Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Fw: Tambahan (1) <= Re: [Muhamma diyah-Indonesia] Re: PAK MNUR – SAKSI-SAKSI PAULUS

Expand Messages
  • H. M. Nur Abdurahman
    Sekali lagi saya rasa perlu memforward ini, karena ada beberapa tulisan Hakekatku Hidup (HH) yang menyangkut tulisan saya ada diposting di milis ini. Fyi, HH
    Message 1 of 1 , Sep 11, 2010
      
      Sekali lagi saya rasa perlu memforward ini, karena ada beberapa tulisan Hakekatku Hidup (HH) yang menyangkut tulisan saya ada diposting di milis ini. Fyi, HH ini adalah orng Kristian yang menyusup masuk milis Muhammadiuyah-Indonesia.
      HMNA
       
       
      ----- Original Message -----
      Sent: Sunday, September 12, 2010 11:43
      Subject: Tambahan (1) <= Re: [Muhammadiyah-Indonesia] Re: PAK MNUR – SAKSI-SAKSI PAULUS

       

      Tambahan (1)
      Paulus dari Tarsus, adalah penganut aliran Farisi yang fanatik (Kisah Para Rasul 22:3; Galatia 1:14, Filipi 3 :5-6). "Farisi" dari kata Ibrani, PERUSYIM, "yang terasing". Orang-orang ini penganut murni Agama Yahudi – golongan atau partai yang berkembang dari 'Hasidim' atau 'Khasidim' (umat Allah yang setia) sejak abad ke 2 SM. Kelompok Ini dikenal sejak pemerintahan Yohanes Hyrkanus, di Negara merdeka Yehuda. Ketaatan orang-orang Khasidim, sudah terkenal. Pada masa Yohanes Hyrkanus terjadi perpecahan antara mayoritas golongan Khasidim dan keluarga Hasmonaean. Yohanes Hyrkanus tersinggung karena keberatan-keberatan Kashidim atas jabatannya sebagai imam besar, dan terjadilah perpecahan diantara mereka.

      Mulai dari saat itu dan seterusnya kelompok Khasidim muncul sebagai Golongan Farisi, walaupun belum pasti apakah mereka menerima nama itu (Ibrani, PERUSYIM, yang terasing) sebab mereka menarik diri dari perserikatan mereka dulu dengan golongan Hasmonaean seperti sering dianggap orang demikian, kelompok Khasidim terus bertahan sebagai pihak oposisi terhadap rezim pemerintah selama 50tahun. Para memimpin agama yang mendukung pemerintahan dan duduk dalam dewan nasional muncul pada waktu yang bersamaan, dan kelompok ini dikenal sebagai Saduki. Kaum Farisi meyakini adanya jiwa yang kekal, kebangkitan dari kematian, adanya malaikat, kedatangan mesias yang diutus Allah pada masa yang akan datang untuk membebaskan mereka dari belenggu penjajahan Roma. Akan tetapi, kaum Saduki tidak mengakui kekekalan jiwa manusia dan kuasa takdir. Kaum Farisi terlibat dalam konflik dengan Nabi Isa AS dan para pengikut beliau.

      Paulus dari Tarsus merupakan ujung tombak dalam konflik itu. Pada mulanya bertindak secara eksternal, menganiaya pengikut Nabi Isa AS sampai mati, ganas tanpa batas & penghujat (Fil. 3:6; Kis. 8:1-3; 22:4-5; 26:10-11; Gal. 1:13; 1 Tim. 1:13; 1 Kor. 15: 8-9; Kis. 9: 1-2). Kemudian mengubah taktik dengan metode musang berbulu ayam, menyamar sebagai ayam dan masuk dalam masyarakat ayam. Agar dipercaya sebagai ayam oleh kalangan ayam Paulus menyatakan ketemu Jesus setelah "kabar tentang pensaliban"(*). Demikianlah Paulus berhasil menggarap / merusak ajaran Jesus, yang intinya: pertama MEMBATALKAN HUKUM dan kedua mengubah Jesus Utusan Allah dengan THEOLOGI YANG DIADOPSI DARI PAGANISME(**).
      ------------------------------------
      (*)Apa Betul Jesus Disalib ?

