Dikatakan, perpindahan agama harus dianggap biasa dan sering
      disambut kalangan agama yang baru dipeluk, sebagaimana nampak dalam
      penayangan orang-orang mu'alaf (orang yang baru memeluk agama Islam)
      atau pemberian zakat kepada mu'alaf yang seringkali sebelumnya
      memeluk agama lain. Kebebasan beragama berarti pula bebas
      menyebarkan agama, asal dilakukan tidak melalui kekerasan maupun
      paksaan secara langsung maupun tidak langsung.

      Kegiatan mencari pengikut, dengan pembagian bahan makanan, beasiswa
      kepada anak-anak dari keluarga miskin atau pelayanan kesehatan
      gratis dengan syarat harus masuk ke dalam agama tertentu, adalah
      usaha yang tidak etis karena bersifat merendahkan martabat manusia,
      dengan "membeli" keyakinan seseorang.

      Namun, lanjutnya, program bantuan semacam itu boleh dilakukan satu
      organisasi keagamaan, asal tidak disertai syarat masuk agama
      tertentu. Kegiatan semacam itu akhir-akhir ini banyak dilakukan di
      kalangan Muslim, terutama pada bulan puasa. Pemberian bantuan harus
      dengan motivasi kemanusiaan, misalnya membantu masyarakat Aceh yang
      terkena bencana tsunami, tidak dilarang, walaupun kegiatan itu
      mengundang simpati kepada pemeluk agama yang bersangkutan.

      Dikatakan, jika tata cara penyebaran agama bisa diatur, tidak akan
      ada lagi tuduhan "Kristenisasi", "Islamisasi", atau "pemurtadan"
      terhadap pendirian rumah ibadah misalnya. Atas dasar tanpa
      kecurigaan dan semangat untuk hidup rukun antara pemeluk agama yang
      berbeda, maka pendirian rumah ibadah maupun penggunaan rumah sebagai
      tempat ibadah tidak dilarang, asal tidak melanggar peraturan tata
      kota, mengganggu lalu-lintas atau menimbulkan gangguan lain.

      "Dengan demikian peraturan semacam SKB Dua Menteri, 1969, yang
      khusus mengatur pendirian rumah ibadah atau UU Kerukunan Antar Umat
      Beragama, yang bernuansa politisasi agama, tidak diperlukan,"
      paparnya.

      Ceramah, khotbah, tulisan, baik di buku atau majalah yang memicu
      konflik antar umat beragama atau menodai suatu agama, atau
      membongkar kelemahan atau "kepalsuan" suatu agama, atau mengobarkan
      semangat permusuhan, dilarang. Kegiatan semacam itu merupakan
      penyalahgunaan kebebasan beragama. Barangsiapa melanggar, bisa di
      bawa ke pengadilan. Di Perancis seorang pengkhotbah yang bernada
      menghasut, bisa ditangkap dan di bawa ke pengadilan.

      Ditegaskan, dasar kebebasan beragama dan pluralisme, negara harus
      bersikap adil terhadap semua agama. Suatu peraturan pemerintah yang
      bersifat membendung penyebaran agama atau membatasi kegiatan
      beribadah, dianggap bertentangan dengan UU.

      Konsekuensinya, pencantuman agama dalam kartu identitas, tidak
      diperlukan. Hal itu bisa membuka peluang bagi favoritisme dan
      diskriminasi yang menguntungkan agama yang dipeluk oleh mayoritas
      penduduk atau berpengaruh di pemerintahan dan pendidikan.

      Setiap siswa atau mahasiswa diberi hak untuk menentukan agama yang
      dipilih untuk dipelajari. (E-5)



      ---------------------------------------------------------------------
      -----------
      Last modified: 26/1/06

      --- End forwarded message ---
    • muskitawati
      ... Tuhan. ... Jadi kalo menentang perintah Tuhan artinya murtad ???? Bukankah pindah agama itu juga sama menentang perintah Tuhan dari pihak agama yang
      Message 2 of 5 , Jan 29, 2006
        --- In mayapadaprana@yahoogroups.com, "si Brewok" <red_conjurer@y...>
        wrote:
        >
        > --- In zamanku@yahoogroups.com, "samiaji" <samiaji@n...> wrote:
        >
        > SUARA PEMBARUAN DAILY
        > Dawam: Berpindah Agama Tidak Berarti Murtad
        > JAKARTA - Kebebasan beragama berarti kebebasan untuk berpindah
        > agama, berpindah pilihan dari satu agama tertentu ke agama lain.
        > Berpindah agama tidak berarti murtad, melainkan menemukan kesadaran
        > baru dalam beragama. Berpindah agama tidak kafir. Istilah kafir
        > bukan berarti beragama lain, tetapi karena menentang perintah
        Tuhan.
        >




        Jadi kalo menentang perintah Tuhan artinya murtad ????
        Bukankah pindah agama itu juga sama menentang perintah Tuhan dari
        pihak agama yang ditinggalkannya ????

