Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Obral Janji-Janji Gombal di Awal Tahun!

Expand Messages
  • mangucup88
    Setiap memasuki masa kampanye pesta demokrasi lima tahunan bernama Pemilihan Umum (Pemilu); sudah dipastikan para Calon Anggota Legislatif (Caleg) gemar
    Message 1 of 2 , Dec 31, 2008
    • 0 Attachment
      Setiap memasuki masa kampanye pesta demokrasi lima tahunan bernama
      Pemilihan Umum (Pemilu); sudah dipastikan para Calon Anggota
      Legislatif (Caleg) gemar mengobral-obral 1.001 macam janji. Ya, itu
      jadi semacam menu wajib, suratan takdir. Sesumbarnya sih katanya untuk
      memperbaiki nasib rakyat. Tetapi cukup jawablah sendiri apakah semua
      janji gombal tersebut akan menjadi realitas atau sekedar bahasa
      retoris atau justru polesan sense of advertising semata? Atau berapa
      persentase dari sekian janji-janji serbamanis mereka itu yang kini
      tinggal jadi pepesan kosong melompong, doang! Padahal usia
      pemerintahan itu kini tinggal seumur jagung lagi.

      Begitu juga di setiap awal pergantian tahun; hal serupa dilakukan
      banyak orang. Mereka juga sesumbar janji-janji menggiurkan untuk
      melakukan perubahan ini dan itu—yang serba progresif-revolusioner di
      tahun 2009 ini; agar bisa memperbaiki diri maupun nasibnya. Kendati
      demikian tidak bisa dipungkiri lagi, hasilnya tidak beda jauh seperti
      juga janjinya para Caleg, alias sekedar janji gombal doang.

      Dalam bahasa wong kampoeng, kata niat atau tekad untuk melakukan
      sesuatu itu disebut "kaul" sedangkan bagi wong berpendidikan disebut
      "ikrar". Khusus bagi politikus (tapi jangan dihilangkan huruf
      "poli"-nya) kata ini disebut "resolusi". Pasti agar lebih gagah dan
      intelek kedengarannya. Maklumlah, kini banyak Caleg yang bahkan tak
      gablek modal ijasah SMU. Sudah lihatkan, ada banyak kasus yang
      menunjuki banyak Caleg yang kandas, akibat terbentur ijasah bodong
      alias gadungan.

      Setiap orang memiliki resolusi alias ikrarnya masing-masing, misalnya
      Mr Smoki ingin berhenti merokok. Miss Piggy ingin menurunkan berat
      badannya. Bang Sakti ingin mengurangi kolesterolnya. Ikrar ini bukan
      hanya sekedar untuk kebutuhan jasmaniah saja. Tetapi juga untuk
      kebutuhan rohaniah. Misalkan bertekad ingin membaca seluruh Al-Kitab
      dari awal sampai khatam berpuluh-puluh kali. Kan tidak mentereng
      tampilannya, kalau hanya membaca majalah setan/genderuwo saja seperti
      Misteri atau Liberti. Bahkan banyak pula yang berusaha dengan
      menggunakan motto: "Tahun ini harus lebih baik daripada tahun lampau".
      Walau kenyataannya, ya boro-boro lebih baik, malahan semakin tua, kian
      jelek, semakin kere dan kian sakit sih, iya!

      Lihat saja berapa banyak orang memiliki cita-cita atau niatan; di mana
      untuk tahun 2009 ini, mereka ingin memberikan lebih banyak waktu
      lagi. Misalnya lebih banyak waktu untuk anak/istri, lebih banyak waktu
      untuk ibadah, waktu untuk olahraga maupun waktu untuk meningkatkan
      karir dengan belajar komputer. Atau kalau perlu ikut kursus bahasa
      asing, lebih afdhol lagi bahasanya para Nabi, Arab.