      Penyaliban konon terjadi di daerah pinggiran Yerusalem pada paruh pertama abad pertama Masehi. Bahwa penyaliban memang HANYA SEDIKIT SEKALI DICATAT pada saat itu TIDAK DAPAT DIRAGUKAN LAGI. Penyaliban adalah persoalan yang benar-benar menjadi masalah bagi orang Kristen awam yang memandang penyaliban Yesus sebagai peristiwa Historis yang benar-benar tidak bisa diragukan. Tujuan essay ini bukanlah untuk menunjukkan apa yang sebenarnya telah terjadi pada masa lalu di Yerusalem, melainkan MEMBUKTIKAN bahwa KAUM KRISTEN AWAL BENAR-BENAR MERASA BINGUNG dan RAGU-RAGU MENGENAI APA YANG SEBENARNYA TELAH TERJADI sekitar peristiwa PENYALIBAN ITU. Fakta adanya kebingungan itu saja sudah merupakan bukti yang cukup untuk meragukan penyaliban Yesus, yang menyebabkan orang-orang Kristen harus mempertimbangkan pernyataan Al Qur’an bahwa Yesus Kristus tidak disalib dan mempertimbangkan kesamaan essensial antara AL Qur’an dan perlbagai macam cabang gereja Kristen awal.

      BUKTI

      --> 1. Informasi dari Kristen
      1.1 Informasi yang berkenaan tentang penyaliban disuguhkan dari mereka yang disebut Apostolik dari gereja-gereja Kristen awal.
      1.2 Informasi yang diambil dari kitab-kitab apokrif
      1.3 Informasi dari kitab kanonik Perjanjian Baru.

      --> 2.Informasi dari Dua Kitab Jeus

      --> 3. Informasi yang diambil dari penggalian2 arkeologis
      3.1 Perbuatan-Perbuatan Yohannes
      3.2 Injil menurut Thomas
      3.3 Wahyu Petrus
      3.4 Risalah Kedua Set Agung3.
      3.5 Dead Sea Scrolls

      --> 4. Menurut Al-Quran

      1. Informasi dari Kristen
      1.1 Bukti dari Apostolik
      Sebelum memperlihatkan bukti dari kitab apokrif, sepatah kata harus disebutkan bukti-bukti yang ditemukan dalam tulisan-tulisan Apostolik (Bapa-bapa Rasuli) dari gereja-gereja Kristen awal. Bapa-bapa Rasuli ini seringkali mencatat ada banyak sekte ‘bid’ah’ (yaitu sekte-sekte Kristen yang tidak sepakat dan sepaham dengan dogma tertentu yang notabene DIDUKUNG OLEH BAPA RASULI). Sekte bid’ah tersebut mengajarkan bahwa “kasih” atau penderitaan Yesus di tiang salib adalah tidak benar dan atau hanya ilusi belaka (tipuan). Dalam hal ini, rujukan-rujukan semacam ini bisa ditemukan dalam tulisan-tulisan Ignatius, Polycarpus, Justinus, Irenaues, dan Hippolytus. Mereka ini secara bersama-sama membentuk Who’s Who yang sebenarnya dari gereja-gereja Kristen awal.

      Contoh berikut ini menarik perhatian.
      Dalam Traliians-nya, Ignatius, Uskup Antiokia (yang meninggal sekitar 110 M, dan yang menulis selama dasawarsa pertama abad ke-2 M), secara fasih dan jelas menyerang kaum Kristen awal yang menyangkal bahwa “Penyaliban Yesus tidak lebih dari sekedar Ilusi (tipuan)”. Perhatikan kutipan dibawah ini :
      Namun jika, seperti yang dikatakan oleh sebagian orang ……… penderitaannya (yesus) hanyalah penampakan (ilusi), maka mengapa aku dipenjara, dan mengapa aku harus melakukan perjuangan panjang melawan hewan-hewan liar? Jika memang demikian, aku hanya mati sia-sia!
      Ignatius tidak seharusnya menyerang sebuah kepercayaan atau ajaran yang belum benar-benar eksis sebagai Bid’ah (sesat). Teologi Ignatius tidak bisa bertahan. Serangannya melawan orang-orang Kristen awal yang percaya bahwa penyaliban Yesus hanyalah ilusi, menunjukkan adanya kepercayaan tersebut dikalangan orang-orang Kristen awal. Fakta lebih jauh, bahwa Ignatius mati-matian menyerang ajaran ini mengisyaratkan bahwa kepercayaan terhadap sifat ilusif penyaliban tersebut cukup tersebar luas pada tahun 110 M. Sebagaimana diperlukan waktu bertahun-tahun untuk menyebarluaskan kepercayaan ini di sebagian besar Kekaisaran Roma, bisa disimpulkan bahwa asal-muasal ajaran mengenai penyaliban sebagai ilusi ini harus ditelusuri kembali waktunya pada abad pertama Masehi, dan mungkin harus benar-benar merunut pada masa penyaliban itu sendiri.

