Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Seri 472

Expand Messages
  • H. M. Nur Abdurrahman
    Islam yang bermuatan: aqidah (pokok keimanan), jalannya hukum dan akhlaq, meliputi cakrawala yang luas, yaitu petunjuk untuk mengatur baik kehidupan
    Message 1 of 3 , Apr 15, 2011
    • 0 Attachment
      Islam yang bermuatan: aqidah (pokok keimanan), jalannya hukum dan akhlaq, meliputi cakrawala yang luas, yaitu petunjuk untuk mengatur baik kehidupan nafsi-nafsi (individu), maupun kehidupan kolektif dengan substansi yang bervariasi seperti keimanan, ibadah ritual (spiritualisme), karakter perorangan, akhlaq individu dan kolektif, kebiasaan manusiawi, ibadah non-ritual seperti: hubungan keluarga, kehidupan sosial politik ekonomi, administrasi, teknologi serta pengelolaan lingkungan, hak dan kewajiban warga-negara, dan terakhir yang tak kurang pentingnya yaitu sistem hukum yang teridiri atas komponen-komponen: substansi aturan-aturan perdata-pidana, damai-perang, nasional-internasional, pranata subsistem peradilan dan apresiasi hukum serta rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat yang berakhlaq. Semua substansi yang disebutkan itu bahasannya ada dalam Serial Wahyu dan Akal - Iman dan Ilmu. Maksudnya Wahyu memayungi akal , dan Iman memayungi ilmu.

      one liner Seri 472
      insya-Allah akan diposting hingga no.800
      no.terakhir 969
      *******************************************************************
       
      BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
       
      WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
      [Kolom Tetap Harian Fajar]
      472. RMS, Bom Waktu yang Ditanam Belanda
       
      Menjelang akhir April 2001, segenap telinga dan mata diarahkan ke Jakarta, karena terpengaruh oleh tiga titik-waktu, yaitu: Tgl 25 (mulai mengalirnya PBM ke Jakarta dan pembukaan masa sidang DPR), tgl 29 (warga NU beristighatsah) dan tgl 30 (sidang paripurna DPR untuk mengeluarkan(?) Memo II). Namun tidak ada salahnya, terkait dengan tgl 25 April, jika telinga dan mata itu diarahkan pula sekilas ke sebelah timur Makassar. Ada apa gerangan?
       Syahdan, 25 April 1950 dr Soumokil cs memproklamasikan berdirinya Republik Maluku Selatan (RMS) dengan mengibarkan bendera RMS benang raja/pelangi. Tentara RMS berasal dari pasukan ex Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL), yang terdiri dari etnik Ambon. Setelah pasukan Siliwangi menumpas mereka, beberapa di antara gembong RMS melarikan diri keluar negeri utamanya bermukim di negeri Belanda di kota kecil Rijssen. (Saya sempat mengunjungi kota tersebut dalam tahun 1973). Soumoukil, yang tidak sempat meluputkan diri, kemudian ditangkap di p. Seram. Di negeri Belanda RMS melanjutkan aktivitasnya, dipimpin oleh Ir Manusama. Inilah peledakan bom waktu yang pertama, yang ditanam Belanda, yang tidak ikhlas melepaskan tanah jajahannya.
       
      ***
       
       Ingatlah, 19 Januari 1999 terjadi tragedi 'IydulFithri berdarah di Ambon, yang pada waktu itu terdengar yel yel: hidup RMS, hidup RMS, dipekikkan saat pembantai ummat Islam yang sedang shalat 'IydulFitri. Sehari sebelumnya, 18 Januari 1999, bendera RMS dikibarkan di Gunung Nona dan Kudamati. Maka jelas, akar penyebab konflik horisontal di Maluku adalah masalah politik, yaitu dalam rangka menghidupkan kembali RMS. Jadi bukan karena kesenjangan sosial antara BBM yang pendatang versus penduduk setempat, seperti disangka banyak orang selama ini. Mengapa kemudian berwujud menjadi konflik horisontal di antara dua kubu Muslim versus Kristen, oleh karena yang membantai ummat Islam yang sedang shalat 'IydulFithri tentulah bukan orang-orang Islam, melainkan niscaya orang-orang Kristen yang diprovokasi oleh provokator-provokator "penerus RMS" (baca: Neo-RMS). Patut diduga bahwa Neo-RMS ini berideologi marxis, ataupun sekurang-kurangnya neo-marxis, yang berdogma pada historische materialismenya Karl Marx, sehingga mereka senantiasa menempuh upaya mencipta-kan dan mengembangkan pertentangan kelas (baca: agama). Inilah peledakan bom waktu yang kedua, yang ditanam Belanda.
       
      ***
       
       18 Desember 2000, jam 09.30 WIT di hotel Amboina lahirlah secara formal Neo-RMS, yaitu Front Kedaulatan Maluku (FKM), yang dideklarasikan oleh dr. Alex H.Manuputty, (ketua FKM) dan Hengki Manuhutu (sekretaris FKM). Benggolan FKM ini mendukung sepenuhnya pengibaran bendera benang raja/pelangi, yang telah dikibarkan di Gunung Nona dan Kudamati sehari sebelum tragedi 'IydulFithri berdarah seperti telah disebutkan di atas. FKM akan meneruskan perjuangan RMS yang sempat tertunda, demikian ditekankan Manuputty dalam jumpa pers seusai pendeklerasian itu. FKM/Neo-RMS merencanakan mengibarkan bendera RMS pada 25 April 2001. Inilah sisa-sisa peledakan bom waktu yang kedua itu.
       Kamis, 4 Januari 2001 dilaksanakan demo besar-besaran di depan Masjid Al Fatah, dihadiri massa yang terdiri dari 14 lembaga Islam, 16 OKP Islam, 19 Raja (Kepala Desa) seluruh p.Ambon dan 15 Posko Jihad. Massa pendemo menuntut kepada Penguasa Darurrat Sipil (PDS) untuk menindak tegas para deklator FKM/Neo-RMS. Kamis 14 Januari 2001 Kapolda Maluku Firman Gani menangkap Alex H. Manuputty. Namun kemudian dibebaskan kembali.
       Gubernur Maluku Saleh Latuconsina selaku Penguasa Darurat Sipil (PDS) Maluku, akhirnya mampu melihat secara benar kedudukan separatis FKM/Neo-RMS tersebut. Pada hari Senin, 16 April 2001, Gubernur mengeluarkan SK No. 09/PDSDM/IV/2001, yang berlaku sejak dikeluarkannya. Isi SK tersebut melarang FKM/Neo-RMS beraktifitas di Maluku. Larangan itu disampaikan Saleh Latuconsina kepada pers di kantor Gubernur, dan juga melalui TVRI Ambon. Gubernur juga membaca SK itu untuk diketahui masyarakat. Keputusan tersebut juga meliputi larangan mengibarkan bendera RMS, atau bendera dengan nama apapun yang warnanya identik dengan bendera RMS. Agar SK tersebut dapat dilaksanakan oleh seluruh jajaran PDS, maka Gubernur memerintahkan kepada Kapolda, Pangdam, Kajati dan para Bupati/Walikota untuk mengamankan keputusan itu.
       
