Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

ADA KEINDAHAN DALAM SEBUAH KESALAHAN

Expand Messages
  • nursekha tomo
    ADA KEINDAHAN DALAM SEBUAH KESALAHAN                 Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang marketer pada sebuah perusahaan makanan
    Message 1 of 1 , Feb 28, 2009
    • 0 Attachment

      ADA KEINDAHAN DALAM SEBUAH KESALAHAN

       

       

                  Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang marketer pada sebuah perusahaan makanan dan minuman. Saat itu dia bercerita tentang sebuah pembelajaran tentang sebuah masalah. Pada masa lalu dia pernah di panggil bosnya untuk melaporkan hasil kerjanya. Dia menjawab kepada bosnya bahwa tidak ada masalah apa-apa, dalam arti semua target penjualanya telah berhasil dicapai. Lalu bos itu mengatakan pada teman saya, bahwa teman saya itu tidak mendapatkan apa-apa dari pekerjaan yang telah dilakukannya. Maksud dari bos itu adalah bahwa saat anak buah tidak mengetahui bahwa ada masalah dan semua berjalan baik-baik saja berarti tidak perlu lagi ada sebuah perubahan atau pembelajaran yang berarti bagi perusahaan sehingga perusahaan terlihat berjalan stagnan tanpa ada perbaikan lebih lanjut.

                  Menurut lucretius sebuah perubahan adalah ”The first beginning of things cannot be distinguished by the eye.” Dalam melihat sebuah perubahan sangat berbeda dengan melihat benda yang riil. Sebuah perubahan terjadi dalam sebuah proses yang secara perlahan-lahan dan pada saatnya akan memperoleh dalam sebuah peristiwa yang akan berubah secara cepat. Dalam bahasa management yaitu change management dan untuk mempercepat sebuah perubahan diperlukan sebuah acceleration program. Dengan acceleration program ini semua yang bergerak pelan akan semakin terlihat percepatan perubahan yang didapatkan. Ilustrasi dari accelation program ini adalah bahwa misalnya seseorang ingin pulang kampung naik bis kota ke semarang dari Jakarta , perjalanan menggunakan bis yang ditempuh selama 10 jam dengan kecepatan 50 km/jam. Jika supir ingin sampai ke semarang hanya 5 jam saja maka kecepatan akan dinaikan menjadi 100 km/jam.

                  Dalam change management sebuah kesalahan atau masalah dapat terselesaikan dengan MBM (melihat, bergerak dan menyelesaikan). Dalam melihat terdapat kesulitan seseorang untuk melihat hal yang sesungguhnya. Yang pertama adalah tidak ada cahaya sama sekali. Tidak ada cahaya dapat diartikan bahwa tidak ada energi untuk melihat dan bergerak. Dalam pembelajaran tidak ada cahaya ini dibutuhkan seseorang untuk membuka diri, mencari celah dan jangan takut terhadap sesuatu yang  baru.

                  Yang kedua adalah terlalu banyak cahaya. Suatu ketika dalam hidup seseorang akan mengalami sebuah masa kejayaan atau sebuah masa ketika ada pengalaman bersenang-senang, hidup dalam era kejayaan dengan kesuksesan dan kekayaan, memiliki apa saja yang diinginkan dan selalu mendapatkan pujian dari mana-mana sehingga cahaya yang anda dapat terlihat begitu terang sekali sehingga membuat seseorang berhenti belajar. Bebrapa saat lalu saya juga bertemu dengan seorang teman yang diberi sebuah pelajaran dari bosnya mengenai sebuah ilmu pengetahuan.

