Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

Expand Messages
  • djoko pranyoto
    yah beda latar belakang prajurit sama juragan...kalao prajurit to the point kalao juragan selalu yang ditawarin untung ruginya... kaya orang yahudisaja selalu
    Message 1 of 7 , Jul 5, 2009
    • 0 Attachment
      yah beda latar belakang prajurit sama juragan...kalao prajurit to the point kalao juragan selalu yang ditawarin untung ruginya...
      kaya orang yahudisaja selalu berbantahan dengan tuhanNya, membahas untung ruginya..kalau orang muslim apapun perintah tuhanNya dilaksanakan tanpa banyak tanya.wassallam


      From: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@...>
      To: mayapadaprana@yahoogroups.com
      Sent: Monday, July 6, 2009 10:46:02 AM
      Subject: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

      Fyi, silakan menyimak dan menikmati

       

      Salam

      HMNA

       

      ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *

      Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK 


      Saya, Dipo Sultan
      , seorang jurnalis selama belasan tahun.
      sdh bbrapa kali mewawancarai JK, jauh sblum ia menjadi menko, wapres, dan skrang jadi capres.
       
      bbrapa kali, sy mlihat sndiri bagaimana JK mengambil kputusan secara cepat, taktis, dlm suasana yang bisa dikatakan genting.
       
      gaya bicara JK yg terkesan apa yg dipikirkan dikeluarkan bgtu saja, itu sdh lama dan bukan hal mengejutkan bagi kami, kalangan jurnalis.
       
      Sewaktu perundingan perdamaian Posodi Malino, yang melahirkan Deklarasi Malino, JK yg saat itu menjabat menko kesra lbih bisa diterima di dua kelompok yang bertikai.
       
      SBY –waktu itu jadi menko polkam, dgn sendirinya menjadi tanggung jawabnya menyelesaikan konflik itu ditolak kedua belah pihak– juga terlibat. Karena ditolak, SBY susah memediasi kedua pihak bertikai.
       
      Banyak pengamat menganalisa, JK bisa diterima kedua kubu krn sama2 dri Sulawesi . tapi, pendekataan yang dipakai yg saya dengarkan langsung dari JK dan SBY waktu itu, memang bagai bumi dan langit.
       
      SBY dengan serius menekankan pentingnya menjaga keutuhan NKRI, saling toleransi, dll.. hal-hal yang sifatnya normative dan disampaikan dalam bahasa yg sangat santun, trstruktur, terkonsep dgn sangat bagus, dan dalam nuansa antara seorang pejabat(baca, atasan) kepada bawahannya..
       
      Sayangnya, metode pendekatan itu absurd di kedua kubu. Wajarlah, mereka baru saling bantai, sanak famili mereka banyak yg terbunuh, kelompok mreka banyak yg ditembaki. Mendengar omongan SBY, mereka malah emosional.
       
      JK lalu brbicara dgn mreka. Tugas yg mestinya diselesaikan oleh SBY, akhirnya digarap JK.
       
      Ia berbicara dgn pimpinan kedua kelompok..
      Saya msih ingat di tengah dinginnya angin malino di Sulsel, JK menggulung baju sambil memasukkan tangan di saku celananya, ia brbicara dgn mereka..
       
      Dari jauh, sesekali trlihat tawa JK dan pemimpin kedua kelompok itu. entah apa yg dibicarakan. yg jelas setelah itu, suasana jadi cair. kedua kubu sepakat menghentikan prtikaian. Lahirlah Deklarasi Malino.
       
      Bbrp jam setelah itu, melalui orang dekat JK, saya akhirnya tahu apa yg disampaikan JK. “ Coba kamu pikir, kalau kalian berperang terus, kapan menggarap kebun cokelatmu (kakao)? Skarang, harga cokelat melonjak tinggi di dunia. Berhentilah! ! ” (Tahun 2001, harga kakao melambung tinggi dan menyebabkan petani di Sulsel kaya mendadak)
       
      Orang dekat JK ini juga mengatakan, JK mmanggil khusus pemimpin kedua kelompok itu ke kamarnya dan memarahi mrk habis2an.
       
      Saat itu, saya baru tahu kalo JK jga bisa bertindak sangat tegasdan tidak takut.
       
      Cara menyelesaikan masalah genting dgn cara berbeda jga saya saksikan langsung sewaktu penyelesaian konflik ambon.
       
      Sama ktika menyelesaikan kasus poso, SBY kembali membujuk dgn cara santun, sopan, terstruktur, dan terkonsep. Ia kembali mengingatkan soal konsep keutuhan NKRI, bahaya RMS, dll
       
      Nasibnya malah lebih parah saat ditolak di Malino. saat pembicaraan di bandara Pattimura Ambon, seorang pentolan salah satu kubu yg bertikai, berperawakan mungil, berdiri, dan menunjuk langsungke arah SBY yg baru selesai bicara.
      “Kepada Bapak yng bertubuh besar itu, pulang sekrang juga ke Jakarta !!”
       
      Susah menggambarkan bagaimana reaksi SBY saat itu.. Yg pasti dari kejauhan, saya melihat SBY terdiam. Matanya tertuju tajam kepada anak muda itu.
       
      JK lalu brbicara. Ia bcara soal harga cengkeh, ia menyinggung ratusan hektare kebun cengkeh warga yg terbengkalai krn konflik.
       
      Anehnya, omongan JK yg sederhana dan jauh dari kesan “cerdas” dan tidak akademik itu, justru bisa diterima kedua kelmpok. singkatnya, JK brhasil mendamaikan kedua kubu.
       
      Lagi-lagi analis mengatakan, ya krn JK berasal dri Indonesia timur, jadi lbih mudah diterima.
       
      Saya melihatnya lain. JK bisa brdaptasi dgn cepat, mlihat akar masalah scara lbih jernih, sekaligus langsung memberikan solusi yg sbenarnya sangat sederhana, dan tdk mengawang-awang. Ia bisa menmpatkan dirinya selevel dgn lawan bicaranya.
       
      tapi, ada satu hal yg pernah sy liat yg mmebuat saya kaget. Ia menolak jurnalis yg hendak mewawancarainya. gara2nya, sang jurnalis sok ngeh soal istilah2 ekonomi dan mengeluarkannya yg sayangnya tidak relevan. JK menyuruh jurnalis itu mmbaca buku ekonomi baru kembali mewawancarainya.
       
      soal kebebasan pers, saya tdk tau gmana pemahaman JK. yg saya tahu, JK adalah satu2nya capres yang tdk pernah menggugat Koran (Mega pernah menggugat Rakyat Merdeka, SBY pernah menggugat Kompas). pdhl, bnyak bnar tulisan yg memojokkannya… .
       
      soal siapa yg lebih berperan di aceh, saya punya reportase “behind the scene” yg tak pernah disinggung JK dalam kampanye pilpres 2009. kapan-kapan saya postingkan..
       
