Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen

Expand Messages
  • Sony H Waluyo
    Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen Menalar ajaran Yesus mestinya sampai masuk ke realita, utk membumi dan kejawen bisa mjd alternatif yg menarik utk melihat
    Message 1 of 1 , Jun 30, 2009

      Menalar Ajaran Yesus dr sudut Kejawen


      Menalar ajaran Yesus mestinya sampai masuk ke realita, utk membumi dan kejawen bisa mjd alternatif yg menarik utk melihat bagaimana dasar2 ajaran yg sama telah mendarah daging dlm keseharian hidup orang jawa/nusantara...

      Kutipan2 bisa dicarikan contoh konkritnya….tentu yg paling mudah yg bisa ditemui dlm pengalaman hidup2 sehari2……shg gak bicara ttg hal di awang2 dan mestinya praktis dan aplikatif dan sangat nalar….

      Jika kata “surga” yg sering muncul di Injil berarti persatuan atau melebur kembali….nalarnya, klo masih kotor gak mungkin bisa ngumpul bersatu ….jika Allah itu maha pengampun, maka spy bisa melebur bersatu roh manusia hrs memiliki kwalitas yg sama…..shg di Injil dikatakan “hendaknya kamu sempurna spt Bapa sempurna adanya…..”

      Apakah Yesus mengajarkan penebusan dosa utk menggenapi ketidaksempurnaan itu?

      Bahwa setiap kali Ia menyembuhkan org sakit Ia berkata, dosamu diampuni, bukan berarti bhw kesempurnaan itu akan digenapi oleh Yesus dg cara semacam itu….Nalarnya, kasihan Yesus dong lempe2 tenan…. Nalarnya mudah, teman2 THS/pencak silat setelah mbantu teman2 yg sakit dg tenaga dalam juga lempe2 perlu recovery….Romo Lukman diperkirakan meninggal krn kecapekan…..Lah klo Yesus mesti nebus dosa semua manusia, walah…..mblenger……dan klenger beneran....

      Bagaimana mekanisme kesempurnaan itu bisa didptkan?

      Saya paling demen ambil kutipan dialog nikodemus dg Yesus di Injil Yohanes. Nikodemus ini ahli taurat maka kwalitas dialog ini sangat penting...

      Yesus mengatakan, ”kamu hrs dilahirkan kembali agar bisa masuk ke kerajaan Allah”.......lalu Yesus menambahkan ”manusia terdiri dr 2 unsur yakni daging dan roh”.....dg demikian bisa dipahami bahwa roh mengalami kelahiran kembali dg raga2 yg berbeda2 dlm ruang dan waktu berbeda utk menyempurnakan diri....shg layak utk melebur dan menyatu kembali dg Bapa yg Maha Sempurna....

      Bhw kesadaran manusia ada pd rohnya dg mudah dipahami dg cara sederhana.....melalui pengalaman tidihen..... Saat tindihen seseorg dg mudah bisa melihat bahwa dirinya melayang diatas raganya yg terbaring di tempat tidur....itu artinya dirinya bukanlah raga yg sedang terbaring di tempat tidur itu....Dan roh itu kekal sedangkan raga yg dipake sebagai baju utk hadir di dunia ini hanyalah sementara...melalui poses kelahiran...tumuh dewasa...dan akan tiba waktunya expired alias mati.....tapi yg mati kan hanya raganya bukan rohnya......shg kata2 Yesus ”biarlah orang mati menguburkan orang mati” mjd sangat jelas.....krn ”siapa yg menlaksanakan firman Bapa akan memiliki kesadaran roh bukan kesadaran fisik/raga”....

      Shg keselamatan yg diajarkan oleh Yesus adalah melalui penyadaran diri...dan perumpamaan2 yg diajarkannya, yg sifatnya latihan psikologi itu adalah olah kejiwaan utk membantu penyadaran diri spy masuk ke kesadaran roh....
      Dan krn itu dg peringatan-peringatan 3, 7, 40, 100, 1000 hari orang jawa/nusantara dg ajaran spiritualnya tahu persis bagaimana roh2 sering masih mengalami semacam ”jetlag” ketika terlepas dari raganya yg mati....butuh panduan dan bantuan doa yg sifatnya adalah membantu mengingatkan spy mrk segera meninggalkan dunia fisik yg sudah bukan lagi tempatnya utk masuk ke dunia/frekwensi lain ke apa yg disebut alam jeda atau latu pangresikan (api penyucian) dan masuk ke training lanjutan utk persiapan proses selanjutnya ke kelahiran baru (rebirth) atau yg lebih akrab disebut reinkarnasi yg akan dipersiapkan raga baru serta skenario pengalaman2 fisik baru sesuai dg kebutuhan perkembangan kesadarannya shg rohnya memiliki kesempatan utk menyempurnakan diri...dan tentu pemahaman ini sangat sejalan dg pesan yesus di atas....”hendaknya lkamu sempurna spt Bapa sempurna adanya” dan pesan ”kamu hrs dilahirkan kembali agar bisa masuk ke kerajaan Allah”.

      Bahwa ajaran2 Yesus menekankan budi pekerti bisa dilihat dr contoh riil yg aku lihat pagi ini.

      Saat turun angkutan tadi tak lihat tukang ojek mengejar bis utk rebutan calon penumpang dg resiko dirinya tertabrak bis itu sebab caranya konyol....mereka memepet bis yg mencari posisi parkir spy masih ada ruang disebelahnya agar mobil dr belakang yg akan terus masih bisa jalan, tapi krn dipepet tkg2 ojek bis terpaksa gak bisa minggir, minggir dikit tkg2 ojek itu bakal kesrempet atau tertabrak & terlindas...konyolnya usaha yg nekad sering sia2 gak dapat penumpang juga dan kadang mrk mudur begitu saja gak lihat lagi dg resiko ketabrak mobil atau motor lain....tambah konyol utk balik ke posisi tunggu mrk gak takut melawan arus dan jalan kencang....dan bukan sekali 2 kali mereka nabrak pintu mobil yg sedang dibuka krn sering dg kencang nyelib lewat sisi kiri....kalau saja mrk mau mengatur diri berjajar rapi dan antre ambil penumpang, mrk tdk perlu mabil resiko konyol plus menghemat bahan bakar serta suku cadang hanya utk mondar-mandir ngejar2 penumpang...sering kali bisa sampai 10 kali mondar-mandir baru mereka dpt penumpang lagi.....

      Pd dasarnya ajaran2 Yesus menggugah kesadaran semacam itu, berbagi sumber penghidupan saling bantu, saling memaafkan jika ada salah shg bisa mewujudkan cita2 menghadirkan kerajaan surga di atas bumi.....

      Dan kalau kita org jawa/sunda/batak/dayak/bal i/sulawesi dll mau mempelajari ajaran2 spiritual yg ada di nusantara ini jelas2 hal serupa diajarkan di dalam ajaran2 spiritual itu bahkan saking akrabnya di telinga dan keseharian lalu malah dianggap remehan dan ecek2 gak sepadan dg ajaran penebusan dosa...mabuuk rak?

      Salam persaudaraan universal dlm damai selaras,

      Dhemit Sonthul - SonyHW

      (Saat Yesus menyembuhkan org yg kerasukan setan Ia menghardik setan itu utk tdk mengatakan apa2 krn setan tahu siapa diriNya........hihihi..... )

      * You are what you think about. Beware of your mind.

       

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.