      Bos yang baik itu memperlihatkan sebuah pembelajaran tentang  ukuran dari planet di alam raya ini. Bos itu menjelaskan bahwa manusia saat melihat bumi terlihat besar sekali dan pengetahuan terlihat hanya sebuah bumi itu saja. Tetapi saat penglihatan bumi itu dilihat dari langit terlihat bahwa ada planet yang lebih besar dari bumi yaitu planet Jupiter. Ternyata tidak cukup sampai pada planet Jupiter, saat melihat lebih jauh lagi ternyata ada matahari yang lebih besar dari Jupiter yaitu matahari. Tetapi saat melihat lebih jauh lagi ternyata masih ada matahari yang labih besar lagi yaitu erectus. Dan terlihat bahwa manusia hanyalah seperiribu pixel jutaan planet di atas langit, sehingga hanya terlihat seperti pasir dilangit saja. Hmm.. ternyata langit atau alam raya itu sangat tidak terbatas (diatas langit masih ada langit).

      Yang ketiga adalah peta yang salah. Seorang teman pernah cerita tentang pengalamanya bahwa dia baru saja melakukan sebuah hal-hal yang salah dan dia cukup shock dengan kejadian yang telah dilakukannya. tetapi beberapa hari setelahnya dia bertemu kepada saya dengan muka yang sangat cerah sekali seperti sedang mendapatkan sebuah berlian yang telah lama hilang. Dia menceritakan akan sebuah perumpamaan bahwa sekarang dia sudah melihat masalah berbeda darai masa lalu. Sebelumya dia melihat masalah hanya baik dan buruk dan dia termasuk orang yang sangat idealis dalam hidup. Saat mendapatkan sebuah masalah dia mencoba merenungkanya dan menemukan sebuah jawaban bahwa hidup ternyata tidak hanya baik dan buruk ataupun hitam dan putih.

      MBM yang kedua adalah bergerak, menurut lao tze “A journey of a thousand miles must begin with a single step.” Hal ini berarti bahwa sebuah perubahan tidak akan selesai tanpa adanya langkah awal yang dilakukan. Dalam menyelesaikan sebuah masalah atau menghadapai perubahan perlu juga memperhitugkan jenis-jenis resiko yang dihadapi dalam menyelesaikannya. Jenis-jenis resiko yang bisa dihadapi adalah financial risk, psychological risk, social risk, physical risk, performance risk dan juga time risk.

      Dengan memperhitungkan jenis resiko yang akan diterima setelah pengambilan keputusan tersebut maka seseorang akan mendapatkan keuntungan-keuntungan yang sangat luas, mulai dari keuntungan material, spiritual, hidup dan citra yang lebih baik, kekuasaan, wibawa dan kemudahan-kemudahan dimasa depan. Sehingga perlunya menunjukan sisi-sisi positif yang akan diperoleh.

      Yang ketiga dalam MBM adalah menyelesaikan, seseorang yang melihat belum tentu bergerak, dan mereka yang bergerak belum tentu ingin menyelesaikan sampai selesai. Dalam meyelesaikan perubahan seseorang kadang-kadang kuarng mau menyelesaikan oleh karena beberapa alasan yaitu keletihan dan juga kehilangan kepercayaan. Oleh karena itu semakin besar energy maka akan semakin banyak kompensasi, relaksasi, dukungan dan juga semangat sehingga perubahan akan menuju ke “orbit” yang benar.

      Tanpa kesalahan tak terlihat sebuah hal yang benar, belajar dari kesalahan pastilah melalui proses yang panjang. Terakhir dari tulisan ini saya ingat akan seorang teman yang mengatakan bahwa saat kita sedang mendapatkan sebuah masalah, baik itu masalah besar ataupun kecil. Hal ini merupakan sebuah “grand strategy” dari Tuhan untuk membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih kuat lagi dari sebelumnya. Sehingga akan menjadi seseorang yang baru dalam melihat dunia. Tetap semangat, hayo kamu bisa dan tetap senyum dalam setiap lika-liku kehidupan yang sedang anda jalani.. J

       

      Salam semangat,

      Noersekha Aji Tomo

       

        

          



      Get your preferred Email name!
      Now you can @... and @....
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.