      Terakhir, melihat gaya debat JK kemarin, saya tdk terlalu kaget. Itulah JK, yg bisa berpikir cepat dan bisa lngsung diterapkan. tdk muluk2.
       
      kawans, ini penilaian saya pribadi terhdap figur JK berdasarkan pngalaman langsung bersama dia di lapangan.
       
      sya jga punya pngalaman bbrapa kali meliput mega saat jdi presiden, tentu beda. tpi intinya, msing2 merka ada
      kelebihan, ada jga kekurangannya. . ga ada yg sempurna.
       
      saya hanya terkesan dgn cara JK menyelesaikan sejumlah masalah genting.
       

    • H. M. Nur Abdurahman
      Pada pokoknya pendekatan sederhana ttg untung - rugi menghasilakn perdamaian Poso, Ambon, Aceh. Karena anda (djoko pranyoto) menyatakan diri Muslim, sayang
      Message 2 of 7 , Jul 5, 2009
      • 0 Attachment
        
        Pada pokoknya pendekatan sederhana ttg untung - rugi menghasilakn perdamaian Poso, Ambon, Aceh.  Karena anda (djoko pranyoto) menyatakan diri Muslim, sayang sekali anda tidak pernah membaca Al-Quran. Mengapa saya katakan tidak pernah, karena pendekatan untung-rugi (perniagaan) termaktub dalam dalam Surah 2, ayat-permulaan, yaitu [S.Al-Baqarah, 2:16]:. Siapapun yang pernah membuka Al-Quran niscaya dapat membacanya, karena hanya terletak pada halaman dua, cuma satu kali membalik lembaran Al-Quran. Ini dia terjemahan ayat itu:
        Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, Maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
         
        Pendekatan untung-rugi (berniaga) bukanlah perbuatan yang tercela. Pendekatan yang dipakai JK adalah pendekatan menurut Al-Quran. Petunjuk itu untung, kesesatan itu rugi, faham ? Saya tanya apakah anda tidak mau untung dan mau rugi ?
         
        HMNA
         
        ----- Original Message -----
        Sent: Monday, July 06, 2009 12:11
        Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

        yah beda latar belakang prajurit sama juragan...kalao prajurit to the point kalao juragan selalu yang ditawarin untung ruginya...
        kaya orang yahudisaja selalu berbantahan dengan tuhanNya, membahas untung ruginya..kalau orang muslim apapun perintah tuhanNya dilaksanakan tanpa banyak tanya.wassallam


        From: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@...>
        To: mayapadaprana@yahoogroups.com
        Sent: Monday, July 6, 2009 10:46:02 AM
        Subject: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

        Fyi, silakan menyimak dan menikmati

         

        Salam

        HMNA

         

        ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *

        Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK 


        Saya, Dipo Sultan
        , seorang jurnalis selama belasan tahun.
        sdh bbrapa kali mewawancarai JK, jauh sblum ia menjadi menko, wapres, dan skrang jadi capres.
         
        bbrapa kali, sy mlihat sndiri bagaimana JK mengambil kputusan secara cepat, taktis, dlm suasana yang bisa dikatakan genting.
         
        gaya bicara JK yg terkesan apa yg dipikirkan dikeluarkan bgtu saja, itu sdh lama dan bukan hal mengejutkan bagi kami, kalangan jurnalis.
         
        Sewaktu perundingan perdamaian Posodi Malino, yang melahirkan Deklarasi Malino, JK yg saat itu menjabat menko kesra lbih bisa diterima di dua kelompok yang bertikai.
         
        SBY –waktu itu jadi menko polkam, dgn sendirinya menjadi tanggung jawabnya menyelesaikan konflik itu ditolak kedua belah pihak– juga terlibat. Karena ditolak, SBY susah memediasi kedua pihak bertikai.
         
        Banyak pengamat menganalisa, JK bisa diterima kedua kubu krn sama2 dri Sulawesi . tapi, pendekataan yang dipakai yg saya dengarkan langsung dari JK dan SBY waktu itu, memang bagai bumi dan langit.
         
        SBY dengan serius menekankan pentingnya menjaga keutuhan NKRI, saling toleransi, dll.. hal-hal yang sifatnya normative dan disampaikan dalam bahasa yg sangat santun, trstruktur, terkonsep dgn sangat bagus, dan dalam nuansa antara seorang pejabat(baca, atasan) kepada bawahannya..
         
        Sayangnya, metode pendekatan itu absurd di kedua kubu. Wajarlah, mereka baru saling bantai, sanak famili mereka banyak yg terbunuh, kelompok mreka banyak yg ditembaki. Mendengar omongan SBY, mereka malah emosional.
         
        JK lalu brbicara dgn mreka. Tugas yg mestinya diselesaikan oleh SBY, akhirnya digarap JK.
         
        Ia berbicara dgn pimpinan kedua kelompok..
        Saya msih ingat di tengah dinginnya angin malino di Sulsel, JK menggulung baju sambil memasukkan tangan di saku celananya, ia brbicara dgn mereka..
         
        Dari jauh, sesekali trlihat tawa JK dan pemimpin kedua kelompok itu. entah apa yg dibicarakan. yg jelas setelah itu, suasana jadi cair. kedua kubu sepakat menghentikan prtikaian. Lahirlah Deklarasi Malino.
         
        Bbrp jam setelah itu, melalui orang dekat JK, saya akhirnya tahu apa yg disampaikan JK. “ Coba kamu pikir, kalau kalian berperang terus, kapan menggarap kebun cokelatmu (kakao)? Skarang, harga cokelat melonjak tinggi di dunia. Berhentilah! ! ” (Tahun 2001, harga kakao melambung tinggi dan menyebabkan petani di Sulsel kaya mendadak)
         
        Orang dekat JK ini juga mengatakan, JK mmanggil khusus pemimpin kedua kelompok itu ke kamarnya dan memarahi mrk habis2an.
         
        Saat itu, saya baru tahu kalo JK jga bisa bertindak sangat tegasdan tidak takut.
         
        Cara menyelesaikan masalah genting dgn cara berbeda jga saya saksikan langsung sewaktu penyelesaian konflik ambon.
         
        Sama ktika menyelesaikan kasus poso, SBY kembali membujuk dgn cara santun, sopan, terstruktur, dan terkonsep. Ia kembali mengingatkan soal konsep keutuhan NKRI, bahaya RMS, dll
         
        Nasibnya malah lebih parah saat ditolak di Malino. saat pembicaraan di bandara Pattimura Ambon, seorang pentolan salah satu kubu yg bertikai, berperawakan mungil, berdiri, dan menunjuk langsungke arah SBY yg baru selesai bicara.
        “Kepada Bapak yng bertubuh besar itu, pulang sekrang juga ke Jakarta !!”
         