      *** 
       
      Walaupun telah dilarang melakukan berbagai bentuk kegiatan di Maluku oleh Penguasa Darurat Sipil (PDS) Maluku, Front Kedaulatan Maluku (FKM) tetap nekat melakukan aksinya mengibarkan bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di Ambon, Rabu (24/4) sekitar pukul 07.00 WIT. Pengibaran ini dilakukan dalam rangka memperingati kemerdekaan RMS. FKM mengklaim, 25 April 1950 merupakan hari kemerdekaan RMS. Pimpinan Eksekutif FKM, Alex Manuputty, kepada pers di Ambon seusai upacara tersebut menjelas-kan, pengibaran bendera dan peringatan hari 'kemerdekaan' RMS itu meru-pakan bukti dan cita-cita yang akan dicapai oleh FKM, mencapai Maluku merdeka. Upacara yang dilaksanakan di kediaman Alex Manuputty, di Jl. DR. Kayadoe, Kudamati yang juga dijadikan markas RMS itu, diikuti oleh massa pendukung RMS. Terlihat, sepanjang halaman dipadati oleh massa RMS yang notabene semuanya warga kristen. Massa separatis tersebut juga meminta Manuputty untuk memperjuangkan kemerdekaan Nasrani Maluku.  "Bendera RMS yang kami kibarkan itu merupakan cita-cita yang akan kami raih, yaitu menciptakan Maluku merdeka, terlepas dari RI. Dan itu yang kami perjuangkan." Katanya. Selain di Kudamati, bendera RMS juga diki-barkan di desa Batu Gajah, Bere-Bere, Latuhalat, Aboru (Haruku), P. Nusa Laut. Berjalan sepuluh menit setelah bendera itu dinaikkan, sekitar satu peleton polisi Polda Maluku datang di lokasi. Dengan lemah lembut, Kapten John Maiitimu yang memimpin polisi itu meminta Alex Manuputty mengijinkan polisi menurunkan bendera itu. Setelah bersendau gurau dengan Manuputty, semua anggota polisi yang ternyata kristen semua itu menurunkan bendera yang dikibarkan. Sehabis menurunkan, tidak ada niatan polisi untuk membawa Manuputty ke Mapolda Maluku, bahkan terlihat antara polisi dan pengurus FKM terlihat mesra. Hal ini terjadi karena di antara massa pendukung RMS terdapat pengurus gereja protestan Maluku
       
      ***
       
       Temuan berdasarkan data dan fakta menunjukkan, gerakan separatis dan makar RMS didukung penuh oleh Gereja Kristen di Maluku. Fakta itu di antaranya:
      1. Semy Waeleruny, SH yang merupakan pimpinan Yudikatif FKM juga merupakan koordinator Tim Pengacara Gereja (TPG).
      2. Dukungan kelompok Kristen terhadap perjuangan FKM dibuktikan dengan gerakan menuntut pembebasan Pimpinan Eksekutif FKM, dr. Alex Manuputty, dari tahanan Polda Maluku, yang arak-arakan massanya dimulai dari Gereja Maranatha.
      3. TPG melakukan pembelaan hukum terhadap perjuangan Alex Manuputty.
      4. Gereja melalui Tim Pengacara Gereja dan elit-elit Kristen menolak keberadaan sesama anak bangsa di Maluku yang berjihad mempertahan-kan wilayah negara dari rongrongan separatis Kristen RMS, tapi di sisi lain menuntut adanya intervensi PBB.
      Akhirulkalam, kepada Gubernur Maluku Saleh Latuconsina selaku Penguasa Darurat Sipil Maluku kami himbau:
      Wahai Gubernur Latuconsina, setelah selesai mengeluarkan SK melarang aktivitas FKM/Neo-RMS, maka tindak lanjutilah dengan membubarkan separatis FKM/Neo-RMS tersebut, kemudian tangkap dan adili gembong-gembongnya. FADZA FRGHT FANSHB. WALY RBK FARGHB (S. ALANSYRAH, 7-8), dibaca: Faidza- faraghta fanshab. Waila- rabbika farghab (s. al.insyira-h), artinya: Apabila engkau telah selesai (melakukan pekerjaan), maka berupayalah (menindak-lanjuti). Dan kepada Maha Pemeliharamu berharaplah (94:7-8). WaLlahu A'lamu bi Al Shawa-b.
       
      *** Makassar, 29 April 2001
          [H.Muh.Nur Abdurrahman]
      http://waii-hmna.blogspot.com/2001/04/472-rms-bom-waktu-yang-ditanam-belanda.html
    • Wal Suparmo
      Salam, 1) Semua agama tetapi yang paling mencolok adalah agama Islam karena terorinya setinggi langit tetapi prakteknya sangat lain bahkan kadang2
      Message 2 of 3 , Apr 15, 2011
      • 0 Attachment
        Salam,
        1) Semua agama tetapi yang paling mencolok adalah agama Islam karena terorinya setinggi langit tetapi prakteknya sangat lain bahkan kadang2 bertentangan.
        2) RMS hingga sekarang gagal nyaris seperti HAMAS  di Palestina, karena  para pemimpinnya KURANG CERDAS. Dan hanya bertumpu pada  SIFAT JAGOAN orang Ambon yang jago berkelahi tetapi( apa lagi dibandingkan dengan suku lain).Hanya OTOT  besar tetapi OTAK  kecil.(maaf, secara umum dan rata2)......
        Kembali kepada RMS, ingat bahwa berhasilnya perjuangan Republik Indoneia bukan  se-mata2 karena TNI yang tidak pernah mengalahkan tentara Belanda. Belanda BELUM PENAH menyerah kepada TNI.Apalagi pada waktu itu Belanda sudah menguasai kembali 90% dari wilayah Hindia Belanda karena tinggal Republik Yogya yg terdiri dari hanya 4 residensi dan beberapa kantong2  gerilya yang sudah kehabisan makan dan mesiu.Tetapi karena DEPLOMASI dari beberapa wakil RI di luar negeri yang ada yg atas ONGKOS SENDIRI pergi mencari dukungan negara lain( mesir,Australia,India dsb),dan terutama Amerika dan PBB, maka belanda  HARUS MUNDUR DARI INDONEIA DENGAN ANCAMAN TIDAK DIBERI BANTUAN KEUANGAN DARI AMERTIKA( MARSHALL PLAN) YANG TIDAK SUDI UANG ITU DIPERGUNAKAN UNTUK PERANG KOLONIAL BELANDA DI iINDONESIA.DAN BELANDA YANG HANCUR LEBUR AKIBAT PERANG DUNIA-2 TERPAKSA MENERIMANYA. (  Bukan karena a.l.Operasi JANUR KUNING dari Suharto yang mengusai Yogya selama 6 jam dimalam hari) Juga bukan karena OPERASI MANDALA dari Suharto yangh menyebabkan Belanda meninggalkan Papua tetapi karena dipaksa PBB dalam piblisit.Semuanya M INIMAL 50% adalah hasil DIPLOMASI BUKAN TNI.  Tetapi TNI yang mengklaim sebagaian besar dari berhasilnya perjuangan RI.Inilah yang menyebabkan kegagalan RMS dan JUGA HAMAS( Palestina), sampai sekarang...

