Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

OOT: JANGAN MENYERAH

Expand Messages
  • Iswardeni
    Tulisan Kristin dibawah ini, mungkin pernah dialami para penggemar meditasi. Rgds, ISWARDENI *10 MAY 2013. Kristin Liu. Impossible means I m possible. B-):
    Message 1 of 4 , May 10, 2013
    • 0 Attachment
      Tulisan Kristin dibawah ini, mungkin pernah dialami para penggemar meditasi.

      Rgds,
      ISWARDENI

      *10 MAY 2013. Kristin Liu. Impossible means I'm possible. B-): Negeri dalam diri 
      Desember 2006,

      Ini baru hari kedua dari program sepuluh hari retreat meditasi yang saya ikuti. Tapi saya merasa seperti sudah berminggu-minggu di sini. Pengalaman pertama ini sungguh payah. Kemarin saya datang dengan semangat sebesar gunung. Tapi pagi ini rasanya semangat itu sudah tidak lebih besar dari sebutir pasir. 

      Saya pikir meditasi identik dengan pikiran-pikiran sarat pencerahan yang membuat wajah tersenyum damai, tenang dan bahagia. Tapi kenyataannya, yang terjadi sungguh di luar zona pikir saya. Saya memasuki dunia yang lebih berantakan dari negeri antah berantah. Yang lebih luar biasa lagi negeri acak adut itu ada dalam pikiran saya. 

      Duduk berjam-jam dengan kaki bersila dan diminta hanya melakukan satu tugas sederhana, yaitu memperhatikan keluar masuk nafas. Dan ini menjadi begitu sulit, belum sempat saya memperhatikan kapan nafas masuk, pikiran sudah melarikan diri ke banyak kenangan lalu diikuti oleh semua gambaran peristiwa tentang : pekerjaan, teman, orang yang dikasihi, dibenci dan sampai kecoa pun muncul. Lalu saya ingat kembali harus memperhatikan nafas. 

      Menarik nafas kembali dengan berkesadaran lalu menghembuskan nafas, pikiran lari lagi pada hayalan yang membuat saya pantas untuk dinobatkan sebagai sutradara jenius sepanjang masa. Tersadar untuk memperhatikan nafas lagi. Pikiran lebih banyak lari daripada berdiam memperhatikan objek. 

      Semakin dipaksa untuk diam semakin menjadi pikiran itu berlarian dan hambur ke segalah arah, ke semua kisah dan cerita. Rasanya semua cara sudah dilakukan untuk membuat pikiran ini berdiam lebih lama. Dan satu-satunya cara yang belum saya lakukan adalah....menyerah. Ya! Saya mau menyerah saja.

      Pulang ke rumah dan beristirahat menghabiskan masa cuti ini adalah ide yang brilian. Ide ini yang membuat saya senang dan bahagia, bukan pikiran-pikiran yang tercerahkan. Senyum indah para meditator yang ada di poster-poster itu pasti palsu.

      Lalu yang terjadi kemudian adalah .... Salam, Kristin Liu

      *11 MAY 2013. Kristin Liu. Impossible means I'm possible. B-): Bersabar, Berdamai ...

      "Pulang dan menyerah sajalah... Dengan demikian kamu akan menjadi seorang pecundang yang tidak akan pernah bisa mengerti dan memahami diri sendiri. Ini adalah dirimu sendiri, pikiranmu sendiri, tidak ada orang lain yang membuatnya kacau dan sulit diatur seperti ini. Pikiran yang liar ini terjadi karena tidak pernah dilatih. Dan sekarang ini adalah latihannya. Jika saat ini kamu berhenti dan menyerah. Maka selamanya kamu tidak akan pernah bisa mengendalikannya, pikiran ini akan tetap liar selamanya. Jika ingin pikiran lebih tenang, maka saat yang tepat untuk melatihnya adalah saat ini. Jika saat ini ditunda untuk esok, maka esok itu tidak akan pernah habis. Dan orang yang paling bertanggung jawab untuk melatihnya adalah diri sendiri dengan upaya yang sungguh-sungguh. Yang kamu perlu miliki saat ini adalah ketekunan dan kesabaran. Kedamaian akan datang sendirinya."

      Tepat setelah pikiran itu berakhir, denting lonceng pun mengakhiri sesi meditasi pagi. Entah pikiran tadi atau dentingan lonceng yang nyaring tadi yang menghamburkan pikiran untuk menyerah.

      Untuk seterusnya, pikiran untuk menyerah tidak pernah muncul lagi, meski pikiran-pikiran lain masih juga tetap timbul tenggelam. Seperti kelereng yang ditumpahkan ke lantai, mereka berlompatan. Lama kelamaan lompatan-lompatannya semakin mengecil dan mengecil sampai si kelereng tak punya daya untuk naik kembali. Demikian juga dengan pikiran yang timbul dan tenggelam ini. Ternyata ketika mereka hanya diamati, dan tak digubris sama sekali, lama kelamaan mereka juga akan kehilangan daya. 

      Ketekunan membuat saya tangguh. Kesabaran membuat saya bertahan.

      Maret 2013,

      Mendengar sepenggal kalimat dari kotbah minggu pagi ini, saya hanya menyungging senyum kecil sebagai tanda setuju. Kalimat ini memberikan kesimpulan atas pengalaman berkunjung ke negeri dalam diri tujuh tahun yang lalu. "Kesabaran adalah praktek pertapaan yang tertinggi..." ~ Bhikkhu Dhammadhiro Mahathera

      Salam, Kristin Liu

       
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.