Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Psikologi Manusia vs Psikologi Allah

Expand Messages
  • mangucup88
    Sampai saat ini tidak ada aliran psikologi yg berdasarkan Alkitab, maklum Mr. Sigmund Freud pendiri aliran psikonalisis dlm psikologi sendiri adalah seorang
    Message 1 of 1 , Aug 2, 2005
    • 0 Attachment
      Sampai saat ini tidak ada aliran psikologi yg berdasarkan Alkitab,
      maklum Mr. Sigmund Freud pendiri aliran psikonalisis dlm psikologi
      sendiri adalah seorang atheist tulen, walaupun orang tuanya penganut
      agama Yahudi. Konseling Sekuler berorientasi pada manusia
      (anthropocentris) dan sumber pengetahuan adalah berasal dari akal
      budi dan pengalaman manusia (humanisme). Tentu saja, pengetahuan ini
      belum sempurna, bahkan masih disangsikan kebenarannya; namun ini
      tidak lah berarti kita tidak bisa memakai Ilmu Jiwa.

      O.H. Mowrer seorang pakar psikologi menulis dlm bukunya "Learning
      Theory and Personality Dynamics": orang2 yg neurotic atau yg
      menderita gangguan syaraf, tanpa perkecualian adalah orang2 yg
      pernah melakukan kesalahan, tetapi dilain pihak mereka menyangkal,
      bahkan tidak mau mengakuinya, perasaan malu dan perasaan berasalah
      yg mereka pendam inilah yg akhirnya membuat mereka menjadi neurotic.
      Perasaan2 bersalah inilah yg merupakan inti dari persoalan masalah
      mereka.

      Seorang psikologi mungkin bisa menolong seseorang mengurangi
      perasaan bersalahnya, sehingga dgn demikian membuat dia dapat
      berfungsi lebih baik dan berpendapat lebih baik mengenai dirinya
      sendiri, namun psikologi tidak akan dapat "menghilangkan" perasaan
      bersalah tsb, sebab psikologi hanya dapat menanggulangi perasaan2
      bersalah. Dan mereka menilai bahwa kesalahan itu sendiri bersifat
      kultural dan relatif - tidak obyketif dan tidak nyata!

      Kitab Suci menamakan hal2 yg membuat kita merasa bersalah itu
      adalah "dosa". Alkitab tidak hanya sekedar menyatakan bahwa kita
      ini hanya "merasa bersalah" melainkan tulen benar2 bersalah alias
      berdosa 100%! Oleh sebab itulah para psikolog hanya bisa
      mengobati "gejalanya", tetapi bukan "penyakitnya"!

      Seorang ahli psikologi mungkin bisa menambal kehidupannya dan
      mengurangi perasaan ketergangguan jiwanya, sehingga mengurangi
      tekanan2 depresinya, tetapi mereka tidak akan
      dapat "memperbaharuinya".

      Salah satu cara yg digunakan oleh para ahli psikonalisa untuk
      menghadapi masalah2 seperti ini; mereka mendorong si pasien untuk
      menemukan, mengingat dan membicarakannya mengenai perasaan2 yg
      dipendamnya tsb. Mereka berusaha untuk menarik keluar persaan
      bersalah tsb, dgn cara demikian mereka mengharapkan bisa mengobati
      sang pasien.

      Sebenarnya hal ini bukanlah sesuatu yg baru, di dlm Alkitab pun
      tercantum, apabila kita ingin disembuhkan kita harus mengakui bahwa
      kita ini orang berdosa, itulah syarat mutlak untuk bisa mendapatkan
      penyembuhan dan kita datang kepada Allah untuk memohon dan menerima
      pengampunan-Nya, sehingga dgn mana dapat menghilangkan semua
      perasaan dan sebab2 dari kesalahan serta kekhawatiran tsb, dgn
      demikian kita bisa merasakan seperti juga manusia baru yg benar2
      gres tulen, tanpa dosa maupun perasaan bersalah lagi!

      Pengampunanlah merupakan obat yg paling utama dan yg paling tokcer
      cespleng, bagi semua kesalahan/dosa. Melalui pengampunan, Allah akan
      menghilangkan dan membebaskan kita dari semua perasaan2 bersalah
      maupun kekhawatiran2 kita, sebab jika Allah mengampuni dosa2 kita,
      maka Ia tidak akan mengingatnya lagi, sehingga dgn mana kita pun
      berhak untuk melupakannya juga, tetapi bukannya karena kita mencoba
      untuk "memendamnya", atau pun juga melupakannya dgn bantuan
      psikolog, melainkan karena dosa itu sudah benar2 ora ono lagi alias
      hilang tulen!

      Psikologi dapat memberikan kepada kita pengeritan2 baru, tetapi
      hanya Allahlah yg dapat memberikan pembaharuan secara total kepada
      kita.

      Oleh sebab itulah juga saya yakin haqul yakin, bahwa psikologi
      aliran Allah itu ada jauh lebih canggih dan jauh lebih tokcer
      daripada psikologi aliran manapun juga hasil karya manusia.

      Banyak aliran psikologi yg tidak mempercayai bahwa manusia itu di
      ciptakan oleh Allah, jadi bukannya hanya sekedar binatang intelek
      ato mesin yg rumit begitu.

      Para psikolog itu adalah pakar ilmu jiwa, tetapi kalau disuru
      mendefinisikan jiwa itu apa, letaknya dimana dan bagaimana cara
      mengukurnya, saya kira mereka tidak akan dapat memberikan jawaban yg
      memuaskan, sebab hanya Allah sajalah yg benar2 mengetahui tentang
      jiwa kita, karena Ia yg menciptakan tubuh, jiwa dan roh kita.

      Boro2 untuk menjawab pertanyaan yg sedemikian sulitnya, untuk
      menjawab pertannyaan yg mudah saja: "Kenapa saya lebih senang
      memilih warna merah daripada warna biru? Untuk hal yg mudah ini saja
      mereka masih belum dapat menemukan kesepakatan untuk jawabannya!"

      Dgn ini saya akhiri oret2an saya mengenai psikologi dgn permohonan
      maaf kepada rekan2 psikolog apabila melalui oret2an mang Ucup ini
      secara langsung atau tidak langsung saya telah melecehkan psikologi
      maupun para psikolog di milis ini.

      Maranatha
      Mang Ucup – The drunken priest
      Email: mang.ucup@...
      Homepage: www.mangucup.net
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.