        Wasalam,
        Wal Suparmo

        --- Pada Sab, 16/4/11, H. M. Nur Abdurrahman <mnur.abdurrahman@...> menulis:

        Dari: H. M. Nur Abdurrahman <mnur.abdurrahman@...>
        Judul: [Mayapada Prana] Seri 472
        Kepada: mayapadaprana@yahoogroups.com
        Tanggal: Sabtu, 16 April, 2011, 6:09 AM

         
        Islam yang bermuatan: aqidah (pokok keimanan), jalannya hukum dan akhlaq, meliputi cakrawala yang luas, yaitu petunjuk untuk mengatur baik kehidupan nafsi-nafsi (individu), maupun kehidupan kolektif dengan substansi yang bervariasi seperti keimanan, ibadah ritual (spiritualisme), karakter perorangan, akhlaq individu dan kolektif, kebiasaan manusiawi, ibadah non-ritual seperti: hubungan keluarga, kehidupan sosial politik ekonomi, administrasi, teknologi serta pengelolaan lingkungan, hak dan kewajiban warga-negara, dan terakhir yang tak kurang pentingnya yaitu sistem hukum yang teridiri atas komponen-komponen: substansi aturan-aturan perdata-pidana, damai-perang, nasional-internasional, pranata subsistem peradilan dan apresiasi hukum serta rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat yang berakhlaq. Semua substansi yang disebutkan itu bahasannya ada dalam Serial Wahyu dan Akal - Iman dan Ilmu. Maksudnya Wahyu memayungi akal , dan Iman memayungi ilmu.

        one liner Seri 472
        insya-Allah akan diposting hingga no.800
        no.terakhir 969
        *******************************************************************
         
        BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
         
        WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
        [Kolom Tetap Harian Fajar]
        472. RMS, Bom Waktu yang Ditanam Belanda
         
        Menjelang akhir April 2001, segenap telinga dan mata diarahkan ke Jakarta, karena terpengaruh oleh tiga titik-waktu, yaitu: Tgl 25 (mulai mengalirnya PBM ke Jakarta dan pembukaan masa sidang DPR), tgl 29 (warga NU beristighatsah) dan tgl 30 (sidang paripurna DPR untuk mengeluarkan(?) Memo II). Namun tidak ada salahnya, terkait dengan tgl 25 April, jika telinga dan mata itu diarahkan pula sekilas ke sebelah timur Makassar. Ada apa gerangan?
         Syahdan, 25 April 1950 dr Soumokil cs memproklamasikan berdirinya Republik Maluku Selatan (RMS) dengan mengibarkan bendera RMS benang raja/pelangi. Tentara RMS berasal dari pasukan ex Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL), yang terdiri dari etnik Ambon. Setelah pasukan Siliwangi menumpas mereka, beberapa di antara gembong RMS melarikan diri keluar negeri utamanya bermukim di negeri Belanda di kota kecil Rijssen. (Saya sempat mengunjungi kota tersebut dalam tahun 1973). Soumoukil, yang tidak sempat meluputkan diri, kemudian ditangkap di p. Seram. Di negeri Belanda RMS melanjutkan aktivitasnya, dipimpin oleh Ir Manusama. Inilah peledakan bom waktu yang pertama, yang ditanam Belanda, yang tidak ikhlas melepaskan tanah jajahannya.
         
        ***
         
         Ingatlah, 19 Januari 1999 terjadi tragedi 'IydulFithri berdarah di Ambon, yang pada waktu itu terdengar yel yel: hidup RMS, hidup RMS, dipekikkan saat pembantai ummat Islam yang sedang shalat 'IydulFitri. Sehari sebelumnya, 18 Januari 1999, bendera RMS dikibarkan di Gunung Nona dan Kudamati. Maka jelas, akar penyebab konflik horisontal di Maluku adalah masalah politik, yaitu dalam rangka menghidupkan kembali RMS. Jadi bukan karena kesenjangan sosial antara BBM yang pendatang versus penduduk setempat, seperti disangka banyak orang selama ini. Mengapa kemudian berwujud menjadi konflik horisontal di antara dua kubu Muslim versus Kristen, oleh karena yang membantai ummat Islam yang sedang shalat 'IydulFithri tentulah bukan orang-orang Islam, melainkan niscaya orang-orang Kristen yang diprovokasi oleh provokator-provokator "penerus RMS" (baca: Neo-RMS). Patut diduga bahwa Neo-RMS ini berideologi marxis, ataupun sekurang-kurangnya neo-marxis, yang berdogma pada historische materialismenya Karl Marx, sehingga mereka senantiasa menempuh upaya mencipta-kan dan mengembangkan pertentangan kelas (baca: agama). Inilah peledakan bom waktu yang kedua, yang ditanam Belanda.
         
        ***
         
         18 Desember 2000, jam 09.30 WIT di hotel Amboina lahirlah secara formal Neo-RMS, yaitu Front Kedaulatan Maluku (FKM), yang dideklarasikan oleh dr. Alex H.Manuputty, (ketua FKM) dan Hengki Manuhutu (sekretaris FKM). Benggolan FKM ini mendukung sepenuhnya pengibaran bendera benang raja/pelangi, yang telah dikibarkan di Gunung Nona dan Kudamati sehari sebelum tragedi 'IydulFithri berdarah seperti telah disebutkan di atas. FKM akan meneruskan perjuangan RMS yang sempat tertunda, demikian ditekankan Manuputty dalam jumpa pers seusai pendeklerasian itu. FKM/Neo-RMS merencanakan mengibarkan bendera RMS pada 25 April 2001. Inilah sisa-sisa peledakan bom waktu yang kedua itu.
         Kamis, 4 Januari 2001 dilaksanakan demo besar-besaran di depan Masjid Al Fatah, dihadiri massa yang terdiri dari 14 lembaga Islam, 16 OKP Islam, 19 Raja (Kepala Desa) seluruh p.Ambon dan 15 Posko Jihad. Massa pendemo menuntut kepada Penguasa Darurrat Sipil (PDS) untuk menindak tegas para deklator FKM/Neo-RMS. Kamis 14 Januari 2001 Kapolda Maluku Firman Gani menangkap Alex H. Manuputty. Namun kemudian dibebaskan kembali.
         Gubernur Maluku Saleh Latuconsina selaku Penguasa Darurat Sipil (PDS) Maluku, akhirnya mampu melihat secara benar kedudukan separatis FKM/Neo-RMS tersebut. Pada hari Senin, 16 April 2001, Gubernur mengeluarkan SK No. 09/PDSDM/IV/2001, yang berlaku sejak dikeluarkannya. Isi SK tersebut melarang FKM/Neo-RMS beraktifitas di Maluku. Larangan itu disampaikan Saleh Latuconsina kepada pers di kantor Gubernur, dan juga melalui TVRI Ambon. Gubernur juga membaca SK itu untuk diketahui masyarakat. Keputusan tersebut juga meliputi larangan mengibarkan bendera RMS, atau bendera dengan nama apapun yang warnanya identik dengan bendera RMS. Agar SK tersebut dapat dilaksanakan oleh seluruh jajaran PDS, maka Gubernur memerintahkan kepada Kapolda, Pangdam, Kajati dan para Bupati/Walikota untuk mengamankan keputusan itu.
         