        Susah menggambarkan bagaimana reaksi SBY saat itu.. Yg pasti dari kejauhan, saya melihat SBY terdiam. Matanya tertuju tajam kepada anak muda itu.
         
        JK lalu brbicara. Ia bcara soal harga cengkeh, ia menyinggung ratusan hektare kebun cengkeh warga yg terbengkalai krn konflik.
         
        Anehnya, omongan JK yg sederhana dan jauh dari kesan “cerdas” dan tidak akademik itu, justru bisa diterima kedua kelmpok. singkatnya, JK brhasil mendamaikan kedua kubu.
         
        Lagi-lagi analis mengatakan, ya krn JK berasal dri Indonesia timur, jadi lbih mudah diterima.
         
        Saya melihatnya lain. JK bisa brdaptasi dgn cepat, mlihat akar masalah scara lbih jernih, sekaligus langsung memberikan solusi yg sbenarnya sangat sederhana, dan tdk mengawang-awang. Ia bisa menmpatkan dirinya selevel dgn lawan bicaranya.
         
        tapi, ada satu hal yg pernah sy liat yg mmebuat saya kaget. Ia menolak jurnalis yg hendak mewawancarainya. gara2nya, sang jurnalis sok ngeh soal istilah2 ekonomi dan mengeluarkannya yg sayangnya tidak relevan. JK menyuruh jurnalis itu mmbaca buku ekonomi baru kembali mewawancarainya.
         
        soal kebebasan pers, saya tdk tau gmana pemahaman JK. yg saya tahu, JK adalah satu2nya capres yang tdk pernah menggugat Koran (Mega pernah menggugat Rakyat Merdeka, SBY pernah menggugat Kompas). pdhl, bnyak bnar tulisan yg memojokkannya… .
         
        soal siapa yg lebih berperan di aceh, saya punya reportase “behind the scene” yg tak pernah disinggung JK dalam kampanye pilpres 2009. kapan-kapan saya postingkan..
         
        Terakhir, melihat gaya debat JK kemarin, saya tdk terlalu kaget. Itulah JK, yg bisa berpikir cepat dan bisa lngsung diterapkan. tdk muluk2.
         
        kawans, ini penilaian saya pribadi terhdap figur JK berdasarkan pngalaman langsung bersama dia di lapangan.
         
        sya jga punya pngalaman bbrapa kali meliput mega saat jdi presiden, tentu beda. tpi intinya, msing2 merka ada
        kelebihan, ada jga kekurangannya. . ga ada yg sempurna.
         
        saya hanya terkesan dgn cara JK menyelesaikan sejumlah masalah genting.
         
      • djoko pranyoto
        he..he...perniagaan islami jelas mengandung sifat bukan hanya untung rugi....lihat bagaimana nabi muhammad berniaga......tidak pernah beliau mengiming iming
        Message 3 of 7 , Jul 6, 2009
        • 0 Attachment
          he..he...perniagaan islami jelas mengandung sifat bukan hanya untung rugi....lihat bagaimana nabi muhammad berniaga......tidak pernah beliau mengiming iming orang untuk masuk islam dengan uangnya....dengan disodorin janji janji palsu...


          From: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@...>
          To: mayapadaprana@yahoogroups.com
          Sent: Monday, July 6, 2009 12:33:33 PM
          Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

          

          Pada pokoknya pendekatan sederhana ttg untung - rugi menghasilakn perdamaian Poso, Ambon, Aceh.  Karena anda (djoko pranyoto) menyatakan diri Muslim, sayang sekali anda tidak pernah membaca Al-Quran. Mengapa saya katakan tidak pernah, karena pendekatan untung-rugi (perniagaan) termaktub dalam dalam Surah 2, ayat-permulaan, yaitu [S.Al-Baqarah, 2:16]:. Siapapun yang pernah membuka Al-Quran niscaya dapat membacanya, karena hanya terletak pada halaman dua, cuma satu kali membalik lembaran Al-Quran. Ini dia terjemahan ayat itu:
          Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, Maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
           
          Pendekatan untung-rugi (berniaga) bukanlah perbuatan yang tercela. Pendekatan yang dipakai JK adalah pendekatan menurut Al-Quran. Petunjuk itu untung, kesesatan itu rugi, faham ? Saya tanya apakah anda tidak mau untung dan mau rugi ?
           
          HMNA
           
          ----- Original Message -----
          Sent: Monday, July 06, 2009 12:11
          Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

          yah beda latar belakang prajurit sama juragan...kalao prajurit to the point kalao juragan selalu yang ditawarin untung ruginya...
          kaya orang yahudisaja selalu berbantahan dengan tuhanNya, membahas untung ruginya..kalau orang muslim apapun perintah tuhanNya dilaksanakan tanpa banyak tanya.wassallam


          From: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@ yahoo.co. id>
          To: mayapadaprana@ yahoogroups. com
          Sent: Monday, July 6, 2009 10:46:02 AM
          Subject: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

          Fyi, silakan menyimak dan menikmati

           

          Salam

          HMNA

           

          ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *

          Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK 


          Saya, Dipo Sultan
          , seorang jurnalis selama belasan tahun.
          sdh bbrapa kali mewawancarai JK, jauh sblum ia menjadi menko, wapres, dan skrang jadi capres.
           
          bbrapa kali, sy mlihat sndiri bagaimana JK mengambil kputusan secara cepat, taktis, dlm suasana yang bisa dikatakan genting.
           
          gaya bicara JK yg terkesan apa yg dipikirkan dikeluarkan bgtu saja, itu sdh lama dan bukan hal mengejutkan bagi kami, kalangan jurnalis.
           
          Sewaktu perundingan perdamaian Posodi Malino, yang melahirkan Deklarasi Malino, JK yg saat itu menjabat menko kesra lbih bisa diterima di dua kelompok yang bertikai.
           
          SBY –waktu itu jadi menko polkam, dgn sendirinya menjadi tanggung jawabnya menyelesaikan konflik itu ditolak kedua belah pihak– juga terlibat. Karena ditolak, SBY susah memediasi kedua pihak bertikai.
           
          Banyak pengamat menganalisa, JK bisa diterima kedua kubu krn sama2 dri Sulawesi . tapi, pendekataan yang dipakai yg saya dengarkan langsung dari JK dan SBY waktu itu, memang bagai bumi dan langit.
           
          SBY dengan serius menekankan pentingnya menjaga keutuhan NKRI, saling toleransi, dll.. hal-hal yang sifatnya normative dan disampaikan dalam bahasa yg sangat santun, trstruktur, terkonsep dgn sangat bagus, dan dalam nuansa antara seorang pejabat(baca, atasan) kepada bawahannya..
           
