Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

2 juni

Expand Messages
  • Romo maryo
    Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Tb 2:9-14; Mrk 12:13-17)
    Message 1 of 1 , Jun 1, 2009
    • 0 Attachment

      "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah

      (Tb 2:9-14; Mrk 12:13-17)

      “Kemudian disuruh beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!" Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Mereka sangat heran mendengar Dia” (Mrk 12:13-17), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

       

      Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

      ·   Orang-orang Farisi dan Herodian kiranya merasa tersingkir atau mengalami erosi wibawa sebagai tokoh masyarakat atau agama karena kehadiran Yesus. Maka mereka berusaha menjebak Yesus perihal pajak, maklum karena ajaran dan kehadiran Yesus kiranya rakyat menjadi sadar perihal pajak, yaitu mereka harus membayar pajak melebihi apa yang harus dibayar. Maka kiranya ada rakyat yang mbandel membayar pajak, mengingat dan memperhatikan sebagian besar masukan pajak dikorupsi oleh orang-orang Farisi dan Herodian. Pemasukan pajak berkurang berarti yang dapat dikorupsi juga berkurang alias pendapatan orang-orang Farisi dan Herodian berkurang juga. Ketika Yesus mendengar jebakann mereka perihal harus membayar pajak atau tidak, Yesus menjawab: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah”. Jawaban Yesus inilah kiranya yang juga menjadi arahan atau motto Mgr Alb.Sugijapranata SJ, Uskup Semarang di masa perjuangan dan juga pahlawan nasional: “Jadilah 100% warganegera dan 100% Katolik/Kristen”. Kita dipanggil untuk jujur sebagai warganegara maupun orang beriman. “Jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata  apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta relah berkorban untuk kebenaran” (Prof Dr Edi Sedyawaati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 17). Kita dipanggil untuk semakin beriman yang juga semakin berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan jujur. Marilah kita berantas aneka macam bentuk korupsi yang masih marak dalam kehdupan bersama kita masa kini.

      ·   "Dari mana anak kambing itu? Apa itu bukan curian? Kembalikanlah kepada pemiliknya! Sebab kita tidak diperbolehkan makan barang curian!"(Tb 2:13). Kutipan ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi kita. Suatu ajakan untuk tidak melakukan korupsi pada tingkat dan bidang kehidupan bersama dimanapun dan kapanpun. Kata bahasa Latin ‘corruptio’ (1)secara aktif berarti  hal merusak, hal membuat busuk, pembusukan, penyuapan, (2) secara pasif berarti keadaan dapat binasa, kebinasaan, kerusakan, kebusukan, kefanaan, korupsi, kemerosotan. Sedangkan kata bahasa Latin ‘corruptor’ berarti perusak, pembusuk, penggoda, pemerdaya, penyuap. Arti yang paling mengena dari korupsi adalah pembusukan, berarti para koruptor bertindak busuk, membuat busuk lingkungan hidup dan kerja.  Korupsi atau mencuri berarti membuat hidup bersama  busuk, dan apa yang busuk kiranya menjijikkan, tidak enak dibau maupun dirasakan. Dengan ini kami berharap kepada para koruptor untuk meninggalkan cara hidup yang membusukkan tersebut serta mengembalikan apa yang telah diambil dengan tidak benar. Kita juga dipanggil untuk  membina diri maupun sssama dan saudara-saudari kita hidup jujur serta tidak korupsi. Salah satu cara pembinaan yang baik antara lain di sekolah atau perguruan tinggi diberlakukan ‘dilarang menyontek dalam ulangan maupun ujian’.Membiarkan kebiasaan menyontek berarti menyuburkan perilaku korupsi. Anak-anak di dalam keluarga hendaknya juga dibiasakan hidup dan bertindak jujur, dan tentu saja butuh keteladanan dari para orangtua. Memang uang sungguh menjadi penggoda untuk korupsi atau mencuri, maka hendaknya menempatkan uang di tempat yang tidak merangsang bagi siapapun untuk berbuat dosa, mencuri atau korupsi.

       

      “Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya. Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.” (Mzm 112:7-9)

      Jakarta, 2 Juni 2009

       



      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
      Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.