Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

FW: Notifikasi Balasan Topik - Hati Nurani Sang Maha Avatar Sri Matadji Nirmala Dewi

Expand Messages
  • slamet.supardio@merck.co.id
    Slamet Supardio Telp ( 021 ) 841 38 89 ext 577 Fax : ( 021 ) 841 55 37 HP : 0856 166 1688 E Mail : Slamet Supardio@Merck.co.id. Toll Fee : 0800 140 1253 /
    Message 1 of 1 , Apr 7, 2005
    • 0 Attachment
      Slamet Supardio
      Telp ( 021 ) 841 38 89 ext 577
      Fax : ( 021 ) 841 55 37
      HP : 0856 166 1688
      E Mail : Slamet Supardio@....
      Toll Fee : 0800 140 1253 / 0856 794 1583
      ----- Forwarded by Slamet Supardio/PTMI/Merck on 04/07/2005 05:57 PM -----

      "PUJIASTUTY
      SUSANTO" To: <Slamet.Supardio@...>
      <pujiastuty_susanto cc:
      @...> Subject: FW: Notifikasi Balasan Topik - Hati Nurani Sang Maha Avatar Sri Matadji
      Nirmala Dewi
      04/07/2005 08:47 AM







      Dearest,

      FYI

      From: madanirei kund [mailto:madanireikund@...]
      Sent: Thursday, April 07, 2005 12:07 AM
      To: sidin_ekaputra@...; sahajayoga-id@yahoogroups.com;
      prameswarijabar@...; PUJIASTUTY SUSANTO; hush_m3@...; Firsa
      Angelia Nofida; Rina Kusumawati; naif50good@...
      Subject: Re: Notifikasi Balasan Topik - Hati Nurani Sang Maha Avatar Sri
      Matadji Nirmala Dewi

      Dear Beloved Sahaja Yogi/ni

      Sebelumnya saya meminta maaf atas kelancangan saya dengan melakukan
      interupsi saya kedalam milis Sahaja Yoga ini.

      Saya ingin menanggapi tulisan Ibu Silvana yang say abaca dalam bentuk
      print out dikantor saya sore ini , disini terlihat ulasan Ibu Silvana
      cukup berguna membentuk wawasan spiritual lebih mendalam bagi yang
      berminat secara benar dan intens.

      Tetapi tulisan tersebut sangat berbahaya bagi sebagian orang yang belum
      menyadari keseluruhan apa yang termaktub dalam tulisan Ibu , karena kalau
      kita mensitir istilah Swami Vivekananda dalam konferensi di PBB pada
      beberapa tahun yang lalu , ini aja masih berlaku bagi kehidupan Agamis
      maupun Spiritual , karena apa ? Tidak seluruh manusia penganut ajaran
      Spiritual mau dan mampu untuk menjalani kehidupan spiritual ini dengan
      baik dan benar tanpa membedakan siapa , apa , kenapa , kapan , aliran dll.

      Hal ini bisa juga terjadi didalam komunitas Sahaja Yoga ataupun Aliran
      Yoga lainnya,tanpa memandang bulu aliran ; tulisan anda dan kejadian ?
      kejadian yang telah pernah kita alami dalam mengamputasi sistimatika yang
      keliru yang menimpa beberapa personal Praktisi Sahaja Yoga beberapa saat
      yang lalu adalah hanya segelintir lintas daya untuk memberikan pengaruh
      baik dalam kehidupan praktisi tersebut.

      Orientasi system pelatihan SY sudah banyak didalam web site SY yang
      lain,seperti dari SY Canada dll , sehingga otomatis segala sesuatu yang
      berkaitan dengan kegiatan spiritual ini harus dimengerti dan dipahami dulu
      apa sebenarnya kemauan dan arah kita untuk menjalani kehidupan spiritual
      ini , tentunya segala sesuatu harus dengan mengajukan pertanyaan yang
      tepat pada diri kita sendiri yang meliputi pertanyaan pada tubuh Fisik ,
      tubuh Jiwa dan tubuh Ruh ; tetapi dalam kenyataannya kebanyakan pada para
      pengambil Shaktipat atau Dhiksa hanya bertanya pada Otaknya bukan mengarah
      pada Hati Nuraninya , ini yang membuat kebanyak para praktisi menjadi
      pembuat bom waktu pada dirinya sendiri.