          Sayangnya, metode pendekatan itu absurd di kedua kubu. Wajarlah, mereka baru saling bantai, sanak famili mereka banyak yg terbunuh, kelompok mreka banyak yg ditembaki. Mendengar omongan SBY, mereka malah emosional.
           
          JK lalu brbicara dgn mreka. Tugas yg mestinya diselesaikan oleh SBY, akhirnya digarap JK.
           
          Ia berbicara dgn pimpinan kedua kelompok..
          Saya msih ingat di tengah dinginnya angin malino di Sulsel, JK menggulung baju sambil memasukkan tangan di saku celananya, ia brbicara dgn mereka..
           
          Dari jauh, sesekali trlihat tawa JK dan pemimpin kedua kelompok itu. entah apa yg dibicarakan. yg jelas setelah itu, suasana jadi cair. kedua kubu sepakat menghentikan prtikaian. Lahirlah Deklarasi Malino.
           
          Bbrp jam setelah itu, melalui orang dekat JK, saya akhirnya tahu apa yg disampaikan JK. “ Coba kamu pikir, kalau kalian berperang terus, kapan menggarap kebun cokelatmu (kakao)? Skarang, harga cokelat melonjak tinggi di dunia. Berhentilah! ! ” (Tahun 2001, harga kakao melambung tinggi dan menyebabkan petani di Sulsel kaya mendadak)
           
          Orang dekat JK ini juga mengatakan, JK mmanggil khusus pemimpin kedua kelompok itu ke kamarnya dan memarahi mrk habis2an.
           
          Saat itu, saya baru tahu kalo JK jga bisa bertindak sangat tegasdan tidak takut.
           
          Cara menyelesaikan masalah genting dgn cara berbeda jga saya saksikan langsung sewaktu penyelesaian konflik ambon.
           
          Sama ktika menyelesaikan kasus poso, SBY kembali membujuk dgn cara santun, sopan, terstruktur, dan terkonsep. Ia kembali mengingatkan soal konsep keutuhan NKRI, bahaya RMS, dll
           
          Nasibnya malah lebih parah saat ditolak di Malino. saat pembicaraan di bandara Pattimura Ambon, seorang pentolan salah satu kubu yg bertikai, berperawakan mungil, berdiri, dan menunjuk langsungke arah SBY yg baru selesai bicara.
          “Kepada Bapak yng bertubuh besar itu, pulang sekrang juga ke Jakarta !!”
           
          Susah menggambarkan bagaimana reaksi SBY saat itu.. Yg pasti dari kejauhan, saya melihat SBY terdiam. Matanya tertuju tajam kepada anak muda itu.
           
          JK lalu brbicara. Ia bcara soal harga cengkeh, ia menyinggung ratusan hektare kebun cengkeh warga yg terbengkalai krn konflik.
           
          Anehnya, omongan JK yg sederhana dan jauh dari kesan “cerdas” dan tidak akademik itu, justru bisa diterima kedua kelmpok. singkatnya, JK brhasil mendamaikan kedua kubu.
           
          Lagi-lagi analis mengatakan, ya krn JK berasal dri Indonesia timur, jadi lbih mudah diterima.
           
          Saya melihatnya lain. JK bisa brdaptasi dgn cepat, mlihat akar masalah scara lbih jernih, sekaligus langsung memberikan solusi yg sbenarnya sangat sederhana, dan tdk mengawang-awang. Ia bisa menmpatkan dirinya selevel dgn lawan bicaranya.
           
          tapi, ada satu hal yg pernah sy liat yg mmebuat saya kaget. Ia menolak jurnalis yg hendak mewawancarainya. gara2nya, sang jurnalis sok ngeh soal istilah2 ekonomi dan mengeluarkannya yg sayangnya tidak relevan. JK menyuruh jurnalis itu mmbaca buku ekonomi baru kembali mewawancarainya.
           
          soal kebebasan pers, saya tdk tau gmana pemahaman JK. yg saya tahu, JK adalah satu2nya capres yang tdk pernah menggugat Koran (Mega pernah menggugat Rakyat Merdeka, SBY pernah menggugat Kompas). pdhl, bnyak bnar tulisan yg memojokkannya… .
           
          soal siapa yg lebih berperan di aceh, saya punya reportase “behind the scene” yg tak pernah disinggung JK dalam kampanye pilpres 2009. kapan-kapan saya postingkan..
           
          Terakhir, melihat gaya debat JK kemarin, saya tdk terlalu kaget. Itulah JK, yg bisa berpikir cepat dan bisa lngsung diterapkan. tdk muluk2.
           
          kawans, ini penilaian saya pribadi terhdap figur JK berdasarkan pngalaman langsung bersama dia di lapangan.
           
          sya jga punya pngalaman bbrapa kali meliput mega saat jdi presiden, tentu beda. tpi intinya, msing2 merka ada
          kelebihan, ada jga kekurangannya. . ga ada yg sempurna.
           
          saya hanya terkesan dgn cara JK menyelesaikan sejumlah masalah genting.
           


        • H. M. Nur Abdurahman
          OOT HMNA ... From: djoko pranyoto To: mayapadaprana@yahoogroups.com Sent: Monday, July 06, 2009 16:26 Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya
          Message 4 of 7 , Jul 6, 2009
          • 0 Attachment
            
            OOT
            HMNA
            ----- Original Message -----
            Sent: Monday, July 06, 2009 16:26
            Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

            he..he...perniagaan islami jelas mengandung sifat bukan hanya untung rugi....lihat bagaimana nabi muhammad berniaga......tidak pernah beliau mengiming iming orang untuk masuk islam dengan uangnya....dengan disodorin janji janji palsu...


            From: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@...>
            To: mayapadaprana@yahoogroups.com
            Sent: Monday, July 6, 2009 12:33:33 PM
            Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

            

            Pada pokoknya pendekatan sederhana ttg untung - rugi menghasilakn perdamaian Poso, Ambon, Aceh.  Karena anda (djoko pranyoto) menyatakan diri Muslim, sayang sekali anda tidak pernah membaca Al-Quran. Mengapa saya katakan tidak pernah, karena pendekatan untung-rugi (perniagaan) termaktub dalam dalam Surah 2, ayat-permulaan, yaitu [S.Al-Baqarah, 2:16]:. Siapapun yang pernah membuka Al-Quran niscaya dapat membacanya, karena hanya terletak pada halaman dua, cuma satu kali membalik lembaran Al-Quran. Ini dia terjemahan ayat itu:
            Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, Maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
             
            Pendekatan untung-rugi (berniaga) bukanlah perbuatan yang tercela. Pendekatan yang dipakai JK adalah pendekatan menurut Al-Quran. Petunjuk itu untung, kesesatan itu rugi, faham ? Saya tanya apakah anda tidak mau untung dan mau rugi ?
             
