Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Hindari Resiko Wadah Plastik / Erabaru News

Expand Messages
  • Jesse Jopie Rotinsulu Jr
    Erabaru News – Senin 3 November 2008 www.erabaru.or.id Hindari Resiko Wadah Plastik Di Kanada, plastik dapat menggunakan label ini setelah bebas dari
    Message 1 of 2 , Nov 2, 2008


      Erabaru News – Senin 3 November  2008 www.erabaru.or.id


      Hindari Resiko Wadah Plastik


      Di Kanada, plastik dapat menggunakan label ini setelah bebas dari Bisphenol A. (DAVID MCNEW/GETTY IMAGES)

      Oleh: TERESA HOLLER *), special to The Epoch Times

      (Erabaru.or.id) Selagi para ilmuwan berdebat mengenai bahaya racun bahan-kimia pada plastik, alangkah baiknya bila kita mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi kesehatan keluarga kita. Di bawah ini lima langkah sederhana untuk membatasi potensi ancaman kesehatan dari botol plastik dan wadah makanan lain. Pilih plastik yang aman

      Hal pertama yang perlu dilakukan ketika mempertimbangkan akan membeli hidangan atau makanan yang dibungkus plastik adalah baliklah produk tersebut ke atas. Di permukaan bawah, Anda akan menemukan simbol daur ulang segitiga yang di dalamnya tertera suatu angka.

      Angka itu yang akan membantu Anda menentukan seberapa aman wadah plastiknya. Menurut kabar praktis (tidak berdasarkan penelitian), agar aman pilihlah angka 2, 4, atau 5.

      Kebanyakan wadah minum sekali-pakai (disposable) dibuat dari plastik  yang disebut disebut PET (Polyethylene Terephthalate).

      Plastik ini tidak beracun seperti polycarbonate #7, yang melepaskan hormon pengganggu (disruptor) yang dikenal dengan Bisphenol A (BPA) ke dalam isinya. Atau mengandung racun seperti polyvinyl chloride #3 maupun polystyrene #6 (karet sintetis).

      Bagaimanapun, plastik PET melepaskan zat antimonium (unsur kimia yang mengandung racun seperti arsenik), yang bertentangan dengan kemampuan tubuh Anda untuk mendetoksifikasi (membuang racun) pada diri sendiri, suatu kemampuan yang penting di dunia racun saat ini.

      Untuk menghindari penggunaan wadah minum sekali-buang, Anda harus merencanakan dulu sebelumnya.

      Saya membawa botol gelas air minum kapan saja memungkinkan, hanya tinggal mengisi kembali dengan air aqua di rumah. Pada kesempatan di mana gelas tidak memungkinkan untuk dibawa, pilihlah gelas baja anti-karat. Saya selalu menyimpan satu gelas di dalam mobil untuk keadaan "darurat."

      Botol bayi yang lebih aman


      Pilih dot dari bahan silikon dan botol kaca, atau botol plastik bersimbol bebas-BPA (BPA-free).

      Ingat, jangan pernah memanaskan cairan di dalam plastik.

      Walaupun botol plastik sedang menjadi sorotan saat ini sebab mereka mungkin dapat melarutkan bahan-kimia beracun, bahan kimia yang sama-sama mencemaskan adalah larutan yang berasal dari lapisan makanan kaleng.

      Makanan yang termasuk dalam pencemaran tertinggi adalah sup kaleng, pasta, dan formula bayi. Adalah bijaksana untuk menghindari variasi makanan yang bersifat asam di dalam kaleng seperti saos tomat dan makanan berlemak seperti ikan tuna.

      Variasi susu bubuk formula bayi memiliki kemungkinan mengandung bahan-kimia berbahaya lebih kecil dibandingkan cairan campuran tersebut.

      Bungkus kembali


      Bungkus plastik komersial pada umumnya dibuat dari PVC, yang melepaskan bahan kimia beracun seperti dioxin (senyawa yang tergolong karsionogenik) ke dalam makanan. Lepas bungkusnya dan bungkus kembali dengan pembungkus makanan yang lebih aman seperti kertas roti, kertas berperekat bebas-PVC, PVC-free (tersedia di toko makanan alami), atau wadah gelas. Anda mungkin dapat memotong lapisan terluar dari makanan berlemak, seperti keju, untuk mengurangi kontaminasi lebih lanjut. (tnm/feb)

      *) Teresa Holler adalah seorang asisten dokter, pembicara konsultan kesehatan profesional, dan pengarang "Holler for Your Health: Be the Key to a Healthy Family." Teresa meminta bantuan Anda untuk menyingkirkan produk-produk yang mengandung racun dari rak toko. Hal yang perlu Anda lakukan hanya dengan berbelanja secara cerdas dan sebar-luaskan pengetahuan ini. Gabunglah bersamanya di www.holler4health.com.



      ”Membesarkan Tidak Mendidik, Kesalahan Ayah & Ibu: Mengajar tidak ketat, Guru Yang Malas”



      Melahirkan anak-anak, hanya tahu membesarkan mereka, tapi tidak mendidik mereka, itu adalah kesalahan yang menjadi Ayah & Ibu

      Guru mengajar murid, bukan hanya menyalurkan pengetahuan, juga harus mengajar murid aturan menjadi orang dan bertingkah-laku di masyarakat. Dan lagi tuntutan terhadap murid harus ketat, dengan begitu baru bisa mengajar murid yang terbaik. Kalau guru tidak mengajar ketat, dan tidak mendidik murid dengan baik, itu adalah guru malas, tidak melaksanakan maksimal kewajiban guru.

      Orang tua adalah guru pertama dalam kehidupan anak. Ditengah keluarga, ucapan dan perilaku sehari-hari orang-tua, anak-anak dari kecil melihatnya satu per satu, direkam dalam hati. Oleh karena itu ucapan dan perilaku sehari-hari, dan sikap terhadap pendidikan keluarga, cara mengajar anak, kondisi hati, semua ini terhadap konsep hidup anak, perkembangan karakter, sikap saat bersosialisasi, timbul pengaruh langsung dan mendalam. Pengaruh ini, bahkan setelah anak sekolah sampai dewasa, juga sangat sulit terhapus dari ingatan.


      Gangguan Partai Komunis China tak dapat membendung kegemilangan Falun Gong di Bali

      Tanggal 26 Oktober adalah hari peringatan “Annual International Event: Kuta Karnival” yang ke-enam, dalam pawai karnaval selama 5 tahun sebelumnya, mobil karnaval serta tarian bidadari yang ditampilkan oleh praktisi Falun Gong mendapat sambutan yang luas dari masyarakat, bahkan telah meraih juara satu pada tahun 2005 dan juara dua pada tahun 2006 dalam pawai tersebut.   Pawai Kuta Karnival Bali diselenggarakan setiap tahun dalam rangka memperingati Pasca Bom Bali.



      Sedangkan gangguan tak beralasan oleh PKC (Partai komunis China) melalui Kedutaan Besar China terhadap praktisi-praktisi Falun Gong sejak awal memang tak pernah berhenti, tahun ini bahkan melalui kebohongan yang disertai ancaman dan bujukan, mereka menyebabkan pihak penyelenggara karnaval membatalkan keikut-sertaan pawai Falun Gong dengan tanpa alasan apapun. Namun praktisi Falun Gong selama 9 tahun dalam anti penganiayaan tidak pernah takluk terhadap tekanan permukaan semacam ini, setiap kali gangguan tak beralasan yang dilancarkan PKC malah menjadi kesempatan propaganda bagi Falun Gong, setiap kali gangguan akan menjadi aib, hal yang busuk bagi diri si pelaku, tahun ini juga tak terkecuali.  Para praktisi menyakini bahwa kegiatan yang mereka lakukan tidak melanggar hukum apapun, dan merupakan hak warga negara Indonesia untuk berserikat dan berkumpul, maka praktisi Falun Dafa di Bali mengadakan kegiatan latihan dan atraksi genderang pinggang di pantai Kuta, Bali. Kegiatan ini berjarak sekitar satu kilometer dari acara Pawai Kuta Karnival Bali.