      Ketika mempertimbangkan hal tersebut diatas, harus diingat bahwa Ignatius menyerang orang Kristen, bukan orang Non Kristen, meskipun orang Kristen tertentu juga diserang karena memiliki sistem kepercayaan khusus yang bertentangan dengan kepercayaan Ignatius ketika sampai pada permasalahan penyaliban. Bagi jutaan umat Kristen yang tumbuh kembang di lingkungan sekolah Minggu, hal diatas mungkin mengejutkan. Namun demikian, keterkejutan mereka hanyalah suatu permulaan. Karena, keterkejutan akan sangat meningkat ketika mempertimbangkan kitab-kitab suci umat Kristen di tahun pertama sendiri, baik yang apokrif maupun yang Kanonik.

      1.2 Bukti dari Kitab-kitab Apokrif
      Dalam uraian berikut, informasi dari kitab-kitab Apokrif KRISTEN AWAL ditelaah untuk menilai bahwa Yesus tidak disalib. Literatur Kitab Apokrif sangat luas dan banyak untuk bisa ditinjau seluruhnya oleh satu orang. Namun demikian, pembahasan dan keterangan berikut ini setidaknya mengilustrasikan sebagian kitab-kitab Apokrif yang dengan jelas menyatakan bahwa Yesus tidak disalib. Dalam masing-masing keterangan (presentasi), format yang digunakan adalah mengidentifikasi Kitab Apokrif yang dirujuk, memberinya komentar atas sumber kitab tersebut, kemudian menyuguhkan bukti yang relevan dari sumber yang sama. Bagaimanapun, karena sebagian besar pembaca, baik muslim maupun Kristen, hanya memiliki sangat sedikit pemahaman mengenai kitab Apokrif, maka diperlukan sebuah ulasan singkat.
      Ada mitos yang lazim di kalangan Kristen bahwa gereja Kristen Awal adalah bersifat MONOLITIK. Mitos ini jauh dari KENYATAAN SEJARAH. Nyatanya, masing-masing gereja (yaitu, di Aleksandria, Antiokia, Damaskus, Yerusalem, Roma, Lyons, dan sebagainya) hampir dapat dipastikan INDEPENDEN dari gereja lainnya. Masing-masing dan setiap gereja memiliki uskup atau pemimpin sendiri, doktrin-doktrin keagamaan versi mereka sendiri dan SERANGKAIAN KITAB SUCI YANG MEREKA AKUI SENDIRI.

      Jadi, kesimpulannya adalah TIDAK ADA SERANGKAIAN KEPERCAYAAN KRISTEN YANG “ORTODOKS” PADA BEBERAPA ABAD PERTAMA PERKEMBANGAN AGAMA KRISTEN. Demikian juga, beberapa abad sebelumnya tidak terdapat sebuah kanon kitab suci yang diterima secara universal dalam agama Kristen. Masing-masing gereja menentukan dogma mereka sendiri dan mengakui kitab suci mereka sendiri, tidak bergantung pada keputusan dan dogma dari gereja lain. NAMUN DEMIKIAN, SEJAK ABAD KE-4 M, KEADAAN INI MULAI BERUBAH SANGAT RADIKAL, DIMULAI DENGAN PERUBAHAN YANG DIUSULKAN OLEH DEWAN NICAEA PADA TAHUN 325 M.

      DI NICAEA, DOKTRIN DAN CREDO-CREDO MULAI DIMAPANKAN, DAN LANGKAH-LANGKAH PUN DIAMBIL UNTUK MEMULAI SEBUAH KANON KITAB SUCI YANG OTORITATIF, YANG KEMUDIAN DIKENAL SEBAGAI PERJANJIAN BARU (THE NEW TESTAMENT).
      Proses untuk sampai pada serangkaian kanon kitab suci yang diterima secara universal itu dipenuhi oleh DENDAM DAN PERSELISIHAN, DAN MELENYAPKAN GEREJA-GEREJA KRISTEN AWAL SELAMA DUA ABAD BERIKUTNYA. DIAKHIR PROSES KANONISASI KITAB (PERJANJIAN BARU), KITAB PERJANJIAN BARU YANG AKHIRNYA MUNCUL KE PERMUKAAN HANYA MEWAKILI SEDIKIT PILIHAN DARI TULISAN-TULISAN KRISTEN YANG SEBELUMNYA BERJUMLAH SANGAT BANYAK, YANG DIANGGAP SUCI SEBAGAI KITAB SUCI OLEH GEREJA KRISTEN AWAL TERTENTU.

      Guna menunjukkan kepada pembaca begitu banyaknya tulisan Kristen awal yang dianggap suci pada masanya, dapat dilihat sebagai berikut. Daftar di bawah berisi injil-injil yang tidak semuanya masih eksis. Daftar ini tidak memasukkan surat-surat, perbuatan-perbuatan, wahyu-wahyu dan sebagainya melainkan hanya injil-injil. Daftar ini akan menjadi sangat besar jika tipe-tipe tulisan yang lain juga dimasukkan.