            HMNA
             
            ----- Original Message -----
            Sent: Monday, July 06, 2009 12:11
            Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

            yah beda latar belakang prajurit sama juragan...kalao prajurit to the point kalao juragan selalu yang ditawarin untung ruginya...
            kaya orang yahudisaja selalu berbantahan dengan tuhanNya, membahas untung ruginya..kalau orang muslim apapun perintah tuhanNya dilaksanakan tanpa banyak tanya.wassallam


            From: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@ yahoo.co. id>
            To: mayapadaprana@ yahoogroups. com
            Sent: Monday, July 6, 2009 10:46:02 AM
            Subject: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

            Fyi, silakan menyimak dan menikmati

             

            Salam

            HMNA

             

            ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *

            Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK 


            Saya, Dipo Sultan
            , seorang jurnalis selama belasan tahun.
            sdh bbrapa kali mewawancarai JK, jauh sblum ia menjadi menko, wapres, dan skrang jadi capres.
             
            bbrapa kali, sy mlihat sndiri bagaimana JK mengambil kputusan secara cepat, taktis, dlm suasana yang bisa dikatakan genting.
             
            gaya bicara JK yg terkesan apa yg dipikirkan dikeluarkan bgtu saja, itu sdh lama dan bukan hal mengejutkan bagi kami, kalangan jurnalis.
             
            Sewaktu perundingan perdamaian Posodi Malino, yang melahirkan Deklarasi Malino, JK yg saat itu menjabat menko kesra lbih bisa diterima di dua kelompok yang bertikai.
             
            SBY –waktu itu jadi menko polkam, dgn sendirinya menjadi tanggung jawabnya menyelesaikan konflik itu ditolak kedua belah pihak– juga terlibat. Karena ditolak, SBY susah memediasi kedua pihak bertikai.
             
            Banyak pengamat menganalisa, JK bisa diterima kedua kubu krn sama2 dri Sulawesi . tapi, pendekataan yang dipakai yg saya dengarkan langsung dari JK dan SBY waktu itu, memang bagai bumi dan langit.
             
            SBY dengan serius menekankan pentingnya menjaga keutuhan NKRI, saling toleransi, dll.. hal-hal yang sifatnya normative dan disampaikan dalam bahasa yg sangat santun, trstruktur, terkonsep dgn sangat bagus, dan dalam nuansa antara seorang pejabat(baca, atasan) kepada bawahannya..
             
            Sayangnya, metode pendekatan itu absurd di kedua kubu. Wajarlah, mereka baru saling bantai, sanak famili mereka banyak yg terbunuh, kelompok mreka banyak yg ditembaki. Mendengar omongan SBY, mereka malah emosional.
             
            JK lalu brbicara dgn mreka. Tugas yg mestinya diselesaikan oleh SBY, akhirnya digarap JK.
             
            Ia berbicara dgn pimpinan kedua kelompok..
            Saya msih ingat di tengah dinginnya angin malino di Sulsel, JK menggulung baju sambil memasukkan tangan di saku celananya, ia brbicara dgn mereka..
             
            Dari jauh, sesekali trlihat tawa JK dan pemimpin kedua kelompok itu. entah apa yg dibicarakan. yg jelas setelah itu, suasana jadi cair. kedua kubu sepakat menghentikan prtikaian. Lahirlah Deklarasi Malino.
             
            Bbrp jam setelah itu, melalui orang dekat JK, saya akhirnya tahu apa yg disampaikan JK. “ Coba kamu pikir, kalau kalian berperang terus, kapan menggarap kebun cokelatmu (kakao)? Skarang, harga cokelat melonjak tinggi di dunia. Berhentilah! ! ” (Tahun 2001, harga kakao melambung tinggi dan menyebabkan petani di Sulsel kaya mendadak)
             
            Orang dekat JK ini juga mengatakan, JK mmanggil khusus pemimpin kedua kelompok itu ke kamarnya dan memarahi mrk habis2an.
             
            Saat itu, saya baru tahu kalo JK jga bisa bertindak sangat tegasdan tidak takut.
             
            Cara menyelesaikan masalah genting dgn cara berbeda jga saya saksikan langsung sewaktu penyelesaian konflik ambon.
             
            Sama ktika menyelesaikan kasus poso, SBY kembali membujuk dgn cara santun, sopan, terstruktur, dan terkonsep. Ia kembali mengingatkan soal konsep keutuhan NKRI, bahaya RMS, dll
             
            Nasibnya malah lebih parah saat ditolak di Malino. saat pembicaraan di bandara Pattimura Ambon, seorang pentolan salah satu kubu yg bertikai, berperawakan mungil, berdiri, dan menunjuk langsungke arah SBY yg baru selesai bicara.
            “Kepada Bapak yng bertubuh besar itu, pulang sekrang juga ke Jakarta !!”
             
            Susah menggambarkan bagaimana reaksi SBY saat itu.. Yg pasti dari kejauhan, saya melihat SBY terdiam. Matanya tertuju tajam kepada anak muda itu.
             
            JK lalu brbicara. Ia bcara soal harga cengkeh, ia menyinggung ratusan hektare kebun cengkeh warga yg terbengkalai krn konflik.
             
            Anehnya, omongan JK yg sederhana dan jauh dari kesan “cerdas” dan tidak akademik itu, justru bisa diterima kedua kelmpok. singkatnya, JK brhasil mendamaikan kedua kubu.
             
            Lagi-lagi analis mengatakan, ya krn JK berasal dri Indonesia timur, jadi lbih mudah diterima.
             
            Saya melihatnya lain. JK bisa brdaptasi dgn cepat, mlihat akar masalah scara lbih jernih, sekaligus langsung memberikan solusi yg sbenarnya sangat sederhana, dan tdk mengawang-awang. Ia bisa menmpatkan dirinya selevel dgn lawan bicaranya.
             
            tapi, ada satu hal yg pernah sy liat yg mmebuat saya kaget. Ia menolak jurnalis yg hendak mewawancarainya. gara2nya, sang jurnalis sok ngeh soal istilah2 ekonomi dan mengeluarkannya yg sayangnya tidak relevan. JK menyuruh jurnalis itu mmbaca buku ekonomi baru kembali mewawancarainya.
             
            soal kebebasan pers, saya tdk tau gmana pemahaman JK. yg saya tahu, JK adalah satu2nya capres yang tdk pernah menggugat Koran (Mega pernah menggugat Rakyat Merdeka, SBY pernah menggugat Kompas). pdhl, bnyak bnar tulisan yg memojokkannya… .
             
            soal siapa yg lebih berperan di aceh, saya punya reportase “behind the scene” yg tak pernah disinggung JK dalam kampanye pilpres 2009. kapan-kapan saya postingkan..
             
