Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

OOT: JANGAN MENYERAH

Expand Messages
  • Iswardeni
    Milikilah Pengharapan Di sebuah pemukiman kota Washington, tinggallah sekelompok warga yg berprofesi sbg pelukis. salah seorg dari mrk adlh pelukis wanita
    Message 1 of 4 , Mar 25, 2013
      Milikilah Pengharapan

      Di sebuah pemukiman kota Washington, tinggallah sekelompok warga yg berprofesi sbg pelukis. salah seorg dari mrk adlh pelukis wanita menderita kanker paru2. Dokter menganjurkan agar dia terus menumbuhkan semangat dlm dirinya agar segera sembuh dr penyakitnya. Wanita itu terus menerus memikirkan penyakitnya dan kehilangan kenyakinannya. Bahkan ia mengatakan bahwa ketikka daun2 halaman rumahnya gugur, saat itulah dia akan mati.

      Suatu hari terjadilah badai yg membuat daun2 jatuh berguguran. Seorg tetangganya melukis badai itu dgn indah dan menghadiahkan kepadanya. Wanita itu terkagum2 dgn lukisannya yg menggambarkan sebuah pohon mempertahankan satu helai daunnya ditengah badai yg menerpa. Stlh dia membuka jendela, wanita itu terkejut krn apa yg dilihatnya sama persis dgn apa yg ada di lukisan itu. Dari situ dia sadar bahwa sikapnya selama ini keliru. Dia sll pesimis dgn keadaannya sdgkan pohon dgn satu helai daun itu saja memiliki kekuatan utk bertahan dan memiliki pengharapan utk bertahan hidup. Wanita itu pun kemudian berjuang melawan penyakitnya. Lambat laun kesehatannya mulai membaik dan dinyatakan sembuh total.

      Sama seperti wanita dlm kisah di atas, dlm kehidupan kita, kita pun sering memiliki harapan. Namun di saat bersamaan, keinginan & harapan hilang begitu saja krn pikiran negatif dlm diri kita. Saat itulah semangat kita pun mulai kendor. Jk keadaan ini dibiarkan terus menerus mk kt tdk akan mendapatkan hasil apa2. Tp justru sebaliknya, kita akan kehilangan kesempatan utk meraih keberhasilan yg kita inginkan. Krn itu, jgn biarkan keraguanan ketakutan dan kekuatiran kita menghambat langkah kita utk meraih apa yg kita impikan. Milikilah pengharapan agar kt mampu melihat dunia dan masa depan dgn penuh kepastian.
      Salam Pasti Bisa (y)
      Kiriman Herry B
      Iswardeni: Thks yach
      Prasetia (Prajnavira) Surabaya
      Indahnya berbagi:) dan ringannya melepas:): Secangkir kopi Inspirasi Pagi

      Powered by Telkomsel BlackBerry®
    • Iswardeni
      Tulisan Kristin dibawah ini, mungkin pernah dialami para penggemar meditasi. Rgds, ISWARDENI *10 MAY 2013. Kristin Liu. Impossible means I m possible. B-):
      Message 2 of 4 , May 10 4:37 PM
        Tulisan Kristin dibawah ini, mungkin pernah dialami para penggemar meditasi.

        Rgds,
        ISWARDENI

        *10 MAY 2013. Kristin Liu. Impossible means I'm possible. B-): Negeri dalam diri 
        Desember 2006,

        Ini baru hari kedua dari program sepuluh hari retreat meditasi yang saya ikuti. Tapi saya merasa seperti sudah berminggu-minggu di sini. Pengalaman pertama ini sungguh payah. Kemarin saya datang dengan semangat sebesar gunung. Tapi pagi ini rasanya semangat itu sudah tidak lebih besar dari sebutir pasir. 

        Saya pikir meditasi identik dengan pikiran-pikiran sarat pencerahan yang membuat wajah tersenyum damai, tenang dan bahagia. Tapi kenyataannya, yang terjadi sungguh di luar zona pikir saya. Saya memasuki dunia yang lebih berantakan dari negeri antah berantah. Yang lebih luar biasa lagi negeri acak adut itu ada dalam pikiran saya. 