        Inilah ciri manusia yang diracuni dogma agama, di-puter2 kemanapun
        artinya sama saja !!!

        Dasar Dawam yang enggak Raharjo, pantes saja dia sendiri baru simpati
        dengan Akhmadiah saja sudah dianggap murtad oleh Muhammadiah !!!
        Kenyataannya, Dawam juga sama sesatnya dengan Muhammadiah yang sesat.

        Ny. Muslim binti Muskitawati.



        >
      • Awaludin Zakaria
        ... jelas. Murtad adalah keluar dari keyakinan. Menentang perintah Tuhan trus disebut murtad? Kenapa tidak bu? :) Kalo seseorang itu berkeyakinan (terhadap
        Message 3 of 5 , Jan 31, 2006
          On 1/30/06, muskitawati <muskitawati@...> wrote:
          Jadi kalo menentang perintah Tuhan artinya murtad ????
          Bukankah pindah agama itu juga sama menentang perintah Tuhan dari
          pihak agama yang ditinggalkannya ????

          Inilah ciri manusia yang diracuni dogma agama, di-puter2 kemanapun
          artinya sama saja !!!

          Dasar Dawam yang enggak Raharjo, pantes saja dia sendiri baru simpati
          dengan Akhmadiah saja sudah dianggap murtad oleh Muhammadiah !!!
          Kenyataannya, Dawam juga sama sesatnya dengan Muhammadiah yang sesat.

          Ny. Muslim binti Muskitawati.




          Definisi murtad itu, at least dari sudut pandang Islam, sudah sangat jelas. Murtad adalah keluar dari keyakinan. Menentang perintah Tuhan trus disebut murtad? Kenapa tidak bu? :)

          Kalo seseorang itu berkeyakinan (terhadap sebuah ajaran agama/keyakinan tertentu), ya ybs akan menjalani ibadah/ritual sesuai tuntunan ajaran agama/keyakinan dia dan sebaliknya tidak akan menjalankan hal2 yang dilarang. Statement barusan ini sangat bisa dinalar dan tidak perlu dianalisis. Nah baru kalo seperti itu, seseorang ini bisa disebut beragama/berkeyakinan. Ini menurut saya lho.

          Jadi kalau di KTP kita tertulis identitas agama adalah Islam (misalnya), tapi ternyata ucap dan laku keseharian kita tidak sesuai dengan tuntunan yang telah digariskan Alloh dan Rasul-Nya ..ya Anda belum layak disebut beragama-meski pemerintah mengakuinya melalui KTP Anda.

          Semoga bermanfaat.

          --
          Wassalam,
          Awaludin Zakaria
        • muskitawati
          ... simpati ... sesat. ... sangat ... Tuhan trus ... Dari sudut pandang Islam yang mana yang anda anggap definisi murtad itu sangat jelas ??? Kalo Ahmadiah
          Message 4 of 5 , Jan 31, 2006
            --- In mayapadaprana@yahoogroups.com, Awaludin Zakaria
            <awaludin.zakaria@g...> wrote:
            >
            > On 1/30/06, muskitawati <muskitawati@y...> wrote:
            > >
            > > Jadi kalo menentang perintah Tuhan artinya murtad ????
            > > Bukankah pindah agama itu juga sama menentang perintah Tuhan dari
            > > pihak agama yang ditinggalkannya ????
            > >
            > > Inilah ciri manusia yang diracuni dogma agama, di-puter2 kemanapun
            > > artinya sama saja !!!
            > >
            > > Dasar Dawam yang enggak Raharjo, pantes saja dia sendiri baru
            simpati
            > > dengan Akhmadiah saja sudah dianggap murtad oleh Muhammadiah !!!
            > > Kenyataannya, Dawam juga sama sesatnya dengan Muhammadiah yang
            sesat.
            > >
            > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
            > >
            > >
            > >
            > >
            > > Definisi murtad itu, at least dari sudut pandang Islam, sudah
            sangat
            > jelas. Murtad adalah keluar dari keyakinan. Menentang perintah
            Tuhan trus
            > disebut murtad? Kenapa tidak bu? :)
            >



            Dari sudut pandang Islam yang mana yang anda anggap definisi "murtad"
            itu sangat jelas ???