        *** 
         
        Walaupun telah dilarang melakukan berbagai bentuk kegiatan di Maluku oleh Penguasa Darurat Sipil (PDS) Maluku, Front Kedaulatan Maluku (FKM) tetap nekat melakukan aksinya mengibarkan bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di Ambon, Rabu (24/4) sekitar pukul 07.00 WIT. Pengibaran ini dilakukan dalam rangka memperingati kemerdekaan RMS. FKM mengklaim, 25 April 1950 merupakan hari kemerdekaan RMS. Pimpinan Eksekutif FKM, Alex Manuputty, kepada pers di Ambon seusai upacara tersebut menjelas-kan, pengibaran bendera dan peringatan hari 'kemerdekaan' RMS itu meru-pakan bukti dan cita-cita yang akan dicapai oleh FKM, mencapai Maluku merdeka. Upacara yang dilaksanakan di kediaman Alex Manuputty, di Jl. DR. Kayadoe, Kudamati yang juga dijadikan markas RMS itu, diikuti oleh massa pendukung RMS. Terlihat, sepanjang halaman dipadati oleh massa RMS yang notabene semuanya warga kristen. Massa separatis tersebut juga meminta Manuputty untuk memperjuangkan kemerdekaan Nasrani Maluku.  "Bendera RMS yang kami kibarkan itu merupakan cita-cita yang akan kami raih, yaitu menciptakan Maluku merdeka, terlepas dari RI. Dan itu yang kami perjuangkan." Katanya. Selain di Kudamati, bendera RMS juga diki-barkan di desa Batu Gajah, Bere-Bere, Latuhalat, Aboru (Haruku), P. Nusa Laut. Berjalan sepuluh menit setelah bendera itu dinaikkan, sekitar satu peleton polisi Polda Maluku datang di lokasi. Dengan lemah lembut, Kapten John Maiitimu yang memimpin polisi itu meminta Alex Manuputty mengijinkan polisi menurunkan bendera itu. Setelah bersendau gurau dengan Manuputty, semua anggota polisi yang ternyata kristen semua itu menurunkan bendera yang dikibarkan. Sehabis menurunkan, tidak ada niatan polisi untuk membawa Manuputty ke Mapolda Maluku, bahkan terlihat antara polisi dan pengurus FKM terlihat mesra. Hal ini terjadi karena di antara massa pendukung RMS terdapat pengurus gereja protestan Maluku
         
        ***
         
         Temuan berdasarkan data dan fakta menunjukkan, gerakan separatis dan makar RMS didukung penuh oleh Gereja Kristen di Maluku. Fakta itu di antaranya:
        1. Semy Waeleruny, SH yang merupakan pimpinan Yudikatif FKM juga merupakan koordinator Tim Pengacara Gereja (TPG).
        2. Dukungan kelompok Kristen terhadap perjuangan FKM dibuktikan dengan gerakan menuntut pembebasan Pimpinan Eksekutif FKM, dr. Alex Manuputty, dari tahanan Polda Maluku, yang arak-arakan massanya dimulai dari Gereja Maranatha.
        3. TPG melakukan pembelaan hukum terhadap perjuangan Alex Manuputty.
        4. Gereja melalui Tim Pengacara Gereja dan elit-elit Kristen menolak keberadaan sesama anak bangsa di Maluku yang berjihad mempertahan-kan wilayah negara dari rongrongan separatis Kristen RMS, tapi di sisi lain menuntut adanya intervensi PBB.
        Akhirulkalam, kepada Gubernur Maluku Saleh Latuconsina selaku Penguasa Darurat Sipil Maluku kami himbau:
        Wahai Gubernur Latuconsina, setelah selesai mengeluarkan SK melarang aktivitas FKM/Neo-RMS, maka tindak lanjutilah dengan membubarkan separatis FKM/Neo-RMS tersebut, kemudian tangkap dan adili gembong-gembongnya. FADZA FRGHT FANSHB. WALY RBK FARGHB (S. ALANSYRAH, 7-8), dibaca: Faidza- faraghta fanshab. Waila- rabbika farghab (s. al.insyira-h), artinya: Apabila engkau telah selesai (melakukan pekerjaan), maka berupayalah (menindak-lanjuti). Dan kepada Maha Pemeliharamu berharaplah (94:7-8). WaLlahu A'lamu bi Al Shawa-b.
         
        *** Makassar, 29 April 2001
            [H.Muh.Nur Abdurrahman]
        http://waii-hmna.blogspot.com/2001/04/472-rms-bom-waktu-yang-ditanam-belanda.html
      • H. M. Nur Abdurrahman
        ... From: Wal Suparmo To: mayapadaprana@yahoogroups.com Sent: Saturday, April 16, 2011 11:41 AM Subject: Bls: [Mayapada Prana] Seri 472 Salam, 1) Semua agama
        Message 3 of 3 , Apr 21, 2011
        • 0 Attachment
          
           
          ----- Original Message -----
          Sent: Saturday, April 16, 2011 11:41 AM
          Subject: Bls: [Mayapada Prana] Seri 472

          Salam,
          1) Semua agama tetapi yang paling mencolok adalah agama Islam karena terorinya setinggi langit tetapi prakteknya sangat lain bahkan kadang2 bertentangan.
          ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
           
          HMNA
          Ini contoh prakteknya
          ******************************************
          BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
           
          WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
          [Kolom Tetap Harian Fajar]
          627. Muslimin dari Spanyol dan Afrika di Amerika Zaman Pra-Columbus (*)
           
          Firman Allah:
          -- AWLM YSYRWA FY ALARDH (S. ALRWM, 30:9), dibaca: awalam yasi-ru- fil ardhi (s. arru-m), artinya: Tidakkah mereka menjelajah bumi?
           
          Sejumlah fakta menunjukkan bahwa Muslimin dari Spanyol dan Afrika Barat tiba di Amerika sekurang-kurangnya lima abad sebelum Columbus. Pada pertengahan abad ke-10, pada waktu pemerintahan Khalifah Umayyah, yaitu Abdurrahman III (929 - 961), Muslimin yang berasal dari Afrika berlayar ke Barat dari pelabuhan Delbra (Palos) di Spanyol menembus "samudra yang gelap dan berkabut". Setelah menghilang beberapa lama, mereka kembali dengan sejumlah harta dari negeri yang "tak dikenal dan aneh". Ada kaum Muslimin yang tinggal bermukim di negeri baru itu, dan mereka inilah kaum emigram Muslimin gelombang pertama.
           
          Granada, benteng pertahanan terakhir ummat Islam jatuh pada 1492. Pada pertengahan abad ke-16 terjadilah pemaksaan besar-besaran secara kejam orang-orang Yahudi dan Muslimin untuk menganut agama Katholik, yang terkenal dalam sejarah sebagai Spanish Inquisition. Pada masa itu keadaan orang-orang Yahudi dan orang-orang Islam sangat menyedihkan, karena penganiayaan dari pihak Gereja Katolik Roma yang dilaksanakan oleh inkuisisi tersebut. Ada tiga macam sikap orang-orang Yahudi dan orang-orang Islam dalam menghadapi inkusisi itu. Pertama, yang tidak mau beralih agama. Akibatnya mereka disiksa kemudian dieksekusi dengan dibakar atau dipancangkan di kayu-sula. Kedua, beralih agama menjadi Katholik Roma. Mereka itu diawasi pula apakah memang berganti agama secara serius. Kelompok orang Islam yang beralih agama itu disebut kelompok Morisko, sedangkan yang dari agama Yahudi disebut kelompok Marrano. Ketiga meluputkan diri dengan hijrah menyeberang Laut Atlantik yang dahulunya dinamakan Samudra yang gelap dan berkabut. Inilah kelompok emigran gelombang kedua di negeri baru itu.
           
