Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Kepedihan Hati

Expand Messages
  • muhamad agus syafii
    Kepedihan Hati By: agussyafii Seorang pemuda itu menangis. Air matanya mengalir begitu saja. Kekasihnya yang dicintainya telah pergi untuk selama. Di dalam
    Message 1 of 2 , May 1, 2010
    • 0 Attachment
      Kepedihan Hati

      By: agussyafii

      Seorang pemuda itu menangis. Air matanya mengalir begitu saja. Kekasihnya yang dicintainya telah pergi untuk selama. Di dalam masjid sujudnya begitu lama. Selesai sholat, saya mengantarkan pulang ke rumahnya. 'Hati saya terasa lega Mas Agus Syafii, setelah saya bisa menangis sewaktu sholat tadi.' ucapnya pada saya. Saya mengangguk mengerti apa yang dirasakannya. Kepedihan di dalam hati yang begitu terasa perih.

      Ketika air mata itu mengalir tak terasa. Menetes begitu saja membasahi pipi dan hati terasa perih bagai disayat disaat ditimpa kesedihan. Sifat fitrah kita sebagai manusia apabila ditekan dalam batas ambang yang melebihi kemampuan dirinya akan menjadi kepedihan. Kepedihan inilah yang membuat air mata kita menjadi mengalir tak terasa.

      Kepedihan adalah karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Setiap orang selalu pernah mengalami kepedihan hati. laki-laki atau perempuan, orang kaya atau orang miskin tidak akan mampu menahan isak tangis jika ditimpa kepedihan hati. Hati kita mengendalikan seluruh tubuh kita, Bila hati damai maka tubuh kita merasa nyaman. Bila hati sedang kesal, dada terasa sesak. Bila hati sedang perih, air mata menjadi mengalir tanpa terasa.

      Itulah sebabnya menangis bertanda bahwa kita memiliki hati yang peka. Hati yang mampu merasakan kenikmatan dan karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bahkan menangis akan menjadikan ringan beban di dalam dada. Dengan menangis, semua penderitaan, semua yang menyesakkan seolah terangkat dari dada kita. Menangislah dan keluarkan beban yang menumpuk dalam dada kita. Menangislah dihadapan Allah Yang Maha pengasih dan Maha Penyayang. Keluarkanlah segala keluh kesah kita dihadapanNya dengan air mata yang mengalir.

      Begitu air mata itu telah mengering. tangisan sudah selesai. Sujud sudah berlalu. Sekarang rasakan betapa nikmatnya dalam kesendirian.  Menimbulkan rasa ketenangan di dalam hati dan tentunya hal itu menjadi lebih baik.  Itulah nikmatnya kita sebagai seorang mukmin justru menjadikan diri kita menjadi kuat, bukan malah melemah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

      'Janganlah engkau bersikap lemah dan janganlah pula engkau bersedih hati. Padahal engkaulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya. Jika engkau orang-orang yang beriman.' (QS. ali-Imran : 139).

      Setiap air mata yang telah mengalir ketika hati kita terasa pedih, tentunya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menggantikannya dengan kebahagiaan dan ditinggikan derajat kita menjadi lebih baik asalkan kita bersabar dan tawakal menerima apa yang telah menjadi kehendakNya.

      'Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.'(QS Ath-Thalaq 2-3).

      Wassalam,
      agussyafii
      ----
      Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Salam Amalia' (SALMA) Hari Ahad, Tanggal 9 Mei 2010 Di Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No.23 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang. Silahkan kirimkan dukungan dan partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii2, atau http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431.

    • muhamad agus syafii
      Kepedihan Hati By: agussyafii Di Rumah Amalia seorang ibu yang mengeluh ingin bercerai dari suaminya. Saya menyarankan agar bersabar dan setiap habis sholat
      Message 2 of 2 , Feb 21 11:03 PM
      • 0 Attachment
        Kepedihan Hati

        By: agussyafii

        Di Rumah Amalia seorang ibu yang mengeluh ingin bercerai dari suaminya. Saya menyarankan agar bersabar dan setiap habis sholat perbanyaklah membaca tasbih, tahmid, takbir agar Allah berkenan memberikan sebuah solusi. Terdengar suara anak-anak Amalia sedang membaca ayat suci al-Quran. Beliau bertutur tentang hatinya yang menangis dihadapinya dengan bersabar maka membawa nikmat bagi keluarganya. Dimasa kehamilan anaknya yang kedua, suaminya lupa diri. Rumah sudah seperti neraka. Rasanya sebagai perempuan sudah tidak sanggup menghadapi hidup. Kepada siapa mengadu, membuat dirinya bingung. mengadu kepada keluarga dan tetangga berarti akan menambah beban dalam hidupnya sendiri. Sampai akhirnya anak yang kedua lahir. Semuanya dilalui dengan kesendirian. Diasuh dan dirawat dengan penuh kasih sayang. Sebagai istri, dirinya selalu berharap keluarganya harmonis.

        Sampai kemudian pada suatu hari tatkala sepulang belanja, Dikejutkan dengan kehadiran suaminya yang sudah duduk diruang tamu dengan mata menerawang kosong. 'Mah, maafkan aku ya?' Suaminya bersimpuh dipangkuannya mencium tangan istrinya. 'Benarkah Mas? Apakah aku sedang bermimpi?' tanya sang istri. Tidak Mah, aku tahu luka hatimu teramat dalam untuk memaafkan diriku. Kesalahan-kesalahan itu tidak mudah untuk dimaafkan.' jawab suaminya. Sudah sekian lama suaminya tidak pernah membelai tangan sang istri. 'Apakah kamu bersungguh-sungguh Mas?' tanyanya ragu. 'Aku bersungguh-sungguh Mah, meninggalkan semua kesalahan-kesalahan yang pernah aku lakukan.' jawab suaminya. Tak kuasa menahan air mata bahagia.  Sejak kepedihan hatinya berlalu berubah menjadi nikmat tak membuat menjadi lalai kepada Sang Khaliq bahkan bersama suami dan anak-anaknya semakin rajin ibadah sholatnya. Setiap kali sholat malam, dirinya tidak pernah lupa memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas semua kesalahan dirinya dan suaminya hingga tak tahan lagi air matanya meleleh. Betapa besarnya karunia Allah kepada dirinya. Tangisan hati telah membawa nikmat bagi keluarganya menjadi rukun dan harmonis kembali. Berkali-kali beliau dan suaminya tercinta memanjatkan puji syukur kehadirat Allah. Subhanallah.

        ----
        Sahabatku, yuk..aminkan doa ini agar keluarga kita menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah. "Rabbana hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyatinâ qurrata a’yunin waj-’alnâ lil-muttaqîna imâmâ." Artinya, Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74).

        Wassalam,
        Muhamad Agus Syafii
        ---
        Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Jangan berputus asa, memohonlah pd Allah maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya untuk anda. yuk..hadir di kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April 2012. Jam 8 s.d 12 pagi di Rumah Amalia. Bila berkenan berpartisipasi dlm bentuk buku bacaan, DVD IPTEK, baju baru, peralatan sekolah, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@... atau SMS 087 8777 12 431, http://agussyafii.blogspot.com/-
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.