      Kelompok latihan Gong yang sejuk damai yang ditampilkan barisan genderang pinggang ditambah tarian bidadari yang indah menawan, telah memikat para wisatawan dalam maupun luar negeri untuk menghentikan sejenak langkah kaki mereka guna menyaksikan keindahan ini. Setelah mereka mengerti tentang fakta kebenaran Falun Gong, mereka berturut-turut mengucapkan terima kasih atas keindahan dan kedamaian yang dipersembahkan oleh praktisi Falun Gong.  Bahkan ada khalayak yang berjodoh secara spontan menyatakan ingin berlatih Falun Dafa.    

      Kegiatan ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada masyarakat umum bahwa Falun Dafa adalah baik. Latihannya yang tenang dan damai, tidaklah menakutkan seperti anggapan aparat keamanan yang merasa khawatir bisa mengganggu keamanan selama berlangsungnya Asian Beach Game (ABG) yang pertama ini. Praktisi tetap melakukan kegiatan mereka meskipun mendapat berbagai macam tekanan. Sebaliknya, praktisi tetap dengan sabar dan tenang menghadapi semua ini.
       
      Polisi setelah mengerti fakta sebenarnya, lalu pergi secara diam-diam

      Sebelum kegiatan dimulai, polisi yang dikelabui oleh kebohongan PKC mencoba melarang berbagai kegiatan penyebaran Fa yang dilakukan oleh praktisi Falun Gong. Namun para praktisi tak terusik, dengan tenang dan damai mereka mengklarifikasi fakta kepada polisi tentang penganiayaan yang dialami praktisi Falun Gong di China dan keindahan yang dihantarkan Falun Gong kepada orang-orang di dunia. Polisi setelah mengerti fakta sebenarnya kemudian pergi secara diam-diam. Kegiatan penyebaran Fa dari awal hingga akhir tidak lagi mendapat gangguan.  

      Beberapa praktisi telah mendatangi pihak panitia Kuta Karnival Bali untuk menanyakan alasan mengapa mereka membatalkan keikutsertaan Falun Dafa pawai tahun ini? Pihak panitia justru sangat menyayangkan dan merasa kehilangan serta merasa ada yang kurang tanpa kehadiran Falun Dafa. Selama lima tahun ini, keikutsertaan Falun Dafa tidak ada masalah. Malahan sebaliknya, Pawai Kuta Karnival Bali bertambah lebih meriah karena kehadiran Falun Dafa. Hal ini terbukti dengan mendapatkan piagam-piagam penghargaan dari panitia karnaval atas aspirasi dan referensi dari masyarakat yang merasa terhibur dengan berbagai kesenian yang ditampilkan oleh para praktisi Falun Dafa pada setiap pawai sebelumnya.

      Secara jujur, panitia merasa tidak berdaya dengan tekanan-tekanan yang dilakukan oleh aparat keamanan. Hanya karena alasan menjaga keamanan berlangsungnya ABG, dari tanggal 18-26 Oktober 2008, segala kegiatan Falun Dafa dibatasi. Panitia telah berusaha keras untuk memperjuangkan keikutsertaan Falun Dafa, karena panitia mengetahui kebenaran terhadap Falun Dafa.

      Menurut seorang praktisi, bahwa ABG juga diikuti oleh kontingen yang berasal dari negara China. Sedangkan Falun Dafa dilarang di China, dimana rejim PKC menyiarkan propaganda kepada rakyatnya bahwa Falun Dafa tidak eksis di luar negeri. Kalau seandainya kontingen China melihat ada banyak praktisi Falun Dafa yang berlatih di luar China, ini tentu menampar muka sendiri rejim PKC. Oleh sebab itu, aparat keamanan menghentikan segala aktivitas Falun Dafa selama berlangsungnya ABG dengan alasan menjaga hubungan baik dengan China. Ini adalah alasan yang tidak berdasar, sebuah latihan yang tenang dan damai bisa mengganggu keamanan serta kerjasama bilateral dengan China? Inilah liciknya rejim PKC menggunakan diplomasi politiknya untuk menekan praktisi di Indonesia.

      Foto: Praktisi Gong yang tenang dan damai di pantai luas




      Di saat banyak wisatawan masih terbuai oleh riuh gemuruh suara ombak laut, di patai Kuta Bali secara diam-diam muncul sekelompok orang yang tampak tenang dan damai, mereka terkadang melakukan gerakan yang lembut, rileks dan perlahan, terkadang duduk bermeditasi, penampilan mereka begitu tak lazim dan penuh leluasa, merupakan perbandingan yang kontras dengan irama kehidupan modern yang tegang dan dikejar waktu. Banyak orang segera tertarik oleh pemandangan ini, kamera ditangan mereka dengan spontan difungsikan, untuk mengabadikan gambar yang indah ini; ada yang duduk-duduk di pantai menyaksikan secara diam-diam; ada pula yang ngobrol dengan praktisi Falun Gong untuk mengetahui lebih lanjut sebab apa yang membuat para praktisi begitu tenang dan damai.



      Di samping formasi latihan Gong adalah barisan genderang pinggang yang terbentuk oleh praktisi Falun Gong, mereka berasal dari golongan masyarakat yang berbeda, pekerjaan mereka berbeda, usianyapun berbeda, namun ada satu hal yang sama, yaitu mereka tampak begitu sehat, percaya diri dan penuh vitalitas! Ketika para wisatawan tahu bahwa semua ini berkat latihan Falun Gong, mereka kagum dan berturut-turut memujinya, kemudian mengabadikan momen yang baik ini dengan bidikan kamera masing-masing, baik sebagai latar belakang maupun sebagai objek utama.  





      Banyak wisatawan setelah mengetahui penganiayaan yang dialami praktisi Falun Gong di China, nurani mereka sangat terguncang, mereka tidak dapat membayangkan dalam masyarakat beradab di zaman sekarang ini masih bisa terjadi penindasan dan penganiayaan yang begitu kejam. Namun setelah mereka tahu bahwa praktisi Falun Gong di 80 negara lebih di seluruh dunia setiap hari dengan tanpa pamrih dan sukarela mengklarifikasi fakta kepada orang-orang di dunia, juga  secara aktif menolong rekan-rekan praktisi di China yang teraniaya, mereka berkata telah melihat suatu harapan akan berakhirnya penganiayaan, telah melihat kasih sayang yang tanpa pamrih antar manusia.


      Gadis Kecil yang Baik Hati



      Dahulu kala, di sebuah negara yang seperti sekarang engkau dan saya tinggal, terdapat seorang raja yang baik hati.Di negara tersebut  terdapat sebuah desa yang agak terpencil, di sana tinggal 5 bersaudara yang sudah tidak mempunyai papa dan mama mereka sudah yatim piatu.

      Setiap musim dingin, mereka akan tidur sambil berpelukan untuk menghangatkan badan.

      Setelah Raja mengetahui mereka berlima sudah yatim piatu, raja bermaksud mengangkat mereka menjadi anak-anaknya.