          Penganiayaan itu mencapai puncaknya semasa Paus Sixtus V (1585-1590). Sekurang-kurangnya ada dua dokumen yang menyangkut inkusisi ini. Yang pertama, Raja Spanyol Carlos V mengeluarkan dekrit pada tahun 1539 melarang penduduk bermigrasi ke Amerika Latin bagi keturunan Muslimin yang dihukum bakar dan dieksekusi di kayu sula itu. Yang kedua dekrit itu diratifikasi pada 1543, dan disertai perintah pengusiran Muslimin keluar dari jajahan Spanyol di seberang laut Atlantik. Ini adalah bukti historis adanya emigran Muslimin gelombang kedua sebelum tahun 1543 (dekrit kedua). Tidak kurang rujukan yang tersedia untuk menunjukkan kedatangan Muslimin gelombang pertama ke Amerika pada zaman pra-Columbus, antara lain seperti berikut. 
           
          1. Dokumen Historis
           
          1.1 ABUL-HASSAN ALI IBN AL-HUSSAIN AL-MASUDI (871-957) seorang pakar sejarah dan geografi menulis dalam bukunya "Muruj adh-dhahab wa maad aljawhar" (Hamparan Emas dan Tambang Permata) bahwa pada waktu pemerintahan Khalifah Abdullah Ibn Muhammad (888-912), penjelajah Muslim Khasykhasy Ibn Sa'ied Ibn Aswad dari Quthuba (Cordova), berlayar dari Delba (Palos) pada 889, menyeberang Samudra yang gelap dan berkabut ('Aynun Hami'ah)(**) dan mencapai sebuah negeri yang asing (al-ardh majhul) dan kembali dengan harta yang mentakjubkan. Pada peta Al-Masudi terbentang luas negeri yang disebutnya dengan al-ardh majhul. [AL-MASUDI: Muruj Adh-Dhahab, Vol. 1, P. 1385]
           
          1.2 LEO WEINER dari Harvard University, dalam bukunya Africa and the Discovery of America (1920) menulis bahwa Columbus telah mengetahui kehadiran orang-orang Islam yang tersebar seluas Caribbean, Amerika Tengah dan Utara termasuk Canada. Mereka berdagang dan kawin-mawin dengan Indian dari puak Iroquois dan Algonquin.
           
          2. Eksplorasi Geografis
           
          2.1 Geografer dan pembuat peta AL-SYARIF AL-IDRISI (1099- 1166) menulis dalam bukunya yang terkenal Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaaq (Ekskursi dari yang Rindu Mengarungi Ufuq) bahwa sekelompok pelaut dari Afrika Utara berlayar mengarungi Samudra yang gelap dan berkabut dari Lisbon (Portugal) dengan maksud mendapatkan apa yang ada di balik samudra itu, betapa luasnya dan di mana batasnya. Mereka menemukan pulau yang penghuninya bercocok tanam dan mereka mempergunakan bahasa Arab.
           
          2.2 Columbus dan para penjelajah Spanyol serta Portugis mampu melayari menyeberang Samudra Atlantik dalam jarak sekitar 2400 km, adalah karena bantuan informasi geografis dan navigasi dari peta yang dibuat oleh pedagang-pedagang Muslimin, termasuk informasi dari buku tulisan ABUL-HASSAN AL-MASUDI yang berjudul Akhbar az-Zaman. Tidak banyak diketahui orang, bahwa Columbus dibantu oleh dua orang kapten Muslimain pada waktu pelayarannya yang pertama menyeberang transatlantik. Kedua kapten Muslimain itu adalah dua bersaudara Martin Alonso Pinzon yang menakodai kapal PINTA, dan Vicente Yanez Pinzon yang menakodai kapal NINA. Keduanya adalah hartawan yang mahir dalam seluk-beluk perkapalan, membantu Columbus dalam organisasi ekspedisi itu, dan mempersiapkan perlengkapan kapal bendera SANTA MARIA. Bersaudara Pinzon ini berkeluarga dengan ABUZAYAN MUHAMMAD III (1362-66), Sultan Marocco dari dinasti Marinid (1196-1465). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]
           
          3. Prasasti dalam Bahasa Arab
           
          3.1 Para anthropologis mendapatkan prasasti dalam bahasa Arab di lembah Mississipi dan Arizona. Dari prasasti itu diperoleh keterangan bahwa emigran itu membawa juga gajah dari Afrika. [WINTERS,CLYDE AHMAD: Islam in Early North and South America, Al-Ittihad, July 1977,P.60]
           
          3.2 Columbus menuliskan bahwa pada hari Senin 21 Oktober 1492 sementara ia berlayar dekat Gibara pada bagian tenggara pantai Cuba, Columbus menyaksikan masjid di atas puncak bukit yang indah. Reruntuhan beberapa masjid dan menaranya serta tulisan ayat Al Quran telah didapatkan diberbagai tempat seperti Cuba, Mexico, Texas, dan Nevada. [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]
           
          3.3 Dr. Barry Fell dari Harvard University menulis bahwa fakta-fakta ilmiyah telah menunjukkan bahwa berabad-abad sebelum Columbus telah bermukim kaum Muslimin di Benua Baru dari Afrika Utara dan Barat. Dr. Fell mendapatkan adanya sekolah-sekolah Islam di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon, Washoe dan Hickison Summit Pass (Nevada), Mesa Verde (Colorado), Mimbres Valley (New Mexico) dan Tipper Canoe (Indiana) dalam tahun-tahun 700-800. [FELL,BARRY: Saga America, New York, 1980] dan GYR,DONALD: Exploring Rock Art, Santa Barbara, 1989]  
          WaLlahu a'lamu bisshawab.
           
          *** Makassar, 30 Mei 2004
              [H.Muh.Nur Abdurrahman]
          http://waii-hmna.blogspot.com/2004/05/627-muslimin-dari-spanyol-dan-afrika-di.html
          ---------------------
          (*)
          [disadur dari PRECOLUMBIAN MUSLIMS IN THE AMERICAS, By Dr. Youssef Mroueh
          http://www.themodernreligion.com/ht/precolumbus.html]
           
          (**)
          Hattay idzaa balagha magriba al-syamsi wa jadahaa taghrubu ‘aynin hami’ah (18:86), hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam air (laut) yang gelap dan berkabut.
          ****************
          Update:
           
          Penjelajah Muslim Lebih Dulu Injak Amerika Daripada Colombus
          Selasa, 22 Maret 2011 17:12
           
          (Berita SuaraMedia) - Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai 'The New World' ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada 21 Oktober 1492.
          Namun, bagi umat Islam di era keemasan, Amerika bukanlah sebuah 'Dunia Baru'. Sebab, 603 tahun sebelum penjelajah Spanyol itu menemukan benua itu, para penjelajah Muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika.
           
          Klaim sejarah Barat yang menyatakan Columbus sebagai penemu benua Amerika akhirnya terpatahkan. Sederet sejarawan menemukan fakta bahwa para penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di benua itu lebih dari setengah milenium sebelum Columbus.
          Secara historis umat Islam telah memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, seni, serta kemanusiaan di benua Amerika.
           
          ''Tak perlu diragukan lagi, secara historis kaum Muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya,'' tutur Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation. Sejarah mencatat Muslim dari Afrika telah menjalin hubungan dengan penduduk asli benua Amerika, jauh sebelum Columbus tiba.

