Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Sakit = Bentakkan dari Allah!

Expand Messages
  • mangucup88
    Apabila kita jatuh sakit ataupun menderita? Pertanyaan yg hampir selalu diajukan ialah: „Siapa yg mengirim penderitaan ini? Apakah sakit ini dari si setan
    Message 1 of 1 , Sep 11, 2005
    View Source
    • 0 Attachment
      Apabila kita jatuh sakit ataupun menderita? Pertanyaan yg hampir
      selalu diajukan ialah: „Siapa yg mengirim penderitaan ini? Apakah
      sakit ini dari si setan atau dari Allah? Kalau dari Allah apa
      dosaku? Kalho dari si setan, kok Allah tdk melindungi saya? Se-akan2
      kita ingin mencari dalang maupun aktor intelektualnya dari penyakit
      kita ini, bahkan tidak sedikit dari kita yg langsung mengadili dan
      memvonis Sang Pencipta, sebagai Allah yg jahat dan tidak adil!

      Tidak bisa dipungkiri, bahwa si setan pun bisa mengirimkan penyakit
      maupun santet, tetapi perlu diketahui bahwa tidak ada penyakit atau
      penderitaan apapun juga di dunia ini bisa terjadi dgn tanpa
      sepengetahuan maupun se-ijin dari Sang Pencipta, karena Allah tidak
      pernah kecolongan. Walaupun demikian satu pemikiran yg salah apabila
      kita menilai bahwa sakit itu adalah takdir yg sudah ditentukan dari
      sononya sambil berkata itu kan sudah kehendak-Nya, begitu juga satu
      pemikiran yg salah lainnya dimana kita berfikir bahwa Allah akan
      membebaskan manusia dari penyakit, entah ia itu orang soleh maupun
      Nabi sekalipun mereka harus sakit! Karena dunia ini bukanlah Disney
      World tempat untuk ber-senang2.

      Pertama perlu diketahui bahwa manusia itu bukannya robot ato sesuatu
      yg bisa di program, mulai dari cara makannya saja sdh beda dari
      makhluk2 lainnya, mana ada makhluk lainnya yg memiliki puluhan ribu
      macem resep makanan seperti manusia, sedangkan kuda dan sapi sudah
      ditakdirkan untuk makan makanan yg itu2 saja, begitu juga dgn
      prilaku seksual kita, kalau anjing dan kucing gayanya hanya gitu2
      azah, tetapi kita manusia memiliki berbagai macam variasi lihat azah
      tuh buku Joy of Sex ato Kamasutra. Oleh sebab itulah juga manusia
      mendapat julukan sebagai binatang yg paling liar, karena manusia itu
      tidak bisa diprogram maupun menghargai apa yg telah ditentukan
      sebelumnya. Manusia selalu berkeinginan untuk memberontak dan
      melawan aturan entah yg ditentukan oleh Sang Pencipta maupun oleh
      manusianya sendiri, kita selalu mencari jalan pintas yg bisa
      menyenangkan ego kita tanpa mau menghiraukan yg lainnya.

      Manusia melawan hukum maupun undang2 itu sih udah biasa dan bisa
      dimaklumi mulai melanggar aturan lalu-lintas s/d hukum pidana,
      karena apa sih yg perlu ditakuti, bukankah hukum itu bisa dibeli. Yg
      hukuman dan vonis nya udah jelas ada di depan mata sekalipun sdh
      kita tidak mereka takuti lagi, kagak percaya tanya saja sama Dr
      Anda, berapa persen dari pasiennya yg benar2 mo nurut nasehatnya,
      padahal mereka sdh mengetahuinya dgn jelas, bahwa apabila nasehatnya
      tidak diturut maka akibatnya bisa fatal, bahkan bisa menyeretnya ke
      dlm maut.

      Sebagai contoh udah tahu, bahwa merokok itu merusak kesehatan,
      bahkan dgn Warning yg jelas dan gede ditulis diatas kotak rokoknya,
      tetapi kenyataannya tetap saja mereka cuek, begitu juga dgn pola
      makan kita, lihatlah menu makanan yg Anda makan se-hari2 apakah ini
      bisa dinilai sehat?

      Manusia jaman sekarang sudah budeg dan sudah buta, sehingga tidak
      bisa atau lebih tepatnya tidak mau lagi melihat ataupun mendengar
      nasehat yg baik, karena kebutaan dan kebudegan kita inilah maka
      Allah terpaksa menggugah kesadaran manusia dgn suara yg keras!

      C.S. Lewis mengatakan bahwa "kesakitan" itu adalah "megafon"
      atau "pengeras suara" yg dipakai oleh Allah untuk membangunkan
      kesadaran manusia. Bisikan maupun getaran hati nurani kita sdh tidak
      digubris lagi, oleh sebab itulah Allah membentak kita dgn
      teriakannya yg keras melalui kesakitan2 kita. Kesakitan adalah
      megafon Allah untuk membangunkan dunia yg telah budeg ini.

      Kesakitan merupakan erangan, jeritan, teriakan dari manusia, tetapi
      perlu diketahui bahwa "kesakitan" itu juga merupakan "megafon"
      atau "pengeras suara" yg dipakai oleh Sang Pencipta untuk menggugah
      kesadaran manusia, sebab bisikan halus sdh tidak akan mempan lagi
      pada manusia jaman sekarang ini, boro2 bujukan manis dari sang
      istri, ancaman keras dari Dr sekalipun acap kali diabaikan.

      Oleh sebab itulah hanya "kesakitan" yg berbunyi cukup lantang untuk
      membuat manusia menjadi tersentak untuk mau mengintropeksi dan
      memeriksa dirinya, siapa tahu dgn demikian mereka mau merobah cara
      pola hidupnya, bahkan bisa berpaling kepada Allah kembali.

      Tanya saja sama diri sendiri, orang bagaimana bandelnya sekalipun,
      ia akan berhenti merokok apabila ia sudah kejangkitan penyakit
      kanker paru2. Begitu juga orang akan merubah cara pola makan maupun
      pola hidupnya apabila ia sudah kena stroke. Para pencandu alkohol
      maupun narkoba sekalipun banyak yg menjadi sadar dan clean total
      setelah mereka mengalami sakit berat.

      Berapa puluh ribu orang baru mulai berlutut lagi untuk berdoa dan
      berpaling kembali kepada Sang Pencipta setelah mereka jatuh sakit,
      oleh sebab itulah juga secara sadar atau tidak sadar pada saat kita
      menderita sakit mereka sering menggerang dan memanggil nama Allah,
      kagak percaya cobalah dengar erangan maupu keluhan orang sakit,
      mereka sering menggerang sambil mengucapkan kata2 seperti "Duh
      Gusti" atau "Ya Tuhan" atau "Maya´allah" sesuai dgn cara maupun
      kepercayaannya masing2.

      Maranatha
      Mang Ucup – The Drunken Priest
      Email: mang.ucup@...
      Homepage: www.mangucup.net
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.