      DAFTAR INJIL APOKRIFA
      1. DIALOG SANG JURU SELAMAT
      2. INJIL ANDREAS
      3. INJIL APELLES
      4. INJIL BARDESANES
      5. INJIL BARNABAS
      6. INJIL BARTELOMEUS
      7. INJIL BASILIDES
      8. INJIL KELAHIRAN MARIA
      9. INJIL CERINTHUS
      10. INJIL HAWA
      11. INJIL EBIONIT
      12. INJIL ORANG-ORANG MESIR
      13. INJIL ENCRATITES
      14. INJIL EMPAT WILAYAH SURGAWI
      15. INJIL ORANG IBRANI
      16. INJIL HESYCHIUS
      17. INJIL MASA KECIL YESUS
      18. INJIL YUDAS
      19. INJIL JUDE
      20. INJIL MARCION
      21. INJIL MANI
      22. INJIL MARIA
      23. INJIL MATTHIAS
      24. INJIL MERINTHUS
      25. INJIL MENURUT KAUM NAZARET
      26. INJIL NICOMEDUS
      27. INJIL KESEMPURNAAN
      28. INJIL PETRUS
      29. INJIL PHILIPUS
      30. INJIL PSEUDO-MATIUS
      31. INJIL SCYTHIANUS
      32. INJIL TUJUH PULUH
      33. INJIL THADDAEUS
      34. INJIL TOMAS
      35. INJIL TITAN
      36. INJIL KBENARAN
      37. INJIL DUA BELAS RASUL
      38. INJIL VALENTINUS
      39. INJIL PROTEVANGELION JAMES
      40. INJIL RAHASIA MARKUS
      41. INJIL THOMAS TENTANG MASA KECIL YESUS

      TERLIHAT JELAS LAH DARI PAPARAN DIATAS BAHWA SEMUA ORANG MEMPUNYAI HAK UNTUK MENGAKUI KEBENARAN VERSI MEREKA SENDIRI. Sehingga Lukas pun petantang petenteng membuat kitab bagi kelompok GEREJA mereka secara EKSKLUSIF.
      Daftar tersebut bukanlah daftar lengkap dari INJIL-INJIL YANG ADA karena masih banyak tipe-tipe kitab apokrif yang lain. KANON PERJANJIAN BARU ternyata hanya memasukkan 4 INJIL (MATIUS, MARKUS, LUKAS, YOHANES). INI SANGAT DRAMATIS. Hal ini mengilustrasikan kekayaan naskah Kristen Awal yang diabaikan, dilarang dan dihancurkan begitu GEREJA KRISTEN AWAL memulai kampanyenya untuk membangun sebuah dogma, teologi, dan serangkaian kepercayaan BERSAMA. SINGKATNYA, HANYA 4 DARI LEBIH DARI 45 INJIL YANG DIMASUKKAN KE DALAM PERJANJIAN BARU.

      JADI, KITAB APOKRIFA ADALAH: KITAB-KITAB YANG TIDAK TERMASUK DALAM PERJANJIAN BARU, TETAPI PERNAH MENJADI BAGIAN DAN PAKET AGAMA KRISTEN AWAL, DIANGGAP SUCI OLEH GEREJA KRISTEN AWAL TERTENTU DI ABAD PERTAMA KEKRISTENAN. Semoga arwah para pembela kebenaran, para umat Kristen awal yang dibunuh, disiksa karena menolak kepalsuan penyaliban, diterima disisi Allah sebagai syuhada.

      1.3 Informasi dari kitab kanonik Perjanjian Baru

      Di taman Getsemani dalam diamnya, Jesus bersujud, menghadapkan dirinya keharibaan Allah, menyerahkan dirinya lahir batin kepada Allah yang maha kuasa : "Ya Allah, jika saja Engkau berkenan untuk mengangkat beban ini dari diriku; namun bukanlah kehendakku itu yang harus terjadi melainkan kehendak Engkaulah saja yang terjadi." (Lukas 22:42)

      Sejenak Jesus diam dan mengangkat kepalanya dari sujud, menoleh kepada murid-muridnya, terperanjatlah ia, mereka semua, kesebelas orang muridnya, hanya dalam hitungan beberapa detik sudah pulas tertidur, sungguh perih hatinya. Alangkah buruk nasib dirinya mendapatkan pengikut yang seperti ini. Disuruh berjaga malah tidur dalam sekejapan, meninggalkan dirinya sendirian. Mengabaikan perintah guru dan Nabinya.

