Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

2 Sept

Expand Messages
  • rm_maryo
    Alangkah hebatnya perkataan ini! (1Kor 2:10b-16; Luk 4:31-37) Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada
    Message 1 of 1 , Aug 31, 2008
      "Alangkah hebatnya perkataan ini!"
      (1Kor 2:10b-16; Luk 4:31-37)

      "Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu
      mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar
      pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.Di dalam rumah ibadat
      itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara
      keras:"Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami?
      Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang
      Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam,
      keluarlah dari padanya!" Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke
      tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali
      tidak menyakitinya. Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang
      kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab
      dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat
      dan mereka pun keluar." Dan tersebarlah berita tentang Dia ke
      mana-mana di daerah itu" (Luk 4:31-37), demikian kutipan Warta Gembira
      hari ini.

      Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
      sederhana sebagai berikut:
      • Banyak orang menjadi sakit hati karena mendengar suara atau kritik
      keras serta tajam dari sesamanya atau saudara-saudarinya. Dengan kata
      lain kata-kata dari sesamanya atau saudara-saudarinya sangat menyentuh
      dan mengesan serta mempengaruhi dirinya, terutama kata-kata yang
      bersifat mengritik atau merendahkan dirinya. Begitulah kenyataan yang
      sering terjadi dalam kehidupan bersama atau hidup beriman/beragama:
      kata-kata dari sesamanya atau saudara-saudarinya lebih kuat dan lebih
      kuasa dari kata-kata atau sabda Tuhan, padahal Tuhan Mahakuasa atau
      maha segalanya, `Deus semper maior est' (=Tuhan senantiasa lebih
      besar). Maka kami mengajak dan mengingatkan kita semua: marilah kita
      renungkan sabda-sabda Tuhan agar kita dapat berkata : "Alangkah
      hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi
      perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar". Dalam
      membacakan, mendengarkan dan merenungkan sabda-sabda Tuhan marilah
      kita berpedoman pada nasihat St.Ignatius Loyola ini: "Bukan
      berlimpahnya pengetahuan, melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam
      kebenarannya itulah yang memperkenyang dan memuaskan jiwa"
      (St.Ignatius Loyola: LR no 2). Para santo atau santa, orang-orang
      suci, pada umumnya juga tersentuh dan tergerak oleh ayat-ayat
      tertentu dalam Kitab Suci, yang kemudian menjiwai hidup dan cara
      bertindaknya; hal senada kiranya dicoba oleh para gembala atau uskup
      dengan memakainya sebagai motto pelayanan atau penggembalaannya,
      misalnya: "Dalam Nama Yesus", "Bertolaklah lebih dalam", dst. Saya
      pribadi sangat terkesan dan berusaha untuk menghayati teks ini : "Di
      dalam Dia kita beroleh keberanian" (Ef 3:12) Bersama dan bersatu
      dengan Tuhan kita senantiasa dapat mengalahkan dan mengatasi setan dan
      aneka kejahatan, dan kita tidak akan takut dan gentar menghadapi aneka
      macam bentuk ancaman maupun terror dari orang-orang jahat.
      • "Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah,
      supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita" (1Kor
      2:12), demikian kesaksian Paulus kepada umat di Korintus, kepada kita
      semua orang beriman. Rasanya kesaksian Paulus ini bukan omong kosong,
      melainkan sungguh merupakan suatu realitas atau kenyataan bagi kita
      semua. Sebagai contoh perkenankan saya mengangkat masalah hubungan
      suami-isteri maupun hidup imamat dan membiara. Baik suami maupun
      isteri pada dasarnya kiranya menyadari bahwa masing-masing merupakan
      anugerah atau `kado' dari Allah, Allah yang mempertemukan mereka
      sehingga mereka saling mengasihi menjadi suami-isteri. Maka baiklah
      kami mengajak rekan-rekan suami-isteri untuk hidup dan bertindak
      dijiwai oleh `roh yang berasal dari Allah', Roh Kudus, sehingga hidup
      dan bertindak dengan menghayati keutamaan-keutamaan "kasih, sukacita,
      damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
      kelemahlembutan, penguasaan diri."(Gal 5:22-23) di dalam hidup
      sehari-hari dimanapun dan kapanpun. Baik hidup imamat maupun membiara
      hemat saya juga dijiwai oleh Roh Kudus, yang menjadi nyata dalam
      kharisma atau spiritualitas, yang harus dihayati dan digeluti terus
      menerus. Maka kami mengingatkan dan berharap kepada rekan-rekan imam
      maupun biarawan-biarawati untuk setia pada charisma atau spiritualitas
      masing-masing, sehingga hidup dan bertindak tidak mengikuti selera
      pribadi atau keinginan dan kemauan sendiri, sebagaimana masih terjadi
      pada pribadi-pribadi tertentu. Dengan hidup atau dijiwai oleh Roh
      Kudus, kira semua diharapkan "tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada
      kita", yaitu hidup dan segala sesuatu yang kita miliki, kuasai atau
      menyertai kita. Segala sesuatu adalah kasih karunia atau anugerah
      Allah, maka hendaknya difungsikan dan dinikmati sedemikian rupa
      sehingga kita semakin dekat dengan Allah, semakin suci, semakin
      mengasihi dan dikasihi oleh Allah maupun sesama manusia.

      "TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih
      setia-Nya. TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat
      terhadap segala yang dijadikan-Nya. Segala yang Kaujadikan itu akan
      bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan
      memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan
      membicarakan keperkasaan-Mu" (Mzm 145:8-11)

      Jakarta, 2 September 2008
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.