      Itukan namanya bukan resolusi lagi, melainkan "ilusi", gampangannya
      mimpi. Sebab waktu yang Anda miliki terbatas hanya 24 jam saja.
      Sedangkan waktu yang ingin anda bagikan begitu banyak. Kalau bisa
      bahkan, kita menginginkan sehari itu ada 100 jam—yang 75 jam untuk
      kerja, 10 jam dieksploitasi untuk istirahat dan sisa waktunya demi
      kesukaan pribadi (hapy-hapy bahasa ABG-nya). Jadi tidak mungkin hal
      ini bisa dilakukan semua.

      Berdasarkan penelitian dan jajak pendapat yang pernah dilakukan di
      Belanda, dari sekian banyak orang yang melakukan ikrar pada saat malam
      peralihan tahun; ternyata sepertiga dari ikrar itu sudah bisa
      dipastikan akan kandas dalam jangka waktu sebulan. Artinya, semangat
      tahun baru 2009 yang dimiliki banyak orang akan "hangus" pada awal
      Februari 2009 besok. Sepertiga berikutnya kandas selambat-lambatnya
      setelah tiga bulan.

      Dengan lain kata, spirit ingin berubah dari tiga puluh tiga persen
      orang-orang yang berikrar melakukan perubahan pada malam tahun baru
      kemarin juga siap "keder" pada awal April 2009 besok. Menariknya,
      hanya sepertiga saja yang benar-benar berhasil bisa mewujudkan atau
      menepati ikrarnya itu hingga datang momentum lagi pada tahun 2010
      mendatang.

      Agar Anda bisa mewujudkan ikrar yang telah diucapkan pada malam
      pergantian tahun baru kemarin; maka usahakanlah untuk membuat kaul
      yang lebih realistis. Di mana hanya membuat satu atau dua ikrar saja
      dahulu dan juga dengan tujuan yang lebih konkrit. Misalnya saja ingin
      menurunkan berat badan. Lebih baik ditentukan dari awal mula berapa
      kilogram berat badan yang ingin diturunkan untuk jangka waktu
      tertentu. Ikrar tersebut harus dicatat sebagai target awal anda, pasca
      itu lakukanlah evaluasi setiap minggu/bulan adakah perubahan
      signifikan yang telah bisa dicapai?

      Permasalahan paling utama dari kandasnya semua ikrar atau janji
      tersebut, karena tidak adanya komitmen atau disiplin terhadap diri
      sendiri. Itu sudah merupakan sikap dan kebiasaan dari kebanyakan
      orang; di mana kita menuntut disiplin terhadap orang lain, tetapi
      paradoksalnnya kita sendiri sukar untuk bisa mengontrol diri sendiri.
      Benar, hal dan kelemahan inilah yang acap kali penulis rasakan dalam
      perjalanan hidup ini.

      Memang di awal tahun ini banyak sekali orang mengharap terjadinya
      perbaikan di dalam kehidupannya. Namun begitu juga kebalikannya. Di
      mana banyak sekali orang yang mengkhawatirkan akan terjadinya hal yang
      negatif. Walaupun demikian entah itu namanya ikrar, Harapan maupun
      kekhawatiran; semua ini adanya hanya di dalam benak Anda saja,
      masalahnya belum ada satupun yang terwujudkan.

      Maka dari itu don't worry, melainkan be happy- lah. Sesuai dengan
      fisafatnya dari Doris Day (baca: Holcim): "What ever will be, will
      be-lah; the future's not ours to see". Minimum kita sudah berusaha
      (ikhtiar, bertawakal) maksimal, benar tidak? Sebegitu saja kok
      repot-repot, amat! (*)

      Mang Ucup
      Email: mang.ucup<at>gmail.com
      Facebook
    • dohan satria
      seperti Sale ~ Sale ++,..... Salam Sejati do2 ... From: mangucup88 Subject: [Mayapada Prana] Obral Janji-Janji Gombal di Awal Tahun! To:
      Message 2 of 2 , Jan 1, 2009
      • 0 Attachment
        seperti Sale ~ Sale ++,.....