      Jesus bangkit berdiri dihadapan Petrus yang berdiri tidak jauh dari dirinya dan sedang nyenyak tertidur lalu menegurnya : "Hai Simon, apakah engkau tertidur ? tidakkah engkau sanggup berjaga hanya untuk satu jam saja ?, Bangunlah dan berdoalah" (Markus 14:37)

      Setelah berkata begitu Jesus kembali menjauh dari Petrus dan dua orang lainnya lalu meneruskan munajatnya kepada Allah, memohon agar dirinya selamat dari ancaman musuh-musuhnya, Jesus tidak rela dirinya dijadikan bahan tertawaan, bahan ejekan oleh para seterunya, tergantung diatas kayu terkutuk, dihukum, ditelanjangi dihadapan semua orang. Ketika pemikirannya sampai kesana, bertambah khawatir hati Jesus dan bertambah dia mengharapkan pertolongan Allah kepadanya. "Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluhnya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah." (Lukas 22:44) Untuk itu Allah mengabulkan permohonan Jesus ini lalu mengirimkan malaikat Jibril kepadanya, wahyu Allah telah datang kepada Jesus. "Lalu kelihatanlah kepadanya seorang malaikat dari langit untuk mengkuatkannya." (Lukas 22:43)

      Mendengar wahyu Allah ini, hati Jesus menjadi teduh, kepercayaannya terhadap pertolongan Allah pada dirinya semakin kuat akan keterlepasan dirinya dari marabahaya dan kehinaan, lalu ia bangkit dan mendekati para muridnya yang masih tertidur, lalu membangunkan mereka semuanya. "Bangunlah kamu, marilah kita beranjak; lihatlah orang yang mengkhianatiku sudah mendekat." (Markus 14:42)

      Sampai disini kita menemukan satu benturan untuk memberikan gambaran lanjutan peristiwa penangkapan diri Jesus yang dilakukan oleh Judas Iskariot, para ahli Taurat serta tentara Romawi yang terdapat dalam 4 Injil kanonik Nasrani, antara Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes ... ke-4 pengarang Injil ini memiliki pemaparan cerita yang berbeda mengenai tragedi penangkapan hingga penyaliban Jesus dan banyak beberapa bagiannya tidak bisa disatukan alur riwayatnya.

      Penangkapan, pengadilan dan penyaliban dilakukan secara membabi buta, sehingga banyak sekali kontradiksi dan kesalah pahaman yang sulit sekali untuk mengungkap peristiwa yang sebenarnya.

      Pihak gereja mengatakan bahwa antara 4 Injil saling melengkapi satu sama lainnya, namun untuk bagian yang terpenting ini, justru ditemukan kontroversi. Cerita ke-3 Injil yaitu Matius, Markus dan Lukas berbeda sama sekali dengan apa yang dipaparkan oleh Yohanes dalam Injilnya.

      Matius, Markus dan Lukas sepakat menyatakan bahwa Jesus ditangkap ketika sedang berbicara membangunkan sebelas muridnya dengan perantaraan "Judas Kiss" namun sementara Yohanes memaparkan riwayat tertangkapnya Jesus ini dengan penyerahan suka rela dari Jesus sendiri "Without a kissing of Judas" sebagaimana riwayat ketiga Injil yang lain.

      Bahkan dalam cerita Yohanes dikisahkan betapa ketika mengetahui kedatangan Judas dan musuh-musuhnya yang lain itu, Jesus secara serta merta menyambutnya diluar taman Getsemani dan mengajukan pertanyaan kepada Judas mengenai siapa orang yang dicari oleh Judas dan anehnya Judas sendiri tidak mengenali Jesus yang berdiri dihadapannya mengajukan pertanyaan tersebut, pertanyaan Jesus ini diulangnya sampai 3 kali dan lucunya pada pertanyaan yang kedua, Yohanes menceritakan seluruh musuh Jesus itu langsung rebah ketanah.

      Jelas sudah terjadi kesimpang siuran cerita pada masa itu mengenai permasalahan ini, apalagi ke-4 penulis Injil ini tidak pernah melakukan kompromi antara satu dengan yang lainnya didalam penulisan kitab mereka untuk memilih cerita penangkapan mana yang layak mereka pasangkan dalam Injil mereka masing-masing.

      Berdasarkan hal ini, bagaimana mungkin kita bisa menguraikan secara pasti bahwa Jesus adalah tokoh yang benar-benar tertangkap dan tersalibkan ?

      2. Bukti dari : Dua Kitab Jeus
      “Dua Kitab Jeus” ditemukan dalam Codex Brucianus, yang bisa ditelusuri kembali waktunya antara abad ke 3 dan ke 10 M. Dua Kitab Jeus disebutkan dalam Pistis Sophia (Kearifan Iman), Teks Koptik dan Gnostik pada abad ke 3 M, dan yang kemungkinan disusun di Mesir sekitar abad ke 3 M.

