Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Catatan Dodol Geyal Geyol: Duri Tidak melUkai Ku :: DialoG Mawar::

Expand Messages
  • dohan satria
    *secangkir kopi menemanikoe duduk dihalaman rumah DI Sela sela hadir lamunankoe ....Bisikan lembut menghampirikoe Berikut persisi ddepanku Tumbuh tanaman Mawar
    Message 1 of 1 , Jan 6, 2010
    • 0 Attachment
      secangkir kopi menemanikoe duduk dihalaman rumah
      DI Sela sela hadir lamunankoe ....Bisikan lembut menghampirikoe
      Berikut persisi ddepanku Tumbuh tanaman Mawar dan membeikan Ujar ujar demikian ...



      .....Duri Tidak Melukai Ku sobat....Kamulah yg Menganggapnya Demikian ..
      Kecuali kau menyentuhKu dengan cara yg Tidak Tepat... Kau akan sedikit terluka...
      Tapi Duri tidak akan Pernah Lukai Diri Ku Sendiri...
      Itu sepenggal kalimat terucap dari sosok tanaman Mawar di halaman rumah ..

      Saat Kuperhatikan kembali ...

      mawar itupun tersenyum dan berbisik kembali ..
      dengar....lihat.... tatap ....amati ...teliti semuanya dgn ''utuh'' bisik mawara itu
      ....aku mau sampaikan ini ...jangan sampai ada yg terlewat ,
      Aroma Harum satu buah Penilaian kaum manusia memebrikan rasa pada nafasnya ...
      Indah penilaian kaum manusia memberikan pada kasat mata nya
      Nah ...bagaimana dgn pendengaranmu? apa yg kau tangkap ttgku?
      .....Sekian lama ku di perdengaarkan kpda kaum2mu sbg Kuncup mawar yg tidak pernah Utuh
      bagaimana dengn kesan kaum mu menyentuhku?
      Sekian lama duri duriku dianggap membahayakan ....
      Sekian lama aku hanya sekedar di perdengarkan dan diperlihatkan sebagai se'kuntum' hiasan, atau symbol keindahan kaum mu ..


      ....Sebentar ...Kupotong pembicaraana ini ,...kamu bukan menilai kaumku bukan?
      Kenapa kau membedakan kaumku dan kaummu ???


      Ingat ....apakah kamu LupaA?Manusialah yg membedakan demikian Sobat ...
      AKu hanya menyampaikan yg telah terjadi diluar sana ...
      Kami disini satu keutuhan dengn akar dahan ranting daun tunas kucup dan bunga nya
      Kalian yg menambahkan identitas kesan kesan terhadapku
      kalianlah yg membedakanku
      kalaianlah yg memecah belah ttg ''pengertian'' ttg bunga itu ....

      Duri Tidak akan Pernah MeLukai Diri Sendiri ....
      Duri bagian dari ''Hidup'' ' ....Kami tidak ada Kuasa atau keinginan sedikitpoen utk Pisahkan atau tolak ''apa yg ada'' ..
      Sementara kaum mu ''menganggap'' Duri itu berbahaya ...dan kalian sellau Ber UPaya Menolak g sejatinya DUri itu bagian dari HIdupmu..
      Itu semua hanya karena manusia berputar putar pada ''Alasan Takut TerLuka''
      Manusiaa takut dengan ke ALAMIAN ....

      Sekali lagi Ingat Sobat ..,.
      Saat Duri Tumbuh dalam Diri ...hanya sikap cermati semua itu dgn Tuntas ..
      Niscaya semua akan 'HIDUP 'tumbuh dalam 'Adanya Demikian..'
      Bahkan kaum mu sering beranggapan dan menolak Duri itu utk Tumbuh ?...
      Lantas ber Upaya penuh Daya Gejolak tolakan dengan Cara PinTas memotong memangkas Duri itu dengan Alasan ''sangat'' menyakitkan?..
      Ketauilah SObat . ...saat demikian
      derita kesakitan akan semakin Tumbuh subur sbgai awal kematian HIDUP mu Sobat....
      Tanpa Duri tidak akan ada Batang Mawar dahan ranting Tunas dan Bunga dalam diri moe Sobat

      Ujarnya lagi...
      Biarkan Duri tumbuh ''didalam'' Proses Hidup itu Sendiri .....
      Jangan SIsakan atau memangkas nya kembali...
      Cukup satu SIkap ....Sadari semuanya secara UTUH..
      Yakini semua akan tetap HIDUP dan selalu Terlahir dalam Keberadaan Sesungguhnya ....''Saat Ini ''...
      bukan sekedar tumbuh lantas ''mati'' dlm Status Situasi tak menentu ...

      .....dan semua Kembali senyap.... seiring Asap Rokok kulepas dalam Dialog itu


      Jogja 7.08.09 . 22.00
      Poetramoe
      Saodaramoe
      Salam Sejati


    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.