          Jika Anda mengunjungi Washington DC, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Di sana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama AbdeKhak dan Muhammad Ibnu Abdullah.
           
          Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk melangsungkan keberadaannya dalam perdagangan, perkapalan, dan bentuk pemerintahan suku cherokee yang saat itu berdasarkan hukum Islam.
           
          Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian suku Cherokee yang menutup aurat sedangkan kaum laki-lakinya memakai turban (surban) dan terusan hingga sebatas lutut.
           
          Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto atau lukisan suku cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Kepala suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya benar-benar punah dari daratan Amerika adalah seorang Muslim bernama Ramadan Ibnu Wati.
           
          Berbicara tentang suku Cherokee, tidak bisa lepas dari Sequoyah. Ia adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A sampai Z, maka suku Cherokee memiliki aksara sendiri.
           
          Yang membuatnya sangat luar biasa adalah aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini mirip sekali dengan aksara Arab. Bahkan, beberapa tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada sangat mirip dengan kata ”Muhammad” dalam bahasa Arab.
           
          Nama-nama suku Indian dan kepala sukunya yang berasal dari bahasa Arab tidak hanya ditemukan pada suku Cherokee (Shar-kee), tapi juga Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni. 
           
          Bahkan, beberapa kepala suku Indian juga mengenakan tutp kepala khas orang Islam. Mereka adalah Kepala Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Hal ini ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870.
           
          Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Tuhan itu tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya. 
           
          Seperti penuturan seorang Kepala Suku Ohiyesa : ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal”. Bukankah Al-Qur’an juga memberitakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah
           
          Bagaimana bisa Kepala suku Indian Cheeroke itu muslim?
           
          Sejarahnya panjang, Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.
           
          Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.
           
          Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).
           
          Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. 
           
          Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.
           
          Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.
           
          Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.
           
          Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).
           
          Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999.
           
          Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid. 
           
          Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.
           
          Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama. 
           
          Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.
           
          Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.
           
          Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. 
           
          Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.
           
          Pengaruh Islam di Benua Amerika 
           
          Sekali-kali cobalah Anda membuka peta Amerika. Telitilah nama tempat yang ada di Negeri Paman Sam itu. Sebagai umat Islam, pastilah Anda akan dibuat terkejut.  Apa pasal? Ternyata begitu banyak nama tempat dan kota yang menggunakan kata-kata yang berakar dan berasal dari bahasa umat Islam, yakni bahasa Arab.
           
          Tak percaya? Cobalah wilayah Los Angeles. Di daerah itu ternyata terdapat nama-nama kawasan yang berasal dari pengaruh umat Islam. Sebut saja, ada kawasan bernama Alhambra. Bukankah Alhambra adalah nama istana yang dibangun peradaban Islam di Cordoba?
           
          Selain itu juga ada nama teluk yang dinamai El Morro serta Alamitos. Tak cuma itu, ada pula nama tempat seperti; Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra. 
           
          Setelah itu, mari kita bergeser ke bagian tengah Amerika. Mulai dari selatan hingga Illinois juga terdapat nama-nama kota yang bernuansa Islami seperti; Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, dan Tullahoma. Malah, di negara bagian Washington terdapat nama kota Salem.
           
          Pengaruh Islam lainnya pada penamaan tempat atau wilayah di Amerika juga sangat kental terasa pada penamaan Karibia (berasal dari bahasa Arab). Di kawasan Amerika Tengah, misalnya, terdapat nama wilayah Jamaika dan Kuba. Muncul pertanyaan, apakah nama Kuba itu berawal dan berakar dari kata Quba - masjid pertama yang dibangun Rasulullah adalah Masjid Quba. Negara Kuba beribu kota La Habana (Havana).
           
          Di benua Amerika pun terdapat sederet nama pula yang berakar dari bahasa Peradaban Islam seperti pulau Grenada, Barbados, Bahama, serta Nassau. Di kawasan Amerika Selatan terdapat nama kota-kota Cordoba (di Argentina), Alcantara (di Brazil), Bahia (di Brazil dan Argentina). Ada pula nama pegunungan Absarooka yang terletak di pantai barat.
           
          Menurut Dr A Zahoor, nama negara bagian seperti Alabama berasal dari kata Allah bamya. Sedangkan Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah. Sedangkan Tennesse dari kata Tanasuh. Selain itu, ada pula nama tempat di Amerika yang menggunakan nama-nama kota suci Islam, seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, serta Medina di Texas. Begitulah peradaban Islam turut mewarnai di benua Amerika. 
           
          Fakta Eksistensi Islam di Amerika 
           
          Tahun 999 M: Sejarawan Muslim Abu Bakar Ibnu Umar Al-Guttiya mengisahkan pada masa kekuasaan Khalifah Muslm Spanyol bernama Hisham II (976 M -1009 M), seorang navigator Muslim bernama Ibnu Farrukh telah berlayar dari Kadesh pada bulan Februari 999 M menuju Atlantik. Dia berlabuh di Gando atau Kepulauan Canary Raya. Ibnu Farrukh mengunjungi Raja Guanariga. Sang penjelajah Muslim itu memberi nama dua pulau yakni Capraria dan Pluitana. Ibnu Farrukh kembali ke Spanyol pada Mei 999 M.
           
          Tahun 1178 M: Sebuah dokumen Cina yang bernama Dokumen Sung mencatat perjalanan pelaut Muslim ke sebuah wilayah bernama Mu-Lan-Pi (Amerika). Tahun 1310 M: Abu Bakari seorang raja Muslim dari Kerajaan Mali melakukan serangkaian perjalanan ke negara baru. Tahun 1312 M: Seorang Muslim dari Afrika (Mandiga) tiba di Teluk Meksiko untuk mengeksplorasi Amerika menggunakan Sungai Mississipi sebagai jalur utama perjalanannya.
           
          Tahun 1530 M: Budak dari Afrika tiba di Amerika. Selama masa perbudakan lebih dari 10 juta orang Afrika dijual ke Amerika. Kebanyakan budak itu berasal dari Fulas, Fula Jallon, Fula Toro, dan Massiona - kawasan Asia Barat. 30 persen dari jumlah budak dari Afrika itu beragama Islam.
           
          Tahun 1539 M: Estevanico of Azamor, seorang Muslim dari Maroko, mendarat di tanah Florida. Tak kurang dari dua negara bagian yakni Arizona dan New Mexico berutang pada Muslim dari Maroko ini. Tahun 1732 M: Ayyub bin Sulaiman Jallon, seorang budak Muslim di Maryland, dibebaskan oleh James Oglethorpe, pendiri Georgia. Tahun 1790 M: Bangsa Moor dari Spanyol dilaporkan sudah tinggal di South Carolina dan Florida.
           
          Sequoyah, also known as George Gist Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. 
           
          Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi.
           
          Sejarawan Ivan Van Sertima dalam karyanya They Came Before Columbus membuktikan adanya kontak antara Muslim Afrika dengan orang Amerika asli. Dalam karyanya yang lain, African Presence in Early America, Van Sertima, menemukan fakta bahwa para pedagang Muslim dari Arab juga sangat aktif berniaga dengan masyarakat yang tinggal di Amerika.
           
          Van Sertima juga menuturkan, saat menginjakkan kaki di benua Amerika, Columbus pun mengungkapkan kekagumannya kepada orang Karibian yang sudah beragama Islam. "Columbus juga tahun bahwa Muslim dari pantai Barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara," papar Van Sertima. Umat Islam yang awalnya berdagang telah membangun komunitas di wilayah itu dengan menikahi penduduk asli.
           
