Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

2 Des

Expand Messages
  • Romo maryo
    “Semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai “  (Yes 11:1-10; Luk 10:21-24)   “Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh
    Message 1 of 3 , Dec 1, 2008
    • 0 Attachment

      “Semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai “

       (Yes 11:1-10; Luk 10:21-24)

       

      “Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya” (Luk 10:21-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini..

       

      Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

      ·   Orang bijak dan pandai, yang pada umumnya kemudian menjadi pemimpin, sering berbicara sedikit dan umum serta tidak sampai mendetil. Karena tugas dan fungsinya ia juga jarang berurusan dengan yang kecil-kecil dan sederhana. Sebaliknya orang-orang kecil seperti pegawai, buruh atau pembantu rumah tangga berurusan dengan hal-hal kecil-kecil seperti menu makanan dan minuman dengan segala ramuannya, kebersihan lingkungan, rumah atau gedung sehingga peka akan aneka jenis kotoran atau sampah sekecil apapun, dst..  Jika kita cermati dan perhatikan kiranya apa yang kita butuhkan dalam hidup sehari-hari demi kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan kita adalah hal-hal atau perkara-perkara kecil. Peralatan, sarana atau alat-alat yang canggih dan sangat berpengaruh di masa kini juga sangat kecil, misalnya serat optic yang melancarkan aneka macam ketubuhan dengan berkomunikasi. Maka marilah di masa Adven ini kita perhatikan apa-apa yang kecil dan sederhana, tentu saja pertama-tama dan terutama adalah sesama manusia, yaitu mereka yang miskin, lemah dan serba berkekurangan atau para pegawai dan buruh, pembantu rumah tangga dst.. Pada umumnya mereka ini adalah para pelaksana aneka kebijakan dan keputusan dari mereka yang bijak dan pandai, dengan kata lain tanpa mereka aneka kebijakan dan keputusan tinggal tetap dalam kata-kata dan tak pernah dilaksanakan. Yang lebih kita butuhkan adalah pelaksanaan atau penghayatan bukan kata-kata atau omongan atau rumusan. Kepada para pengusaha atau orang kaya kami berharap agar memperhatikan para pegawai, buruh atau pembantu rumah tangga secara memadai, sehingga mereka dapat hidup damai sejahtera.   .      

      ·   Celakalah mereka yang menentukan ketetapan-ketetapan yang tidak adil, dan mereka yang mengeluarkan keputusan-keputusan kelaliman, untuk menghalang-halangi orang-orang lemah mendapat keadilan dan untuk merebut hak orang-orang sengsara di antara umat-Ku, supaya mereka dapat merampas milik janda-janda, dan dapat menjarah anak-anak yatim!” (Yes 10:1-1-2), demikian seruan Yesaya kepada kita semua. Seruan ini memang pertama-tama dan terutama terarah kepada mereka yang sering atau selalu ‘menentukan ketetapan-ketetapan’  untuk atau demi hidup bersama, entah di dalam keluarga, masyarakat/Negara, maupun tempat kerja dan kebersamaan hidup dalam bentuk apapun. Hendaknya ditentukan ketetapan-ketetapan atau kebijakan-kebijakan yang adil, yang memperhatikan mereka yang lemah, para janda maupun anak-anak yatim. Secara khusus saya mengingatkan dan mengajak para pengurus LSM yang bergerak dalam pelayanan atau perhatian terhadap mereka yang lemah, misalnya: orang miskin, korban-korban kekerasan atau bencana alam, panti-panti asuhan, dst.. Pada umumnya mencari dan mengusahakan sumbangan untuk membantu mereka alias atas nama yang lemah, miskin dan berkekurangan tidak terlalu sulit, dengan catatan apa yang diperoleh atau diterima sepenuhnya digunakan atau difungsikan bagi mereka, bukan bagi para pengurus LSM yang bersangkutan. Maaf dan maklum hal ini saya angat dan ingatkan karena dalam berbagai kasus gerakan demi yang miskin dan berkekurangan atau para korban bencana alam ada oknum-oknum tertentu yang merampas hak mereka yang miskin, lemah dan berkekurangan, alias menjadikan orang miskin, lemah dan berkekurangan untuk memperkaya diri dengan mencari sumbangan alias mengemis atau korupsi. Dana dan sumbangan terkumpul tidak langsung difungsikan bagi mereka yang berhak menerimanya, melainkan disimpan atau ditahan. Konon mereka terpaksa menyimpan dan menahannya karena takut tidak dapat bertindak adil dalam menyalurkannya, takut ada oknum-oknum yang langsung melayani mereka yang miskin dan berkekurangan melakukan korupsi. Tetapi sebenarnya yang ada ialah bahwa ‘para bijak dan pandai’ sendiri yang korupsi dan merampas hak orang miskin, lemah dan berkekurangan, maka kepada mereka ini kami ajak untuk bertobat dan memperbaharui diri.

       

      “Ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin” (Mzm 72:12-13)

       

      Jakarta, 2 Desember 2008



      Pemanasan global? Apa sih itu?
      Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.