      Dia mengumumkan, bahwa dia akan segera datang kedesa untuk melihat mereka dan akan segera menjadi bapak angkat mereka.

      Ketika kelima bersaudara ini mengetahui kabar ini, mereka sangat gembira sekali.

      Penduduk desa setelah mengetahui hal tersebut juga sangat bersemangat dan beramai-ramai datang kerumah kelima bersaudara ini menasehati mereka : ”Diantara kalian berlima yang bisa menyediakan kado paling istimewa kepada raja tentu akan menjadi kesayangan raja. “

      Mereka semua tidak mengetahui sifat raja yang sebenarnya, mereka hanya menaksir, biasanya seorang raja tentu bersifat siapa yang dapat mengambil hatinya dia yang akan menjadi kesayangan ?.

      Setelah mendengar nasehat penduduk desa, kelima bersaudara ini dengan giat segera mempersiapkan kado untuk raja, untuk mengambil hati raja.

      Salah satu diantara kelima bersaudara ini mempunyai keahlian memahat kayu, dan dia bermaksud mengukir sebuah benda yang istimewa untuk raja, dengan pisaunya dia sibuk mengukir disebuah kayu, karena dia ahli sekali dengan seni ukir maka setiap barang yang diukir kelihatan seperti benda hidup.

      Kakaknya bermaksud melukis sebuah lukisan surga, supaya raja dapat mengantungkan lukisannya di istana raja, kakaknya yang lain sangat pintar menyanyi dan bermain alat musik, dia akan menghadiahkan sebuah lagu yang merdu kepada raja, setiap hari dia berlatih menyanyi, sehingga penduduk desa yang lewat akan berhenti didepan jendela rumah mendengarkan suara nyanyiannya yang merdu.

      Seorang abangnya menginginkan raja mengetahui kepintarannya, sehingga setiap malam dia belajar sampai tengah malam, matematika, ilmu alam, ilmu pasti semua dipelajarinya, dia sangat pintar dan ingin raja mengagumi kepintarannya.

      Tetapi si bungsu diantara kelima bersaudara ini tidak mengetahui akan menghadiahkan kado apa kepada raja? Gerakannya agak lamban sehingga tidak cocok untuk mengukir, tangannya sangat kaku sehingga tidak bisa melukis, suaranya yang tidak merdu membuatnya tidak bisa menyanyi dan otaknya tidak begitu pintar seperti kakak-kakaknya.

      Dia hanya seorang gadis kecil yang menjaga kuda, biasanya dia akan berdiri di depan jalan yang masuk kedesa mereka, dan melihat keramaian orang yang lewat setiap ada kesempatan dia akan membantu penunggang kuda yang lewat untuk memberi makan, minum kuda dan menyikat bulu kuda, mereka akan memberikannya sedikit uang dan dengan uang ini dia akan memberi makanan untuk abang dan kakak-kakaknya.

      Gadis kecil ini menganggap dirinya  tidak ada yang istimewa yang dapat diberikan kepada raja.

      Tetapi sebenarnya dia mempunyai sebuah hal yang istimewa yang dia sendiri tidak tahu, hatinya sangat baik, dia akan menyapa setiap pengemis dengan namanya. Dia akan memberi makan kepada anjing dan kucing jalanan yang kelaparan. Dia akan dengan ramah menyapa setiap orang yang berkunjung kedesa mereka dan memberi bantuan kepada mereka, dan bertanya kepada mereka : ”Apakah kalian capek dalam perjalanan ini? Dapatkah kalian memberitahukan kepada saya apa yang kalian pelajari diperjalanan ini? Apakah engkau menyukai pekerjaan anda yang baru?” Dengan ramah dan sabar dia akan mengobrol dan mendengar keluh kesah orang yang lewat.

      Karena hatinya yang lapang, dan perhatiannya yang besar kepada orang lain, ia ingin mengetahui keadaan orang lain dia selalu bertanya, tidak pandang bulu kepada siapa saja, terhadap seorang pengemis maupun seorang saudagar kaya yang lewat dia akan selalu menyapa mereka dengan ramah.

      Gadis kecil ini masih menganggap dirinya bukan apapun, karena itu dia khawatir raja tidak akan menyukainya.

      Dia ingat nasehat dari penduduk desa maka dia harus memberikan sebuah kado yang istimewa untuk raja.

      Dia mengambil sebuah pisau kecil, datang ke samping abangnya yang pintar mengukir dan berkata : “Abang, dapatkah engkau mengajar saya mengukir? “Abangnya yang sedang sibuk tidak melihat kearahnya menjawab “Maaf, saya sibuk sekali, engkau tahukan raja akan segera datang.“

      Gadis kecil ini lalu meletakkan pisau kecilnya dan mengambil sebuah kuas untuk melukis.

      Dia lalu datang ke tempat kakaknya di lembah gunung sedang melukis matahari terbenam.

      “Lukisanmu sungguh cantik kakak !” gadis kecil yang baik hati ini berkata dengan lembut.

      “Saya tahu.” jawab kakaknya

      “Dapatkah engkau mengajar saya melukis?” gadis kecil ini bertanya “Sekarang tidak bisa“ jawab kakaknya tanpa memalingkan kepala kepadanya “Engkau tahukan raja akan segera datang.”

      Gadis kecil ini teringat kepada kakaknya yang pintar menyanyi.

      “Kakak yang ini tentu akan membantu saya ” dalam hati dia berkata.

      Dia datang ke tempat kakaknya dan melihat banyak orang yang mengelilingi mendengar kakaknya bernyanyi.

      “Kakak ! Kakak ! saya datang mendengar engkau bernyanyi, bisakah engkau mengajar saya bernyanyi !” teriak gadis kecil ini.

      Tetapi kakaknya tidak mendengar suara teriakannya karena orang ramai sedang bertepuk tangan dengan meriah.

      Maka dengan sedih gadis kecil ini menundukkan kepala meninggalkan tempat ini.

      Saat ini dia teringat dia masih mempunyai seorang abang yang pintar dan rajin belajar.

      Lalu dia mengambil sebuah buku dan lari ketempat abangnya.
      Gadis kecil ini berkata kepada abangnya “Saya tidak ada kado untuk diberikan kepada raja, dapatkah engkau mengajar saya membaca, supaya raja dapat melihat kepintaran saya membaca.” Abangnya yang kutu buku tidak menjawab, dia sedang asyik merenung.
      Lalu gadis ini berkata lagi “Abang, dapatkah engkau membantu saya?, saya apapun tidak….”

      “Pergi dari sini !“ teriak abangnya memutuskan percakapan adiknya “Engkau tahukan raja akan segera datang.”

      Dengan sedih gadis kecil ini meninggalkan abangnya. Tidak ada kado istimewa yang bisa dia sediakan untuk raja, lalu dia pergi ke gerbang masuk ke desa melanjutkan pekerjaan biasa yaitu memberi makan kepada hewan dan duduk disana menunggu orang lewat.

      Beberapa hari kemudian, seorang bapak datang ke desa mereka.

      “Dapatkah engkau memberi makan kepada keledai saya ?” Tanya bapak ini kepada gadis kecil.

      Mendengar suaranya lembut, gadis kecil ini langsung berdiri, dan memperhatikan wajah bapak ini. Dibawah cahaya matahari, wajahnya yang berwarna tembaga yang disinari matahari kelihatan bercahaya, matanya kelihatan lembut dan dengan suara ramah membuat gadis kecil ini merasa akrab dengannya.