          Menurut Van Sertima, Columbus pun mengaku melihat sebuah masjid saat berlayar melalui Gibara di Pantai Kuba. Selain itu, penjelajah berkebangsaan Spanyol itu juga telah menyaksikan bangunan masjid berdiri megah di Kuba, Meksiko, Texas, serta Nevada. Itulah bukti nyata bahwa Islam telah menyemai peradabannya di benua Amerika jauh sebelum Barat tiba.
           
          Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.
           
          Dan tahukah anda? 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]
          |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

           
           
           
          2) RMS hingga sekarang gagal nyaris seperti HAMAS  di Palestina, karena  para pemimpinnya KURANG CERDAS. Dan hanya bertumpu pada  SIFAT JAGOAN orang Ambon yang jago berkelahi tetapi( apa lagi dibandingkan dengan suku lain).Hanya OTOT  besar tetapi OTAK  kecil.(maaf, secara umum dan rata2)......
          Kembali kepada RMS, ingat bahwa berhasilnya perjuangan Republik Indoneia bukan  se-mata2 karena TNI yang tidak pernah mengalahkan tentara Belanda. Belanda BELUM PENAH menyerah kepada TNI.Apalagi pada waktu itu Belanda sudah menguasai kembali 90% dari wilayah Hindia Belanda karena tinggal Republik Yogya yg terdiri dari hanya 4 residensi dan beberapa kantong2  gerilya yang sudah kehabisan makan dan mesiu.Tetapi karena DEPLOMASI dari beberapa wakil RI di luar negeri yang ada yg atas ONGKOS SENDIRI pergi mencari dukungan negara lain( mesir,Australia,India dsb),dan terutama Amerika dan PBB, maka belanda  HARUS MUNDUR DARI INDONEIA DENGAN ANCAMAN TIDAK DIBERI BANTUAN KEUANGAN DARI AMERTIKA( MARSHALL PLAN) YANG TIDAK SUDI UANG ITU DIPERGUNAKAN UNTUK PERANG KOLONIAL BELANDA DI iINDONESIA.DAN BELANDA YANG HANCUR LEBUR AKIBAT PERANG DUNIA-2 TERPAKSA MENERIMANYA. (  Bukan karena a.l.Operasi JANUR KUNING dari Suharto yang mengusai Yogya selama 6 jam dimalam hari) Juga bukan karena OPERASI MANDALA dari Suharto yangh menyebabkan Belanda meninggalkan Papua tetapi karena dipaksa PBB dalam piblisit.Semuanya M INIMAL 50% adalah hasil DIPLOMASI BUKAN TNI.  Tetapi TNI yang mengklaim sebagaian besar dari berhasilnya perjuangan RI.Inilah yang menyebabkan kegagalan RMS dan JUGA HAMAS( Palestina), sampai sekarang...

          Wasalam,
          Wal Suparmo

          --- Pada Sab, 16/4/11, H. M. Nur Abdurrahman <mnur.abdurrahman@...> menulis:

          Dari: H. M. Nur Abdurrahman <mnur.abdurrahman@...>
          Judul: [Mayapada Prana] Seri 472
          Kepada: mayapadaprana@yahoogroups.com
          Tanggal: Sabtu, 16 April, 2011, 6:09 AM

           
          Islam yang bermuatan: aqidah (pokok keimanan), jalannya hukum dan akhlaq, meliputi cakrawala yang luas, yaitu petunjuk untuk mengatur baik kehidupan nafsi-nafsi (individu), maupun kehidupan kolektif dengan substansi yang bervariasi seperti keimanan, ibadah ritual (spiritualisme), karakter perorangan, akhlaq individu dan kolektif, kebiasaan manusiawi, ibadah non-ritual seperti: hubungan keluarga, kehidupan sosial politik ekonomi, administrasi, teknologi serta pengelolaan lingkungan, hak dan kewajiban warga-negara, dan terakhir yang tak kurang pentingnya yaitu sistem hukum yang teridiri atas komponen-komponen: substansi aturan-aturan perdata-pidana, damai-perang, nasional-internasional, pranata subsistem peradilan dan apresiasi hukum serta rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat yang berakhlaq. Semua substansi yang disebutkan itu bahasannya ada dalam Serial Wahyu dan Akal - Iman dan Ilmu. Maksudnya Wahyu memayungi akal , dan Iman memayungi ilmu.

          one liner Seri 472
          insya-Allah akan diposting hingga no.800
          no.terakhir 969
          *******************************************************************
           
          BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
           
          WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
          [Kolom Tetap Harian Fajar]
          472. RMS, Bom Waktu yang Ditanam Belanda
           
          Menjelang akhir April 2001, segenap telinga dan mata diarahkan ke Jakarta, karena terpengaruh oleh tiga titik-waktu, yaitu: Tgl 25 (mulai mengalirnya PBM ke Jakarta dan pembukaan masa sidang DPR), tgl 29 (warga NU beristighatsah) dan tgl 30 (sidang paripurna DPR untuk mengeluarkan(?) Memo II). Namun tidak ada salahnya, terkait dengan tgl 25 April, jika telinga dan mata itu diarahkan pula sekilas ke sebelah timur Makassar. Ada apa gerangan?
           Syahdan, 25 April 1950 dr Soumokil cs memproklamasikan berdirinya Republik Maluku Selatan (RMS) dengan mengibarkan bendera RMS benang raja/pelangi. Tentara RMS berasal dari pasukan ex Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL), yang terdiri dari etnik Ambon. Setelah pasukan Siliwangi menumpas mereka, beberapa di antara gembong RMS melarikan diri keluar negeri utamanya bermukim di negeri Belanda di kota kecil Rijssen. (Saya sempat mengunjungi kota tersebut dalam tahun 1973). Soumoukil, yang tidak sempat meluputkan diri, kemudian ditangkap di p. Seram. Di negeri Belanda RMS melanjutkan aktivitasnya, dipimpin oleh Ir Manusama. Inilah peledakan bom waktu yang pertama, yang ditanam Belanda, yang tidak ikhlas melepaskan tanah jajahannya.
           
          ***
           
           Ingatlah, 19 Januari 1999 terjadi tragedi 'IydulFithri berdarah di Ambon, yang pada waktu itu terdengar yel yel: hidup RMS, hidup RMS, dipekikkan saat pembantai ummat Islam yang sedang shalat 'IydulFitri. Sehari sebelumnya, 18 Januari 1999, bendera RMS dikibarkan di Gunung Nona dan Kudamati. Maka jelas, akar penyebab konflik horisontal di Maluku adalah masalah politik, yaitu dalam rangka menghidupkan kembali RMS. Jadi bukan karena kesenjangan sosial antara BBM yang pendatang versus penduduk setempat, seperti disangka banyak orang selama ini. Mengapa kemudian berwujud menjadi konflik horisontal di antara dua kubu Muslim versus Kristen, oleh karena yang membantai ummat Islam yang sedang shalat 'IydulFithri tentulah bukan orang-orang Islam, melainkan niscaya orang-orang Kristen yang diprovokasi oleh provokator-provokator "penerus RMS" (baca: Neo-RMS). Patut diduga bahwa Neo-RMS ini berideologi marxis, ataupun sekurang-kurangnya neo-marxis, yang berdogma pada historische materialismenya Karl Marx, sehingga mereka senantiasa menempuh upaya mencipta-kan dan mengembangkan pertentangan kelas (baca: agama). Inilah peledakan bom waktu yang kedua, yang ditanam Belanda.
           