        Salam Sejati
        do2


        --- On Thu, 1/1/09, mangucup88 <mangucup88@...> wrote:
        From: mangucup88 <mangucup88@...>
        Subject: [Mayapada Prana] Obral Janji-Janji Gombal di Awal Tahun!
        To: mayapadaprana@yahoogroups.com
        Date: Thursday, 1 January, 2009, 2:35 PM

        Setiap memasuki masa kampanye pesta demokrasi lima tahunan bernama
        Pemilihan Umum (Pemilu); sudah dipastikan para Calon Anggota
        Legislatif (Caleg) gemar mengobral-obral 1.001 macam janji. Ya, itu
        jadi semacam menu wajib, suratan takdir. Sesumbarnya sih katanya untuk
        memperbaiki nasib rakyat. Tetapi cukup jawablah sendiri apakah semua
        janji gombal tersebut akan menjadi realitas atau sekedar bahasa
        retoris atau justru polesan sense of advertising semata? Atau berapa
        persentase dari sekian janji-janji serbamanis mereka itu yang kini
        tinggal jadi pepesan kosong melompong, doang! Padahal usia
        pemerintahan itu kini tinggal seumur jagung lagi.

        Begitu juga di setiap awal pergantian tahun; hal serupa dilakukan
        banyak orang. Mereka juga sesumbar janji-janji menggiurkan untuk
        melakukan perubahan ini dan itu—yang serba progresif-revolusio ner di
        tahun 2009 ini; agar bisa memperbaiki diri maupun nasibnya. Kendati
        demikian tidak bisa dipungkiri lagi, hasilnya tidak beda jauh seperti
        juga janjinya para Caleg, alias sekedar janji gombal doang.

        Dalam bahasa wong kampoeng, kata niat atau tekad untuk melakukan
        sesuatu itu disebut "kaul" sedangkan bagi wong berpendidikan disebut
        "ikrar". Khusus bagi politikus (tapi jangan dihilangkan huruf
        "poli"-nya) kata ini disebut "resolusi". Pasti agar lebih gagah dan
        intelek kedengarannya. Maklumlah, kini banyak Caleg yang bahkan tak
        gablek modal ijasah SMU. Sudah lihatkan, ada banyak kasus yang
        menunjuki banyak Caleg yang kandas, akibat terbentur ijasah bodong
        alias gadungan.

        Setiap orang memiliki resolusi alias ikrarnya masing-masing, misalnya
        Mr Smoki ingin berhenti merokok. Miss Piggy ingin menurunkan berat
        badannya. Bang Sakti ingin mengurangi kolesterolnya. Ikrar ini bukan
        hanya sekedar untuk kebutuhan jasmaniah saja. Tetapi juga untuk
        kebutuhan rohaniah. Misalkan bertekad ingin membaca seluruh Al-Kitab
        dari awal sampai khatam berpuluh-puluh kali. Kan tidak mentereng
        tampilannya, kalau hanya membaca majalah setan/genderuwo saja seperti
        Misteri atau Liberti. Bahkan banyak pula yang berusaha dengan
        menggunakan motto: "Tahun ini harus lebih baik daripada tahun lampau".
        Walau kenyataannya, ya boro-boro lebih baik, malahan semakin tua, kian
        jelek, semakin kere dan kian sakit sih, iya!

        Lihat saja berapa banyak orang memiliki cita-cita atau niatan; di mana
        untuk tahun 2009 ini, mereka ingin memberikan lebih banyak waktu
        lagi. Misalnya lebih banyak waktu untuk anak/istri, lebih banyak waktu
        untuk ibadah, waktu untuk olahraga maupun waktu untuk meningkatkan
        karir dengan belajar komputer. Atau kalau perlu ikut kursus bahasa
        asing, lebih afdhol lagi bahasanya para Nabi, Arab.