      Sesuatu hal yang wajar terjadi pada para praktisi pemula , dia mengalami
      hambatan cukup berarti dalam kehidupan spiritualnya , apalagi banyak
      sekali " guru " ataupun " senior " yang belum mengerti akan syarat seorang
      shaktipator sudah mulai berani memberikan shaktipat / dhiksa pada orang
      lain , padahal syarat seorang shaktipator sangatlah berat , seperti halnya
      syarat2 sebagai berikut :

      1. Hati Nurani Shaktipator harus benar ? benar telah terbuka
      2. Anthakarana Shaktipator telah benar2 aktif
      3. Mempunyai Visi dan Misi kehidupan dengan jelas
      4. Tubuh2 Jiwa dan Ruh sudah bekerja dengan baik dan benar
      5. Ruh sudah mengalami masa belajar yang cukup lama
      6. Mampu membangunkan Ruh Praktisi yang masih tertidur
      7. Mampu membangkitkan hubungan Praktisi dengan Sang Pencipta Tunggal
      8. Tubuh Shaktipator sudah cukup bersih dari Pohon Karma Negatif maupun
      Bibit ? Bibit Karma Negatif
      9. Energi Kundalini sebagai Energi Kesadaran sudah menembus dan
      membangun pemurnian setiap phase kesadaran yang ada disetiap chakra
      10. Lembaran Chakra sudah cukup kuat dan inti dari Chakra sudah
      menyembul keluar dari antara daun Chakra
      11. Dll yang masih banyak

      Pada saat sekarang ini para guru / master atau apapun namanya , hanya
      dengan berbekal pewaskitaan dan ketajaman penglihatan yang nota bene hanya
      merupakan kekuatan indra ( fisikal ) sudah berani memberikan shaktipat /
      dhiksa dengan embel ? embel bahwa ini adalah sebagian kekuatan spiritual ,
      sebenarnya ini adalah penyelewengan system yang ada pada sisi spiritual
      sang master maupun sang murid itu sendiri????

      Kalau sudah terjadi hubungan bilateral aktif dengan pola yang demikian ,
      apalagi yang harus dilakukan ; tentunya tidak ada bukan ?? Karena apa ?
      Jawabannya hanya satu ( 1 ) yakni : Ini Bukan Spiritual - Ini Hanyalah
      Permainan Indrawi - Ini Bukanlah Langkah Terbaik untuk Membentuk Jalan
      Kearah Sang Pencipta

      Mereka ? mereka yang Ibu Silvana sebutkan sebagai Praktisi SY memang saya
      kenal baik , mereka bukannya tidak mau untuk memberikan pengamalan lebih
      mendalam tentang SY,tetapi mereka masih menimba banyak untuk pengertian
      yang lebih baik

      Mereka ini , bukan komunitas Sahaja Yoga Formal yang ada di internet
      ataupun komunal , melainkan hanya praktisi Kundalini Yoga yang mendapatkan
      Inisiasi dari Sang Bunda sebelum Sahaja Yoga International terbentuk dalam
      bentuk lembaga resmi , Cuma mereka ini sangat cinta sekali dengan Sang
      Bunda maupun Sahaja Yoga nya

      Bapak Sidin , Ibu Silvana dan rekan ? rekan lainnya yang tercinta , saya
      bukanlah Master,saya masih punya Master yang sebenarnya yakni Allah Tuhan
      YME , saya sampai saat ini hanya baru mempunyai tugas sebagai Pembimbing
      saja bagi mereka yang membutuhkan?..itu saja kok , Bu Silva ini gimana
      sih? Saya takut sekali menjadi GR

      Saran saya untuk Bu Silva , lebih baik komunitas Sahaja Yoga ini
      diramaikan dengan pola edukatif lain , karena apa ?.............Namanya
      juga manusia , baik itu di Sahaja Yoga ataupun ditempat Yoga yang lain ,
      apapun namanya , tidaklah selalu mempunyai Visi dan Misi yang sama dengan
      Bu Silva ,saya takut ada yang tersinggung dan sakit hati dengan ulasan Bu
      Silva , karena manusia masih dan tetap memiliki banyak sisi dan sendi
      kehidupan yang dinamakan sebagai manusia , jadi lebih baik menurut saya ,
      kita sebagai Praktisi Sahaja Yoga mengamalkan saja apa yang telah kita
      miliki sesuai dengan kehendak Sang Bunda tanpa perlu menganalisa system ,
      kita bantu aja setiap personal yang membutuhkan , kita ingatlah bahwa sisa
      jaman kehidupan spiritual sisa 6 tahun

      Saya mohon maaf bagi Bu Silva,Pak Sidin ataupun Rekan lain yang tidak
      menyukai pola bahas saya , bukan maksud saya untuk memberikan konotasi
      yang jelek , tetapi ini adalah kenyataan yang harus saya jabarkan dengan
      gambling
      Sekali lagi , mohon maaf yang sebesar ? besarnya , salam sejahtera dalam
      kuasa sang Pencipta Tunggal , Allah yang Satu

      Agus Hanafi

      Do you Yahoo!?
      Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.