          ***
           
           18 Desember 2000, jam 09.30 WIT di hotel Amboina lahirlah secara formal Neo-RMS, yaitu Front Kedaulatan Maluku (FKM), yang dideklarasikan oleh dr. Alex H.Manuputty, (ketua FKM) dan Hengki Manuhutu (sekretaris FKM). Benggolan FKM ini mendukung sepenuhnya pengibaran bendera benang raja/pelangi, yang telah dikibarkan di Gunung Nona dan Kudamati sehari sebelum tragedi 'IydulFithri berdarah seperti telah disebutkan di atas. FKM akan meneruskan perjuangan RMS yang sempat tertunda, demikian ditekankan Manuputty dalam jumpa pers seusai pendeklerasian itu. FKM/Neo-RMS merencanakan mengibarkan bendera RMS pada 25 April 2001. Inilah sisa-sisa peledakan bom waktu yang kedua itu.
           Kamis, 4 Januari 2001 dilaksanakan demo besar-besaran di depan Masjid Al Fatah, dihadiri massa yang terdiri dari 14 lembaga Islam, 16 OKP Islam, 19 Raja (Kepala Desa) seluruh p.Ambon dan 15 Posko Jihad. Massa pendemo menuntut kepada Penguasa Darurrat Sipil (PDS) untuk menindak tegas para deklator FKM/Neo-RMS. Kamis 14 Januari 2001 Kapolda Maluku Firman Gani menangkap Alex H. Manuputty. Namun kemudian dibebaskan kembali.
           Gubernur Maluku Saleh Latuconsina selaku Penguasa Darurat Sipil (PDS) Maluku, akhirnya mampu melihat secara benar kedudukan separatis FKM/Neo-RMS tersebut. Pada hari Senin, 16 April 2001, Gubernur mengeluarkan SK No. 09/PDSDM/IV/2001, yang berlaku sejak dikeluarkannya. Isi SK tersebut melarang FKM/Neo-RMS beraktifitas di Maluku. Larangan itu disampaikan Saleh Latuconsina kepada pers di kantor Gubernur, dan juga melalui TVRI Ambon. Gubernur juga membaca SK itu untuk diketahui masyarakat. Keputusan tersebut juga meliputi larangan mengibarkan bendera RMS, atau bendera dengan nama apapun yang warnanya identik dengan bendera RMS. Agar SK tersebut dapat dilaksanakan oleh seluruh jajaran PDS, maka Gubernur memerintahkan kepada Kapolda, Pangdam, Kajati dan para Bupati/Walikota untuk mengamankan keputusan itu.
           
          *** 
           
          Walaupun telah dilarang melakukan berbagai bentuk kegiatan di Maluku oleh Penguasa Darurat Sipil (PDS) Maluku, Front Kedaulatan Maluku (FKM) tetap nekat melakukan aksinya mengibarkan bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di Ambon, Rabu (24/4) sekitar pukul 07.00 WIT. Pengibaran ini dilakukan dalam rangka memperingati kemerdekaan RMS. FKM mengklaim, 25 April 1950 merupakan hari kemerdekaan RMS. Pimpinan Eksekutif FKM, Alex Manuputty, kepada pers di Ambon seusai upacara tersebut menjelas-kan, pengibaran bendera dan peringatan hari 'kemerdekaan' RMS itu meru-pakan bukti dan cita-cita yang akan dicapai oleh FKM, mencapai Maluku merdeka. Upacara yang dilaksanakan di kediaman Alex Manuputty, di Jl. DR. Kayadoe, Kudamati yang juga dijadikan markas RMS itu, diikuti oleh massa pendukung RMS. Terlihat, sepanjang halaman dipadati oleh massa RMS yang notabene semuanya warga kristen. Massa separatis tersebut juga meminta Manuputty untuk memperjuangkan kemerdekaan Nasrani Maluku.  "Bendera RMS yang kami kibarkan itu merupakan cita-cita yang akan kami raih, yaitu menciptakan Maluku merdeka, terlepas dari RI. Dan itu yang kami perjuangkan." Katanya. Selain di Kudamati, bendera RMS juga diki-barkan di desa Batu Gajah, Bere-Bere, Latuhalat, Aboru (Haruku), P. Nusa Laut. Berjalan sepuluh menit setelah bendera itu dinaikkan, sekitar satu peleton polisi Polda Maluku datang di lokasi. Dengan lemah lembut, Kapten John Maiitimu yang memimpin polisi itu meminta Alex Manuputty mengijinkan polisi menurunkan bendera itu. Setelah bersendau gurau dengan Manuputty, semua anggota polisi yang ternyata kristen semua itu menurunkan bendera yang dikibarkan. Sehabis menurunkan, tidak ada niatan polisi untuk membawa Manuputty ke Mapolda Maluku, bahkan terlihat antara polisi dan pengurus FKM terlihat mesra. Hal ini terjadi karena di antara massa pendukung RMS terdapat pengurus gereja protestan Maluku
           
          ***
           
           Temuan berdasarkan data dan fakta menunjukkan, gerakan separatis dan makar RMS didukung penuh oleh Gereja Kristen di Maluku. Fakta itu di antaranya:
          1. Semy Waeleruny, SH yang merupakan pimpinan Yudikatif FKM juga merupakan koordinator Tim Pengacara Gereja (TPG).
          2. Dukungan kelompok Kristen terhadap perjuangan FKM dibuktikan dengan gerakan menuntut pembebasan Pimpinan Eksekutif FKM, dr. Alex Manuputty, dari tahanan Polda Maluku, yang arak-arakan massanya dimulai dari Gereja Maranatha.
          3. TPG melakukan pembelaan hukum terhadap perjuangan Alex Manuputty.
          4. Gereja melalui Tim Pengacara Gereja dan elit-elit Kristen menolak keberadaan sesama anak bangsa di Maluku yang berjihad mempertahan-kan wilayah negara dari rongrongan separatis Kristen RMS, tapi di sisi lain menuntut adanya intervensi PBB.
          Akhirulkalam, kepada Gubernur Maluku Saleh Latuconsina selaku Penguasa Darurat Sipil Maluku kami himbau:
          Wahai Gubernur Latuconsina, setelah selesai mengeluarkan SK melarang aktivitas FKM/Neo-RMS, maka tindak lanjutilah dengan membubarkan separatis FKM/Neo-RMS tersebut, kemudian tangkap dan adili gembong-gembongnya. FADZA FRGHT FANSHB. WALY RBK FARGHB (S. ALANSYRAH, 7-8), dibaca: Faidza- faraghta fanshab. Waila- rabbika farghab (s. al.insyira-h), artinya: Apabila engkau telah selesai (melakukan pekerjaan), maka berupayalah (menindak-lanjuti). Dan kepada Maha Pemeliharamu berharaplah (94:7-8). WaLlahu A'lamu bi Al Shawa-b.
           
          *** Makassar, 29 April 2001
              [H.Muh.Nur Abdurrahman]
          http://waii-hmna.blogspot.com/2001/04/472-rms-bom-waktu-yang-ditanam-belanda.html
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.