      “Tentu bisa, serahkan kepada saya saja !” jawab gadis kecil ini dengan cepat dan menarik keledai ketempat penampungan air dan memberi dia minum “tinggalkan saja dia disini saya akan memberi dia makan, minum dan menggosok bulunya sampai kilat.”

      Gadis kecil ini sambil memberi keledai minum sambil bertanya kepada bapak ini “apakah engkau akan menginap di desa ini ?”

      Ia menjawab “Ya saya akan menginap disini beberapa hari, saya datang kedesa ini mencari orang “

      “Bapak datang dari tempat yang jauh, dalam perjalanan tentu capek ya“

      “Ia, saya merasa capek.”

      “Jika capek, bapak bisa duduk dibangku sana beristirahat sebentar” kata gadis kecil ini sambil menunjuk ke sebuah bangku panjang yang terletak didekat dinding. Bapak ini duduk dikursi dan menyandar didinding karena kecapekan lalu tertidur dengan nyenyak.

      Tidak berapa lama kemudian, dia terbangun dan melihat gadis kecil ini duduk didekat kakinya sedang memperhatikannya, setelah gadis kecil ini melihatnya terbangun dengan malu memalingkan kepalanya.

      Bapak ini berkata “Anakku, engkau sudah lama duduk disini ?”

      “He..eh”

      “Apa yang sedang engkau lihat ?”

      “Tidak ada apa-apa, saya hanya merasa engkau sangat ramah, saya merasa nyaman duduk didekat bapak.”

      Bapak ini tertawa dengan gembira “Engkau seorang gadis kecil yang baik, setelah saya kembali dari mencari orang saya akan datang menjenguk engkau lagi.”

      Beberapa saat kemudian Bapak ini kembali lagi.

      “Engkau sudah bertemu dengan orang yang engkau cari ?” gadis kecil ini bertanya.

      “Sudah bertemu, tetapi mereka semua sedang sibuk.”

      “Kenapa bisa begitu ?”

      “Orang yang pertama akan saya cari adalah seorang pengukir, dia sedang sibuk mengukir sebuah benda, dia menyuruh saya kembali lagi besok, orang yang kedua yang akan saya cari adalah seorang pelukis, saya melihat dia sedang melukis diatas gunung, penduduk desa dilereng gunung berkata dia sedang sibuk tidak ingin diganggu orang lain. Yang lain adalah seorang penyanyi, saya duduk mendengar dia bernyanyi dan ingin berbicara dengannya tetapi dia sibuk bernyanyi terus. Yang seorang lagi tidak ada ditempat, dia sedang sekolah di kota.

      Sekarang gadis kecil ini mengetahui siapa bapak ini.

      Dengan mata melotot dan menarik nafas dalam-dalam dia berkata “Engkau tidak kelihatan seperti seorang raja.”

      “Sebisa mungkin saya berusaha tidak serupa dengan raja” jawab raja “Karena menjadi seorang raja akan kesepian, orang-orang disamping saya tidak menganggap saya sebagai orang biasa, mereka selalu menginginkan mendapat keuntungan dari saya, selalu berkeluh kesah dan menjilat kepada saya.”

      “Tetapi, bukankah ini sifat raja ?” jawab gadis kecil ini.

      “Tentu saja demikian, tetapi kadang-kadang saya juga ingin dekat dengan rakyat saya, kadang-kadang berbicara dengan mereka, mendengar kebiasaan hidup mereka, bercanda dan menangis dengan mereka, kadang-kadang ingin menjadi bapak mereka.”

      “Oh, itu yang membuat engkau ingin memungut anak-anak yatim piatu.”

      “Benar, karena orang dewasa biasanya suka menjilat saya, anak kecil tidak demikian, mereka sangat polos dan akan mengobrol dengan saya, mereka tahu saya benar-benar mencintai mereka dan cinta mereka terhadap saya tanpa pamrih.”

      “Tetapi Abang-abang saya sangat sibuk, mereka hanya ingin memberi sebuah kejutan untukmu.”

      “Saya tahu, saya akan kembali lagi, mungkin disaat itu mereka tidak begitu sibuk lagi.”

      Gadis kecil ini berpikir sejenak “Bagaimana dengan saya bapak?, saya tidak ada sesuatupun yang bisa saya berikan kepadamu, tetapi saya ingin menjadi anakmu?”

      Dengan tertawa terbahak-bahak raja menjawab “Anakku sayang, engkau adalah hadiah terbaik bagiku, engkau telah memberikan hatimu, kebaikanmu, waktumu, juga cintamu, engkau tentu bisa menjadi anakku, saya mencintai sifat aslimu.”

      Kakak-kakaknya yang pintar sibuk dengan keahlian masing-masing, sehingga tidak mempunyai waktu bertemu dengan raja, sedangkan gadis kecil ini yang tidak mempunyai keahlian apapun, hanya mempunyai sebuah hati yang baik, tulus, ramah dan tidak berusaha mengubah sifat aslinya yang baik malah menjadi anak angkat raja.  

      (Sumber the epochtimes .com)

      Jumlah rakyat China yang telah mengundurkan diri dari Partai Komunis China (PKC) sampai hari ini berjumlah : 44.843.616 orang
      Baca Buku “9 Komentar Mengenai Partai Komunis” :
      http://www.erabaru.or.id/ k_01_art_85.htm : buku fenomenal yang membuat orang-orang China mundur dari PKC karena mengungkap watak asli dan sejarah partai komunis China.

      Erabaru (The Epoch Times / Dajiyuan) adalah media berbasis website dan koran bahasa mandarin yang terbit di Hongkong, Singapore, Rusia, Taiwan, Jepang, Korea, Israel, Kanada, Eropa, Rusia, Australia, Amerika, Selandia Baru dan Indonesia dan juga terbit dalam bahasa-bahasa di negara tersebut.  Untuk mengetahui informasi menarik lainnya seputar peristiwa, kesehatan, tips, cerita budi pekerti, alam semesta, manusia dan kehidupan, penemuan iptek, budaya, legenda, biografi, ramalan dunia, dan penemuan prasejarah kunjungi :  Website Bhs. Indonesia: www.erabaru.or.id -- Website Bhs.Mandarin : www.dajiyuan.com -- Website Bhs.Inggris : www.theepochtimes.com


      Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
      Messages
      Untuk mengetahui informasi-informasi menarik lainnya seputar peristiwa, kesehatan, tips, cerita budi pekerti, alam semesta, manusia dan kehidupan, iptek dan new inventions, autobiografi tokoh dunia, ramalan dunia, dan penemuan prasejarah kunjungi www.erabaru.or.id

      Berlangganan (subscribe) Newsletter : kirim email dengan judul Subscribe ke erabaru-subscribe@yahoogroups.com
      Stop Berlangganan (unsubscribe) Newsletter : kirim email dengan judul Unsubscribe ke erabaru-unsubscribe@yahoogroups.com


    • Surya Narendra
      Paling aman pakai batok kelapa , bambu atau buah maja yang dikeringkan........ Back to nature gitu lhoo!!! ... From: Jesse Jopie Rotinsulu Jr
      Message 2 of 2 , Nov 2, 2008
        Paling aman pakai batok kelapa , bambu atau buah maja yang dikeringkan........
        Back to nature gitu lhoo!!!