            Terakhir, melihat gaya debat JK kemarin, saya tdk terlalu kaget. Itulah JK, yg bisa berpikir cepat dan bisa lngsung diterapkan. tdk muluk2.
             
            kawans, ini penilaian saya pribadi terhdap figur JK berdasarkan pngalaman langsung bersama dia di lapangan.
             
            sya jga punya pngalaman bbrapa kali meliput mega saat jdi presiden, tentu beda. tpi intinya, msing2 merka ada
            kelebihan, ada jga kekurangannya. . ga ada yg sempurna.
             
            saya hanya terkesan dgn cara JK menyelesaikan sejumlah masalah genting.
             

          • djoko pranyoto
            APAPUN  BUALANMU SBY PRESIDENKU......... ________________________________ From: H. M. Nur Abdurahman To:
            Message 5 of 7 , Jul 6, 2009
            • 0 Attachment
              APAPUN  BUALANMU SBY PRESIDENKU.........


              From: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@...>
              To: mayapadaprana@yahoogroups.com
              Sent: Monday, July 6, 2009 10:12:32 PM
              Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

              

              OOT
              HMNA
              ----- Original Message -----
              Sent: Monday, July 06, 2009 16:26
              Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

              he..he...perniagaan islami jelas mengandung sifat bukan hanya untung rugi....lihat bagaimana nabi muhammad berniaga.... ..tidak pernah beliau mengiming iming orang untuk masuk islam dengan uangnya....dengan disodorin janji janji palsu...


              From: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@ yahoo.co. id>
              To: mayapadaprana@ yahoogroups. com
              Sent: Monday, July 6, 2009 12:33:33 PM
              Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

              

              Pada pokoknya pendekatan sederhana ttg untung - rugi menghasilakn perdamaian Poso, Ambon, Aceh.  Karena anda (djoko pranyoto) menyatakan diri Muslim, sayang sekali anda tidak pernah membaca Al-Quran. Mengapa saya katakan tidak pernah, karena pendekatan untung-rugi (perniagaan) termaktub dalam dalam Surah 2, ayat-permulaan, yaitu [S.Al-Baqarah, 2:16]:. Siapapun yang pernah membuka Al-Quran niscaya dapat membacanya, karena hanya terletak pada halaman dua, cuma satu kali membalik lembaran Al-Quran. Ini dia terjemahan ayat itu:
              Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, Maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
               
              Pendekatan untung-rugi (berniaga) bukanlah perbuatan yang tercela. Pendekatan yang dipakai JK adalah pendekatan menurut Al-Quran. Petunjuk itu untung, kesesatan itu rugi, faham ? Saya tanya apakah anda tidak mau untung dan mau rugi ?
               
              HMNA
               
              ----- Original Message -----
              Sent: Monday, July 06, 2009 12:11
              Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

              yah beda latar belakang prajurit sama juragan...kalao prajurit to the point kalao juragan selalu yang ditawarin untung ruginya...
              kaya orang yahudisaja selalu berbantahan dengan tuhanNya, membahas untung ruginya..kalau orang muslim apapun perintah tuhanNya dilaksanakan tanpa banyak tanya.wassallam


              From: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@ yahoo.co. id>
              To: mayapadaprana@ yahoogroups. com
              Sent: Monday, July 6, 2009 10:46:02 AM
              Subject: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

              Fyi, silakan menyimak dan menikmati

               

              Salam

              HMNA

               

              ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *

              Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK 


              Saya, Dipo Sultan
              , seorang jurnalis selama belasan tahun.
              sdh bbrapa kali mewawancarai JK, jauh sblum ia menjadi menko, wapres, dan skrang jadi capres.
               
              bbrapa kali, sy mlihat sndiri bagaimana JK mengambil kputusan secara cepat, taktis, dlm suasana yang bisa dikatakan genting.
               
              gaya bicara JK yg terkesan apa yg dipikirkan dikeluarkan bgtu saja, itu sdh lama dan bukan hal mengejutkan bagi kami, kalangan jurnalis.
               
              Sewaktu perundingan perdamaian Posodi Malino, yang melahirkan Deklarasi Malino, JK yg saat itu menjabat menko kesra lbih bisa diterima di dua kelompok yang bertikai.
               
              SBY –waktu itu jadi menko polkam, dgn sendirinya menjadi tanggung jawabnya menyelesaikan konflik itu ditolak kedua belah pihak– juga terlibat. Karena ditolak, SBY susah memediasi kedua pihak bertikai.
               
              Banyak pengamat menganalisa, JK bisa diterima kedua kubu krn sama2 dri Sulawesi . tapi, pendekataan yang dipakai yg saya dengarkan langsung dari JK dan SBY waktu itu, memang bagai bumi dan langit.
               
              SBY dengan serius menekankan pentingnya menjaga keutuhan NKRI, saling toleransi, dll.. hal-hal yang sifatnya normative dan disampaikan dalam bahasa yg sangat santun, trstruktur, terkonsep dgn sangat bagus, dan dalam nuansa antara seorang pejabat(baca, atasan) kepada bawahannya..
               
              Sayangnya, metode pendekatan itu absurd di kedua kubu. Wajarlah, mereka baru saling bantai, sanak famili mereka banyak yg terbunuh, kelompok mreka banyak yg ditembaki. Mendengar omongan SBY, mereka malah emosional.
               
              JK lalu brbicara dgn mreka. Tugas yg mestinya diselesaikan oleh SBY, akhirnya digarap JK.
               
              Ia berbicara dgn pimpinan kedua kelompok..
              Saya msih ingat di tengah dinginnya angin malino di Sulsel, JK menggulung baju sambil memasukkan tangan di saku celananya, ia brbicara dgn mereka..
               
              Dari jauh, sesekali trlihat tawa JK dan pemimpin kedua kelompok itu. entah apa yg dibicarakan. yg jelas setelah itu, suasana jadi cair. kedua kubu sepakat menghentikan prtikaian. Lahirlah Deklarasi Malino.
               
              Bbrp jam setelah itu, melalui orang dekat JK, saya akhirnya tahu apa yg disampaikan JK. “ Coba kamu pikir, kalau kalian berperang terus, kapan menggarap kebun cokelatmu (kakao)? Skarang, harga cokelat melonjak tinggi di dunia. Berhentilah! ! ” (Tahun 2001, harga kakao melambung tinggi dan menyebabkan petani di Sulsel kaya mendadak)
               
              Orang dekat JK ini juga mengatakan, JK mmanggil khusus pemimpin kedua kelompok itu ke kamarnya dan memarahi mrk habis2an.
               