        Duduk berjam-jam dengan kaki bersila dan diminta hanya melakukan satu tugas sederhana, yaitu memperhatikan keluar masuk nafas. Dan ini menjadi begitu sulit, belum sempat saya memperhatikan kapan nafas masuk, pikiran sudah melarikan diri ke banyak kenangan lalu diikuti oleh semua gambaran peristiwa tentang : pekerjaan, teman, orang yang dikasihi, dibenci dan sampai kecoa pun muncul. Lalu saya ingat kembali harus memperhatikan nafas. 

        Menarik nafas kembali dengan berkesadaran lalu menghembuskan nafas, pikiran lari lagi pada hayalan yang membuat saya pantas untuk dinobatkan sebagai sutradara jenius sepanjang masa. Tersadar untuk memperhatikan nafas lagi. Pikiran lebih banyak lari daripada berdiam memperhatikan objek. 

        Semakin dipaksa untuk diam semakin menjadi pikiran itu berlarian dan hambur ke segalah arah, ke semua kisah dan cerita. Rasanya semua cara sudah dilakukan untuk membuat pikiran ini berdiam lebih lama. Dan satu-satunya cara yang belum saya lakukan adalah....menyerah. Ya! Saya mau menyerah saja.

        Pulang ke rumah dan beristirahat menghabiskan masa cuti ini adalah ide yang brilian. Ide ini yang membuat saya senang dan bahagia, bukan pikiran-pikiran yang tercerahkan. Senyum indah para meditator yang ada di poster-poster itu pasti palsu.

        Lalu yang terjadi kemudian adalah .... Salam, Kristin Liu

        *11 MAY 2013. Kristin Liu. Impossible means I'm possible. B-): Bersabar, Berdamai ...

        "Pulang dan menyerah sajalah... Dengan demikian kamu akan menjadi seorang pecundang yang tidak akan pernah bisa mengerti dan memahami diri sendiri. Ini adalah dirimu sendiri, pikiranmu sendiri, tidak ada orang lain yang membuatnya kacau dan sulit diatur seperti ini. Pikiran yang liar ini terjadi karena tidak pernah dilatih. Dan sekarang ini adalah latihannya. Jika saat ini kamu berhenti dan menyerah. Maka selamanya kamu tidak akan pernah bisa mengendalikannya, pikiran ini akan tetap liar selamanya. Jika ingin pikiran lebih tenang, maka saat yang tepat untuk melatihnya adalah saat ini. Jika saat ini ditunda untuk esok, maka esok itu tidak akan pernah habis. Dan orang yang paling bertanggung jawab untuk melatihnya adalah diri sendiri dengan upaya yang sungguh-sungguh. Yang kamu perlu miliki saat ini adalah ketekunan dan kesabaran. Kedamaian akan datang sendirinya."

        Tepat setelah pikiran itu berakhir, denting lonceng pun mengakhiri sesi meditasi pagi. Entah pikiran tadi atau dentingan lonceng yang nyaring tadi yang menghamburkan pikiran untuk menyerah.

        Untuk seterusnya, pikiran untuk menyerah tidak pernah muncul lagi, meski pikiran-pikiran lain masih juga tetap timbul tenggelam. Seperti kelereng yang ditumpahkan ke lantai, mereka berlompatan. Lama kelamaan lompatan-lompatannya semakin mengecil dan mengecil sampai si kelereng tak punya daya untuk naik kembali. Demikian juga dengan pikiran yang timbul dan tenggelam ini. Ternyata ketika mereka hanya diamati, dan tak digubris sama sekali, lama kelamaan mereka juga akan kehilangan daya. 

        Ketekunan membuat saya tangguh. Kesabaran membuat saya bertahan.

        Maret 2013,

        Mendengar sepenggal kalimat dari kotbah minggu pagi ini, saya hanya menyungging senyum kecil sebagai tanda setuju. Kalimat ini memberikan kesimpulan atas pengalaman berkunjung ke negeri dalam diri tujuh tahun yang lalu. "Kesabaran adalah praktek pertapaan yang tertinggi..." ~ Bhikkhu Dhammadhiro Mahathera

        Salam, Kristin Liu

         
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.