Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [Mayapada Prana] Re: Neolib,binatang apa itu?

Expand Messages
  • Tolhas Siregar
    Yang mempraktekan neolib bisa berasal dari mana saja. Tidak perduli ideologinya apa. Mungkin ini yang disebut Fukuyuma The End of Ideology . Tidak ada lagi
    Message 1 of 5 , Jun 2, 2009
    • 0 Attachment
      Yang mempraktekan neolib bisa berasal dari mana saja. Tidak perduli ideologinya apa. Mungkin ini yang disebut Fukuyuma "The End of Ideology". Tidak ada lagi ideologi yang mendasari tindakan, kebijakan politik. Pijakan sekarang lebih pada kepentingan.   
       

      --- On Mon, 6/1/09, djoko pranyoto <djoko_pranyoto@...> wrote:

      From: djoko pranyoto <djoko_pranyoto@...>
      Subject: Re: [Mayapada Prana] Re: Neolib,binatang apa itu?
      To: mayapadaprana@yahoogroups.com
      Date: Monday, June 1, 2009, 6:41 AM

      Bung Tolhas....
      saya heran komunitas rektor mendukung penuh undang undang pendidikan BHP, DPR dan menteri pendidikan juga.
      berarti siapa nih yang menuju neo lib????
      salam "merdeka"
      wassallam


      From: tolhas.siregar <tolhas.siregar@ yahoo.com>
      To: mayapadaprana@ yahoogroups. com
      Sent: Monday, June 1, 2009 12:21:12 PM
      Subject: [Mayapada Prana] Re: Neolib,binatang apa itu?

      Saya setuju dengan Bung Djokobahwa kita tidak perlu mengkotak-kotak orang berdasarkan ideologi atau isme tapi yang penting intregitas masing-masing pribadi serta konsistensi tindakannya.

      Masalah Neoliberalisme memang hantu yang menakutkan. Sekarang kita secara perlahan telah dikepung oleh paham ini. Tanpa disadari kehidupan negara kita telah dirasuki oleh paham Neolib atau fundamentalisme pasar. Di bidang pendidikan sekolah telah diprivatisasi menjadi badan hukum. Di bidang kesehatan regulasi yang membolehkan pihak asing membuka RS disini. Dan diprivatisanya BUMN strategis.

      Dengan memasuki bidang2 ini, neoloberal mengerogoti jati diri bangsa kita. Pendidikan contohnya: Dengan UUD pendidikan yang baru, pendidikan diarahkan menjadikan anak didik individualitis dan meninggalkan konsep gotong royong yang merupkan jatidiri bangsa kita.Begitu juga di bidang2 lain, semua diukur demgam tingkat efisiensi dan efektifitas yang menguntungkan pasar.

      Orang2 yang dulu pernah terlibat dalam masuknya neolib kini sibuk berbicara lain. Ada yang berbicara ekonomi kerakyatan. Ada juga yang berbicara ekonomi kreatif dsb. Yang penting bagi mereka sekarang adalah menarik simpati masa dan kembali berkuasa.

      --- In mayapadaprana@ yahoogroups. com, djoko pranyoto <djoko_pranyoto@ ...> wrote:
      >
      > Saya tidak terlalu mengerti politik. Saya juga bukan orang yang percaya dengan pengkotak-kotakan ideologi atau isme yang dibicarakan orang di berbagai media. Ketidakpercayaan saya semakin kuat ketika melihat kenyataan di lapangan.
      > Ada tokoh yang begitu diidentikkan sebagai pembela wong cilik atau rakyat kecil, namun gaya hidup sehari-harinya dan orang-orang disekitarnya sangat jauh dari kehidupan wong cilik. Ada tokoh yang dianggap sebagai pembela pemodal asing dan kapitalisme global, namun gaya hidup sehari-harinya sangat sederhana dan jauh dari kemewahan. Ada tokoh yang lantang berteriak tentang ekonomi kerakyatan dimana-mana, namun saya belum pernah melihat apa yang pernah dibuat tokoh itu untuk mempraktekkan ekonomi kerakyatan yang diteriakannya itu.
      > Bukankah terlalu naif apabila menilai orang hanya dari ucapan atau pemikirannya
      > saja? Bukankah lebih tepat menilai orang dari perbuatan dan hasil dari perbuatannya?
      >  
      > wassallam
      >



    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.