              Saat itu, saya baru tahu kalo JK jga bisa bertindak sangat tegasdan tidak takut.
               
              Cara menyelesaikan masalah genting dgn cara berbeda jga saya saksikan langsung sewaktu penyelesaian konflik ambon.
               
              Sama ktika menyelesaikan kasus poso, SBY kembali membujuk dgn cara santun, sopan, terstruktur, dan terkonsep. Ia kembali mengingatkan soal konsep keutuhan NKRI, bahaya RMS, dll
               
              Nasibnya malah lebih parah saat ditolak di Malino. saat pembicaraan di bandara Pattimura Ambon, seorang pentolan salah satu kubu yg bertikai, berperawakan mungil, berdiri, dan menunjuk langsungke arah SBY yg baru selesai bicara.
              “Kepada Bapak yng bertubuh besar itu, pulang sekrang juga ke Jakarta !!”
               
              Susah menggambarkan bagaimana reaksi SBY saat itu.. Yg pasti dari kejauhan, saya melihat SBY terdiam. Matanya tertuju tajam kepada anak muda itu.
               
              JK lalu brbicara. Ia bcara soal harga cengkeh, ia menyinggung ratusan hektare kebun cengkeh warga yg terbengkalai krn konflik.
               
              Anehnya, omongan JK yg sederhana dan jauh dari kesan “cerdas” dan tidak akademik itu, justru bisa diterima kedua kelmpok. singkatnya, JK brhasil mendamaikan kedua kubu.
               
              Lagi-lagi analis mengatakan, ya krn JK berasal dri Indonesia timur, jadi lbih mudah diterima.
               
              Saya melihatnya lain. JK bisa brdaptasi dgn cepat, mlihat akar masalah scara lbih jernih, sekaligus langsung memberikan solusi yg sbenarnya sangat sederhana, dan tdk mengawang-awang. Ia bisa menmpatkan dirinya selevel dgn lawan bicaranya.
               
              tapi, ada satu hal yg pernah sy liat yg mmebuat saya kaget. Ia menolak jurnalis yg hendak mewawancarainya. gara2nya, sang jurnalis sok ngeh soal istilah2 ekonomi dan mengeluarkannya yg sayangnya tidak relevan. JK menyuruh jurnalis itu mmbaca buku ekonomi baru kembali mewawancarainya.
               
              soal kebebasan pers, saya tdk tau gmana pemahaman JK. yg saya tahu, JK adalah satu2nya capres yang tdk pernah menggugat Koran (Mega pernah menggugat Rakyat Merdeka, SBY pernah menggugat Kompas). pdhl, bnyak bnar tulisan yg memojokkannya… .
               
              soal siapa yg lebih berperan di aceh, saya punya reportase “behind the scene” yg tak pernah disinggung JK dalam kampanye pilpres 2009. kapan-kapan saya postingkan..
               
              Terakhir, melihat gaya debat JK kemarin, saya tdk terlalu kaget. Itulah JK, yg bisa berpikir cepat dan bisa lngsung diterapkan. tdk muluk2.
               
              kawans, ini penilaian saya pribadi terhdap figur JK berdasarkan pngalaman langsung bersama dia di lapangan.
               
              sya jga punya pngalaman bbrapa kali meliput mega saat jdi presiden, tentu beda. tpi intinya, msing2 merka ada
              kelebihan, ada jga kekurangannya. . ga ada yg sempurna.
               
              saya hanya terkesan dgn cara JK menyelesaikan sejumlah masalah genting.
               



            • H. M. Nur Abdurahman
              ... From: djoko pranyoto To: mayapadaprana@yahoogroups.com Sent: Monday, July 06, 2009 23:53 Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs
              Message 6 of 7 , Jul 6, 2009
              • 0 Attachment
                
                 
                ----- Original Message -----
                Sent: Monday, July 06, 2009 23:53
                Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

                APAPUN  BUALANMU SBY PRESIDENKU
                ###################################
                HMNA:
                APAPUN  OCEHAN-PERBUALANMU Sesudah Bambang Yusuf. Faham ?!?
                ###################################
                .........


                From: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@...>
                To: mayapadaprana@yahoogroups.com
                Sent: Monday, July 6, 2009 10:12:32 PM
                Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

                

                OOT
                HMNA
                ----- Original Message -----
                Sent: Monday, July 06, 2009 16:26
                Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

                he..he...perniagaan islami jelas mengandung sifat bukan hanya untung rugi....lihat bagaimana nabi muhammad berniaga.... ..tidak pernah beliau mengiming iming orang untuk masuk islam dengan uangnya....dengan disodorin janji janji palsu...


                From: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@ yahoo.co. id>
                To: mayapadaprana@ yahoogroups. com
                Sent: Monday, July 6, 2009 12:33:33 PM
                Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

                

                Pada pokoknya pendekatan sederhana ttg untung - rugi menghasilakn perdamaian Poso, Ambon, Aceh.  Karena anda (djoko pranyoto) menyatakan diri Muslim, sayang sekali anda tidak pernah membaca Al-Quran. Mengapa saya katakan tidak pernah, karena pendekatan untung-rugi (perniagaan) termaktub dalam dalam Surah 2, ayat-permulaan, yaitu [S.Al-Baqarah, 2:16]:. Siapapun yang pernah membuka Al-Quran niscaya dapat membacanya, karena hanya terletak pada halaman dua, cuma satu kali membalik lembaran Al-Quran. Ini dia terjemahan ayat itu:
                Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, Maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
                 
                Pendekatan untung-rugi (berniaga) bukanlah perbuatan yang tercela. Pendekatan yang dipakai JK adalah pendekatan menurut Al-Quran. Petunjuk itu untung, kesesatan itu rugi, faham ? Saya tanya apakah anda tidak mau untung dan mau rugi ?
                 
                HMNA
                 
                ----- Original Message -----
                Sent: Monday, July 06, 2009 12:11
                Subject: Re: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

                yah beda latar belakang prajurit sama juragan...kalao prajurit to the point kalao juragan selalu yang ditawarin untung ruginya...
                kaya orang yahudisaja selalu berbantahan dengan tuhanNya, membahas untung ruginya..kalau orang muslim apapun perintah tuhanNya dilaksanakan tanpa banyak tanya.wassallam


                From: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@ yahoo.co. id>
                To: mayapadaprana@ yahoogroups. com
                Sent: Monday, July 6, 2009 10:46:02 AM
                Subject: [Mayapada Prana] Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK

                Fyi, silakan menyimak dan menikmati

                 

                Salam

                HMNA

                 

                ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *

                Jurnalis bicara ttg : Gaya SBY vs Gaya JK 


                Saya, Dipo Sultan
                , seorang jurnalis selama belasan tahun.
                sdh bbrapa kali mewawancarai JK, jauh sblum ia menjadi menko, wapres, dan skrang jadi capres.
                 
                bbrapa kali, sy mlihat sndiri bagaimana JK mengambil kputusan secara cepat, taktis, dlm suasana yang bisa dikatakan genting.
                 
                gaya bicara JK yg terkesan apa yg dipikirkan dikeluarkan bgtu saja, itu sdh lama dan bukan hal mengejutkan bagi kami, kalangan jurnalis.
                 
