Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Ini pemilihan caleg atau kontes raja peci dan ratu jilbab?

Expand Messages
  • leonardo rimba
    T = Mas Leo, kenapa sekarang ada banyak foto-foto orang dipajang di pinggir jalan?   J = Karena kita sedang dalam masa kampanye pemilihan caleg untuk
    Message 1 of 1 , Mar 1, 2009
      T = Mas Leo, kenapa sekarang ada banyak foto-foto orang dipajang di pinggir jalan?
       
      J = Karena kita sedang dalam masa kampanye pemilihan caleg untuk lembaga-lembaga perwakilan rakyat di NKRI.
       
      T = Kenapa ada banyak partai politik?
       
      J = Karena ini namanya demokrasi, siapa saja yg mau dan mampu secara legal dan illegal, akan bisa bikin parpol. Bisa berdasarkan Pancasila, Islam, atau ideologi apapun. Pancasila itu ideologi, Islam itu ideologi, Komunis itu juga ideologi.
       
      Sayangnya, sampai saat ini Indonesia masih menginjak-injak HAM dengan meng-haram-kan ideologi Komunis untuk bersaing secara terbuka dalam politik. Pedahal Komunis itu ideologi yg sah, tidak ada bedanya dengan Pancasila, Islam, dan bahkan Kristen juga.
       
      T = Pancasila itu apa?
       
      J = Pancasila itu dasar negara Indonesia yg isinya 5 sila, al. Ketuhanan yg Maha Esa, blah blah blah... Kalau sudah di-uraikan menjadi program tingkah laku kemasyarakatan, namanya sudah bukan dasar negara lagi, melainkan ideologi. Ideologi Pancasila itu mengakui keberagaman latar belakang WNI tanpa membedakan Suku, Agama, Ras, Golongan, dan Jenis Kelamin.
       
      T = Lalu kalau di Indonesia sudah ada Pancasila yg memuat Ketuhanan yg Maha Esa, blah blah blah... apa gunanya ada parpol yg berdasarkan Islam?
       
      J = Karena ada WNI yg tidak puas dengan Pancasila dengan alasan Pancasila tidak membedakan manusia berdasarkan agamanya, sedangkan Islam adalah agama yg terakhir dan sempurna.
       
      Parpol yg berdasarkan Islam beranggapan bahwa manusia harus dibedakan berdasarkan agamanya. Kalau beragama Islam maka akan menjadi WNI kelas satu, dan kalau beragama bukan Islam akan menjadi WNI kelas kambing. Begitu jalan pikirannya, dan menurut mereka harus diwujudkan dengan se-segera mungkin.
       
      Apabila WNI beragama Islam bisa menjadi warganegara kelas satu, dan WNI beragama bukan Islam menjadi warganegara kelas kambing, maka akan terbuktilah klaim mereka bahwa mereka di-ridhoi oleh Allah.
       
      T = Apa bener Islam agama terakhir dan sempurna?
       
      J = Nggak lah, itu kan slogan saja. Agama-agama itu semuanya buatan manusia dan tidak ada yg jatuh gedebuk dalam bentuk gelondongan dari atas langit. Kitab Suci itu buatan manusia, walaupun dibilang dibawa oleh Jibril dan sebangsanya.
       
      Kalau ada agama dan kitab sucinya yg jatuh gedebuk dari atas langit serta bertuliskan "Paket dari Allah, Islam sebagai agama yg terakhir dan sempurna" maka saya akan memilih parpol yg berbasis Islam. Ternyata tidak ada itu, dan segalanya cuma rekayasa saja. Tetapi mau bilang apa lagi, itulah yg namanya iklan.
       
      T = Walah, walah... berarti parpol yg berbasis Islam itu maunya apa dong?
       
      J = Mereka maunya supaya semua manusia menjadi Islam sehingga bisa menjalankan Syariat Islam yg diridhoi Allah.
       
      T = Apakah kalau semua manusia menjadi Islam segalanya akan menjadi bersih, perduli dan professional seperti slogan PKS ?
       
      J = Nggak juga. PKS kan cuma beriklan doang. Bisa aja mereka beriklan dengan slogan apapun, tidak ada yg larang. Termasuk di sini dengan menampilkan para caleg wanita dari PKS dengan busana yg menurut saya termasuk kategori astagfirullah, yaitu berbentuk mirip mukenah. Mukenah style kok dipake untuk tampil di muka umum?
       
      Kalo baru untuk berfoto saja sudah pakai busana mukenah style, apanya yg professional? Apakah mereka mau mengadakan pengajian di Gedung DPR/MPR? Apakah mereka tidak sadar bahwa Islam itu agama, dan itu urusan pribadi orang. Orang mao jadi Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Kejawen, Konghucu, atau bahkan Atheis merupakan urusan pribadi masing-masing dan tidak ada urusannya sama negara. Negara itu institusi dan bukan manusia. Yg beragama itu manusia dan bukan negara.
       
      Nah, menurut saya justru parpol yg berbasis-kan Islam itu perlu diberikan pengarahan sampai benar-benar mengerti bahwa latar belakang warganegara Indonesia ini plural, majemuk, bermacam-macam, dan sama sekali tidak pantas untuk petantang petenteng membawa-bawa agama kita sendiri sebagai dasar bagi pengaturan kemasyarakatan. Tidak pantas. No manners.
       
      Tapi kalau mau dilakukan juga, memang tidak ada yg larang. Namanya demokrasi, HAM untuk berpolitik. HAM untuk berpendapat dan meng-ekspresikannya.
       
      Parpol yg berbasiskan Pancasila juga berlaga dan tidak mau kalah dalam hal beragama, by the way, seolah mau menciptakan image seakan-akan orang yg berpakaian dengan jenis tertentu merupakan orang yg kompeten, pedahal tidak.
       
      Contohnya, lihat saja foto-foto caleg wanita dari parpol berbasiskan Pancasila. Kecuali di Bali, hampir semua caleg wanita dari parpol berbasiskan Pancasila difoto dengan jilbab. Ini kampanye caleg atau jualan jilbab?
       
      T = Mas Leo sendiri mau pilih partai apa?
       
      J = Saya tidak mao pilih partai apapun karena semuanya tidak jelas. Memangnya saya orang bodoh mao percaya saja segala macam slogan parpol yg seperti orang jualan kecap nomor satu itu? Saya tidak kenal siapa caleg yg ditampilkan, saya tidak tahu pemikirannya seperti apa, kelakuannya seperti apa.
       
      Yg saya tahu, kalau caleg pria maka akan pakai peci, dan kalau caleg wanita akan pakai jilbab. Lalu apanya yg mao dipilih? Ini pemilihan caleg atau kontes raja peci dan ratu jilbab?
       
      +
       
      Leo
      @ Komunitas Spiritual Indonesia http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia.
       


      Get your preferred Email name!
      Now you can @... and @....
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.