        --- On Mon, 3/11/08, Jesse Jopie Rotinsulu Jr <jesse.rotinsulu@...> wrote:
        From: Jesse Jopie Rotinsulu Jr <jesse.rotinsulu@...>
        Subject: [Spiritual-Indonesia] Hindari Resiko Wadah Plastik / Erabaru News
        To: komunitas-ilalang@yahoogroups.com, koran-sastra@yahoogroups.com, mayapadaprana@yahoogroups.com, mediacare@yahoogroups.com, pecinan@yahoogroups.com, proletar@yahoogroups.com, psikologi_transformatif@yahoogroups.com, puisikita@yahoogroups.com, relexjap@yahoogroups.com, sastra-pembebasan@yahoogroups.com, KKAS@yahoogroups.com, bandung_pusatbuku@yahoogroups.com, tjersil@yahoogroups.com, budaya-tionghoa@yahoogroups.com, bursakarir@yahoogroups.com, ebookmaniak@yahoogroups.com, iklan-bisnis-bali@yahoogroups.com, iklan-usaha@yahoogroups.com, indoiklan_usaha@yahoogroups.com, indonesia_online@yahoogroups.com, komik-indonesia@yahoogroups.com, jurnalisme@yahoogroups.com, spiritual-indonesia@yahoogroups.com, Nongkrong_bareng@yahoogroups.com, kombescom@yahoogroups.com, elia-stories@yahoogroups.com
        Date: Monday, 3 November, 2008, 11:02 AM



        Erabaru News – Senin 3 November  2008 www.erabaru. or.id


        Hindari Resiko Wadah Plastik


        Di Kanada, plastik dapat menggunakan label ini setelah bebas dari Bisphenol A. (DAVID MCNEW/GETTY IMAGES)

        Oleh: TERESA HOLLER *), special to The Epoch Times

        (Erabaru.or. id) Selagi para ilmuwan berdebat mengenai bahaya racun bahan-kimia pada plastik, alangkah baiknya bila kita mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi kesehatan keluarga kita. Di bawah ini lima langkah sederhana untuk membatasi potensi ancaman kesehatan dari botol plastik dan wadah makanan lain. Pilih plastik yang aman

        Hal pertama yang perlu dilakukan ketika mempertimbangkan akan membeli hidangan atau makanan yang dibungkus plastik adalah baliklah produk tersebut ke atas. Di permukaan bawah, Anda akan menemukan simbol daur ulang segitiga yang di dalamnya tertera suatu angka.

        Angka itu yang akan membantu Anda menentukan seberapa aman wadah plastiknya. Menurut kabar praktis (tidak berdasarkan penelitian), agar aman pilihlah angka 2, 4, atau 5.

        Kebanyakan wadah minum sekali-pakai (disposable) dibuat dari plastik  yang disebut disebut PET (Polyethylene Terephthalate) .

        Plastik ini tidak beracun seperti polycarbonate #7, yang melepaskan hormon pengganggu (disruptor) yang dikenal dengan Bisphenol A (BPA) ke dalam isinya. Atau mengandung racun seperti polyvinyl chloride #3 maupun polystyrene #6 (karet sintetis).

        Bagaimanapun, plastik PET melepaskan zat antimonium (unsur kimia yang mengandung racun seperti arsenik), yang bertentangan dengan kemampuan tubuh Anda untuk mendetoksifikasi (membuang racun) pada diri sendiri, suatu kemampuan yang penting di dunia racun saat ini.

        Untuk menghindari penggunaan wadah minum sekali-buang, Anda harus merencanakan dulu sebelumnya.

        Saya membawa botol gelas air minum kapan saja memungkinkan, hanya tinggal mengisi kembali dengan air aqua di rumah. Pada kesempatan di mana gelas tidak memungkinkan untuk dibawa, pilihlah gelas baja anti-karat. Saya selalu menyimpan satu gelas di dalam mobil untuk keadaan "darurat."

        Botol bayi yang lebih aman


        Pilih dot dari bahan silikon dan botol kaca, atau botol plastik bersimbol bebas-BPA (BPA-free).

        Ingat, jangan pernah memanaskan cairan di dalam plastik.

        Walaupun botol plastik sedang menjadi sorotan saat ini sebab mereka mungkin dapat melarutkan bahan-kimia beracun, bahan kimia yang sama-sama mencemaskan adalah larutan yang berasal dari lapisan makanan kaleng.

        Makanan yang termasuk dalam pencemaran tertinggi adalah sup kaleng, pasta, dan formula bayi. Adalah bijaksana untuk menghindari variasi makanan yang bersifat asam di dalam kaleng seperti saos tomat dan makanan berlemak seperti ikan tuna.

        Variasi susu bubuk formula bayi memiliki kemungkinan mengandung bahan-kimia berbahaya lebih kecil dibandingkan cairan campuran tersebut.

        Bungkus kembali


        Bungkus plastik komersial pada umumnya dibuat dari PVC, yang melepaskan bahan kimia beracun seperti dioxin (senyawa yang tergolong karsionogenik) ke dalam makanan. Lepas bungkusnya dan bungkus kembali dengan pembungkus makanan yang lebih aman seperti kertas roti, kertas berperekat bebas-PVC, PVC-free (tersedia di toko makanan alami), atau wadah gelas. Anda mungkin dapat memotong lapisan terluar dari makanan berlemak, seperti keju, untuk mengurangi kontaminasi lebih lanjut. (tnm/feb)

        *) Teresa Holler adalah seorang asisten dokter, pembicara konsultan kesehatan profesional, dan pengarang "Holler for Your Health: Be the Key to a Healthy Family." Teresa meminta bantuan Anda untuk menyingkirkan produk-produk yang mengandung racun dari rak toko. Hal yang perlu Anda lakukan hanya dengan berbelanja secara cerdas dan sebar-luaskan pengetahuan ini. Gabunglah bersamanya di www.holler4health. com.



        ”Membesarkan Tidak Mendidik, Kesalahan Ayah & Ibu: Mengajar tidak ketat, Guru Yang Malas”



        Melahirkan anak-anak, hanya tahu membesarkan mereka, tapi tidak mendidik mereka, itu adalah kesalahan yang menjadi Ayah & Ibu

        Guru mengajar murid, bukan hanya menyalurkan pengetahuan, juga harus mengajar murid aturan menjadi orang dan bertingkah-laku di masyarakat. Dan lagi tuntutan terhadap murid harus ketat, dengan begitu baru bisa mengajar murid yang terbaik. Kalau guru tidak mengajar ketat, dan tidak mendidik murid dengan baik, itu adalah guru malas, tidak melaksanakan maksimal kewajiban guru.

        Orang tua adalah guru pertama dalam kehidupan anak. Ditengah keluarga, ucapan dan perilaku sehari-hari orang-tua, anak-anak dari kecil melihatnya satu per satu, direkam dalam hati. Oleh karena itu ucapan dan perilaku sehari-hari, dan sikap terhadap pendidikan keluarga, cara mengajar anak, kondisi hati, semua ini terhadap konsep hidup anak, perkembangan karakter, sikap saat bersosialisasi, timbul pengaruh langsung dan mendalam. Pengaruh ini, bahkan setelah anak sekolah sampai dewasa, juga sangat sulit terhapus dari ingatan.


        Gangguan Partai Komunis China tak dapat membendung kegemilangan Falun Gong di Bali

        Tanggal 26 Oktober adalah hari peringatan “Annual International Event: Kuta Karnival” yang ke-enam, dalam pawai karnaval selama 5 tahun sebelumnya, mobil karnaval serta tarian bidadari yang ditampilkan oleh praktisi Falun Gong mendapat sambutan yang luas dari masyarakat, bahkan telah meraih juara satu pada tahun 2005 dan juara dua pada tahun 2006 dalam pawai tersebut.   Pawai Kuta Karnival Bali diselenggarakan setiap tahun dalam rangka memperingati Pasca Bom Bali.