                Sewaktu perundingan perdamaian Posodi Malino, yang melahirkan Deklarasi Malino, JK yg saat itu menjabat menko kesra lbih bisa diterima di dua kelompok yang bertikai.
                 
                SBY –waktu itu jadi menko polkam, dgn sendirinya menjadi tanggung jawabnya menyelesaikan konflik itu ditolak kedua belah pihak– juga terlibat. Karena ditolak, SBY susah memediasi kedua pihak bertikai.
                 
                Banyak pengamat menganalisa, JK bisa diterima kedua kubu krn sama2 dri Sulawesi . tapi, pendekataan yang dipakai yg saya dengarkan langsung dari JK dan SBY waktu itu, memang bagai bumi dan langit.
                 
                SBY dengan serius menekankan pentingnya menjaga keutuhan NKRI, saling toleransi, dll.. hal-hal yang sifatnya normative dan disampaikan dalam bahasa yg sangat santun, trstruktur, terkonsep dgn sangat bagus, dan dalam nuansa antara seorang pejabat(baca, atasan) kepada bawahannya..
                 
                Sayangnya, metode pendekatan itu absurd di kedua kubu. Wajarlah, mereka baru saling bantai, sanak famili mereka banyak yg terbunuh, kelompok mreka banyak yg ditembaki. Mendengar omongan SBY, mereka malah emosional.
                 
                JK lalu brbicara dgn mreka. Tugas yg mestinya diselesaikan oleh SBY, akhirnya digarap JK.
                 
                Ia berbicara dgn pimpinan kedua kelompok..
                Saya msih ingat di tengah dinginnya angin malino di Sulsel, JK menggulung baju sambil memasukkan tangan di saku celananya, ia brbicara dgn mereka..
                 
                Dari jauh, sesekali trlihat tawa JK dan pemimpin kedua kelompok itu. entah apa yg dibicarakan. yg jelas setelah itu, suasana jadi cair. kedua kubu sepakat menghentikan prtikaian. Lahirlah Deklarasi Malino.
                 
                Bbrp jam setelah itu, melalui orang dekat JK, saya akhirnya tahu apa yg disampaikan JK. “ Coba kamu pikir, kalau kalian berperang terus, kapan menggarap kebun cokelatmu (kakao)? Skarang, harga cokelat melonjak tinggi di dunia. Berhentilah! ! ” (Tahun 2001, harga kakao melambung tinggi dan menyebabkan petani di Sulsel kaya mendadak)
                 
                Orang dekat JK ini juga mengatakan, JK mmanggil khusus pemimpin kedua kelompok itu ke kamarnya dan memarahi mrk habis2an.
                 
                Saat itu, saya baru tahu kalo JK jga bisa bertindak sangat tegasdan tidak takut.
                 
                Cara menyelesaikan masalah genting dgn cara berbeda jga saya saksikan langsung sewaktu penyelesaian konflik ambon.
                 
                Sama ktika menyelesaikan kasus poso, SBY kembali membujuk dgn cara santun, sopan, terstruktur, dan terkonsep. Ia kembali mengingatkan soal konsep keutuhan NKRI, bahaya RMS, dll
                 
                Nasibnya malah lebih parah saat ditolak di Malino. saat pembicaraan di bandara Pattimura Ambon, seorang pentolan salah satu kubu yg bertikai, berperawakan mungil, berdiri, dan menunjuk langsungke arah SBY yg baru selesai bicara.
                “Kepada Bapak yng bertubuh besar itu, pulang sekrang juga ke Jakarta !!”
                 
                Susah menggambarkan bagaimana reaksi SBY saat itu.. Yg pasti dari kejauhan, saya melihat SBY terdiam. Matanya tertuju tajam kepada anak muda itu.
                 
                JK lalu brbicara. Ia bcara soal harga cengkeh, ia menyinggung ratusan hektare kebun cengkeh warga yg terbengkalai krn konflik.
                 
                Anehnya, omongan JK yg sederhana dan jauh dari kesan “cerdas” dan tidak akademik itu, justru bisa diterima kedua kelmpok. singkatnya, JK brhasil mendamaikan kedua kubu.
                 
                Lagi-lagi analis mengatakan, ya krn JK berasal dri Indonesia timur, jadi lbih mudah diterima.
                 
                Saya melihatnya lain. JK bisa brdaptasi dgn cepat, mlihat akar masalah scara lbih jernih, sekaligus langsung memberikan solusi yg sbenarnya sangat sederhana, dan tdk mengawang-awang. Ia bisa menmpatkan dirinya selevel dgn lawan bicaranya.
                 
                tapi, ada satu hal yg pernah sy liat yg mmebuat saya kaget. Ia menolak jurnalis yg hendak mewawancarainya. gara2nya, sang jurnalis sok ngeh soal istilah2 ekonomi dan mengeluarkannya yg sayangnya tidak relevan. JK menyuruh jurnalis itu mmbaca buku ekonomi baru kembali mewawancarainya.
                 
                soal kebebasan pers, saya tdk tau gmana pemahaman JK. yg saya tahu, JK adalah satu2nya capres yang tdk pernah menggugat Koran (Mega pernah menggugat Rakyat Merdeka, SBY pernah menggugat Kompas). pdhl, bnyak bnar tulisan yg memojokkannya… .
                 
                soal siapa yg lebih berperan di aceh, saya punya reportase “behind the scene” yg tak pernah disinggung JK dalam kampanye pilpres 2009. kapan-kapan saya postingkan..
                 
                Terakhir, melihat gaya debat JK kemarin, saya tdk terlalu kaget. Itulah JK, yg bisa berpikir cepat dan bisa lngsung diterapkan. tdk muluk2.
                 
                kawans, ini penilaian saya pribadi terhdap figur JK berdasarkan pngalaman langsung bersama dia di lapangan.
                 
                sya jga punya pngalaman bbrapa kali meliput mega saat jdi presiden, tentu beda. tpi intinya, msing2 merka ada
                kelebihan, ada jga kekurangannya. . ga ada yg sempurna.
                 
                saya hanya terkesan dgn cara JK menyelesaikan sejumlah masalah genting.
                 



                 
              Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.