      Yesus, yang masih hidup, menjawab dan mengatakan kepada para rasulnya, “Diberkatilah ia yang telah menyalib dunia dan tidak mengizinkan dunia menyalibnya.”.
      Kesimpulan dari : Dua Kitab Jeus
      Menurut Dua Kitab Jeus, orang yang diberkati adalah orang yang tidak mengizinkan dunia menyalibnya. Jadi, jika dia disalib maka dia tidak terberkati, kesimpulannya Yesus tidak disalib.

      3. Bukti dari Penemuan2 Arkeologis
      3.1 Perbuatan-Perbuatan Yohannes
      Ditemukan dalam manuskrip berbahasa Yunani yang digali dalam tahun 1897. Waktu penyusunannya pada paruh pertama abad kedua Masehi [Cameron R, (1982)]. Penulis manuskrip tsb adalah salah seorang murid Jesus, yaitu Yohannes, putera Zabedee. Aku bukan (orang) di atas salib itu [Perbuatan Yohannes, Cameron R, (1982)].

      3.2 Injil menurut Thomas
      Desember 1945, seorang Mesir bernama Muhammad Ali pergi ke sebuah karang di tepian sungai Nile, di pedalaman Mesir dekat wilayah Nag Hamadi. Menemukan Gentong (bejana dari tanah liat) yang nyata terlihat sangat kuno dan asli. Dalam gentong tersebut terdapat 13 lembar kulit, berisi 50 risalah. Pada bagian akhir dari risalah di codex II koleksi risalah, terdapat sebuah judul teks yang telah hilang selama ribuan tahun: "Peuaggelion Pkata Thomas", Injil menurut Thomas, atau Injil Thomas. Manuskrip Koptik berisikan Injil Thomas berasal dari tahun 350M, sementara fragmen Yunani berasal dari tahun 200 M. Injil Thomas diperkirakan dari tahun 100 M, edisi paling awal diperkirakan dari tahun 50-60 M.
      Perlu diketahui bahwa Injil Thomas tidak berbentuk cerita naratif seperti 4 Injil lainnya, namun berisi perkataan-perkataan Yesus, kalau dibaca oleh seorang Muslim tampak seperti penulisan Hadits -tapi tanpa sanad-. Melihat tingkat keaslian dari Injil Thomas -walaupun dianggap gnostik-, serta cara penyajiannya, para sarjana Bible mulai mengkaji dengan cara membandingkan isinya dengan 4 Injil sinoptik yang diakui Gereja (Matius, Markus, Lukas, Yohanes).Semangat yang mereka bawa adalah, menjawab pertanyaan umum : "Apa sebenarnya yang disabdakan oleh Yesus?" Dari kajian 75 sarjana Bible terkemuka yang bersidang selama 6 tahun, keluarlah hasil kajian mereka yang dikenal melalui laporan berjudul "The Five Gospel" pada tahun 1993. Pertanyaan itu akhirnya terjawab dalam sebuah kesimpulan dalam laporan mereka bahwa, dari Injil-Injil yang ada, hanya terdapat 18% saja yang diperkirakan asli perkataan Yesus, sementara sisanya......???.
      Hasil kajian ini tentu saja membuat geger dunia Kristen. Lain daripada itu, satu hal yang patut dicatat bahwa, dari 114 sabda Yesus dalam Injil Thomas, tidak satupun ada pernyataan ataupun isyarat terhadap doktrin "Penyaliban" atau penebusan dosa melalui kematian Yesus di tiang kayu salib.

      3.3 Wahyu Petrus
      Ditemukan pada tahun 1945 melalui penggalian-penggalian arkeologis yang sangat penting di Naga Hammadi Mesir. Ekspedisi-ekspedisi ini menggali sebuah perpustakaan dari abad ke-4 Masehi berupa manuskrip-manuskrip papirus banyak di antaranya ditulis dalam bahasa Koptik. [Brasher I (1990)]. Korban yang disalib adalah simulacrum Jesus, yang sungguh-sungguh sangat mirip dengan Jesus [Wahyu Petrus, Robinson JM, 1990].

      4.4 Risalah Kedua Set Agung
      Seperti Wahyu Petrus, ditemukan pada tahun 1945 di Naga Hammadi Mesir. Catatan mengenai penyaliban seorang Kristen Mesir Basilides pada abad kedua Masehi [Gibbons JA, (1998)]. Penjelasan mengenai penyaliban dalam Set dilaporkan dalam sabda-sabda Jesus. Seseorang yang bukan Jesus telah dipaku membentuk salib, yang meminum empedu dan cuka serta mengenakan mahkota duri [Risalah Kedua Set Agung, Robinson JM, (1990)].