        Sedangkan gangguan tak beralasan oleh PKC (Partai komunis China) melalui Kedutaan Besar China terhadap praktisi-praktisi Falun Gong sejak awal memang tak pernah berhenti, tahun ini bahkan melalui kebohongan yang disertai ancaman dan bujukan, mereka menyebabkan pihak penyelenggara karnaval membatalkan keikut-sertaan pawai Falun Gong dengan tanpa alasan apapun. Namun praktisi Falun Gong selama 9 tahun dalam anti penganiayaan tidak pernah takluk terhadap tekanan permukaan semacam ini, setiap kali gangguan tak beralasan yang dilancarkan PKC malah menjadi kesempatan propaganda bagi Falun Gong, setiap kali gangguan akan menjadi aib, hal yang busuk bagi diri si pelaku, tahun ini juga tak terkecuali.  Para praktisi menyakini bahwa kegiatan yang mereka lakukan tidak melanggar hukum apapun, dan merupakan hak warga negara Indonesia untuk berserikat dan berkumpul, maka praktisi Falun Dafa di Bali mengadakan kegiatan latihan dan atraksi genderang pinggang di pantai Kuta, Bali. Kegiatan ini berjarak sekitar satu kilometer dari acara Pawai Kuta Karnival Bali.

        Kelompok latihan Gong yang sejuk damai yang ditampilkan barisan genderang pinggang ditambah tarian bidadari yang indah menawan, telah memikat para wisatawan dalam maupun luar negeri untuk menghentikan sejenak langkah kaki mereka guna menyaksikan keindahan ini. Setelah mereka mengerti tentang fakta kebenaran Falun Gong, mereka berturut-turut mengucapkan terima kasih atas keindahan dan kedamaian yang dipersembahkan oleh praktisi Falun Gong.  Bahkan ada khalayak yang berjodoh secara spontan menyatakan ingin berlatih Falun Dafa.    

        Kegiatan ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada masyarakat umum bahwa Falun Dafa adalah baik. Latihannya yang tenang dan damai, tidaklah menakutkan seperti anggapan aparat keamanan yang merasa khawatir bisa mengganggu keamanan selama berlangsungnya Asian Beach Game (ABG) yang pertama ini. Praktisi tetap melakukan kegiatan mereka meskipun mendapat berbagai macam tekanan. Sebaliknya, praktisi tetap dengan sabar dan tenang menghadapi semua ini.
         
        Polisi setelah mengerti fakta sebenarnya, lalu pergi secara diam-diam

        Sebelum kegiatan dimulai, polisi yang dikelabui oleh kebohongan PKC mencoba melarang berbagai kegiatan penyebaran Fa yang dilakukan oleh praktisi Falun Gong. Namun para praktisi tak terusik, dengan tenang dan damai mereka mengklarifikasi fakta kepada polisi tentang penganiayaan yang dialami praktisi Falun Gong di China dan keindahan yang dihantarkan Falun Gong kepada orang-orang di dunia. Polisi setelah mengerti fakta sebenarnya kemudian pergi secara diam-diam. Kegiatan penyebaran Fa dari awal hingga akhir tidak lagi mendapat gangguan.  

        Beberapa praktisi telah mendatangi pihak panitia Kuta Karnival Bali untuk menanyakan alasan mengapa mereka membatalkan keikutsertaan Falun Dafa pawai tahun ini? Pihak panitia justru sangat menyayangkan dan merasa kehilangan serta merasa ada yang kurang tanpa kehadiran Falun Dafa. Selama lima tahun ini, keikutsertaan Falun Dafa tidak ada masalah. Malahan sebaliknya, Pawai Kuta Karnival Bali bertambah lebih meriah karena kehadiran Falun Dafa. Hal ini terbukti dengan mendapatkan piagam-piagam penghargaan dari panitia karnaval atas aspirasi dan referensi dari masyarakat yang merasa terhibur dengan berbagai kesenian yang ditampilkan oleh para praktisi Falun Dafa pada setiap pawai sebelumnya.

        Secara jujur, panitia merasa tidak berdaya dengan tekanan-tekanan yang dilakukan oleh aparat keamanan. Hanya karena alasan menjaga keamanan berlangsungnya ABG, dari tanggal 18-26 Oktober 2008, segala kegiatan Falun Dafa dibatasi. Panitia telah berusaha keras untuk memperjuangkan keikutsertaan Falun Dafa, karena panitia mengetahui kebenaran terhadap Falun Dafa.

        Menurut seorang praktisi, bahwa ABG juga diikuti oleh kontingen yang berasal dari negara China. Sedangkan Falun Dafa dilarang di China, dimana rejim PKC menyiarkan propaganda kepada rakyatnya bahwa Falun Dafa tidak eksis di luar negeri. Kalau seandainya kontingen China melihat ada banyak praktisi Falun Dafa yang berlatih di luar China, ini tentu menampar muka sendiri rejim PKC. Oleh sebab itu, aparat keamanan menghentikan segala aktivitas Falun Dafa selama berlangsungnya ABG dengan alasan menjaga hubungan baik dengan China. Ini adalah alasan yang tidak berdasar, sebuah latihan yang tenang dan damai bisa mengganggu keamanan serta kerjasama bilateral dengan China? Inilah liciknya rejim PKC menggunakan diplomasi politiknya untuk menekan praktisi di Indonesia.

        Foto: Praktisi Gong yang tenang dan damai di pantai luas




        Di saat banyak wisatawan masih terbuai oleh riuh gemuruh suara ombak laut, di patai Kuta Bali secara diam-diam muncul sekelompok orang yang tampak tenang dan damai, mereka terkadang melakukan gerakan yang lembut, rileks dan perlahan, terkadang duduk bermeditasi, penampilan mereka begitu tak lazim dan penuh leluasa, merupakan perbandingan yang kontras dengan irama kehidupan modern yang tegang dan dikejar waktu. Banyak orang segera tertarik oleh pemandangan ini, kamera ditangan mereka dengan spontan difungsikan, untuk mengabadikan gambar yang indah ini; ada yang duduk-duduk di pantai menyaksikan secara diam-diam; ada pula yang ngobrol dengan praktisi Falun Gong untuk mengetahui lebih lanjut sebab apa yang membuat para praktisi begitu tenang dan damai.



        Di samping formasi latihan Gong adalah barisan genderang pinggang yang terbentuk oleh praktisi Falun Gong, mereka berasal dari golongan masyarakat yang berbeda, pekerjaan mereka berbeda, usianyapun berbeda, namun ada satu hal yang sama, yaitu mereka tampak begitu sehat, percaya diri dan penuh vitalitas! Ketika para wisatawan tahu bahwa semua ini berkat latihan Falun Gong, mereka kagum dan berturut-turut memujinya, kemudian mengabadikan momen yang baik ini dengan bidikan kamera masing-masing, baik sebagai latar belakang maupun sebagai objek utama.  





        Banyak wisatawan setelah mengetahui penganiayaan yang dialami praktisi Falun Gong di China, nurani mereka sangat terguncang, mereka tidak dapat membayangkan dalam masyarakat beradab di zaman sekarang ini masih bisa terjadi penindasan dan penganiayaan yang begitu kejam. Namun setelah mereka tahu bahwa praktisi Falun Gong di 80 negara lebih di seluruh dunia setiap hari dengan tanpa pamrih dan sukarela mengklarifikasi fakta kepada orang-orang di dunia, juga  secara aktif menolong rekan-rekan praktisi di China yang teraniaya, mereka berkata telah melihat suatu harapan akan berakhirnya penganiayaan, telah melihat kasih sayang yang tanpa pamrih antar manusia.