        Itukan namanya bukan resolusi lagi, melainkan "ilusi", gampangannya
        mimpi. Sebab waktu yang Anda miliki terbatas hanya 24 jam saja.
        Sedangkan waktu yang ingin anda bagikan begitu banyak. Kalau bisa
        bahkan, kita menginginkan sehari itu ada 100 jam—yang 75 jam untuk
        kerja, 10 jam dieksploitasi untuk istirahat dan sisa waktunya demi
        kesukaan pribadi (hapy-hapy bahasa ABG-nya). Jadi tidak mungkin hal
        ini bisa dilakukan semua.

        Berdasarkan penelitian dan jajak pendapat yang pernah dilakukan di
        Belanda, dari sekian banyak orang yang melakukan ikrar pada saat malam
        peralihan tahun; ternyata sepertiga dari ikrar itu sudah bisa
        dipastikan akan kandas dalam jangka waktu sebulan. Artinya, semangat
        tahun baru 2009 yang dimiliki banyak orang akan "hangus" pada awal
        Februari 2009 besok. Sepertiga berikutnya kandas selambat-lambatnya
        setelah tiga bulan.

        Dengan lain kata, spirit ingin berubah dari tiga puluh tiga persen
        orang-orang yang berikrar melakukan perubahan pada malam tahun baru
        kemarin juga siap "keder" pada awal April 2009 besok. Menariknya,
        hanya sepertiga saja yang benar-benar berhasil bisa mewujudkan atau
        menepati ikrarnya itu hingga datang momentum lagi pada tahun 2010
        mendatang.

        Agar Anda bisa mewujudkan ikrar yang telah diucapkan pada malam
        pergantian tahun baru kemarin; maka usahakanlah untuk membuat kaul
        yang lebih realistis. Di mana hanya membuat satu atau dua ikrar saja
        dahulu dan juga dengan tujuan yang lebih konkrit. Misalnya saja ingin
        menurunkan berat badan. Lebih baik ditentukan dari awal mula berapa
        kilogram berat badan yang ingin diturunkan untuk jangka waktu
        tertentu. Ikrar tersebut harus dicatat sebagai target awal anda, pasca
        itu lakukanlah evaluasi setiap minggu/bulan adakah perubahan
        signifikan yang telah bisa dicapai?

        Permasalahan paling utama dari kandasnya semua ikrar atau janji
        tersebut, karena tidak adanya komitmen atau disiplin terhadap diri
        sendiri. Itu sudah merupakan sikap dan kebiasaan dari kebanyakan
        orang; di mana kita menuntut disiplin terhadap orang lain, tetapi
        paradoksalnnya kita sendiri sukar untuk bisa mengontrol diri sendiri.
        Benar, hal dan kelemahan inilah yang acap kali penulis rasakan dalam
        perjalanan hidup ini.

        Memang di awal tahun ini banyak sekali orang mengharap terjadinya
        perbaikan di dalam kehidupannya. Namun begitu juga kebalikannya. Di
        mana banyak sekali orang yang mengkhawatirkan akan terjadinya hal yang
        negatif. Walaupun demikian entah itu namanya ikrar, Harapan maupun
        kekhawatiran; semua ini adanya hanya di dalam benak Anda saja,
        masalahnya belum ada satupun yang terwujudkan.

        Maka dari itu don't worry, melainkan be happy- lah. Sesuai dengan
        fisafatnya dari Doris Day (baca: Holcim): "What ever will be, will
        be-lah; the future's not ours to see". Minimum kita sudah berusaha
        (ikhtiar, bertawakal) maksimal, benar tidak? Sebegitu saja kok
        repot-repot, amat! (*)

        Mang Ucup
        Email: mang.ucup<at> gmail.com
        Facebook



        New Email addresses available on Yahoo!
        Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
        Hurry before someone else does!
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.