      4.5 Dead Sea Scrolls
      Pada tepi barat Laut Mati, sekitar 12 km sebelah selatan Jericho terletak lembah Qamran. Dewasa ini tempat itu sunyi, hampa, hanya geletakan reruntuhan biara kaum Essene yang membisu. Namun dalam sejumlah gua yang tidak jauh dari rerunthan itu didapatkan naskah-naskah kuno, yang disembunyikan secara cermat oleh kaum Essene, yang mulai ditemukan pada tahun 1947 oleh seorang anak (Penggembala kambing) bernama Muhammad Ad-Dib. Di situlah gulungan manuskrip berupa naskah-naskah kuno yang tak tersentuh tangan-tangan manusia selama 2000 tahun. Karena terdiri atas gulungan-gulungan perkamen dan tembaga, naskah-naskah itu diberi bernama Dead Sea Scrolls (gulungan-gulungan Laut Mati, selanjutnya disingkat DSS). DSS di dapatkan dalam 11 buah gua, berturut-turut dalam tahun 1947, 1949, 1951, 1956.
      Banyak yang menarik dari DSS tersebut, di antaranya kita kutip tulisan DR Charles Francis Potter dalam "The Lost Years of Jesus Revealed", dituliskan artinya saja: "Selama berabad-abad para terpelajar Kristen yang mengkaji Bijbel merasa heran di mana dan apa yang diperbuat 'Isa selama 18 tahun yang sunyi (18 silent years), di antara umur 12 dengan 30 tahun. Gulungan-gulungan yang mentakjubkan dan dramatis dari perpustakaan besar kaum Essene yang didapatkan dalam gua dekat Laut Mati pada akhirnya memberikan kepada kita jawabannya. Bahwa selama tahun-tahun yang hilang tersebut 'Isa yang digelar Teacher of Rightousness (Guru Kebenaran). oleh kaum Essene ini.
      Hal yang menarik ialah Isa atau Teacher of Rightousness ini menururt Hymn dari DSS luput dari bahaya maut "Wahai Tuhanku, aku bersyukur kepada Engkau karena kasih Engkau selalu tertuju kepadaku. Engkau selamatkan jiwa si miskin ini dari bahaya maut. Mereka menghendaki supaya kumati terkutuk, untuk memenuhi permintaan orang-orang yang suka kepada kejahatan (DSS: Hymn 4). Adapun yang dimaksud dengan mati terkutuk adalah mati di palang salib, karena bagi orang Yahudi, mati di palang salib itu adalah mati terkutuk.

      Kelima peristiwa besar hasil penemuan-penemuan arkeologis ini, bagi sementara kalangan hanya sekadar disikapi sebagai peristiwa biasa yang menghiasi majalah dan koran-koran di Barat (di Indonesia informasi tentang hal ini amatlah jarang ditemukan). Namun jika kita mengikuti perintah Allah dalam Al-Qur'an agar kita selalu melihat dan merenungkan kejadian di dunia ini, maka ke-5 penemuan itu menjadi hal yang sangat luar biasa bagi para pengkaji agama. Sebab ke-5 penemuan tersebut tidaklah berhenti sebatas penemuan arkeologi, namun berlanjut pada kajian-kajian yang berpengaruh terhadap "mainstream' kehidupan beragama bagi pemeluk agama Islam dan Kristian yang pada gilirannya mempengaruhi hubungan antar agama, khususnya pada kedekatan pemahaman teologis.

      Adalah hikmah dari Yang Maha Mengetahui, jika penemuan itu terjadi pada masa sekarang, masa dimana manusia telah siap menerima penyingkapan tabir baik secara mental (obyektifitas berdasarkan sain dan bukan kepentingan kelompok agama) serta kemampuan manusia dalam memahami penyingkapan tersebut berdasarkan ilmu dan pengetahuan yang mereka miliki. Sebab, -mungkin- jika ditemukan pada masa-masa dulu, "kepentingan" dan "ketidakmampuan"-lah yang berbicara, maka manuskrip-manuskrip itu hanya tersimpan dan mungkin tidak akan diketahui oleh umum, atau hilang lagi entah kemana, sebagaimana halnya "nasib" Injil Barnabas yang oleh kalangan Gereja dianggap sebagai hasil bikinan seorang Muslim di Itali. Mengenai Injil Barnabas ini silakan layari URL =>
      http://waii-hmna.blogspot.com/2007/07/789-seluk-beluk-injil-barnabas.html

      5. Bagaimana menurut Al-Quran ttg pensaliban ?
      Al Qur’an secara tegas menyatakan bahwa “mereka tidak membunuhnya, juga tidak menyalibnya”. Akan tetapi, Al Qur’an tidak mengatakan bahwa tidak ada penyaliban. Al Qur’an hanya mengatakan bahwa yang DISALIB bukanlah Yesus, meskipun seolah-olah yang disalib adalah Yesus.
      -- Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. [S. An-Nisaa, 4:157]

      WaLlahu a'lamu bisshawab

      Dikumpul oleh
      HMNA

      (**) akan ditulis dalam postingan berikut Tambahan (2).