        Gadis Kecil yang Baik Hati



        Dahulu kala, di sebuah negara yang seperti sekarang engkau dan saya tinggal, terdapat seorang raja yang baik hati.Di negara tersebut  terdapat sebuah desa yang agak terpencil, di sana tinggal 5 bersaudara yang sudah tidak mempunyai papa dan mama mereka sudah yatim piatu.

        Setiap musim dingin, mereka akan tidur sambil berpelukan untuk menghangatkan badan.

        Setelah Raja mengetahui mereka berlima sudah yatim piatu, raja bermaksud mengangkat mereka menjadi anak-anaknya.

        Dia mengumumkan, bahwa dia akan segera datang kedesa untuk melihat mereka dan akan segera menjadi bapak angkat mereka.

        Ketika kelima bersaudara ini mengetahui kabar ini, mereka sangat gembira sekali.

        Penduduk desa setelah mengetahui hal tersebut juga sangat bersemangat dan beramai-ramai datang kerumah kelima bersaudara ini menasehati mereka : ”Diantara kalian berlima yang bisa menyediakan kado paling istimewa kepada raja tentu akan menjadi kesayangan raja. “

        Mereka semua tidak mengetahui sifat raja yang sebenarnya, mereka hanya menaksir, biasanya seorang raja tentu bersifat siapa yang dapat mengambil hatinya dia yang akan menjadi kesayangan ?.

        Setelah mendengar nasehat penduduk desa, kelima bersaudara ini dengan giat segera mempersiapkan kado untuk raja, untuk mengambil hati raja.

        Salah satu diantara kelima bersaudara ini mempunyai keahlian memahat kayu, dan dia bermaksud mengukir sebuah benda yang istimewa untuk raja, dengan pisaunya dia sibuk mengukir disebuah kayu, karena dia ahli sekali dengan seni ukir maka setiap barang yang diukir kelihatan seperti benda hidup.

        Kakaknya bermaksud melukis sebuah lukisan surga, supaya raja dapat mengantungkan lukisannya di istana raja, kakaknya yang lain sangat pintar menyanyi dan bermain alat musik, dia akan menghadiahkan sebuah lagu yang merdu kepada raja, setiap hari dia berlatih menyanyi, sehingga penduduk desa yang lewat akan berhenti didepan jendela rumah mendengarkan suara nyanyiannya yang merdu.

        Seorang abangnya menginginkan raja mengetahui kepintarannya, sehingga setiap malam dia belajar sampai tengah malam, matematika, ilmu alam, ilmu pasti semua dipelajarinya, dia sangat pintar dan ingin raja mengagumi kepintarannya.

        Tetapi si bungsu diantara kelima bersaudara ini tidak mengetahui akan menghadiahkan kado apa kepada raja? Gerakannya agak lamban sehingga tidak cocok untuk mengukir, tangannya sangat kaku sehingga tidak bisa melukis, suaranya yang tidak merdu membuatnya tidak bisa menyanyi dan otaknya tidak begitu pintar seperti kakak-kakaknya.

        Dia hanya seorang gadis kecil yang menjaga kuda, biasanya dia akan berdiri di depan jalan yang masuk kedesa mereka, dan melihat keramaian orang yang lewat setiap ada kesempatan dia akan membantu penunggang kuda yang lewat untuk memberi makan, minum kuda dan menyikat bulu kuda, mereka akan memberikannya sedikit uang dan dengan uang ini dia akan memberi makanan untuk abang dan kakak-kakaknya.

        Gadis kecil ini menganggap dirinya  tidak ada yang istimewa yang dapat diberikan kepada raja.

        Tetapi sebenarnya dia mempunyai sebuah hal yang istimewa yang dia sendiri tidak tahu, hatinya sangat baik, dia akan menyapa setiap pengemis dengan namanya. Dia akan memberi makan kepada anjing dan kucing jalanan yang kelaparan. Dia akan dengan ramah menyapa setiap orang yang berkunjung kedesa mereka dan memberi bantuan kepada mereka, dan bertanya kepada mereka : ”Apakah kalian capek dalam perjalanan ini? Dapatkah kalian memberitahukan kepada saya apa yang kalian pelajari diperjalanan ini? Apakah engkau menyukai pekerjaan anda yang baru?” Dengan ramah dan sabar dia akan mengobrol dan mendengar keluh kesah orang yang lewat.

        Karena hatinya yang lapang, dan perhatiannya yang besar kepada orang lain, ia ingin mengetahui keadaan orang lain dia selalu bertanya, tidak pandang bulu kepada siapa saja, terhadap seorang pengemis maupun seorang saudagar kaya yang lewat dia akan selalu menyapa mereka dengan ramah.

        Gadis kecil ini masih menganggap dirinya bukan apapun, karena itu dia khawatir raja tidak akan menyukainya.

        Dia ingat nasehat dari penduduk desa maka dia harus memberikan sebuah kado yang istimewa untuk raja.

        Dia mengambil sebuah pisau kecil, datang ke samping abangnya yang pintar mengukir dan berkata : “Abang, dapatkah engkau mengajar saya mengukir? “Abangnya yang sedang sibuk tidak melihat kearahnya menjawab “Maaf, saya sibuk sekali, engkau tahukan raja akan segera datang.“

        Gadis kecil ini lalu meletakkan pisau kecilnya dan mengambil sebuah kuas untuk melukis.

        Dia lalu datang ke tempat kakaknya di lembah gunung sedang melukis matahari terbenam.

        “Lukisanmu sungguh cantik kakak !” gadis kecil yang baik hati ini berkata dengan lembut.

        “Saya tahu.” jawab kakaknya

        “Dapatkah engkau mengajar saya melukis?” gadis kecil ini bertanya “Sekarang tidak bisa“ jawab kakaknya tanpa memalingkan kepala kepadanya “Engkau tahukan raja akan segera datang.”

        Gadis kecil ini teringat kepada kakaknya yang pintar menyanyi.

        “Kakak yang ini tentu akan membantu saya ” dalam hati dia berkata.

        Dia datang ke tempat kakaknya dan melihat banyak orang yang mengelilingi mendengar kakaknya bernyanyi.

        “Kakak ! Kakak ! saya datang mendengar engkau bernyanyi, bisakah engkau mengajar saya bernyanyi !” teriak gadis kecil ini.

        Tetapi kakaknya tidak mendengar suara teriakannya karena orang ramai sedang bertepuk tangan dengan meriah.

        Maka dengan sedih gadis kecil ini menundukkan kepala meninggalkan tempat ini.

        Saat ini dia teringat dia masih mempunyai seorang abang yang pintar dan rajin belajar.

        Lalu dia mengambil sebuah buku dan lari ketempat abangnya.
        Gadis kecil ini berkata kepada abangnya “Saya tidak ada kado untuk diberikan kepada raja, dapatkah engkau mengajar saya membaca, supaya raja dapat melihat kepintaran saya membaca.” Abangnya yang kutu buku tidak menjawab, dia sedang asyik merenung.
        Lalu gadis ini berkata lagi “Abang, dapatkah engkau membantu saya?, saya apapun tidak….”

        “Pergi dari sini !“ teriak abangnya memutuskan percakapan adiknya “Engkau tahukan raja akan segera datang.”

        Dengan sedih gadis kecil ini meninggalkan abangnya. Tidak ada kado istimewa yang bisa dia sediakan untuk raja, lalu dia pergi ke gerbang masuk ke desa melanjutkan pekerjaan biasa yaitu memberi makan kepada hewan dan duduk disana menunggu orang lewat.