            Kalo Ahmadiah menganggap umat Islam Sunny itu "Murtad", dan
            sebaliknya, umat Islam Sunny menganggap ajaran "Islam Ahmadiah"
            itu "murtad"........... lalu yang mana yang anda bisa anggap sebagai
            sangat jelas ????

            Hidup anda hanya dipenuhi dengan meracuni pikiran diri sendiri dengan
            dogma agama sehigga tidak mengerti arti kata "jelas". Sebaiknya anda
            merenungi dulu definisi "jelas" dan "tidak jelas" itu bedanya dimana.
            JUSTRU YANG ANDA ANGGAP "JELAS" ITULAH YANG SEBENARNYA "TIDAK
            JELAS". Sehingga anda tidak bisa memahami bahwa Agama dan Tuhannya
            itu merupakan angan2 dimana angan2 itu merupakan hal yang tidak jelas
            bagi orang lain selain orang yang ber-angan2 itu sendiri tentunya.

            Ny. Muslim binti Muskitawati
















            > Kalo seseorang itu berkeyakinan (terhadap sebuah ajaran
            agama/keyakinan
            > tertentu), ya ybs akan menjalani ibadah/ritual sesuai tuntunan
            ajaran
            > agama/keyakinan dia dan sebaliknya tidak akan menjalankan hal2 yang
            > dilarang. Statement barusan ini sangat bisa dinalar dan tidak perlu
            > dianalisis. Nah baru kalo seperti itu, seseorang ini bisa disebut
            > beragama/berkeyakinan. Ini menurut saya lho.
            >
            > Jadi kalau di KTP kita tertulis identitas agama adalah Islam
            (misalnya),
            > tapi ternyata ucap dan laku keseharian kita tidak sesuai dengan
            tuntunan
            > yang telah digariskan Alloh dan Rasul-Nya ..ya Anda belum layak
            disebut
            > beragama-meski pemerintah mengakuinya melalui KTP Anda.
            >
            > Semoga bermanfaat.
            >
            > --
            > Wassalam,
            > Awaludin Zakaria
            >
          • Awaludin Zakaria
            ... Hidup anda hanya dipenuhi dengan meracuni pikiran diri sendiri dengan ... Saya tidak tahu, dari sudut pandang agama/kepercayaan yang lain, dikenal juga
            Message 5 of 5 , Feb 1, 2006
              Dari sudut pandang Islam yang mana yang anda anggap definisi "murtad"
              itu sangat jelas ???

              Kalo Ahmadiah menganggap umat Islam Sunny itu "Murtad", dan
              sebaliknya, umat Islam Sunny menganggap ajaran "Islam Ahmadiah"
              itu "murtad"...........  lalu yang mana yang anda bisa anggap sebagai
              sangat jelas ????
              Hidup anda hanya dipenuhi dengan meracuni pikiran diri sendiri dengan
              dogma agama sehigga tidak mengerti arti kata "jelas".  Sebaiknya anda
              merenungi dulu definisi "jelas" dan "tidak jelas" itu bedanya dimana.
              JUSTRU YANG ANDA ANGGAP "JELAS" ITULAH YANG SEBENARNYA "TIDAK
              JELAS".  Sehingga anda tidak bisa memahami bahwa Agama dan Tuhannya
              itu merupakan angan2 dimana angan2 itu merupakan hal yang tidak jelas
              bagi orang lain selain orang yang ber-angan2 itu sendiri tentunya.

              Ny. Muslim binti Muskitawati


              Saya tidak tahu, dari sudut pandang agama/kepercayaan yang lain, dikenal juga istilah murtad atau tidak. Bisa jadi iya, namun dengan pembahasaan yang berbeda barangkali. Tapi memang sangat jelas bagi saya bu. Seorang penganut Islam yang murtad ya.. yang sudah tidak percaya lagi sama kebenaran ajaran yg dia anut, apalagi mengingkari eksistensi Tuhannya. Oh, maafkan saya, saya kira pembicaraan tidak akan nyambung soalnya Anda menganggap itu hanya angan belaka.
               Hm..anyway, terserah ibu yang menganggap Agama dan Tuhan itu hanya angan-angan belaka.  Saya menghormati pendapat itu. Tapi saya mohon ibu untuk bersikap lebih sopan di milist ini. Kalimat ibu yang dituliskan dengan Uppercase semua itu, menunjukkan kalo ibu sedang berteriak/membentak dan itu tidak sopan - cmiiw. Bukankah perbedaan itu wajar dan harus dihargai? :)

              --
              Wassalam,
              Awaludin Zakaria 




            Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.