      ----- Original Message -----

      From: H. M. Nur Abdurahman
      To:
      Muhammadiyah-Indonesia@yahoogroups.com ; Hakekat Hidup
      Sent: Saturday, September 11, 2010 17:33
      Subject: [Muhammadiyah-Indonesia] Re: PAK MNUR – SAKSI-SAKSI PAULUS

      Lihat jawaban saya yang disispkan di bawah
      HMNA

      ----- Original Message -----
      From: Hakekat Hidup
      To:
      relasimania@yahoogroups.com
      Sent: Friday, September 10, 2010 01:07
      Subject: PAK MNUR – SAKSI-SAKSI PAULUS

      JAWABAN SAYA:

      1. Saksi pertemuan Paulus dengan YESUS:
      a. Imam besar di Yerusalem yang memberikan surat kuasa kepada Paulus untuk membunuhi
      orang-orang Kristen, merupakan saksi dari berbaliknya Paulus menjadi orang Kristen. Jika tidak
      ada sesuatu yang LUAR BIASA, di perjalanannya ke Damsyik itu, mana mungkin Paulus bisa
      menjadi orang Kristen? Secara rasional itu mustahil sekali. Sama mustahilnya dengan Pak Mnur
      menjadi orang Kristen, ‘kan?! Tapi, saya nggak bisa ngomong “mustahil” lagi, jika seandainya
      suatu saat YESUS KRISTUS mendatangi anda secara khusus. Atau, sama mustahilnya dengan
      saya masuk Islam, kecuali suatu saat si Jibril itu menjumpai saya sendiri di gua Hiro, ‘kan?!
      Hanya peristiwa “gaib”-lah yang bisa memutarkan keadaan, bukan?

      >> Kisah 9:1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh
      murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
      9:2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis
      Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang
      mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke
      Yerusalem.
      ###########################################################################
      HMNA:
      Ini bukan bukti. Bahkan sebaliknya menunjukkan itu cuma akal-akalan Paulus supaya dipercaya menjadi pengikut Jesus. Padahal Paulus menyusup seperti musang berbulu ayam. Dia sesungguhnya musang di antara ayam. Dia itu mengubah strategi dari musang membunuh ayam membunuhi pengikut Jesus, lalu pakai topeng ayam, berupura-pura menjadi pengikut Jesus karena katanya telah bertemu Jesus tanpa seorang saksipun, dan dengan demikian merusak ajaran Jesus from inside secara licik yang intinya MEMBATALKAN HUKUM.
      ############################################################################.

      b. Lukas, penulis Kisah Para Rasul ini;
      Lukas pasti menuliskan suatu kejadian yang ia yakini;

      >> KIsah 9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba
      cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
      9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata
      kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
      9:5 Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang
      kauaniaya itu.
      9:6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan
      kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
      #####################################################################
      HMNA:
      Inikan cuma ceritanya wartawan Lukas berdasarkan berita yang disengarnya, KONON Paulus ketemu Jesus. Jadi juga itu BUKAN bukti.
      #####################################################################

      c. Teman-teman seperjalanannya:
      >> Kisah 9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka
      memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.
      #########################################################
      HMNA:
      Siapa itu Teman-teman seperjalanannya, berapa orang siapa-siapa namanya? Itu juga BUKAN bukti.
      ################################################################

      d. Kebutaan Paulus:
      Kebutaan Paulus adalah suatu peristiwa yang tidak masuk dalam skenario rencananya
      membinasakan orang-orang Kristen:

      >> Kisah 9:8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat
      melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
      9:9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak
      makan dan minum.
      #########################################################################
      HMNA:
      Itukan hanya perbualannya Paulus saja, tanpa seorangpun yang menyaksikannya. Itu juga BUKAN bukti.
      Seterusnya dari e sampai akhir itu semua tidak relevan sebagai bukti pertemuan Paulus dengan Jesus.
      SAYA MINTA YANG BULIT-IN PROOF seperti metode pembuktian saya, dan untuk itu saya cut tulisan anda sehingga bisa langsung membaca lagi metode pembuktian saja yang BUILT-IN PROOF tesebut.
      --------------------------------------------CUT----------------------------------------------------xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.