        Beberapa hari kemudian, seorang bapak datang ke desa mereka.

        “Dapatkah engkau memberi makan kepada keledai saya ?” Tanya bapak ini kepada gadis kecil.

        Mendengar suaranya lembut, gadis kecil ini langsung berdiri, dan memperhatikan wajah bapak ini. Dibawah cahaya matahari, wajahnya yang berwarna tembaga yang disinari matahari kelihatan bercahaya, matanya kelihatan lembut dan dengan suara ramah membuat gadis kecil ini merasa akrab dengannya.

        “Tentu bisa, serahkan kepada saya saja !” jawab gadis kecil ini dengan cepat dan menarik keledai ketempat penampungan air dan memberi dia minum “tinggalkan saja dia disini saya akan memberi dia makan, minum dan menggosok bulunya sampai kilat.”

        Gadis kecil ini sambil memberi keledai minum sambil bertanya kepada bapak ini “apakah engkau akan menginap di desa ini ?”

        Ia menjawab “Ya saya akan menginap disini beberapa hari, saya datang kedesa ini mencari orang “

        “Bapak datang dari tempat yang jauh, dalam perjalanan tentu capek ya“

        “Ia, saya merasa capek.”

        “Jika capek, bapak bisa duduk dibangku sana beristirahat sebentar” kata gadis kecil ini sambil menunjuk ke sebuah bangku panjang yang terletak didekat dinding. Bapak ini duduk dikursi dan menyandar didinding karena kecapekan lalu tertidur dengan nyenyak.

        Tidak berapa lama kemudian, dia terbangun dan melihat gadis kecil ini duduk didekat kakinya sedang memperhatikannya, setelah gadis kecil ini melihatnya terbangun dengan malu memalingkan kepalanya.

        Bapak ini berkata “Anakku, engkau sudah lama duduk disini ?”

        “He..eh”

        “Apa yang sedang engkau lihat ?”

        “Tidak ada apa-apa, saya hanya merasa engkau sangat ramah, saya merasa nyaman duduk didekat bapak.”

        Bapak ini tertawa dengan gembira “Engkau seorang gadis kecil yang baik, setelah saya kembali dari mencari orang saya akan datang menjenguk engkau lagi.”

        Beberapa saat kemudian Bapak ini kembali lagi.

        “Engkau sudah bertemu dengan orang yang engkau cari ?” gadis kecil ini bertanya.

        “Sudah bertemu, tetapi mereka semua sedang sibuk.”

        “Kenapa bisa begitu ?”

        “Orang yang pertama akan saya cari adalah seorang pengukir, dia sedang sibuk mengukir sebuah benda, dia menyuruh saya kembali lagi besok, orang yang kedua yang akan saya cari adalah seorang pelukis, saya melihat dia sedang melukis diatas gunung, penduduk desa dilereng gunung berkata dia sedang sibuk tidak ingin diganggu orang lain. Yang lain adalah seorang penyanyi, saya duduk mendengar dia bernyanyi dan ingin berbicara dengannya tetapi dia sibuk bernyanyi terus. Yang seorang lagi tidak ada ditempat, dia sedang sekolah di kota.

        Sekarang gadis kecil ini mengetahui siapa bapak ini.

        Dengan mata melotot dan menarik nafas dalam-dalam dia berkata “Engkau tidak kelihatan seperti seorang raja.”

        “Sebisa mungkin saya berusaha tidak serupa dengan raja” jawab raja “Karena menjadi seorang raja akan kesepian, orang-orang disamping saya tidak menganggap saya sebagai orang biasa, mereka selalu menginginkan mendapat keuntungan dari saya, selalu berkeluh kesah dan menjilat kepada saya.”

        “Tetapi, bukankah ini sifat raja ?” jawab gadis kecil ini.

        “Tentu saja demikian, tetapi kadang-kadang saya juga ingin dekat dengan rakyat saya, kadang-kadang berbicara dengan mereka, mendengar kebiasaan hidup mereka, bercanda dan menangis dengan mereka, kadang-kadang ingin menjadi bapak mereka.”

        “Oh, itu yang membuat engkau ingin memungut anak-anak yatim piatu.”

        “Benar, karena orang dewasa biasanya suka menjilat saya, anak kecil tidak demikian, mereka sangat polos dan akan mengobrol dengan saya, mereka tahu saya benar-benar mencintai mereka dan cinta mereka terhadap saya tanpa pamrih.”

        “Tetapi Abang-abang saya sangat sibuk, mereka hanya ingin memberi sebuah kejutan untukmu.”

        “Saya tahu, saya akan kembali lagi, mungkin disaat itu mereka tidak begitu sibuk lagi.”

        Gadis kecil ini berpikir sejenak “Bagaimana dengan saya bapak?, saya tidak ada sesuatupun yang bisa saya berikan kepadamu, tetapi saya ingin menjadi anakmu?”

        Dengan tertawa terbahak-bahak raja menjawab “Anakku sayang, engkau adalah hadiah terbaik bagiku, engkau telah memberikan hatimu, kebaikanmu, waktumu, juga cintamu, engkau tentu bisa menjadi anakku, saya mencintai sifat aslimu.”

        Kakak-kakaknya yang pintar sibuk dengan keahlian masing-masing, sehingga tidak mempunyai waktu bertemu dengan raja, sedangkan gadis kecil ini yang tidak mempunyai keahlian apapun, hanya mempunyai sebuah hati yang baik, tulus, ramah dan tidak berusaha mengubah sifat aslinya yang baik malah menjadi anak angkat raja.  

        (Sumber the epochtimes .com)

        Jumlah rakyat China yang telah mengundurkan diri dari Partai Komunis China (PKC) sampai hari ini berjumlah : 44.843.616 orang
        Baca Buku “9 Komentar Mengenai Partai Komunis” :
        http://www.erabaru. or.id/ k_01_art_85. htm : buku fenomenal yang membuat orang-orang China mundur dari PKC karena mengungkap watak asli dan sejarah partai komunis China.

        Erabaru (The Epoch Times / Dajiyuan) adalah media berbasis website dan koran bahasa mandarin yang terbit di Hongkong, Singapore, Rusia, Taiwan, Jepang, Korea, Israel, Kanada, Eropa, Rusia, Australia, Amerika, Selandia Baru dan Indonesia dan juga terbit dalam bahasa-bahasa di negara tersebut.  Untuk mengetahui informasi menarik lainnya seputar peristiwa, kesehatan, tips, cerita budi pekerti, alam semesta, manusia dan kehidupan, penemuan iptek, budaya, legenda, biografi, ramalan dunia, dan penemuan prasejarah kunjungi :  Website Bhs. Indonesia: www.erabaru. or.id -- Website Bhs.Mandarin : www.dajiyuan. com -- Website Bhs.Inggris : www.theepochtimes. com


        Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
        Messages
        Untuk mengetahui informasi-informasi menarik lainnya seputar peristiwa, kesehatan, tips, cerita budi pekerti, alam semesta, manusia dan kehidupan, iptek dan new inventions, autobiografi tokoh dunia, ramalan dunia, dan penemuan prasejarah kunjungi www.erabaru. or.id

        Berlangganan (subscribe) Newsletter : kirim email dengan judul Subscribe ke erabaru-subscribe@ yahoogroups. com
        Stop Berlangganan (unsubscribe) Newsletter : kirim email dengan judul Unsubscribe ke erabaru-unsubscribe @yahoogroups. com



      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.